Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem keadilan dan demokrasi yang berlaku di Indonesia selalu mengacu dan
berbasis kepada Pancasila dan didukung oleh UUD 1945. Pancasila pun menjadi
sebuah landasan dalam penentuan prinsip dan pandangan hidup. Namun dewasa
ini semakin banyak penyimpangan nilai nilai Pancasila berdasarkan butir butir
yang terkandung di dalamnya. Nilai tersebut serasa hilang jika dibandingkan
dengan kehidupan Bangsa pada zaman ini. Penyimpangan pun sudah dianggap hal
yang biasa dilakukan, dianggap sebagai sesuatu yang bisa dilanggar menjadi
biasa dilanggar.
Namun butir atau nilai yang terkandung dalam sila tersebut semakin hilang
dan tersamarkan artinya. Contoh kecil adalah semakin berkurangnya sistem
demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sebagai Negara Indonesia, kita menganut sistem Demokrasi Pancasila.
Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme
kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan
pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. Sebagai
demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai
dengan UUD 1945.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam makalah kami berikut beberapa rumusan masalah yang akan kami bahas :
1. Apa makna yang terkandung dari sila ke-4 dalam Pancasila?
2. Nilai-nilai dan butir-butir apa yang terkandung dalam sila ke-4 Pancasila?
3. Apa implementasi dari sila ke-4 Pancasila bagi Indonesia?
4. Apa penyimpangan yang terjadi pada sila ke-4?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Di dalam penyusunan makalah ini ada beberapa tujuan yang ingin kami paparkan
antara lain sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Memahami pengertian pancasila secara umum.


Memahami makna yang terkandung dari sila ke-4 dalam Pancasila
Memahami nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-4 dalam Pancasila
Dapat mengetahui dan menjalankan implementasi dari makna yang
terkandung dalam sila ke-4 Pancasila.
5. Mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada sila ke-4 dalam
Pancasila di Negara Indonesia khususnya korupsi.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 MAKNA LIMA SILA PANCASILA
Dalam kedudukannya sebagai etika politik kenegaraan, ditegaskan bahwa makna
lima sila dalam Pancasila:
1. Sila pertama, negara wajib:
a) Menjamin kemerdekaan setiap warga negara tanpa diskriminasi untuk
beribadah menurut agama dan kepercayaannya dengan menciptakan
suasana yang baik.
b) Memajukan toleransi dan kerukunan agama
c) Menjalankan tugasnya untuk meningkatkan kesejahteraan umum sebagai
tanggung jawab yang suci.
2. Sila Kedua, mewajibkan:
a) Negara untuk mengakui dan memperlakukan semua warga sebagai
manusia yang dikaruniai martabat mulia dan hak-hak serta kewajiban
kewajiban asasi
b) Semua bangsa sebagai warga dunia bersama-sama membangun di dunia
baru yang lebih baik berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial

3. Sila ketiga mewajibkan negara untuk membela dan mengembangkan


Indonesia sebagai suatu negara yang bersatu, memiliki solidaritas yang tinggi
dan hidup rukun, membina dan menjunjung tinggi kebudayaan dan
kepribadian nasional, serta memperjuangkan kepentingan nasional.

4. Sila keempat mewajibkan negara untuk mengakui dan menghargai kedaulatan


rakyat serta mengusahakan agar rakyat melaksanakan kedaulatannya secara
demokratis tanpa diskriminasi melalui wakil-wakilnya. Negara wajib
mendengarkan suara rakyat dan memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat.

