Anda di halaman 1dari 149

Pendirian IAI

1. Membimbing perkembangan akuntansi serta


mempertinggi mutu pendidikan akuntan
2. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan

VISI
MISI

Menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan


pengetahuan dan praktek akuntansi, manajemen bisnis dan
publik, yang berorientasi pada etika dan tanggung jawab
sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan
internasional.
Memelihara integritas, komitmen, dan kompetensi
anggota dalam pengembangan manajemen bisnis dan
publik yang berorientasi pada etika, tanggungjawab, dan
lingkungan hidup.
Mengembangkan pengetahuan dan praktek bisnis,
keuangan, atestasi, dan akuntansi bagi masyarakat.
Berpartisipasi aktif dalam mewujudkan good governance
melalui upaya organisasi yang sah dan dalam perspektif
nasional dan internasional.

20102014

I si

i
vii
x
xiv

TUJUAN PENDIRIAN &


VISI MISI IAI
SAMBUTAN DEWAN PENASIHAT
SAMBUTAN DEWAN PENASIHAT
Program Kerja IAI 20102014
Terwujudnya IAI Sebagai Organisasi
yang Memiliki Governance SyStem yang
Baik
Pengembangan Organisasi dan Penataan Hubungan
Internal
Pendanaan
Information Communication and Technology
Hubungan Internasional

22

Terwujudnya IAI Sebagai Organisasi


yang Memberikan Value Bagi Anggota
Kompetensi Akuntan
Peningkatan Image IAI

ii

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

VISI MISI

40

Terwujudnya IAI Sebagai Organisasi


yang MembErikan Value Bagi Key
Stakeholders IAI
Kebijakan Publik
Konvergensi Standar Internasional
Praktik Sektor Publik
Stakeholder Management, PR, Peningkatan Image IAI

61
64
76
82
88

Terwujudnya IAI Sebagai Organisasi


yang Mendapat Kepercayaan Publik
dan Penghargaan Kepada Profesi

Analisa Keuangan

Daftar Pengurus IAI


Profil DPN IAI

Laporan Keuangan UNTUK TAHUN YANG


BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014
DAN LAPORAN AUDIROR INDEPENDEN

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

iii

20102014

IAI KASP
DESEMBER 1999
IAI SAP
7 April 1977
PSAK
SPAP
IAI-KAP

GRHA AKUNTAN
2003
US PSAK Pertama
14-15 Agustus 2010

Anggota
IFAC

IAPI
24 Mei 2007

Pendirian IAI
1957

1974 1977 1984 1986 1994 1996 1999

2003 2007 2008 2010

Kongres XI
10 Desember 2010

IAMI
1 April 2008

Manajemen Eksekutif

IAI-KAM
PAI I

PAI II
NPA II

NPA I

iv

IAI-KAPd
USAP Pertama

Wajib PPL-AP

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

SAK Syariah
SAK ETAP
2009

KERPPA
2002
Penyelenggaraan PPA
2003

USAS Pertama
16 Desember 2008

Milestone
VISI MISI

UJIAN SERTIFIKASI
KEAHLIAN AKUNTANSI DASAR

IKATAN AKUNTAN INDONESIA


(The Indonesian Institute of Accountants)

Sekretariat AFA
2011

GRHA AKUNTAN
Jl. Sindanglaya no. 1 Menteng
Jakarta Pusat 10310
Telp. (021) 31904232 ext. 151, 255, 333, 777
Fax. (021) 3900016, 3152076

www.

iaiglobal.or.id

E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id

US KAD Pertama
2013

MoU dengan CIMA


2013

UU No 5/2011
Tentang Akuntan Publik

Kongres XI
10 Desember 2010

33 IAI Wilayah
15 Knowledge Center
2013

2011

2010

Akuntan Award 2013


2013

KLB IAI





2013

IAI Affiliated Campus


2013

2012

2014

Anggota IAI
adalah Perseorangan
Wajib PPL
Penegakan Disiplin
dan Kode Etik

PMK 25/PMK.01/2014:
Akuntan Beregister Negara
3 Pebruari 2014

27 Juni 2012
PSAK
IFRS
2012

Rencana Ujian CA
Pertama
18-21 Juni 2014

US AAP Pertama
18-19 April 2012
Peluncuran CA

Rencana Kongres XII


17-19 Desember 2014

Pembentukan IAI
Kompartemen Akuntan Pajak
13 Maret 2014
MoU dengan ICAEW
26 Maret 2014

Pelaporan Dana Kampanye


Pileg dan Pilpres 2014

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

CHARTERED ACCOUNTANT INDONESIA

021

Ikatan Akuntan Indonesia

BACK COVER MAI Des 2014.indd 1

Ikatan Akuntan Indonesia

iai-info@iaiglobal.or.id

@IAINews

762ECF98

12/9/14 2:23 PM

Sambutan
Dewan Penasihat

Salam Profesionalisme Akuntan,


Tidak terasa kepengurusan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk melaksanakan
amanah Kongres yang dilaksanakan empat tahun telah berakhir. Amanah anggota
telah diwujudkan dalam program kerja IAI yang telah mencapai hasil menggembirakan.
Momentum Transformasi Akuntan telah berhasil diukir selama tahun 20102014.

20102014

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 25/PMK/01/2014 mengenai Akuntan


Beregister Negara yang ditandatangani tanggal 3 Februari 2014 adalah
pencapaian luar biasa dalam sejarah panjang profesi Akuntan.
Bersama regulator kita dapat memastikan seluruh Akuntan Indonesia dapat
dijaga profesionalisme, kompetensi, kepatuhan pada etika dan standar
profesinya dalam wadah asosiasi profesi IAI.
Cetak biru profesi akuntan yang diatur dalam PMK tersebut akan menata
dan mengembangkan profesi Akuntan Indonesia. Landasan hukum ini akan
memberi pengakuan makna eksistensi yang seharusnya akan kualifikasi dan
jasa yang dapat diberikan oleh seorang Akuntan pemegang register negara.
Pada periode yang akan datang kita mengharapan keberhasilan IAI akan
mencapai puncaknya dengan adanya penetapan Undang-Undang Pelaporan
Keuangan untuk lebih memperkuat legal backup profesi kita.
Kami juga mengapresiasi keberhasilan DPN dalam melaksanakan Kongres
Luar Biasa IAI bulan Juni 2012 lalu yang telah berhasil menetapkan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAI yang baru, memuat struktur
keanggotaan IAI hanya merupakan anggota individu sesuai benchmark
ketentuan internasional dan dinamika organisasi.
Kita juga telah mencatat keberhasilan IAI membentuk wilayah di 33
propinsi. Sungguh merupakan pencapaian yang baik, yang kita harapkan
dapat memenuhi kebutuhan anggota dan seluruh stakeholders IAI yang
tersebar luas di seluruh Indonesia.
Catatan bagi kita bersama agar seluruh IAI Wilayah tersebut dapat aktif
berkontribusi sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. IAI Wilayah
diharapkan dapat selalu efektif membantu DPN dalam melaksanakan
program-program yang telah disusun dengan lebih efektif di daerah.
IAI juga telah merespon dinamika regional dan internasional untuk
mempersiapkan akuntan Indonesia siap menjelang berlakunya ASEAN
Economic Community 2015 dengan meluncurkan Chartered Accountant
(CA) pada tanggal 19 Desember 2012 lalu. Dengan diluncurkannya CA, maka
peran IAI adalah untuk menjaga profesionalisme Akuntan Indonesia.

viii

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

SAMBUTAN DEWAN PENASIHAT

IAI adalah asosiasi profesi yang menaungi seluruh Akuntan Indonesia yang
melaksanakan profesinya bertugas di berbagai sektor. Dengan potensi besar
IAI ini, kita harapkan dapat memberikan peran yang semakin nyata dan
strategis. Kiprah IAI secara keseluruhan menjadi semakin penting. Semoga
kita dapat semakin meningkatkan peran dan kontribusi profesi akuntansi
secara strategis di level nasional dan regional.
Secara internal, selama ini IAI juga terlihat semakin aktif dalam melaksanakan
aktifitas keprofesian, pelayanan keanggotaan, pendidikan profesional
berkelanjutan, dan program kerja lainnya yang telah dicanangkan oleh DPN
IAI. Banyak sekali terobosan dan program-program baru yang bermakna
diluncurkan IAI demi mewujudkan tujuan IAI dalam merespon dinamika
lingkungannya.
Dengan komitmen semua pengurus, IAI akan menjadi semakin tumbuh besar,
dan memberi makna bagi bangsa dan negara serta seluruh stakeholdersnya. Untuk itu sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada DPN dan
seluruh jajaran pengurus IAI, serta manajemen eksekutif.
Jayalah Akuntan Indonesia!!
Jakarta, 19 Desember 2014

Moermahadi Soerja Djanegara


Ketua

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ix

Sambutan

Dewan Pengurus Nasional

Menorehkan
Tinta Emas
Kejayaan
Akuntan Profesional
Indonesia.

Salam Profesionalisme Akuntan,


Mengenang kembali semangat saat pembentukan IAI 57 tahun lalu, begitu
kuatnya pemikiran pendiri IAI akan perkembangan dan pembinaan para
akuntan Indonesia tercermin dalam Naskah Anggaran Dasar Pertama IAI,
yaitu untuk membimbing perkembangan akuntansi, serta mempertinggi
mutu pendidikan akuntan; dan mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.
Dalam jarak waktu yang cukup panjang sejak pendirian IAI, amanah awal ini
tentu harus senantiasa dijaga, menjadi ruh dalam perjuangan menegakkan
kualitas, kompetensi, integritas dan etika Akuntan Indonesia. Secara nyata
IAI harus mampu dengan efektif menjaga reputasi profesi dan betul-betul
mempertahankan unsur-unsur yang seharusnya melekat ke profesi.

Menapaki perjalanan 4 (empat) tahun periode kepengurusan Dewan


Pengurus Nasional 2010-2014, bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah
organisasi; tetapi bukan pula waktu yang terlalu panjang untuk mengukur
seberapa besar kontribusi IAI pada pembangunan bangsa.
Selama perjalanan kepengurusan ini, IAI melakukan usaha terbaik, berkarya
untuk mengoptimalkan perkembangan dan peran keprofesian, di tengah
kehidupan kebangsaan Indonesia.
Kami bersyukur dan bangga bahwa pada saat ini IAI telah lebih mapan,
dengan infrastruktur kelembagaan dan dukungan berbagai pihak yang lebih
kuat. Namun kami semua tidaklah berpuas diri atas semua pencapaian
IAI selama ini. Masih banyak program yang perlu direalisasikan dan
dilanjutkan oleh pengurus yang akan datang untuk memperkuat peran
profesi membangun negeri.

20102014

Sebagai organisasi profesi yang menaungi akuntan di seluruh Indonesia


IAI memiliki tanggung jawab untuk menjamin orang-orang yang berhimpun
di ranah keprofesian senantiasa memiliki kompetensi, integritas, serta
kredibilitas.
Perjalanan organisasi setiap tahunnya mencatatkan pencapaian penting
dalam tahapan perkembangan profesi dan organisasi. Pada tahun 2011,
sejarah mencatat selain UU 34 tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan,
landasan hukum profesi dilengkapi dengan disahkannya UU 5 tahun 2011
tentang Akuntan Publik. Setelah terbitnya UU Akuntan Publik, pengaturan
menyeluruh profesi Akuntan mulai dipersiapkan dengan koordinasi intensif
IAI bersama Kementerian Keuangan sebagai regulator.
Babak baru penataan Akuntan Beregister Negara mengacu kepada standar
internasional akhirnya terwujud 2 (dua) tahun kemudian. Pengaturan lebih
lanjut UU 34 tahun 1954 menjadi tonggak baru profesi dengan ditetapkannya
PMK No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara pada tanggal
3 Pebruari 2014. Selain sebagai dasar hukum atas profesi akuntan, PMK
25 adalah pengakuan pemerintah atas apa yang selama ini dilakukan IAI.
PMK ini merupakan bentuk afirmasi atas upaya yang telah dilakukan IAI
sebagai organisasi profesi pengemban amanah PMK.
IAI sendiri sebelumnya telah berhasil menjalankan amanah Kongres
2010 dengan melaksanakan Kongres Luar Biasa pada tahun 2012 untuk
menuntaskan transformasi profesi akuntan. IAI memastikan anggota IAI
adalah individu yang memenuhi seluruh kriteria dan atau dipersiapkan
menjadi Akuntan Profesional.
Pada tahun 2012 itu juga IAI menyiapkan standar kualifikasi Akuntan
Profesional dengan meluncurkan Chartered Accountant (CA) Indonesia pada
tanggal 19 Desember 2012. Penataan profesi selanjutnya berlanjut dengan
mengacu kepada blue print profesi akuntan yang menjadikan kelulusan CA
sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar Akuntan.
Sebagai organisasi profesi yang menaungi akuntan di seluruh Indonesia,
dengan jumlah lebih dari 53.800 Akuntan Beregister Negara saat ini,
IAI mendapat kepercayaan untuk melaksanakan proses registrasi ulang
Akuntan. Kewajiban Akuntan menjadi anggota IAI juga memberi amanah IAI
untuk memastikan Akuntan anggota IAI memilliki kualifikasi & kompetensi
sesuai standar, serta dimonitoring ketaatannya dalam melaksanakan
standar profesi dan kode etik. IAI juga melaksanakan kewenangannya untuk
menerapkan penegakan disiplin untuk anggota.
Catatan pencapaian IAI lainnya selama periode kepengurusan ini merupakan
kerjasama seluruh anggota DPN, Dewan Penasihat, Majelis kehormatan,
pengurus kompartemen, badan dan IAI wilayah untuk bersama-sama
melaksanakan dua belas bidang utama yang dicanangkan sebagai program
kerja IAI periode 2010-2014.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh jajaran Manajemen Eksekutif IAI
sebagai kelengkapan organisasi IAI yang secara permanen telah melaksanakan

xii

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

SAMBUTAN DEWAN PENASIHAT

fungsi administratif dan operasional IAI secara keseluruhan dalam rangka


mengemban amanah anggota untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen
Eksekutif IAI yang profesional menjadi kunci keberhasilan organisasi.
Sasaran strategis yang ingin dicapai adalah untuk mewujudkan IAI sebagai
organisasi yang memiliki governance system yang baik, memberikan value
bagi anggota, dan key stakeholders IAI serta terwujudnya IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayaan publik dan penghargaan kepada profesi.
Dinamika organisasi berhasil dilalui dengan dukungan seluruh unsur untuk
melaksanakan program pengembangan organisasi dan penataan hubungan
internal, pendanaan, ICT, hubungan internasional, kompetensi akuntan,
peningkatan image IAI, kebijakan publik, konvergensi standar internasional,
praktik sektor publik, stakeholder management, & PR, pengembangan pasar
modal dan industri keuangan serta IAI Knowledge Center.
Laporan pertanggungjawaban ini disusun untuk memberi gambaran kegiatan
yang dilaksanakan DPN IAI untuk melaksanakan seluruh program kerja IAI
periode 2010-2014 tersebut.
Momentum Transformasi Akuntan 2010-2014 merupakan tema yang
diangkat untuk menunjukkan pencapaian yang harus dijaga dan ditingkatkan
kualitasnya oleh pengurus IAI di masa yang akan datang.
IAI senantiasa siap untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan berkomitmen
untuk senantiasa meningkatkan sumbangsih profesi Akuntan dalam turut
memajukan perekonomian negara untuk menyejahterakan rakyat Indonesia.
Langkah strategis yang telah dan akan dilakukan IAI adalah dengan
membangun secara berkelanjutan kapasitas profesi Akuntan sehingga
profesi Akuntan kuat secara nasional dan regional, sehingga dapat
berperan aktif dalam aspek-aspek pembangunan. Terlebih menjelang
berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, yang mengharuskan adanya
persiapan sebaik mungkin dan dilakukan secara bersama melibatkan seluruh
stakeholders profesi.
Kini, empat tahun sejak Kongres XI 2010, DPN periode 2010-2014 siap
menyerahkan kembali mandat para anggota yang telah dipercayakan di
pundak kami. Dengan rasa bangga, karena kami telah meletakkan fondasi
yang kuat bagi profesi ini untuk terus berkarya membangun perekonomian
Indonesia. Kami percaya, Kongres XII IAI pada 19 Desember 2014 akan
menjadi momentum selanjutnya bagi IAI dan Akuntan Indonesia, untuk terus
mengukuhkan pengaruhnya di sentral kehidupan bernegara.
Jayalah Akuntan Indonesia!!
Jakarta, 19 Desember 2014

Prof. Mardiasmo, MBA., PhD., CfrA., QIA., Ak., CA


Ketua

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

xiii

20102014

PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN PENATAAN HUBUNGAN INTERNAL


Sasaran:
IAI bersatu dan kompak, semua kelompok berada dalam satu payung IAI, tidak ada elemen/komponen
yang memisahkan diri.
Kelembagaan IAI governance-nya tertata baik, hubungan dengan kompartemen/asosiasi harmonis dan
adanya sinergi baik di pusat maupun wilayah.
Terlaksananya aktivitas organisasi dengan benchmark organisasi profesional seperti di negara lain.
Jumlah anggota IAI meningkat, mengalami perluasan keanggotaan dan aktif.
Terbentuknya IAI Wilayah di seluruh propinsi Indonesia.
Terbentuknya forum spesifik bidang keilmuan atau Kompartemen baru.
Tersusunnya Strategic Plan IAI.
Terwujudnya
PENDANAAN
Sasaran: Tersedianya sumber dana abadi IAI.
INFORMATION COMMUNICATION AND TECHNOLOGY
Sasaran:
Jaringan layanan IAI meng-cover nasional, regional, dan internasional.
Menyediakan solusi atas permasalahan akuntansi yang dihadapi stakeholders
menggunakan perangkat teknologi informasi.
Menambah pendanaan IAI.
Tersedianya informasi perkembangan kegiatan dan produk IAI melalui website,
perangkat komunikasi dan teknologi.

IAI Sebagai
Organisasi
yang Memiliki
Governance
System
yang Baik

HUBUNGAN INTERNASIONAL
Sasaran: Peningkatan peran IAI dalam kancah regional dan internasional.

KOMPETENSI AKUNTAN
Sasaran:
Dilaksanakannya Action Plan SMOs IFAC yang terkait pengaturan kompetensi akuntan.
Diimplementasikannya SMO 2 IFAC International Education Standards yang mengatur standarisasi
pendidikan dan kompetensi akuntan.
Diterapkannya Standar Pendidikan Akuntan Indonesia (SPAI) untuk mencapai
peningkatan secara berkelanjutan kompetensi, integritas, dan komitmen anggota,
setara dengan kualitas profesional tingkat dunia.
Terwujudnya
Dibangunnya pathway profesi akuntan sesuai dengan SMOs IFAC.
IAI Sebagai
Terbentuknya forum-forum akuntan spesifik aktif meningkatkan pengetahuan
Organisasi
dan keilmuan.
Disusunnya cetak biru dan rencana strategis pengembangan profesi akuntansi.
yang
Meningkatnya Jumlah Akuntan Profesional.
Memberikan
PENINGKATAN IMAGE IAI
Sasaran:
Menempatkan peran IAI pada hal yang lebih strategik.
IAI lebih dikenal masyarakat dan tampil di berbagai media.
IAI menjadi pusat perkembangan profesi, referensi dan pengetahuan.
Ada anggota yang duduk di organisasi profesi internasional.

xiv

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Value Bagi
Anggota

2010-

PROGRAM KERJA IAI 20102014

KEBIJAKAN PUBLIK
Sasaran:
Terbentuknya landasan hukum profesi akuntansi.
Memperkuat eksistensi IAI dalam peraturan perundangan dan peraturan pemerintah lainnya yang
berdampak pada profesi akuntansi.
Mendudukkan IAI dalam posisi sentral regulasi profesi akuntansi dalam kebijakan pemerintah yang
melibatkan peran strategis profesi akuntan.
Adanya kontribusi profesi untuk penguatan akuntabilitas, transparansi, GCG, pemberantasan korupsi
dan inefisiensi ekonomi, serta peningkatan nilai tambah profesi dalam perekonomian nasional dan
global.

Terwujudnya
IAI Sebagai
Organisasi
yang
Memberikan
Value Bagi Key
Stakeholders
IAI

KONVERGENSI STANDAR INTERNASIONAL


Sasaran:
Terlaksananya Action Plan SMOs IFAC.
Adanya harmonisasi peraturan pemerintah di bidang perpajakan, perbankan, pasar
modal, perdagangan dan perindustrian dengan program konvergensi IFRS IAI.
Kesiapan implementasi program konvergensi IFRS dari users, akademisi, regulator,
auditor, dan pihak lainnya yang terlibat.
Meningkatnya eksistensi IAI dalam forum IFRS internasional.
Peningkatan peran IAI dalam kancah regional dan internasional.
PRAKTEK SEKTOR PUBLIK
Sasaran:
Tersusunnya standar kompetensi dan sertifikasi sektor publik.
Perluasan pasar di bidang sektor publik.
Aktif memberikan kontibusi pada penyusunan dan implementasi Standar Akuntansi
Pemerintahan.

STAKEHOLDER MANAGEMENT, PR, PENINGKATAN IMAGE IAI


Sasaran:
Key stakeholders IAI puas dengan pelayanan dan merasakan manfaat/peran IAI.
Adanya perpanjangan dan atau MoU baru dengan mitra strategis IAI.
IAI menjadi pusat perkembangan profesi, referensi, dan pengetahuan.

-2014

PENGEMBANGAN PASAR MODAL DAN INDUSTRI KEUANGAN


Sasaran:
Melanjutkan Program Konvergensi IFRS dan pengembangan pilar SAK lainnya.
Terbentuknya tim implementasi SAK ETAP.
Berkembangnya implementasi social and environmental accounting.
IAI KNOWLEDGE CENTER
Sasaran:
Menyediakan pelayanan kepada anggota dan key stakeholders IAI.
Menyediakan solusi atas permasalahan akuntansi yang dihadapi stakeholders.
Menambah pendanaan IAI.

Terwujudnya
IAI Sebagai
Organisasi
yang Mendapat
Kepercayaan
Publik dan
Penghargaan
Kepada Profesi

Sasaran:
Adanya kepercayaan publik dan penghargaan kepada profesi akuntan.
Membawa IAI dikenal dan dihormati masyarakat.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

xv

IAI SEBAGAI ORGANISASI

YANG MEMILIKI

GOVERNANCE
SYSTEM YANG BAIK

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

20102014

PENGEMBANGAN
ORGANISASI
DAN PENATAAN
HUBUNGAN
INTERNAL

KLB 2012: MENUNTASKAN TRANSFORMASI PROFESI AKUNTAN


Kongres Luar Biasa (KLB) IAI tahun 2012 yang dilaksanakan di Yogyakarta
pada tanggal 27 Juni 2012 dengan agenda tunggal perubahan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAI, menjadi momentum untuk menun
taskan proses transformasi organisasi.
Menjalankan amanah Kongres XI IAI yang dilaksanakan 10 Desember 2010,
DPN telah mengkaji usulan perubahan keanggotaan IAI dalam merespon
dinamika lingkungan internal maupun eksternal, berskala lokal maupun
internasional. KLB menghasilkan perspektif baru pengembangan struktur
keanggotaan IAI yang lebih baik, yang bermuara pada perbaikan organisasi
profesi akuntansi sesuai relevansi IAI saat itu.
Pondasi keanggotaan IAI kembali diperkuat dengan basis individu untuk
mempersiapkan Anggota Muda dan Anggota Madya menjadi Anggota
Akuntan Profesional sebagai Anggota Utama IAI. IAI meniadakan Anggota
Asosiasi dan tak lagi mengenal konsep Biasa dan Luar Biasa yang
sebelumnya melekat pada katagorisasi anggota.
IAI mencanangkan terciptanya Anggota Utama yaitu Akuntan Profesional
yang sedari awal dibenahi mulai dari entry requirement adanya persyaratan
pengalaman praktik, hingga ketaatannya terhadap kode etik dan standar
profesi, serta kewajibannya menjaga kompetensi melalui Pendidikan
Profesional Berkelanjutan. Ketentuan yang mengacu kepada standar dan
panduan internasional untuk mempersiapkan anggota IAI menghadapi
ASEAN Economic Community 2015.
IAI juga mengekspansi keanggotannya meliputi lulusan dan mahasiswa
D III/D IV/PPAk/S1/S2 dan S3 Program Studi Akuntansi dan Pendidikan
Akuntansi.
Institut Akuntan Publik Indonesia sebagai kelanjutan IAI-Kompartemen
Akuntan Publik dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia sebagai
kelanjutan IAI-Kompartemen Akuntan Manajemen yang sebelumnya ber
naung di IAI sebagai anggota Asosiasi sesuai keputusan KLB 2007, berubah
kedudukannya sebagai mitra IAI.

Realisasi Kegiatan:
1. Bertambahnya anggota dan meningkatnya benefit keanggotaan IAI.
2. Melaksanakan sosialisasi mengenai profesi akuntan dan manfaat keanggotaan untuk menarik minat calon
anggota.
3. Penyempurnaan Peraturan Organisasi IAI.
4. Menambah benefit baru anggota: co-branding kartu anggota IAI-BCA Flazz, IAI Exchange, Tax Center
bekerjasama dengan DJP, Free PPL.
5. Pembentukan tujuh IAI wilayah baru di Gorontalo, Maluku, NTB dan Kalimantan Tengah, Banten dan
Bangka Belitung, Papua Barat.
6. Konsolidasi internal dengan IAI Wilayah.
7. Pembentukan IAI Knowledge Center di IAI pusat dan wilayah.
8. Pelaksanaan Kongres Luar Biasa IAI.
9. Sosialisasi hasil KLB.
10. Membentuk IAI Kompartemen Akuntan Pajak.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

ANGGOTA IAI
Utama
Adalah Akuntan Profesional yang memenuhi seluruh kriteria berikut:
1

Memiliki Register Negara untuk Akuntan sesuai dengan peraturan


perundang-undangan yang berlaku; dan

Menjalankan praktik keprofesian di bidang akuntansi, baik di sektor


pendidikan, korporasi, sektor publik, maupun praktisi akuntan publik;
dan

Menaati dan melaksanakan standar profesi; dan

Menjaga kompetensi melalui Pendidikan Profesional Berkelanjutan.

MAdya
Adalah individu yang memenuhi kriteria sebagai berikut:
1

Memiliki Register Negara untuk Akuntan namun belum memenuhi


ketentuan sebagai Anggota Utama; atau

Lulusan DIII/DIV/S1/S2/S3 program studi akuntansi atau pendidikan


akuntansi; atau

Memiliki sertifikat lulus ujian akuntansi yang dilaksanakan atau diakui


IAI; atau

Merupakan anggota asosiasi profesi akuntansi lain yang diakui sesuai


kriteria yang ditetapkan dalam peraturan organisasi IAI.

Muda
Adalah mahasiswa DIII/DIV/S1 program studi akuntansi atau pendidikan
akuntansi.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

20102014

PEMBENTUKAN IAI KOMPARTEMEN AKUNTAN PAJAK


IAItelah membentuk IAI Kompartemen Akuntan Pajak (IAI KAPj) pada tanggal
13 Maret 2013, sebagai bagian organisasi IAI yang mewadahi akuntan
profesional anggota IAI yang berkarier di dunia perpajakan.
IAI KAPj akan menjalankan misi meningkatkan kemampuan perpajakan
anggota IAI sehingga dapat menghasilkan akuntan pajak yang kompeten
dan terpercaya, menjadi jembatan antara dunia bisnis dengan pemerintah
sehubungan dengan penerapan ketentuan perpajakan, dan berperan aktif
dalam memberikan masukan kepada pemerintah dalam membuat peraturan
perpajakan.
Kompartemen ini dibentuk dalam rangka membangun profesi akuntan pajak
yang profesional dan kredibel; memberikan kontribusi bagi pengembangan
di sektor publik, manajemen, dan pendidikan; mengembangkan kegiatan
di bidang penilitian khususnya di bidang akuntansi perpajakan; dan
melakukan diseminasi akuntansi pajak dan perpajakan kepada anggota IAI
dan stakeholders.
Setelah terbentuk, IAI KAPj diharapkan menjadi organisasi yang dapat
mengembangkan kemampuan profesi akuntan pajak yang berkarier dan
terlibat di dunia perpajakan Indonesia. Dengan demikian, akuntan diharapkan
bisa memberi sumbangsih lebih besar bagi bangsa dan negara, khususnya
di sektor perpajakan.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

PEMBENTUKAN BADAN PENJAMIN KUALIFIKASI POFESI


ANGGOTA
Untuk mempersiapkan kualifikasi akuntan profesional Anggota Utama IAI,
KLB 2012 juga telah menyutujui pembentukan badan baru IAI yaitu Dewan
Sertifikasi Akuntan Profesional (DSAP) sesuai dengan surat keputusan DPN
IAI Nomor: KEP-26-A-1/SK/DPN/IAI/VIII/2012 tanggal 31 Agustus 2012. DSAP
merupakan Dewan yang menentukan kebijakan, standar kompetensi dan
menjamin kualifikasi profesi Anggota Utama melalui pendidikan profesi
akuntansi atau ujian sertifikasi akuntan professional, serta penilaian
pengalaman praktik keprofesian akuntansi calon Anggota Utama IAI.
Sebelumnya IAI telah membentuk Komite Evaluasi dan Rekomendasi
Pendidikan Profesi Akuntansi (KERPPA) untuk menindaklanjuti Keputusan
Mendiknas No.179/U/2001 tentang penyelenggaraan PPA dan MOU antara IAI
dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Dengan adanya pembentukan
DSAP IAI, maka KERPPA melebur ke dalam DSAP dan seluruh aktivitasnya
dilaksanakan oleh DSAP IAI.
Peran IAI dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan
akuntansi, pelaksanaan sertifikasi akuntan profesional & SDM dibidang
akuntansi, serta pengembangan pathway profesi akuntan sesuai dengan
SMOs IFAC dilaksanakan oleh DSAP IAI.

PEMBENTUKAN IAI KNOWLEDGE CENTER


Pembentukan IAI Knowledge Center merupakan program yang dicanangkan
IAI Pusat untuk menyediakan wadah aktivitas bagi pengembangan pro
fesi akuntansi di suatu daerah yang memiliki potensi, serta dengan
mempertimbangkan aspirasi kalangan akuntansi setempat dan dikoor
dinasikan dengan IAI Wilayah yang menaungi.
Saat ini IAI telah memiliki 5 (lima) IAI Knowledge Center yang dikelola
langsung oleh IAI Pusat yaitu di Graha Akuntan, Mall of Indonesia, Depok,
Serpong, serta Daan Mogot-Jakarta. IAI juga pernah membentuk IAI Knowledge
Center Solo. 8 (delapan) IAI Knowledge Center di daerah yaitu di IAI Jakarta,
Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Medan, Banjarmasin, dan
Palangkaraya.
Jenis kegiatan yang dilaksanakan melalui pembentukan IAI Knowledge
Center ini adalah:
1. Melakukan kegiatan pelayanan keanggotaan, administrasi dan ke
sekretariatan;
2. Melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan, atau kegiatan lainnya
untuk meningkatkan kompetensi Anggota IAI dan key stakeholders IAI
di daerah;
3. Penelitian, pengkajian, pengembangan bidang akuntansi dan terkait
serta;
4. Kegiatan IAI lainnya dalam rangka melaksanakan program kerja
pengurus IAI Pusat dan Wilayah di daerah.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

20102014

Dengan terbentuknya IAI Knowledge Center akan memudahkan akses bagi


anggota dan masyarakat di wilayah untuk mengikuti kegiatan peningkatan
kompetensi anggota. Sehingga IAI dapat memberikan kontribusi maksimal
bagi lingkungan sekitar dan memberikan nilai tambah secara konkrit kepada
masyarakat.

TAX CENTER IAI


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Jakarta Khusus bersama IAI
meresmikan penggunaan Tax Center yang berlokasi di kantor Grha Akuntan.
Tax Center IAI merupakan pusat penyuluhan pajak pertama yang dibangun
DJP di luar lingkungan perguruan tinggi. Peresmian Tax Center IAI adalah
tindak lanjut nota kesepakatan yang telah ditandatangani IAI dan DJP pada
tanggal 23 Desember 2011 tentang kerjasama sosialisasi, edukasi, dan
peningkatan peran profesi Akuntan dalam ikut serta membangun kesadaran
dan kepatuhan masyarakat di bidang perpajakan.
DJP juga mempercayakan IAI sebagai salah satu titik lokasi drop box SPT
sejak tahun 2011. Pelayanan drop box tersebut dilaksanakan di Grha
Akuntan dan lima IAI Knowledge Center.

PELUNCURAN IDENTITAS BARU KARTU ANGGOTA IAI


Peluncuran indentitas baru
kartu anggota IAI dilaksanakan
dalam ajang KNA VII bertema
Transformasi Good Governance
dari Kepatuhan Menuju Budaya
pada tanggal 27 Juni 2012 di
Yogyakarta. IAI menggambarkan
kartu anggota baru sebagai
momentum untuk menegakkan
kembali khittah profesi. IAI
memanfaatkan momentum KNA
ini untuk memperteguh profesi
Akuntan dengan meluncurkan kartu
baru anggota IAI sebagai identitas
profesionalisme Akuntan Indonesia.
IAI mengambil suri tauladan
dari ketokohan Kresna, yang

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

merupakan sosok bijaksana, ahli


strategi, tajam dalam memberikan
solusi, serta visioner. IAI berharap
dengan dimuatnya tokoh Kresna
pada kartu anggota IAI akan
melambangkan energi positif
IAI untuk melahirkan Akuntan
profesional yang memiliki
kredibilitas tinggi, profesionalisme
dan dapat diandalkan.
Bahwa Anggota IAI dapat
diidentifikasi oleh pemakai jasa
akuntan sebagai profesional di
bidangnya. Bahwa semua jasa yang
diperoleh dari akuntan diberikan
dengan standar kerja tertinggi, dan
di dalamnya terdapat kerangka

etika profesional yang melandasi


pemberian jasa oleh akuntan.
Identitas baru ini akan
mendorong dan menjaga
seluruh anggota untuk
terinspirasi dan melaksanakan
nilai-nilai profesionalime
Akuntan, bersungguh-sungguh
dalam mengelola kinerjanya
untuk memberi yang terbaik
bagi masyarakat, bagi para
stakeholdersnya, bagi bangsa
dan negaranya. Anggota IAI akan
menjadi identitas profesionalisme
Akuntan Indonesia.

