Anda di halaman 1dari 7

Hormon Estrogen

A.PENGERTIAN ESTROGEN
Estrogen merupakan hormon steroid kelamin
karena memiliki struktur kimia berintikan steroiddan
secara fisiologik sebagian besar diproduksi oleh
kelenjarendokrinsistemreproduksi.
Hormon estrogen adalah hormon steroid seks
dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17ketosteroidandrostenedion.
(sumber: SarwonoPrawirohardjo,ilmukandungan).

Berdasarkan struktur kimia, estrogen yang


digunakan dalam terapi dibagi menjadi 2
kelompok, yaitu:
1. Steroid
Ketiga estrogen alami utama dalam
perempuan estron (E1), estradiol (E2), dan
estriol (E3). Estradiol (E2) adalah bentuk
dominan pada wanita tidak hamil, estron
diproduksi selama menopause, dan estriol
merupakan estrogen utama kehamilan.
Dalam tubuh ini semua diproduksi dari
androgen melalui tindakan enzim.

2. Nonsteroid
Berbagai bahan sintetis dan alami
telah diidentifikasi yang juga memiliki
aktivitas estrogenik.
a. Zat sintetis dari jenis ini dikenal
sebagai xenoestrogens.
b. Tanaman produk dengan aktivitas
estrogenik yang disebut
fitoestrogen.
c. Yang dihasilkan oleh jamur yang
dikenal sebagai mycoestrogens.

B. Mekanisme kerja hormon estrogen


Reseptor estrogen berupa protein telah
ditemukan dijaringan target yaitu disaluran
reproduksi
wanita,
kelenjar
payudara,hipofisis
dan
hipotalamus.estrogen
terikat
dengan
reseptor protein di sitoplasma,setelah
mengalami modifikasi ditranlokasikan di
inti sel dan berikatan dengan kromatin.
I katan ini memacu sintesis Mrna dan
protein,kemudian terjadi sintesis RNA dan
protein lebih banyak dan terjadi stimulasis
sintesis DNA.

C. Indikasi dan Kontra indikasi dari


estrogen:
Indikasi:
a) Kontrasepsi
b) Menopause
c) Vaginitis Senilis atau Atropikans
d) Osteoporosis
e) Karsinoma prostat

Kontraindikasi
1. Kehamilan teratogenik
2. Neoplasma yang tergantung
estrogen
3. Perdarahan pervaginam
4. Kerusakan hati
5. Kelainan tromboembolik