5. Sila Kelima mewajibkan negara untuk:


a) Mengikutsertakan seluruh rakyat dalam kehidupan ekonomi, sosial dan
budaya
b) Membagi beban dan hasil usaha bersama secara proporsional di antara
semua warha negara dengan memperhatikan secara khusus mereka yang
lemah kedudukannya agar tidak terjadi ketidakadilan serta kewenangwenangan dari pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah.
2.2 PENGERTIAN SILA KE-4 PANCASILA
Setiap sila (dasar/ azas) dalam pancasila memiliki hubungan yang saling
mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat
dipisah-pisahkan. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila
lainnya adalah tindakan sia-sia. Oleh karena itu, Pancasila pun harus dipandang
sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh, yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila
akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, pada hakikatnya merupakan suatu
nilai. Nilai Pancasila bersumber dari penjabaran norma-norma dalam masyarakat.
Segala sesuatu prilaku masyarakat berakar pada Pancasila. Pada sila ke-4 inilah
semua beraturan baik prilaku, hak, dan kewajiban berasal. Dengan adanya sila ke4, maka segala sesuatu mengenai masyarakat dan rakyat Indonesia diatur dan
ditata akar dapat saling bertoleransi dengan baik.
Diterimanya pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa
konsekuensi logis bahwa nilai-nilai pancasila dijadikan landasan pokok, landasan
fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila berisi lima sila
yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar
dari pancasila tersebut adalah nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Nilai kemanusiaan
yang dail dan beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalan permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Dengan pernyataan secara singkat bahwa
nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan,
nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
Dan kelima nilai-nilai ini harus kita amalkan, salah satunya adalah nilai
kerakyatan yaitu sila ke-4 pancasila.Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.Setiap manusia
Indonesia harus menghayati dan menjungjung tinggi setiap hasil keputusan
musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimannya dan
melaksanakannya dengan itikad baik dan penuh rasa tanggung jawab. Disini
kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi atau

golongan. Pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan


sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan-keputusan yang diambil harus
dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa,
menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan
keadilan. Dalam melaksanakan permusyawaratan, kepercayaan diberikan kepada
wakil- wakil yang dipercayanya.
Nilai kerakyatan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembagalembaga perwakilan. Nilai ini menganut paham demokrasi. Akan tetapi, saat ini
Indonesia sudah menggunakan paham liberalis, yaitu dimana setiap individu
mempunyai hak penuh untuk menentukan pilihan. Dan cara pemilihan ini
biasanya dengan cara votting.
Makna Simbol Kepala Banteng
Banteng (latin: Bos Javanicus ) atau biasa disebut dengan lembu liar
merupakan hewan sosial yang suka berkumpul.
Kepala banteng juga dimaknai sebagai lambang tenaga rakyat
Secara Luas, simbol Kepala Banteng ini mengandung makna-makna sebagai
berikut :
Paham kedaulatan rakyat yang bersumber kepada nilai kebersamaan,
kekeluargaan dan kegotongroyongan.\
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.\
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil
keputusan bersama. Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai
konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.
Mentaati nilai-nilai kerakyatan agar tercipta dan terjaga selalu kebersamaan
dan kekeluargaan rakyat Indonesia.
Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia
mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral
kepadaTuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentinganbersama.
Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk
melaksanakan pemusyawaratan.
2.3 MAKNA SILA KE-4 PANCASILA
Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia sudah mulai tergeser fungsi dan
kedudukannya pada zaman modern ini. Sebuah sila dari Pancasila yang hampir
tidak diterapkan lagi dalam demokratisasi di Indonesia yaitu Sila ke-4 Pancasila

berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam


perwusyawaratan perwakilan.
Sila ke-4 merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara
berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara
Indonesia.Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi
Negara Indonesia adalah mutlak pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan.
Berkat sifat persatuan dan kesatuan dari Pancasila, sila ke-4 mengandung pula
sila-sila lainnya, sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang
berke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang berkemanusiaan yang adil dan beradab,
yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Sila ke-4 yang mana berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.Sebuah kalimat yang secara
bahasa membahasakan bahwa Pancasila pada sila ke 4 adalah penjelasan Negara
demokrasi. Dengan analisis ini diharapkan akan diperoleh makna yang akurat dan
mempunyai nilai filosofis yang diimplementasikan secara langsung dalam
kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya itu, sila ini menjadi banyak acuan dari
setiap langkah pemerintah dalam menjalankan setiap tindakannya. Kaitannya
dengan arti dan makna sila ke 4 adalah sistem demokrasi itu sendiri.Maksudnya
adalah bagaimana konsep demokrasi yang berarti setiap langkah yang diambil
pemerintah harus ada kaitannya dengan unsur dari, oleh dan untuk rakyat. Disini,
rakyat menjadi unsur utama dalam demokrasi. Itulah yang seharusnya menjadi
realita yang membangun bangsa.
Arti dan makna Sila ke 4 sebagai berikut :
1. Hakikat sila ini adalah demokrasi. Demokrasi dalam arti umum yaitu
pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat. Secara sederhana, demokrasi yang
melibatkan segenap bangsa dalam pemerintahan baik yang tergabung dalam
pemerintahan dan kemudian adalah peran rakyat yang diutamakan.
2. Pemusyawaratan. Artinya mengusahakan putusan secara bulat, dan sesudah itu
diadakan tindakan bersama. Disini terjadi simpul yang penting yaitu
mengusahakan keputusan secara bulat. Bulat yang dimaksud adalah hasil yang
mufakat, artinya keputusan itu diambil dengan kesepakatan bersama. Dengan
demikian berarti bahwa penentu demokrasi yang berdasarkan pancasila adalah
kebulatan mufakat sebagai hasil kebikjasanaan.Oleh karena itu kita ingin
memperoleh hasil yang sebaik-baiknya didalam kehidupan bermasyarakat,
maka hasil kebikjasanaan itu harus merupakan suatu nilai yang ditempatkan
lebih dahulu.
3. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama. Dalam hal ini
perlu diingat bahwa keputusan bersama dilakukan secara bulat sehingga
membawa konsekuensi adanya kejujuran bersama.Perbedaan secara umum
demokrasi di barat dan di Indonesia yaitu terletak pada

permusyawaratan.Permusyawaratan diusahakan agar dapat menghasilkan


keputusan-keputusan yang diambil secara bulat.
Hal ini tidak menjadi kebiasaan bangsa Indonesia, bagi kita apabila
pengambilan keputusan secara bulat itu tidak bisa tercapai dengan mudah, baru
diadakan pemungutan suara.Kebijaksanaan ini merupakan suatu prinsip bahwa
yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak.Jika
demokrasi diartikan sebagai kekuatan, maka dari pengamatan sejarah bahwa
kekuatan itu memang di Indonesia berada pada tangan rakyat atau masyarakat.
Secara sederhana, pembahasan sila ke 4 adalah demokrasi. Demokrasi yang
mana dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. Pemimpin yang hikmat adalah
pemimpin yang berakal sehat, rasional, cerdas, terampil, dan seterusnya pada halhal yang bersifat fisik atau jasmaniah, sementara kebijaksanaan adalah pemimpin
yang berhatinurani, arif, bijaksana, jujur, adil, dan seterusnya pada hal-hal yang
bersifat psikis atau rohaniah. Jadi, pemimpin yang hikmat-kebijaksanaan itu lebih
mengarah pada pemimpin yang profesional (hikmat) dan juga dewasa (bijaksana).
Itu semua negara demokratis yang dipimpin oleh orang yang dewasa profesional
dilakukan melalui tatanan dan tuntunan permusyawaratan/perwakilan.Tegasnya,
sila keempat menunjuk pada NKRI sebagai Negara demokrasi-perwakilan yang
dipimpin oleh orang profesional-dewasa melalui sistem musyawarah. Sebuah
kesadaran bertanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Besar menurut
keyakinan beragama masing-masing, dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan ke
atas harkat dan martabat manusia, serta memperhatikan penguatan dan pelestarian
kesatuan nasional menuju keadilan sosial.
2.4 FAKTOR PENYIMPANGAN TERHADAP SILA KE-4:
Banyak sekali penyimpangan yang kita lihat di masyarat terhadap sila ke-4,
tentunya itu semua mempunyai faktor pendukung, diantaranya :
1. Banyak warga Negara/masyarakat belum terpenuhi hak dan kewajibannya
didalam hukum.
2. Ketidak transparannya lembaga-lembaga yang ada didalam Negara Indonesia
dalam sistem kelembagaannya yang menyebabkan masyarakat enggan lagi
percaya kepada pemerintah.
3. Banyak para wakil rakyat yang merugikan Negara dan rakyat, yang
seharusnya mereka adalah penyalur aspirasi demi kemajuan dan kesejahteraan
Negara Indonesia.
4. Banyak keputusan-keputusan lembaga hukum yang tidak sesuai dengan asas
untuk mencapai mufakat,sehingga banyak masyarakat yang merasa dirugikan.
5. Banyak masyarakat yang kurang bisa menghormati adanya peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah.
6. Demonstrasi yang dilakukan tanpa melapor kepada pihak yang berwajib.
7. Kasus kecurangan terhadap pemilu, yang melihat bukan dari sisi kualitas,
tetapi dari kuantitas.
6

8. Lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan daripada kepentingan


bersama atau masyarakat
9. Menciptakan perilaku KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).
10. Pejabat pejabat Negara yang diangkat cenderung dimanfaat untuk loyal dan
mendukung kelangsungan kekuasaan presiden.

Dalam kehidupan sehari-hari, pengamalan sila ke empat Pancasila terkadang


tidak sesuai dengan makna yang terkandung dalam sila tersebut. Hal ini akan
berakibat pada berubahnya sikap masyarakat Indonesia. Jika masyarakat
Indonesia bersikap tidak sesuai dengan nilai dan norma Pancasila, maka bisa
dikatakan bangsa tersebut kehilangan jati diri bangsanya. Jika suatu bangsa
kehilangan jati diri, mudah bangsa lain untuk menjajah bangsa Indonesia.
Perilaku yang dipedomankan sebagaii pengamalan Pancasila beserta
pengamalan di masyarakat dan pemerintahan Indonesia diantaranya :
a. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat
Kita hidup berada dilingkungan Indonesia. Sebagai manusia biasa yang
memiliki rasa individualis dan egoistis, kita selaku warga negara Indonesia harus
mempunyai sifat rasa tolong-menolong dan selalu mengutamakan kepentingan
negara dan masyarakat dibandingkan kepentingan pribadi. Karena jika sikap ini
ditumbuh kembangkan, warga Indonesia akan mempunyai rasa keterkaitan
emosional yang lebih. Tetapi masih banyak orang yang lebih mengutamakan
kepentingan pribadi seperti orang yang melakukan tindak pidana korupsi dan
sikap tersebut bertentangan dengandengan nilai Pancasila.
b. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
Terkadang sebagai manusia kita suka berbuat sesuai keinginan kita. Tetapi,
sikap tersebut tidak baik dan tidak mencermikan nilai Pancasila. Jika mempunyai
suatu usulan atau sebagainya, sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dahulu dan
tidak baik jika memaksakan kehendak sendiri tanpa persetujuan orang lain.
c. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan
bersama
Bermusyawarah dalam mengambil keputusan sudah dilakukan bangsa kita
sejak dahulu. Kegiatan itu pun sudah menjadi ciri-ciri bangsa kita yang
mempunyai budaya demokrasi yang sangat tinggi. Tapi ironisnya, pada era
sekarang para pemimpin yang telah kita pilih sebagai wakil rakyat banyak yang
bertengkar dan parahnya lagi terkadang jika bermusyawarah tidak mendapat
solusi apa-apa.
d.

Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan


Melanjutkan contoh yang telah kami kemukakan diatas, musyawarah
seharusnya menjadi wadah untuk kesejahteraan umum. Tetapi banyak yang

menyelewengkannya dan hanya menargetkan untuk kepentingan pribadi dan


kelompoknya.
e. Dengan itikad dan tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil
keputusan musyawarah
Sebagaimana yang kita ketahui, setiap yang telah dimusyawarahkan haruslah
dilaksanakan sesuai isi musyawarah yang telah ditetapkan bersama.Contohnya
musyawarah yang dilakukan oleh ketua DPR beserta anggotanya mengenai absen
sidik jari yang akan diberlakukan di sekitar kantor DPR.
f. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang
luhur
Setiap pengambilan keputusan dalam melaksanakan suatu musyawarah
haruslah sesuai dengan akal sehat dan sesuai hati nurani agar keputusan tersebut
dapat diterima oleh semua kalangan yang berkaitan dengan isi musyawarah
tersebut. Kenyataannya banyak yang tidak sinkron antara keputusan dengan hasil
yang nantinya akan dicapai. Penyebabnya yaitu tentu karena mereka yang
membuat keputusan tidak memikirkan secara matang dan terburu-buru sehingga
menimbulkan bagi semuanya.
g. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral
kepada Tuhan YME, menjunjung harkat dan martabat manusia serta nilainilai kebenaran dan keadilan
Melanjutkan penjelasan dari pernyataan sebelumnya, musyawarah dan
keputusan itu selain harus sesuai akal sehat serta hati nurani, keputusan pun harus
selalu dipertanggung jawabkan dan menjunjung harkat martabat dan nilai-nilai
keadilan dan kebenaran. Contoh yang nyata pada pernyataan ini yaitu, setiap
pemimpin yang mengambil keputusan haruslah yang bermanfaat dan yang
berpengaruh terhadapnya.
Selain itu, pancasila sering disebut way of life atau pandangan hidup
khususnya adalah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Dalam hal ini
pancasila menjadi pedoman hidup yang diamalkan sehari-hari dan sebagai
petunjuk arah seluruh kegiatan di segala bidang. Akan tetapi yang terjadi saat ini
adalah banyak diberitakannya kasus korupsi di Indonesia yang manjerat satu
persatu petinggi kita. Korupsi dikatakan menyimpang dari nilai pancasila karena
perbuatan tersebut tidak mencerminkan jiwa pancasila, bahkan bertentangan
dengan nilai-nilai pancasila.
Kasus suap dan korupsi telah menjadi masalah serius di Indonesia Baru-baru
ini, KPK berhasil membongkar kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil
Mochtar. Kasus ini merupakan sebuah pelanggaran terhadap nilai-nilai pancasila,
khusunya sila keempat yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan dan perwakilan berarti mampu melaksanakan keputusan
8

bersama dengan tanggungjawab dan iktikad baik. Selain itu, juga mampu
mengambil keputusan yang sesuai dengan nilai kebenaran dan sosial. Dalam hal
ini, Akil Mochtar selaku ketua Mahkamah Konstitusi, seharusnya menjadi seorang
penegak hokum dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan adil. Seorang
pemimpin Mahkamah Konstitusi seperti Akil Mochtar, seharusnya dapat
menindak tegas pelanggaran terhadap amanatrakyat di bidangkonstitusi.

2.5 PENGERTIAN KORUPSI


Menurut KBBI pngertian korupsi didefinisikan :
korupsi/korupsi/ n penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara
(perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain;-- waktu cak
penggunaan waktu dinas (bekerja) untuk urusan pribadi;

