Anda di halaman 1dari 6

ALAT PEMECAH DAN PENGHALUS

Pemecahan atau penghalusan (size reduction) digunakan dimana partikel


zat padat dipotong dan dipecahkan menjadi keeping-keping yang lebih
kecil.Bongkahan-bongkahan bijih mentah menjadi ukuran yang lebih mudah
ditangani;bahan kimia sintesis digiling menjadi tepung;lembaran-lembaran
plastic dipotong-potong menjadi kubus-kubus atau ketupat-ketupat kecil. Zat
padat dapat diperkecil dengan berbagai cara,Cara itu adalah (1) Kompresi
(tekanan), (2) Impak (pukulan), (3) Atrisi (gesekan), dan (4) pemotongan.
Peralatan penghancur zat padat dibagi atas mesin pemecah (Crusher),
mesin giling (grinding), mesin giling ultrahalus (ultrafine grinder), dan mesinpotong (cutting machine).Mesin pemecah bertugas melakukan kerja berat
memecah bongkah-bongkah besar menjadi keeping-keping kecil.Mesin pemecah
primer (primary crusher) digunakan untuk mengerjakan bahan mentah hasil
tambang, dan dapat menampung segala macam yang keluar dari muka tambang
dan memecahnya menjadi kepingan-kepingan 6-10 in. (150-250mm).Mesin
pemecah sekunder (secondary crusher) memecahkan lagi kepingan-kepingan itu
menjadi partikel yang ukurannya, barangkali

1
4

in (6mm).

Jenis-jenis utama mesin pemecah dan penghalus zat padat, ialah :


A. Mesin Pemecah (kasar dan halus)
1. Mesin-mesin rahang (jaw crusher)
Pada mesin pemecah rahang, umpan dimasukkan ke antara dua
rahang, yang dipasang sehingga membentuk V yang terbuka keatas.Satu
rahang, yaitu rahang tetap atau rahang landasan (anvil jaw) dipasang hampir
vertical dan tidak bergerak; rahang yang satu lagi,rahang ayun, bergerak
bolak-balik dalam bidang horizontal. Rahang ayun ini membuat sudut 20
sampai 30 terhadap rahang landasan.Rahang ayun digerakkan oleh suatu
eksentrik sehingga memberikan gaya kompresi yang besar terhadap bongkah
yang terjepit diantara kedua rahang itu.
2. Mesin-pemecah giratori atau pemecah kisar (gyratory crusher)
Mesin-pemecah giratori atau mesin-pemecah kisar dapat dipandang
sebagai suatu pemecah rahang yang mempunyai rahang bundar, dimana
setiap waktu selalu ada bahan yang dipecah pada salah satu titik dalam alat
itu.Kepala pemecah yang berbentuk kerucut bergirasi (ayun-putar) di dalam
rumahan yang berbentuk corong yang terbuka keatas.Kepala pemecah itu
didukung oleh suatu poros berat yang berpivot pada bagian atas mesin.
Bagian bawah poros itu digerakkan oleh suatu penggerah eksentrik. Pada
sembarang titik pada keliling rumahan, bagian bawah kepala-pemecah itu
bergerak kea rah depan, lalu menjahui dinding stasioner.Zat padat yang
terjepit di dalam ruang berbentuk V di antara kepala dan rumahan itu
dipecahkan berulang-ulang sampai akhirnya lewat melalui bagian bawah.

3. Mesin-pemecah rol (crushing rolls)


Mesin pemecah rol-licin, adalah dua buah rol-logam berat dengan
permukaan licin yang berputar pada dua sumbu horizontal sejajar.Partikel
umpan yang terjepit di kedua rol itu pecah karena kompresi dan jatuh ke
bawah.Kedua rol itu berputar ke arah satu sama lain dengan kecepatan yang
sama.Mesin pemecah rol-licin merupakan pemecah sekunder dengan umpan
berukuran

1
2

sampai 3 in. (12 sampai 75 mm) dan hasil

1
2

(12 mm)

sampai kira-kira 20 mesh.


Mesin pemecah rol-bergigi , padav mesin-pemecah rol permukaan
rolnya mempunyai korugasi (bergelombang), atau batangan pemecah atau
gigi.Mesin-pemecah demikian biasanya mempunyai dua rol, seperti mesinpemecah rol licin, atau dengan satu rol bekerja melawan suatu plat pemecah
stasioner yang lengkung.Alat ini bekerja dengan kompresi, impak, dan geser;
jadi, tidak dengan kompresi saja sebagaimana pada pemecah rol licin.Alat ini
tidak dibatasi oleh masalah gigitan seperti halnya pemecah rol licin, dank
arena itu mampu menangani partikel yang jauh lebih besar.
B. Mesin-giling
1. Mesin-tumbuk palu (hammer mill); impaktor (impactor)
Penggiling ini mempunyai rotor yang berputar di dalam rumahan yang
berbentuk silinder.Umpan dijatuhkan ke atas rumahan itu dan keluar melalui
bukaan pada dasar rumahan.Pada mesin-tumbuk palu, partikel-partikel itu
dipecah dengan seperangkat palu-ayun yang dipakukan pada piring
rotor.Partikel umpan yang masuk ke dalam zone penggiling tidak bias
menghindar dari pukulan palu. Partikel itu akan hancur menjadi pecahanpecahan yang terlempar pula ke plat landasan stasioner di dalam rumahan
itu, dan pecah-pecah lagi menjadi fragmen yang lebih kecil.Mesin-tumbuk
palu jenis antara menghasilkan produk dengan ukuran partikel 1 in (25 mm)
sampai 20 mesh.Impaktor, hampir menyerupai mesin-tumbuk palu tugas
berat kecuali bahwa alat ini tidak diperlengkapi dengan kisi atau ayak.
Partikel-partikel dipecahkan dengan pukulan-pukulan saja, tanpa ada aksi
gurusan seperti yang menjadi ciri pada mesin-tumbuk palu.
2. Mesin-Kompresi-rol
Dalam mesin-giling jenis ini, partikel-partikel zat padat dijepit dan
ditekan diantara rol dan permukaan cincin atau rumahan.Jenis ini paling
umum ialah penyerbuk cincin-rol (rolling-ring pulverizer), mesin-giling
mangkuk, dan mesin giling rol. Dalam mesin-giling, rol-rol berbentuk silinder
vertical menekan ke luar dengan gaya yang besar terhadap cincin landasan
yang stasioner.Rol-rol itu digerakkan pada kecepatan sedang dalam lintasan
lingkaran.Gumpalan-gumpalan zat padat itu diangkat dari lantai mesin- giling

oleh semacam bajak yang mengarahkannya pula ke antara cincin dan rol,
dimana aksi pemecahan itu berlangsung.Dalam mesin-giling mangkuk dan
pada beberapa mesin-giling rol, mangkuk atau cincin itu yang di gerakkan;
rolnya berputar pada sumbu stasioner, yang mungkin vertikel dan ada pula
yang horizontal.Alat itu mampu menyerbuk sampai 50 ton/jam.Bila
menggunakan klasifikator, hasilnya mungkin cuukup halus, yaitu 99 persen
lulus 200 mesh.
3. Mesin-giling-atrisi
Dalam mesin giling aksi atrisi, partikel-partikel zat padat lunak digosokgosok di antara alur permukaan datar piring-piring bundar yang berputar.
Sumbu piring itu biasanya horizontal, tetapi kadang kadang vertical. Pada
mesin giling dengan dalam mesin dengan piring putar ganda (double-runner
mill) kedua piringan berputar pada kecepatan tinggi pada arah yang
berlawanan. Umpan masuk melalui bukaan pada hub (pusat) salah satu pirin,
lalu bergerak kea rah luar melalui celah-celah sempit diantara kedua piring
dan keluar dari tepi luar piring, masuk ke dalam rumahan yang stasioner.
Penggiling dengan berbagai pola alur,korugasi (gelombang), atau gigi pada
piring-piringnya digunakan untuk berbagai tugas operasi, termasuk
penggilingan, perengkahan, pembijian dan pencabikan, dan bahkan untuk
beberapa macam operasi yang tidak ada hubungannya denganpemecahan
dan penghalusan, seperti pencampuran dan pengritingan bulu. Umpannya
dipecah dulu sampai ukuran maksimumpartikelnya kira-kira in. (12 mm)
dan masuk dengan laju yang dikendalikan seragam. Mesin giling atrisi dapat
menggiling dari 1/3 sampai 8 ton/jam dan membuat hasil yang lulus ayak 200
mesh.
4. Mesin-giling jungkir-guling
Mesin-giling jungkir-giling itu terdiri dari sebuah selongsong berbentuk
silinder yang berputar dengan kecepatan rendah pada sumbu horizontalnya,
dan berisi kira-kira setengah volumennya ddengan medium penggiling padat.
Mesin giling guling dapat berkerja kontinu atau dengan system tumpak.
Dalam mesin tumpak, suatu kuantitas tertentu zat padat yang akan digiling
dimasukkan ke dalam mesin giling itu melalui bukaan pada selongsongnya.
Bukaan itu lalu ditutup dan penggiling itu dijalankan selama beberapa jam,
kemudian dihentikan dan hasilnya dikeluarkan. Mesin giling batangan adalah
suatu penggiling antara, yang memperhalus umpan yang besarnya 3-in
(10mm) menjadi barangkali 10 mesh, kadang-kadang untuk mempersiapkan
hasil dari mesin pemecah sebelum di umpankan kedalam mesin giling bola.
Hasil yang dibuatnya tidak banyak mengandung partikel yanglewat besar
dengan halus yang minimum pula.
Pada mesin giling pakai bola (mesin giling bola) dan mesin giling pakai
batu (mesin giling batu) sebagian besar pemecahan dilaksanakan karena
impak pada waktu bola atau batu itu jatuh dari dekat puncak selongsong.
Mesin giling tabung adalah suatu mesin giling kontinu yang menggunakan
selongsong berbentuk silinder panjang dimana bahan itu digiling dalam

selama waktu 2 sampai 5 kali lebih panjang daripada dalam mesin giling bola
yang silindernya lebih pendek itu. Mesin giling tabung sangat cocok untuk
menggiling serbuk yang sangat halus dalam sekali jalan, dalam situasi di
mana masalah konsumsi energy tidak dianggap terlalu pentinng. Mesin giling
bola kerucut (conical ball-mill) umpan masuk dari kiri melalui kerucut 60 ke
zone penggilinan primer, dimana diameter selongsong itu maksimum. Hasil
penggiling keluar melalui kerucut 30 pada sebelah kanan. Mesin giling jenis
ini bersi
bola-bola berbagai ukuran, yang semuanya menjadi aus dan
bertambah kecil selama operasi penggilingan. Pada waktu selongsongnya
berputar,bola yang besar-besar bergerak kea rah titik diameter maksimum,
sedang yang kecil-kecil bergerak ke arah pengeluar. Pemecahan awal partikel
umpan, oleh karena itu, dilakukan oleh bola-bola yang paling besar dengan
jarak jatuh yang besar, sedangkan partikel kecil diperhalus oleh bola-bola
kecil yang jatuh dalam jarak yang lebih kecil.
Gerakan di dalam mesin giling jungkir guling. Beban bola di dalam mesin
giling bola atau mesin giling tabung biasanya diiatur sedemikian rupa
sehingga bila mesin giling itu berhenti, bola itu mengisi separuh dari volume
penggiling. Penggiling bisa dilakukan terhadap zat padat kering, tetapi lebih
lazim lagi umpan itu berupa suspensi partikel di dalam air. Hal ini
meningkatkan kapasitas maupun efisiensi alat. Bila penggiling itu berputar,
bola itu disauk oleh dinding penggiling dan dibawa sampai ke dekat
puncaknya, dimana kontaknya dengan itu terlepas sehingga jatuh ke bawah
untuk kemudian disauk lagi.
Kapasitas dan kebutuhan daya dalam mesin giling jungkir guling. Mesin giling
batang menghasilkan 5 sampai 200 ton/jam hasil dengan kehalusan 200
mesh, mesin giling bola 1 sampai 50 ton/jam serbuk yangbarangkali 70
samapai 90 persen lulus ayakan 200 mesh. Kebutuhan energi total pada
penggilingan batangan yang menggiling bahan keras pada umumnya adalah
kira-kkira 5 hp-jam/ton (4kWh/ton), untuk mesin giling bola kira-kira 20 hpjam/ton (16 kWh/ton). Mesin giling tabung dan mesin giling kom-artemen
biaasanya memerlukan daya lebih banyak lagi. Dengan bertambah halusnya
produk, kapasitas penggiling akan berkurang dan kebutuhan energinya
bertambah.
C. Mesin giling ultrahalus
Banyak serbuk-serbuk komersial yang partikelnya harus berukuran rata-rata
1 sampai 20m, dengan hampir semua partikelnya lulus ayak standar 325
mesh yang mempunya bukaan sebesar 44m. Penggiling yang dapat
memperkecil zat padat sampai sangat halus itu disebut mesin giling
ultrahalus. Penggiling ultrahalus serbuk kering dilaksanakan dengan
penggiling, seperti mesin tumbuk palu kecepatan tinggi, yang diperlengkapi
dengan klasifikasi dalam atau luar, dengan penggiling energy fluida atau
penggiling jet. Penggiling basah ultrahalus dilakukan dengan penggiling aduk.
1. Mesin tumbuk palu dengan klasifikasi.

