Anda di halaman 1dari 4

DERMATITIS KONTAK

1.Dermatitis kontak alergik


Dermatitis kontak alergi adalah kelainan yang terjadi akibat
respon hipersensivitas tipe IV yang timbul setelah adanya
paparan terhadap allergen secara berulang. Tidak semua
orang dapat bereaksi terhadap allergen dan respons terhadap
terhadap allergen tidak muncul pada paparan pertama,
kecuali pekerja pernah terpapar senyawa yang mirip dengan
allergen yang terpapar pada waktu lalu. Reaksi terdiri dari 2
fase yang berbeda yaitu fase induksi dan elisitasi
Gejala muncul setelah beberapa jam, hari setelah terjadi
paparan. Rasa gatal yang hebat dan dapat meluas nelampaui
atas bagian yang terpapar.
Penyebab:
a.
-

Minyak bumi
Bahan bakar
Minyak,
Pelumas
b.Tanaman:
Ivy
Oak
Sumac
India marking nut tree
Japanesej acquer tree
Mangga
Apel
Mete
Gluta
Dan lain-lain
c.Logam
Nikel
Chrome
Merkuri
Arsen
Garam Platinum
Alumunium
2.Dermatitis Kontask Iritan
Banyak bahan dapat menimbulkan reaksi inflamasi non alergi
pada kulit berupa dermatitis iritan. Kelainan timbul setelah
beberapa menit atau beberapa jam terpapar bahan penyebab
berkonsentrasi tinggi, tanpa adanya riwayat paparan
sebelumnya. Keparahan kelaianan yang timbul bervariasi
1

antara individu dari waktu ke waktu, tergantung pada kodisi


kulit, lamanya paparan, konsentrasi bahan penyebab.
Kelainan yang timbul juga tergantung pada kelembaban, suhu
panas atau dingin, tekanan dan pergesekan yang
mempengaruhi sawar epidermisi sehingga menjadi lebih peka
terhadap efek bahan iritan.
Bahan-bahan yang bersifat iritan:
1.Alkali dan asam
a. Alkali:
-Sodium hydroxide
-Potasium hydroxide
-Ammonium hydroxide
-Calcium hydroxide
Bahan-bahan ini dapat berpenetrasi ke dalam dan masuk kulit
dengan cara melarutkan keratin. Kelainan akibat bahan-bahan
ini sering berkaitan dengan hand eczema akibat terpapar
deterjen, bahan pemutih, preparat amonia, pembersih pipa
drainase, toilet bowl dan oven.
b.Asam
-Hidrochloric
-Nitric
-Sulfuric
-Hydrofluoric acid
Dapat menimbulkan luka bakar. Hydrocloric acid menimbulkan
kelainan yang lebih supervisial dan lebih serig menimbulkan
lepuh dibandingkan dengan jnis asam lainnya. Nitric acid
dapat menimbulkan luka dalam, sulfuric acod menyebabkan
warna kulit menjadi kecoklatan disertai dengan ulcus dan
kesulitan dalam proses penyembuhan. Hydrofluoric acid
dapat menimbulkan eritem sampai vesikulasi, ulserasi dan
nekrosis.
1).Hidrokarbon
Banyak terdapat dalam minyak tanah mentah, pelumas dan
cutting oil. Paparan kronik terhadap bahan ini dapat
mengabatkan pruritus, folikulitus, kalsifikasi atau erupasi
acnefoermis. Paparan terhadap aspal dan produk ter dapat
menimbulkan melanoderma.
2).Diethyltoluamide
Bahan yang digunakan untuk penangkal nyamuk dalam
perang Vietnam. Bahan ini dapat menimbulkan reaksi lepuh ,
tidak menimbulkan dermatitis secara bermakna.