Anda di halaman 1dari 22

Neraca Massa Pembakaran di Reaktor

Sebuah reaktor yang beroperasi pada suhu 600 F diumpankan sebanyak 300 lb Udara dan 24 lb
Carbon (Lihat Gambar). Setelah pembakaran terjadi (pembakaran dianggap sempurna) tidak ada
material yang tertinggal di dalam reaktor. Berapa (lb) karbon yang hilang ? Berapa (lb) Oxygen?
dan Berapa (lb) total massanya ?
B. Berapa mol Carbon dan Oxygen yang masuk ? dan Berapa mol yang keluar reaktor ?
C. Berapa total mol yang masuk dan yang meninggalkan reaktor ?

Penyelesaian :
Diasumsikan, masalah seperti ini tidak terjadi akumulasi, sistemnya yaitu reaktor dan dianggap
sebagai sistem terbuka, maka kita akan membuat Neraca Massa Total, Neraca Massa Komponen
CO2 dan O2.
Basis nya yaitu 300 lb Udara
Pertama kita akan menghitung lb mol Oksigen, Nitrogen dan Carbon yang masuk dalam sistem.
Note : Udara mengandung 21% O2 dan 79% N2, Anggap yang lain tidak ada, jadi dibulatkan.
1 lb.mol Udara = 29 lb Udara
1 lb.mol C
= 12 lb C
1 lb.mol O2
= 32 lb
300 lb Udara x 1 lb.mol Udara
29 lb Udara
O2 = 2,17 x 32 = 69,44 lb

21 lb mol O2
100 lb mol Udara

= 2,17 lb mol O2.

300 lb Udara x 1 lb.mol Udara


29 lb Udara
N2 = 300 - 69,44 lb = 230,56 lb

79 lb mol N2
100 lb mol Udara

= 8,17 lb mol N2.

24 lb C

1 lb mol C
12 lb C

= 2 lb mol C.

Reaksi kimianya yaitu :


C

O2

CO2

Dari perhitungan Stoichiometry, didapat bahwa 2 lb mol C membutuhkan 2 lb mol O2 untuk


terjadi pembakaran sempurna, bila dilihat persediaan mol C ada sebanyak 2 lb, persediaan mol
O2 ada sebanyak 2,17 lb, sehingga :
Out
O2 Out

=
=

In
2,17

Consumption
2
=

0,17 lb.mol

= 5 lb

Carbon (C) yang tinggal yaitu 0 (tidak ada), karena semua C habis terpakai pada reaksi, dan telah
dihitungan pada Stoichiometry, CO2 yang ada yaitu :

Out
=
In
Generation
CO2 Out
=
0
2
=
ket : 1 mol CO2 = 44 mol, karena ada 2 lb mol,maka = 2 x 44 =
N2 out= Input, dikarenakan tidak bereaksi.
C out = 0, karena habis bereaksi
CO2 In = 0, karena tidak ada yang masuk, hanya ada hasil reaksi
Hasil semua nya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

2 lb.mol
88 mol

Jenis-jenis, Dimensi dan Perancangan Reaktor


Reactor
Dalam teknik kimia, Reaktor adalah suatu bejana tempat berlangsungnya
reaksi kimia. Rancangan dari reaktor ini tergantung dari banyak variabel yang dapat
dipelajari di teknik kimia. Perancangan suatu reaktor kimia harus mengutamakan
efisiensi kinerja reaktor, sehingga didapatkan hasil produk dibandingkan masukan
(input) yang besar dengan biaya yang minimum, baik itu biaya modal maupun operasi.
Tentu saja faktor keselamatan pun tidak boleh dikesampingkan. Biaya operasi
biasanya termasuk besarnya energi yang akan diberikan atau diambil, harga bahan
baku, upah operator, dll. Perubahan energi dalam suatu reaktor kimia bisa karena
adanya suatu pemanasan atau pendinginan, penambahan atau pengurangan tekanan,
gaya gesekan (pengaduk dan cairan), dll.
Dalam reaktor alir pipa atau plug flow reactor, campuran reaktan dan produk
mengalir dengan profil kecepatan yang benar-benar rata. Kecepatan alir dan
konsentrasi adalah seragam di seluruh jari-jari pada setiap penempang reaktor dan
tidak ada difusi longitudinal baik dari reaktan maupun produknya. Dalam bab-bab
terdahulu telah dibahas cara-cara perhitungan untuk mendesain suatu reaktor, baik
untuk reaktor tertutup (reaktor batch), reaktor alir tangki berpengaduk (RATB)
dan Reaktor Aliran Sumbat (Plug Flow Reaktor). Perhitungan-perhitungan tersebut
dilakukan dengan anggapan bahwa temperature reaksi adalah tetap selama operasi.
Sehingga analisisnya relatif sederhana karena hanya ada satu variabel saja yang
berubah, yaitu konsentrasi reaktan.
Di dalam praktek hipotesa aliran dalam reaktor alir pipa ini biasanya cocok
untuk reaktor-reaktor berbentuk tabung dimana aliran fluidanya betul-betul
turbulen atau untuk jenis reaktor fixed bed yang berisi packing. Jika dalam
reaktor alir pipa diisi dengan katalis padat disebut reaktor fixed bed atau fluidized
bed.
Reaktor alir pipa desebut ideal jika zat-zat pereaksi dan hasil reaksi
mengalir dengan kecepatan yang sama diseluruh pemampang pipa. Di reaktor
komposisi , suhu dan tekanan diseluruh penampang reaktor selalu sama. Perbedaan
komposisi, suhu dan tekanan hanya terjadi di sepanjang dinding reaktor. Reaktor
jenis ini banyak digunakan dalam industri dengan zat pereaksi atau reaktan berupa
fase gas atau cair dengan kapasitas produksi yang cukup besar.
Apabila pada saat reaksi
reaksi berlangsung, efek panas turut
diperhitungkan, maka ada kemungkinan bahwa temperatur reaksi juga akan turut
berubah dengan waktu (waktu reaksi untuk reaktor batch atau waktu tinggal untuk
reaktor alir kontinyu).
Reaktor merupakan peralatan utama atau peralatan yang terintegrasi, baik
dalam jaringan sistem distribusi maupun transmisi. Dikatakan bahwa reaktor
merupakan peralatan utama jika pemasangannya tidak menjadi bagian dari paralatan
dasar lainnya, misalnya reaktor pembatas arus (current liminting reactors), reaktor
paralel (shunt reactor/steady-state reactive compensation) dll. Dikatakan bahwa
reaktor merupakan peralatan terintegrasi jika reaktor tersebut merupakan bagian
dari suatu peralatan dengan unjuk kerja tertentu, misalnya reaktor surja hubung
kapasitor paralel (shunt-capacitor-switching reactor), reaktor peluah kapasitor
(capacitor discharge reactor), reaktor penyaring (filter reactor) dan lain-lain.

