Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MENEJEMEN NYERI
A. IDENTITAS PENYULUHAN
Pokok bahasan

: Satuan acara penyuluhan

Subpokok bahasan

: Menejemen Nyeri

Hari/ Tanggal

: Kamis, 2 April 2015

Sasaran

: Tn.S

Tempat

: Rumah Tn. S

Waktu

: 15 Menit

B. LATAR BELAKANG
Setiap orang, apalagi lansia (lanjut usia), tentu pernah
merasakan nyeri selama perjalanan hidupnya. Perasaan nyeri
ini kualitas dan kuantitasnya berbeda dari satu orang ke
orang lain, tergantung dari tempat nyeri, waktu, penyebab
dan lain-lain. Pada lansia rasa nyeri ini sudah menurun,
sehingga keluhan akan berkurang, karena kepekaan sarafnya
sudah

mulai

berkurang bahkan

bisa

sampai

hilang

sama

sekali. (Warfields,1991; Park and Fulton,1991).


Lansia seringkali memerlukan intervensi psikologik untuk
penatalaksanaan nyeri kroniknya. Edukasi tentang apa itu
nyeri

dan

feedback,

akibatnya,
teknik

konseling, relaksasi, imagery, bio-

pengalihan

(distraction),

hypnosis

atau

meditasi bisa bermanfaat.


C. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 15 menit,
Lansia diharapkan mampu mengetahui dan paham tentang
manajemen nyeri

2. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah

mengikuti

penyuluhan

kesehatan

ini,

lansia

diharapkan mampu:
a.

Memahami tentang definisi Nyeri

b.

Menjelaskan tentang penyebab nyeri

c.

Memahami manajemen nyeri tehnik relaksasi

d.

Mampu

melakukan

tehnik

relaksasi

untuk

menurunkan nyeri
D. MATERI
Terlampir
E. MEDIA
1. Leaflet
F. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab
4. Demonstrasi
G. KEGIATAN PENYULUHAN
Kegiatan

Waktu

Aktifitas
perawat/penyuluh

Pendahulua
n

5
menit

Perkenalan
Latar belakang masalah
penyuluhan

Penyajian

10
menit

Menjelaskan :
1.

Pengertian
rumah
sehat dan PHBS

Aktifitas
peserta
Memperhati
kan

Cerama
h, tanya
jawab
dan
diskusi

Memperhati
kan
penjelasan
perawat

Cerama
h,
diskusi

penyuluh

Metode

2.

Evaluasi

10
menit

Penutup

5
menit

Ciri-ciri dan kriteria


rumah sehat
3.
Pentingnya
pemeliharaan
kebersihan rumah dan
PHBS
Meyimpulkan materi
Memberi
kesempatan
bertanya pada peserta
Evaluasi,

(penyuluh)

Mengajukan
pertanyaan
Menjawab
pertanyaan
dengan
benar

Cerama
h, tanya
jawab
dan
diskusi

Salam penutup

H. EVALUASI
1. Struktural
a) Persiapan media yang akan digunakan (Poster, leaflet)
b) Persiapan denah tempat yang akan digunakan
c) Kontrak waktu
d) Persiapan SAP
2. Proses
a) Selama

penyuluhan

peserta

memperhatikan

penjelasan yang disampaikan


b) Selama

penyuluhan

peserta aktif

bertanya tentang

penjelasan yang disampaikan


c) Selama

penyuluhan

peserta

aktif

menjawab

pertanyaan yang diajukan


3. Target yang ingin dicapai
a) Peserta mampu Memahami tentang manajemen nyeri
dengan Farmakologis
b) Peserta

mampu

Menjelaskan

tentang manajemen

nyeri Nonfarmakologis
c) Peserta

mampu

Memahami

manajemen nyeri Nonfarmakologis

tehnik

relaksasi

d) Mampu melakukan tehnik relaksasi untuk menurunkan


nyeri

MATERI PENYULUHAN
Menejemen Nyeri
A. Definisi Nyeri
Pengertian nyeri, menurut International Association for
Study

of Pain (IASP), nyeri adalah

sensoris subyektif dan emosional

merupakan pengalaman

yang tidak

menyenangkan

yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan yang nyata,


berpotensi

rusak,

atau

menggambarkan kondisi

terjadinya

kerusakan. Kerusakan jaringan yang nyata misalnya terjadi


pada nyeri akibat luka operasi. (Dharmayana, 2009)
B. Penyebab Nyeri
Merupakan
Terjadi penurunan

penyakit

degeneratif

fungsi tulang

rawan

kronis

dari

sendi,

sendi.