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

PEMBENTUKAN IAI WILAYAH DI 33 PROPINSI


IAI berhasil melaksanakan amanah Kongres XI untuk menuntaskan berdirinya
IAI di seluruh Indonesia. Aktivitas profesi akuntansi di berbagai wilayah
baru semakin meningkat dan membutuhkan kelengkapan organisasi sebagai
perpanjangan tangan DPN untuk pengembangan profesi akuntansi di
daerah-daerah. Dengan adanya pembentukan wilayah, kebutuhan akuntan
Indonesia di wilayah baru tersebut dapat terpenuhi untuk melaksanakan
kegiatan pengembangan profesi akuntansi.
Dalam kurun waktu empat tahun kepengurusan, DPN membentuk 9
(Sembilan) IAI wilayah yang belum terbentuk pada periode kepengurusan
sebelumnya yaitu:
1. IAI Wilayah Maluku dibentuk tanggal 19 Pebruari 2011
2. IAI Wilayah NTB dibentuk tanggal 2 Maret 2011
3. IAI Wilayah Gorontalo dibentuk tanggal 7 April 2011
4. IAI Wilayah Kalimantan Tengah dibentuk tanggal 19 Oktober 2011
5. IAI Wilayah Banten dibentuk tanggal 5 Juni 2012
6. IAI Wilayah Bangka Belitung tanggal 30 Nopember 2012
7. Maluku Utara, 27 Maret 2013
8. Papua Barat, 2 April 2013
9. Sulawesi Barat, 8 April 2013

CO-BRANDING KARTU ANGGOTA IAIBCA FLAZZ

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

20102014

CO-BRANDING KARTU ANGGOTA IAI-BCA FLAZZ


Untuk meningkatkan benefit keanggotaan IAI, IAI melaksanakan kerjasama
dengan Bank BCA dalam wujud co branding kartu anggota IAI-BCA Flazz.
Kartu ini memudahkan anggota bertransaksi melakukan pembayaran atas
transaksi di IAI seperti pembayaran iuran, pembelian buku dan produk
lainnya, maupun transaksi lainnya yang dapat menggunakan faslitas Flazz
BCA.
IAI juga memberikan discount khusus kepada anggota bila menggunakan
Flazz co branding dengan kartu anggota IAI. Kartu Anggota dilengkapi
dengan chip yang dapat memuat data anggota dengan system RFID yang
dapat memudahkan pencatatan kegiatan PPL yang diikuti anggota.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

CO-BRANDING KARTU ANGGOTA IAI-BCA FLAZZ


Untuk meningkatkan benefit
keanggotaan IAI, IAI melaksanakan
kerjasama dengan Bank BCA dalam
wujud co branding kartu anggota
IAI-BCA Flazz.
Kartu ini memudahkan anggota
bertransaksi melakukan
pembayaran atas transaksi di
IAI seperti pembayaran iuran,
pembelian buku dan produk
lainnya, maupun transaksi lainnya
yang dapat menggunakan faslitas
Flazz BCA.

IAI juga memberikan diskon


khusus kepada anggota bila
menggunakan Flazz co branding
dengan kartu anggota IAI. Kartu
Anggota dilengkapi dengan chip
yang dapat memuat data anggota
dengan system RFID yang dapat
memudahkan pencatatan kegiatan
PPL yang diikuti anggota.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

20102014

NANGGROE
NANGGROE ACEH
ACEH DARUSSALAM
DARUSSALAM
Ketua:
Ketua: Islahuddin
Islahuddin

RIAU

SUMATERA
SUMATERA UTARA
UTARA

Ketua:
Ketua: Hardi
Hardi

Ketua:
Ketua: Gus
Gus Irawan
Irawan

KEPULAUAN
KEPULAUAN RIAU
RIAU
Ketua:
Ketua: Erwinta
Erwinta Marius
Marius

KALIMANTAN
KALIMANTAN BARAT
BARAT
Ketua:
Ketua: Dr.
Dr. Haryono
Haryono

SULAWESI
SULAWESI TE
TE

Ketua:
Ketua: Supriadi
Supriadi Lau
Lau

JAMBI

Ketua:
Ketua: Wasis
Wasis Prabowo
Prabowo

SUMATERA
SUMATERA BARAT
BARAT

KA
KA

BANGKA-BELITUNG
BANGKA-BELITUNG

Plt.
Plt. Ketua:
Ketua: Yuskar
Yuskar

Ke
Ke

Ketua:
Ketua: Dodi
Dodi Setiabudi
Setiabudi

SULAWESI
SULAWESI BARAT
BARAT

BENGKULU

KALIMANTAN
KALIMANTAN TENGAH
TENGAH

Ketua:
Ketua: Fachruzzaman
Fachruzzaman

Ketua:
Ketua: Gilbert
Gilbert Hutapea
Hutapea

Ketua:
Ketua: Mukhtar
Mukhtar Daud
Daud

SUMATERA
SUMATERA SELATAN
SELATAN
Ketua:
Ketua: Aspahani
Aspahani

KALIMANTAN
KALIMANTAN SE
S

DKI JAKARTA

Ketua:
Ketua: J.
J. Widodo
Widodo H.
H. Mumpuni
Mumpuni

Ketua:
Ketua: Rawintan
Rawintan E.
E. Bin
Bin

JAWA TENGAH
Ketua:
Ketua: Tarmizi
Tarmizi Achmad
Achmad

LAMPUNG

Ketua:
Ketua: Hendra
Hendra Sukmana
Sukmana

BALI

Ketua:
Ketua: Helmi
Helmi Yazib
Yazib

NTB

Ketua:
Ketua: II Wayan
Wayan Ramantha
Ramantha

BANTEN

Ketua:
Ketua: Sapto
Sapto

JAWA BARAT
Ketua:
Ketua: Edi
Edi Jaenudin
Jaenudin

DI
DI YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
Ketua:
Ketua: Mahfud
Mahfud Sholihin
Sholihin

JAWA
JAWA TIMUR
TIMUR

Ketua:
Ketua: Tjiptohadi
Tjiptohadi Sawarjuwono
Sawarjuwono

1.
1.
2.
2.
3.
3.
4.
4.
5.
5.
6.
6.
7.
7.
8.
8.
9.
9.

IAI Wilayah
di 33 Provinsi

Bali
Bali :: Jl.
Jl. Teuku
Teuku Umar
Umar No.
No. 159,
159, Denpasar
Denpasar || (0361)
(0361) 7805340
7805340
Bangka
Bangka Belitung
Belitung :: Jl.
Jl. Jend.
Jend. Sudirman
Sudirman No.
No. 51,
51, Pangkal
Pangkal Pinang
Pinang
Banten
Banten :: Jl.
Jl. Raya
Raya Palka
Palka No.
No. 1,
1, Palima,
Palima, Serang
Serang || (0254)
(0254) 250025
250025
Bengkulu
Bengkulu :: Jl.
Jl. Pembangunan
Pembangunan No.
No. 14,
14, Padang
Padang Harapan
Harapan
|| (0736)
(0736) 22714
22714
DI
DI Yogyakarta
Yogyakarta :: Jl.
Jl. Seturan,
Seturan, Yogyakarta
Yogyakarta || (0274)
(0274) 486209
486209
DKI
DKI Jakarta
Jakarta :: Jl.
Jl. Saharjo
Saharjo No.
No. 111,
111, Jakarta
Jakarta Pusat
Pusat
|| (021)
(021) 8354031,
8354031, 8353588
8353588
Gorontalo
Gorontalo :: Jl.
Jl. Jend.
Jend. Sudirman
Sudirman Perum
Perum GFM
GFM Blok
Blok G
G No.
No. 2,
2,
Gorontalo
Gorontalo || (0435)
(0435) 827149
827149
Jambi
Jambi :: Jl.
Jl. HOS.
HOS. Cokroaminoto
Cokroaminoto No.
No. 107,
107, Jambi
Jambi || (0741)
(0741) 61682
61682
Jawa
Jawa Barat
Barat :: Jl.
Jl. Cikutra
Cikutra No.
No. 2014-A,
2014-A, Bandung
Bandung || (022)
(022) 7218837
7218837

10

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

10.
10. Jawa
Jawa Tengah
Tengah :: Jl.
Jl. Raya
Raya Semarang
Semarang Kendal
Kendal KM
KM 12,
12, Semarang
Semarang
|| (024)
(024) 8662202,
8662202, 8662203
8662203 ext.
ext. 303
303
11.
11. Jawa
Jawa Timur
Timur :: Jl.
Jl. Raya
Raya Ngagel
Ngagel No.
No. 143
143 D,
D, Surabaya
Surabaya || (031)
(031) 5021125
5021125
12.
12. Kalimantan
Kalimantan Barat
Barat :: Universitas
Universitas Tanjung
Tanjung Pura,
Pura, Jl.
Jl. Ahmad
Ahmad Yani,
Yani,
Pontianak
Pontianak || (0561)
(0561) 744447
744447
13.
13. Kalimantan
Kalimantan Selatan
Selatan :: Jl.
Jl. Brigjen.
Brigjen. Hasan
Hasan Basry,
Basry, Banjarmasin
Banjarmasin
14.
14. Kalimantan
Kalimantan Tengah
Tengah :: Jl.
Jl. Adonis
Adonis Samad
Samad No.
No. 18,
18, Palangkaraya
Palangkaraya
|| (0536)
(0536) 3241119
3241119
15.
15. Kalimantan
Kalimantan Timur
Timur :: Jl.
Jl. M.
M. Yamin
Yamin No.
No. 35
35 Lantai
Lantai 2,
2, Samarinda
Samarinda
|| (0541)
(0541) 748442,
748442, 748443,
748443, 743063
743063
16.
16. Kepulauan
Kepulauan Riau
Riau :: Jl.
Jl. Engku
Engku Putri,
Putri, Batam
Batam Centre,
Centre, Batam
Batam || (0778)
(0778) 7494896
7494896
17.
17. Lampung
Lampung :: Jl.
Jl. Basuki
Basuki Rahmad
Rahmad No.
No. 33,
33, Bandar
Bandar Lampung
Lampung || (0721)
(0721) 483129
483129

IKATAN AKUNTAN INDONESIA


TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

SULAWESI
SULAWESI UTARA
UTARA
Ketua:
Ketua: Jenny
Jenny Morasa
Morasa

ENGAH
ENGAH

upe
upe

PAPUA
PAPUA BARAT
BARAT

Ketua:
Ketua: Iwan
Iwan Dartiwan
Dartiwan

ALIMANTAN
ALIMANTAN TIMUR
TIMUR

etua:
etua: Agung
Agung Pramono
Pramono

GORONTALO
GORONTALO
Ketua:
Ketua: Subekti
Subekti

PAPUA

T
T

Ketua:
Ketua: Irfan
Irfan Zamzam
Zamzam

MALUKU

ELATAN
SELATAN

nti
nti

Ketua:
Ketua: Ferry
Ferry Apriadi
Apriadi

MALUKU
MALUKU UTARA
UTARA

Ketua:
Ketua: Askam
Askam Tuasikal
Tuasikal

SULAWESI
SULAWESI TENGGARA
TENGGARA
Ketua:
Ketua: Nelson
Nelson Ambarita
Ambarita

SULAWESI
SULAWESI SELATAN
SELATAN
Ketua:
Ketua: Kastumuni
Kastumuni Harto
Harto

oo Hendri
Hendri

INDONESIA

NTT

Ketua:
Ketua: Saryanto
Saryanto

18.
18. Maluku
Maluku :: Jl.
Jl. Way
Way Haong
Haong Pantai
Pantai Ambon
Ambon 97112
97112 || (0911)
(0911) 352888
352888
19.
19. Maluku
Maluku Utara
Utara :: Jl.
Jl. raya
raya Pertamina,
Pertamina, Gambesi,
Gambesi, Ternate
Ternate
20.
20. Nangroe
Nangroe Aceh
Aceh Darussalam
Darussalam :: KOPELMA
KOPELMA Darussalam,
Darussalam, Banda
Banda Aceh
Aceh
|| (0651)
(0651) 7552506
7552506
21.
21. NTB
NTB :: Universitas
Universitas Mataram,
Mataram, Jl.
Jl. Majapahit
Majapahit 62,
62, Mataram
Mataram || (0370)
(0370) 620508
620508
22.
22. NTT
NTT :: Jl.
Jl. Palapa
Palapa 21
21 A,
A, Kupang
Kupang || (0380)
(0380) 829142
829142
23.
23. Papua
Papua :: Jl.
Jl. Pasifik
Pasifik Indah
Indah III,
III, Pasir
Pasir Dua,
Dua, Jaya
Jaya Pura
Pura
|| (0967)
(0967) 541229,
541229, 542750
542750
24.
24. Papua
Papua Barat
Barat :: Jl.
Jl. Angkasa
Angkasa Mulyono,
Mulyono, Amban,
Amban, Manokwari,
Manokwari, Papua
Papua Barat
Barat
|| (0986)
(0986) 2217087
2217087
25.
25. Riau
Riau :: Jl.
Jl. Sudirman
Sudirman No.
No. 145,
145, Lantai
Lantai 2,
2, Pekanbaru
Pekanbaru || (0761)
(0761) 848635
848635
26.
26. Sulawesi
Sulawesi Barat
Barat :: Jl.
Jl. H.
H. Andeng
Andeng Endeng,
Endeng, Komplek
Komplek Perumahan
Perumahan

Rimuku
Rimuku Indah
Indah No.
No. 2,
2, Mamuju
Mamuju (0411)
(0411) 449060
449060
27.
27. Sulawesi
Sulawesi Selatan
Selatan :: Sekretariat
Sekretariat IAI,
IAI, Jl.
Jl. Maccini
Maccini Tengah
Tengah No.
No. 21,
21,
Makasar
Makasar || (0411)
(0411) 449060
449060
28.
28. Sulawesi
Sulawesi Tengah
Tengah :: Jl.
Jl. Prof.
Prof. Dr.
Dr. M.
M. Yamin,
Yamin, Palu
Palu || (0451)
(0451) 425920,
425920, 427042
427042
29.
29. Sulawesi
Sulawesi Tenggara
Tenggara :: Kampus
Kampus Baru
Baru Unhalu
Unhalu
Jl.
Jl. H.E.A
H.E.A Mokodompit
Mokodompit Anduonohu,
Anduonohu, Kendari
Kendari || (0401)
(0401) 3190387
3190387
30.
30. Sulawesi
Sulawesi Utara
Utara :: Jl.
Jl. Kampus
Kampus Bahu,
Bahu, Universitas
Universitas Sam
Sam Ratulangi,
Ratulangi, Manado
Manado
31.
31. Sumatera
Sumatera Barat
Barat :: Kampus
Kampus Jati,
Jati, Jl.
Jl. Perintis
Perintis Kemerdekaan
Kemerdekaan No.
No. 77,
77,
Padang
Padang || (0751)
(0751) 23374
23374
32.
32. Sumatera
Sumatera Selatan
Selatan :: Jl.
Jl. Srijaya
Srijaya Negara
Negara No.
No. 02/27
02/27 F,
F, Bukit
Bukit Besar,
Besar,
Palembang
Palembang || (0711)
(0711) 319876
319876
33.
33. Sumatera
Sumatera Utara
Utara :: Jl.
Jl. Imam
Imam Bonjol
Bonjol No.
No. 18,
18, Medan
Medan || (061)
(061) 4155100
4155100
2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

11

20102014

PENDANAAN

SUMBANGAN DANA DARI PT BEI, PT KSEI DAN PT KPEI UNTUK


PROGRAM KONVERGENSI IFRS
PT Bursa Efek Indonesia (PT BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (PT
KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT KSEI) turut berperan aktif
mendukung IAI yang saat ini tengah melaksanakan agenda utama profesi
akuntansi terkait program konvergensi International Financial Reporting
Standards (IFRS) sebagai salah satu komitmen negara melaksanakan
kesepakatan G 20.
Dalam rangka mendukung program konvergensi standar akuntansi inter
nasional, PT BEI, PT KSEI, dan PT KPEI telah membantu pendanaan program
konvegensi IFRS IAI sesuai perjanjian kerjasama yang ditandatangani pada
tanggal 25 April 2013 untuk kegiatan selama 3 tahun sebesar total Rp4,5
M.
Mengingat dampaknya yang sangat besar, implementasi IFRS tidak hanya
menjadi tanggung jawab profesi tapi juga bagi dunia usaha, persiapan
sebaik mungkin memang perlu dilakukan oleh semua pihak termasuk
perlunya dukungan dari regulator.

HIBAH DARI WORLD BANK UNTUK PENGUATAN PROFESI


AKUNTAN

Realisasi Kegiatan:

IAI mendapat dukungan dari World Bank melalui hibah IDF Grant for
Strenghtening the Accounting Profession in Indonesia Project yang
ditandatangani tanggal 28 Mei 2014. Tujuan dari kerjasama antara World
Bank dan IAI adalah untuk memperkuat profesi akuntan dengan mendukung
IAI dalam memenuhi standar internasional bagi akuntan profesional.
Kegiatan yang didukung World Bank meliputi Pengembangan Ujian Akuntan
Profesional (CA Indonesia), PPL, dan Reviu Implementasi Standar Akuntansi
Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Kegiatan akan
berlangsung maksimum sampai dengan
5 Oktober 2017 dengan dana sebesar
total Rp4,19 M.

1. Perpanjangan MoU dengan PT BEI, PT KSEI, dan PT KPEI dalam


rangka pendanaan program konvergensi SAK ke IFRS.
2. Mendapatkan Grant World Bank untuk penguatan profesi
akuntan.
3. Menerbitkan Buku SAK dan publikasi lainnya.
4. Mengusahakan sumber-sumber pendanaan pengembangan
SAK.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi


pengembang
an silabus, standar ope
rasional prosedur, modul belajar mandiri
dan ujian berbasis komputer, semuanya
disesuaikan dengan standar Internatio
nal Federation of Accountants. IAI
juga merancang dan mengembangkan
program PPL untuk akuntan profesional,
termasuk sistem e-learning dan materi
on-line serta pengembangan sistem administrasi keanggotaan dan monitoring
kepatuhan anggota terhadap persyaratan PPL.
Dengan kerjasama ini diharapkan Akuntan Profesional anggota IAI men
dapat kemudahan untuk mematuhi kewajibannya melalui sistem yang
dikembangkan IAI memanfaatkan teknologi informasi.

12

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

13

20102014

INFORMATION
COMMUNICATION
AND
TECHNOLOGY

IAI LOUNGE, TEKNOLOGI MASA DEPAN AKUNTAN


PROFESIONAL
IAI telah menyiapkan dukungan teknologi canggih bagi para anggotanya
dalam bentuk IAI Lounge. Melalui IAI Lounge, segala aktivitas keanggotaan
dan pengembangan kompetensi Akuntan Profesional bisa dilakukan secara
online. Fasilitas ini setara dengan fasilitas teknologi yang selama ini
dipraktikkan di berbagai organisasi terkemuka di dunia.
Registrasi puluhan ribu Akuntan Profesional akan diakomodasi lewat IAI
Lounge yang bisa dilakukan secara online. Dengan IAI Lounge, anggota IAI
yang ingin melakukan registrasi ulang tinggal membuka laman iailounge.
iaiglobal.or.id. Anggota IAI cukup membuka menu Registrasi Ulang Akuntan,
lalu mereka tinggal mengikuti langkah-langkah hingga tuntas.
Dengan IAI Lounge, perpanjangan dan pendaftaran keanggotaan IAI kini
bisa dilakukan di manapun. Selain itu, anggota IAI juga bisa melakukan
pendaftaran PPL (Pendidikan Profesional Berkelanjutan), mengikuti PPL
offline dan online, pelaporan SKP (satuan kredit PPL), termasuk mengakses
PSAK, Buletin Teknis, dan Majalah Akuntan Indonesia secara online.
Semuanya itu bisa diakses dari berbagai device, mulai dari yang berbasis
android, iPhone, windows phone, hingga blackberry.
Anggota IAI bisa melakukan pemutakhiran data melalui IAI Lounge, termasuk
meng-upload dokumen dengan besaran hingga 10
megabyte. Kapasitas IAI Lounge ini bahkan bisa
menampung hingga 100 ribu pengakses di
waktu yang sama. Dari sisi kapasitas,
kecepatan, dan keamanan, sistem ini
sangat terjamin karena didukung oleh
tujuh server di seluruh dunia sehingga
database-nya sangat aman dan dibackup dengan baik.
Sejak diluncurkan tahun 2012 lalu,
IAI Exchange telah menjadi salah
satu program andalan bagi anggota
IAI. Banyak sekali kelebihan yang
ditawarkan kepada anggota, termasuk
email berkapasitas 25 gygabyte, fasilitas

Realisasi Kegiatan:
1. Pemberian CD Keanggotaan.
2. Program IAI Exchange kerjasama dengan Microsoft Indonesia.
3. Pengembangan IAI Lounge yang merupakan portal antarmuka seluruh kegiatan
IAI. Melalui IAI Lounge, semua pendaftaran keanggotaan baik anggota baru
maupun perpanjangan, registrasi ulang Register Akuntan, pendaftaran PPL,
sertifikasi, dan pelaporan SKP dilakukan secara online.
4. Program kartu anggota berbasih RFID.
5. Kerjasama dengan wayang force & scoop untuk pemuatan Majalah Akuntan
Indonesia.

14

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

e-paper, konferensi hingga 250 users, dan banyak lagi. Kini, sistem ini
siap menjadi andalan IAI dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih
optimal bagi seluruh anggotanya. Sistem ini telah berevolusi sedemikian
rupa dan dilengkapi berbagai fasilitas yang akan menopang kinerja Akuntan
Profesional di masa depan.
Kecanggihan fasilitas ini telah diuji dengan penyelenggaraan kuliah umum
via IAI Exchange pada bulan Juli 2013. Kala itu, IAI untuk pertamakalinya
menggelar kuliah umum bertema Perkembangan Terbaru IFRS dan
Akuntansi global, menampilkan narasumber di Manchester, Inggris. Kuliah
ini diikuti puluhan peserta dari Jakarta dan berbagai kota lain di Indonesia.
Di kali lain, IAI membuat terobosan dengan mengelar public hearing lewat
fasilitas unggulan IAI tersebut. Public hearing itu membahas 8 (delapan)
exposure draft PSAK yang dibawakan oleh Ketua dan Anggota DSAK IAI,
serta dipancarkan langsung dari Jakarta.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

15

20102014

Kelebihan lain yang dimiliki oleh program mutakhir IAI ini adalah, berbagai
fasilitasnya tidak hanya bisa dinikmati oleh anggota. Non-anggota pun
bisa masuk ke IAI Exchange dan berinteraksi dengan para profesional yang
telah tergabung di situ. Namun untuk mengakses berbagai fasilitas di atas,
mereka yang memenuhi syarat dihimbau untuk segera mendaftar menjadi
anggota IAI.

HUBUNGAN
INTERNASIONAL

WAKIL IAI DI IFAC BOARD


IAI berhasil menempatkan Ahmadi Hadibroto, sebagai wakil IAI pada
keangotaan IFAC Board untuk periode 20112014, dan diperpanjang
kembali untuk periode 20142016. Prof. Sidharta Utama, Anggota DPN juga
berhasil terpilih sebagai anggota International Education Standard Board
IFAC periode 20152017. Prestasi ini diharapkan dapat mengangkat nama
baik Indonesia dalam kancah internasional dan semakin memajukan profesi
akuntan Indonesia.
Selama tahun 20122014 IAI telah menghadiri kegiatan IFAC Board dan
Council Meeting yang dilaksanakan pada tanggal:
1. IFAC Board Meeting di New York 12 Maret 2012
2. IFAC Board Meeting di Stockholm 1415 Juni 2012
3. IFAC Board Meeting di New York 67 September 2012
4. IFAC Board dan Council Meeting di Cape Town 1315 Nopember 2012
5. IFAC Board Meeting di New York 28 Pebruari 1 Maret 2013
6. IFAC Board Meeting di New York 1314 Juni 2013
7. IFAC Board Meeting di New York 56 September 2013
8. IFAC Board dan Council Meeting di Seoul, Korea 1314 Nopember 2013
9. IFAC Special Meeting via teleconference, 25 Februari 2014
10. IFAC Board Meeting di New York, 46 Juni 2014
11. IFAC Board Meeting di New York, 45 September 2014
12. IFAC Board Meeting di Roma, Itali, 7 November 2014

16

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

MoU DENGAN MITRA ASOSIASI ASING UNTUK PENGUATAN


PROFESI AKUNTAN
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menandatangani nota kesepahaman (MoU)
dengan beberapa asosiasi asing mitra IAI terkait dengan upaya penguatan
profesi akuntan di Indonesia.
Kerjasama ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, terutama
terkait dengan kemajuan pengetahuan akuntansi, pengembangan kapasitas
profesional dan intelektual, dalam kerangka pengembangan profesi akuntan
di Indonesia. Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan
kualifikasi CA Indonesia. Asosiasi mitra ini membagi pengalamannya untuk
memperkuat sertifikasi Chartered Accountant (CA) Indonesia. Dengan telah
diluncurkannya Chartered Accountant Indonesia, kerjasama IAI dengan
asosiasi asing ini mengarah pada Mutual Recognation Arrangement (MRA)
serta untuk mendapatkan referensi dalam pengembangan modul CA.
Selain itu, IAI dan mitra asosiasi asing berkomitmen membuka kesempatan
dan akses bagi anggotanya untuk mendukung karier mereka di bidang
akuntansi, bisnis, dan keuangan. Kerjasama ini juga dimaksudkan untuk
mempromosikan profesionalisme yang tinggi, etika, dan standar tata
kelola, untuk memajukan kepentingan publik dan untuk mendukung profesi
akuntansi di Indonesia dengan membangun kapasitas dan kapabilitas. IAI
dan mitra asosiasi asing setuju untuk berbagi pandangan mengenai profesi
akuntan, baik dalam skala nasional maupun internasional.
Secara bilateral IAI memiliki MoU dengan:
1. Malaysian Institute of Accountants (MIA);
2. Association of Certified Accountants (ACCA);
3. Certifed Practicing Accountants (CPA) Australia;
4. Chartered Institute of Management Accountants (CIMA); dan
5. Institute of Chartered Accountants England and Wales (ICAEW).
Atas kerjasama dengan ACCA, saat ini IAI telah menjadi approved learning
provider serta Computer Based Exam Center satu-satunya di Indonesia.
Bersama CIMA, IAI mengadakan CFO Program yang akan memfasilitasi
Akuntan Indonesia mendapatkan kualifikasi CGMA (Chartered Global
Management Accountant). IAI secara rutin melaksanakan PPL bersama
dengan mitranya. IAI dan mitranya juga berkomitmen untuk melahirkan
banyak akuntan profesional yang dibutuhkan oleh semua sektor kehidupan
di Indonesia. Sebagai tindaklanjutnya secara rutin digelar kerjasama CEO/
CFO Round Table. Acara ini diharapkan dapat menjadi platform untuk
saling berbagi antara pengusaha dan akuntan profesional di Indonesia.
Para akuntan profesional tersebar di berbagai bidang, tak hanya di sektor
publik atau di pemerintahan, tapi juga menjadi Chief Financial Officer (CFO)
dan Chief Executive Officer (CEO) di perusahaan-perusahaan besar.

Realisasi Kegiatan:
1. Peningkatan kerjasama dengan Asosiasi Internasional (CPA A, ACCA, dan ICAA, ICAEW, MIA).
2. Menjadi permanen sekretariat AFA.
3. Menempatkan wakil IAI di IFAC Board dan International Education Standards Board-IFAC.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

17

20102014

ACTION PLAN DAN COMPLIANCE PROGRAM SMO


INTERNATIONAL FEDERATION OF ACCOUNTANTS (IFAC)
IFAC mengeluarkan Statement Membership Obligations (SMOs) yang harus
dipatuhi oleh seluruh anggotanya. SMO tersebut adalah:
1. Quality Assurance
2. International Education Standards for Professional Accountants and
other EDCOM Guidance
3. International Standards, Related Practice Statements and other Papers
Issued by the IAASB
4. IFAC Code of Ethics for Professional Accountants
5. Public Sector Accounting Standards and other PSC Guidance
6. Investigations and Discipline
7. International Financial Reporting Standards
Standar yang dikeluarkan IFAC ini merupakan panduan global bagi
seluruh stakeholders yang terkait untuk bersama-sama berinteraksi dalam
membentuk seorang akuntan yang profesional.
IAI senantiasa memperbaharui Action Plan SMO IFAC tersebut sesuai
perkembangan profesi. Apabila tanggung jawab pelaksanaan SMO berada
pada pihak lain, maka IAI bertanggung jawab untuk melakukan upaya
maksimal dalam rangka terwujudnya regulasi dan implementasi yang sesuai
dengan SMO IFAC.

AFA COUNCIL MEETING: KOMITMEN IAI MENGEMBANGKAN


PROFESI AKUNTAN ASEAN
IAI selama ini aktif menjadi ketua dan anggota Komite yang dibentuk
AFA untuk merumuskan dan mengidentifikasi kesiapan Negara ASEAN
menjelang berlakunya ASEAN Economic Community 2015, serta dalam
rangka mempertegas nilai tambah AFA kepada anggota dan pemangku
kepentingannya.
Selama tahun 20112014, IAI menghadiri kegiatan AFA sebagai berikut:
1. 103th AFA Council Meeting 1112 Maret 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia
2. 104th AFA Council Meeting 2122 Mei 2011 di Bali, Indonesia
3. 105th AFA Council Meeting 1314 Agustus 2011 di Myanmar
4. 106th AFA Council Meeting, Roundtable Meeting with ASEAN National
Accounting Bodies and Accountancy Regulators on Accountancy MRA
Implementation dan AFA Conference, 13 Nopember 2011 di Kuala
Lumpur, Malaysia
5. 107th AFA Council Meeting tanggal 1618 Maret 2012 di Kamboja
6. 108th AFA Council Meeting tanggal 2223 Juni 2012 di Manila, Philipines
7. 109th AFA Council Meeting tanggal 23 Nopember 2012 di Sydney,
Australia
8. 110th AFA Council Meeting tanggal 67 April 2013 di Bangkok, Thailand
9. 111th AFA Council Meeting tanggal 30 Juni 3 Juli 2013 di Singapore
10. 112th AFA Council Meeting tanggal 68 September 2013 di Brunei
Darussalam
11. 113th AFA Council Meeting dan AFA Conference tanggal 36 November
2013 di Kamboja

18

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

12. 114th AFA Council Meeting tanggal 25 Januari 2014 di Cebu, Philipines
13. 115th AFA Council Meeting dan IAI-AFA Conference tanggal 1314 Juni
2014 di Yogyakarta, Indonesia
14. 116th AFA Council Meeting tanggal 26 Oktober 2014 di Viantine, Laos

SEKRETARIAT AFA DI INDONESIA, WUJUD PERAN SERTA IAI


DALAM PENGEMBANGAN PROFESI AKUNTAN ASEAN
IAI telah efektif melaksanakan perannya sebagai permanen sekretariat
ASEAN Federation of Accountants (AFA), setelah adanya serah terima
kesekretariatan pada AFA Council Meeting ke-104 yang dilaksanakan di
Bali tanggal 22 Mei 2011. Penetapan IAI sebagai permanen sekretariat AFA
mengacu kepada hasil AFA Council Meeeting ke-101 di Hanoi-Vietnam
tanggal 67 Agustus 2010.
Tiga tahun sudah Sekretariat AFA berada di bawah naungan IAI, dimana
seluruh kegiatan kesekretariatan AFA dipusatkan. Banyak hal yang telah
berhasil dilaksanakan oleh Sekretariat AFA, terutama dalam menjembatani
antara rencana kerja AFA dengan realisasi yang dilaksanakan dalam mencapai
tujuan-tujuan organisasi yang ingin dicapai. Perwakilan dari Sekretariat AFA
mulai secara aktif mengikuti setiap pertemuan AFA Council Meeting sejak
pertemuan ke-105 yang diadakan di Myanmar, Agustus 2011, dan juga
bertindak selaku representasi dari AFA di beberapa forum regional dan global.
Sampai saat ini, IAI terus memegang teguh komitmen untuk menjalankan
kesekretariatan AFA sebagai wujud peran serta IAI dalam pengembangan
profesi akuntan ASEAN. Hal ini menjadi sangat penting dalam beberapa
tahun ke depan ini, terutama dalam menyongsong datangnya tahun 2015
yang digadang-gadang akan menjadi tahun dimana ASEAN akan menjadi
kawasan terbuka bagi seluruh anggotanya.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

19

20102014

KEANGGOTAAN
IAI MENCAPAI
LEVEL BARU

Perkembangan keanggotaan IAI mencapai level baru pada kepengurusan DPN


IAI periode 20102014. Hingga November 2014, tercatat 17.597 anggota IAI,
terdiri dari 10.026 anggota utama pemegang Chartered Accountant (CA), 4.822
anggota madya, dan 2.749 anggota muda. Berdasarkan sebaran wilayah, DKI
Jakarta menempati urutan tertinggi dengan 6.907 anggota, diikuti Jawa Barat
(2.160), Jawa Timur (1.757), Yogyakarta (1.279) dan Jawa Tengah (1.167).
Tabel Keanggotaan IAI Berdasarkan Wilayah dan Jenis Anggota
Wilayah

Anggota Muda

Total

112

272

Bali

167

60

234

26

33

134

49

29

212

Bengkulu

35

14

52

Gorontalo

12

17

4.470

1.451

986

36

11

48

JawaBarat

879

599

682

2.160

JawaTengah

584

409

174

1.167

1.106

459

192

1.757

69

54

10

133

Kalimantan Selatan

108

82

192

Kalimantan Tengah

28

32

63

Banten

Jakarta
Jambi

JawaTimur
Kalimantan Barat

6.907

Kalimantan Timur

104

94

12

210

Kepulauan Riau

281

168

22

471

Lampung

59

27

15

101

Maluku

21

10

Mal ukuUtara

18

23

41

NusaTenggara Barat

11

17

NusaTenggara Timur

18

11

30

Papua

36

38

PapuaBarat

10

15

Riau

16

11

28

Sulawesi Barat

20

16

Sulawesi Selatan

317

200

18

535

Sulawesi Tengah

54

14

68

Sulawesi Tenggara

47

27

76

31

74

36

Sulawesi Utara

92

36

129

Sumatera Barat

214

50

270

Sumatera Selatan

294

154

96

544

Sumatera Utara

218

146

30

394

Yogyakarta
Grand Total

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Anggota Madya

158

Bangka Belitung

20

Anggota Utama

Aceh

384

445

450

1.279

10.026

4.822

2.749

17.597

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMILIKI GOVERNANCE SYSTEM YANG BAIK

Berdasarkan kompartemen, keanggotaan IAI terbanyak berasal dari sektor


publik (3.400). Setelah itu berturut-turut akuntan pendidik (3.149), akuntan
manajemen (2.520), akuntan pajak (723), akuntan publik (2.225), internal
audit (498), dan lainnya. Sedangkan dari sektor yang digeluti, lima besar
anggota IAI bergerak di sektor perpajakan, pemerintahan, audit dan
assurans, sektor pendidik, dan konsultan.
Jumlah keanggotaan IAI melonjak signifikan sejak terbitnya PMK 25/
PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara. PMK itu mewajibkan
setiap pemegang register Ak., untuk melakukan registrasi ulang melalui
IAI. Saat ini pemegang register Ak yang tercatat di PPAJP mencapai 53.800
orang.
Registrasi ulang Ak akan berlangsung tiga tahun sejak terbi tnya PMK pada
3 Februari 2014. Di samping itu, dibukanya jalur menjadi Akuntan Profesional
melalui ujian Chartered Accountant, dipastikan akan mempercepat tumbuhnya
profesi Akuntan Indonesia, sekaligus potensi makin meningkatnya jumlah
keanggotaan IAI.
IAI di bawah kepemimpinan DPN periode 2010-2014 telah menyiapkan
sistem keanggotaan online yang bisa mempermudah seseorang menjadi
anggota IAI, melakukan registrasi ulang, mengikuti PPL dan mendaftarkan
SKP, serta berbagai kemudahan lainnya.