Jenis-jenis Reaktor dan dimensinya


Secara garis besar reaktor terbagi menjadi 2 yaitu :
a.Reaktor nuklir, ada perubahan massa yang berubah jadi energi yang sangat besar.
b.Reaktor kimia, tidak ada perubahan massa selama reaksi dan hanya berubah dari
satu bahan ke bahan lain.

Reaktor Nuklir
Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan
sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu. Reaktor nuklir ditetapkan sebagai "alat
yang menggunakan materi nuklir sebagai bahan bakarnya Materi fisi yang digunakan
sebagai bahan bakar misalnya uranium, plutonium dan lain-lain. Untuk uranium
digunakan uranium alam atau uranium diperkaya. Jadi secara umum reaktor nuklir
adalah tempat berlangsungnya reaksi nuklir yang terkendali. Untuk mengendalikan
operasi dan menghentikannya digunakan bahan penyerap neutron yang disebut
batang kendali.
Jenis reaktor nuklir dibedakan berdasarkan besarnya energi kinetik neutron
yang merupakan faktor utama dalam reaksi fisi berantai, yaitu reaktor neutron
panas, reaktor neutron cepat dan lain-lain. Berdasarkan jenis materi yang digunakan
sebagai moderator dan pendingin, reaktor diklasifikasikan menjadi reaktor air
ringan, reaktor air berat, reaktor grafit dan lain-lain. Berdasarkan tujuannya,
diklasifikasikan menjadi reaktor riset, reaktor uji material, reaktor daya dan lainlain
Klasifikasi Reaktor
a. Macam reaktor dibedakan berdasarkan kegunaan, tenaga neutron dan nama

komponen serta parameter operasinya. Menurut kegunaan:


Reaktor daya
Reaktor riset termasuk uji material dan latihan
Reaktor produksi isotop yang kadang-kadang digolongkan juga kedalam
reaktor riset.
b. Ditinjau dari tenaga neutron yang melangsungkan reaksi pembelahan, reaktor
dibedakan menjadi:
Reaktor cepat: GCFBR, LMFBR, SCFBR
Reaktor thermal: PWR, BWR, PHWR, GCR.
Berdasarkan parameter yang lain dapat disebut:
Reaktor berreflektor grafit: GCR, AGCR
Reaktor berpendingin air ringan: PWR, BWR
Reaktor suhu tinggi: HTGR Demikian seterusnya masih banyak terdapat nama
atau jenis reaktor.

Reaktor Fisi
Reaktor fisi merupakan instalasi yang menghasilkan daya panas secara konstan
dengan memanfaatkan reaksi fisi berantai. Istilah ini dibedakan dengan reaktor fusi
yang memanfaatkan panas dari reaksi fusi, Dimungkinkan adanya reaktor yang
memadukan kedua jenis tersebut (reaktor hibrid).
Reaktor Fusi
Reaktor fusi adalah suatu instalasi untuk mengubah energi yang terjadi pada
reaksi fusi menjadi energi panas atau listrik yang mudah dimanfaatkan. Reaksi fusi
merupakan reaksi penggabungan inti atom ringan, misalnya reaksi antara deuterium
dan tritium. Deutrium sangat melimpah di alam, namun tritium tidak ada di alam ini.
Oleh karena itu, bahan yang mengandung Li-6 digunakan sebagai selimut,
selanjutnya direaksikan dengan neutron yang terjadi dari reaksi fusi untuk
menghasilkan tritium, sehingga diperoleh siklus bahan bakar. Sistem reaktor fusi
terdiri dari bagian plasma teras, selimut, bejana vakum, magnet superkonduktor,
dan lain-lain.
Dibandingkan dengan reaktor fisi, reaktor fusi tidak akan mengalami lepas
kendali, dan sedikit menghasilkan produk radioaktif, sehingga memiliki tingkat
keselamatan yang tinggi. Reaktor Penelitian Reaktor riset/penelitian adalah suatu
reaktor yang dimanfaatkan untuk berbagai macam tujuan penelitian. Misalnya
reaktor uji material yang digunakan secara khusus untuk uji iradiasi, reaktor untuk
eksperimen fisika reaktor, reaktor riset untuk penelitian dengan menggunakan
berkas neutron dan alat eksperimen kekritisan, reaktor untuk pendidikan dan
pelatihan. Di antara reaktor-reaktor tersebut, yang disebut reaktor riset pun
terdiri dari berbagai macam, misalnya reaktor untuk eksperimen berkas neutron
dan uji iradiasi material, reaktor untuk eksperimen perisai, reaktor untuk uji pulsa
dan lain-lain.
Tipe-tipe reaktor riset antara lain tipe kolam berpendingin dan bermoderator
air berat, tipe kolam berpendingin dan bermoderator air ringan dan tipe kolam
berpendingin air ringan dan bermoderator air berat.
Komponen-komponen Reaktor
Untuk dapat memngendalikan laju pembelahan, suatu reaktor nuklir harus
didukug dengan beberapa fasilitas yang disebut sebagai KOMPONEN REAKTOR .
komponen-komponen utama tersebut dapat diterangkan melalui diagram seperti
terlihat pada gambar 1 berikut:
1) Bahan bakar nuklir/bahan dapat belah
2) Bahan moderator
3) Pendingin reaktor
4) Perangkat batang kendali
5) Perangkat detektor
6) Reflektor
7) Perangkat bejana dan perisai reactor
8) Perangkat penukar panas Komponen