sendi

yang

terkena adalah sendi - sendi yang berfungsi menopang berat


badan seperti sendi tulang belakang, sendi

paha,

dan

yang

tersering adalah sendi lutut. Penyakit ini sering didapatkan


sebagai gangguan umum pada usia lanjut yang mengalami
penurunan produksi cairan sendi (Sehatbugardokterintan, 2008)
.
C. Menejemen nyeri nonfarmakologi
Teknik Relaksasi
Tehnik

relaksasi

merupakan

tehnik

yang

dapat

di

ajarkan kepada keluarga dan klien. Agar mampu melakukan


tindakan relaksasi secara mandiri untuk menurunkan nyeri.
Langkah-langkah tehnik relaksasi antara lain :
1) Menarik nafas dalam dan menahannya di dalam paru

2) Secara perlahan-lahan keluarkan udara dan rasakan


tubuh

menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal

tersebut
3) Klien bernafas dengan irama normal dalam beberapa
waktu
4) Klien mengambil nafas dalam kembali dan keluarkan
secara perlahan-lahan, pada saat ini biarkan telapak
kaki

relaks.

Minta

kepada

klien

untuk

mengkonsentrasikan fikiran pada kakinya yang terasa


ringan dan hangat.
5) Ulangi

langkah

dan

konsentrasikan

fikiran

pada

lengan, perut, punggung dan kelompok otot-otot lain


6) Setelah klien merasa relaks, klien dianjurkan bernafas
secara perlahan. Bila nyeri menjadi hebat klien dapat
bernafas secara dangkal dan cepat (Somantri, 2007).

D. Terapi Musik
Musik

merupakan

bunyi

yang

dianggap

enak

oleh

pendengarnya yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang


atau

sekumpulan

orang. Penggunaan musik sebagai terapi

sebenarnya telah dikenal manusia sejak jaman Yunani kuno dan


mulai diterapkan pada masa perang dunia I dan II (Samuel,
2007).
Studi

tentang

dikembangkan,

terapi

lebih-lebih

musik

setelah

semakin

diketahuinya

banyak
pengaruh

Mozart pada tahun 1993. Dalam bidang kedokteran, terapi


musik dikenal sebagai

Complementary Medicine

yang

dapat digunakan untuk meningkatkan, mempertahankan, dan


mengembalikan kesehatan fisik, mental, emosional, maupun

spritual

dengan

menggunakan

bunyi

atau

irama

tertentu

(Samuel, 2007). Beberapa peneliti telah membuktikan bahwa


musik dapat menurunkan keluhan baik fisik maupun mental.
seperti

pada

melengkapi

pasien

luka

perawatan

bakar,
AIDS,

diabetes,
pasien

kanker, stroke,

gangguan

jiwa,

termasuk untuk penanganan nyeri (Pandoe, 2006).


Dewasa

ini

penggunaan

musik

sudah

tidak

dibatasi

oleh dimensi ruang dan waktu lagi, seseorang dapat dengan


bebas

mengakses

harus

mengganggu

musik kapan
orang

lain.

serta

dimana

Terapi musik

saja

tanpa

merupakan

intervensi alami non invasif yang dapat diterapkan secara


sederhana, tidak selalu membutuhkan kehadiran ahli terapi,
harga terjangkau, dan tidak menimbulkan efek samping.

DAFTAR PUSTAKA
Somantri,

Irman.

(2007).

Penanganan

Nyeri.

From:

http://irmanthea.blogspot.com
/2007/07/diagnosa-keperawatan_ 19.html. akses 03 Maret
2013.
Dharmayana, Dwi. (2008). Tata Laksana Nyeri. Dinas Kesehatan
Propinsi Maluku Utara. From: http:// malutpost.com/
berita/index.php?option=com_ content&task= view &id=
110&Itemid=38
Sehatbugardokterintan.
Sendi.

(2008).

Beberapa

From:

Penyebab

http://

Nyeri
sehat

bugardokterintan.blog.uns.ac.id/2009/07/17/beberapapenyebab-nyeri-sendi/
Pro-health.(2009). Nyeri dan tatalaksanaan nyeri pada lansia.
From:
http://stikeskabmalang.wordpress.Com/2009/09/30/nyeridan-tatalaksanaan-nyeri-pada-lansia/

Medical

shocker.

(2001). Pengaruh terapi musik terhadap intensitas nyeri


akibat perawatan
pelayanan

luka

kesehatan

bedah

abdomen

masyarakat rumah

di

badan

sakit

umum

ngudi waluyo wlingi kabupaten blitar.


from:

http://www.scribd.com/doc/14961398/Pengaruh-TerapiMusik-Terhadap-as-Nyeri-Akibat-Perawatan-Luka-BedahAbdomenDi-Badan-Pelayanan-Keseha

tan-

Rumah -Sakit-Umum-Ngudi-Waluyo-Wlingi

Masyarakat-