Anda di halaman 1dari 3

RS Islam Ibnu Sina

YARSI SUMBAR
Bukittinggi

SELEKSI DAN PERAWATAN RESIKO TINGGI


No Dokumen:
No Revisi:
Halaman:
Ke
1/1
Tanggal Terbit:

PROSEDUR
TETAP

Pengertian
Tujuan

Dr. H. Erman Ramli, SpOG(K)


Seleksi dan perawatan resiko tinggi adalah Suatu tindakan atau kegiatan
yang dilakukan untuk menyeleksi dan penanggulangan keadaan pasien
beresiko tinggi
- Agar dapat menentukan keadaan kehamilan yang resiko tinggi
-

Kebijakan

Prosedur

Ditetapkan Oleh:
Direktur

Agar dapat mendeteksi penyakit yang beresiko tinggi

Pendeteksian awal dilakukan pada waktu ante natal care


Seleksi selajutnya dilaksanakan di kamar bersalin
Pada pasien yang telah terdeteksi resiko tinggi di BKIA
dianjurkan untuk datang antenatal care yang teratur
- Kalau ada pasien resiko tinggi langsung di consul ke Dokter Ahli
Kebidanan
- Dianjurkan pada pasien yang resiko tinggi untuk melahirkan di
rumah sakit
1. Lakukan pemeriksan pasien yaitu Tinggi Badan, Tensi, Tinggi
Fundus.
2. Catat dalam status pasien dan beri tanda bila pasien resiko tinggi.
3. Pada penyakit resiko tinggi seperti

pre exlamsi, exlamsi,

kehamilan kembar, plasenta previa dan penyakit resiko tinggi


lainnya dipantau secara teratur.
4. Setelah itu diberi penyuluhan dan memberi tahu tentang tandatanda resiko tinggi yang akan terjadi
5. Menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan selama
4x selama hamil.
Unit terkait

6. Pasien diberi kartu untuk kontrol kembali


- BKIA
-

KEBIDANAN

RS Islam Ibnu Sina


YARSI SUMBAR
Bukittinggi

No Dokumen:
12.05.01.01

PELAYANAN RUJUKAN
No Revisi:
Ke

Tanggal Terbit:
PROSEDUR
TETAP

Pengertian

Halaman:
1/1

Ditetapkan Oleh:
Direktur

Dr. H. Erman Ramli, SpOG(K)


Pelayanan Rujukan adalah suatu cara mengirim pasien kerumah sakit
yang lebih lengkap sehubungan dengan kurangnya sarana dan peralatan

Tujuan

dan tenaga di tempat kita.


- Untuk melanjutkan perawatan yang lebih intensif
-

Agar tertolongnya pasien pada kasus-kasus yang tidak dapat


ditangani di Rumah Sakit Islam Ibnu SinaBukittinggi..

Kebijakan

Untuk keselamatan jiwa pasien /tidak, terlantarnya pasien maka


diperlukan merujuk pasien tersebut ke Rumah Sakit yang lebih
lengkap sarananya.

Prosedur

Setiap pasien yang dilengkapi dengan surat rujukan yang dibuat

oleh dokter yang bersangkutan


1. Dokter ahli membuat laporan rujukan
2. Pasien disiapkan untuk dirujuk
3. Beri tahu bagian transpotasi tentang keberangkatannya.
4. Pasien dibawa ke Rumah Sakit yang dituju didampingi oleh

Unit terkait

seorang perawat
- Transportasi

RS Islam Ibnu Sina


YARSI SUMBAR
Bukittinggi

No Dokumen:

PENYULUHAN
No Revisi:
Ke

Tanggal Terbit:

Halaman:
1/1

Ditetapkan Oleh:
Direktur

PROSEDUR
TETAP

Dr. H. Erman Ramli, SpOG(K)


Pengertian

Penyuluhan adalah suatu informasi pelayanan yang diberikan kepada


pasien dan keluarga pasien.

Tujuan
Kebijakan

Agar tercapainya pelayanan yang maksimal

Agar pasien mendapatkan ilmu kesehatan

Setiap pasien yang dirawat diberikan life let dan juga penyuluhan
tentang kesehatan lainnya.

Prosedur

1. Petugas memberikan informasi penyuluhan


2. Petugas memberikan baik life let pada pasien
3. Petugas

memberikan

penyuluhan

berkelompok atau perorangan


Unit terkait

PERINA

PKMRS

pada

pasien

secara