No. 1 s/d 6 berada pada suatu lokasi yang disebut sebagai teras reaktor,
yaitu suatu tempat dimana reaksi berantai tersebut berlangsung.
Bahan Bakar Nuklir
Terdapat dua jenis bahan bakar nuklir yaitu BAHAN FISIL dan BAHAN FERTIL.
Bahan Fisil : ialah suatu unsur/atom yang langsung dapat memberikan reaksi
pembelahan apabila dirinya menangkap neutron. Contoh: 92U233, 92U235,
94PU239, 94PU241
Bahan Fertil : ialah suatu unsur /atom yang setelah menangkap neutron tidak dapat
langsung membelah, tetapi membentuk bahan fisil. Contoh: 90TH232, 92U238
Pada kenyataannya sebagian besar bahan bakar nuklir yang berada di alam
adalah bahan fertil, sebaai contoh isotop Thorium di alam adalah 100% Th-232,
sedangkan isotop Uranium hanya 0,7% saja yang merupakan bahan fisil (U-235),
selebihnya sebesar 99,35 adalah bahan fertil (U-238). Karena alasan fisis, elemen
bakar suatu reaktor dibuat dengan kadar isotop fisilnya lebih besar dari kondisi
alamnya, isotop yang demikian disebut sebagai isotop yang diperkaya, sedangkan
sebaliknya untuk kadar isotop fisil yang lebih kecil dari kondisi alamnya disebut
sebagai isotop yang susut kadar, biasanya ditemui pada elemen bakar bekas. Selain
perubahan kadar bahan fisilnya, elemen bakar biasanya dibuat dalam bentuk oksida
atau paduan logam dan bahkan pada dasa warsa terakhir ini sudah banyak
dikembangkan dalam bentuk silisida. Contoh komposisi elemen bakar yang banyak
dipakai: UO2, U3O8-Al, UzrH, U3Si2-Al dan lain-lain. Tujuan utama dibuatnya
campuran tersebut adalah agar diperoleh elemen bakar yang nilai bakarnya tinggi,
titik lelehnya tinggi, penghantaran panasnya baik, tahan korosi, tidak mudah retak
serta mampu menahan produk fisi yang terlepas
Dalam reaksi fisi, neutron yang dapat menyebabkan reaksi pembelahan adalah
neutron thermal. Neutron tersebut memiliki energi sekitar 0,025 eV pada suhu
27oC. sementara neutron yang lahir dari reaksi pembelahan memiliki energi ratarata 2 MeV, yang sangat jauh lebih besar dari energi thermalnya. Syarat bahan
moderator adalah atom dengan nomor massa kecil. Namun demikian syarat lain yang
harus dipenuhi adalah: memiliki tampang lintang serapan neutron (keboleh-jadian
menyerap neutron) yang kecil, memiliki tampang lintang hamburan yang besar dan
memiliki daya hantara panas yang baik, serta tidak korosif. Contoh H2O, D2O
(Grafit), Berilium (Be) dan lain-lain.
Pendingin Reaktor
Pendingin reaktor berfungsi sebagai sarana pengambilan panas hasil fisi dari
dalam elemen bakar untuk dipindahkan/dibuang ke tempat lain/lingkungan melalui
perangkat penukar penukar panas (H.E.). Sesuai dengan fungsinya maka bahan yang
baik sebagai pendingin adalah fluida yang koefisien perpindahan panasnya sangat
bagus. Persyaratan lain yang harus dipenuhi agar tidak mengganggu kelancaran
proses fisi pada elemen bakar adalah pendingin juga harus memiliki tampang lintan
serapan neutron yang kecil, dan tampang lintang hamburan yang besar serta tidak
korosif. Contoh fluida-fluida yang biasa dipakai sebagai pendingin adalah: H2O,
D2O, Na cair. Gas He dan lain-lain.

Batang Kendali Reaktor


Batang kendali berfungsi sebagai pengendali jalannya operasi reaktor agar
laju pembelahan/populasi neutron di dalam teras reaktor dapat diatur sesuai dengan
kondisi operasi yang dikehendaki. Selain hal tersebut, batang kendali juga berfungsi
untuk memadamkan reaktor/menghentikan reaksi pembelahan. Sesuai dengan
fungsinya, bahan batang kendali adalah material yang mempunyai tampang lintang
serapan neutron yang sangat besar, dan tampang lintang hamburan yang kecil.
Bahan-bahan yang sering dipakai adalah: Boron, cadmium, gadolinium dan lain-lain.
Bahan-bahan tersebut biasanya dicampur dengan bahan lain agar diperoleh sifat
yang tahan radiasi, titik leleh yang tinggi dan tidak korosif. Prinsip kerja
pengaturan operasi adalah dengan jalan memasukkan dan mengeluarkan batang
kendali ke dan dari teras reaktor. Jika batang kendali dimasukkan, maka sebagian
besar neutron akan tertangkap olehnya, yang berarti populasi neutron di dalam
reaktor akan berkurang dan kemudian padam. Sebaliknya jika batang kendali
dikeluarkan dari teras, maka populasi neutron akan bertambah, dan akan mencapai
tingkat jumlah tertentu. Pertambahan/penurunan populasi neutron berkait langsung
dengan perubahan daya reaktor.
Perangkat Detector
Detektor adalah komponen penunjang yang mutlak diperlukan di dalam
reaktor nuklir. Semua insformasi tentang kejadian fisis di dalam teras reaktor,
yang meliputi popularitas neutron, laju pembelahan, suhu dan lain-lain hanya dapat
dilihat melalui detektor yang dipasang dalam di dalam teras. Secara detail mengenai
masalah tersebut akan dibicarakan dalam pelajaran instrumentasi reaktor.
Reflektor
Neutron yang keluar dari pembelahan bahan fisil, berjalan dengan kecepatan
tinggi ke segala arah. Karena sifatnya yag tidak bermuatan listrik maka gerakannya
bebas menembus medium dan tidak berkurang bila tidak menumbuk suatu inti atom
medium. Karena sifat tersebut, sebagian neutron tersebut dapat lolos keluar teras
reaktor, atau hilang dari sistem. Keadaan ini secara ekonomi berati kerugian, karena
netron tersebut tidak dapat digunakan untuk proses fisi berikutnya. Untuk
mengurangi kejadian ini, maka sekeliling teras reaktor dipasang bahan pemantul
neutron yang disebut reflektor, sehingga nutron-neutron yang lolos akan bertahan
dan dikembalikan ke dalam teras untuk dimanfaatkan lagi pada proses fisi
berikutnya.
Bahan-bahan reflektor yang baik adalah unsur-unsur yang mempunyai
tampang lintang hamburan neutron yang besar, dan tampang lintang serapan yang
sekecil mungkin serta tidak korosif. Bahan-bahan yang sering digunakan antara lain:
Berilium, Grafit, Parafin, Air, D2O.
Bejana dan Perisai Reaktor
Bejana/tangki raktor berfungsi untuk menampung fluida pendingin agar teras
reaktor selalu terendam di dalamnya. Bejana tersebut selain harus kuat menahan

