Anda di halaman 1dari 23

AIR BERSIH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas

Disusun oleh :
Afwini Laily

P17320313038

Ani Fitryani

P17320313011

Ayu Selvia PratidinaP17320313019


Bagjalia Agustina

P17320313032

Dela Wagenda

P17320313039

Desi Yustiana

P17320313008
Tingkat 3 B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN BOGOR


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RI BANDUNG
2015

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmannirrahiim
Assalamualaikum Wr.Wb
Puji serta syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah Komunitas dengan judul Air
Bersih. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen mata
kuliah yang bersangkutan. Dalam penyususnan makalah ini penulis tidak lepas dari
hambatan serta kesulitan, namun atas bimbingan dan arahan dari berbagai pihak,
akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Apabila ada kekurangan dalam penyususnan makalah ini, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di tugas
selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat untuk penulis dan khususnya bagi
pembaca dalam menambah wawasan pengetahuan, khususnya di bidang keperawatan.

Bogor, September 2015

Penulis

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................I
DAFTAR ISI.................................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A. Latar Belakang....................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...............................................................................................1
C. Tujuan.................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI..........................................................................................3
A. Definisi Air Bersih..............................................................................................3
B. Syarat-Syarat Air Minum Yang Sehat.................................................................3
C. Sumber-Sumber Air Bersih................................................................................5
D. Pengolahan Air Minum Secara Sederhana.........................................................6
BAB III SIMPULAN...................................................................................................18
Daftar Pustaka..............................................................................................................19

BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia akan lebih cepat meninggal
karena kekurangan air dari pada kekurangan makanan. Dalam tubuh manusia itu
sendiri sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60% berat
badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65%, dan untuk bayi sekitar 80%.
Kebutuhan manusia akan air sangan kompleks antara lain untuk minum, masak,
mandi, mencuci (bermacam-macam cucian), dsb. Menurut perhitungan WHO di
Negara-negara maju setiap orang memerlukan air antara 60-120 liter perhari.
Sedangjan di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia setiap orang
memerlukan air antrara 30-60 liter per hari.
Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan
untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum (termasuk untuk masak) air
harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit
bagi manusia.

b. Rumusan masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Apa pengertian air bersih?


Apa syarat-syarat fisik air bersih?
Apa syarat-syarat kimiawi air bersih?
Apa syarat-syarat biologis air bersih?
Apa macam-macam sumber air?
Bagaimana cara pengolahan air bersih?
Bagaimana tips menghemat air bersih

c. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Mahasiswa dapat mengerti pengertian Air Bersih.


Mahasiswa dapat mengetahui syarat fisik Air Bersih.
Mahasiswa dapat mengetahui syarat kimiawi Air Bersih.
Mahasiswa dapat mengetahui syarat bakteriologis Air Bersih.
Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam sumber Air Bersih.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A.

Definisi Air Bersih


Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik
dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan
aktivitas mereka sehari-hari dan memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk
treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi. Persyaratan disini ditinjau dari
persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis.

b.

Syarat-Syarat Air Minum Yang Sehat


Agar air minum tidak menimbulkan penyakit, maka air tersebut hendaknya
diusahakan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan setidaknya diusahakan
mendekati persyaratan tersebut. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai
berikut:
a. Syarat fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tidak
berwarna), tidak berasa, suhu di bawah suhu udara di luarnya. Cara mengenal
air memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar.
b. Syarat bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri,
terutama bakteri patogen. Cara ini untuk mengetahui apakah air minum
terkontaminasi oleh bakteri patogen, adalah dengan memeriksa sampel
(contoh) air tesebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari
4 bakteri E. Coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

c. Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu dalam
jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia
dalam air, akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. Bahanbahan atau zat kimia yang terdapat dalam air yang ideal antara lain sebagai
berikut:
Jenis bahan

Kadar yang dibenarkan

Flour (F)

1-1,5

Chlor (Cl)

250

Arsen (As)

0,05

Tembaga (Cu)

1,0

Besi (Fe)

0,3

Zat organik

10

Ph, (keasaman)

6,5-9,0

CO2

Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan, maka air minum yang
berasal dari mata air dan sumur dalam dapat diterima sebagai air yang sehat, dan
memenuhi ketiga persyaratan tersebut, asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran
terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu, mata air atau sumur yang
ada dipedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari
oleh penduduk yang menggunakan air tersebut.

c. Sumber-Sumber Air Bersih

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum.