4%

5%

6%

Anggota Utama

17%

28%

22%
18%

Akuntan Manajemen
Akuntan Pajak
Akuntan Pendidik
Akuntan Sektor Publik
Internal Audit
Lainnya

9%
67%

24%

Pria
Anggota Madya
Anggota Muda
Anggota Utama

45%

23%

Wanita
Anggota Madya
Anggota Muda

32%

Anggota Utama

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

21

IAI SEBAGAI
ORGANISASI YANG

MEMBERIKAN
VALUE BAGI
ANGGOTA

Pemegang CA
adalah para Akuntan
dengan kualifikasi dan
kompetensi tertinggi
di bidang terkait
pelaporan keuangan

20102014

KOMPETENSI
AKUNTAN

CHARTERED ACCOUNTANT, MASA DEPAN AKUNTAN


PROFESIONAL INDONESIA
Chartered Accountant (CA) Indonesia diluncurkan untuk memberi nilai
tambah Akuntan Beregister Negara dalam menghadapi era ASEAN Economic
Community 2015. CA mengacu pada international best practice dan
menjadi penting dalam kerangka ASEAN Mutual Recognition Arrangement
yang mengakui kesetaraan kualifikasi Akuntan Profesional se-ASEAN.
Sebagai sebuah sertifikasi, CA juga diregulasi oleh Pemerintah sehingga
pemegangnya akan semakin percaya diri untuk menjalani karier sebagai
Akuntan Profesional.
Pemegang CA adalah para Akuntan dengan kualifikasi dan kompetensi
tertinggi yang mampu mengemban tanggungjawab mengambil keputusan
signifikan di bidang terkait pelaporan keuangan, serta setara dengan profesi
Akuntan negara lain. CA sekaligus mencerminkan integritas, kapabilitas,
dan profesionalisme yang selalu dipegang teguh oleh setiap Akuntan Pro
fesional. CA memastikan penataan profesi Akuntan Indonesia berstandar
global dan sesuai dengan best practice keprofesian di seluruh dunia.
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) meluncurkan CA untuk memenuhi ketentuan
International Federation of Accountants (IFAC). Sebagai satu-satunya organisasi anggota IFAC di Indonesia, IAI
diharuskan patuh pada Statement of
Membership Obligations, di antaranya
yang terkait dengan practical experience dan continuing professional education yang diatur dalam International
Education Standards.
CA akan menjadi modal utama Akuntan
Indonesia untuk menghadapi AEC yang
mulai efektif per 1 Januari 2015. Pada
saat itu, ASEAN menjadi kawasan
ekonomi yang terintegrasi dan makin
kompetitif yang bercirikan free flow of services dan free flow of people.
Jasa akuntan adalah satu dari delapan jasa yang dibuka persaingannya
dalam AEC.
Ketika diluncurkan pada 19 Desember 2012, IAI menganugerahkan CA
perdana kepada 15 tokoh Akuntan Profesional yang telah teruji kapabilitas
dan profesionalismenya. Sejak itu, IAI telah memberikan CA grand fathering
kepada lebih dari 10.000 Akuntan Profesional Indonesia yang telah teruji
track record-nya. Masa grand fathering CA dijadwalkan berlaku sampai
31 Desember 2014. Di luar grand fathering, gelar CA hanya bisa diperoleh
melalui jalur ujian. Ujian ini akan memastikan kualitas pemegang CA
Indonesia sebelum melihat aspek yang lebih luas dalam konteks AEC 2015.
Silabus CA disusun untuk memastikan kompetensi lulusan CA Indonesia
berada di level yang seharusnya, mencakup tujuh aspek, yaitu; 1) Pelaporan

24

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

Korporat, 2) Manajemen Stratejik dan Kepemimpinan, 3) Tata Kelola


Korporat dan Etika, 4) Akuntansi Manajemen Lanjutan, 5) Manajemen
Perpajakan, 6) Manajemen Keuangan Lanjutan, dan 7) Sistem Informasi
dan Pengendalian Internal.
Kompetensi CA ini berada di bagian atas piramida yang menekankan
pada aspek aplikasi, evaluasi, dan integrasi, karena CA memang disiapkan
menjadi business leader. Akuntan Profesional pemegang sertifikasi CA
akan kompeten dalam mengelola sistem pelaporan yang menghasilkan
laporan keuangan dan laporan lainnya yang bernilai tinggi sesuai dengan
tata kelola, etika profesional dan integritas. CA juga memiliki kapabilitas
dan kompetensi dalam pengambilan keputusan bisnis mempertimbangkan
dinamika lingkungan global.
CA dapat menduduki fungsi dan posisi puncak dalam lingkup manajerial,
operasional, management control, accounting and stakeholder communications, sektor publik, akademisi dan auditor. Dengan fungsi inilah seorang
CA dapat dikatakan berperan sebagai creators, enablers, preservers dan
reporters untuk menciptakan sustainable value dalam bisnis.

CETAK BIRU PROFESI AKUNTAN


Untuk menghadapi tantangan profesi akuntan yang semakin besar, IAI dan
Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan
mencanangkan transformasi profesi secara optimal. Transformasi itu diawali dengan diterbitkannya cetak biru profesi, serta adanya legal
backup yang kuat bagi
profesi Akuntan Indonesia. Blueprint profesi
ini telah meredefinisi
akuntan sebagai sebuah profesi, sekaligus
memastikan pathways
yang harus ditempuh
seseorang untuk menjadi Akuntan Profesional.
Blueprint Akuntan Profesional itu dikeluarkan IAI dalam rangka
menguatkan
peran
Akuntan
Profesional
Indo
nesia dalam berbagai sendi kehidupan
berbangsa. Blueprint
ini mengarah pada keluarnya sebuah serti-

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

25

20102014

fikasi khusus yang akan melabeli Akuntan Profesional Indonesia terkait


perannya yang sangat terhormat di kancah ekonomi bangsa.
Di blueprint disebutkan beberapa pathway yang bisa ditempuh calon
akuntan untuk menjadi seorang Akuntan Profesional, seorang CA. Baik
melalui pendidikan profesi akuntansi (PPAk), ataupun melalui ujian CA yang
telah diselenggarakan pertamakali pada bulan Juni 2014.
Berdasarkan blueprint, peluang menjadi Akuntan Profesional semakin terbuka,
tidak hanya bagi lulusan akuntansi, namun untuk semua sarjana dan lulusan
D-IV dari semua jurusan, bisa menjadi CA melalui jalur matrikulasi dan PPAk.
Dengan demikian potensi supply akuntan profesional akan semakin tinggi.
Bagian lain yang tidak kalah penting dalam blueprint profesi akuntan
adalah benefit menjadi seorang CA. Di antaranya bisa mendirikan Kantor
Jasa Akuntansi (KJA) yang bisa memberikan semua jasa non-assurans. Selain
itu, seorang Akuntan Profesional pemegang CA dilengkapi dengan berbagai
fasilitas untuk menjaga dan mengembangkan kompetensi, sehingga dia
akan siap dengan segala macam tantangan dan peluang yang ada di masa
depan.

PERAN IAI DALAM PENYELENGGARAAN DAN PENGENDALIAN


MUTU PPAk
Sesuai UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan
profesi dapat diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dan bekerja sama
dengan Kementerian, Kementerian lain, LPNK, dan/atau organisasi profesi
yang bertanggung jawab atas mutu layanan profesi. Kerjasama dengan
organisasi profesi antara lain dalam penetapan standar kompetensi,
penetapan kualifikasi lulusan, penyusunan kurikulum, penggunaan sumber
belajar dan uji kompetensi.
Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan profesi akuntan (PPAk), IAI
telah memperbaharui perjanjian kerjasama tahun 2002 dengan Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud pada tanggal 2 Nopember
2013 tentang penyelenggaraan PPAk. Melalui Dewan Sertifikasi Akuntan
Profesional (DSAP), IAI melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya
atas pengesahan standar kompetensi lulusan dan standar nasional PPAk;
pengajuan rekomendasi pembukaan dan penutupan PPAk; pelaksanaan
evaluasi diri penyelenggaraan PPAk; penyusunan SOP pelaksanaan uji
kompetensi; penyusunan, pengembangan soal, pemeriksaan hasil dan
penetapan kelulusan uji kompetensi dan penerbitan sertifikat kompetensi.
Pada tanggal 3 Februari 2014 Menteri Keuangan menetapkan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor: 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister
Negara yang menyebutkan bahwa untuk terdaftar dalam Register Akuntan
Negara, seseorang harus memenuhi salah satu persyaratan yaitu lulus
pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan profesional.

26

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

ADOPSI KODE ETIK IFAC


Kode Etik IAI yang telah ada selama ini mengacu ke Kode Etik IFAC yang
sudah harus disesuaikan dengan edisi terkini. Untuk itu, DPN menambah
komposisi Komite Etika dengan tambahan anggota dan personil dari DPN.
Proses adopsi Kode etik IAI telah mulai dilakukan mengacu pada Handbook
of the Code of Ethics for Professional Accountants 2013. Ketiga bagian
yang diadopsi yaitu:
Part A General application of the code
Part B Professional Accountants in Public Practice
Part C Professional Accountants in Business
Komite Etika IAI selanjutnya melakukan harmonisasi atas istilah yang
digunakan agar sesuai dengan akuntan profesional di Indonesia dan
menyiapkan prosedur dalam implementasi kode etik.

ADOPSI PANDUAN QUALITY REVIEW IFAC


Untuk melengkapi standar profesi yang sudah ada di IAI, IAI membentuk
tim untuk mempersiapkan penyusunan standar Quality Review sesuai
Statement Membership Obligation IFAC.
Panduan Quality review IAI akan mengacu pada International Standards on
Quality Control (ISQC). Dalam ISQC terdapat dua pengaturan, yaitu:
International framework for assurance engagements, mengatur audit
and reviews of historical financial information (ISAs 100-999) dan
assurance engagements other than audits or reviews of historical
financial information (ISAEs 30003699).
Related Services. International Standards on Related Services: mengatur
practitioners responsibilities when engage to assist management with
the preparation and presentation of historical financial information
without obtaining any assurance on that information and to report
on the engagement in accordance with this ISRS.
Panduan ini akan menjadi acuan Kantor Jasa Akuntansi melaksanakan jasa
profesinya.

PENINGKATAN KOMPETENSI AKUNTAN MELALUI PPL


Dalam rangka memfasilitasi anggota untuk memelihara, meningkatkan
dan mengembangkan secara berkelanjutan kompetensi profesional dan
integritasnya, IAI menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan
(PPL). PPL itu diselenggarakan di IAI Pusat, IAI Knowledge Center, dan IAI
Wilayah.
Sesuai ketentuan IFAC, minimum PPL yang harus diikuti anggota IAI
berjumlah 120 satuan kredit PPL (SKP) dalam tiga tahun. PMK sendiri
mewajibkan minimum PPL sebesar 30 SKP setiap tahun. Tema PPL bervariasi

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

27

20102014

disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi anggota. Mulai manajemen


keuangan, audit, akuntansi keuangan, perpajakan, regulasi, good corporate
governance, dan lain-lain.
Selama tahun 20112014, IAI telah menyelenggarakan 976 kegiatan PPL
yang dihadiri 21.805 peserta, baik dari anggota IAI, maupun non-anggota.
PPL itu diselenggarakan di IAI Pusat serta IAI Knowledge Center Jabodetabek
dan Solo.
Kegiatan PPL IAI dapat dikelompokkan menjadi:
PPL rutin, baik berupa seminar, workshop, atau lokakarya yang disusun
dalam Katalog tahunan PPL IAI
Kursus Brevet Pajak A dan B terpadu
Kursus Brevet C
Kursus Aplikasi Akuntansi Dasar
Kursus PSAK Terkini
Kursus Akuntansi Syariah
Diploma IFR
Inhouse training, merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara khusus
sesuai dengan permintaan suatu institusi. Topik yang dilaksanakan
merupakan kebutuhan spesifik industri meliputi topik PSAK atau bidang
akuntansi lainnya, serta materi brevet pajak.
Summary Kegiatan Pelatihan dan Peserta yang diselenggarakan IAI Pusat dan IAI Knowledge Center
PPL Rutin

Kursus

Inhouse Training

Free PPL

Diploma IFR

Tahun
Kegiatan

Peserta

Kegiatan

Peserta

Kegiatan

Peserta

Kegiatan

Peserta

Kegiatan

2011

35

705

131

2.352

37

1.122

252

2012

50

863

158

2.275

36

909

21

1.256

2013

46

756

166

3.058

21

496

23

1.598

Peserta

Diploma Accouting
& Business

Total

Kegiatan

Peserta

Kegiatan

Peserta

207

4.431

54

272

5.362

23

258

5.931

2014

55

1.136

123

2.422

26

736

32

1.760

27

239

6.081

Total

186

3.460

578

10.107

120

3.263

80

4.866

11

104

976

21.805

Grafik Aktivitas dan Peserta PPL IAI

Free PPL Bersama Mitra Asing IAI


Dalam rangka memberikan perspektif global kepada para anggota, IAI
bekerjasama dengan organisasi akuntan luar negeri dalam menyelenggarakan
Free PPL. Sejak tahun 20112014, sepuluh kali penyelenggaraan Free PPL
bekerjasama dengan organisasi profesi akuntan luar negeri, di antaranya
ICAEW (the Institute of Chartered Accountant in England and Wales), ACCA
(the Association of Chartered Certified Accountant) dan CIMA (Chartered
Institute of Management Accountant).
Free PPL via IAI Exchange
Untuk memfasilitasi anggota dalam kegiatan belajar jarak jauh, IAI telah
menyelenggarakan Free PPL online dengan menggunakan fasilitas lync yang

28

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

ada di IAI Exchange. Free PPL via lync ini pertamakali digelar pada bulan
Juni 2013. Sejak itu, IAI selalu menyiarkan semua kegiatan Free PPL IAI
secara online sehingga bisa diikuti oleh anggota IAI di manapun berada.
Kegiatan ini dapat diakses dari berbagai device selama memiliki jaringan
internet yang cukup. Untuk mengikuti Free PPL online ini, peserta harus
mengaktifkan akun @akuntanindonesia.or.id.
Keberagaman Topik PPL
Pemilihan topik PPL dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan ang
gota dan topik yang sedang menjadi current issues. Topik-topik yang
diselenggarakan secara garis besar meliputi Keprofesian, Standar Akuntansi
Keuangan, Manajemen dan Strategi Keuangan, Auditing dan Teknologi
Informasi, Perpajakan, serta Perbankan. Persentase pembagian topik PPL
IAI adalah; Akuntansi Keuangan (50%), Perpajakan (14%), Auditing (8%),
Akuntansi Manajemen (12%), dan lain-lain (16%).

PELAKSANAAN UJIAN SERTIFIKASI


Ujian sertifikasi diselenggarakan Ikatan Akuntan Indonesia dalam rangka
menjaga dan meningkatkan kompetensi para profesional yang berkiprah
di berbagai aspek perekonomian Indonesia. Melalui ujian sertifikasi IAI,
para profesional dapat menguji kompetensinya untuk diimplementasikan
di dunia kerja. Sejak Juli 2014, IAI telah menyelenggarakan ujian sertifikasi
akuntan profesional dalam bentuk ujian Chartered Accountant. Ini sekaligus
menjawab amanat PMK 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara.
1. Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (USAS)

USAS merupakan terobosan baru IAI dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya tenaga akuntansi syariah yang telah mendapat
pengakuan dari profesi. USAS merupakan suatu strategi pengembang
an keilmuan dan keahlian Akuntansi Syariah dalam rangka penyesuaian
dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Sistem ekonomi dan bisnis berlandaskan ekonomi Islam dewasa ini


berkembang pesat di Indonesia. Perkembangan ini terutama terjadi di
sektor keuangan, dan tren menunjukkan perkembangan bisnis sektor
riil berbasis syariah adalah the next big thing yang harus siap
diantisipasi. IAI sebagai organisasi profesi akuntan yang salah satu
wewenangnya adalah menetapkan Standar Akuntansi Syariah berusaha
untuk mengantisipasi hal tersebut dengan mengadakan USAS.

Tujuan diselenggarakannya USAS adalah:


Mengukur kemampuan/kompetensi peserta terhadap pemahaman
ilmu akuntansi syariah;
Menjadi alat ukur standar kualitas bagi mereka yang ingin
memahami akuntansi syariah;
Menjadi alat ukur standar kualitas bagi lembaga/institusi yang
ingin mendapatkan SDM yang memahami bidang akuntansi sya
riah;

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

29

20102014

Dapat dijadikan persyaratan untuk memasuki bidang profesi


tertentu yang bergerak di bidang akuntansi syariah;

USAS terdiri dari 3 level ujian, yaitu Elementary, Intermediate dan


Advanced. Untuk mendapatkan gelar Sertifikasi Akuntansi Syariah
(SAS) harus lulus dari ketiga level ujian tersebut. Syarat untuk
mengikuti ujian sertifikasi ini adalah memiliki gelar S-1 dan D-IV dari
semua jurusan.

Bagi peserta yang lulus USAS akan diberi sebutan SAS oleh IAI
dan diwajibkan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL)
berupa seminar dan atau lokakarya dalam bidang Akuntansi Syariah
untuk mempertahankan sebutan SAS yang dimilikinya. Minimal angka
kredit yang wajib dipenuhi setiap tahun adalah 16 SKP. Bagi pemegang
gelar SAS yang gagal memenuhi ketentuan yang ditetapkan, IAI akan
mencabut sebutan SAS yang disandangnya.

USAS dilaksanakan pertama kali pada tahun 2008. Dari 2008 sampai
2014, DP USAS telah memberikan gelar SAS kepada 65 orang yang
telah lulus tiga tingkatan ujian hingga level Advanced.

Berikut Data & Grafik USAS Tahun 20082014 berdasarkan level sebagai
berikut:

Level Elementary Tahun 20082014


Tahun

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Jumlah

Jumlah
Peserta

54

109

76

46

30

29

30

374

Lulus

29

68

53

33

16

19

1*

219

* belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014

Level Intermediate Tahun 2009-2014


Tahun

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

50

49

43

28

15

193

Lulus

36

22

12

14

12

5*

101

* belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014

30

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

Level Advanced Tahun 2009-2014


Tahun

2009

2010

2011

2012

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

18

35

22

23

23

23

144

Lulus

10

21

15

4*

65

* belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014

Dengan demikian jumlah peserta USAS yang lulus hingga level Advanced
dan memperoleh sebutan Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) sejak
tahun 20092014 sebagai berikut:
Tahun

Jumlah Peserta USAS*

SAS

2009 2014

213

65

*total peserta level elementery, intermediate dan advance

2. Ujian Sertifikasi PSAK (US PSAK)


IAI telah meluncurkan US PSAK sebagai salah satu solusi bagi


pemenuhan SDM yang berkualitas dalam hal penyiapan laporan

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

31

20102014

keuangan berbasis PSAK. Apalagi


program konvergensi IFRS yang
kini sudah memasuki fase kedua,
telah menuntut dunia usaha dan
profesi akuntan untuk mem
persiapkan diri menghadapi
perkembangan pesat regulasi
terkait penyusunan laporan ke
uangan.
Untuk itulah IAI melaksanakan
US PSAK karena kualifikasi yang
memadai dari SDM yang menyusun laporan keuangan dapat
dinilai dengan adanya sertifikasi
untuk mengetahui kompetensi
seseorang. Setiap peserta yang
lulus US PSAK akan diberi sebut
an Certified PSAK (CPSAK) oleh
IAI dan akan diwajibkan senantiasa memutakhirkan kompetensinya melalui kegiatan wajib PPL yang difasilitasi oleh IAI.

Syarat untuk mengikuti ujian sertifikasi ini adalah memiliki gelar


S-1 atau D-IV dari semua jurusan. Sedangkan bagi peserta yang
lulus US PSAK diharuskan mengikuti PPL berupa seminar dan atau
lokakarya dalam bidang PSAK dan atau Akuntansi Keuangan untuk
mempertahankan sebutan CPSAK yang dimilikinya, sesuai dengan
ketentuan PPL IAI. Minimal angka kredit yang wajib dipenuhi setiap
tahunnya adalah 10 SKP. Bagi pemegang gelar CPSAK yang gagal
memenuhi ketentuan yang ditetapkan, IAI akan mencabut sebutan
CPSAK yang disandangnya.
US PSAK dilaksanakan pertama kali pada tanggal 4 & 5 Agustus 2010.
Dari tahun 2012 sampai tahun 2014 IAI telah meluluskan 174 orang.
Berikut Data & Grafik Peserta US PSAK Tahun 2010 2014 sebagai
berikut:
Tahun

32

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

2010

2011

2012

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

56

86

123

137

58

460

Lulus

11

23

56

64

23

177

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

Grafik US PSAK Tahun 2010-2014

3. Ujian Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintahan (US AAP)


Ujian Sertifikasi Akuntansi Ahli Pemerintahan dirancang sebagai


standar kompetensi teknis yang akan menjadi instrumen pengukuran
kompetensi pengelola keuangan negara dalam rangka pemetaan
SDM pengelolaan keuangan Negara. IAI menyelenggarakan Ujian
Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintah (US-AAP) untuk pertama
kalinya pada tahun 2012. US-AAP terdiri dari US-AAP A, B, dan C.
US-AAP akan mampu menjadi alat ukur untuk menilai kemampuan dan
kompetensi peserta dalam menyusun Laporan Keuangan pemerintah
(LK Historis) dan menyusun kebijakan
akuntansi keuangan pemerintahan.

Syarat untuk mengikuti US-AAP A adalah


memiliki ijasah minimal setingkat
SMA/SMK sederajad dari semua
jurusan untuk US-AAP A. Sedangkan
syarat untuk mengikuti US-AAP B dan
US-AAP C memiliki ijasah minimal S1
segala jurusan dan atau pengalaman di
bidang keuangan pemerintahan sesuai
jenjangnya minimal 3 tahun. Peserta
yang lulus ujian berhak mendapatkan
gelar atau sebutan AAP (A-B-C).

US AAP A dilaksanakan pertama kali


pada tanggal 1819 April 2012.

Berikut Data & Grafik Peserta US AAP A & B Tahun 20122014 sebagai
berikut:

US AAP A Tahun 20122014


Tahun

2012

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

115

33

32

180

Lulus

24

12

5*

41

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

33

20102014

* belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014

US AAP B Tahun 20132014


Tahun

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

22

27

Lulus

1*

* belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014

4. Ujian Sertifikasi Akuntan Profesional (Chartered Accountant


Indonesia)

34

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai anggota International Federation


of Accountants (IFAC), telah meluncurkan Chartered Accountant (CA)
Indonesia. CA diluncurkan untuk menaati Statement Membership
Obligations (SMO) & Guidelines IFAC, dan untuk memberi nilai tambah
bagi Akuntan Beregister Negara.

Dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015, CA Indonesia


menjadi penting bagi Indonesia terkait dengan pengakuan Akuntan

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

Profesional Indonesia dalam proses penyusunan kerangka ASEAN


Mutual Recognition Arrangement yang akan mengakui kesetaraan
kualifikasi Akuntan Profesional mengacu kepada international best
practice untuk memastikan Akuntan Indonesia memenuhi kualifikasi
Akuntan Profesional sesuai dengan panduan International Federation of
Accountants (IFAC) dan juga untuk mensejajarkan Akuntan Profesional
Indonesia dengan gelar akuntan luar negeri.

Syarat untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Akuntan Profesional (CA


Indonesia) adalah memiliki pendidikan paling rendah D-IV atau S1
dibidang akuntansi, S2 atau S3 yang menekankan penerapan praktikpraktik akuntansi, mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi, memiliki
sertifikat teknisi akuntansi level 6.

Peserta Ujian Sertifikasi Akuntan Profesional


berhak mendapat sebutan CA Indonesia.

CA Indonesia pertama kali dilaksanakan pada tanggal 1821 Juni 2014.


Pada tahun 2014 ujian CA telah dilaksanakan dua kali, pada bulan Juni
dan Oktober.

Berikut data peserta ujian CA tahun 2014:


Peserta

Lulus

Tingkat
Kelulusan

Pelaporan Korporat

30

3%

Etika Profesi & Tata kelola korporat

29

19

66%

Manajemen Stratejik & Kepemimpinan

34

21%

Manajemen Keuangan Lanjutan

20

5%

Manajemen Perpajakan

22

41%

Sistem Informasi & Pengendalian Internal

32

12

38%

Akuntansi Manajemen Lanjutan

20

15%

Subyek Ujian


5. Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar (US KAD)

IAI menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar yang


ditujukan untuk para mahasiswa aktif jurusan akuntansi dan atau
pendidikan akuntansi yang memerlukan kualifikasi keahlian dasar
di bidang akuntansi. Sertifikasi ini dimaksudkan untuk menciptakan
pekerja yang mengerti akuntansi dan siap menghadapi dunia kerja
yang dinamis.
Syarat untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi dasar
adalah minimal setingkat SMA/AMK sederajat dari semua jurusan dan
mahasiswa aktif jurusan akuntansi atau pendidikan akuntansi serta
vokasi prodi akuntansi.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

35

20102014

Berikut Data & Grafik Peserta US KAD Tahun 20132014 sebagai


berikut:
Tahun

2013

2014

Jumlah

Jumlah Peserta

383

289

672

Lulus

103

19*

122

*belum termasuk kelulusan ujian periode 2 tahun 2014.

PERAN IAI DALAM PENYELENGGARAAN DAN PENGENDALIAN


MUTU PPAk
Sesuai UU No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan
profesi dapat diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi dan bekerja sama
dengan Kementerian, Kementerian lain, LPNK, dan/atau organisasi profesi
yang bertanggung jawab atas mutu layanan profesi. Kerjasama dengan
organisasi profesi antara lain dalam penetapan standar kompetensi,
penetapan kualifikasi lulusan, penyusunan kurikulum, penggunaan sumber
belajar dan uji kompetensi.
Dalam rangka penyelenggaraan pendidikan profesi akuntan (PPAk), IAI telah
memperbaharui perjanjian kerjasama tahun 2002 dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud pada tanggal 2 Nopember 2013 tentang penyelenggaraan PPAk. Melalui Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional
(DSAP), IAI melaksanakan wewenang dan tanggung jawabnya atas pengesahan standar kompetensi lulusan dan standar nasional PPAk; pengajuan
rekomendasi pembukaan dan penutupan PPAk; pelaksanaan evaluasi diri
penyelenggaraan PPAk; penyusunan SOP pelaksanaan uji kompetensi; penyusunan, pengembangan soal, pemeriksaan hasil dan penetapan kelulusan
uji kompetensi dan penerbitan sertifikat kompetensi.
Pada tanggal 3 Februari 2014 Menteri Keuangan menetapkan Peraturan
Menteri Keuangan Nomor: 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister
Negara yang menyebutkan bahwa untuk terdaftar dalam Register Akuntan
Negara, seseorang harus memenuhi salah satu persyaratan yaitu lulus pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan profesional.
Dalam rangka peningkatan profesionalisme akuntan yang dihasilkan melalui
PPAk, sejalan dengan peluncuran ujian CA Indonesia dan penetapan PMK
No. 25/PMK.01/2014, maka IAI telah menetapkan pemutakhiran silabus dan
kurikulum PPAk menyesuaikan dengan perkembangan terkini profesi dan
regulasi di Indonesia.
Peran IAI dalam penyelenggaraan PPAk mendapat penguatan dalam landasan
hukum Permendikbud No. 153 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Program
Pendidikan Profesi Akuntan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan pada tanggal 14 Oktober 2014. Pertimbangan penyusunan
Permendikbud adalah dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 14 ayat
(2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.

36

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI ANGGOTA

Permendikbud menetapkan mahasiswa yang dinyatakan lulus pendidikan


program profesi akuntan, berhak menggunakan gelar profesi di bidang
akuntansi dan memperoleh sertifikat profesi akuntansi yang diterbitkan oleh
Perguruan Tinggi bersama dengan IAI. Sertifikat profesi akuntansi tersebut
merupakan pengakuan untuk melakukan praktik profesi akuntan setelah
teregistrasi pada register negara. Pemberian sertifikat profesi akuntansi
diberikan setelah mahasiswa dinyatakan lulus seluruh uji kompetensi
akuntan yang diselenggarakan oleh IAI.
Dalam penyelenggaraan ujian sertifikasi akuntan profesional tersebut IAI
diawasi oleh Panitia Ahli Pertimbangan Persamaan Ijazah Akuntan. Uji
kompetensi akuntan dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi bersama dengan
IAI yang mekanisme pelaksanaan ujiannya akan ditetapkan oleh Direktur
Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan setelah
memperoleh masukan dari IAI.
Penerapan silabus PPAk dan uji kompetensi mengikuti ketentuan baru
regulasi ini akan dimulai pada awal tahun 2015. Persiapan sebaik mungkin
telah dilakukan oleh DSAP IAI terkait silabus, modul belajar dan ujian, yaitu:
1. Pengembangan dan sosialisasi kurikulum serta modul pembelajaran
berdasarkan kompetensi CA.
2. Memastikan kesiapan PPAk, fasilitator, dan infrastruktur pendukung
lainnya.
3. Pelaksanaan Train The Trainer Silabus CA bagi Dosen PPAk.
4. Penyusunan E-Learning Module.
5. Penyusunan SOP pelaksanaan ujian.
6. Penyusunan bank soal ujian.
7. Mengembangkan computer based exam CA.
Dalam hal pemberian rekomendasi kelayakan penyelengaraan PPAk, sampai
dengan 31 Desember 2014 IAI telah memberi rekomendasi atas 43 perguruan
tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia. Satu perguruan tinggi swasta dari
daerah Sulawesi masih diproses izinnya.

Data perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah mendapat


rekomendasi dari IAI untuk menyelenggarakan PPAk
No.

Daerah

Perguruan Tinggi Negeri

Perguruan Tinggi Swasta

Jumlah

1. Sumatera

2. DKI
Jakarta

3. Jawa
Barat

4. Jawa
Tengah

5. Jawa
Timur

6. DI
Yogyakarta

7. Bali

8. Kalimantan

9. Sulawesi

20

23

43

Jumlah

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

37

20102014

SEPULUH PERGURUAN TINGGI IKUTI PROGRAM IAI AFFILIATED


CAMPUS
Program IAI Affiliated Campus diluncurkan pada tahun 2013 dengan tujuan
untuk memba
ngun kerjasama berkelanjutan IAI dengan Perguruan Tinggi
sebagai penyelenggara formal pendidikan akuntansi, dalam rangka pengembangan pendidikan akuntansi dan peningkatan kualitas lulusan.
Melalui program IAI Affiliated Campus, IAI berupaya untuk memastikan perguruan tinggi senantiasa meng
ikuti perkembangan terkini akuntansi dan
keprofesian yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Dengan demikian pengetahuan tenaga pengajar serta silabus dan kurikulum
perguruan tinggi senantiasa mutakhir, untuk menghasilkan lulusan dengan
standar dan kualitas yang tinggi.
IAI memberikan benefit berupa keanggotaan IAI bagi dosen, diskusi untuk
pengembangan kurikulum dan silabus akuntansi, PR services, pelatihan bagi
dosen dan mahasiswa, akses atas fasilitas IAI exchange tara lain berupa
SAK terkini, serta capacity building. Lulusan perguruan tinggi yang me
ngikuti program ini juga dijaga kualitasnya dengan mengikuti pilihan sertifikasi yang dilaksanakan IAI serta menjadi anggota muda IAI.

Hingga Oktober 2014, sepuluh perguruan tinggi telah menjadi pilot project
dengan mengikuti program ini yaitu:
01. STIE YKPN, Yogyakarta
02. Universitas Tarumanagara, Jakarta
03. Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
04. STIE Kesatuan, Bogor
05. STIE Indonesia Banking School, Jakarta
06. Universitas Muhammadiyah, Sukabumi
07. Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta
08. STIE Perbanas, Surabaya
09. Universitas Warmadewa, Bali
10. Universitas Trilogi, Jakarta

38

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Dapatkan dana
pengembangan
kompetensi an
ggota sebesar
Rp6.000.000,00

Kunjungi:
l.or.id
www.iaigloba
lobal.or.id,
ndidikan@iaig
pe
d,
r.i
l.o
ba
lo
ig
ia
si@
ra
email: regist
iaiglobal.or.id
keanggotaan@
2, 333 & 777
904232 ext. 22
hubungi 021-31
jut
lan
ih
leb
si
ma
atau untuk infor

IAI SEBAGAI
ORGANISASI YANG

MEMBERIKAN
VALUE BAGI KEY
STAKEHOLDERS IAI

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

LEGAL BACKUP AKUNTAN PROFESIONAL


Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan
Beregister Negara makin memperkuat legal backup profesi Akuntan Profesional.

KEBIJAKAN
PUBLIK

Selain sebagai dasar hukum atas profesi akuntan, PMK 25 adalah pengakuan
pemerintah atas apa yang selama ini dilakukan IAI. PMK ini dinilai sebagai
bentuk afirmasi atas upaya yang telah dilakukan IAI sebagai organisasi
profesi pengemban amanah PMK.
PMK ini memberi amanat kepada Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk
melakukan penataan terhadap akuntan beregister negara, yaitu terkait
registrasi ulang, ujian sertifikasi Akuntan Profesional, kantor jasa akuntansi
(KJA), sisi pembinaan, pendidikan profesional berkelanjutan (PPL),
pengaturan akuntan asing, dan organisasi profesi akuntan.
Sejak terbitnya PMK 25/PMK.01/2014 yang diperkuat dengan KMK
Nomor 263/KMK.01/2014 tentang Penetapan IAI sebagai Asosiasi Profesi
Akuntan yang Diakui Pemerintah, IAI bertanggungjawab meregistrasi
ulang lebih dari 53.500 pemegang register akuntan negara. PMK
mewajibkan seluruh akuntan beregister untuk mendaftar ulang dan
menjadi anggota IAI dalam waktu tiga tahun setelah terbitnya PMK pada
3 Februari 2014. Berdasarkan Pasal 26 PMK 25/PMK.01/2014, akuntan
beregister negara yang tidak melakukan registrasi ulang dalam jangka
waktu tiga tahun, Kementerian Keuangan akan mencabut register
negaranya.
Selain itu, mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan profesi
akuntansi pada perguruan tinggi dan menyelesaikan pendidikan
sampai dengan 31 Desember 2014, dapat langsung men
daftar
pada register akuntan negara. Sedangkan lulusan program D-IV
dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) atau S-1 akuntansi
dari perguruan tinggi negeri yang lulus sebelum 31 Agustus 2004
dan berhak didaftarkan pada register akuntan negara, juga dapat
langsung mendaftar sampai dengan akhir 2014.

Realisasi Kegiatan:
1. Memberi masukan untuk substansi UU Akuntan Publik.
2. Terlibat dalam proses penyusunan RUU Pelaporan Keuangan dalam rangka mengupayakan
terbentuknya landasan hukum profesi akuntansi.
3. Terbitnya PMK No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara.
4. Memberi masukan atas revisi RUU Pemilihan Umum, RUU ormas, RUU Perpajakan.
5. Menghadiri dengar pendapat dengan DPR dan DPD RI.
6. Membuat komunike atas kegiatan Dialog Pengelolaan Keuangan Negara dan Regional Public Sector
Conference sebagai kontribusi profesi untuk penguatan akuntabilitas, transparansi, tata kelola yang
baik, serta peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

41

20102014

IAI mencanangkan sepuluh action plan (rancangan aksi) menyikapi keluarnya


PMK 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara. Sebagai organisasi
profesi yang dipercaya mengemban amanat PMK ini, IAI memastikan diri
untuk menjalankannya dengan baik dan penuh tanggungjawab.
Sepuluh action plan itu adalah yang terkait pendidikan profesi akuntan
(PPA), ujian Chartered Accountant (CA), panduan penilaian dan pengalaman
praktik, MRA atau mutual recognition arrangement, kantor jasa akuntansi
(KJA), kode etik, pendidikan profesional berkelanjutan (PPL), penataan
organisasi IAI, penegakan disiplin anggota, dan registrasi ulang. Sepuluh
program ini memastikan seluruh amanat PMK akan tereksekusi dengan baik.

KJA, Ladang Baru bagi Akuntan Profesional


PMK 25/PMK.01/2014 telah melegalkan bisnis kantor jasa akuntansi (KJA)
menjadi salah satu jasa yang diawasi dan diregulasi Pemerintah. PMK
akan melegalkan dan memformalkan bisnis yang telah dilakukan oleh
akuntan yang berpraktik sebelumnya. Ini bentuk legitimasi yang disiapkan
pemerintah bagi jasa-jasa non-assurans yang selama ini belum diatur.
Pendirian KJA oleh akuntan beregister negara, jelas menjadi daya tarik besar
bagi profesi ini. KJA ini bisa berbentuk perseorangan, persekutuan perdata,
firma, koperasi, atau perseroan terbatas.

Akuntan
Beregister Negara

Flow KJA

Mengajukan KJA

Bentuk:
Perseorangan
Persekutuan
perdata
Firma
Koperasi
Perseroan
Terbatas

Syarat - syarat
Ada tempat usaha
NPWP
SPM
Pernyataan pendirian
Akta notaris
Formulir ijin KJA

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Izin KJA

Praktik KJA
Lampiran

Copy register negara


Bukti anggota IAI
NPWP atas nama Akuntan
Foto kantor

42

Pusat Pembinaan Akuntan


dan Jasa Penilai (PPAJP)
Kementerian Keuangan

Kewajiban:
SPM - Ditetapkan IAI
Nama - nomer izin
Laporkan ke PPAJP

Jasa-jasa yang
bisa diberikan
Jasa pembukuan
Jasa kompilasi LK
Jasa manajemen
Jasa akuntansi manajemen
Jasa konsultasi manajemen
Jasa perpajakan
Jasa sistem teknologi informasi
Jasa prosedur yang disepakati
atas informasi keuangan

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

PMK mengatur bahwa seorang akuntan yang telah teregister dan menjadi
anggota IAI, dapat mendirikan KJA. KJA ini nantinya akan melayani
publik terkait jasa-jasa akuntansi non assurans (non audit) seperti jasa
pembukuan, kompilasi laporan keuangan, jasa manajemen, akuntansi
manajemen, konsultasi manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang
disepakati atas informasi keuangan, hingga jasa sistem teknologi informasi.
KJA sendiri diprediksi akan booming seiring dengan makin tingginya
kebutuhan jasa akuntansi dari perusahaan kelas menengah. Bagi pengusaha
mikro yang selama ini dicap tidak bankable sehingga tidak bisa mendapat
dana dari perbankan, menjamurnya KJA bisa menjadi solusi. KJA sekaligus
bisa menjadi solusi akuntabilitas pengucuran triliunan rupiah dana desa
mulai 2015.

KONVERGENSI IFRS DI INDONESIA


Proses konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS)
menjadi salah satu capaian penting DPN IAI periode 2010-2014, melalui
berbagai usaha yang telah dilakukan oleh DSAK IAI. Komitmen dukungan
atas IFRS sebagai standar akuntansi global yang dijadikan sebagai panutan,
yang telah dicanangkan pada tanggal 8 Desember 2008, secara aktif
dilakukan oleh DSAK IAI dengan berbagi revisi atas SAK yang berlaku di
Indonesia.

KOMITMEN
PUBLIK

1 Jan
2012

1 Jan
2015

8 Desember 2008

FASE
SATU
2008
2012

KONVERGENSI
STANDAR
INTERNASIONAL

FASE
DUA
2012
2015

Peta konvergensi IFRS Indonesia periode 20082015

Periode 20082012, atau yang sering disebut sebagai fase satu konvergensi
IFRS, DSAK IAI telah berhasil melahirkan SAK per 1 Januari 2012 yang telah
secara garis besar konvergen dengan IFRS per 1 Januari 2009. Gap 3 tahun
ini merupakan suatu pencapaian besar bagi penerapan standar akuntansi
keuangan berbasis internasional di Indonesia.
Dalam periode ini, DSAK IAI telah menerbitkan 40 Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK), 20 Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK), dan 10 Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan (PPSAK).
Keberhasilan ini diwujudkan melalui penerbitan buku kompilasi SAK per 1
Juni 2012.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

43

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

Tidak berhenti sampai disini, DPN IAI menyadari pentingnya untuk terus
menjaga keberlanjutan proses konvergensi IFRS di Indonesia, guna terus
mengikuti perkembangan IFRS yang sangat dinamis dalam mengakomodir
perubahan yang terjadi di seluruh dunia. Oleh karena itu, DPN IAI terus
mendorong dan memberikan dukungan penuh bagi DSAK IAI untuk
melaksanakan proses konvergensi IFRS fase dua.
Konvergensi IFRS fase dua akan membawa SAK dari 1 Januari 2012 ke 1
Januari 2015. Melalui proses ini, perbedaan antara SAK yang berlaku di
Indonesia dengan IFRS akan semakin menjadi tidak signifikan. Ini sejalan
dengan tujuan DPN IAI untuk melahirkan SAK yang berbasis standar global,
sebagai suatu infrastruktur penting dan memberikan nilai tambah bagi
perkembangan ekonomi Indonesia.
SAK yang akan berlaku efektif 1 Januari 2015 akan secara substansial
konvergen dengan IFRS yang berlaku efektif 1 Januari 2014. Gap 3 tahun
yang ada di 1 Januari 2012 akan diminimalkan menjadi 1 tahun, suatu bukti
pencapaian DSAK IAI dalam menyelaraskan SAK dengan IFRS.
Sepanjang tahun 2013 dan 2014, DSAK IAI telah berhasil menerbitkan 13
PSAK, 5 ISAK, dan 1 PPSAK yang akan berlaku efektif 1 Januari 2015.
No.

PSAK

PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan

PSAK 4 (2013): Laporan Keuangan Tersendiri

PSAK 15 (2013): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

PSAK 24 (2013): Imbalan Kerja

PSAK 46 (2014): Pajak Penghasilan

PSAK 48 (2014): Penurunan Nilai Aset

PSAK 50 (2014): Instrumen Keuangan: Penyajian

PSAK 55 (2014): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran

PSAK 60 (2014): Instrumen Keuangan: Pengungkapan.

10

PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian

11

PSAK 66: Pengaturan Bersama

12

PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain

13

PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar

No.

PSAK

ISAK 15 (2014): PSAK 24 Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan


Pendanaan Minimum, dan Interaksinya

ISAK 26 (2014): Penilaian Ulang Derivatif Melekat

ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan

ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas

ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada


Tambang Terbuka

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

45

20102014

No.

PSAK

PPSAK 12: Pencabutan PSAK 33


Daftar PSAK, ISAK, dan PPSAK yang diterbitkan tahun 2013 dan 2014

Bersama dengan PSAK, ISAK, dan PPSAK yang telah diterbitkan maupun
direvisi di tahun-tahun sebelumnya, DPN IAI melalui DSAK IAI menerbitkan
buku kompilasi SAK per efektif 1 Januari 2015.
DPN IAI terus akan melanjutkan komitmen konvergensi IFRS di Indonesia.
Diharapakan, pencapaian yang telah diraih oleh DSAK IAI dapat menjadi batu
pijakan yang sangat penting dalam membawa Indonesia menuju adopsi IFRS
di masa depan.

Realisasi Kegiatan:
1. Realisasi Kegiatan: SAK per 1 Januari 2012 sudah mengadopsi seluruh IFRS per 1 Januari 2009, kecuali IFRS 1
First-time Adoption of International Financial Reporting Standards, dimana akan diadopsi ketika IFRS diadopsi
secara penuh, dan IAS 41 Agriculture yang menunggu direvisi oleh IASB (konvergensi IFRS fase pertama).
2. Melanjutkan proses konvergensi fase kedua, yang akan meminimalkan perbedaan signifikan antara
SAK dengan IFRS, dengan jalan menyesuaikan acuan IFRS dari per 1 Januari 2009 menjadi per efektif
1 Januari 2014.
3. Melaksanakan sosialisasi untuk mempersiapkan implementasi SAK yang berbasis IFRS.
4. Membentuk kelompok kerja yang bertujuan untuk membahas masalah penerapan SAK yang melibatkan
pelaku, akuntan publik, regulator, dan akademisi. Beberapa kelompok kerja yang dibentuk sepanjang
tahun 2013 adalah: Kelompok kerja IAI untuk akuntansi perkebunan (IASB ED IAS 41: Agriculture
Bearer Plants, untuk akuntansi asuransi, dan akuntansi sewa.)
5. Berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Bank Indonesia, Direktorat
Jenderal Pajak, Kementerian Negara BUMN, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan dalam
melaksanakan tugas sebagai bagian dari Task Force Konvergensi IFRS dibawah Kementerian Keuangan.
6. Membentuk IFRS Center di IAI wilayah.
7. Mengadopsi kode etik dan ISQC IFAC.
8. Melaksanakan koordinasi dengan regulator untuk harmonisasi peraturan pemerintah di bidang
perpajakan, perbankan, pasar modal, perdagangan dan perindustrian dengan program konvergensi
IFRS IAI.

46

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

PUBLIK BERTANYA, IAI MENJAWAB


Salah satu tugas yang diberikan DPN IAI kepada DSAK IAI adalah untuk
melakukan pembahasan atas surat publik. Dalam periode 20102014, cukup
banyak surat yang diterima DSAK IAI yang menanyakan isu interpretasi,
implementasi, maupun pemahaman atas SAK. Hanya surat yang memenuhi
kriteria pembahasan isu interpretasi SAK atau yang dampaknya sangat
signifikan yang akan dibahas oleh DSAK IAI.
Guna menanggapi berbagai isu lain terkait SAK, DPN IAI telah membentuk
Tim Implementasi SAK IAI yang bertugas untuk melakukan pembahasan atas
isu-isu implementasi SAK, serta melakukan berbagai kegiatan sosialisasi
SAK.
Tugas dari Tim Implementasi SAK adalah:
1. Meningkatkan pemahaman publik mengenai IFRS serta PSAK lainnya
dalam rangka persiapan implementasi program konvergensi IFRS
IAI melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, diseminasi, pendidikan dan
pelatihan, serta kegiatan lainnya bekerjasama dengan Universitas,
Bapepam-LK, Kemeterian Keuangan, Kementerian BUMN, BI dan Emiten.
2. Memberikan masukan kepada DPN, DKSAK, dan DSAK dalam rangka
menyikapi isu, konsultasi, dan permasalahan dalam rangka persiapan
dan implementasi program konvergensi IFRS.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

47

20102014

Tim Implementasi IFRS juga membahas beberapa topik atau isu implementasi
SAK yang disampaikan oleh industri. Selain itu, DSAK dan Tim Implementasi
SAK IAI juga aktif dalam melakukan berbagai kegiatan pelatihan SAK, baik
yang diselenggarakan sebagai bagian dari program PPL IAI, maupun yang
diselenggarakan bersama para pemangku kepentingan, seperti regulator,
asosiasi, maupun universitas.
Khusus di tahun 2014, DSAK IAI telah melakukan pembahasan atas berbagai
macam isu interpretasi SAK yang disampaikan melalui surat publik kepada
DSAK IAI dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP), dan BPJS Kesehatan. Pembahasan
dilakukan dengan menjunjung tinggi independensi serta integritas DSAK IAI
sebagai badan yang jauh dari konflik kepentingan.

PEMBAHASAN BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN


DSAK IAI juga aktif dalam melakukan pembahasan berbagai macam isu
akuntansi bersama para pemangku kepentingan di Indonesia seperti,
regulator, asosiasi, maupun institusi yang relevan. Ini merupakan suatu
bentuk sumbangsih DSAK IAI, sebagaimana arahan DPN IAI, untuk mendukung
terwujudnya kerja sama yang baik antara penyusun standar akuntansi
keuangan dengan pengguna maupun rekanan yang juga memiliki kepentingan.
Topik

Peserta

PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar dan


IFRS 9 Financial Instruments

Working Group IFRS bersama


Otoritas Jasa Keuangan, yang juga
diikuti oleh Tim Implementasi
SAK IAI, Bank Indonesia, IAPI,
perwakilan asosiasi perbankan,
reksa dana, asuransi, dan pem
biayaan

Pengaturan akuntansi bagi Lembaga


Keuangan Mikro, dan kaitannya dengan
wacana SAK entitas mikro DSAK IAI

Pembahasan bersama DSAK IAI


dan OJK, yang juga diikuti oleh
perwakilan Lembaga Keuangan
Mikro

Panduan akuntansi bagi Usaha Menengah Pembahasan bersama DSAK IAI


Kecil dan Mikro, dan kaitannya dengan
dan OJK, yang juga diikuti oleh
wacana SAK entitas mikro DSAK IAI
Tim Implementasi SAK IAI

IAS 41 Agriculture

DSAK IAI mengundang per


wa
kilan industri perkebunan dan
peternakan di Indonesia

Isu akuntansi menara telekomunikasi

DSAK IAI mengundang perwakilan


industri telekomunikasi di Indo
nesia

Pembahasan Bersama DSAK IAI dan pemangku kepentingan di Indonesia

48

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

PERAN AKTIF DSAK IAI DI FORUM INTERNASIONAL


DPN IAI menyadari bahwa salah satu hal yang perlu untuk dilakukan
guna mensukseskan proses konvergensi IFRS di Indonesia adalah dengan
memiliki dewan standar yang mumpuni, dan terus aktif dalam mengikui
perkembangan pembahasan IFRS di dunia. Sebagai bentuk dari realisasi
ini, DSAK IAI banyak mengikuti berbagai forum regional dan global, yang
secara khusus melakukan pembahasan atas IFRS.
FORUM
1

The International Financial Accounting Standard-Setters (IFASS)

IFRS Regional Policy Forum

IASB Emerging Economies Group (EEG)

IASB World Standard-Setters (WSS)

Asia-Oceanian Standard-Setters Group (AOSSG)


Forum regional dan global yang diikuti oleh DSAK IAI

Keikutsertaan DSAK IAI di forum internasional juga telah mengangkat dua


isu implementasi SAK yang ramai dibicarakan dalam beberapa tahun ini.
1. Isu akuntansi tanah, yang saat ini masih dalam pertimbangan IASB
untuk dibahas sebagai bagian dari proyek IFRS Leases.
2. Isu akuntansi menara telekomunikasi, yang saat ini masih dalam
pertimbangan IASB apakah akan dimasukkan sebagai bagian dari
Program Kerja IASB di tahun depan, atau akan diselesaikan melalui
mekanisme amandemen terbatas.
Hal ini menjadi bukti bagaimana DPN IAI melalui DSAK IAI telah memiliki suatu
media komunikasi dalam menyuarakan isu-isu akuntansi yang mungkin
ditemui di Indonesia. International Accounting Standards Board (IASB) pun
menyambut baik pembahasan isu-isu tersebut.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

49

20102014

PRAKTIK
SEKTOR PUBLIK

PERAN DALAM REFORMASI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK


Akuntansi sektor publik terus mengalami perkembangan yang cukup
pesat seiring meningkatnya kebutuhan atas pertanggungjawaban pe
ngelolaan keuangan sektor publik. Hingga saat ini, kebutuhan atas
pertanggungjawaban pengelolaan keuangan negara yang diselenggarakan
pemerintah belum terpenuhi secara optimal. Salah satu faktor penyebab
yang disinyalir adalah belum memadainya SDM pengelola keuangan yang
cukup memiliki kompetensi antara lain dari profesi akuntan.
Untuk menyikapi kondisi ini, IAI telah meluncurkan sertifikasi Ahli Akuntansi
Pemerintahan yang dilaksanakan pada saat pembukaan Regional Public
Sector Conference di Istana Wapres.
IAI melaksanakan capacity building SDM di lingkungan sektor publik,
melakukan public awareness akuntansi dan keuangan sektor publik dengan
bertindak sebagai nara sumber pada seminar-seminar yang dilaksanakan
terkait pendidikan dan pelatihan akuntansi pemerintahan dan sistem
pengelolaan keuangan Negara dan memberi pemahaman regulasi bidang
keuangan Negara.
Puncak kegiatan terkait Sektor Publik adalah dua acara besar yaitu Dialog
Pengelolaan Keuangan Negara, dan Regional Public Sector Conference.

TRANSPARANSI DANA KAMPANYE PARTAI POLITIK


IAI dengan tanggung jawabnya sebagai organisasi profesi yang menaungi
Akuntan diseluruh Indonesia, sejak Pemilu secara langsung dilaksanakan
pertama kali pada tahun 2004, telah membantu KPU menyusun Pedoman

Laporan Dana Kampanye Partai Politik


PARPOL

Laporan Dana Kampanye Partai Politik

DPP
(Pusat)

Laporan Penerimaan
dan Pengeluaran Dana
Kampanye

Laporan Gabungan
Penerimaan dan
Pengeluaran Dana
Kampanye Seluruh Provinsi

DPD/W
(Provinsi)

Laporan Penerimaan
dan Pengeluaran Dana
Kampanye

Laporan Gabungan
Penerimaan dan Pengeluaran
Dana Kampanye DPC dalam
Wilayah Provinsi

DPC
(Kab/Kota)

Laporan Penerimaan
dan Pengeluaran Dana
Kampanye

50

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Laporan Gabungan
Penerimaan dan Pengeluaran
Dana Kampanye
di Wilayah Provinsi

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

Pelaporan Dana Kampanye serta Pedoman Sistem Akuntansi Keuangan


Parpol.
Pada Pemilu tahun 2014, IAI kembali membantu dengan menyusun Pedoman
Pelaporan Dana Kampanye yang selanjutnya dituangkan dalam Peraturan KPU
Nomor17Tahun 2013. PKPU ini merupakan petunjuk teknis Undang-Undang
Pemilu yang mengatur tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye Peserta
Pemilu DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014.
Pedoman pelaporan telah disusun IAI mempertimbangkan ketentuan peraturan
perundangundangan, konsepsi transparansi, akuntabilitas, sederhana dan
praktis, serta mengedepankan sistem pengendalian intern yang memadai
bagi peserta Pemilu. Pertanggung-jawaban pengelolaan dana kampanye
parpol disusun untuk memenuhi karakteristik Pelaporan yaitu dapat dipahami,
tepat waktu, lengkap dan dapat diandalkan. IAI telah menyusun format
pelaporan dana kampanye ini sesederhana mungkin dengan pendekatan
aktivitas. Format laporannya terdiri dari pelaporan DPP, DPD, DPC, serta
untuk para caleg. Agar mudah dalam menyusun pelaporan dana kampanye,
parpol dan caleg harus rajin mencatat setiap transaksi yang terjadi,
mengumpulkan buktinya, dan kemudian membuat laporan.
Inti dari pedoman tersebut adalah bahwa setiap caleg memiliki kewajiban
untuk mencatat seluruh aktivitas kampanye yang dilakukan dan melapor
kannya kepada partai politik yang menaunginya.
Selanjutnya KPU dan IAI secara terus-menerus akan menggelar sosialisasi
teknis pelaporan dana kampanye kepada seluruh peserta Pemilu 2014.

PENINGKATAN KUALITAS RISET MELALUI SNA


Simposium Nasional Akuntansi (SNA)
sebagai agenda rutin Ikatan Akuntan
Indonesia Kompartemen akuntan
Pendidik
(IAI-KAPd)
merupakan
wadah bergengsi dan eksklusif
untuk mempresentasikan hasil riset
terbaik di bidang Akuntansi oleh
para peneliti, pendidik, mahasiswa
dan praktisi dari seluruh Indonesia
dan mancanegara yang dilaksanakan
sejak tahun 1997 di Yogyakarta.
Penyelenggaraan SNA mengandung
tujuan
mengem
bangkan
ilmu
dan praktik akuntansi berbasis
riset dan mengasah kemampuan
para akademisi, praktisi dan juga
mahasiswa dalam melakukan riset di bidang akuntansi. Tujuan khususnya
memberikan wadah komunikasi ilmiah untuk memaparkan hasil penelitian
(studi empiris) akuntansi dalam suatu forum ilmiah.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

51

20102014

Hasil akhir dari simposium adalah melahirkan sejumlah solusi alternatif


untuk semakin mendekatkan dan mengurangi kesenjangan antara teori dan
hasil riset di dunia ilmiah dengan realitas praktik di sektor bisnis dan sektor
publik. Misi tersebut sangat penting untuk menunjukkan eksistensi keilmuan
dalam lingkup kemasyarakatan. Selain sebagai forum penelitian ilmiah, SNA
juga menjadi wadah komunikasi dan sillaturahmi antara akademisi dan
praktisi akuntansi.
Pelaksanaan SNA dari tahun ke-tahun adalah sebagai berikut:
No

STAKEHOLDER
MANAGEMENT,
PR, PENINGKATAN
IMAGE IAI

Pelaksana SNA

Tanggal

1.

SNA XIV di Universitas Syah Kuala Aceh

20-23 Juli 2011

2.

SNA XV di Universitas Lambung Mangkurat


22-24 September 2012
Banjarmasin

3.

SNA XVI di Universitas Sam ratulangi, Manado

25-28 September 2013

4.

SNA XVI di Universitas Mataram Lombok

24-27 September 2014

KERJASAMA DENGAN BPK


Dalam rangka kerjasama di bidang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung
jawab keuangan negara dan pengembangan profesi akuntan, IAI menandatangani
kesepakatan bersama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 12
Desember 2013.
MoU bertujuan untuk meningkatkan peran profesi akuntan dalam pemeriksaan
pengelolaan keuangan negara demi mendorong terwujudnya tata kelola
pemerintahan yang baik dan bersih. MoU ini diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan publik melalui upaya pencegahan praktik KKN dengan akuntan
sebagai ujung tombaknya. Hal ini akan berimbas pada meningkatnya
kepercayaan publik kepada akuntan dan pemeriksa pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara.
Selain itu, MoU juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas organisasi
profesi akuntan yang tersebar di seluruh Indonesia dalam rangka
meningkatkan kompetensi dan profesionalisme akuntan.
Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah melakukan penelitian, pengkajian
dan pengembangan bidang akuntansi pemerintahan, auditing dan keuangan
negara. IAI dan BPK juga akan bekerjasama dalam pelaksanaan kegiatan
pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan
dan keterampilan akuntan dan pemeriksa pengelola keuangan negara.
Ruang lingkup kerjasama juga meliputi pengembangan kompetensi dan
sertifikasi akuntan selaku pemeriksa atas pengelola dan penanggungjawab
keuangan negara, pengembangan profesi akuntan melalui pendaftaran
kolektif para pemeriksa di lingkungan BPK yang memenuhi persyaratan
sebagai anggota IAI, serta peningkatan kompetensi sumber daya untuk
pengembangan institusi BPK dan IAI.

52

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

KERJASAMA DENGAN RRI


Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Radio Republik
Indonesia (RRI) telah menandatangani nota kesepahaman
(MoU) kerja sama di bidang edukasi publik pada Februari
2014. Edukasi ini terkait akuntabilitas dan transparansi
pengelolaan keuangan negara, pengelolaan keuangan di
sektor bisnis, dan pengelolaan keuangan sektor publik
lainnya. Kerjasama ini dilakukan karena IAI melihat masa
depan bangsa akan sangat ditentukan oleh akses dan
komunikasi publik terhadap tata kelola keuangan, baik di
sektor publik, sektor bisnis, maupun di masyarakat.
Ke depannya, kerjasama berdurasi tiga tahun ini tak hanya
menyangkut edukasi pengelolaan keuangan negara atau
sektor publik lainnya. IAI juga akan mendukung RRI dalam
menyediakan beragam informasi aktual dan narasumber
terkait isu akuntabilitas dan transparansi di sektor bisnis,
seperti di bidang pasar modal, perbankan, bisnis syariah,
dan sebagainya. Adapun RRI akan berkontribusi dalam
penyediaan sumber daya dan fasilitas siaran yang dapat
digunakan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada publik serta
penyediaan filler atau bumper yang terkait dengan program edukasi ini.
Sebagai tindaklanjut dari MoU ini, sesaat setelah penandatanganan, IAI dan
RRI menyelenggarakan siaran bersama terkait sosialisasi pelaporan dana
kampanye. Siaran bersama ini menampilkan narasumber Ketua DPN IAI, Prof.
Mardiasmo dan dipancarluaskan ke jaringan RRI di seluruh Indonesia.

KUNJUNGAN MAHASISWA
Demi meningkatkan pemahaman akan keilmuan dan profesi
akuntansi, IAI menerima kunjungan mahasiswa ke kantor IAI
Pusat di Grha Akuntan, Jl. Sindanglaya No. 1, Jakarta Pusat.
Kunjungan para mahasiswa itu dilakukan untuk lebih mengenal
profesi akuntan dalam rangka mempersiapkan mahasiswa
memasuki dunia kerja. Bagi mahasiswa, terlebih di daerah,
informasi terkini perkembangan profesi yang didapat langsung
dari IAI merupakan pengalaman berharga sebagai bekal untuk
lebih mengenal perkembangan dunia kerja.
Alasan utama kunjungan kampus-kampus tersebut, agar IAI
sebagai wadah profesi akuntan dapat membimbing mahasiswa
menjadi akuntan yang kompeten dan memiliki kredibilitas
tinggi. Para mahasiswa yang mengunjungi kantor IAI tersebut
berasal dari Program Studi Akuntansi beragam perguruan tinggi
di Indonesia. Selama empat tahun periode kepengurusan ini,
IAI menerima 62 kunjungan perguruan tinggi dengan total
mahasiswa sebanyak 3100 orang. Terlihat semangat akuntan
muda untuk meningkatkan kualitas dirinya dan siap mengadopsi
tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

53

20102014

KERJASAMA DENGAN DJP


Untuk meningkatkan peran profesi Akuntan dalam membangun kesadaran
dan kepatuhan masyarakat di bidang perpajakan, Ikatan Akuntan Indonesia
dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menandatangani nota kesepahaman (MoU).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua DPN IAI, Prof. Mardiasmo dan
Dirjen Pajak, Fuad Rahmany, pada peringatan ulang tahun IAI ke-54 pada 23
Desember 2011 di Jakarta. MoU berdurasi lima tahun ini dimaksudkan untuk
meningkatkan aktivitas organisasi profesi Akutan dalam rangka peningkatan
kompetensi dan profesionalisme Akuntan, dan bersinergi dalam mewujudkan
kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya di
bidang perpajakan.
Ruang lingkup kerjasama meliputi kegiatan pendidikan dan pelatihan serta
sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan
masyarakat dalam memenuhi kewajiban di bidang perpajakan. Kegiatan
pendidikan dan pelatihan, atau kegiatan lainnya untuk meningkatkan
pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan anggota IAI serta pegawai
DJP di bidang akuntansi dan perpajakan, juga diatur di dalam MoU.
IAI dan DJP akan bekerjasama dalam bidang penelitian, pengkajian dan
pengembangan di bidang akuntansi dan perpajakan, pengembangan kom
petensi dan sertifikasi Akuntan Publik dalam rangka pelaksanaan fasilitas
insentif perpajakan bagi Wajib Pajak yang di audit oleh Akuntan Publik.
Kerjasama IAI dan DJP juga meliputi pengembangan profesi akuntan melalui
pendaftaran kolektif pegawai DJP yang memenuhi persyaratan sebagai
anggota IAI, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam rangka
pengembangan institusi IAI dan DJP. Kerjasama ini diharapkan berimplikasi
pada makin meningkatkan kesadaran para Wajib Pajak di Indonesia.

NGOPI BARENG AKUNTAN


Untuk semakin menguatkan
imej profesi Akuntan di ranah
publik, sejak Juni 2013 IAI me
nye
lenggarakan program Ngopi
Bareng Akuntan. Program ini
berupa diskusi dengan format
talkshow yang mengangkat isuisu aktual seputar akuntansi,
akuntabilitas, good governance,
dan isu-isu lain yang relevan.
Ngopi Bareng Akuntan selalu
menghadirkan narasumber dari
kalangan akuntan dan nonakuntan, serta wartawan sebagai
peserta diskusi.
Sejak penyelenggaraan yang per
tama, IAI telah menggelar Ngopi

54

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

Bareng Akuntan secara rutin setiap bulan. Dari setiap diskusi, diperoleh
berbagai masukan dan sumbangan pemikiran yang berharga dalam berbagai
aspek. Dalam acara ini, para akuntan bisa menyampaikan berbagai ide dan
pemikiran yang bisa menjadi solusi atas berbagai permasalahan bangsa.
Program ini semakin mendapat perhatian kalangan wartawan, terbukti dari
peningkatan jumlah wartawan yang hadir di setiap acara.

IAI FOR SOCIETY


Dalam rangka pelaksanaan program IAI for Society
IAI melakukan pelatihan bagi para guru-guru
SMK disertai pembagian buku SAK ETAP. IAI juga
menyelenggarakan seminar atau training gratis
yang bekerjasama dengan beberapa SMA atau SMK
di Jakarta dan sekitarnya mengenai mata pelajaran
Akuntansi sebagai bentuk kepedualian IAI terhadap
dunia pendidikan akuntansi tanah air.
Sebaran kegiatan antara lain dilaksanakan di Jakarta,
Solo, Samarinda, Sumatera Barat. Pembagian buku
juga dilaksanakan pada saat dilaksanakan Simposium
Nasional Akuntansi di Banda Aceh.
SAK ETAP ini berlaku secara efektif untuk penyusunan
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2011. Penerapan dini diperkenankan. IAI
juga membagikan buku SAK-ETAP dan PSAK untuk
menjadi koleksi perpustakaan sekolah masingmasing.
PSAK ETAP ini akan membantu perusahaan kecil
menengah dalam menyediakan pelaporan keuangan
yang tetap relevan dan andal dengan tanpa terjebak dalam kerumitan standar
berbasis IFRS. IAI mempunyai visi bahwa Standar ETAP harus meningkatkan
kesehatan praktik akuntansi di Indonesia secara keseluruhan.
Sebagai wujud komitmen besar IAI memberikan pemahaman yang lengkap
dan jelas kepada stakeholders keprofesian tentang SAK, maka IAI juga
menyelenggarakan ajang konsultasi publik penerapan aturan pencatatan
laporan keuangan perusahaan para peserta open house. Tim Teknis dan
Tim IFRS IAI mendengarkan dan mendiskusikan masalah-masalah yang
dihadapi manajemen dalam pacatatan SAK versi baru.
Dalam ajang ini peserta memperoleh kesempatan berkonsultasi gratis
secara terbuka kepada Tim Teknis IFRS IAI, sehingga memperoleh perspektif
yang akurat dan detil untuk meyelesaikan problematika praktik akuntansi
di lapangan.
Agenda rutin bulanan IAI ini membawa angin sejuk bagi peserta yang ingin
memiliki sebuah laporan yang transparan, serta memberikan pemahaman
yang sama mengenai standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

55

20102014

sehingga standar tersebut dapat diterapkan sebagaimana seharusnya


mampu menghasilkan laporan keuangan yang andal dan relevan bagi
pengambilan keputusan.

AKUNTAN AWARD
Akuntan Award merupakan bentuk pengakuan profesi terhadap karya
cipta para Akuntan profesional dalam membangun ekonomi bangsa.
Penyelenggaraan Akuntan Award pertama kali dilaksanakan pada tahun
2013. IAI menganugerahkan Akuntan of the Year kepada Ignasius Jonan
(CEO PT KAD) dan Emirsyah Satar (CEO PT Garuda Indonesia).
Kriteria Penilaian mempertimbangkan de
di
kasi terhadap profesi; ditunjukkan
dengan kesetiaannya menekuni profesi akuntan atau tetap berada di jalur karier
yang memungkinkannya berhubungan dengan akuntansi atau profesi akuntan.
Berprestasi di bidangnya; ditunjukkan dengan pencapaian karier yang tinggi atau
pencapaian yang terpuji dalam pelaksanaan praktik akuntansi di insti
tusinya
dengan menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai dasar profesi akuntan. Inovatif;
ditunjukkan dengan berbagai terobosan
yang digagasnya di institusi yang
dipimpinnya dan melampaui kapa
sitas
nya sebagai seorang akuntan. Ber
bagai
terobosan itu membuahkan hasil positif
dan mendapat pengakuan dari pihak lain.
Berkontribusi terhadap pengembangan
profesi akuntan dan organisasi profesi
akuntan; ditunjukkan dengan berbagai
keterlibatan dan sumbangsihnya dalam
aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh
organisasi profesi. Mengangkat citra
profesi akuntan; ditunjukkan dengan
berbagai apresiasi dan pemberitaan
positif mengenai kiprahnya yang
membuat profesi akuntan semakin
dikenal dan diakui peran pentingnya
oleh masyarakat.

IAI RUTIN TERBITKAN MAJALAH AKUNTAN INDONESIA


Agar stakeholders selalu dapat memperkaya khasanah keilmuan dan
meng-update diri dengan perkembangan terkini akuntansi, IAI telah
menerbitkan Majalah Akuntan Indonesia secara rutin. Penerbitan majalah
ini dimaksudkan untuk menjadi referensi yang andal dan terkini bagi para
Akuntan Profesional, pelaku industri keuangan, pejabat pemerintahan,
akademisi, hingga mahasiswa.
Dalam setiap penerbitannya, Majalah Akuntan Indonesia selalu mengangkat
topik-topik aktual yang dibahas dengan pendekatan yang kritis dan maju.
Melalui rubrik-rubrik Laporan Utama, Peristiwa, Ulasan Teknis, Wawancara,

56

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

Profil, dan lainnya, pembaca diajak berpikir kritis dan dapat memandang
berbagai persoalan dengan jernih.