beban, maka harus pula tidak korosif bila berinteraksi dengan pendingin atau benda
lain di dalam teras. Bahan yang bisa digunakan adalah: alumunium, dan stainless stell.
Perisai reaktor berfungsi untuk menahan/menghambat/menyerap radiasi yang lolos
dari teras reaktor agar tidak menerobos keluar sistem reaktor.
Karena reaktor adalah sumber radiasi yang sangat potensial, maka diperlukan
suatu sistem perisai yang mampu menahan semua jenis radiasi tersebut pada
umumnya perisai yang digunakan adalah lapisan beton berat.
Perangkat penukar Panas
Perangkat penukar panas (Heat exchanger) merupakan komponen penunjang
yang berfungsi sebagai sarana pengalihan panas dari pendingin primer, yang
menerima panas dari elemen bakar, untuk diberikan pada fluida pendingin yang lain
(sekunder). Dengan sistem pengambilan panas tersebut maka integritas komponen
teras akan selalu terjamin. Pada jenis reaktor tertentu, terutama jenis PLTN, H.E.
juga berfungsi sebgai fasilitas pembangkit uap.

Reaktor Kimia
Reaktor kimia berdasarkan prosesnya ada 3 yaitu :
1. Reaktor Batch
Reaktor Batch tidak ada massa masuk dan keluar selama reaksi. Jadi bahan dimasukkan,
direaksikan beberapa waktu / hari (residence time)dan dikeluarkan sebagai produk dan selama
proses tidak ada umpan-produk mengalir. Contoh : fermentasi pembuatan alkohol.
Batch Reactor Umumnya digunakan
a)
Fase cair
b)
Skala proses yang kecil
c)
Mencoba proses baru yang belum sepenuhnya dikembangkan
d)
Memproduksi produk yang mahal
e)
Proses-proses yang sulit diubah menjadi proses kontinyu
f)
Jika bahan atau hasilnya perlu pembersihan
g)
Proses memerlukan waktu lama
Keuntungannya :
a) Lebih murah
b) Lebih mudah pengoperasian dan pengontrolan (penambahan bahan per volume)
Kerugiannya :
a) Pengendalian suhu bermasalah
b) Lebih banyak pekerja, karena diperlukan utk pengawasan kondisi & prosedur yg
berubah terus dari awal sampai akhir
c) Tidak baik utk fase gas, karena rentan bocor pada masukan pengaduknya
d) Tidak efektif utk skala besar karena waktu yang lama (tidak produktif)

2. Reaktor Kontinyu, proses umpan dan produk mengalir secara terus-menerus.


Keuntungannya :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

Alat lebih kecil dan murah


Bahan yg diolah lebih sedikit shg resiko kerusakan bahan lebih kecil
Kondisi operasi lebih seragam
Produk seragam
Pengurangan biaya per satuan produksi, karena proses dalam kapasitas kecil2
Biaya operasi & investasi rendah
Pengendalian kondisi operasi yang mudah

Mixed Flow Reactor (MFR), reaktor tangki berpengaduk dimana umpan masuk,
diproses beberapa waktu
Keuntungannya :
1)

Suhu & campuran dalam reaktor sama (homogen) karena pengaduk residence
time) lalu produk keluar.
2) Biasanya reaktor jenis ini disusun paralel sehingga mempunyai kapasitas yang
besar dan efisien waktu.
3) Pengontrolan suhu mudah sehingga kondisi operasi yang isotermal bisa
terpenuhi
Kerugiannya :
a) Untuk volume yg sama konversi lebih rendah daripada PFR
b) Tidak baik utk fase gas karena rentan bocor
Plug Flow Reactor (PFR), reaktor alir pipa, dimana umpan masuk pada masukan
pipa, terjadi reaksi sepanjang pipa lalu keluar. Konversi semakin lama semakin tinggi
di sepanjang pipa. Contoh petrokimia, pertamina
Umumnya digunakan : Fase gas dengan tekanan dan suhu tinggi
Keuntungannya :
a) Konversi yg cukup tinggi dibanding MFR
b) Waktu yg relatif lebih singkat
Kerugiannya :
a) Perawatan yang mahal
b) Memerlukan waktu utk kondisi steady state
Reaktor semi-batch
Macam-macam reaktor lainnya adalah :

Packed Bed Reactor (PBR) atau Fixed Bed Reactor


- Terdri dari satu atau lebih tubes packed dengan partikel katalis, beroperasi pada
posisi vertikal
- Beroperasi adiabatis

Keuntungannya :
a.
b.
c.

Biaya operasi dan perawatan murah dibanding FBR


Bisa digunakan di suhu dan tekanan tinggi
Bisa dioperasikan dengan waktu tinggal yang bervariasi
Kerugiannya :

a.
b.

Sulit dalam penjagaan distribusi aliran yg seragam


Bed yg kecil lebih efektif karena internal area yang besar tapi pressure drop

tinggi
c.
Regenerasi bed sulit dilakukan karena cenderung permanen

Fluidized Bed Reactor (FBR)

a)
b)

Reaktor dg bed terangkat oleh gas reaktan


Fungsi utk memprediksikan penurunan konversi pada pencampuran di dalam

reaktor
c)
Jumlah bed lebih sedikit daripada PBR
d)
Luas permukaan lebih besar daripada PBR
e)
Beroperasi isotermal

Keuntungannya :

a.
b.
c.

Suhu konstan shg mudah dikontrol


Regenerasi bed yg mudah
Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi
Kekurangannya :

a.

Karena bergerak terus-menerus dan antar bed bergesekan, bisa menyebabkan


partikel bed mengecil dan terikut keluar sbg produk. Sehingga perlu ditambahkan

cyclone separator.
b)
Bisa menyebabkan keausan dinding reaktor karena gerakan bed yg terus-menerus
bergesekan dg dinding

Packed Column
Bubble Tank

Jenis Jenis Reaktor Berdasarkan Bentuknya

Reaktor Alir Pipa


Reaktor alir pipa desebut ideal jika zat-zat pereaksi dan hasil reaksi mengalir
dengan kecepatan yang sama diseluruh pemampang pipa. Di reaktor komposisi , suhu
dan tekanan diseluruh penampang reaktor selalu sama. Perbedaan komposisi, suhu
dan tekanan hanya terjadi di sepanjang dinding reaktor. Reaktor jenis ini banyak
digunakan dalam industri dengan zat pereaksi atau reaktan berupa fase gas atau
cair dengan kapasitas produksi yang cukup besar. Reaktor tangki ideal adalah bila
pengadukan sempurna, sehingga komposisi dan suhu di dalam reaktor setiap saat
selalu uniform. Dapat di pakai untuk proses batch, semi baatch dan proses alir

Reaktor Batch
Reaktor batch adalah tempat terjadinya suatu reaksi kimia tunggal, yaitu
reaksi berlangsung dengan hanya satu persamaan laju reaksi yang berpasangan
dengan persamaan kesetimbangan dan stoikiometri.Reaktor ini biasanya sangat
cocok untuk pokduksi berkapasitas kecil.

Reaktor alir ada dua jenis yaitu:

Reaktor Alir Tangki Berpengaduk

Reaktor Alir Tangki Berpengaduk ( RATB ) merupakan reaktor yang paling sering
dijumpai dalam industri kimia. Pada industri berskala besar pengoperasian reaktor
alir tangki berpengaduk meliputi tiga tahap yaitu pengisian reaktor tinggi overflow,
kondisi kontinyu dan kontinyu steady state. Evaluasi variabel-variabel operasi
sangat mudah dilakukan pada kondisi steady state.
Reaktor

Alir

Tangki

Berpengaduk

RATB

) ini

dipanaskan

baik

menggunakan sistim tertutup di dalam tangki atau jaket yang mengelilingi tangki.
Pada tangki pencampur yang digunakan pada reaktor kimia, dua fluida atau lebih
direaksikan bersama untuk menghasilkan suatu fluida yang berbeda dari fluida
sebelumnya. Reaksi ini terjadi pada temperatur tertentu yang harus dipertahankan
tetap besarnya atau konstans agar dapat dihasilkan temperatur dan jenis fluida
keluaran yang diinginkan.

Reaktor Alir Pipa


Reaktor alir pipa desebut ideal jika zat-zat pereaksi dan hasil reaksi mengalir
dengan kecepatan yang sama diseluruh pemampang pipa. Di reaktor komposisi , suhu
dan tekanan diseluruh penampang reaktor selalu sama. Perbedaan komposisi, suhu
dan tekanan hanya terjadi di sepanjang dinding reaktor. Reaktor jenis ini banyak
digunakan dalam industri dengan zat pereaksi atau reaktan berupa fase gas atau
cair dengan kapasitas produksi yang cukup besar.

Reaktor Semi Batch


Para reaktor
palingsering reaktor dalam

industri

batch semi mungkin


kimia,terutama di

adalah jenis
cabang kimia

yang
halus, di

laboratorium kimia organik dan dalam proses bioteknologi.


Motivasi untuk Menggunakan Semi-Batch Reaktor

a)
b)

Kontrol konsentrasi reaktan untuk meningkatkan selektivitas reaksi.


Penambahan reaksi sedikit demi sedikit untuk mengontrol istribusi komposisi

produk (e.g polimerisasi).


c)
Kontrol produksi panas reaksi (reaksi eksoterm).

d)

Hindari toksisitas substrat

untuk memproduksi organisme atau

enzim yang

terisolasi.
e)
Penghapusan produk untuk meningkatkan konversi dan selektivitas.
f)
Hindari akumulasi memberi reaksi terhadap dekomposisi termal.
g)
Simulasikan produksi berkelanjutan terutama untuk skala kecil.

Dalam kontras yang mengejutkan, reaktor batch semi adalah yang


paling dibahas
ini adalah

dalam kimia

dan biokimia

kesulitan dalam

industri. Alasan utama

mendapatkan solusi

bagiperbedaan

analitis dari

persamaan

diferensial yang menggambarkan suatu jenis reaktor. Selain itu, di reaktor semibatch segalanya biasanya bervariasi, konsentrasi, suhu dan volume. Metodologi yang
kami gunakan dalam
Tentu saja, bagaimanapun, memberikan pendekatan yang lurus ke depan untuk solusi
dari masalah
dari persamaan

ini. mulai

dari

bahan dasar

diferensial yang

dan menyeimbangkan energi,solusi


mengatur mudah

diperoleh

denganintegrasi numerik, misalnya menggunakan BerkeleyMadonna. Alat


tersebutjuga memungkinkan lurus ke depan optimasi profil makan.

