Anda di halaman 1dari 6

BAHAN BANGUNAN RAMAH LINGKUNGAN

& BAHAN BANGUNAN BERBAHAYA


Bahan Banguna Ramah Lingkungan
Indonesia adalah negara berkembang yang tidak luput dari kegiatan pembangunan.
Pembangunan yang dilakukan tentu membutuhkan bahan bangunan. Bahan bangunan
disediakan oleh alam yang mempunyai angka keterbatasan, yang pada suatu saat akan habis
dan alam tidak dapat menyediakannya lagi, sehingga perlu usaha untuk melestarikannya.
Bahan Bangunan Ramah Lingkungan adalah bahan bangunan yang proses perubahan
transformasi atau teknologinya makin sedikit, tidak merusak lingkungan, dan tidak
mengganggu kesehatan manusia.
Material ramah lingkungan memiliki kriteria sebagai berikut :
-

Tidak beracun, sebelum maupun sesudah digunakan


Dalam proses pembuatannya tidak memproduksi zat-zat berbahaya bagi lingkungan
Dapat menghubungkan kta dengan alam, dalam arti kita makin dekat dengan alam karena
kesan alami dari material tersebut ( misalnya bata mengingatkan kita pada tanah, kayu
pada pepohonan
Bisa didapatkan dengan mudah dan dekat
Bahan material yang dapat terurai secara alami

Bahan bangunan ramah lingkungan juga dapat dinilai dari pengaruhnya terhadap
lingkungan hidup dan kesehatan manusia. Ini semua dikarenakan bahan bangunan bisa
sebagai pencemar udara, pencemar air, dan pencemar tanah. Dengan latar belakang hal-hal
seperti ini yaitu tingkat teknologi, pengaruh terhadap ekologi dan kesehatan manusia maka
bahan bangunan yang ramah lingkungan dapat dibuat penggolongannya menurut penggunaan
bahan mentah dan tingkat transformasi adalah sebagai berikut :
Bahan bangunan yang dapat dibudidayakan kembali (regenerative)
Seperti bahan bangunan nabati misalnya kayu, rotan, rumbia, alang-alang, sabut kelapa,
ijuk, kulit kayu, kapas, kapuk dan lain-lain. Semua bahan bangunan tersebut dapat
dibudidayakan kembali misalnya, kayu membusuk atau terbakar menjadi karbon yang
pada tanah bias berfungsi sebagai pupuk pohon kayu generasi berikutnya.

Kayu

rotan

rumbia

Alang-alang

Sabut kelapa

Ijuk

Kapas

Kapuk

Kulit Kayu

Bahan bangunan alam yang dapat digunakan kembali (recycling)


Bahan bangunan alam yang dapat digunkan kembali adalah bahan bangunan yang tidak
dapat dihasilkan lagi (regeneratif), akan tetapi karena kebutuhan bahan tersebut dengan
persiapan khusus dapat digunakan lagi. Contoh bahan bangunan ini adalah tanah, tanah
liat, tras, kapur, batu kali, batu alam, pasir dan sebagainya.

Tanah

Tanah liat

Batu Alam

Kapur batu kali

Pasir

Bahan bangunan buatan yang dapat digunakan kembali (recycling dalam fungsi
yang berbeda)
Bahan bangunan ini didapat dari limbah, potongan, sampah, ampas, dsb dari perusahaan
industri. Biasanya material ini dalam bentuk: bahan pembungkus/kemasan (misalnya
kardus dan kertas, kaleng bekas, botol bekas dsb), ban mobil bekas, serbuk kayu,
potongan kain sintetis, potongan kaca, potongan seng, dsb.

Botol bekas

Ban mobil bekas

Seng

Golongan bahan bangunan ini lambat laun akan hilang apabila pembangunan ekologis
telah tercapai didalam tanah masyarakat yang hidup seimbang dengan lingkungan
sekitarnya.
Bahan banguna alam yang mengalami perubahan transformasi sederhana
Seperti misalnya batu bata, genteng tanah liat. Kedua bahan bangunan tersebut berbahan
mentah tanh liat yang terdapat dimana saja. Setelah dibentuk tanah liat ini kemudian
dibakar. Bahan bangunan ini adalah bahan bangunan tertua diciptakan manusia.