INDONESIA

Majalah Akuntan Indonesia merupakan satu-satunya majalah di bidang


akuntansi di Indonesia. Majalah ini didistribusikan kepada anggota aktif IAI
di seluruh pelosok Nusantara, serta dijual bebas di outlet-outlet strategis.
Anggota IAI juga bisa mengakses setiap edisi Majalah Akuntan Indonesia
melalui fasilitas sharepoint di IAI Lounge. Sejak Agustus 2013, majalah ini
juga bisa diperoleh dalam format digital melalui pembelian di platform
Wayangforce dan Scoop.

DESEMBER 2014

HaRga Rp 20.000,-/LuaR P. Jawa RP 22.500

MENANTANG

MASA DEPAN
www.iaiglobal.or.id

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Cover MAI Edisi Desember 2014.indd 5

12/8/14 10:25 AM

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

57

20102014

AKUNTANSI NIRLABA DAN ENTITAS MIKRO

pengembangan
pasar modal
dan industri
keuangan

Selain fokus pada akuntansi laba berbasis IFRS yang menjadi primadona
dalam pengambangan standar akuntansi di Indonesia, DSAK IAI juga
memahami pentingnya memberikan perhatian kepada akuntansi nirlaba
dan akuntansi entitas mikro, sesuatu yang belum banyak dilihat oleh IASB.
Sebagai bentuk kulminasi pengakuan ini, DSAK IAI, dengan dukungan dari
PPA FE UI, telah melakukan kajian awal atas dua isu akuntansi di tahun
2014, sebagai berikut:
1. Pilar Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. DSAK IAI mem
per
timbangkan wacana apakah pilar SAK yang saat ini berlaku di Indonesia,
yang terdiri atas SAK umum dan SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
yang Signifikan (ETAP) sudah dapat memenuhi kebutuhan pelaporan
keuangan di Indonesia. Beberapa pilar yang dipertimbangkan adalah pilar
SAK entitas mikro dan pilar SAK yang dapat menjembatani antara pilar
SAK umum (yang diharapkan nantinya akan menjadi SAK berbasis penuh
IFRS) dan SAK ETAP.
2. Standar Akuntansi Keuangan Nirlaba di Indonesia. DSAK IAI mem
per
timbangkan apakah PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba
sudah dapat memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas nirlaba
di Indonesia.

KELAHIRAN PSAK SYARIAH SEBAGAI ACUAN UTAMA INDUSTRI


KEUANGAN SYARIAH INDONESIA
Sejak tahun 2005 pengembangan standar akuntansi keuangan syariah telah
aktif dicanangkan oleh DPN IAI. Melalui KAS yang berada di bawah DSAK
IAI, DPN IAI telah berhasil melahirkan standar-standar yang menjadi acuan
bagi industri keuangan syariah, yang dahulu masih mengalami kesulitan
dalam menerapkan SAK konvensional untuk transaksi-transaksi syariah
yang tentunya menganut prinsip yang berbeda.
Dewan Standar Akuntansi Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI)
telah secara sukses bermetamorfosis dari Komite Akuntansi Syariah
(KAS) yang dahulu dibentuk sebagai perpanjangan tangan dari Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), guna
mengakomodir perkembangan ekonomi syariah dan standar akuntansi
syariah yang dibutuhkan. Metamorfosis KAS menjadi DSAS IAI akhirnya
disempurnakan melalui pengalihan secara formal produk PSAK Syariah yang
dahulu diterbitkan oleh DSAK IAI ke tangan DSAS IAI.

Realisasi Kegiatan:
1. Turut melaksanakan Annual Report Award.
2. Kerjasama penyusunan pedoman akuntansi bagi industri khusus.
3. Mengembangkan SAK syariah.

58

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG MEMBERIKAN VALUE BAGI KEY STAKEHOLDERS IAI

Proses peralihan dari KAS menuju DSAS IAI berjalan secara mulus tanpa
hambatan berarti. Hal ini merupakan bentuk pernyataan eksistensi DSAS
IAI sebagai badan yang terpisah dari DSAK IAI, guna menjawab tantangan
industri keuangan syariah yang perkembangannya meningkat secara pesat
dalam beberapa tahun belakangan.
No.

PSAK Syariah

PSAK 59: Akuntansi Perbankan Syariah

PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah

PSAK 102: Akuntansi Murabahah

PSAK 103: Akuntansi Salam

PSAK 104: Akuntansi Istishna

PSAK 105: Akuntansi Mudharabah

PSAK 106: Akuntansi Musyarakah

PSAK 107: Akuntansi Ijarah

PSAK 108: Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah


PSAK Syariah yang dialihkan DSAK IAI ke DSAS IAI

9 PSAK Syariah telah diterbitkan KAS dalam periode 20052010, menjadi


bukti eksistensi serta produktivitas KAS dalam menjawab kebutuhan pasar
syariah. Pengalihan KAS menjadi DSAS IAI di tahun 2010 tidak memperlambat
laju pengambangan PSAK Syariah, dibuktikan dengan terbitnya PSAK 109:
Akuntansi Zakat dan Infak/Sedekah dan PSAK 110: Akuntansi Sukuk.
Dalam periode 20102014, selain telah menerbitkan PSAK 109 dan PSAK
110 yang telah lama ditunggu oleh pelaku industri, DSAS IAI juga telah
melakukan revisi atas beberapa PSAK Syariah, sebagai bentuk pemutakhiran
PSAK Syariah yang mengikuti perkembangan fatwa DSN MUI dan industri
keuangan syariah yang semakin pesat perkembangannya. Beberapa PSAK
yang mengalami update adalah PSAK 101 dan PSAK 102, dan pemutakhiran
lebih lanjut akan terus dilakukan oleh DSAS IAI di awal tahun 2015, di
antaranya atas PSAK 103, PSAK 105, PSAK 106, dan PSAK 107.
Mendengarkan masukan dari industri keuangan syariah, DSAS IAI juga
telah melakukan pembicaraan awal wacana revisi PSAK 110. Hal yang
sama juga akan dilakukan atas PSAK 108, dimana DSAS IAI bekerja sama
dengan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) dan OJK akan melakukan
pembahasan lebih lanjut di awal tahun 2015.
DPN IAI memahami pentingnya untuk terus mengawal peran penting DSAS
IAI yang mengambil porsi sedikit berbeda jika dibandingkan dengan DSAK
IAI. Berbeda dengan pengembangan SAK yang memiliki IFRS sebagai acuan,
pengembangan standar akuntansi keuangan syariah memiliki tantangan
tersendiri, terutama dalam mengakomodir konsep serta prinsip syariah
yang menjadi landasan utamanya.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

59

20102014

PEMBAHASAN BERSAMA PEMANGKU KEPENTINGAN


DSAS IAI juga aktif dalam melakukan pembahasan berbagai macam isu
akuntansi bersama para pemangku kepentingan di Indonesia seperti,
regulator, asosiasi, maupun institusi yang relevan. Ini merupakan suatu
bentuk sumbangsih DSAS IAI, sebagaimana arahan DPN IAI, untuk mendukung
terwujudnya kerja sama yang baik antara penyusun standar akuntansi
keuangan syariah dengan pengguna maupun rekanan yang juga memiliki
kepentingan.
Topik

Peserta

Akuntansi repo (SBS) syariah

Pembahasan bersama DSAS IAI, OJK,


Bank Indonesia, DSN MUI, serta per
wakilan industri

Pengembangan produk syariah

Pembahasan bersama DSAS IAI dan


OJK, serta perwakilan pemangku ke
pentingan lain

Pengembangan pasar sukuk (dan Pembahasan bersama DSAS IAI, DJPU


wacana revisi PSAK 110: Akuntansi Kementerian Keuangan, HIMDASUN,
Sukuk)
serta perwakilan pemangku kepen
tingan lain

Akuntansi transaksi KIK-EBA dan Pembahasan bersama DSAS IAI dan


EBA-SP syariah sebagai dampak dari OJK, serta perwakilan pemangku ke
RPOJK
pentingan lain
Pembahasan Bersama DSAS IAI dan pemangku kepentingan di Indonesia

PERAN DALAM PENYELENGGARAAN ANNUAL REPORT AWARD


IAI merupakan salah satu inisiator dilaksanakannya ARA. ARA telah dilak
sanakan sembilan kali sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2002.
ARA merupakan pemberian penghargaan tertinggi atas kualitas laporan tahunan
yang diterbitkan secara berkala oleh perusahaan. Kegiatan ini diselenggarakan
atas kerjasama BAPEPAM-LK, Kementerian BUMN, Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI), Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Ditjen Pajak serta Komite Nasional
Kebijakan Governance (KNKG). Penilaian ARA dilakukan
dengan menggunakan kriteria yang disusun dengan memberi
penekanan pada kualitas dari informasi yang tercantum di
dalam Laporan Tahunan, khususnya menyangkut aspek
tranparansi dan Good Corporate Governance (GCG).
Penyelenggaraan ARA bertujuan untuk meningkatkan ke
ter
bukaan informasi dan penerapan Good Corporate
Governance (GCG) di sektor dunia usaha, baik BUMN/BUMD
maupun perusahaan swasta, baik yang tercatat dan tidak
tercatat di Bursa Efek. Disadari bahwa laporan tahunan
kini tidak lagi sebatas pelaporan pertanggungjawaban
dalam RUPS, namun telah menjadi media komunikasi yang
efektif kepada semua pihak tentang kinerja dan prospek
perusahaan ke depan.

60

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

IAI SEBAGAI
ORGANISASI
YANG MENDAPAT

KEPERCAYAAN
PUBLIK KEPADA
PROFESI

Kepercayaan terhadap
profesi semakin
dikukuhkan dengan
terbitnya PMK 25/
PMK.01/2014 tentang
Akuntan Beregister Negara

TERWUJUDNYA IAI SEBAGAI ORGANISASI YANG mendapat kepercayaan publik kepada profesi

Ikatan Akuntan Indonesia di bawah kepengurusan Dewan Pengurus Nasional


(DPN) periode 2010-2014 telah mencatatkan keberhasilan penting dalam
upaya mewujudkan IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayaan
publik dan penghargaan kepada profesi. Keberhasilan itu dibuktikan dengan
semakin besarnya peran profesi ini di berbagai bidang kehidupan berbangsa
dan bernegara.
Di level individu, semakin banyak Akuntan Profesional yang menduduki
jabatan strategis di berbagai institusi, baik sektor bisnis, sektor publik,
maupun sektor lainnya. Akuntan Profesional pemegang Chartered
Accountant (CA) semakin diakui sebagai individu yang memiliki integritas
dan profesionalisme. Empat Akuntan Profesional di Kabinet Kerja, serta tak
terhitung yang menduduki posisi strategis di berbagai bidang, adalah bukti
yang tidak terbantahkan.
Di level organisasi, IAI diakui sebagai organisasi yang makin dewasa dan
modern. IAI mampu berkiprah dengan baik dalam setiap aspek. Peran IAI
sebagai penjaga transparansi, standard setter, dan sebagai penjaga integritas
serta profesionalisme Akuntan Profesional, diakui di dalam dan luar negeri.
Langkah IAI menjalin kerjasama dengan berbagai organisasi dalam dan luar
negeri, dengan berbagai entitas dan kelembagaan, merupakan bukti betapa
IAI semakin dibutuhkan dan dipercaya.
Kepercayaan terhadap profesi semakin dikukuhkan dengan terbitnya PMK
25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara. PMK ini memberi
banyak amanat bagi IAI untuk menata ulang profesi Akuntan Indonesia. Di
antaranya terkait registrasi ulang Akuntan Beregister Negara, pembukaan
KJA, sisi pembinaan Akuntan Profesional, ujian sertifikasi, hingga Mutual
Recognition Arrangement dengan organisasi mitra.
Sebagai organisasi profesi yang mewadahi seluruh Akuntan Indonesia, IAI
bertanggungjawab menjaga kode etik dan profesionalisme para anggotanya.
Di IAI terdapat dewan dan komite yang bertugas mengimplementasikan
dan memastikan tanggungjawab itu terlaksana dengan baik. Keberadaan
dewan dan komite ini akan terus diperkuat seiring dengan makin besarnya
tuntutan bagi profesi.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

63

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN
IAI mencatat kinerja yang cukup baik pada periode 20102014. Pembahasan dan analisis berikut
mengacu pada Laporan Keuangan IAI untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2014, 2013,
2012 dan 2011 yang disajikan dalam buku Laporan Pertanggungjawaban ini serta untuk periode
4 (empat) bulan yang berakhir tanggal 31 Oktober 2014 dan 2013. Laporan Keuangan tersebut
telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata, Eddy, Siddharta dan Tanzil (member of
Kreston International).
Aktivitas IAI dibagi atas penerimaan dan pengeluaran kegiatan Tidak Terikat, meliputi: Keang
gotaan, Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL), Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA), Spesial
Event, Ujian Sertifikasi, Umum, Administrasi dan Lainnya. Sementara kegiatan Terikat Temporer
meliputi: Pengembangan SAK dan Lainnya.
Kinerja Keuangan IAI
Periode 20102014
31 Oktober 2014
Pendapatan Tidak Terikat
Kegi a ta n Kea nggota a n
Kegi a ta n Pendi di ka n Profes i ona l Berkel a njuta n
Kegi a ta n Pendi di ka n Profes i Akunta ns i
Kegi a ta n Aca ra (Special Event IAI)
Kegi a ta n Uji a n Serti fi ka s i
Umum, Admi ni s tra s i da n La i nnya
Jumlah

31 Oktober 2013

30 Juni 2014

30 Juni 2013

30 Juni 2012

30 Juni 2011

30 Juni 2010

948.438.751
6.515.025.090
112.475.800
1.923.694.325
368.000.000
1.117.085.936
10.984.719.902
41%

786.298.000
4.538.757.600
120.000.000
1.264.154.544
107.850.000
981.528.422
7.798.588.566

3.224.599.316
14.311.791.414
197.000.000
4.682.504.539
575.800.001
4.153.831.380
27.145.526.650
10%

1.302.773.342
15.042.016.076
240.000.000
4.944.640.616
685.200.002
2.415.016.472
24.629.646.508
4%

1.216.295.567
14.569.602.710
180.000.000
5.328.492.245
479.450.000
1.940.590.591
23.714.431.113
8%

861.329.716
13.698.058.493
210.000.000
5.219.239.993
367.300.000
1.554.419.374
21.910.347.576
71%

545.037.734
7.732.276.153
580.179.373
2.662.773.219
204.000.000
1.052.095.994
12.776.362.473

500.000.000
500.000.000

1.500.000.000
1.500.000.000
-4%

1.500.000.000
62.095.481
1.562.095.481
68%

929.935.455
929.935.455
-63%

2.464.655.863
41.572.650
2.506.228.513
-1%

2.529.474.685
6.803.240
2.536.277.925

11.484.719.902

7.798.588.566

28.645.526.650
9%

26.191.741.989
6%

24.644.366.568
1%

24.416.576.089
59%

15.312.640.398

715.726.418
4.081.397.244
14.717.075
1.436.168.382
185.009.834
3.537.287.547
169.447.421
10.139.753.921
10%

823.297.640
3.918.340.193
34.802.780
804.223.620
64.446.570
3.480.755.592
119.999.444
9.245.865.839

1.844.309.156
11.609.900.786
107.263.062
2.981.651.623
701.056.849
11.112.285.933
635.318.800
1.042.048.047
30.033.834.256
19%

1.854.246.478
11.512.473.325
88.838.032
1.908.427.887
554.557.190
7.277.150.843
801.486.752
1.288.589.574
25.285.770.081
16%

1.100.235.106
11.719.005.532
111.686.592
3.001.643.015
339.400.307
5.244.762.064
353.135.309
21.869.867.925
13%

420.176.675
10.043.541.593
151.829.201
3.251.483.528
499.702.000
4.670.281.899
248.940.767
19.285.955.663
70%

319.202.004
5.512.441.398
152.546.231
1.345.673.576
245.810.687
3.591.785.854
189.615.282
11.357.075.032

1.002.654.612
1.002.654.612

1.827.870.458
1.827.870.458
52%

1.172.129.542
28.757.266
1.200.886.808
-47%

2.258.964.824
2.258.964.824
-10%

2.464.655.863
41.572.650
2.506.228.513
-1%

2.529.474.685
6.803.240
2.536.277.925

Persen kenaikan (penurunan)

924.076.124
538.605
924.614.729
-8%

Jumlah Beban Tidak Terikat


Persen kenaikan (penurunan)

11.064.368.650
8%

10.248.520.451

31.861.704.714
20%

26.486.656.889
10%

24.128.832.749
11%

21.792.184.176
57%

13.893.352.957

(1.447.277.273)

(2.888.307.606)
340%

(656.123.573)
-136%

1.844.563.188
-30%

2.624.391.913
85%

1.419.287.441

Persen kenaikan (penurunan)


Aset Neto Yang Dibebaskan dari Pembatasannya
Kegi a ta n Pengemba nga n Sta nda r Akunta ns i
La i nnya
Jumlah
Persen kenaikan (penurunan)
Jumlah Pendapatan Tidak Terikat
Persen kenaikan (penurunan)
Beban Yang Dikeluarkan Untuk :
Kegi a ta n Kea nggota a n
Kegi a ta n Pendi di ka n Profes i ona l Berkel a njuta n
Kegi a ta n Pendi di ka n Profes i Akunta ns i
Kegi a ta n Aca ra (Special Event IAI)
Kegi a ta n Uji a n Serti fi ka s i
Umum, Admi ni s tra s i da n La i nnya
Hubunga n Interna s i ona l
Pengemba nga n Sta nda r
Jumlah
Persen kenaikan (penurunan)
Beban Aset Neto Yang Berakhir Pembatasannya
Kegi a ta n Pengemba nga n Sta nda r Akunta ns i
La i nnya
Jumlah

Kenaikan (penurunan) Aset Neto Tidak Terikat


Persen kenaikan (penurunan)

64

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

844.965.981
-158%

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Lanjutan
Aset Neto Terikat Temporer
Kegi a ta n pengemba nga n s ta nda r a kunta ns i
La i nnya
Jumlah

500.000.000
500.000.000

Persen kenaikan (penurunan)


Beban Aset Neto Yang Dibebaskan dari Pembatasannya
Beba n pengemba nga n s ta nda r
Kegi a ta n Kompa rtemen Akunta n Pendi di k (KAPd)
Jumlah

1.500.000.000
4.189.150.000
5.689.150.000
264%

1.500.000.000
62.095.481
1.562.095.481
68%

929.935.455
929.935.455
-59%

2.055.432.114
236.432.800
2.291.864.914
-2%

2.333.819.120
2.333.819.120

(924.076.124)
(538.605)
(924.614.729)

(1.002.654.612)
(1.002.654.612)

(1.827.870.458)
(1.827.870.458)
52%

(1.172.129.542)
(28.757.266)
(1.200.886.808)
-47%

(2.258.964.824)
(2.258.964.824)
-10%

(2.464.655.863)
(41.572.650)
(2.506.228.513)
-1%

(2.529.474.685)
(6.803.240)
(2.536.277.925)

(424.614.729)

(1.002.654.612)

3.861.279.542

361.208.673

(1.329.029.369)

(214.363.599)

(202.458.805)

Kenaikan (penurunan) Aset Neto Sebelum Pajak

420.351.252

(2.449.931.885)

972.971.936

(294.914.900)

515.533.819

Taksiran Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Tidak Terikat


Pa ja k Ki ni
Pa ja k Ta ngguha n
Jumlah

(64.509.017)
64.416.683
(92.334)

(88.197.012)
215.309.926
127.112.914

(84.404.625)
165.969.867
81.565.242

(162.604.000)
39.859.517
(122.744.483)

(273.137.564)
(169.994.573)
(443.132.137)

1.100.084.850
616%

(213.349.658)
-154%

392.789.336
-80%

1.966.896.177
74%

Persen kenaikan (penurunan)


Kenaikan (penurunan) Aset Neto Terikat Temporer

Kenaikan (Penurunan) Aset Neto

420.258.918
118%

Persen kenaikan (penurunan)

48.730.198
48.730.198
(2.401.201.687)

2.410.028.314

1.216.828.636

(214.386.760)
126.778.025
(87.608.735)
1.129.219.901

PENDAPATAN
Pendapatan mengalami bertumbuhan secara konsisten selama periode 20102014. Pendapatan
naik sebesar 60% pada periode 2011 dibanding periode 2010, naik sebesar 2% pada periode 2012
dibanding periode 2011, naik sebesar 6% pada periode 2013 dibanding periode 2012, naik sebesar
25% pada periode 2014 dibanding periode 2013.
Pendapatan per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan pendapatan IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Pendapatan mengalami pertumbuhan signifikan
selama periode 31 Oktober 2014. Pendapatan naik sebesar 47% pada periode berjalan atau setara
dengan Rp3,69 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Tabel peningkatan pendapatan periode 20102014 adalah sebagai berikut:
Keterangan
Pendapatan
Persentase Kenaikan

30-Jun-10
15.110.181.593

30-Jun-11
24.202.212.490
60%

30-Jun-12
24.644.366.568
2%

30-Jun-13
26.191.741.989
6%

30-Jun-14
32.834.676.650
25%

31-Okt-13
7.798.588.566

31-Okt-14
11.484.719.902
47%

Grafik pertumbuhan pendapatan IAI periode 20102014 adalah sebagai berikut:

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

65

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Dalam masa kepengurusan DPN periode 20102014, pendapatan IAI meningkat sebesar Rp17,7
milyar atau meningkat 117%, dari Rp15,11 milyar di periode 2010 menjadi Rp32,83 milyar di
periode 2014.
Kontribusi dari kegiatan PPL dalam total pendapatan secara keseluruhan sangat signifikan.
Pendapatan meningkat sebesar Rp6,58 milyar dari Rp7,73 milyar di periode 2010 menjadi Rp14,31
di periode 2014. Proporsi pendapatan PPL pada periode 2010 hingga 2014 berkisar antara 44%59%
dari total pendapatan IAI.
Pendapatan PPL per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan pendapatan IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Pendapatan PPL mengalami pertumbuhan signifikan
selama periode 31 Oktober 2014. Pendapatan PPL naik sebesar 44% pada periode berjalan atau
setara dengan Rp1,98 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Grafik pendapatan kegiatan PPL

Penerimaan kegiatan keanggotaan IAI pada periode 2010 hingga 2014 meningkat signifikan. Dalam
periode tersebut penerimaan keanggotaan melonjak hampir 5 (empat) kali lipat dari Rp0,55
milyar pada 2010 menjadi Rp3,22 milyar pada 2014 atau meningkat sekitar 492% dalam kurun
waktu 4(empat) tahun. Meningkatnya jumlah keanggotaan IAI sangat mempengaruhi penerimaan
kegiatan ini.
Pendapatan keanggotaan per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan pendapatan IAI selama 4 (em
pat) bulan yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Pendapatan keanggotaan mengalami
pertumbuhan signifikan selama periode 31 Oktober 2014. Pendapatan keanggotaan naik sebesar
21% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,16 milyar dibandingkan periode yang sama
sebelumnya.

66

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Grafik pendapatan kegiatan Keanggotaan

Penerimaan special events IAI meningkat cukup signifikan. Penerimaan kegiatan special events
bergerak dari Rp2,66 milyar di periode 2010 menjadi 5,22 di periode 2014. Meningkat sekitar
70% selama periode tersebut.
Pendapatan special events per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan pendapatan IAI selama 4
(empat) bulan yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Pendapatan special events me
ngalami pertumbuhan signifikan selama periode 31 Oktober 2014. Pendapatan special events
naik sebesar 52% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,66 milyar dibandingkan periode
yang sama sebelumnya.
Grafik pendapatan kegiatan Special Events

Penerimaan kegiatan PPA, sertifikasi, umum, administrasi dan lainnya IAI pada periode 2010 hingga
2014 meningkat signifikan. Dalam periode tersebut penerimaan PPA, sertifikasi, umum, adminis
trasi dan lainnya melonjak hampir 2 (dua) kali lipat dari Rp1,84 milyar di periode 2010 menjadi
Rp4,93 milyar pada 2014 atau meningkat sekitar 168% dalam kurun waktu 4 (empat) tahun.
Pendapatan kegiatan PPA, sertifikasi, umum, administrasi dan lainnya per tanggal 31 Oktober
2014 merupakan pendapatan IAI selama 4 (empat) bulan yang dimulai untuk tahun buku per 1
Juli 2014. Pendapatan tersebut mengalami pertumbuhan signifikan selama periode 31 Oktober

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

67

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

2014. Pendapatan naik sebesar 32% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,39 milyar
dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Grafik pendapatan kegiatan PPA, Sertifikasi, Umum, Administrasi dan Lainnya

Pendapatan terikat temporer IAI juga meningkat dari Rp2,36 milyar di periode 2010 menjadi
Rp5,69 milyar di periode 2014, atau meningkat sebesar 144%. Secara konsisten IAI memperoleh
penerimaan hibah terkait dengan penyusunan standar akuntansi dan kegiatan umum yang me
majukan IAI.
Pendapatan terikat temporer per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan pendapatan IAI selama
4 (empat) bulan yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Pendapatan terikat temporer
mengalami pertumbuhan signifikan selama periode 31 Oktober 2014. Pendapatan special events
naik sebesar Rp0,50 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Grafik pendapatan Terikat Temporer

Pendapatan Periode 30 Juni 2014


Selama tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2014, IAI berhasil membukukan pendapatan tidak
terikat sebesar Rp27,15 Milyar, meningkat 10% dari periode 2013 dan pendapatan terikat tem
porer sebesar Rp5,69 Milyar, meningkat 264% dari periode 2013. Kontribusi terbesar terhadap
pendapatan tahun 2014 berasal dari kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan yaitu sebesar

68

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

44%, disusul dengan Special Event IAI sebesar 14%, Umum, Administrasi dan Lainnya sebesar 13%,
Keanggotaan sebesar 10%, Lainnya sebesar 1% dan pendapatan terikat temporer sebesar 18%.
Pendapatan terikat temporer merupakan hibah project world bank sebesar Rp4,19 Milyar atau
13% dari total pendapatan dan pengembangan SAK yang sumbernya berasal dari dana program
konvergensi IFRS dari SRO sebesar Rp1,5 Milyar atau 5% dari total pendapatan.
Tabel persentase pendapatan per kegiatan adalah sebagai berikut:
Keterangan
Kegiatan Keanggotaan

Jumlah

Persentase

3.224.599.316

10%

14.311.791.414

44%

197.000.000

0%

4.682.504.539

14%

575.800.001

2%

Umum, Administrasi dan Lainnya

4.153.831.380

13%

Kegiatan Pengembangan Standar Akuntansi

1.500.000.000

5%

Hibah Project World Bank

4.189.150.000

13%

32.834.676.650

100%

Kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan


Kegiatan Pendidikan Profesi Akuntansi
Kegiatan Acara (Special Event IAI)
Kegiatan Ujian Sertifikasi

Pie Chart persentase pendapatan per kegiatan periode 2014 adalah sebagai berikut:

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

69

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

BEBAN
Beban IAI mengalami mengalami kenaikan selama periode 20112014. Beban naik sebesar 57%
pada tahun 2011 dibanding periode 2010, naik sebesar 11% pada periode 2012 dibanding perio
de 2011, naik sebesar 10% pada periode 2013 dibanding periode 2012, naik sebesar 20% pada
periode 2014 dibanding periode 2013.
Beban IAI meningkat karena adanya pemutakhiran dan integrasi sistem IT antar divisi dan penam
bahan cabang (Knowledge Centre) di Daan Mogot dan Mall of Indonesia seiring dengan berkem
bangnya organisasi IAI dan bertambahnya keanggotaan IAI.
Beban per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan yang dimulai
untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban IAI mengalami pertumbuhan, namun tidak sesignifikan
pertumbuhan pendapatan, yaitu sebesar 8% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,82
milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Tabel peningkatan beban periode 20102014 adalah sebagai berikut:
Keterangan
Beban
Persentase

30-Jun-10
13.893.352.957

30-Jun-11
21.792.184.176
57%

30-Jun-12
24.128.832.749
11%

30-Jun-13
26.486.656.889
10%

30-Jun-14
31.861.704.714
20%

31-Okt-13
10.248.520.451

31-Okt-14
11.064.368.650
8%

Grafik peningkatan beban IAI periode 20102014 adalah sebagai berikut:

Beban IAI meningkat sebesar Rp17,97 milyar atau meningkat 129%, dari Rp13,89 milyar di periode
2010 menjadi Rp32,86 milyar di periode 2014.
Beban kegiatan PPL meningkat sebesar Rp6,10 milyar dari Rp5,51 milyar di periode 2010 menjadi
Rp11,61 milyar di periode 2014 atau meningkat sebesar 129%.
Beban PPL per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan yang dimulai
untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban PPL meningkat tipis sebesar 4% pada periode berjalan
atau setara dengan Rp0,16 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

70

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Grafik beban kegiatan PPL

Beban kegiatan keanggotaan meningkat sebesar Rp1,53 milyar dari Rp0,32 milyar di periode 2010
menjadi Rp1,84 milyar di periode 2014 atau meningkat sebesar 478%.
Beban keanggotaan per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban keanggotaan mengalami penurunan sebesar
13% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,11 milyar dibandingkan periode yang sama
sebelumnya.
Grafik beban kegiatan Keanggotaan

Beban special events meningkat sebesar Rp1,64 milyar dari Rp1,35 milyar di periode 2010 menjadi
Rp2,98 milyar di periode 2014 atau meningkat sebesar 122%.
Beban special events per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban special events meningkat sebesar 79% pada
periode berjalan atau setara dengan Rp0,63 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

71

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Grafik beban kegiatan Special Events

Beban kegiatan PPA, sertifikasi, hubungan international, pengembangan standar, umum, admin
istrasi dan lainnya meningkat sebesar Rp9,42 milyar dari Rp4,18 milyar di periode 2010 men
jadi Rp13,60 milyar di periode 2014 atau meningkat sebesar 225%. Peningkatan beban tersebut
dikarenakan adanya beban pengembangan standar yang ditanggung IAI sebesar Rp2,33 milyar
selama periode 2010 sampai 2014, dan adanya beban hubungan international Rp2,23 milyar
selama periode yang sama.
Beban kegiatan PPA, sertifikasi, hubungan international, pengembangan standar, umum, adminis
trasi dan lainnya per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban tersebut meningkat tipis sebesar 6% pada
periode berjalan atau setara dengan Rp0,21 milyar dibandingkan periode yang sama sebelumnya.
Grafik beban kegiatan PPA, Sertifikasi, Hubungan International, Pengembangan standar, Umum,
Administrasi dan Lainnya

Beban terikat temporer IAI mengalami penurunan sebesar Rp0,71 milyar dari Rp2,54 milyar di
periode 2010 menjadi Rp1,83 milyar di periode 2014, atau mengalami penurunan sebesar 28%.
Beban terikat temporer per tanggal 31 Oktober 2014 merupakan beban IAI selama 4 (empat) bulan
yang dimulai untuk tahun buku per 1 Juli 2014. Beban terikat temporer mengalami penurunan

72

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

meningkat sebesar 8% pada periode berjalan atau setara dengan Rp0,08 milyar dibandingkan
periode yang sama sebelumnya.
Grafik beban Terikat Temporer

Beban periode 30 Juni 2014


Selama tahun buku yang berakhir pada 30 Juni 2014, IAI membukukan beban tidak terikat sebesar
Rp30,03 Milyar, meningkat 19% dari periode 2013 dan beban terikat temporer sebesar Rp1,83
Milyar, meningkat 52% dari periode 2013. Kontribusi terbesar terhadap beban periode 2014 berasal
dari kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan yaitu sebesar 37%, Umum, Administrasi dan
Lainnya sebesar 35%, beban kegiatan lainnya sebesar 22% dan beban terikat temporer sebesar 6%.
Beban terikat temporer merupakan pengembangan SAK yang sumbernya berasal dari dana pro
gram konvergensi IFRS dari SRO.
Berikut tabel persentase beban per kegiatan:
Keterangan
Kegiatan Keanggotaan

Jumlah

Persentase

1.844.309.156

6%

11.609.900.786

37%

107.263.062

0%

2.981.651.623

9%

701.056.849

2%

11.112.285.933

35%

Hubungan International

635.318.800

2%

Pengembangan Standar

1.042.048.047

3%

Kegiatan Pengembangan Standar Akuntansi

1.827.870.458

6%

31.861.704.714

100%

Kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan


Kegiatan Pendidikan Profesi Akuntansi
Kegiatan Acara (Special Event IAI)
Kegiatan Ujian Sertifikasi
Umum, Administrasi dan Lainnya

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

73

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Pie Chart persentase pendapatan per kegiatan periode 2014 adalah sebagai berikut:

ASET BERSIH
Aset bersih tidak terikat pada periode 2011, 2012, 2013, dan 2014 mengalami pertumbuhan
yang cukup baik yaitu naik sebesar 119% pada tahun 2011 dibanding tahun 2010, naik sebesar
11% pada tahun 2012 dibanding tahun 2011, turun sebesar 3% pada tahun 2013 dibanding tahun
2012, dan turun sebesar 16% pada tahun 2014 dibanding tahun 2013. Secara keseluruhan aset
bersih tidak terikat mengalami peningkatan sebesar Rp6,90 Milyar dari sebesar Rp7,16 Milyar
tahun 2010 menjadi Rp14,06 Milyar pada tahun 2014, selama periode 4 tahun.
Sementara untuk aset bersih terikat temporer tidak mengalami pertumbuhan seperti halnya aset
bersih tidak terikat. Aset bersih terikat temporer turun sebesar 120% pada tahun 2011 dibanding
tahun 2010, turun sebesar 121% pada tahun 2012 dibanding tahun 2011, naik sebesar 15% pada
tahun 2013 dibanding tahun 2012, dan naik sebesar 187% pada tahun 2014 dibanding tahun
2013. Secara keseluruhan aset bersih terikat temporer mengalami penurunan sebesar Rp3,64
Milyar dari sebesar Rp5,44 Milyar tahun 2010 menjadi Rp1,80 Milyar pada tahun 2014, selama
periode 4 tahun.
Total Aset Bersih IAI secara keseluruhan dalam periode 20112014 mengalami pertumbuhan
masing-masing, tahun 2011 tumbuh sebesar 16% dibanding tahun 2010, tahun 2012 naik sebesar
3% dibanding tahun 2011, tahun 2013 turun sebesar 1% dibanding tahun 2012, dan tahun 2014
naik sebesar 6% dibanding tahun 2013. Secara keseluruhan aset bersih IAI mengalami peningkat
an sebesar Rp3,03 Milyar dari sebesar Rp12,61 Milyar tahun 2010 menjadi Rp15,65 Milyar pada
tahun 2014, selama periode 4 tahun.
Aset bersih untuk periode 4 (bulan) yang berakhir 31 Oktober 2014 meningkat sebesar 3% diban
dingkan aset bersih per 30 Juni 2014. Kenaikan aset bersih terutama kinerja positif IAI selama
periode 4 (bulan) yang berakhir 31 Oktober 2014.