Berdasarkan Keadan Operasinya


Reaktor Isotermal
Reaktor Isotermal adalah jika umpan atau fluida yang masuk dan tercampur dalam
reaktor maka aliran fluida yang keluar dari reaktor selalu seragam dan bersuhu
sama

Reaktor Adiabatis
Reaktor Adiabatis adalah tidak ada perpindahan panas antara reactor dengan
sekelilingnya. Ditinjau dari segi operasionalnya, reactor adiabatic yang paling
sederhana, cukup dengan menyekat reactor, sehingga tidak ada panas yang hilang ke
sekelilingnya.

Reaktor Fixed Bed


Reaktor Fixed Bed adalah reaktor dengan menggunakan katalis padat yang diam
dan zat pereaksi berfase gas. Butiran-butiran katalisator yang biasa dipakai dalam
reaktor fixed bed adalah katalisator yang berlubang di bagian tengah, karena luas
permukaan persatuan berat lebih besar jika dibandingkan dengan butiran
katalisator berbentuk silinder, dan aliran gas lebih lancar.

Reaktor Fluidized Bed


Reaktor Fluidzed Bed adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk
mereaksikan bahan dalam keadaan banyak fasa. Reaktor jenis ini menggunakan
fluida (cairan atau gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk
butiran-butiran kecil) dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak
sedemikian rupa dan akhirnya katalis tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida
juga

Bubble Tank
Bubble Tank adalah jenis reaktor kimia yang dapat digunakan untuk mereaksikan
bahan dalam keadaan banyak fasa. Reaktor jenis ini menggunakan fluida (cairan atau
gas) yang dialirkan melalui katalis padatan (biasanya berbentuk butiran-butiran
kecil) dengan kecepatan yang cukup sehingga katalis akan terolak sedemikian rupa
dan akhirnya katalis tersebut dapat dianalogikan sebagai fluida juga.

Agitate Tank
Agitate Tank adalah digunakan untuk menyediakan reservoir penyimpanan untuk
batch campuran dari mixer kecepatan geser tinggi.
Tiiga fungsi utama dari Agitate Tank :
1.

Persamaan gelembung udara terjebak selama proses pencampuran.

2.

Agitate bertindk sebagai reservoir penyimpanan untuk batch campuran yang


memungkinkan kelangsungan penyediaan dipertahankan untuk pompa.

3.

Agitate dari dayung khusus bebentuk menjaga campuran dalam suspensi sebelum
pemompaan.

Spray Tower
Spray Tower adalah perangkat kontrol terutama digunakan untuk pengkondisian
gas ( pendingin dan pelembab ) atau untuk tahap pertama atau penghapus partikel
gas. Mereka juga digunakan di banyak gas cerombnong desulfurisasi sistem untuk
mngurangi penumpukan plugging dan skala oleh polutan

Bab 3
Teknik Reaksi Kimia dan Perancangan Reaktor

Industri kimia adalah industri yang menghasilkan produk/ bahan kimia yang bernilai
tambah tinggi, yang dihasilkan dari berbagai sumber daya alam sebagai bahan
bakunya.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang berkembang dalam industri kimia berkisar
pada perkembangan dalam transformasi kimia dari bahan, seperti misalnya dalam
bidang reaksi kimia yang meliputi perancangan dan operasi reaktor kimia
1.1. Teknik Perancangan
Pada umumnya, formulasi permasalahan yang diangkat dari pemodelan berdasarkan
pada neraca massa dan energi yang sering kali direpresentasikan oleh sebuah atau
sistem persamaan diferensial.

1.2. Perancangan Reaktor untuk Proses Industrial


Jenis reaktor, karateristik reaksi, dan pertimbangan perencanaan pada berbagai
industri kimia.

Konversi Kimia
Salah satu faktor yang penting dalam proses perancangan sebuah reaktor adalah
sejauh mana reaksi yang ditinjau itu harus berlangsung, dengan kata lain berapa
tingkat konversi yang diinginkan. Aspek ini memberikan gambaran seberapa banyak
produk yang dihasilkan dan sisa reaktan yang terbawa aliran produk.
2.1. Derajat Reaksi
Harga derajat reaksi memiliki satuan mol. Harganya tidak memiliki batas tertentu,
besarnya bergantung pada jumlah mol senyawa yang bereaksi atau terbentuk selama
reaksi berlangsung dan bilangan stoikiometrinya.
2.2. Derajat Konversi
Derajat konversi didefinisikan sebagai:
dimana:

Xi : derajat konversi substansi i


ni,0 : jumlah mol mula- mula substansi i
ni : jumlah mol substansi i pada keadaan akhir

Derajat konversi sering digunakan para praktisi teknik kimia dalam mengevaluasi
unjuk kerja reaktor dibandingkan dengan derajat reaksi walaupun harga derajat
konversi untuk setiap komponen berbeda.
2.3. Hubungan Derajat Konversi dengan Komposisi
Komposisi suatu system reaksi komponen banyak dalam sebuah reaktor tertutup
dapat ditentukan dengan mengetahui derajat konversi salah satu komponennya.
2.4. Pengaruh Konversi terhadap P dan V
Untuk sistem yang tidak equimolar, di samping temperatur, konversi juga dapat
mempengaruhi volum dan tekanan sistem reaksi.
2.4.1.

Sistem Gas Ideal

Pada sistem yang dianggap sebagai gas ideal, volum molar masing- masing komponen

i berharga sama.
2.4.2.