Batu Bata

Genteng Tanah Liat

Bahan Bangunan Berbahaya


Bahan bangunan komposit
Adalah merupakan bahan bangunan yang tercampur menjadi satu kesatuan dan tidak
dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian bangunan. Contohnya, batu buatan yang tidak
dibakar (batako genteng beton dan conblock) yaitu campuran antara pasir dan semen.
Bahan bangunan buatan yang tidak dibakar ini meskipun tergolang bahan bangunan
komposit dan kurang ramah llingkungan, material ini biasanya diproses oleh industri
rumah yang dimiliki oleh rakyat.

Genteng beton

Conblok/Pavingblock

Contoh lain adalah bahan bangunan yang dilebur (logam dan kaca). Kemudian juga bahan
bangunan sebagai pengikat/perekat (semen merah, kapur merah, kapur padam, kapur
kering, dan semen). Termasuk bahan bangunan komposit seperti beton bertulang, pelat
serat (fiber) semen, beton komposit, cat kimia, perekat, dan dempul.

Gambar bahan bangunan yang dijadikan sebagai pengikat/perekat :

Semen Merah

Kapur Merah

Kapur tohor (kapur Padam)

Bahan bangunan yang mengalami beberapa tingkat perubahan transformasi


Ialah bagian bangunan sintetik (plastik). Bahan bangunan sintetik memakai bahan mentah
fosil (minyak bumi, arang atau gas). Dalam proses pembuatanya bahan bagunan sintetik
banyak memerlukan energi. Contoh bahan bangunan ini misalnya, pipa air bersih dan
kotor dari PVC, lapisan lantai, selang, zat pelengkap cat, peralatan listrik, profil plastik,
busa yang elastis, topi pelindung, pelat transparan plastic bergelombang, alat
perlengkapan pintu dan jendela, perekat yang tahan cuaca, karet sintetis, bahan penutup
celah bangunan, cat kedap air, dsb.
Gambar bahan bangunan yang berbahaya :

Kayu dengan penggunaan


politer. Dapat menimbulkan
penyakit alergi kulit, mata,
gangguan selaput lender.

Lem PVC

Pipa PVC

Karpet plastic
PVC

Bahan-bahan bangunan ini berbahaya yang


bisa menimbulkan kanker, pembakaran
menguapkan asam klorida (mematikan
tanaman), penyakit hati dan ginjal.

Thinne

Asbes

Bahan bangunan thinner, cat sintetis, cat


epoksi yang mengandung etylakohol, epoksi
mesin dapat menimbulkan penyakit syaraf,
darah, pernafasan, mata buta, gangguan
keseimbangan, selaput lender dan eksim pada
kulit.

Bahan bangunan ini dapat


menimbulkan penyakit Asbestose
(penyakit paru). Dan kanker.

Bahan bangunan sintetik ini tergolong mengkhawatirkan dalam masalah lingkungan hidup
dikarenakan :
- Mengandung zat pelunak yang membahayakan bagi kesehatan manusia (PVC)
- PVC dan PE yang banyak dipakai bahan bangunan sintetik agak sukar didaur ulang
(PVC) dan agak mahal didaur ulang (PE)
- Pengolahan harus melewati beberapa proses yang ternyata tidak bisa dibalik
(irreversible)
- Menggunakan bahan baku minyak bumi yang tidak bisa diperbarui
- Dalam pengolahannya banyak membutuhkan energi..
Bahan bangunan yang berbahaya juga bisa terdapat pada kayu jika menggunakan politer,
melamin, pipa pvc, lem pvc

Sumber : Scrib: bahan bangunan ramah lingkungan


Cvastro.com/tips-memilih-material-bahan-bang

TEKNOLOGI BAHAN BANGUNAN PADA TIGA ELEMEN

(Dinding, Lantai, dan Atap)

Kayu
Kayu merupakan bahan produk alam (hutan). Kayu merupakan bahan bangunan yang
banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan. Selain itu juga kayu
merupakan bahan bangunan ramah lingkunagan.
Teknologi penggunaan kayu pada :
Dinding
Bambu