74

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Rincian peningkatan Aset Bersih sebagaimana table berikut ini:


Keterangan
Aset Bersih Tidak Terikat
% Kenaikan (Penurunan)
Aset Bersih Terikat Temporer
% Kenaikan (Penurunan)
Total Aset Bersih
% Kenaikan (Penurunan)

30-Jun-10
7.169.151.445
5.444.304.201
12.613.455.646

30-Jun-11
15.675.520.927
119%
(1.095.169.105)
-120%
14.580.351.822
16%

30-Jun-12
17.397.339.632
11%
(2.424.198.474)
121%
14.973.141.158
3%

30-Jun-13
16.822.781.301
-3%
(2.062.989.801)
-15%
14.759.791.500
-1%

30-Jun-14
31-Okt-14
14.061.586.609 14.906.460.257
-16%
6%
1.798.289.741
1.373.675.012
-187%
-24%
15.859.876.350 16.280.135.269
7%
3%

Perkembangan aset bersih IAI dari tahun 20112014 adalah sebagai berikut:

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

75

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

usunan

PENGURUS IAI PERIODE

2010-2014

76

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

DEWAN PENASIHAT
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Moermahadi Soerja Djanegara (Ketua)


Ainun Naim
Atjeng Sastrawidjaya
B. Hartono
Herwidayatmo
Langgeng Subur
Mustofa

SUSUNAN
PENGURUS IAI
PERIODE 20102014
Per 1 November 2014

Ahmadi Hadibroto menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat dari 10 Desember 2010 hingga mengajukan untuk tidak aktif per 25 Juni 2012.

DEWAN PENGURUS NASIONAL


1. Mardiasmo (Ketua)
2. Ardan Adiperdana
3. Cris Kuntadi
4. Eko Sunarko
5. Erick
6. Dwi Setiawan Susanto
7. Heliantono
8. Ito Warsito
9. Jusuf Halim
10. Kusmanadji
11. Khomsiyah
12. Maliki Heru Santosa
13. Sudirman Said
14. Sidharta Utama
15. Wahyu K. Tumakaka
16. Nunuy Nur Afiah (ex officio Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pendidik/KAPd)
17. Dadang Kurnia (ex officio Ketua IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik/KASP)
18. P.M. John Hutagaol (ex officio Ketua IAI Kompartemen Akuntan Pajak/KAPj)
19. Tarkosunaryo (ex officio Ketua Institut Akuntan Publik Indonesia)
20. M. Afdal Bahaudin (ex officio Ketua Institut Akuntan Manajemen Indonesia)
Selama periode 2010-2014, Anggota DPN ex officio Kompartemen/Asosiasi mengalami pergantian sesuai
masa jabatannya sebagai berikut:
IAI Kompartemen Akuntan Pendidik
1. M. Nasir, menjabat anggota DPN per 14 Oktober 2010 s.d. 22 September 2012
2. Supriyadi menjabat anggota DPN per 22 September 2012 s.d. 24 September 2014
3. Nunuy Nur Afiah menjabat anggota DPN sesuai hasil Rapat Anggota pada tanggal 24 September 2014.
IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik
1. Djadja Sukirman menjabat anggota DPN per s.d. 12 Juni 2014
2. Dadang Kurnia menjabat anggota DPN sesuai hasil Rapat Anggota pada tanggal 12 Juni 2014.
IAI Kompartemen Akuntan Pajak
P. M. John L. Hutagaol menjabat anggota DPN sesuai hasil Rapat Anggota pembentukan IAI KAPj dan
pemilihan Ketua pada tanggal 13 Maret 2014.
Institut Akuntan Publik Indonesia
1. Tia Adityasih menjabat anggota DPN s.d. 12 Desember 2012.
2. Tarkosunaryo menjabat anggota DPN sesuai hasil Rapat Umum Anggota pada tanggal 5 Juni 2013.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

77

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

MAJELIS KEHORMATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Dani Sudarsono (Ketua)


Adji Suratman
Aas Asikin Idat
Achmad Sanusi
Djoko Susanto
Eko Suwardi
Sukrisno Agoes

KOMITE ETIKA
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Cris Kuntadi (Ketua)


Unti Ludigdo
Ardan Adiperdana
Bambang Pamungkas
Ignasius Jonan
Linus M. Setiadi
Maliki Heru Santosa
Sugiarto Sugiyo

Selama periode 20102014, Anggota Komite Etika mengalami pergantian sebagai berikut:
1. V. J. H. Boentaran menjabat Ketua Komite Etika hingga 13 Desember 2012 yang mengundurkan diri
dengan alasan kesehatan.
2. Unti Ludigdo menjabat ketua Komite Etika menggantikan VJH. Boentaran hingga 20 Februari 2014.
3. Cris Kuntadi menjabat ketua Komite Etika sesuai ketetapan DPN per tanggal 20 Februari 2014.
4. Ignasius Jonan, Maliki Heru Santosa, Ardan Adiperdana menjabat Menjadi Anggota Komite Etika
sesuai hasil rapat DPN tanggal 3 September 2013.

KOMITE EVALUASI DAN REKOMENDASI


PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
1. Indra Wijaya Kusuma (Ketua)
2. Langgeng Subur
3. Vita Silvira
4. Sunarsip
5. Khomsiyah
6. Cris Kuntadi
7. Ito Warsito
KERPPA secara struktur beralih menjadi bagian dari Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional yang dibentuk
IAI pasca KLB 2012.

DEWAN SERTIFIKASI AKUNTAN PROFESIONAL


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

78

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

Khomsiyah (Ketua)
Bambang Sudibyo
Zaki Baridwan
Agung Nugroho Sudibyo
Cris Kuntadi
Ito Warsito
Indra Wijaya Kusuma
Jusuf Halim
Lindawati Gani

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

10. Langgeng Subur


11. Sidharta Utama
12. Sudirman Said
13. Setio Anggoro Dewo
14. Sunarsip
15. Vita Silvira
16. Wahyu K. Tumakaka
DSAP dibentuk sesuai amanah AD ART IAI 2012 sebagai hasil keputusan KLB 27 Juni 2012.
Ronny K. Moentoro, ex officio Ketua Panitia Ahli Pertimbangan Persamaan Ijazah Akuntan menjadi anggota
DSAP hingga Juli 2013 karena meninggal dunia.

DEWAN PENGUJI US AAP


1. Dadang Kurnia (Ketua-ex officio Ketua IAI KASP)
2. Djadja Sukirman
3. Ardan Perdana
4. Bagus Rumbogo
5. Dwi Setiawan Setianto
6. Hasiolan P.
7. Iskandar Mirsyad
8. Maliki Heru Sentosa
9. Margustienny
10. Ratnaningsih
11. Regina J. Arsiah
12. Slamet Sudarsono
13. Slamet Heryadi
14. Widodo Mumpuni
15. Wiharto
16. Yuniar Yanuar
Dengan adanya Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional, maka seluruh Dewan Penguji US AAP selanjutnya
menjadi bagian dari DSAP.
Djadja Sukirman menjadi Ketua DP USAAP hingga masa jabatannya sebagai ketua IAI KASP berakhir per
12 Juni 2014.

DEWAN KONSULTATIF STANDAR AKUNTANSI


KEUANGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

Ilya Avianti (Ketua)


Abdul Rahman
Agung Nugroho Sudibyo
Anis Baridwan
Bambang Setiawan
Binsar Simanjuntak
Gatot Trihargo
Istini T. Siddharta
Johnny Darmawan Danusasmita
Sandiaga Uno
Setio Anggoro Dewo
Sudiro Asno

Syafri Adnan Baharuddin menjadi anggota DKSAK hingga 2012 karena mendapat tugas negara di luar
negeri.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

79

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

DEWAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN


1. Rosita Uli Sinaga (Ketua)
2. Danil S. Handaya (Wakil Ketua)
3. Djohan Pinnarwan (Wakil Ketua)
4. Setiyono Miharjo
5. Irsan Gunawan
6. Budi Susanto
7. Sylvia Veronica Siregar
8. Patricia
9. Lianny Leo
10. Teguh Supangkat (Ex officio Otoritas Jasa Keuangan Perbankan)
11. I. B. Aditya Jayaantara (Ex officio Otoritas Jasa Keuangan Pasar Modal)
12. P. M. John L. Hutagaol (Ex officio Direktorat Jenderal Pajak)
13. Kristianto Andi Handoko (Ex officio Otoritas Jasa Keuangan Industri Keuangan
Non-Bank)
Selama periode 2010-2014, Anggota DSAK berikut mengalami pergantian sesuai berakhirnya masa tugasnya, yaitu:
Tahun 2012, berakhir masa tugas:
1. G. A. Indira, meninggal dunia
2. Roy Iman Wirahardja
3. Merliyana Syamsul
4. Meydiah Indreswari
5. Jumadi
Tahun 2013, berakhir masa tugas:
1. Ludovicus Sency Wondabio
2. Etty Retno Wulandari
3. Saptoto Agustomo
4. Ferdinand D. Purba
Tahun 2014, berakhir masa tugas:
1. Eddy R. Rasyid
2. Fadilah Kartikasasi
3. Liauw She Jin
4. Yunirwansyah, berpindah tugas ke Sumatera Utara

TIM IMPLEMENTASI SAK


1. Roy Iman Wirahardja
2. Merliyana Syamsul
3. Ade Ikhwan
4. Jumadi
5. Ludovicus Sency W.
6. Novrys Suhardianto
7. Poppy Sofia K.
8. Singgih Wijayana
9. Tjoa Tjek Nien
Per tanggal 12 Juli 2013, terjadi penggantian anggota Tim Implementasi IFRS Perio
de 2009-2012 yaitu: Dudi M Kurniawan, Basar Alhuenius, Dwi Martani, Eddy Indradi,
Godang Parulian, Herwan Ng, Hendang Tanusdjaja, Ratna Wijaya, Michelle Bernardi,
Chaerul D. Djakman, Herwan Ng, dan Lianny Leo.

80

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

SUSUNAN PENGURUS IAI


PERIODE 2010-2014

DEWAN STANDAR AKUNTANSI SYARIAH


1. M. Jusuf Wibisana (Ketua)
2. Amin Musa
3. Arif Machfoed
4. Cecep Maskanul Hakim
5. Dewi Astuti
6. Endy M. Astiwara
7. Hasanudin
8. Ikhwan Abidin Basri
9. Kanny Hidaya
10. Setiawan Budi Utomo
11. Sri Yanto
12. Wiroso
13. Abdul Ghofar
14. Moch. Muchlisin
Per tanggal 25 Juli 2011 3 (tiga) Anggota DSAS IAI yaitu Agus Edy Siregar, Dwiyanto, Kalamuddinsjah
mengajukan untuk tidak aktif, sedangkan Wasilah berakhir masa tugas per 5 Pebruari 2014.

MANAJEMEN EKSEKUTIF
1.
2.
3.
4.
5.

Elly Zarni Husin (Direktur Eksekutif)


Deny Poerhadiyanto (Direktur Komunikasi, Pemasaran dan Pengembangan Bisnis)
Yakub (Direktur Pegembangan Kompetensi dan Implementasi SAK)
Aucky Pratama Setya Dharma (Direktur Teknis)
Ahmed Ishomuddin (Plt. Direktur Umum, Akuntansi dan Keuangan)

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

81

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Prof Mardiasmo, MBA., PhD., CfrA., QIA., Ak., CA


Prof. Mardiasmo, 56 tahun adalah Ketua DPN IAI periode 20102014. Mardiasmo berhasil membawa budaya baru di IAI, dengan gaya
kepemimpinannya yang cair, akrab, namun visioner dan profesional.
Saat ini, Mardiasmo dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan Kabinet
Kerja 2014-2019. Selain Wamenkeu, ia memikul tanggung jawab lain sebagai Plt Direktur Jenderal Pajak mulai 1 Desember 2014. Sebelum itu,
kelahiran Solo, 1958 ini menjabat Kepala Badan Pengawasan Keuangan
dan Pembangunan (BPKP) sejak 2010. Mardiasmo juga pernah menjabat
Dirjen Perimbangan Keuangan Negara, Kemenkeu.
Di luar pekerjaan formal, kepakarannya di bidang akuntansi membawa
Mardiasmo terlibat sebagai Ketua Tim Quality Assurance Reformasi Birokrasi Nasional (2011 sekarang) dan Wakil Ketua Tim Evaluasi dan
Pengawasan Percepatan Anggaran (2011 sekarang), termasuk juga
beberapa jabatan Komisaris Utama di perusahaan besar.
S-1 Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada 1981, menjadi awal deretan
gelarnya. Setelah itu, pada 1989 Master of Business Administration (MBA)
dari University of Bridgeport, Connecticut, AS, berhasil diraih. Dan pada
1999, gelar S3-nya dari School of Public Policy, University of Birmingham,
Inggris. Hingga saat ini, dia masih menjabat guru besar akuntansi sektor
publik dari UGM.

Dr. Ardan Adiperdana MBA., CfrA., Ak., CA


Di DPN IAI periode 2010-2014, Dr. Ardan Adiperdana merupakan koordinator bidang pengembangan IAI Knowledge Center, sekaligus terlibat
di bidang praktik sektor publik, bidang pendanaan serta pengembangan
organisasi dan penataan hubungan internal. Ardan merupakan anggota
Komite Etika IAI dan pernah menjadi Ketua IAI Wilayah DKI Jakarta. Sebagai
akuntan, pria kelahiran Singkawang tahun 1959 ini lama berkarier di Kementerian Keuangan dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
(BPKP). Di BPKP, peraih gelar Master of Business Administration dari Saint
Marys University, Canada ini dipercaya sebagai Deputi Kepala BPKP bidang Akuntan Negara. Ardan memperoleh gelar S-3 dari Universitas Indonesia. Selain itu, sejak 2013, Ardan dipercaya menduduki kursi Komisaris
Utama PT. Jasa Raharja (persero).

82

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Dwi Setiawan Susanto, MSi., Ak., CA


Sebagai anggota DPN IAI, Dwi Setiawan Susanto, 45 tahun ditugasi menjadi
Koordinator bidang Peningkatan Image IAI. Dalam kapasitas itu, Dwi seringkali berkomunikasi dengan para jurnalis untuk mempromosikan IAI dan dunia akuntan. Selain itu, Dwi juga sebagai anggota tim penanggung jawab
program IAI bidang Praktik Sektor Publik. Sebagai pegawai karier di Badan
Pemeriksa Keuangan (BPK), saat ini, kelahiran Jakarta ini menjabat sebagai
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BPK-RI sejak pertengah
an 2014 ini. S-1 Akuntanisnya diperoleh dari Universitas Diponegoro tahun
1994. Kemudian dia melanjutkan di program magister akuntansi Universitas
Indonesia, tahun 2002. Saat ini, Dwi tengah menempuh pendidikan S3 di
Universitas Brawijaya.

Dr. Cris Kuntadi, MM., CPA., Ak., CA


Di DPN IAI, Cris Kuntadi duduk sebagai koordinator untuk program kerja IAI
bidang Stakeholder Management, Public Relation, dan Peningkatan Imej IAI.
Selain itu, Cris juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Etika IAI periode 2014
2015 dan anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional (DSAP), serta
Pemimpin Redaksi Majalah Akuntan Indonesia yang diterbitkan IAI. Saat ini,
Cris menjabat sebagai Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
Wilayah Provinsi Jawa Tengah, sejak medio 2014 ini. Sebelumnya, alumni
STAN angkatan 1988 itu adalah Kepala Pusdiklat BPK dari 2010 sampai
2014. Setelah lulus dari STAN, Cris melanjutkan pendidikan ke Universitas
Indonesia, di jurusan akuntansi. Pendidikan S2-nya ditempuh di Magister
Manajemen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta serta konsentrasi Auditing
(international class) dan Erasmus Universiteit Rotterdam, Nederland, konsentrasi International Business di tahun 1998-2000. Gelar doktornya diraih
dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2009.

Eko Sunarko, MM., Ak., CA


Anggota DPN IAI kelahiran Mojokerto 1056 ini kini memangku jabatan Direktur Utama PT Pupuk Iskandar Muda, Aceh. Tak heran, komitmennya untuk organisasi membuat Eko sering mondar-mandir Aceh-Jakarta. Eko merupakan
lulusan Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Airlangga, dan melanjutkan pendidikan S-2 di Universitas Gajah Mada jurusan Keuangan Perbankan
pada 1993. Sebelum menjadi Dirut PT PIM, Eko pernah memimpin PT Pupuk
Sriwijaya (20112013), dan PT Pupuk Kalimantan Timur (20042010).
Dalam kepengurusan DPN IAI, beliau menjadi koordinator penanggung jawab
program kerja mewujudkan IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayaan publik dan penghargaan kepada profesi. Ia menjadi penanggung jawab
untuk bidang konvergensi standar internasional serta pengembangan pasar
modal dan industri keuangan. Selain itu, untuk program kerja mewujudkan IAI
sebagai organisasi yang memiliki governance system yang baik, Eko menjadi
penanggung jawab bidang pendanaan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

83

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Erick SH., M.Si., CPA., CA


Erick merupakan anggota DPN IAI termuda yang dipilih dalam Kongres XI
IAI, Jakarta. Selain sebagai akuntan, Erick juga dikenal sebagai praktisi di
bidang hukum. Ia menjabat Managing Partner pada JMT Law House, sejak
2003 hingga sekarang. Erick merupakan lulusan D-IV STAN dan sarjana dari
Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Selanjutnya, pria yang lahir di Jakarta
tahun 1973 ini meraih gelar Master Akuntansi Managemen dari Universitas
Indonesia dan kini tengah menempuh pendidikan S-3 di Malaysia. Di kepeng
urusan DPN IAI periode 20102014, Erick menjadi koordinator bidang
teknologi komunikasi dan informasi. Selain itu, Erick juga terlibat di bidang
kebijakan publik dan pengembangan pasar modal dan industri keuangan,
serta program kerja mewujudkan IAI sebagai organisasi yang mendapat kepercayaan publik dan penghargaan kepada profesi.

Heliantono M.Ak., CIFRS., CPA., Ak., CA


Heliantono merupakan anggota DPN IAI berlatar belakang akuntan publik.
Dalam kepengurusan DPN periode 20102014, Heli menjadi penanggung
jawab bidang pendanaan untuk program kerja mewujudkan organisasi yang
memiliki governance system yang baik. Selain itu, ia juga terlibat di bidang
teknologi informasi dan komunikasi, peningkatan image IAI serta stakeholder
management, dan PR. Heli saat ini adalah Rekan Pimpinan di Kantor Akuntan
Publik Heliantono dan Rekan. Pria kelahiran Yogyakarta 1964 ini merupakan
alumnus D-IV Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), jurusan akuntansi,
dan Magister Akuntansi Universitas Mercubuana. Saat ini ia berstatus se
bagai mahasiswa program doktor di Universitas Trisakti, dan juga pengajar
di Universitas Mercubuana, Jakarta.

Ito Warsito, MBA, Ak, CA, CSA


Ito Warsito, 53 tahun adalah anggota DPN IAI yang menjadi koordinator
penanggung jawab terhadap bidang pendanaan. Ia juga terlibat di bidang Konvergensi Standar Internasional, Stakeholders Management, PR,
dan Peningkatan Imej IAI. Ito pernah menjadi Anggota Dewan Sertifikasi
Akuntan Profesional (DSAP) IAI, Anggota Dewan Penguji Ujian Sertifikasi
Akuntan Profesional (DP-USAP), serta Anggota Komite Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan Profesioal Akuntansi (KERPPA). Saat ini Ito masih
menjabat Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia. Ia menduduki jabatan
itu sejak 2009, dan kini adalah periode kedua. Sepanjang kariernya, Ito
banyak berkiprah di perusahaan keuangan milik pemerintah. Seperti Direktur Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (20062009), Direktur Utama
Bahana Securities (20032006), dan Direktur Investment Banking Bahana Securities (2001). Pendidikan formalnya ditempuh di Sekolah Tinggi
Akuntansi Negara (STAN) jurusan Akuntansi lulus tahun 1989. Program
magisternya ditamatkan dari Harvard Business School tahun 1994.

84

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Dr. Jusuf Halim, MH., Ak., CA


Jusuf Halim, 58 tahun, adalah Anggota DPN IAI yang bertugas sebagai
koordinator bidang Konvergensi Standar Internasional IAI. Sebelum menjadi
anggota DPN, Jusuf sudah aktif sebagai Ketua Komite Standar Akuntansi
Keuangan IAI (19941998) dan Ketua Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (20032006). Di tahun 20062010, Jusuf juga menduduki posisi
Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DK-SAK). Selama 24 tahun,
Jusuf berkiprah di dunia pendidikan sebagai dosen di Universitas Indonesia.
Di periode itu, ia menjabat Lektor Kepala FE UI jurusan Akuntansi. Tak hanya
di sektor pendidikan, Jusuf pun aktif di ranah privat. Sejak 2006, ia menjadi
Komisaris Independen di PT Bank OCBC NISP Tbk. Ia juga pernah menjadi
praktisi di Deloitte. Selain itu Jusuf juga pernah aktif sebagai Anggota Dewan
Kehormatan Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) tahun 20102013. Jusuf
lulus S1 Akuntansi Universitas Indonesia tahun 1982. Gelar doktor di bidang
manajemen stratejic diraih tahun 2009 dari UI.

Dr. Khomsiyah, MM., Ak., CA


Khomsiyah merupakan satu-satunya srikandi Anggota DPN IAI yang terpilih dalam Kongres XI IAI di Jakarta. Sebagai anggota DPN, sosok akademisi ini menjadi penanggungjawab bidang Kompetensi Akuntan untuk
program kerja mewujudkan IAI sebagai organisasi yang memberikan value
bagi anggota. Selain itu, ia juga masuk dalam jajaran penanggung jawab
bidang pengembangan organisasi dan penataan hubungan internal, serta
bidang kebijakan publik dan pengembangan IAI Knowledge Center. Ia juga
menjabat sebagai Ketua Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional IAI. Khomsiyah hingga saat ini adalah akademisi Universitas Trisakti dan Universitas
Gadjah Mada. Kelahiran Bangkalan 10 Januari 1959 ini pernah menjabat
sebagai Komite Audit PT RNI (Persero), Komite Manajemen Risiko PT Jamsostek (Persero). Khomsiyah adalah akuntan lulusan Universitas Gadjah
Mada pada tahun 1983. Ia melanjutkan pendidikan S-2 Akuntansi Manajemen di Universitas Trisakti pada tahun 1996, dan meraih gelar doktor di
bidang Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005.

Kusmanadji, MBA., Ak., CA.


Kusmanadji mengawali kariernya di Kementerian Keuangan sebagai Kepala
Program Pendidikan dan Pelatihan. Selanjutnya lulusan D-IV STAN ini ditunjuk untuk memimpin kampus tempatnya menimba ilmu, sejak 2008 hingga
sekarang. Pria kelahiran Pati, 15 September 1960 ini menempuh pendidikan pascasarjananya di University of New Brunswick, Canada. Sebagai
DPN IAI, Kusmanadji bertanggungjawab dalam bidang kompetensi akuntan
dan peningkatan imej IAI, bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta
praktik sektor publik.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

85

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Maliki Heru Santosa, MBA., CRMA., Ak., CA


Maliki Heru Santosa kini menduduki jabatan Inspektur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri RI. Sebelumnya, ia berkarier di BPKP dengan jabatan
terakhir Kepala Perwakilan BPKP DKI Jakarta. Kelahiran 14 Mei 1958 ini,
merupakan lulusan D-IV STAN, dan memperoleh gelar Master (MBA) dari
Saint Marys University, Canada pada tahun 1992, dan kini tengah menempuh pendidikan doktornya di Institut Pertanian Bogor. Pada kepengurusan
IAI priode 20102014, Maliki dipercaya untuk menjadi koordinator bidang
praktik sektor publik dalam program kerja DPN mewujudkan IAI sebagai organisasi yang memberikan value bagi key stakeholders. Di samping itu, ia
juga bertanggung jawab untuk bidang konvergensi standar internasional,
kebijakan publik, serta dalam program mewujudkan IAI sebagai organisasi
yang mendapat kepercayaan publik dan penghargaan kepada profesi. Maliki juga tercatat sebagai anggota Komite Etika IAI dan anggota Dewan
Penguji US AAP.

Prof. Sidharta Utama, MBA., Ak., CFA., CA


Di DPN IAI, Sidharta Utama, 49 tahun membidangi Hubungan Internasional. Ia juga menjabat anggota Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional
(DSAP) IAI dan pernah menjadi Anggota DSAK IAI. Di kancah global, Sidharta ditunjuk sebagai anggota International Accounting Education Standard Board (IAESB) periode 20142017. Saat ini ia menjadi guru besar
tetap yang mengabdi di almamaternya di Universitas Indonesia. Sidharta
banyak berkecimpung dalam bidang penelitian dan kompetensinya lebih
kepada bidang tata kelola perusahaan, teori dan praktik akuntansi keuang
an, manajemen investasi, analisis laporan keuangan, metode akuntansi
penelitian dan manajemen keuangan. Kepakarannya di bidang governance
mengatarnya menjadi Ketua Dewan Pengurus Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). Di luar itu, ia banyak menjabat sebagai Komite
Audit di beberapa perusahaan seperti PT Hero Tbk, PT Astra Graphia Tbk,
dan PT Astra International Tbk, serta Komite Integritas di Pertamina. Sidharta lulus S-1 Akuntansi dari UI tahun 1987. Kemudian meraih Master
Business Administration (MBA) bidang keuangan dan sistem informasi dari
Indiana University, AS tahun 1990. Sementara program doktoral bidang
akuntansi dicapai dari Texas A&M University, AS tahun 1996.

86

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

PROFIL
ANGGOTA DPN IAI

Sudirman Said, MBA., Ak., CA


Sudirman Said, 51 tahun, adalah anggota DPN IAI yang menjadi koordinator bidang Pengembangan Organisasi dan Penataan Hubungan Internal
IAI. Ia semakin dipercaya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) di Kabinet Kerja. Dalam organisasi IAI, Sudirman pernah menjadi
Direktur Eksekutif IAI selama periode 19961998. Berbekal latar belakang
akuntan dan pemahaman tentang governance, ia juga aktif di Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI). Sebelumnya, Sudirman adalah Direktur
Utama PT Pindad (Persero). Jabatan lain yang pernah disandangnya Wakil
Direktur Utama PT Petrosea Tbk (2013-2014), dan Sekretaris Perseroan
Pertamina (20072008). Ia juga pernah aktif sebagai Penasihat Kepala
Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Nanggroe Aceh DarussalamNias (20072008). Sudirman lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
(STAN) Jakarta tahun 1980. MBA-nya diperoleh dari George Washington
University, AS, dengan konsentrasi Strategic Management dan Organizational Behavior & Development tahun 1994.

Wahyu Tumakaka, MPA., Ak., CA


Wahyu Tumakaka dalam kepengurusan DPN IAI 20102014 menjadi koordinator untuk bidang kebijakan publik dalam program mewujudkan IAI
sebagai organisasi yang memberikan value bagi key stakeholders. Ia juga
terlibat di bidang kompetensi akuntan, bidang hubungan internasional,
serta program kerja mewujudkan organisasi untuk mendapat kepercaya
an publik dan penghargaan kepada profesi. Wahyu juga menjadi anggota
Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional (DSAP) IAI. Wahyu saat ini merupakan Direktur Transformasi Proses Bisnis di Direktorat Jenderal Pajak.
Lulusan D-IV STAN jurusan Akuntansi kelahiran Malang, 1958 ini meraih
gelar Master of Public Administration dari Kennedy School of Government,
Harvard University, Amerika Serikat.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

87

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Pengurus Pusat

LAPORAN KEUANGAN UNTUK


TAHUN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2014

DAN LAPORAN AUDITOR


INDEPENDEN

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


DAFTAR ISI
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014

LAPORAN POSISI KEUANGAN

92 93

LAPORAN AKTIVITAS

94 95

LAPORAN PERUBAHAN ASET NETO

96

LAPORAN ARUS KAS

97

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

90

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

98 130

KEUANGAN IAI

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

91

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Kas dan setara kas

2b,2c,3,41

2.290.438.725

3.206.761.275

Piutang usaha

2b,2d,5,41

1.962.569.563

2.429.175.963

Piutang lain-lain

2b,2d,6,41

34.513.657

135.204.243

Pendapatan yang masih harus diterima

2b,2d,7,40

4.768.968.182

679.195.355

Uang muka dan Biaya dibayar dimuka

2f,8

1.144.937.502

702.625.681

91.294.112

10.292.721.741

7.152.962.517

2b,4,41

1.500.000.000

3.020.000.000

2h,9

5.934.228.176

5.950.879.950

423.429.564

208.119.638

97.537.500

7.857.657.740

9.276.537.088

ASET
ASET LANCAR

Pajak dibayar dimuka

21,13a

ASET TIDAK LANCAR


Investasi dimiliki hingga jatuh tempo
Aset tetap, setelah dikurangi dengan akumulasi
penyusutan untuk periode 30 Juni 2014 dan 2013
masing-masing sebesar Rp3.970.461.281 dan
Rp3.716.905.823
Aset pajak tangguhan
Bank garansi

JUMLAH ASET

21,13d
10

18.150.379.481

16.429.499.605

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

92

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Utang usaha

2b,11,41

350.009.530

448.153.624

Biaya yang masih harus dibayar

2b,12,41

167.314.797

183.681.974

21,13b

102.039.457

178.318.581

14

264.323.854

115.005.000

883.687.638

925.159.179

1.406.815.492

744.548.926

1.406.815.492

744.548.926

2.290.503.130

1.669.708.105

14.061.586.610

16.822.781.301

1.798.289.741

(2.062.989.801)

15.859.876.351

14.759.791.500

LIABILITAS DAN ASET NETO


LABILITAS JANGKA PENDEK

Utang pajak
Pendapatan dierima dimuka

LIABILITAS JANGKA PANJANG


Liabilitas imbalan pasca kerja

JUMLAH LIABILITAS

2j,15a

ASET NETO
Tidak terikat
Terikat temporer

JUMLAH ASET NETO

JUMLAH ASET

18.150.379.481

16.429.499.605

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

93

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN AKTIVITAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan

30 Juni 2014

30 Juni 2013

2k,16
2k,17
2k,18
2k,19
2k,20
2k,21
2k,22
2k,23
2k,24

3.224.599.316
14.311.791.414
197.000.000
4.682.504.539
575.800.001
2.547.100.099
989.539.500
350.000.000
267.191.782
27.145.526.651

1.302.773.342
15.042.016.076
240.000.000
4.944.640.616
685.200.002

2.415.016.472
24.629.646.508

2k,25
2k,26

1.500.000.000

1.500.000.000

1.500.000.000
62.095.481
1.562.095.481

28.645.526.651

26.191.741.989

2k,27
2k,28
2k,29
2k,30
2k,31
2k,32
2k,33
2k,34
2k,35
2k,36
2k,37

1.844.309.156
11.609.900.786
107.263.062
2.981.651.623
701.056.849
2.129.966.038
7.411.276.233
780.150.809
790.892.854
635.318.800
1.042.048.047
30.033.834.257

1.854.246.478
11.512.473.325
88.838.032
1.908.427.887
554.557.190
7.277.150.843
801.486.752
1.288.589.574
25.285.770.081

2k,38
2k,39

1.827.870.458
1.827.870.458

1.172.129.542
28.757.266
1.200.886.808

JUMLAH BEBAN TIDAK TERIKAT

31.861.704.715

26.486.656.889

PENURUNAN ASET NETO TIDAK TERIKAT

(2.888.307.606)

(656.123.573)

PENDAPATAN TIDAK TERIKAT


Kegiatan keanggotaan
Kegiatan PPL
Kegiatan PPA
Kegiatan acara (special event)
Kegiatan ujian sertifikasi
Kegiatan implementasi SAK
Kegiatan publikasi
Kegiatan afiliasi kampus
Umum dan administratif

ASET NETO YANG DIBEBASKAN DARI


PEMBATASANNYA
Kegiatan pengembangan standar akuntansi
Kegiatan kompartemen akuntan pendidik (KAPd)

JUMLAH PENDAPATAN TIDAK TERIKAT


BEBAN YANG DIKELUARKAN UNTUK
Kegiatan keanggotaan
Kegiatan PPL
Kegiatan PPA
Kegiatan acara (special event)
Kegiatan ujian sertifikasi
Kegiatan implementasi SAK
Umum dan administratif
Hubungan masyarakat
Beban publikasi
Hubungan internasional
Pengembangan standar

BEBAN ASET NETO YANG BERAKHIR PEMBATASANNYA


Kegiatan pengembangan standar akuntansi
Kegiatan kompartemen akuntan pendidik (KAPd)

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

94

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN AKTIVITAS (lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Kegiatan pengembangan standar akuntansi

2k,25

1.500.000.000

1.500.000.000

Penerimaan Hibah Project World Bank

2k,40

4.189.150.000

62.095.481

5.689.150.000

1.562.095.481

(1.827.870.458)

(1.200.886.808)

3.861.279.542

361.208.673

972.971.936

(294.914.900)

ASET NETO TERIKAT TEMPORER

Kegiatan kompartemen Akuntan Pendidik

ASET NETO YANG DIBEBASKAN DARI


PEMBATASANNYA
KENAIKAN ASET NETO TERIKAT TEMPORER
KENAIKAN (PENURUNAN) ASET NETO
SEBELUM PAJAK

TAKSIRAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK


PENGHASILAN TIDAK TERIKAT
Pajak kini

21,13c

(88.197.011)

(84.404.625)

Pajak tangguhan

21,13d

215.309.926

165.969.867

127.112.915

81.565.242

1.100.084.851

(213.349.658)

KENAIKAN ASET NETO

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

95

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN PERUBAHAN ASET NETO
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Catatan

Saldo akhir, 30 Juni 2012

Aset neto tidak


terikat

Aset neto terikat


temporer

Jumlah

17.397.339.632

(2.424.198.474)

14.973.141.158

(574.558.331)

361.208.673

(213.349.658)

Saldo akhir, 30 Juni 2013

16.822.781.301

(2.062.989.801)

14.759.791.500

Kenaikan (penurunan) aset neto

(2.761.194.691)

3.861.279.542

1.100.084.851

Saldo akhir, 30 Juni 2014

14.061.586.610

1.798.289.741

15.859.876.351

Kenaikan (penurunan) aset neto

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

96

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

IKATAN AKUNTAN INDONESIA PENGURUS PUSAT


LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2014
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan

30 Juni 2014

30 Juni 2013

27.574.798.385
1.599.377.173
198.228.086
(29.573.346.344)

22.658.968.394
1.562.095.481
1.414.753.503
(17.467.771.003)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


Penerimaan (pembayaran) kas dari (untuk):
Pendapatan jasa
Penyumbang/donatur dan sponsor
Penerimaan lain-lain

Beban karyawan dan kegiatan


Pembayaran pajak

(255.770.247)

(168.327.957)

(1.827.870.458)

(7.934.087.002)

(2.284.583.405)

65.631.416

127.153.139
(1.500.000.000)
3.020.000.000
(341.892.284)
63.000.000

261.708.959

1.000.000.000
(81.079.000)

Kas neto diperoleh dari aktivitas investasi

1.368.260.855

1.180.629.959

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO DALAM KAS


DAN SETARA KAS

(916.322.550)

1.246.261.375

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE

3.206.761.275

1.960.499.900

2.290.438.725

3.206.761.275

Beban operasional lainnya


Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (pembayaran) kas dari (untuk):
Pendapatan bunga investasi
Perolehan investasi dimiliki hingga jatuh tempo
Penjualan investasi dimiliki hingga jatuh tempo
Perolehan aset tetap
Penjualan aset tetap

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE

2h,9

2b,2c,3

Catatan atas Laporan Keuangan terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

97

KEUANGAN IAI

1. UMUM

a. Pendirian Ikatan Akuntan Indonesia

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan di Indonesia yang
didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1957. Anggaran Dasar Ikatan Akuntan
Indonesia pertama kali mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
No. J.A.5/13/16 tanggal 11 Februari 1959, dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1959.