2.6 DAMPAK DAN CARA MENGATASI KORUPSI


Dampak Korupsi
Dampak korupsi terhadap negara negara maju, baik sosialis maupun kapitalis,
tidak membawa bencana yang terlalu besar apabila dibandingkan dengan dampak
korupsi yang ditimbulkan terhadap negara negara terbelakang, baik sosialis
maupun negara non sosialis. Dampak korupsi yang lebih sedikit terhadap negara
maju mungkin terjadi disebabkan oleh kualitas masyarakat yang telah maju yang
lebih tahu teknologi dan efisiensi sehingga mampu mengimbangi (tetap stabil)
akibat
dampak
buruk
organisasi
diperusahaan
swasta.
Pada masyarakat terbelakang seperti di Negara Indonesia, korupsi memiliki
dampak yang sangat keras dikarenakan sistem yang dibangun memang tidak
efisien. Korupsi memberikan dampak ket ergantungan pada berbagai manifestasi,
memantapkan cengkeraman vested interest di dalam negeri suatu negara. Satu
contoh, pemilikan dan penguasaan sumber daya alam kita. Sangat banyak terjadi,
baik perseorangan maupun perusahaan swasta, diizinkan untuk mengeskploitasi
tambang dan hutan semaunya saja. Hal ini merupakan dampak korupsi yang
terjadi pada elit politik dan administrasi lokal dalam bentuk suap.
Dampak korupsi yang lain adalah merupakan penghalang industrialisasi yang
nyata, yaitu yang memberikan keuntungan untuk rakyat dari segenap lapisan.
Pejabat pemerintah lokal pedagangan dan perusahaan di masa kolonial, menjual
bahan mentah dan mengimpor barang dari barat dewasa inipun masih tetap
memainkan peranan lama mereka dalam bentuk baru berkat adanya ikatan
keuangan
yang
mereka
jalin
bersama
elit
yang
memerintah.
Selain itu, dampak korupsi merambah kebagian perekonomian dibagian harga
barang dan jasa diberbagai negara dunia ketiga. kerap terjadi pada pengusaha
pabrik atau agen besar menyuap pemerintah untuk meningkatkan keuntungan
9

mereka dengan berusaha mempermainkan harga barang dan jasa menurut teori
ekonomi yang khususnya pada sembako yang sekarang ini pun bisa jadi
merupakan dampak dari korupsi di Indonesia.Selain naik atau turunnya harga
barang dan jasa, dampak korupsi juga mengakibatkan jatuhnya mutu barang dan
jasa. Para perusahaan menyediakan barang dan jasa dengan tidak memperhatikan
mutu dan penampilan karena telah menyuap para elit atau pejabat ataupun karena
pejabat telah memeras mereka untuk seperti itu. Hal ini sering mengakibatkan
dampak korupsi yang lebih besar lagi yaitu kekacauan dalam suatu kelompok
bahkan negara yang sekarang ini tanpa kita rasa terjadi di Indonesia
Sebenarnya masih banyak dampak dampak lain dari korupsi khususnya yang
terjadi di Indonesia, akan tetapi, perlu kita lihat bahwa dampak korupsi diatas
merupakan dampak utama yang sudah sangat menghancurkan negara Indonesia
ini yang akan melahirkan dampak dampak korupsi lainnya.
Cara Mengatasi Korupsi di Pemerintahan
Korupsi terjadi dikarenakan oleh adanya pemusatan kekuasaan, birokrasi yang
tidak sehat, orientasi masyarakat untuk mengonsumsi, gaji yang rendah,
pengeluaran pemerintah yang luar biasa besaranya, persaingan dalam pemilihan,
dan tidak adanya hukum yang efektif.
Cara terbaik dalam mengatasi korupsi ataupun menciptakan iklim anti korupsi
dalam pemerintahan dan masyarakat adalah dengan menegakkan negara khilafah
atau yang sesuai dengan syariah Islam.
Selain itu dalam langkah pemerintah yang taktis adalah desentralisasi. cara
mengatasi korupsi dengan pembagian kekuasaan atau penyebaran kekuasaan. Bila
kondisi yang benar dan ideal terjadi, korupsi akan semakin sempit terjadi dan
pengawasan lebih mudah dan penanganan kasus korupsi pun lebih mudah. Selain
itu budaya kebebasan pers ataupun jurnalistik dan mengajukan pendapat yang
bertanggung jawab harus dilindungi kebebasannya. Kapan hak Pers dan
mahasiswa dalam bersuara, berkumpul dan berpendapat dikurangi dan dibatasi
maka saya yakin korupsi akan merajalela.