Sistem Cairan

Pada sistem cairan, volum molar setiap komponen tidak sama, maka volum total
harus dihitung atas dasar volum molar setiap komponen.
Dalam sebuah sistem ada 2 penyebab perubahan volum, yaitu: perubahan tekanan
dan suhu, dan perubahan jumlah mol dalam campuran.
2.5. Konsentrasi
Konsentrasi komponen I dalam suatu system bervolum dinyatakan oleh :

Reaktor Ideal
3.1. Neraca Massa
Bayangkan sebuah batas- batas ruangan yang memiliki volume tidak terhingga yang
memisahkan ruangan tersebut dengan lingkungannya. Ruangan seperti itu disebut
sebagai ruang kendali. Pada sebuah proses non- nuklir, neraca massa dan neraca
energi dapat dipisahkan satu dengan lainnya.
3.2. Reaksi Kimia Elementer
Reaksi elementer adalah reaksi yang terjadi akibat dari interaksi tunggal (misalnya:
tumbukan) antara molekul- molekul reaktan.
3.2.1.

Reaksi Unimolekular, Orde Pertama

Reaksi orde pertama berlangsung pada kondisi normal. Tumbukan antar molekul
diperlukan untuk menginisiasi

reaksi. Untuk

itu diperlukan

sebuah

energi

pengaktifan tertentu yang digunakan oleh molekul untuk bertumbukan satu sama
lainnya.
3.2.2.

Orde Kedua, Satu Reaktan

3.2.3.

Orde Kedua, Dua Reaktan

3.3. Reaktor Ideal Isotermal


Dalam bagian ini, akan dibahas metode bagaimana cara mengevaluasi unjuk kerja dan
dasar perancangan reactor partaian dan reaktor aliran. Reaktor aliran yang akan
dibahas adalah reactor ideal yakni Reaktor Aliran Sumbat (RAS) dan Reaktor Tanki
Ideal Kontinyu (RTIK).
3.3.1.

Reaktor Partaian

3.3.1.1.Volum Media Reaksi Tetap

Reaktor partaian adalah sebuah reaktor yang tidak memiliki aliran masuk dan keluar
reaktor. Jumlah komponen didalam reaktor dapat berubah setiap saat selama reaksi
berlangsung. Karena tidak ada aliran masuk dan keluar, maka neraca massa pada
reaktor dapat dituliskan sebagai:
3.3.1.2.Volum Media Reaksi Berubah
Pada reaktor dimana volume media reaksinya berubah karena reaksi kimia, maka
volume media reaksi merupakan fungsi dari derajat konversi.
3.3.1.3.Dasar Perancangan Reaktor Partaian
Dalam masalah perancangan, ukuran dan jenis reaktor merupakan hal mendasar
dalam spesifikasi operasi dan tujuan obyektif perancangan.
3.3.2.
3.3.2.1.

Reaktor Aliran Sumbat

Unjuk Kerja Reaktor Aliran Sumbat


Kondisi yang harus dipenuhi agar dikatakan RAS:
Profil laju alir ke arah radial terdistribusi seragam
Terdapat pencampuran sempurna ke arah radial
Tidak ada pencampuran ke arah aksial

3.3.2.2.

Waktu Tinggal Rata- rata


Waktu tinggal rata- rata adalah waktu yang dibutuhkan oleh fluida untuk mengalir
sepanjang reaktor

3.3.2.3.

Perancangan Reaktor Aliran Sumbat


Persamaan jika umpan masuk ke dalam RAS telah terkonversikan secara parsial:
3.3.3.

3.3.3.1.

Reaktor Tangki Ideal

Sistem dengan Densitas atau Volum Tetap


Jika volume media reaksi tidak berubah selama reaksi berlangsung karena reaksi
yang equimolar, maka

3.3.3.2.

Sistem dengan Densitas atau Volum Tetap


Jika densitas sistem berubah sepanjang reaktor, maka persamaan unjuk kerja dan
perancangan RAS sebaiknya ditulis sebagai fungsi derajat konversi.
3.4. Perbandingan Ukuran Reaktor
Ada benyak sekali carauntuk memproses fluida: dalam sebuah sistem partaian atau
dalam sebuah sistem mengalir. Dalam sebuah sistem reaktor bertahap atau dalam
sebuah reaktor berdaur ulang dengan menggunakan berbagai rasio daur ulang dan
kondisi.

3.4.1.

Reaktor Partaian

Reaktor partaian memiliki keuntungan dalam biaya instrumentasi yang rendah dan
fleksibilitas yang tinggi.
3.4.2.

RTIK dan RAS

Untuk beban reaksi tertentu, rasio volum RTIK dan RAS bergantung pada koordinat
reaksi, stoikimetri reaksi, dan bentuk dari persamaan kinetika reaksinya.
3.5. Sistem Reaktor Ganda
3.5.1.

Reaktor Aliran Sumbat Disusun Seri dan

Paralel

Jika RAS disusun secara paralel atau semi paralel, maka sistem keseluruhan dapat
dianggap sebagai semua reaktor yang bervolum total sama dengan jumlah total
keseluruhan volum dari masing- masing reaktor jika distribusi komponen masingmasing cabang yang bertemu di titik tertentu harus memiliki konsentrasi yang sama.
3.5.2.

Reaktor Tangki Ideal Kontinyu Disusun Seri

3.5.2.1.Reaksi Orde Pertama


3.5.2.2.Reaksi Orde Kedua
3.5.3.

Reaktor Tangki Ideal Kontinyu Berukuran Berbeda Disusun Seri

3.5.3.1.Derajat Konversi untuk Sistem Reaktor Tertentu


Terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi masalah ini,
yaitu dengan Metode grafis dan Pendekatan numerik.
3.5.4.

Reaktor Jenis Berbeda Disusun Seri

Jika reaktor dari jenis berbeda disusun seri, derajat konversi keseluruhan dapat
ditentukan, demikian pula derajat konversi antara reaktor yang satu dengan lainnya,
yang dibutuhkan untuk memperkirakan kebutuhan penukar panas.
3.5.5.

