Anda di halaman 1dari 14

Akhlak Terhadap Teman

Oleh :
Dinda Oni Tsarah F.G (201310410311135)
Muttawasittin C

Program Studi Farmasi


Universitas Muhammadiyah Malang
2015

Akhlak Terhadap Teman


Pengertian Akhlak
Akhlak secara bahasa artinya :Tabiat,sifat, perangai, atau tingkah laku.
Akhlak secara istilah artinya :Gambaran batin ( dalam hati ) yang ada pada manusia.
Yang dimaksud dengan gambaran batin adalah suatu keadaan yang melekat kokoh
dalam jiwa, yang keluar darinya perbuatan-perbuatan, baik yang terpuji maupun yang
tidak terpuji.
Manusia terdiri dari lahir dan bathin, jasmani dan rohani, oleh karena itu seseorang tidak
boleh memperlakukan orang lain seperti makhluk yang tidak mempunyai perasaan, tetapi
hendaklah bergaul dengan sesamanya dengan akhlak yang baik yang dituntunkan oleh syariat,
sehingga orang lain akan merasa dihargai dan dihormati. Seorang muslim hendaklah memahami
bahwa nilai manusia bukanlah terletak pada bentuk fisik, suku, keturunan, gelar,
kedudukan ataupun harta, akan tetapi terletak pada iman, taqwa dan akhlaqnya.
Rosuulullooh Shollalloohu Alaihi wa Sallam :
Sesungguhnya Allooh tidak melihat kepada bentuk, rupa dan harta benda kalian,
tetapi Allooh memperhatikan hati dan amal-amal kalian.[HR. Muslim]
Syariat Islam Menuntunkan Akhlak Mulia
Setiap pribadi muslim hendaklah menyadari dan memahami, bahwa berakhlak mulia
terhadap sesama merupakan tuntunan dari syariat islam.Nabi Muhammad Shollalloohu alaihi
wasallam telah mengabarkan, bahwa di antara salah satu tujuan dari diutusnya beliau adalah
untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. Beliau Shollalloohu alaihi wasallam bersabda :
Sesungguhnya aku diutus tidak lain hanyalah untuk menyempurnakan akhlaq yang
mulia. (HR. Imam Ahmad di kitab Al-Musnad (2 / 381)
Seorang muslim yang perilaku kesehariannya terhadap sesama, dihiasi dengan akhlak yang
mulia, maka dia telah sempurna dalam keimanannya, didalam sebuah hadits, Nabi
Muhammad Shollalloohu alaihi wasallam bersabda :

Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaqnya (HR.
Tirmidzi no. (1162)
Keutamaan Berakhlak Mulia
Akhlak baik atau mulia yang dilandasi dengan ilmu dan keimanan yang benar, memiliki banyak
keutamaan, diantaranya adalah :

Penyebab Paling Banyak Manusia Masuk Kedalam Surga

Dari Abu Huroiroh Rodhialloohu anhu ;


Rosuulullooh Shollalloohu Alaihi wa Sallamditanya tentang hal apa yang menyebabkan
paling banyak manusia masuk ke surga, maka beliau menjawab: Taqwa kepada Allooh,
dan akhlaq yang baik. (HR. Tirmidzi, No .1927)
Makna akhlak yang baik yang dimaksud dalam hadits ini adalah :
Akhlak terhadap makhluk, dimana seseorang dekat dengan sesamanya, menjauhkan dari sikap
menyakiti sesamanya, dan berbuat kebaikan yang lebih kepada orang yang telah berbuat buruk
kepadanya. (Lihat Tuhfah Al Ahwadzi Syaikh Abdurrohmaan Al Mubarkafuri)

Penyebab Dekatnya Dengan Nabi Shollalloohu alaihi wa sallam Pada Hari Kiamat

Nabi Shollalloohu Alaihi wa Sallam bersabda:


Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai di antara kalian, dan paling dekat
majelisnya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya di antara kalian.[HR.
Tirmidzi dan di hasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Jamius Shoghir 1/439]

Amalan Yang Memberatkan Timbangan Kebaikan Pada Hari Akhirat

Dari Abu Darda, dia berkata: Aku mendengar Nabi Shollalloohu Alaihi wa Sallambersabda:
Tidak ada sesuatu pun yang diletakkan di atas timbangan lebih berat dibandingkanakhlak
yang baik. (HR. At Tirmidzi, No. 1926. HR.Abu Daud, No 4166 )

Merupakan Bagian Dari Kebajikan dan Sebagai Penghapus Dosa

Dari An Nawas bin Saman al Anshori, dia berkata:

Aku bertanya kepada RosuululloohShollalloohu Alaihi wa Sallam tentang Al Birr (Kebaikan)


dan Al Itsm (Dosa), beliau bersabda:
Al Birr (Kebaikan) adalah akhlak yang baik, dan Al Itsm (Dosa) adalah apa-apa yang
membuat dadamu tidak nyaman, dan engkau membencinya jika manusia melihatnya.(HR.
Muslim No. 4632 )
Berkata Imam An Nawawi Rohimahullooh ketika menjelaskan makna dari hadits ini:
Berkata para ulama:
Al Birr dimaknai dengan Ash Shilah (hubungan), dan bermakna kelembutan, kebaikan,
persahabatan yang baik, dan pergaulan yang baik, dan juga bermakna ketaatan. Semuanya ini
terhimpun pada kata Akhlak. (Syarh An Nawawi Ala Shohih Muslim No. 4632)
Rosuulullooh Shollalloohu Alaihi wa Sallam bersabda :
Bertaqwalah kepada Allooh di manapun engkau berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan
perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan perbuatan jelek.. (HR.
Ahmad, At Tirmidzi )
Beberapa Pokok Akhlak Mulia Terhadap Sesama
Banyak para ulama, di antaranya Al Hasan Al Bashri rohimahullooh, mengatakan bahwa
akhlak yang baik terhadap sesama makhluk, terangkum pada tiga perkara pokok, yaitu:

Menahan dari gangguan (Kafful Adzzaa)


Suka membantu (Badzlun Nada)
Wajah yang berseri (Tholaqotul Wajh)

1. Menahan dari gangguan (Kafful Adzzaa)


Makna yang dimaksud disini adalah :
Bahwa seseorang menahan dirinya dari mengganggu orang lain, baik itu gangguan yang
berhubungan dengan harta, jiwa, maupun kehormatan. Orang yang tidak bisa menahan dirinya
dari mengganggu orang lain, maka ia tidak mempunyai akhlak yang baik, dan ia berakhlak
buruk .
Ketika berlangsungnya Haji Wada (Haji Perpisahan) Rosuulullooh Shollalloohu Alaihi wa
Sallam bersabda :