Pada alat ini, seperangkat palu ayun terpasang antara dua piring rotor,
hampir sama dengan mesin tumbuk palu yang kondensioanal. Di samping
palu itu poros rotor juga mempunya dua kipas, yang menarik udara melalui
penggiling dan membung melalui talang yang membanya ke pengumpul
produk. Piring rotor yang ukurannya terlalu besar dari partikel-partikel yang
dapat diterima. Di dalam ruang penggiing, partikel zat padat itu mendapat
kecepatan rotasi yang tinggi. Partikel-partikel besar akan terkonsentrasi di
sepanjang dinding kamar karena pengaruh gaya sentrifugal yang bekerja
terhadapnya. Partikel yang cukup halus akan terbawa, sedangkan partikel
yang terlalu besar dilemparkan kembali untuk penggilingan lebih lanjut di
dalam ruang giling. Ukuran maksimum partikel produk diubah-ubah dengan
mengubah kecepatan rotor atau ukuran dan jumlah sudu pemisah. Mesin
giling jenis ini dapat menggiling 1 sampai 2 ton/jam menjadi partikel rata-rata
1 sampai 2 m, sedangkan kebutuuhan energi kira-kira 50 hp-jam/ton (40
kWh/ton).
2. Mesin giling energy fluida
Dalam penggiling jenis ini, partikel-partikel zat padat melayan di dalam
arus gas dan dibawa dengan kecepatan tinggi di dalam lintasan berbentuk
lingkaran atau berbentuk elips. Umpan masuk didekat bawah bagian
lingkaran melalui suatu injector venture. Pada waktu arus gas mengalir di
belahan itu dengan kecepatan tinggi, partikel-partikel besar terlempar kea
rah luar menumbuk dinding luar sedang partikel-partikel halus mengumpul
pada dinding dalam. Mesin giling energy fluida dapat menampung umpan
yang besarnya sampai in (13mm) tetapi lebih efektif nila partikel umpan
tidak lebih besar 100mesh. Alat ini dapat menghaluskan zat padat taklengket sampai 1 ton/jam menjadi partikel dengan diameter rata-rata 1
sampai 10 m, dengan menggunakan uap sampai 4 lb (atau kg) atau 6
sampai 9 lb (atau kg) hasil.
3. Mesin giling aduk
Mesin giling jenis ini biasanya berbentuk bejana vertical dengan kapasitas
1 sampai 300 gal (4 sampai 1200 1) berisi cair di mana medium penggiling
itu terdapat sebagai suspense. Dalam beberapa rancang, umpan dikocok
dengan impeller bertangan banyak, ada suatu kolom vertical bolak-balik yang
menggetarkan isi bejana pada frekuiensi sekitar 20 Hz. Bubur umpan yang
pekat dimasukkan daro atas, seng hasilnya (termasuk sedikit cair) ditarik
keluar melalui lapis dibawah. Mesin giling aduk sangat bermanfaat untuk
menghasilkan partikel dengan ukuran 1 m atau lebih halus lagi.
D. Mesin Potong
1. Pisau potong
Pisau potong putar (rotary knife cutter) mempunyai sebuah rotor
horizontal yang berputar dengan kecepatan 200 sampai 900 put/min di dalam
ruang berbentuk silinder. Pada rotor itu terdapat 2 sampai 12 pisau terbang

yang mata pisaunya terbuat dari baja temper atau stelit yang dalam
gerakannya itu melalui 1 sampai 7 pisau stasioner pada jarak ruang bebas
yang sempit. Partikel-partikel umpan yang masuk ke dalam ruang itu
dipotong beberapa ratus kaki per menit dan keluar dari bawah setelah
melalui tapis yang mempunyai bukaan 5 sampai 8 mm.