Keterangan :
1. Air Hujan
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Akan tetapi air hujan ini
tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang
sehat perlu ditambahkan kalsium di dalamnya.
2. Air Sungai
3. Dan Danau
Menurut asalnya sebagian dari air sungai dan air danau ini juga dari air hujan yang
mengalir melalui saluran saluran ke dalam sungai atau dana. Kedua sumber air ini
sering juga disebut air permukaan. Oleh karena itu, air sungai dan danau ini sudah
terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran maka bila akan dijadikan
air minum harus diolah terlebih dahulu.
4. Mata Air
Air yang keluar dari mata air ini biasanya berasal dari air tanah yang muncul secara
alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini, bila belum tercemar oleh kotoran sudah
dapat dijadikan air minum langsung. Akan tetapi karena kita belum yakin apakah
betul belum tercemar, maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum
diminum.
5. Air Sumur Dangkal
Air ini keluar dari dalam tanah, juga disebut air tanah. Air berasal dari lapisan air di
dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat
yang satu ke yang lain berbeda beda. Biasanya berkisar
Antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal
ini belum begitu sehat, karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada.
Oleh karena itu, perlu direbus dahulu sebelum diminum.
6. Air Sumur Dalam
Air ini berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari
permukaan tanah biasanya di atas 15 meter. Olehkarena itu, sebagian besar air sumur

kedalaman seperti ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung
(tanpa melalui proses pengolahan).
7. Air permukaan dan air bawah tanah.
Sumber-sumber air bersih ini biasanya terganggu akibat penggunaan dan
penyalahgunaan sumber air sehingga terjadi pencemaran air
d. Pengolahan Air Minum Secara Sederhana
Seperti telah disebutkan dalam uraian terdahulu, bahwa air minum yang sehat
harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Sumber-sumber air minum pada
umumnya dan di daerah pedesaan khususnya tidak terlindung (protected), sehingga
air tersebut tidak atau kurang memenuhi persyaratan kesehatan. Untuk itu perlu
pengolahan terlebih dahulu. Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain
sebagai berikut:
1. Pengolahan secara alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpangan (storage) dari air yang
diperoleh dari berbagai macam sumber seperti air danau, air kali, air sumber,
dan sebagainya. Dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam
ditempatnya. Kemudian akan terjadi kongulasi dari zat-zat yang terdapat
dalam air, dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena
partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.
2. Pengolahan air dengan menyaring
Ada berbagai macam cara sederhana yang dapat kita gunakan untuk mendapatkan
air bersih, dan cara yang paling mudah dan paling umum digunakan adalah dengan
membuat saringan air, dan bagi kita mungkin yang paling tepat adalah membuat
penjernih air atau saringan air sederhana. Perlu diperhatikan, bahwa air bersih yang
dihasilkan dari proses penyaringan air secara sederhana tersebut tidak dapat
menghilangkan sepenuhnya garam yang terlarut di dalam air. Gunakan destilasi
sederhana untuk menghasilkan air yang tidak mengandung garam. Sebelum membeli

alat / mesin penjernih air yang harganya ratusan ribu sampai jutaan rupiah, alangkah
baikknya mencoba terlebih dahulu beberapa alternatif cara sederhana dan mudah
guna mendapatkan air bersih dengan cara mempergunakan filter air / penyaringan air:
1. Saringan Kain Katun.
Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik
penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan
kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan
organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada
ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

2. Saringan Kapas
Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari teknik
sebelumnya. Seperti halnya penyaringan dengan kain katun, penyaringan dengan
kapas juga dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam
air keruh. Hasil saringan juga tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang
digunakan.

3. Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen ke
dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat seperti karbon
dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang mempengaruhi rasa dan bau dari air
dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air
seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan
endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

4. Saringan Pasir Lambat (SPL)


Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan
menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air

bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih
dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat
temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).