Sesungguhnya darah kalian, harta kalian serta kehormatan kalian haram atas kalian
sebagaimana keharaman hari kalian ini, pada bulan kalian ini, di negeri kalian ini. (HR.
Bukhori dan Muslim)
Jika seseorang berbuat kejahatan atau aniaya kepada sesamanya, dengan melakukan
pengkhianatan, mencuri, memukul, merusak atau menjatuhkan kehormatan sesamanya, mencela,
menggunjing, maka hal ini termasuk kedalam contoh akhlaq yang buruk, karena ia tidak dapat
menahan diri dari mengganggu orang lain. Apabila perbuatan aniaya tersebut dilakukan kepada
seseorang yang mempunyai hak paling besar darinya, maka dosanya pun semakin besar lagi.
Misalnya jika seseorang berbuat jahat kepada kedua orangtuanya, maka dosanya lebih besar
daripada dosa perbuatan jahat kepada selain mereka. Perbuatan jahat kepada karib kerabat lebih
besar dosanya daripada dosa perbuatan jahat kepada orang yang lebih jauh hubungan
kekerabatannya. Perbuatan jahat kepada tetangga lebih besar dosanya dari perbuatan jahat
kepada selain tetangga, dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa NabiShollalloohu Alaihi wa
Sallam bersabda ;
Demi Allooh, tidaklah beriman! Demi Allooh, tidaklah beriman! Demi Allooh, tidaklah
beriman!
Para sahabat bertanya ; Siapa yang tidak beriman wahai Rosuulullooh?
Beliau menjawab ; Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.
( HR.Bukhori No.5557)
2. Suka Membantu / Dermawan (Badzlun Nada)
Makna Badzlun Nada adalah :
Bersikap dermawan dan suka membantu. Kedermawanan di sini tidaklah terbatas
pada harta saja. Tapi yang dimaksud kedermawanan di sini adalah mendermakan jiwa,
kedudukan, dan harta .
Seseorang yang melihat ada orang yang suka memenuhi kebutuhan sesamanya, suka
membantu sesamanya, suka menyebarkan ilmu di antara manusia, suka mendermakan hartanya
kepada manusia, maka dia akan mensifati orang tersebut sebagai orang yang berakhlaq baik,
karena ia adalah seorang yang dermawan dan suka menolong. Demikian seharusnya akhlak yang
harus ada pada setiap pribadi muslim, NabiShollalloohu Alaihi wa Sallam bersabda ;

Dan bergaul-lah dengan manusia dengan akhlaq yang baik. (HR. Ahmad, At Tirmidzi dan
Ad Darimi)
Dan termasuk juga kedalam akhlak mulia ini, adalah jika seseorang dianiaya atau
dipergauli dengan perbuatan buruk, maka dia memberi maaf. Sungguh Allooh taaalaatelah
memuji orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain, Allooh taaalaaberfirman tentang
salah satu ciri penghuni surga ;
(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain.
Allooh menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS.Ali Imron:134)
Dalam berhubungan atau berinteraksi dengan sesama manusia, seseorang pasti akan
mengalami suatu rintangan, baik berupa gangguan, ejekan, atau hinaan. Maka sikap terbaik
dalam keadaan seperti ini adalah, hendaknya dia memaafkan orang yang berbuat aniaya
kepadanya dan berlapang dada, dan hendaknya ia meyakini bahwa sikap pemaaf dan lapang
dada, serta berharap untuk mendapatkan balasan kebaikan kelak di akhirat, bisa merubah
permusuhan antara dia dengan sesamanya menjadi kasih sayang dan persaudaraan.
Allooh taaalaa berfirman :
Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang
lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah
telah menjadi teman setia. (QS. Al Fushilat: 34)
3. Wajah Yang Berseri (Tholaqotul Wajh)
Yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah, sikap seseorang yang selalu berwajah
ceria, ketika bertemu dengan orang lain. Berwajah ceria akan memasukkan kegembiraan pada
manusia, mendatangkan rasa kasih sayang dan cinta, mendatangkan kelapangan dalam hati,
bahkan mendatangkan rasa lapang dada bagi pelakunya dan orang-orang yang ditemuinya.
Sebaliknya, jika seseorang bermuka masam atau bersifat kaku ketika bertemu dengan orang lain,
maka orang-orang akan menjauh darinya, tidak akan suka untuk duduk bersamanya, apalagi
untuk berbincang-bincang dengan dirinya.

