Anda di halaman 1dari 8

TORSI

Definisi Torsi
Torsi mengandung arti puntir yang terjadi pada batang lurus apabila dibebani momen yang
cendrung menghasilkan rotasi terhadap sumbu longitudinal batang, contoh memutar obeng,
dimana tangan yang memutar obeng memberikan torsi ke obeng.

Gambar 1.1 Torsi Pada Obeng


Momen yang dihasilkan dari hasil memutar obeng disebut momen torsi atau momen
puntir. Karena pada batang tersebut mempunyai ujung yang dibebani oleh dua pasang gaya sama
besar dan berlawanan arah yang bekerja pada bidang tegak lurus pada sumbu batang. Batang
tersebut dikatakan dalam kondisi kena torsi yang dirumuskan sebagai berikut:

P adalah gaya (N), dan d adalah diameter lengan putar (m). Jadi :

Gambar 1.2 Batang Yang Mengalami Torsi

Pada suatu batang bulat berlobang seperti pipa dengan diameter luar d2 dan diameter dalam
d1, momen kutub inersia penampang melintang luasnya,
dilambangkan dengan I.

Gambar 1.3 Resultan Tegangan Geser


Pada Penampang
Jadi momen inersia polar untuk penampang lingkaran-lingkaran dengan jari-jari r dan
diameter d, momen inersia polar adalah :

Torsi Tegangan Geser


Tegangan geser yang terjadi pada penampang akan mengalami torsi seperti gambar
Gambar 1.4. Torsi T cendrung untuk memutarkan ujung kanan batang berlawanan dengan jarum
jam apabila dilihat dari kanan, sehingga tegangan geser bekerja dalam arah seperti terlihat pada
gambar terebut.

Gambar 1.4 Tegangan Geser Pada Batang Lingaran


Besarnya tegangan geser dapat ditentukan dari hubungan tegangan regangan untuk bahan
pembentuk batang tersebut.

Jika bahannya elastis linier, maka dapat menggunakan Hukum

Hooke untuk tegangan geser.


Dimana
G

= modulus geser elastis.

= regangan geser yang dinyatakan dalam radian.

= tegangan geser di titik interior.

= laju puntiran.
Dengan menggabungkan persamaan Hukum Hooke dengan persamaan untuk regangan

geser,maka diperoleh mak, dimana mak adalah tegangan geser dipermukaan luar batang (jari-jari r),
Dengan demikian dapat ditunjukkan bahwa tegangan geser bervariasi secara linier terhadap jarak
dari pusat batang.
Tegangan geser yang bekerja di bidang penampang disertai dengan tegangan geser yang
bekerja pada bidang longitudinal yang mempunyai besaran sama. Jika pada bahan batang lemah
terhadap tegangan geser pada arah longitudinal dibandingkan dengan pada bidang penampang
maka retak pertama akibat torsi akan muncul pada permukaan dalam arah longitudinal.

Gambar 1.5 Tegangan Geser Longitudinal dan Transversal


Torsi tegangan geser pada jarak p dari titik pusat poros, dinyatakan dengan:

Dan untuk torsi tegangan maksimum adalah :

Torsi Regangan Geser


Elemen batang antara dua penampang yang jaraknya satu sama lain seperti terlihat pada
Gambar 1.6, diamana elemen ini telah terisolasi selama terjadi puntir pada batang penampang
kanan berotasi terhadap penampang kiri dengan sudut puntir kecil, sehingga masing-masing titik
bergerak.

Panjang sisi elemen tidak berubah selama rotasi, namun sudut- sudut di pojok tidak

lagi 90 , jadi elemen ini dalam keadaan geser murni, dan besar regangan geser mak sama dengan
berkurangnya sudut yang dinyatakan dalam radian.

Gambar 1.6 Deformasi Batang Yang Mengalami Torsi

Gambar 1.7 Regangan Geser Pada Permukaan Poros


Suatu garis membujur a-b digambarkan pada permukaan poros tanpa beban.
suatu momen

Setelah

puntir T dikenakan pada poros, garis a-b bergerak menjadi a-b. Sudut ,

yang diukur dalam radian, diantara posisi garis akhir dengan garis awal didefinisikan
sebagai regangan geser pada permukaan poros, yang berlaku sama untuk setiap titik pada batang
poros
Modulus Elastisitas Geser Puntir
Rasio tegangan geser terhadap regangan geser disebut modulus elastisitas geser,
dinyatakan dengan persamaan :

Dimana G adalah sama dengan dimensi tegangan geser, karena regangan geser tak
berdimensi.
Sudut Puntir
Jika suatu poros dengan panjang L dikenai momen puntir T secara konstan dikeseluruhan
panjang poros, maka sudut puntir yang terbentuk pada ujung poros dapat dinyatakan dengan
Persamaan 1.5.

Gambar 1.8 Penampang Melintang Poros Dalam Kondisi Elastis

Kekakuan dan Fleksibilitas Torsional


Kekakuan torsional batang, yaitu torsi yang diperlukan untuk menghasilkan satu
sudut rotasi, dinyatakan dengan persamaan :

Fleksibilitas torsional adalah kebalikan dari kekakuan, dan didefinisikan sebagai sudut
rotasi yang dihasilkan oleh torsi satuan, diperlihatkan dengan
persamaan berikut :

2.7 Contoh-Contoh Soal dan Pembahasan


Soal 1. Sebuah batang baja penampang lingkaran, mempunyai diameter 3,75 cm,
6

panjang 1,5 m, modulud elastisitas geser 11,5 x 10

N/m. Batang

ini mengalami torsi yang bekerja di ujung-ujungnya.

a.

Jika

torsi besarnya

250

Nm, berapakah

teganagan

geser

maksimum di batang tersebut, dan ber apa sudut puntir antara kedua
ujungnya.
b.

Jika teganagan izin 6000 N/m dan sudut puntir 2,5 , berapakah
torsi izin maksimum.

Penyelesaian :
a. Tegangan geser maksimum :

b. Sudut Puntir

c. Torsi izin maksimum

Jadi yang menentukan adalah nilai terkecil, yaitu T = 0,0621 Nm

Soal 2. Sebuah batang perunggu yang berdiameter 30 mm dibebani torsi.


Tegangan geser izin di perunggu adalah 80 Mpa. Berapakah torsi
izin maksimum.

Penyelsaian :