5. Saringan Pasir Cepat (SPC)


Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan
pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air
terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas
(up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan
kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih
lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).

10

6. GravityFed Filtering System


GravityFed Filtering System merupakan gabungan dari Saringan Pasir
Cepat(SPC) dan Saringan Pasir Lambat(SPL). Air bersih dihasilkan melalui dua
tahap. Pertamatama air disaring menggunakan Saringan Pasir Cepat(SPC). Air hasil
penyaringan tersebut dan kemudian hasilnya disaring kembali menggunakan Saringan
Pasir Lambat. Dengan dua kali penyaringan tersebut diharapkan kualitas air bersih
yang dihasilkan tersebut dapat lebih baik. Untuk mengantisipasi debit air hasil
penyaringan yang keluar dari Saringan Pasir Cepat, dapat digunakan beberapa / multi
Saringan Pasir Lambat.

11

7. Saringan Arang
Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan
satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau
dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau
arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk
lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF
pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional


Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir
arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan
pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal
dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air
sederhana.

12

9. Saringan Keramik
Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga
dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan
dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik
menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh
bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan
dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga
untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan
jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan
dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

13

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu


Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring
dengan menggunakan poripori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh
masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air
yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah. Seperti halnya
saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila
dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat


Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus
pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari poripori pada bagian
dasarnya. Lihat saringan keramik.

14

3. Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia


Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam. Yakni zat kimia yang
berfungsi untuk kongulasi, dan akhirnya mempercepat pengendapan,
(misalnya

tawas).

Zat

kimia

yang

kedua

adalah

berfungsi

untuk

menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada dalam air, misalnya


chlor)
4. Pengolahan air dengan mengalirkan udara
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak,
menghilangkan gas-gas yang tidak diperlukan, misalnya CO2 dan juga
menaikkan derajat keasaman air.
5. Pengolahan air dengan memanaskan sampai mendidih
Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air.
Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil, misalnya
untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari segi konsumennya, penolahan air
pada prinsifnya dapat digolongkan menjadi dua yakni:
a. Pengolahan air minum untuk umum
1) Penampungan air hujan
Air hujan dapat ditampung dalam suatu dam (danau buatan), yang
dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air
hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian
disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk
umum. Air hujan dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan
disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan.
Disekitar

bak

tersebut

dibuat

saluran-saluran

keluar

untuk

pengambilan air untuk umum. Air hujan, baik yang berasal dari sumur
(danau)bdan bak penampungan tersebut secara bakteriologi belum
terjamin, untuk itu maka kewajiban keluarga untuk memesaknya,
misalnya dengan merebus air tersebut.
2) Pengolahan air sungai
Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak ke dalam penampung I,
melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat
dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan terdiri dari
ijuk, pasir, kerikil, dsb. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II,

15

disini dibutuhkan tawas dan chlor dari sini baru dialirkan ke penduduk
atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari
bakteri, bila akan diminum harus direbus terlebih dahulu.
b. Pengolahan air untuk rumah tangga
1) Air sumur
Air sumur pompa, terutama air sumur pompa dalam sudah cukup
memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah
pedesaan masih mahal, disamping itu, teknologi masih dianggap tinggi
untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan
adalah sumur gali. Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh
kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut :
a) Harus ada bibir sumur, agar bila musim hujan tiba, air tanah tidak
akan masuk ke dalamnya.
b) Pada bagian atas kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah harus
ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur.
c) Perlu diberi lapisan kerikil dibagian bawah sumur tersebut untuk
mengurangi kekeruhan
Sebagai pengganti kerikil, kedalam sumur ini dapat dimasukan suatu
zat yang dapat membantu endapan, misalnya alumunium sulfat atau
tawas
2) Air hujan
Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui
penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan
penampungan air hujan dari atapnya masing-masing melalui aliran
talang. Pada musim hujan hal ini tidak jadi masalah,tetapi pada musim
kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga
memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar
membuat tendon (storage) untuk musim kemarau.
Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghemat penggunaan air di rumah.
Menurut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, ada
beberapa hal yang bisa dilakukan:

