Anda di halaman 1dari 27

Perubahan Submisif dan

Perkembangan
Abnormal Sel
FIHIRUDDIN

Pengertian submisif adalah tertekannya


perkembangan sel/jaringan akibat
perkembangan abnormal dari sel/jaringan lain.
Perubahan Degenerasi jaringan Tubuh adalah

perubahan jaringan tubuh dimana terjadi


penurunan progresif dari efisiensi suatu
organ atau perubahan yang makin
menjadi buruk dari suatu organ atau
jaringan, dengan kehilangan fungsi, dan
perubahan-perubahan kimia didalam
jaringan.

Perubahan degeneratif
Ialah cedera sel namun
Tidak
menyebabkan
kematian

dan
rangsang

umumnya
reversibel
jika
dihentikan.
Nama lainnya perubahan Subletal
Akibatnya:
Bengkak atau penimbunan air karena
membran sel tidak mampu lagi melakukan
pompa natrium sehingga ion natrium
dalam membran tinggi terjadi osmosis, air
terserap.

Perubahan

Non degenerasi adalah perubahan


jaringan tubuh yang disebabkan oleh cedera
yang berlangsung cukup lama serta melebihi
kemampuan sel untuk beradaptasi.

Nekrosis

jaringan adalah rusaknya sel


jaringan yang diakibatkan oleh cedera sel
( karena pengaruh luar atau kurangnya
darah yang mengalir ke jaringan tersebut)
yang cukup berat dan lama, sehingga
menimbulkan kerusakan yang ireversibel dan
berlanjut kepada kematian sel .

Agnesi

adalah suatu bentuk pertumbuhan


yang tidak sempurna

Aplasi

adalah Perkembangan yang kurang


sempurna pada jaringan, alat atau organ
tubuh.

Hipoplasi

adalah perkembangan organ


atau jaringan yang tidak sempurna,
sehingga menyebabkan ukurannya lebih
kecil dari ukuran normal.

Jaringan / alat tubuh yang ektopik / Heteropik

adalah jaringan atau alat tubuh yang berada


pada posisi yang abnormal / terjadi pada
tempat yang abnormal
Jaringan / alat tubuh yang Aberans / Asesorik

adalah jaringan atau alat tubuh yang dalam


keadaan menyimpang atau berada pada
bagian yang tidak normal / menjadi tambahan
pada bagian tubuh tertentu.
Pertumbuhan reperatif Adalah pertumbuhan

sel atau jaringan sebagai perbaikan atas


terjadinya kerusakan sel atau jaringan.

Kelainan dalam ilmu


patologi:
Perubahan retrogresif-progresif, perubahan akibat

gangguan sirkulasi, radang, cacat


bawaan/kongenital, neoplasma, trauma
Kelainan Retrogresif (regresif/kemunduran): Atrofi,

degenerasi, infiltrasi, nekrosis, penimbunan


pigmen & mineral, gangguan metabolisme,
defisiensi
Kelainan progresif hipertrofi, hiperplasi,

regenerasi, organisasi

ATROFI
Menyebabkan alat tubuh mengecil/melisut sel2

parenkym yg menjalankan fungsi alat tubuh tersebut


mengecil atau berkurang (atrofi numerik).
Atrofi fisiologik bbrp alat tubuh

mengecil/menghilang sama sekali selama masa


perkembangan/kehidupan jika tdk menghilang
sesudah masa usia tertentu patologik : kelenjar
thymus

Atrofi pada orang tua

A. Atrofi pada jaringan otak


B. Otak Normal

MACAM ATROFI
Atrofi senilis atrofi terjadi pd semua alat tubuh

secara umum usia lanjut, kelaparan (starvation),


perubahan otak dengan akibat kemunduran dlm
kejiwaan (dementia senilis) dll.

Atrofi setempat (local atrophy) dapat terjadi

akibat keadaan-keadaan ttt.


Atrofi inaktivitas (disuse atrophy) akibat

inaktivitas alat tubuh/jaringan

Atrofi desakan (pressure atrophy) akibat desakan

yg terus menerus/desakan u/ wkt yg lama


mengenai suatu alat tubuh/jaringan

Atrofi endokrin tjd pd alat tubuh yg aktivitasnya

tgt pd rangsang hormon ttt.


c/ Hipofisis tdk aktif atrofi kelenjar gondok,
adrenal & ovarium

Hipoplasi, Aplasi, Agenesis


Alat tubuh yg hipoplastik sejak semula tetap kecil

dan belum pernah mencapai kesempurnaan ><


atrofi: alat tubuh mengecil, tetapi pernah mencapai
ukuran normal.

Aplasi alat tubuh sama sekali tdk tumbuh & hanya

ditemukan rudimennya yg hampir tdk dpt dikenali


msh menunjukkan adanya anlage (benih).

Agenesis terberat, baik rudimen maupun

anlagenya tdk terdapat

HIPERTROFI DAN HIPERPLASIA

Hipertrofi bertambahnya isi/volume


suatu jaringan atau alat tubuh c/ sel-sel
otot mengalami hipertrofi karena
sitoplasmanya bertambah, jantung, ginjal,
kelenjar endokrin, otot polos pd alat2
dalam yg berongga/berlumen: usus, ureter.

Hiperplasi membesarnya suatu alat


tubuh karena pembentukan atau
tumbuhnya sel-sel baru

Hipertropi uterus pada pragnansi

Sering terjadi scr bersama-sama c/


hipertrofi kompensatorik, keadaan yg
memerlukan fungsi adrenal yg berlebih,
endokrinopati lain: thyroid & hipofisis
Kelainan bersifat kwantitatif baik dalam
ukuran maupun jumlah drpd sel
Pd metaplasi, displasi, dan anaplasi
terjadi kelainan2 yg tdk bersifat
kuantitatif melainkan kualitatif

Metaplasi, Displasi,
Anaplasi
Metaplasi perubahan suatu jenis jaringan

dewasa (yg telah berdifferensiasi) menjadi


jaringan lain yg jg dewasa bs terjadi pd
jaringan epitelial atau mesenchymal

Displasi perubahan ke arah kemunduran pada

sel dewasa tanpak dalam bentuk, besar dan


orientasinya displasi merupakan perubahan
yang reversibel

Anaplasi merupakan suatu perubahan ke arah

kemunduran. Terjadi pada sel dewasa yg berubah


menjadi sel yg bersifat > primitif

ANAPLASIA
Kadang sel mjd < normal variasi dalam

ukuran maupun bentuk Polimorfi atau


Pleomorfi.

Perbandingan inti : sitoplasma (normal 1:4/6)

1 : 2 /inti mengisi seluruh sel, kadang tdpt


> 1 inti, sel besar sel semacam ini disebut
sel datia tumor (Tumor giant cell).

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai