Anda di halaman 1dari 18

PENERAPAN MTBS DI

PUSKESMAS
Dr Indah SE

MTBS
Manajemen Terpadu Balita Sakit
merupakan suatu pendekatan
keterpaduan dalam tata laksana
balita sakit yang datang berobat ke
fasilitas rawat jalan pelayanan
kesehatan dasar yang meliputi upaya
kuratif terhadap penyakit pneumonia
,diare ,campak ,malaria , infeksi
telinga ,malnutrisi , dan upaya
promotif preventif meliputi :

Tujuan MTBS
Menurunkan angka kematian bayi
dan balita.
Menekan morbiditas karena penyakit
tersebut diatas.

Persiapan Puskesmas
1. Diseminasi informasi MTBS kepada
seluruh petugas puskesmas.
2. Rencana penerapan MTBS
3. Rencana persiapan obat dan alat.
4. Pencatatan dan pelaporan hasil
pelayanan MTBS

Diseminasi Informasi
Semua petugas puskesmas
diberitahu tentang program MTBS
dalam minilokakarya.
Semua paramedis dan dokter dilatih
cara memeriksa sesuai MTBS

Petugas Puskesmas yang


terlibat

Petugas loket
Bidan / Dokter
Perawat
Petugas gizi
Petugas imunisasi
Petugas obat
Pengelola SP3
Pengelola P2M

Persiapan logistik
Persiapan obat ada 38 item masuk DOEN
( Daftar obat esensial Nasional ) dan
Laporan Pemakaian Dan Lembar Permintaan
Obat (LPLPO)
Persiapan alat : timer, tensimeter dan
manset anak, pojok oralit, infus lengkap,
Disposible spuit, timbangan bayi,
termometer, kasa , kapas, alat pemumbuk
obat, alat pengisap lendir, pipa lambung,
Rapid Diagnostic Test utk malaria, mikroskop.

Persiapan Formulir MTBS


Formulir Manajemen Terpadu Balita
Sakit terdiri dari Manajemen Bayi
Muda < 2 bulan dan anak sakit 2bl
sp 5 tahun.
Kartu Nasehat Ibu
Buku KIA

Alur Pelayanan

Pasien datang
Loket ( family folder + form MTBS )
Pemeriksaan
Konseling
Pencatatan kode diagnosa
Tindakan
Pemberian obat
Pasien pulang atau dirujuk

Pencapaian MTBS di
Puskesmas
Target 100%
Pelaksanaan sekitar 70 % karena
kurang petugas, kesadaran dan
disiplin petugas, logistik
kurang/rusak. Perlu supervisi dan
pembinaan rutin dari kapus

Manajemen Terpadu Bayi Muda


<2bulan
Memeriksa dan mengklarifikasikan
kemungkinan penyakit sangat berat
atau infeksi bakteri.
Apakah bayi tidak mau minum atau
muntah.
Memeriksa gejala kejang.
Memeriksa gejala gangguan nafas.
Memeriksa gejala hipotermia.
Memeriksa infeksi bakteri lokal.

MTBS 2bl sampai 5th

Memeriksa tanda bahaya umum.


Apakah anak batuk atau sukar nafas ?
Apakah anak diare ?
Apakah anak demam ?
Apakah anak mempunyai masalah telinga
?
Memeriksa status gizi.
Memeriksa anemia.
Memeriksa status imunisasi.

Memeriksa pemberian vit A


Menilai masalah/keluhan lain.
Lakukan penilaian pemberian
makanan, jika kurus /anemia /umur
<2 bl dan tidak akan dirujuk segera.
Nasehat kapan kembali, kunjungan
ulang.

Konseling bagi ibu


Menggunakan ketrampilan
komunikasi yg baik
Mengajari ibu cara memberikan obat
oral di rumah
Mengajari ibu cara mengobati infeksi
lokal di rumah
Mengajari ibu cara pemberian cairan
dirumah
Melakukan penilaian pemberian ASI
dan makanan anak.

Konseling bagi ibu tentang masalah


pemberian ASI dan makanan.
Menasihati kapan kembali kunj ulang,
segera perawatan lanjut, imunisasi,
pemberian vit A, kesehatannya
sendiri.
Menentukan prioritas nasihat.

Tindak lanjut / kunjungan


ulang

Pneumonia
Diare persisten
Disentri
Malaria
Demam bukan malaria
Campak dengan komplikasi
Demam berdarah
Infeksi telinga

Masalah pemberian makanan


Anak kurus
Anemia
Bayi muda
Dehidrasi ringan /sedang
Ikterus
Infeksi bakteri lokal
Berat badan rendah menurut umur

Luka/ bercak putih di mulut ( THRUST


)