16

1. Bila menggunakan mesin cuci, gunakan kapasitas penuhnya. Dengan begitu,


air yang digunakan bisa lebih efisien. Disarankan juga menggunakan mesin
cuci pakaian yang otomatis sehingga mampu menghemat air lebih banyak.
2. Mencuci dalam jumlah banyak akan lebih hemat air dari pada sedikit, tetapi
sering. Jika tidak menggunakan mesin cuci, jangan membilas langsung
dibawah kran, tapi tampunglah air dalam ember untuk membilas.
3. Gunakan air seperlunya. Bukan berarti pelit air dan akhirnya tidak bersih.
Misalnya, jangan mandi dalam waktu yang lama. Bila menggunakan shower
(pancuran), gunakan pancaran yang lemah karena bisa menghemat berliterliter air tiap menitnya.
4. Memasang pancuran air di kamar mandi lebih hemat daripada menggunakan
gayung air terlebih dengan cara berendam. Penggunaan pancuran tiga kali
lebih hemat dari pada menggunakan gayung atau berendam.
5. Jangan biarkan air menetes dari ledeng atau toilet yang bocor. Segera perbaiki.
6. Membiarkan kran air menyala terus ketika kita sedang menyikat gigi, cuci
muka, atau bercukur, mencuci piring dan lainnya sangat boros air. Satu menit
membiarkan kran air terbuka, setidaknya 5 liter air terbuang percuma.
7. Dalam kegiatan sehari-hari di rumah tangga, jangan biarkan air terbuang
begitu saja bila masih bisa digunakan. Misalnya, bila Anda mencuci buah atau
sayuran dengan air keran yang mengalir tampunglah airnya. Gunakan air itu
untuk menyiram tanaman. Begitu pula air akuarium saat ingin mengurasnya.
Cucuran air hujan dari talang bisa ditampung atau diarahkan pada pohonpohon dan tanaman.
8. Gunakanlah ember penampung air ketika sedang mencuci mobil atau motor,
sehingga tidak menghambur-hamburkan air yang terus mengucur dari selang.
Kalaupun tetap ingin menggunakan selang, matikan air saat menyabun dan

17

baru nyalakan saat akan membilas. Seperempat jam menutup kran saja akan
turut menghemat puluhan liter air.
9. Selain itu, disarankan tidak menggunakan air bersih ketika menyiram halaman
atau tanaman. Gunakanlah limbah air rumah tangga yang tidak terlalu kotor.
10. Upayakan untuk membuat sumur resapan air di tempat tinggal Kita untuk
mengganti air yang Kita konsumsi. Hindari menghabiskan semua lahan
pekarangan dengan disemen, ini untuk mempertahankan air hujan dapat
meresap langsung kedalam tanah. Selain sumur resapan, ada baiknya
membuat biopori untuk mencegah banjir dan menjaga kelangsungan
lingkungan di sekitar.
Mari perbaiki persepsi dan pola pikir tentang air bersih. Jangan berpikir kita
mampu membeli air atau membayar listrik dari pompa air berapapun yang kita
gunakan. Air seakan-akan tersedia gratis. Padahal air semakin lama semakin langka
dan kita butuh banyak biaya untuk penyediaan air bersih. Menghemat air bersih juga
berarti menyelamatkan masa depan air, lingkungan dan masa depan anak cucu kita
sendiri.

BAB III
SIMPULAN
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik
dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan
aktivitas mereka sehari-hari dan memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk
treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi.
Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut: Syarat fisik,
Syarat bakteriologis, dan Syarat kimia. Sumber-Sumber Air Bersih berasal dari: Air
Hujan, Air Sungai, Dan Danau, Mata Air, Air Sumur Dangkal, air sumur dalam, Air
permukaan dan air bawah tanah. Pengolahan Air Minum Secara Sederhana terdapat 2
cara yaitu: Pengolahan secara alamiah, Pengolahan air dengan menyaring

18

DAFTAR PUSTAKA

https://nacenaarlyn.wordpress.com/pengertian-air-bersih/ (Dikakses pada:


Rabu, 9 September 2015. 09.23)

19

20