Susunan pendiri IAI adalah:

1. Prof. Dr. Soemardjo Tjitrosidojo

2. Drs. Mr. Go Tie Siem

3. Drs. Sie Bing Tat (Basuki Siddharta)

4. Dr. Tan Tong Djoe

5. Drs. Oey Kwie Tek (Hendra Darmawan)

6. Prof. Dr. Abutari

7. Tio Po Tjiang

8. Tan Eng Oen

9. Tang Siu Tjhan

10. Liem Kwie Liang

11. The Tik Him


Ketika itu, tujuan IAI adalah:

1. Membimbing perkembangan akuntansi serta mempertinggi mutu pendidikan
akuntan; dan

2. Mempertinggi mutu pekerjaan akuntan.


Saat ini IAI merupakan satu-satunya wadah yang mewakili profesi akuntan Indonesia
secara keseluruhan. IAI merupakan anggota International Federation of Accountants,
serta anggota sekaligus pendiri ASEAN Federation of Accountants.


IAI bermaksud menghimpun potensi Akuntan Indonesia untuk menjadi penggerak
pembangunan nasional dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945. IAI bertujuan mengembangkan dan mendayagunaakan potensi
Akuntan Indonesia sehingga terbentuk suatu cipta dan karya Akuntan Indonesia untuk
didarmabaktikan bagi kepentingan bangsa dan Negara. IAI berfungsi sebagai wadah
komunikasi yang menjembatani berbagai latar belakang tugas dan bidang pengabdiannya
untuk menjalin kerjasama yang bersifat sinergi secara serasi, seimbang, dan selaras.

98

Untuk mencapai maksud, tujuan, dan fungsinya, IAI melaksanakan beragam kegiatan
diantaranya pendaftaran dan pelayanan keanggotaan; pengembangan dan penyusunan
standar akuntansi keuangan; pengembangan dan penegakkan kode etik akuntan;
pemberian konsultasi untuk pengembangan usaha kecil, menengah dan koperasi;
publikasi; hubungan internasional; menjadi pusat pengetahuan dan pengembangan
akuntansi; menjaga dan meningkatkan kompetensi akuntan melalui kegiatan pendidikan
dan pelatihan; melaksanakan sertifikasi di bidang akuntansi sebagai tolak ukur standar
kualitas keprofesian; serta menjaga kepercayaan pemakai jasa dan masyarakat luas
atas hasil kerja profesi akuntan yang tergabung dalam IAI.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

1. UMUM (lanjutan)

a. Pendirian Ikatan Akuntan Indonesia (lanjutan)

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) IAI telah mengalami beberapa
kali perubahan, yang terakhir adalah AD ART yang ditetapkan pada Kongres Luar Biasa
(KLB) IAI tanggal 27 Juni 2012 sesuai Keputusan Sidang Pleno Tetap KLB IAI Tahun 2012
Nomor: 05/Kongres Luar Biasa/IAI/VI/2012, dan telah terdaftar di Depkeuhum No. AHU67.AHA.01.08. Tahun 2013 pada tanggal 12 April 2013.

b. Keanggotaan

Pada awalnya keanggotaan IAI adalah perseorangan yang diarahkan untuk memilih
Kompartemen sesuai bidang kerja anggota. Anggota IAI bergabung dalam 4 (empat)
Kompartemen yang dibentuk IAI kala itu, yaitu IAI Kompartemen Akuntan Publik (IAI KAP),
IAI Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI KAPd), IAI Kompartemen Akuntan Manajemen
(IAI KAM), dan IAI Kompartemen Akuntan Sektor Publik (IAI KASP).


Pada tanggal 23 Mei 2007 IAI melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang memutuskan
IAI adalah organisasi profesi yang beranggotakan Perseorangan dan Asosiasi.


IAI KAP merubah formatnya menjadi asosiasi akuntan publik independen dengan nama
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada tanggal 24 Mei 2007. IAI KAP dibubarkan
sesuai surat keputusan DPN IAI tanggal 4 Juni 2007 Nomor Kep-22/SK/DPN/IAI/V/2007.
Selanjutnya IAPI pada saat yang sama ditetapkan menjadi Anggota Asosiasi IAI sesuai
surat keputusan DPN IAI tanggal 4 Juni 2007 nomor Kep-23/SK/DPN/IAI/V/2007.


IAI KAM juga merubah formatnya menjadi asosiasi independen dengan nama Institut
Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI). Pada tanggal 1 September 2009 IAI KAM
dibubarkan, dan IAMI ditetapkan menjadi Anggota Asosiasi IAI sesuai surat keputusan
DPN IAI nomor Kep-72/SK/DPN/IAI/IX/2009.


Pada saat Kongres XI IAI dilaksanakan 10 Desember 2012, DPN IAI Periode 20102014
diberi amanah untuk mengkaji usulan perubahan keanggotaan IAI serta berwenang
menentukan tindakan berikutnya.


Kongres Luar Biasa IAI dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2012 dengan keputusan
IAI adalah organisasi profesi yang beranggotakan perseorangan, terdiri dari Anggota
Utama, Anggota Madya dan Anggota Muda.


IAPI dan IAMI yang sebelumnya menjadi anggota asosiasi IAI selanjutnya berubah
menjadi asosiasi mitra IAI.

c. Susunan Organisasi
Anggaran Dasar (AD) IAI tahun 2012, BAB VIII Susunan Organisasi, Pasal 12 menyatakan
bahwa Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI adalah struktur kepengurusan di tingkat
Nasional. Sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) IAI pasal 9 tahun 2012 mengenai status,
wewenang, dan tanggung jawab pengurus, DPN merupakan lembaga eksekutif tertinggi
IAI yang bersifat kolektif dan kolegial dengan anggota yang terdiri dari 15 (lima belas)
orang yang dipilih oleh Kongres dan ex officio Pimpinan Kompartemen.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

99

KEUANGAN IAI

1. UMUM (lanjutan)

c. Susunan Organisasi (lanjutan)

ART IAI BAB VII Ketentuan Peralihan, Pasal 35 ayat (2) menyatakan bahwa Pimpinan
Institut Akuntan Publik Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia yang
menjadi anggota DPN IAI pada saat ditetapkannya ART IAI 2012 tetap menjadi Anggota
DPN IAI periode kepengurusan DPN 2010-2014.


Berdasarkan keputusan Sidang Pleno Tetap atas Pengesahan Ketua DPN No. 15/
KONGRES XI/IAI/XII/2010 dan Pengesahan Anggota DPN No. 16/KONGRES XI/IAI/XII/2010
pada tanggal 10 Desember 2010, susunan Ketua dan Anggota DPN IAI Periode 20102014 pada tanggal 30 Juni 2014 adalah sebagai berikut:
No.

Nama

Jabatan

1.

Prof. Mardiasmo

Ketua

2.

Ardan Adiperdana

Anggota

3.

Cris Kuntadi

Anggota

4.

Dwi Setiawan

Anggota

5.

Eko Sunarko

Anggota

6.

Erick

Anggota

7.

Heliantono

Anggota

8.

Ito Warsito

Anggota

9.

Jusuf Halim

Anggota

10. Khomsiyah

Anggota

11. Kusmanadji

Anggota

12. Maliki Heru S.

Anggota

13. Sudirman Said

Anggota

14. Prof. Sidharta Utama

Anggota

15. Wahyu Tumakaka

Anggota

16. Djadja Sukirman


Dadang Kurnia*

Anggota (ex officio Ketua IAI Kompartemen


Akuntan Sektor Publik)

17. Supriyadi

Anggota (ex officio Ketua IAI Kompartemen


Akuntan Pendidik)

18. Tarko Sunaryo**

Anggota (ex officio Ketua Institut Akuntan


Publik Indonesia)

19. M. Afdal Bahaudin

Anggota (ex officio Ketua Institut Akuntan


Manajemen Indonesia)

20. Prof. P.M. John L. Hutagaol*** Anggota (ex officio Ketua IAI Kompartemen
Akuntan Pajak)


100

* Dadang Kurnia menggantikan Djadja Sukirman sesuai dengan rapat anggota IAI KASP tanggal 12 Juni 2014
dan sesuai dengan SK DPN Nomor: KEP-18-C/SK/DPN/IAI/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014.
** sesuai dengan surat IAPI Nomor: 1173/IX/IAPI/2013 tanggal 2 September 2013.
*** sesuai dengan SK DPN Nomor: KEP-1-C/SK/DPN/IAI/VI/2014 tanggal 22 Januari 2014 dan Keputusan Sidang
Pleno Tetap Nomor: 06/KAPj/IAI/III/2014 tanggal 13 Maret 2014.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

1. UMUM (lanjutan)

c. Susunan Organisasi (lanjutan)

AD IAI Tahun 2012, Bab VIII Susunan Organisasi, Pasal 12 menyatakan DPN dapat
membentuk badan atau lembaga yang bertugas membantu DPN. Badan-badan IAI
sebagaimana tercantum pada AD IAI Tahun 2012, Bab X Badan-badan dan Alat
Kelengkapan Kepengurusan, Pasal 17 ayat (2) terdiri dari:

1. Dewan Standar Profesi;

2. Dewan Konsultatif Standar;

3. Dewan Sertifikasi Akuntan Profesional;

4. Komite Etika; dan

5. Badan Khusus


AD IAI Tahun 2012, Bab VIII Susunan Organisasi, Pasal 12 juga menyatakan DPN
IAI mengorganisasi dan membawahi Badan dan Alat Kelengkapan Kepengurusan,
Kompartemen dan Pengurus Wilayah.


ART IAI Tahun 2012, Pasal 12, menyatakan bahwa Kompartemen adalah bagian
organisasi IAI yang dibentuk berdasarkan bidang kerja anggota IAI untuk meningkatkan
profesionalisme, menjalankan kegiatan profesional, dan fungsi ilmiah di dalam suatu
bidang kerja.


Saat ini IAI memiliki 3 (tiga) kompartemen yaitu Kompartemen Akuntan Pendidik,
Kompartemen Akuntan Sektor Publik dan Kompartemen Akuntan Pajak.


Kompartemen Akuntan Pajak dibentuk IAI pada tanggal 22 Januari 2014 sesuai dengan
SK DPN No.: KEP-1-C/SK/DPN/IAI/I/2014.


ART IAI Tahun 2012, pasal 13, menyatakan bahwa IAI Wilayah adalah kelengkapan
organisasi yang merupakan perpanjangan tangan DPN dalam menjalankan kegiatan dan
fungsi organisasi IAI di daerah-daerah.


Saat ini IAI memiliki 33 Wilayah, yaitu:
01. Wilayah Nanggroe Aceh Darusalam
02. Wilayah Sumatera Utara
03. Wilayah Sumatera Barat
04. Wilayah Riau
05. Wilayah Sumatera Selatan
06. Wilayah Jambi
07. Wilayah Lampung
08. Wilayah DKI Jakarta
09. Wilayah Jawa Barat

10. Wilayah Jawa Tengah

11. Wilayah Yogyakarta

12. Wilayah Jawa Timur

13. Wilayah Bali

14. Wilayah Kalimantan Barat

15. Wilayah Kalimantan Selatan

16. Wilayah Kalimantan Timur

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

101

KEUANGAN IAI

1. UMUM (lanjutan)

















c. Susunan Organisasi (lanjutan)


17. Wilayah
18. Wilayah
19. Wilayah
20. Wilayah
21. Wilayah
22. Wilayah
23. Wilayah
24. Wilayah
25. Wilayah
26. Wilayah
27. Wilayah
28. Wilayah
29. Wilayah
30. Wilayah
31. Wilayah
32. Wilayah
33. Wilayah

Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Utara
Papua
Kepulauan Riau
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Tenggara
Bengkulu
Nusa Tenggara Barat
Maluku Utara
Gorontalo
Kalimantan Tengah
Banten
Bangka Belitung
Sulawesi Barat
Papua Barat
Maluku Utara

AD IAI Tahun 2012, Bab X Badan-badan dan Alat Kelengkapan Kepengurusan, Pasal 12
ayat (2) menyatakan bahwa Manajemen Eksekutif adalah alat kelengkapan kepengurusan.


ART IAI Tahun 2012, Pasal 21 Manajemen Eksekutif ayat (1) menyatakan Manajemen
Eksekutif adalah kelengkapan organisasi IAI yang secara permanen melaksanakan fungsi
administratif dan operasional IAI secara keseluruhan dalam rangka mengemban amanat
anggota IAI untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen Eksekutif berwenang untuk
membentuk kelengkapan internal organisasinya dalam melaksanakan tugas pokok yang
telah ditentukan; dan melaksanakan kegiatan administratif dan operasional secara
keseluruhan untuk kepentingan DPN.











102

Susunan Manajemen Eksekutif IAI per 30 Juni 2014 adalah sebagai berikut:
Direktur Eksekutif
: Elly Zarni Husin
Direktur Komunikasi, Pemasaran dan Pengembangan Bisnis
: Deny Poerhadiyanto
Direktur Pengembangan Kompetensi dan Implementasi Standar : Yakub
Direktur Teknis
: Aucky Pratama Setya
Dharma
Plt Direktur Umum, HRD, Akuntansi dan Keuangan
: Ahmad Ishomuddin
Susunan Manajemen Eksekutif IAI per 30 Juni 2013 adalah sebagai berikut:
Direktur Eksekutif
: Elly Zarni Husin
Direktur Komunikasi, Pemasaran dan Pengembangan Bisnis
: Deny Poerhadiyanto
Direktur Pengembangan Kompetensi dan Implementasi Standar : Yakub
Plt. Direktur Teknis
: Aucky Pratama Setya
Dharma
Plt. Wakil Direktur Umum, HRD, Akuntansi dan Keuangan
: Ahmad Ishomuddin

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


Berikut adalah ikhtisar kebijakan akuntansi penting yang diterapkan oleh IAI dalam menyusun
laporan keuangan ini.

a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan IAI disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku
di Indonesia yang mana penyajian laporan keuangan mengacu pada PSAK No. 45 (Juni
2012) tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba.

IAI menyajikan Kegiatan Keanggotaan, Kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjutan


(PPL), Kegiatan Pendidikan Profesi Akuntan (PPA), Kegiatan Acara (special event),
Kegiatan Ujian Sertifikasi, Kegiatan Implementasi SAK, Publikasi, Afiliasi Kampus, dan
Umum dan Administratif sebagai Aktivitas Tidak Terikat, karena penggunaan sumber
daya yang berasal dari aktivitas tersebut tidak dibatasi untuk tujuan tertentu.


IAI menyajikan Kegiatan Pengembangan Standar Akuntansi Keuangan, Penerimaan Hibah
Project World Bank dan Kegiatan Kompartemen Akuntan Pendidik (KAPd), sebagai
Aktivitas Terikat Temporer, karena adanya batasan penggunaan sumber daya sampai
dengan periode tertentu atau terpenuhinya keadaan tertentu (misalnya, untuk Kegiatan
Pengembangan Standar Akuntansi adalah hingga selesainya proyek perumusan standar
akuntansi).

b. Aset dan Liabilitas Keuangan


Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 aset keuangan IAI terutama terdiri dari kas dan
setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan investasi dimiliki hingga jatuh tempo.
Sedangkan liabilitas keuangan IAI terutama terdiri dari utang usaha dan biaya yang
masih harus dibayar.

i. Klasifikasi

IAI mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori berikut pada pengakuan


awal:

Nilai wajar melalui laporan laba rugi (fair value through profit or loss/FVTPL),
yang memiliki dua sub-klasifikasi, yaitu:
1. Aset keuangan yang ditunjuk sebagai demikian pada saat pengakuan
awal.
2. Aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan.




Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, IAI tidak memiliki aset keuangan dalam
kategori ini.


Tersedia untuk dijual (available for sale)

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, IAI tidak memiliki aset keuangan dalam
kategori ini.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

103

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


b. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

i.

Klasifikasi (lanjutan)

Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity)

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, investasi dimiliki hingga jatuh tempo
IAI termasuk dalam kategori ini.

Pinjaman yang diberikan dan piutang (loans and receivables)

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, kas dan setara kas, piutang usaha,
piutang lain-lain IAI termasuk dalam kategori ini.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori berikut pada pengakuan


awal:

Nilai wajar melalui laporan laba rugi (fair value through profit or loss/ FVTPL),
yang memiliki dua sub-klasifikasi, yaitu:
1. Liabilitas keuangan yang ditunjuk sebagai demikian pada saat pengakuan
awal.
2. Liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diper
dagangkan.

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, IAI tidak memiliki liabilitas keuangan
dalam kategori ini.

Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013, utang usaha, biaya yang masih harus
dibayar, IAI termasuk dalam kategori ini.

Dimiliki untuk diperdagangan adalah aset dan liabilitas yang diperoleh oleh IAI atau
yang timbul terutama untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali dalam waktu
dekat, atau menahan sebagai bagian dari portofolio yang dikelola bersama-sama
untuk keuntungan jangka pendek atau dalam posisi siap menjual atau membeli.

IAI menyajikan aset dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi dalam situasi berikut:

Aset atau liabilitas yang dikelola, dievaluasi, dan dilaporkan secara internal
pada nilai wajar.

Penyajian tersebut menghilangkan atau secara signifikan mengurangi ketidak


cocokan yang timbul dalam pembukuan.

Aset atau liabilitas yang diklasifikasikan sebagai instrumen derivatif sesuai


dengan kontraknya secara signifikan mengubah arus kas yang lain akan
diperlukan.

Investasi tersedia untuk dijual (available for sale) adalah aset keuangan
non-derivatif yang telah ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak
diklasifikasikan pada kategori aset keuangan yang lain.

104

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


b. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

i.

Klasifikasi (lanjutan)

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) adalah aset keuangan
non-derivatif dengan pembayaran tetap atau ditentukan dan jatuh tempo tetap
dimana IAI mempunyai maksud positif dan kemampuan untuk memiliki hingga jatuh
tempo, dan yang tidak ditentukan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau
tersedia untuk dijual.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau yang telah ditentukan yang tidak mempunyai kuotasi dalam
pasar yang aktif dan bahwa IAI tidak berniat untuk menjual segera atau dalam
waktu dekat.

ii. Pengakuan

IAI awalnya mengakui aset dan liabilitas keuangan yang diterbitkan pada tanggal
pengakuan awalnya. Pembelian dan penjualan cara biasa aset keuangan diakui
pada tanggal transaksi dimana IAI berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut. Semua aset dan liabilitas keuangan lainnya (termasuk aset dan liabilitas
yang disajikan pada FVTPL) pada awalnya diakui pada tanggal transaksi dimana
IAI menjadi pihak dengan ketentuan kontrak dari instrumen.

Aset atau liabilitas keuangan pada awalnya diukur dengan nilai wajar ditambah
(dalam hal aset dan liabilitas keuangan yang tidak disajikan pada FVTPL)
dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung kepada nilai
perolehannya. Pengukuran selanjutnya atas aset dan liabilitas keuangan tergantung
pada klasifikasinya.

Biaya transaksi hanya mencakup biaya-biaya tambahan yang secara langsung


diatribusikan pada perolehan aset liabilitas keuangan. Dalam hal aset keuangan,
biaya transaksi ditambahkan ke jumlah yang diakui awalnya (kecuali untuk FVTPL
dibebankan), sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi yang dikurangkan
dari jumlah utang yang diakui awalnya. Biaya transaksi diamortisasi selama umur
instrumen didasarkan pada metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian
dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan
atau sebagai beban bunga untuk biaya transaksi yang berkaitan dengan liabilitas
keuangan.

iii. Penghapusan

IAI menghapus aset keuangan ketika hak kontraktual untuk arus kas dari aset
keuangan berakhir, atau ketika transfer hak untuk menerima uang tunai kontrak
mengalir di aset keuangan dalam transaksi di mana secara substansial seluruh
risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan sudah dialihkan.

IAI menghapus liabilitas keuangan ketika liabilitas kontrak dihapuskan atau
dibatalkan atau kedaluwarsa. IAI mengakui transfer transaksi aset yang masuk
ke dalam laporan posisi keuangan, tetapi secara substansial seluruh risiko dan
manfaat dari aset yang ditransfer tersebut semuanya dalam keadaan baik.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

105

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


b. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

iii. Penghapusan (lanjutan)

Jika semua atau secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang dipertahankan,
maka aset yang ditransfer tidak dihentikan pengakuannya dari laporan posisi
keuangan. Pengalihan aset dengan retensi dari semua atau secara substansial,
seluruh risiko dan manfaat yang mencakup, misalnya, pinjaman sekuritas dan
transaksi pembelian kembali.

Dalam transaksi di mana IAI tidak tetap atau mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan, aset IAI dihapus jika tidak
mempertahankan kontrol atas aset. Hak dan liabilitas tetap di transfer diakui
secara terpisah sebagai aset dan liabilitas yang sesuai. Dalam transfer di mana
kontrol atas aset dipertahankan, IAI terus melanjutkan untuk memperhatikan aset
yang tingkat keterlibatannya, ditentukan oleh sejauh mana itu terkena perubahan
nilai aset yang ditransfer.

IAI mencatat aset keuangan dan setiap penyisihan kerugian terkait untuk penurunan
nilai, saat IAI menentukan bahwa aset keuangan tidak tertagih. Penentuan ini
dicapai setelah mempertimbangkan informasi seperti terjadinya perubahan
signifikan dalam posisi keuangan peminjam/aset keuangan emiten sehingga
peminjam/penerbit tidak bisa lagi membayar liabilitasnya, atau bahwa hasil dari
jaminan tidak akan cukup untuk membayar kembali seluruh eksposurnya.

iv. Saling hapus (off-setting)

Aset dan liabilitas keuangan dihapuskan dan jumlah neto disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, IAI memiliki hak hukum untuk menghapuskan
jumlah dan berniat baik untuk menyelesaikan secara neto atau menyadari aset
dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

Pendapatan dan beban disajikan secara neto hanya bila diizinkan oleh standar
akuntansi.

v. Penilaian biaya amortisasi

106

Biaya amortisasi dari aset atau liabilitas keuangan adalah jumlah di mana aset
keuangan atau liabilitas diukur pada pengakuan awal, dikurangi pembayaran pokok,
plus atau minus amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode bunga efektif
untuk perbedaan antara jumlah awal yang diakui dan jumlah jatuh tempo, dikurangi
penurunan nilai.

vi. Pengukuran nilai wajar

Nilai wajar adalah jumlah aset yang dapat dipertukarkan, atau liabilitas yang
diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk transaksi
dengan nilai wajar pada tanggal pengukuran.

Jika tersedia, IAI mengukur nilai wajar suatu instrumen menggunakan harga yang
ada dalam pasar aktif untuk instrumen tersebut. Sebuah pasar dianggap sebagai
aktif jika harga yang digunakan mudah dan secara teratur tersedia, sertamerupakan
transaksi pasar aktual dan teratur terjadi secara wajar.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


b. Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)

vi. Pengukuran nilai wajar (lanjutan)

Jika pasar untuk instrumen keuangan tidak aktif, IAI menetapkan nilai wajar
menggunakan teknik penilaian. Teknik penilaian termasuk menggunakan transaksi
nilai wajar terakhir antara pihak yang memahami dan bersedia (jika tersedia),
mengacu pada nilai wajar saat ini instrumen lain yang secara substansial sama,
analisis arus kas dan model penilaian harganya (option pricing model).

Teknik penilaian yang dipilih membuat penggunaan maksimal terhadap harga
pasar, tergantung seberapa kecil kemungkinan estimasi yang spesifik terhadap
IAI, mencakup semua faktor dalam pasar yang akan dipertimbangkan dalam
menentukan harga, dan konsisten dengan metodologi ekonomi yang diterima untuk
harga instrumen keuangan.

Referensi untuk teknik penilaian cukup mewakili ekspektasi pasar dan ukuran
dari faktor risiko pengembalian yang melekat pada instrumen keuangan. IAI
mengkalibrasi teknik penilaian dan tes-nya untuk validitas menggunakan harga
dari transaksi pasar saat ini dapat diamati dalam instrumen yang sama atau
berdasarkan hal lainnya dari data pasar yang tersedia untuk diamati.

Bukti terbaik dari nilai wajar atas instrumen keuangan pada pengakuan awal adalah
harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pertimbangan yang diberikan atau diterima,
kecuali jika nilai wajar dari instrumen yang dibuktikan dengan perbandingan dengan
yang lain transaksi pasar diamati saat ini di instrumen yang sama (yaitu tanpa
modifikasi atau pengemasan ulang) atau berdasarkan pada teknik penilaian yang
meliputi data variabel hanya dari pasar diamati.


Ketika harga transaksi menyediakan bukti terbaik dari nilai wajar pada pengakuan
awal, instrumen keuangan awalnya diukur pada harga transaksi dan setiap
perbedaan antara harga dan nilai awalnya didapat dari model penilaian selanjutnya
diakui dalam laporan laba rugi tergantung pada fakta-fakta itu sendiri dan keadaan
transaksi tetapi tidak lebih lama daripada ketika penilaian didukung sepenuhnya
oleh data pasar diamati atau transaksi penutupan harga.

Nilai wajar mencerminkan risiko kredit dari instrumen tersebut dan termasuk
penyesuaian untuk memperhitungkan risiko kredit IAI dan hal mana yang sesuai.
Estimasi nilai wajar yang diperoleh dari model yang disesuaikan untuk faktorfaktor lain, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model, sejauh bahwa IAI
berkeyakinan partisipasi dari pasar pihak ketiga memberikan pengaruh dalam
dalam harga suatu transaksi keuangan.

Aset keuangan dan posisi panjang diukur dengan harga penawaran, liabilitas
keuangan, dan posisi pendek diukur pada harga yang diminta. Dimana IAI memiliki
posisi dengan risiko off-setting, harga tengah pasar digunakan untuk mengukur
posisi risiko off-setting dan tawaran atau meminta penyesuaian harga ini hanya
diterapkan ke posisi terbuka neto yang sesuai.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

107

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


c. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo
kurang dari tiga bulan dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak
dibatasi penggunaannya.

d. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

Piutang usaha dan piutang lain-lain disajikan sebesar jumlah neto setelah dikurangi
dengan penyisihan piutang ragu-ragu, berdasarkan penelaahan kolektibilitas saldo
piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.

e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

IAI menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan terhadap


keadaan masing-masing pelanggan pada akhir tahun.

f. Biaya Dibayar Dimuka


Biaya dibayar dimuka dibebankan pada usaha sesuai masa manfaat.

g. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

Sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010), Pengungkapan pihak-pihak Berelasi, yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2011, mensyaratkan pengungkapan hubungan,
transaksi, dan saldo pihak-pihak yang berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan
keuangan.


Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak istimewa, baik yang dilakukan
dengan persyaratan dan kondisi yang normal sebagaimana dilakukan terhadap pihak
ketiga, ataupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

108

h. Aset Tetap

Berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2011), suatu entitas harus memilih antara model
biaya atau model revaluasian sebagai kebijakan atas aset tetap dan harus diterapkan
secara konsisten terhadap semua aset tetap dalam kelompok yang sama. Jika entitas
telah melakukan revaluasi aset tetap sebelum penerapan PSAK No. 16 (Revisi 2011) dan
memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya, maka nilai revaluasi aset tetap tersebut dianggap sebagai biaya perolehan
(deemed cost) dan biaya perolehan tersebut adalah nilai pada saat PSAK No. 16 (Revisi
2011) diterbitkan.

Seluruh saldo selisih penilaian kembali aset tetap pada saat penerapan pertama kali
PSAK No. 16 (Revisi 2011) harus direklasifikasi ke saldo laba. IAI menggunakan metode
biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk aset tetap.

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


h. Aset Tetap (lanjutan)

Biaya perolehan aset tetap meliputi:

i.

Harga perolehannya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh
dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan pemotongan dan potonganpotongan lain;
ii. Biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset
ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan
keinginan dan maksud manajemen;
iii. Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi
aset. Liabilitas atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau
karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan
selain untuk menghasilkan persediaan.

Sebagai tambahan, dalam PSAK No. 16 (Revisi 2011), biaya perolehan aset tetap juga
meliputi estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi
lokasi Aset dimana liabilitas atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh
atau karena penggunaan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain
untuk menghasilkan persediaan. Liabilitas atas biaya ini diakui dan diukur sesuai dengan
PSAK No. 57, Kewajiban Diestimasi, Kewajiban Kontijensi, dan Aset Kontijensi.

Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method)
selama taksiran masa manfaatnya, sebagai berikut:

Jenis aset tetap Masa manfaat (tahun)

Bangunan
Kendaraan
Inventaris

10 20
5
5

Tanah dan hak atas tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak diamortisasi.
Biaya khusus sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan hak atas tanah
ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau taksiran masa
manfaat ekonomi, mana yang lebih pendek.

Biaya perbaikan dibebankan langsung pada perhitungan laba rugi pada saat terjadinya
beban tersebut. Sedangkan biaya-biaya yang berjumlah besar dan sifatnya meningkatkan
kualitas dan manfaat aset secara signifikan dikapitalisasi. Pembelian aset di atas
Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dikategorikan sebagai aset tetap.

Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan, atau dijual, nilai tercatat dan akumulasi
penyusutannya dikeluarkan dari pencatatannya sebagai aset tetap dan keuntungan/
kerugian yang terjadi diperhitungkan dalam Laporan Aktivitas pada periode yang
bersangkutan.

Nilai yang diperoleh kembali atas aset diestimasi, apabila terdapat peristiwa atau
perubahan keadaan yang memberikan indikasi bahwa nilai perolehan mungkin tidak
sepenuhnya dapat diperoleh kembali. Apabila terjadi penurunan nilai aset diakui pada
Laporan Aktivitas periode berjalan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

109

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


i. Penurunan Nilai Aset

Sesuai dengan PSAK No. 48, Penurunan Nilai Aset, IAI menelaah aset untuk menentukan
kemungkinan penurunan nilai aset apabila terdapat kejadian atau perubahan kondisi
yang mengindikasikan nilai tercatat aset tersebut mungkin tidak dapat diperoleh
kembali. Jika nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali, kerugian
penurunan nilai diakui pada Laporan Aktivitas berjalan. Nilai yang dapat diperoleh
kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto dengan nilai pakai aset.


Harga jual neto adalah jumlah yang dapat diperoleh dari penjualan aset dalam transaksi
antar pihak-pihak yang bebas, setelah dikurangi biaya yang terkait. Nilai pakai adalah
nilai kini dari taksiran aliran kas masa depan yang diharapkan akan diterima atas
penggunaan aset dan dari penghentian penggunaan aset pada akhir masa manfaatnya.
Nilai yang dapat diperoleh kembali ditentukan untuk aset secara individual atau, jika
tidak memungkinkan, untuk unit penghasil kas.

j. Imbalan Pascakerja

IAI mengestimasi utang manfaat karyawan untuk seluruh karyawan tetapnya sebagaimana
diatur dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep-150/Men/2000 tanggal 20 Juni
2000 dan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.


Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2011), Imbalan Kerja, yang mewajibkan IAI
mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal
dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri, yang mencakup
imbalan pascakerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon
pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas.


Berdasarkan PSAK No. 24 (Revisi 2011), perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan
kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang ditentukan dengan menggunakan metode
aktuarial Projected Unit Credit.


Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat
berdasarkan pengalaman, perubahan pada program pensiun. Apabila jumlah keuntungan
atau kerugian aktuarial ini melebihi 10% dari imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar
aset program maka kelebihannya dibebankan atau dikreditkan pada pendapatan atau
beban selama sisa masa kerja rata-rata pada karyawan yang bersangkutan.

Asumsi-asumsi dasar yang dipergunakan di dalam menentukan penyisihan imbalan


pascakerja karyawan adalah sebagai berikut:

110

Tingkat diskonto
Tingkat kenaikan gaji
Usia pensiun normal
Rata-rata masa kerja

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

2014 2013
8,42% per tahun
10% per tahun
55 tahun
17,98 per tahun

7,79% per tahun


10% per tahun
55 tahun
18,95 per tahun

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)



j. Imbalan Pascakerja (lanjutan)


Pada tanggal laporan posisi keuangan per 30 Juni 2014, IAI telah melakukan perhitungan
atas biaya atau utang imbalan pascakerja karyawan dengan menggunakan jasa aktuaris
independen PT Sigma Prima Solusindo dengan laporan No. 001/SPS/R-I/VII/2014 laporan
per 30 Juni 2014. Seluruh biaya dan utang imbalan pascakerja telah diungkapkan dalam
laporan keuangan.

k. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Pendapatan diakui sesuai dengan jenis pendapatan yang diperoleh, sebagai berikut:

i.

ii. Iuran anggota merupakan pendapatan sehubungan dengan iuran anggota utama,
madya dan muda. Iuran anggota madya, muda dan mitra perusahaan diakui pada
saat kas diterima sedangkan iuran anggota utama menggunakan basis akrual;

Pendapatan jasa, merupakan pendapatan sehubungan atas transaksi jasa termasuk


yang berasal dari pendapatan Pendidikan Profesi Berkelanjutan (PPL), Pendidikan
Profesi Akuntansi (PPA), Kegiatan Acara (Special Event), Ujian Sertifikasi dan
Pengembangan Standar Akuntansi harus diakui dengan acuan pada tingkat
penyelesaian dari transaksi pada tanggal Laporan Posisi Keuangan;

iii. Penjualan buku, merupakan pendapatan sehubungan transaksi tersebut diakui pada
saat IAI memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.


Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).


Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal Laporan Posisi Keuangan, aset dan kewajiban moneter
dalam mata uang dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau
dibebankan pada Laporan Aktivitas periode berjalan.

l. Pajak Penghasilan

Beban pajak tahun berjalan dihitung berdasarkan estimasi pendapatan kena pajak tahun
bersangkutan. Penghasilan atau beban pajak tangguhan dihitung sesuai dengan PSAK
No. 46 Akuntansi Pajak Penghasilan.

Metode pajak penghasilan tangguhan diterapkan untuk mencerminkan pengaruh pajak


atas beda temporer antara pelaporan komersial dan pajak serta akumulasi kompensasi
rugi fiskal yang diestimasi dapat dipulihkan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

111

KEUANGAN IAI

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)


l. Pajak Penghasilan (lanjutan)

Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat Surat Ketetapan Pajak
diterima atau pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan jika IAI mengajukan
keberatan.

i.