Cara mencegah korupsi


Adapun pencegahan perilaku korupsi sejak dini bisa dilakukan dengan cara:
1. Penanaman kejujuran sejak dini
Kejujuran adalah suatu hal yang sangat penting dari pembentukan karakter
seseorang, bila kejujuran ditanamkan secara dini, bukan tidak mungkin kita akan
mendapatkan pejabat-pejabat pemerintahan yang jujur.

10

2. Kedisiplinan dan taat pada hukum yang berlaku


Tidak dipungkiri, kedisiplinan merupakan suatu karakter dari seseorang yang
sangat diperlukan dalam hidupnya. Bila seseorang disiplin dan taat pada hukum
yang berlaku, maka perilaku korupsi bisa musnah dengan sendirinya.

3. Kesadaran mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan


pribadi
Bila seseorang lebih mementingkan kepentingan umum, maka dia tidak akan
egois tentang kepentingan pribadinya. Jika perilaku korupsi bisa terpinggirkan,
maka bukan tidak mungkin kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat pun
terjamin.
4. Penerapan Pajak kekayaan yang tinggi
Perilaku korupsi bisa disebabkan oleh keegoisan seseorang dalam meraih
kekayaan. Guna mencegah kekayaan yang berlimpah, maka pajak kekayaan yang
tinggi akan menjadi solusi yang baik. Dengan begtiu. seseorang enggan untuk
menambah kekayaannya. Langkah ini bisa juga dimaksudkan untuk penurunan
tingkat korupsi berdasarkan keinginan untuk kaya.
5. Hidup sederhana, dan bersyukur
Tekanan ekonomi yang tinggi bisa memunculkan suatu ide dan gagasan seseorang
mencari jalan pintas guna meraih kekayaan. Untuk mencegah hal tersebut, perlu
ditananmkan kesederhanaan kepada seseorang sejak dini dan tak lupa rasa syukur
kepada illahi atas apa yang kita miliki.

11

BAB III
Kesimpulan
Indonesia adalah Negara yang memiliki dasar Negara yaitu pancasila, suatu lima
dasar landasan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia sejak dulu. Akan tetapi
tak banyak dari kita yang mengamalkan pancasila dengan baik, masih banyak
masyarakat Indonesia yang mencampakkan nilai-nilai yang terkandung didalam
pancasila, salah satunya adalah korupsi. Korupsi adalah perbuatan yang
menyimpang dari nilai-nilai pancasila yang di sebabkan oleh lemahnya keimanan
seseorang yang menyimpang dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, serta
tidak memiliki rasa kemanusiaan yang adil dan beradap, tidak terciptanya
persatuan Indonesia, tidak terselenggara dengan baik kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta
menyimpang dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga seakanakan korupsi adalah sebagai tren di kalangan pejabat yang seharusnya melindungi
rakyat Indonesia, yang seharusnya bertugas menjadi wakil rakyat malah terlena
dengan kesenangan dunia yang membawa kehancuran bangsa itu sendiri. Maka
dari itu untuk menyelamatkan bangsa Indonesia kita perlu untuk berbenah diri,
mempelajari sesuatu yang menjadi dasar suatu Negara yaitu pancasila, tidak hanya
menghafalnya akan tetapi mengamalkan seluruh sila yang terkandung didalamnya,
meningkatkan moral bangsa yang berjiwa pancasila serta memperkokoh iman
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

12

DAFTAR PUSTAKA
Darmonodiharjo, Darji; Dekker, Nyoman ,dkk. SANTAJI PANCASILA. Surabayaindonesia: Usaha Nasional, 1981.
http://nasional.kompas.com/read/2012/08/02/01150735/Inilah.Lima.Tren.Pembera
ntasan.Korupsi.Masa.Depan
http://news.okezone.com/read/2011/12/08/367/539803/cegah-korupsi-sejak-dini
http://www.apapengertianahli.com/2015/02/pengertian-korupsi-dampak-korupsicara-mengatasi-korupsi.html
http://kbbi.web.id/korupsi
http://www.pusakaindonesia.org/makna-lima-sila-dalam-pancasila/

13