Reaktor Berdaur Ulang

Pendaur ulangan dapat dilakukan langsung dengan mengembalikan sebagian aliran


tersebut untuk dicampurkan dengan umpan segar.
3.5.5.1.Reaksi Order Pertama

3.5.5.2.Reaksi Order Kedua

Reaksi Kompleks Pada Reaktor Partaian


4.1. Reaksi Ganda Non Elementer

Reaksi kompleks terdiri dari dua atau lebih reaksi yang direpresentasikan oleh dua
atau lebih persamaan stoikiometri reaksi, yang masing- masing memiliki persamaan
laju kinetika reaksi.
4.2. Kinetika Komplek dalam Reaktor Partaian
4.2.1.

Reaksi Ganda

Untuk reaksi berganda, neraca massa masing- masing komponen dapat dituliskan
sesuai dengan stoikiometri reaksi dari sistem yang ada.
4.3. Mekanisme Reaksi Kompleks
4.3.1.

Reaksi Berorde Tinggi

Reaksi dengan orde n < 1 akan berlangsung hingga t= . Karena pada hampir seluruh
reaksi dengan orde n <1, pada konsentrasi reaktan rendah orde reaksi akan berubah
menjadi n > 1.
4.3.2.

Hipotesis Keadaan Tunak

Tahap- tahap erlementter harus dipostulatkan untuk membangun sebuah mekanisme


reaksi yang reaistis, namun konsekuensinya tetapan kinetika yang harus dicari
menjadi lebih banyak.
4.3.3.

Sistem Persamaan Reaksi Orde Pertama

Jika sebuah sistem reaksi kimia terdiri dari reaksi berorde pertama, maka
penyelesaian analitiknya selalu dapat diperoleh karena sistem persamaan diferensial
yang dibangun adalah sebuah sistem persamaan linear.
4.3.4.

Reaksi Autokatalitik

4.4. Reaktor Partaian dengan Volume Berubah-rubah


4.4.1.

Sistem dengan Massa Tetap

4.4.2.

Sistem Reaktor Semi- partaian (semibatch)

Reaksi Kompleks Pada Reaktor Ideal


5.1. Reaktor Pipa
Reaktor pipa atau Reaktor Aliran Sumbat (RAS) merupakan reaktor pipa yang
memiliki luas penampang dan densitas tetap.
5.1.1.

Kinetika Kompleks

Dengan menganggap densitas fluida di sepanjang reaktor tetap maka RAS dievaluasi
identik dengan reaktor partaian dengan volume tetap.
5.1.2.

Reaktor dengan Densitas Berubah

Penurunan tekanan dihitung dengan menggunakan persamaan Ergun.


5.2. Reaktor Tangki Ideal Kontinyu
Pada RTIK tidak ada variasi konsentrasi dan sifat fisik media reaksi diseluruh
bagian reaktor, karena dianggap teraduk sempuna.
5.3. Kinetika Kompleks dan Derajat Kontinyu
5.4. Sifat Fisik Media Reaksi Berubah
Untuk menyelesaikan kasus ini, diperlukan persamaan keadaan yang merupakan
persamaan penunjang yang menghubungkan perubahan densitas massa media reaksi.
5.5. Reaktor Kombinasi
Dengan menggabungkan dua jenis reaktor yang berbeda akan menjadi jenis reaktor
lain.
5.5.1.

Kombinasi Seri dan Paralel

Jika dua buah reaktor dihubungkan secara seri, kondisi keluaran reaktor pertama
merupakan kondisi masukan dari reaktor kedua.
5.5.2.

Reaktor Tanki Seri

Reaktor yang dipasang seri akan lebih menguntungkan daripada menggunakan


reaktor tunggal yang berukuran besar.
5.6. Sistem Reaktor dengan Daur Ulang
Massa keluaran reaktor didaur ulang tanpa proses pemisahan bahan- bahan
kandungan campuran.
5.7. Diskusi Kualitatif Tentang Distribusi Produk
Jika reaktan terdiri dari lebih dari satu reaktan, maka konsentrasi masing- masing
reaktan untuk menghasilkan produk yang diinginkan memiliki beberapa variasi.
5.8. Analisis Kuantitatif Reaksi Kompleks
Sebuah reaksi kompleks yang paling sederhana terdiri dari reaksi-reaksi berorde
pertama yang disusun seri dan paralel
5.8.1.

Reaksi Order Pertama Ireversibel dalam RAS

Tiga buah persamaan diferensial harus diselesaikan secara simultan, namun dapat
dilihat bahwa persamaan pertama independen terhadap persamaan berikutnya.
5.8.2.

Reaksi Seri pada RTIK

Reaksi yang sam dengan sebelumnya diselenggarakan pada sebuah RTIK.


Pengaruh Temperatur dan Neraca Energi
6.1. Pengaruh Temperatur Pada Laju Reaksi

6.1.1.

Kelakuan Arrhenius dan Non Arrhenius

6.1.2.

Temperatur Optimal pada Reaktor Isotermal

6.2. Neraca Panas


6.3. Reaktor Tanki Ideal Non Isotermal
6.4. Reaktor Aliran Sumbat (Reaktor Pipa) Non Isotermal
6.5. Reaktor Partaian Non Isotermal
Reaktor Pipa Nyata dengan Aliran Laminer
7.1. Isotermal, Aliran Laminar, Non-Difusional
7.2. Difusi Massa Secara Konveksi
7.3. Profil Temperatur pada Aliran Laminarba
7.4. Strategi Penyelesaian Secara Numerik
7.4.1.

Penghampiran Selisih Terhingga

7.4.2.

Metoda

Semi

Diskretasi

Diferensial Parsial
7.5. Aliran Pada Bidang Datar

Reaktor Pipa Nyata dengan Aliran Turbulen


8.1. Model Dispersi Aksial
8.2. Penyelesaian Numerik
8.3. Dispersi Aksial Non Isotermal
8.4. Reaktor Unggun Tetap

Untuk

Penyelesaian

Persamaan