Maslahat berhenti bekerja


Apabila tertanggung mengundurkan diri atau diakhiri status kekaryawanannya
dari IAI, dengan tertulis sebelumnya dari IAI, Allianz Life akan membayar kepada
tertanggung atau IAI nilai polis untuk diri tertanggung (sesuai dengan peraturan
ketenagakerjaan yang berlaku), sebagai maslahat berhenti bekerja setelah dikurangi
pajak.



ii. Maslahat jatuh tempo

Apabila kepesertaan tertanggung telah jatuh tempo sesuai dengan ketentuan


IAI, maka dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya dari IAI, Allianz Life akan
membayar kepada tertanggung atau IAI maslahat sejumlah nilai polis atas diri
tertanggung (sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku) sebagai
maslahat jatuh tempo setelah dikurangi pajak.

3. KAS DAN SETARA KAS


Akun ini merupakan saldo uang tunai dan giro pada beberapa bank per 30 Juni 2014 dan
2013, dengan rincian sebagai berikut:


30 Juni 2014
Kas
Bank:
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk
PT BPD Bank Jatim Tbk
US Dollar
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Deposito:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

112

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

30 Juni 2013

111.300.200

81.498.604

868.496.140
714.582.669
36.185.405
19.666.004
15.420.257
11.672.948
1.278.000

1.125.231.510
1.750.793.243
46.048.561
5.537.173
124.917.405
71.415.779
1.319.000

11.837.102

1.679.138.525

3.125.262.671

500.000.000

2.290.438.725

3.206.761.275

KEUANGAN IAI

4. INVESTASI
Akun ini terdiri dari:
Sukuk Negara Ritel Seri SR-006
Sukuk Negara Ritel Seri SR-003
Obligasi Negara Republik Indonesia Seri ORI-007

30 Juni 2014

30 Juni 2013

1.500.000.000

2.015.000.000
1.005.000.000

1.500.000.000

3.020.000.000

Sukuk Negara Ritel Seri SR-006 2014 dengan tingkat bagi hasil tetap 8,75% per tahun,
diperoleh pada harga par pada tanggal 5 Maret 2014, dan jatuh tempo tanggal 5 Maret
2017.

5. PIUTANG USAHA

Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014
Sponsor dan peserta
Peserta PPL
Keanggotaan
Wilayah dan lainnya
Penyusunan pedoman akuntansi
In house training

30 Juni 2013

857.236.363
741.087.500
259.500.000
104.745.700

315.600.000
643.658.673
75.850.000
348.407.300
824.493.750
221.166.240

1.962.569.563

2.429.175.963

6. PIUTANG LAIN-LAIN

Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014
Kontribusi Ikatan Akuntan Manajemen Indonesia
Karyawan
Cadangan penurunan nilai piutang

30 Juni 2013

66.765.326
34.513.657
(66.765.326)

66.765.326
68.438.917

34.513.657

135.204.243

7. PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014
Hibah Project World Bank (lihat catatan 40)
Implementasi SAK

30 Juni 2013

4.189.150.000
579.818.182

679.195.355

4.768.968.182

679.195.355

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

113

KEUANGAN IAI

8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014
Sewa dibayar di muka
Uang muka vendor
Uang muka karyawan

30 Juni 2013

918.750.003
221.537.499
4.650.000

440.570.327
221.537.499
40.197.855

1.144.937.502

702.305.681

Berdasarkan akta perjanjian kepada vendor, pihak ketiga, IAI telah menyewa ruko dan rukan
dibeberapa daerah di Jabodetabek. Dimana saldo biaya sewa dibayar dimuka pada tanggal
30 Juni 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp918.750.003 dan Rp440.570.327.

Perjanjian-perjanjian tersebut antara lain:


a. Akta No. 30 tanggal 12 Pebruari 2014 oleh Notaris Sri Intansih, S.H. di Jakarta tentang
sewa-menyewa Rukan di Kelapa Gading No. F06.

b. Akta No. 21 tanggal 10 Pebruari 2014 oleh Notaris Sri Intansih, S.H. di Jakarta tentang
sewa-menyewa Rukan di Kelapa Gading No. F55.

c. Akta No. 01 tanggal 5 Pebruari 2014 oleh Notaris Vivi Safitri, S.H. di Tangerang tentang
sewa-menyewa Ruko di Serpong, Tangerang Selatan.

d. Akta No. 9 tanggal 13 Nopember 2013 oleh Notaris Yanti Budiharsono, S.H. di Jakarta
tentang sewa-menyewa di Daan Mogot.

9. ASET TETAP

Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:


30 Juni 2014
Saldo Awal

Penambahan

Pengurangan

Reklasifikasi

Saldo Akhir

Biaya perolehan
Tanah

4.800.236.223

4.800.236.223

Bangunan

2.417.751.175

2.417.751.175

549.781.327

311.152.584

104.988.600

755.945.311

1.900.017.048

30.739.700

1.930.756.748

9.667.785.773

341.892.284

104.988.600

9.904.689.457

1.669.157.537

163.988.155

1.833.145.692

462.744.193

81.553.919

101.488.980

442.809.132

1.585.004.093

109.502.364

1.694.506.457

3.716.905.823

355.044.438

101.488.980

3.970.461.281

Kendaraan
Inventaris kantor
Akumulasi
Bangunan
Kendaraan
Inventaris kantor
Nilai buku

114

5.950.879.950

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

5.934.228.176

KEUANGAN IAI

9. ASET TETAP (lanjutan)


30 Juni 2013
Saldo Awal

Penambahan

Pengurangan

Reklasifikasi

Saldo Akhir

Biaya perolehan
Tanah

4.800.236.223

4.800.236.223

Bangunan

2.417.751.175

2.417.751.175

549.781.327

549.781.327

1.818.938.048

81.079.000

1.900.017.048

9.586.706.773

81.079.000

9.667.785.773

1.496.703.271

172.454.266

1.669.157.537

360.611.578

102.132.615

462.744.193

1.475.516.733

109.487.360

1.585.004.093

3.332.831.582

384.074.241

3.716.905.823

Kendaraan
Inventaris kantor
Akumulasi
Bangunan
Kendaraan
Inventaris kantor
Nilai buku

6.253.875.191

5.950.879.950

Aset tetap (kecuali inventaris kantor) yaitu bangunan telah diasuransikan di PT Asuransi
Allianz Utama Indonesia dengan nilai pertanggungan sebesar Rp2.400.000.000 sampai dengan
6 Mei 2014.

Berdasarkan analisa manajemen diyakini memadai dan tidak terdapat hal-hal yang dapat
menimbulkan penurunan nilai atas aset tetap.

10. BANK GARANSI


Akun ini terdiri dari:

Bank garansi

30 Juni 2014

30 Juni 2013

97.537.500

97.537.500

30 Juni 2014
162.257.584
48.949.060
14.387.190

124.415.696

30 Juni 2013

125.000.000
105.000.000
68.995.600
48.949.060
46.900.000
53.308.964

350.009.530

448.153.624

11. UTANG USAHA


Akun ini terdiri dari:


PT Mandiri Tunas Finance
Percetakan
Kartu keanggotaan
Asuransi
IAI Wilayah
Majalah
Lain-lain

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

115

KEUANGAN IAI

12. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

26.000.000

141.314.797

183.681.974

167.314.797

183.681.974

30 Juni 2014

30 Juni 2013

91.294.112

91.294.112

30 Juni 2014

30 Juni 2013

5.557

Pajak Penghasilan Pasal 21

72.722.330

162.071.631

Pajak Penghasilan Pasal 23

12.888.252

4.603.558

Pajak Penghasilan Pasal 29

16.428.875

11.637.835

102.039.457

178.318.581

Jasa profesional
Lain-lain

13. PERPAJAKAN

Akun ini terdiri dari:


a.

Pajak dibayar dimuka


Pajak Pertambahan Nilai - Masukan

b.

Utang Pajak
Pajak Pertambahan Nilai - Keluaran

116

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

13. PERPAJAKAN (lanjutan)


c.

Perhitungan beban pajak penghasilan


30 Juni 2014

30 Juni 2013

972.971.936

(294.914.900)

Penyusutan aset tetap

198.973.137

432.300.778

Penghapusan piutang tak tertagih

733.018.769

Imbalan pascakerja neto

662.266.566

231.578.689

1.594.258.472

663.879.467

(5.689.150.000)

(1.657.175.873)

(164.262.682)

Kenaikan (penurunan) aset neto sebelum pajak


Beda waktu:

Beda tetap:
Penghasilan bukan objek pajak
Penghasilan dikenakan pajak final
Beban atas penghasilan bukan objek pajak

3.666.790.274

2.323.767.844

(2.186.622.408)

2.711.314

Penghasilan kena pajak

380.608.000

371.675.881

Penghasilan kena pajak (dibulatkan)

380.608.000

371.675.000

12,5% x Rp55.639.908

6.954.988

25% x Rp324.968.092

81.242.023

12,5% x Rp100.574.112

8.514.325

25% x Rp448.219.888

75.890.300

88.197.011

84.404.625

Pajak penghasilan pasal 25

2.560.023

1.805.301

Pajak penghasilan pasal 23

69.208.113

70.961.489

Utang PPh pasal 29 yang masih harus dibayar

16.428.875

11.637.835

30 Juni 2014

30 Juni 2013

208.119.638

42.149.771

Pajak penghasilan terutang


Tahun pajak 2014 (tahun komersial 2014)

Tahun pajak 2013 (tahun komersial 2013)

Pajak penghasilan badan


Dikurangi:

d.

Aset pajak tangguhan


Saldo awal, aset pajak tangguhan
Manfaat pajak tangguhan:
Aset tetap
Imbalan pascakerja

Saldo akhir, aset pajak tangguhan

49.743.284

108.075.195

165.566.642

57.894.672

215.309.926

165.969.867

423.429.564

208.119.638


2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

117

KEUANGAN IAI

14. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA


Akun ini terdiri dari:

Pendaftaran Peserta PPL

30 Juni 2014

30 Juni 2013

264.323.854

115.005.000

264.323.854

115.005.000

15. LIABILITAS IMBALAN Pascakerja


Imbalan pascakerja diberikan kepada karyawan merupakan imbalan pasti sesuai dengan
Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13/2003 dan Peraturan IAI dengan komponen liabilitas
dan beban imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
a.

Liabilitas imbalan pascakerja


30 Juni 2014

30 Juni 2013

Saldo awal tahun

744.548.926

287.259.422

Beban di tahun berjalan

662.266.566

457.289.504

Realisasi pembayaran manfaat

(24.988.727)

Penarikan dana dari aktiva program

24.988.727

1.406.815.492

744.548.926

Saldo akhir tahun

b. Perjanjian atas imbalan pascakerja


Pada tanggal 6 Juli 2011, IAI dengan PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life)
telah mengadakan perjanjian tentang Program Asuransi Jiwa Kumpulan Jangka Waktu
Sejahtera sebagai Program Asuransi untuk Penghargaan atas Pengabdian Karyawan
Sesuai Dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 172/AZLI-LGL/AG/VII/2011 yang
berlaku efektif tanggal 30 Juni 2011.

IAI telah merealisasikan pembayaran alokasi dana program asuransi tersebut pada
tanggal 30 Juni 2011 sebesar Rp880.932.534 untuk memenuhi kewajiban IAI sehubungan
dengan pemutusan hubungan kerja dengan karyawannya.


Maslahat program asuransi adalah sebagai berikut:


i. Maslahat meninggal dunia
Apabila tertanggung meninggal dunia dalam masa asuransi sebelum jatuh tempo,
maka berdasarkan pemberitahuan tertulis dari IAI, Allianz Life akan membayarkan
maslahat meninggal dunia kepada ahli waris dari tertanggung atau IAI sejumlah
nilai polis untuk diri tertanggung (sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang
berlaku), ditambah uang pertanggungan meninggal dunia sebesar Rp5.000.000 (lima
juta rupiah).


ii. Maslahat berhenti bekerja
Apabila tertanggung mengundurkan diri atau diakhiri status kekaryawanannya dari IAI,
dengan tertulis sebelumnya dari IAI, Allianz Life akan membayar kepada tertanggung
atau IAI nilai polis untuk diri tertanggung (sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan
yang berlaku), sebagai maslahat berhenti bekerja setelah dikurangi pajak.

118

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

15. UTANG IMBALAN Pascakerja (lanjutan)


b. Perjanjian atas imbalan pascakerja (lanjutan)

iii. Maslahat jatuh tempo


Apabila kepesertaan tertanggung telah jatuh tempo sesuai dengan ketentuan
IAI, maka dengan pemberitahuan tertulis sebelumnya dari IAI, Allianz Life akan
membayar kepada tertanggung atau IAI maslahat sejumlah nilai polis atas diri
tertanggung (sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku) sebagai
maslahat jatuh tempo setelah dikurangi pajak.

c. Beban (manfaat) imbalan pascakerja


30 Juni 2014

30 Juni 2013

Biaya jasa kini

380.455.540

318.453.484

Biaya bunga

244.836.900

135.850.362

Hasil yang diharapkan dari aktiva program

(31.262.164)

(30.976.843)

61.025.519

7.210.761

7.210.761

26.751.741

662.266.556

457.289.505

30 Juni 2014

30 Juni 2013

3.017.899.316

1.130.408.614

193.100.000

105.885.000

13.600.000

33.700.000

32.779.728

3.224.599.316

1.302.773.342

Amortisasi dari biaya jasa lalu yang belum diakui


non-vested
Amortisasi kerugian aktuaria

16. PENDAPATAN KEGIATAN KEANGGOTAAN


Akun ini terdiri dari:

Uang pangkal dan iuran anggota utama dan madya


Iuran anggota muda
Iuran mitra perusahaan
Penjualan majalah IAI

17. PENDAPATAN KEGIATAN PENDIDIKAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN (PPL)


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

Penerimaan kursus brevet pajak

8.392.201.500

7.326.606.391

Pendaftaran peserta

2.712.069.707

3.921.475.211

In house training dan lainnya

2.142.443.776

1.887.655.226

Pendaftaran pelatihan aplikasi akuntansi

445.255.000

764.245.000

Penjualan modul

391.012.500

393.482.000

Pendaftaran peserta diploma IFRS

228.808.931

748.552.248

14.311.791.414

15.042.016.076

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

119

KEUANGAN IAI

18. PENDAPATAN KEGIATAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA)


Akun ini terdiri dari:

Pendapatan evaluasi

30 Juni 2014

30 Juni 2013

197.000.000

240.000.000

197.000.000

240.000.000

19. PENDAPATAN KEGIATAN ACARA (SPECIAL EVENT)


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

IFRS, Dialog dan AFA 1114 Juni 2014

1.737.122.726

Hari Ulang Tahun IAI

1.603.954.542

68.181.818

SNA XVI Manado

1.341.427.271

Jasa konsultasi atas implementasi konvergensi IFRS

3.501.995.128

IFRS 67 Maret 2013

1.374.463.670

4.682.504.539

4.944.640.616

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Kegiatan US PSAK

220.800.000

249.000.000

Kegiatan US AAP

129.000.000

295.500.000

Kegiatan US CA

105.000.000

Kegiatan US AS

65.250.001

79.200.002

Kegiatan US KAD

55.750.000

61.500.000

575.800.001

685.200.002

20. PENDAPATAN KEGIATAN UJIAN SERTIFIKASI


Akun ini terdiri dari:

IAI menyelenggarakan Ujian Sertifikasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (US PSAK), Ujian
Sertifikasi Ahli Akuntansi Pemerintahan (US AAP), Ujian Sertifikasi Chartered Accountant (US CA)
dan Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah (US AS) dengan 3 (tiga) tingkatan, yaitu: elementary,
intermediate, dan advance, serta Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar (US KAD).

21. PENDAPATAN KEGIATAN IMPLEMENTASI SAK


Akun ini terdiri dari:

Kegiatan Implementasi SAK

120

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

30 Juni 2014

30 Juni 2013

2.547.100.099

2.547.100.099

KEUANGAN IAI

22. PENDAPATAN PUBLIKASI


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

Buku PSAK

764.079.000

Buku dan materi

194.539.500

30.921.000

989.539.500

30 Juni 2014

30 Juni 2013

350.000.000

350.000.000

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Majalah

23. PENDAPATAN AFILIASI KAMPUS


Akun ini terdiri dari:

Kegiatan afiliasi kampus

24. PENDAPATAN UMUM DAN ADMINISTRATIF


Akun ini terdiri dari:

Hasil investasi net

127.153.139

261.708.959

Jasa giro net

26.482.783

26.933.868

Bunga deposito net

10.626.759

12.493.151

1.996.131.640

102.929.101

117.748.854

267.191.782

2.415.016.472

Penjualan buku dan materi


Lainnya

25. ASET NETO YANG DIBEBASKAN DARI PEMBATASANNYA


Akun ini merupakan reklasifikasi aset neto yang dibebaskan dari pembatasannya pada
pendapatan aset neto terikat temporer menjadi tidak terikat atas kegiatan pengembangan
standar akuntansi pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 masing-masing sebesar Rp1.500.000.000
dan Rp1.500.000.000.
Berdasarkan perjanjian kerjasama konvergensi standar akuntansi internasional PT Bursa Efek
Indonesia, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
dengan IAI No. SP/00221/BEI.HKM/04-2013; KPEI PJ-007.1/KPEI/0413;
SP - 0023/11/DIR/KSEI/0413; 002/MOU/DPN/IAI/V/2013 tanggal 25 April 2013 jangka waktu
perjanjian 1 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp4.500.000.000.

Kegiatan pengembangan standar akuntansi

30 Juni 2014

30 Juni 2013

1.500.000.000

1.500.000.000

1.500.000.000

1.500.000.000

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

121

KEUANGAN IAI

26. PENDAPATAN KEGIATAN KOMPARTEMEN AKUNTAN PENDIDIK (KAPd)


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

62.095.481

62.095.481

30 Juni 2014

30 Juni 2013

Majalah dan pelayanan anggota

673.046.426

496.342.725

Cetak

504.091.580

359.799.965

Gaji pegawai

303.940.842

691.371.119

Distribusi

197.263.773

128.191.827

Transportasi dan komunikasi

76.589.138

49.920.039

Alat tulis kantor

49.680.946

60.453.546

Asuransi

23.890.000

Lain-lain

15.806.451

68.167.257

1.844.309.156

1.854.246.478

KAPD: Umum

27. BEBAN KEGIATAN KEANGGOTAAN


Akun ini terdiri dari:

28. BEBAN KEGIATAN PENDIDIKAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN (PPL)


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

Penyelenggaraan kursus brevet pajak

4.854.501.281

5.241.002.654

Gaji pegawai

2.918.787.506

2.384.036.215

Honor

1.139.394.884

1.469.185.276

Transportasi dan komunikasi

736.145.118

103.367.112

Akomodasi dan konsumsi

484.744.714

703.845.262

Promosi

393.413.591

315.457.044

Asuransi

218.770.000

Alat tulis kantor

208.614.768

84.458.697

Penggandaan materi dan soal

178.423.055

721.484.343

Seminar kit

158.468.500

317.726.532

Distribusi

104.630.789

55.276.913

17.854.400

74.966.998

196.152.180

41.666.279

11.609.900.786

11.512.473.325

Perjalanan dinas
Lain-lain

122

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

29. BEBAN KEGIATAN PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPA)


Akun ini merupakan beban pemberian rekomendasi pengajuan dan perpanjangan izin
penyelenggaraan PPA pada perguruan tinggi yang ada di Indonesia dengan rincian sebagai
berikut:
Transportasi
Akomodasi dan konsumsi
Honor evaluator
Distribusi dan penggandaan materi
Lain-lain

30 Juni 2014
44.716.810
39.569.272
22.114.100
777.880
85.000

30 Juni 2013
32.913.680
9.351.758
33.346.380
10.656.660
2.569.554

107.263.062

88.838.032

30 Juni 2014
1.873.467.773
364.241.200
291.037.148
113.161.550
93.957.600
80.880.600
69.788.748
57.390.000
24.664.050
13.062.954

30 Juni 2013
678.298.882
122.053.484
159.247.300
3.987.800

390.294.456

25.729.035
409.363.290
119.453.640

2.981.651.623

1.908.427.887

30. BEBAN KEGIATAN ACARA (SPECIAL EVENT)


Akun ini terdiri dari:


Akomodasi dan konsumsi
Transportasi
Promosi
Distribusi
Biaya perjalanan dinas
Kesekretariatan
Alat tulis kantor
Penggandaan materi dan referensi
Honor pembicara
Lain-lain

31. BEBAN UJIAN SERTIFIKASI


Akun ini merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka persiapan penyelenggaraan
Ujian Sertifikasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (US PSAK), Ujian Sertifikasi Ahli
Akuntansi Pemerintahan (US AAP), Ujian Sertifikasi Chartered Accountant (US CA), Ujian
Sertifikasi Akuntansi Syariah (US AS), serta Ujian Sertifikasi Keahlian Akuntansi Dasar (US
KAD) dengan rincian sebagai berikut:
Honor
Transportasi dan komunikasi
Akomodasi dan konsumsi
Penggandaan materi dan referensi
Distribusi
Alat tulis kantor
Promosi
Lain-lain

30 Juni 2014
510.504.952
76.884.807
64.403.513
36.984.210
7.030.239
4.457.000

792.128

30 Juni 2013
371.393.501
42.704.210
49.178.530
4.865.050
13.407.648
3.531.000
51.844.000
17.633.251

701.056.849

554.557.190

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

123

KEUANGAN IAI

32. BEBAN KEGIATAN IMPLEMENTASI SAK


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014
1.585.590.150
159.544.044
121.915.000
86.581.974
64.634.667
46.531.600
44.912.148
4.346.942
15.909.513

30 Juni 2013

2.129.966.038

30 Juni 2014

30 Juni 2013

3.157.472.066

3.176.787.698

Beban piutang tak tertagih

733.018.769

Imbalan pascakerja (lihat catatan No. 15)

662.266.566

457.289.505

Asuransi

621.890.808

131.634.369

Telepon dan fax

466.908.252

363.714.083

Penyusutan (lihat catatan No. 9)

355.044.438

384.074.241

Transportasi

231.151.270

151.735.164

Akomodasi dan konsumsi

213.083.047

418.145.549

Alat tulis kantor materi dan referensi

195.952.865

272.853.192

Listrik dan air

158.971.598

122.311.427

Percetakan

113.473.235

837.706.038

Pemeliharaan dan perbaikan

82.951.874

224.779.138

Distribusi

73.930.047

31.550.931

Jasa profesional

60.126.540

197.285.288

Administrasi bank

42.942.810

50.523.177

Perjalanan dinas

19.853.700

81.055.454

Pengembangan karyawan

14.442.117

100.000.000

35.294.496

207.796.231

240.411.093

7.411.276.233

7.277.150.843

Gaji pegawai
Transportasi dan komunikasi
Honor
Akomodasi dan konsumsi
Alat tulis kantor
Asuransi
Biaya penggandaan materi dan referensi
Distribusi
Lain-lain

33. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRATIF


Akun ini terdiri dari:

Gaji pegawai

Beban pajak
Lain-lain

124

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

34. BEBAN HUBUNGAN MASYARAKAT


Akun ini terdiri dari:


30 Juni 2014

30 Juni 2013

580.223.410

Transportasi dan komunikasi

59.419.630

Akomodasi dan konsumsi

56.268.873

Cetak

49.918.760

Asuransi

19.280.000

Alat tulis kantor

11.129.500

Gaji pegawai

Distribusi

428.500

Lain-lain

3.482.136

780.150.809

30 Juni 2014

30 Juni 2013

781.493.074

35. BEBAN PUBLIKASI


Akun ini terdiri dari:

Cetak
Distribusi

7.408.700

Transportasi dan komunikasi

1.289.400

Alat tulis kantor

105.000

Lain-lain

596.680

790.892.854

36. BEBAN HUBUNGAN INTERNASIONAL


Akun ini merupakan beban kegiatan hubungan internasional dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2014

30 Juni 2013

Akomodasi

238.326.502

205.566.163

Iuran keanggotaan internasional

235.603.948

314.284.978

Transportasi

94.608.569

268.668.925

Konsumsi

57.695.249

7.377.291

Distribusi dan penggandaan


Lain-lain

8.930.808

545.780

153.724

5.043.615

635.318.800

801.486.752

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

125

KEUANGAN IAI

37. BEBAN PENGEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN


Akun ini merupakan beban dari pengembangan standar dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2014

30 Juni 2013

Gaji dan honor

633.929.645

871.233.523

Hubungan internasional

271.357.973

176.047.635

Transportasi dan komunikasi

50.276.610

105.830.647

Akomodasi dan konsumsi

43.168.214

65.659.888

Asuransi

24.770.000

Alat tulis kantor

14.703.705

13.046.000

3.841.900

7.599.381

Distribusi

1.068.500

Lain-lain

48.104.000

1.042.048.047

1.288.589.574

Biaya penggandaan materi dan referensi

38. BEBAN ASET NETO YANG DIBEBASKAN DARI PEMBATASANNYA


Akun ini merupakan beban kegiatan pengembangan standar akuntansi dengan rincian
sebagai berikut:
30 Juni 2014

30 Juni 2013

Gaji

746.820.296

851.725.338

Akomodasi dan konsumsi

291.140.428

102.795.947

Asuransi

183.921.600

64.170.195

Royalti kepada IFRS Foundation

172.433.800

Biaya penggandaan materi dan referensi

150.064.445

47.324.378

Hubungan internasional

132.183.534

39.608.095

Transportasi dan komunikasi

130.057.460

55.450.590

Alat tulis kantor

6.408.100

6.527.389

Distribusi

3.964.795

1.183.368

Lain-lain

10.876.000

3.344.242

1.827.870.458

1.172.129.542

Beban Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan adalah merupakan beban yang timbul dari
periode Juli 2013 sampai dengan Juni 2014 yang merupakan aktivitas konvergensi IFRS,
Penyusunan Pedoman Akuntansi dan aktivitas internasional yang terkait dengan konvergensi
IFRS.

39. BEBAN KOMPARTEMEN AKUNTAN PENDIDIK (KAPd)


KAPd: Umum

126

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

30 Juni 2014

30 Juni 2013

28.757.266

28.757.266

KEUANGAN IAI

40. PENERIMAAN HIBAH PROJECT WORLD BANK


Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengadakan kerjasama dengan International Bank for
Reconstruction and Development (World Bank) melaui surat perjanjian Letter No. CD-112/
IDF/V/2014 tanggal 28 Mei 2014 tentang hibah IDF Grant for Strenghtening the Accounting
Profession in Indonesia Project (Proyek).
Berdasarkan surat perjanjian tersebut IAI memperoleh dana hibah sebesar US $350,000
(ekuivalen Rp4.189.150.000), dengan jangka pencairan dana hibah Proyek maksimum sampai
dengan 5 Oktober 2017 (lihat catatan 7).
Tujuan dari kerja sama antara World Bank dan IAI adalah untuk memperkuat profesi akuntansi
dengan mendukung IAI dalam memenuhi standar internasional bagi akuntan profesional.

Proyek tersebut meliputi:

Pengembangan Ujian Akuntan Profesional (CA Indonesia)


1. Pengembangan silabus, standar operasional prosedur, modul belajar mandiri dan ujian
berbasis komputer, semuanya disesuaikan dengan standar International Federation of
Accountants.
2. Mengadakan workshop untuk mensosialisasikan ujian CA Indonesia kepada pemangku
kepentingan yang relevan.

Pengembangan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) untuk Akuntan Profesional


1. Merancang dan mengembangkan program PPL untuk akuntan profesional, termasuk
sistem e-learning dan materi on-line.
2. Pengembangan sistem administrasi keanggotaan dan monitoring kepatuhan anggota
terhadap persyaratan PPL.
Reviu Implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
1. Mereviu dan menilai kepatuhan dan ketidakpatuhan entitas tanpa akuntabilitas publik
apakah telah sesuai dengan SAK ETAP.

41. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN


Berikut adalah nilai tercatat dan estimasi nilai wajar atas aset dan liabilitas keuangan IAI
Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2014
Nilai tercatat
Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Investasi - dimiliki hingga jatuh tempo

Liabilitas keuangan
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar

2.290.438.725
1.962.569.563
34.513.657
1.500.000.000

2.290.438.725
1.962.569.563
34.513.657
1.500.000.000

5.787.521.945

5.787.521.945

350.009.530
167.314.797

350.009.530
167.314.797

517.324.327

517.324.327

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

127

KEUANGAN IAI

41. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)


30 Juni 2013
Nilai tercatat
Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas
Piutang usaha
Piutang lain-lain
Investasi - dimiliki hingga jatuh tempo

Liabilitas keuangan
Utang usaha
Biaya yang masih harus dibayar

3.206.761.275
2.429.175.963
135.204.243
3.020.000.000

3.206.761.275
2.429.175.963
135.204.243
3.020.000.000

8.791.141.481

8.791.141.481

448.153.624
183.481.384

448.153.624
183.481.384

631.635.008

631.635.008

42. REVISI DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN


Berikut ini adalah Revisi dan interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku efektif
mulai 1 Januari 2014 dan akan berlaku efektif 1 Januari 2015.





Efektif 1 Januari 2014


a. PPSAK No. 13 (Pencabutan PSAK No. 33) tentang Aktivitas Pengupasan Lapisan Tanah
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
b. ISAK No. 26 tentang Perjanjian Konsesi Jasa (Pengungkapan)
c. ISAK No. 27 tentang Pengalihan Aset dari Pelanggan
d. ISAK No. 28 tentang Pengakhiran Liabilitas Keuangan
e. ISAK No. 29 tentang Biaya Pengupasan Lapisan Tanah Tahap Produksi pada Pertambangan
Terbuka
Implementasi PSAK dan ISAK tersebut tidak memiliki dampak signifikan dalam penyajian
laporan keuangan periode berjalan.

Efektif 1 Januari 2015


a. PSAK No. 65 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian
b. PSAK No. 66 tentang Pengaturan Bersama
c. PSAK No. 67 tentang Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
d. PSAK No. 68 tentang Pengukuran Nilai Wajar
e. PSAK No. 1 (Revisi 2013) tentang Penyajian Laporan Keuangan
f. PSAK No. 24 (Revisi 2013) tentang Imbalan Kerja
g. PSAK No. 15 (Revisi 2013) tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
h. PSAK No. 4 (Revisi 2013) tentang Laporan Keuangan Tersendiri
Manajemen sedang melakukan evaluasi atas dampak penerapan PSAK dan ISAK tersebut
terhadap laporan keuangan IAI untuk periode yang akan datang.

128

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

KEUANGAN IAI

43. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN


Sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Eksekutif IAI No. KEP-30/SK/DE/IAI/VII/2010 tanggal
1 Juli 2010 tentang Kebijakan Manajemen Risiko IAI, yang menetapkan sebagai berikut:

Aktivitas IAI mencakup aktivitas pengambilan risiko dengan sasaran tertentu melalui
pengelolaan yang profesional. Fungsi utama dari manajemen risiko IAI adalah untuk
mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi risiko.
IAI secara rutin menelaah kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan
dengan perubahan di lingkungan, produk jasa dan praktek terbaik di lingkungan.
IAI mendefinisikan risiko keuangan sebagai kemungkinan penurunan aset neto atau kehilangan
kenaikan aset neto, yang disebabkan oleh faktor internal maupun faktor eksternal yang
berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan IAI.

Tujuan IAI dalam mengelola risiko keuangan adalah untuk mencapai keseimbangan
yang sesuai antara risiko dan tingkat pengembalian serta meminimalisasi potensi efek
memburuknya kinerja keuangan IAI.
Risiko keuangan utama yang dihadapi IAI adalah risiko kredit, risiko suku bunga, risiko
likuiditas, dan risiko perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi dan sosial
politik. Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan
mempertimbangan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia dan internasional.

a. Risiko kredit

Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari anggota atau peserta yang gagal
memenuhi kewajiban kontraktual mereka.

Instrumen keuangan IAIyang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan
setara kas serta piutang. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai
tercatat atas akun-akun tersebut.

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 2013 kas dan setara kas serta piutang yang dimiliki IAI
tidak terkonsentrasi pada pihak tertentu (lihat catatan No. 3 dan No. 5).

IAI mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang dapat
diterima untuk masing-masing anggota/peserta dan lebih selektif dalam pemilihan bank
dan institusi keuangan, yaitu hanya bank-bank dan institusi keuangan ternama dan
yang berpredikat baik yang dipilih.

b. Risiko suku bunga


Risiko tingkat bunga arus kas adalah risiko dimana arus kas masa depan dari suatu
instrumen keuangan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.


Risiko suku bunga yang dihadapi adalah kemungkinan turunnya suku bunga investasi
yang terjadi secara tiba-tiba yang dapat berpengaruh terhadap menurunnya imbal hasil
investasi IAI. Selama periode tahun berjalan, dampak dari pergerakan suku bunga di
pasar tidak signifikan.

2010 LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN


2014 DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

129

KEUANGAN IAI

43. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)


b. Risiko suku bunga (lanjutan)


IAI tidak memiliki pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dengan bunga tetap
atau mengambang. Tingkat suku bunga yang cukup tinggi dan terjadi secara tiba-tiba
tidak berpengaruh langsung terhadap menurunnya laba IAI.


c. Risiko likuiditas

Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas menunjukkan aset lancar yang
dimiliki oleh tidak cukup untuk menutupi liabilitas lancar IAI.

Eksposur risiko likuiditas berupa kesulitan IAI dalam memenuhi kewajiban keuangan
yang harus dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. IAIdiharapkan dapat
membayar seluruh kewajibannya sesuai dengan jatuh tempo kontraktual. Dalam
memenuhi kewajiban tersebut, maka IAI harus menghasilkan arus kas masuk atau
memiliki aset lancar yang cukup.

IAI mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang
mencukupi untuk memenuhi komitmen IAI untuk kegiatan operasional normal dan
secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal
jatuh tempo aset, dan liabilitas keuangan.

d. Risiko perubahan kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, dan sosial politik

Kebijakan pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial
dan politik yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya daya beli masyarakat dan
mungkin juga mengurangi peran IAI dalam keprofesian.

Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan IAI dalam menjaring anggota atau
peserta kegiatan sehingga berpengaruh terhadap pendanaan aktivitas IAI.

44. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN


Pengurus Pusat IAI bertanggung jawab atas penyiapan laporan keuangan yang diselesaikan
tanggal 29 Agustus 2014.

130

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN 2010


DPN IKATAN AKUNTAN INDONESIA 2014

IAIExchange.
https://iailounge.iaiglobal.or.id

Journey to be

a Professional Accountant
just one click away

Teknologi Informasi

untuk Akuntan
Registrasi ulang Akuntan Beregister Negara secara online
Pendaftaran dan perpanjangan online keanggotaan IAI
Online Learning
Share point yang memuat PSAK online, Buletin Teknis, dan Majalah Akuntan Indonesia
Office 365 dengan kapasitas email 25 GB

IAI Lounge
Mobile

IAI Lounge
Web

IAI Distance
Learning *

IAI Online
Try Out *

* Dalam proses pengembangan

021
IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Pelaporan
SKP