Nabi Shollalloohu Alaihi wa Sallam bersabda ;


Janganlah meremehkan sesuatu kebaikan sekecil apapun, walaupun engkau
berjumpa dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri. (HR. Muslim)
Ibnu Abbas rodhiyalloohu anhu pernah ditanya tentang apa itu kebaikan. Beliau
menjawab, Kebaikan itu adalah wajah yang ceria dan lisan yang lembut.
Inilah salah satu pokok akhlak mulia yang harus diusahakan, dimiliki, dan diamalkan oleh setiap
pribadi yang dari lisannya telah terucap dua kalimat syahadat, dan menjadikan Al-Quran dan
Sunnah Nabi Muhammad Shollalloohu alaihi wasallam sebagai pegangan dan teladannya
dalam bermuamalah dengan manusiayang lainnya.
Demikian syariat islam yang indah dan mulia menuntunkan tentang cara bagaimana
seorang muslim berinteraksi dengan sesamanya, sehingga akan tercipta jalinan ukhuwah
islamiyah
(persaudaraan seagama) yang kokoh di tengah-tengah kaum muslimin, dan akan terlihat
syiar islam yang indah dan penuh kedamaian ditengah-tengah manusia pada umumnya.
Adapun seseorang yang telah mengetahui bagaimana bentuk akhlak mulia tersebut, akan tetapi
belum ter-implementasikan dalam perilaku kesehariannya, hendaklah dia terus berusaha dan
memohon kepada Allooh taaalaa agar apa yang telah diketahuinya dapat terwujud dalam
amalnnya. Syaikh Sholih bin Abdul Aziz Alu Syaikh hafidhohulloohdalam ceramahnya yang
berjudul Al-Ghutsau wal binau, berkata :
Terdapat kontradiksi antara ilmu yang dipelajari oleh sebagian orang dengan
amalan mereka. Sebagian dari mereka tidak memiliki akhlaq yang mulia, tidak suka
bersilaturrohmi, suka berdusta, mengingkari janji, kasar, bermuka masam, padahal
senyummu kepada saudaramu adalah shadaqoh. Juga kurang aktif dalam amal sosial, seperti
membantu para janda, anak yatim dan orang-orang yang butuh bantuan.
Hendaklah dakwah itu tidak sebatas di atas mimbar dan ceramah di majelis ilmu saja,
hendaklah dibarengi dengan dakwah bil hal (dengan perbuatan) dan akhlaq yang mulia,
karena pengaruhnya lebih besar daripada berdakwah dengan kata-kata,

A. Adab Bergaul dengan Teman Sebaya


Teman sebaya adalah teman yang sederajat dengan kita. Contoh teman sebaya adalah
teman sekelas di sekolah, teman belajar atau teman bermain. Sesama teman sebaya harus saling
menolong, saling menghormati, dan saling peduli satu sama lainnya. Kalau kita bergaul baik
dengan teman sebaya, kita akan mempunyai banyak teman di mana saja kita berada.
Adab bergaul dengan teman sebaya antara lain :
1. Mengucapkan assalamualaikum setiap kali bertemu teman
2. Menghormati teman sebaya dan selalu berbaik baik kepada mereka
3. Memaafkan kesalahan teman bila mereka lupa atau tidak sengaja melakukan kesalahan
4. Tidak menghina dan meremehkan teman
5. Tidak pelit dan tidak sombong kepada teman
Anak yang bagus adabnya akan disukai oleh teman-temannya. Oleh karena itu, agar
dicintai dan dihormati teman-teman sebaya, kita harus bergaul kepada mereka dengan adab yang
baik.
Sebaya bisa berarti sama usianya, maka dari itu pergaulan dengan orang sebaya sangat
penting. Hampir setiap hari, dikalangan masyarakat maupun di sekolah, kita sering kali
berkumpul dengan teman sebaya yang memiliki kesamaan dengan kita dalam beberapa hal. Pada
saat kita kesulitan, merekalah orang yang tepat untuk mdimintai tolong baik bersifat pribadi pun
kita lebih terbuka.
Manusia adalah makhluk sosial yang selalu berhubungan dan saling membutuhkan satu
sama lain, setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan bantuan orang
lain. Dalam pergaulan sehari-hari kita selalu bersama mereka, maka kita patut menghormatinya
serta menghargai kedudukan mereka, demikian pula mereka akan menghormati dan menghargai
kita, cara bergaul yang baik dengan mereka (orang sebaya) yaitu hendaknya kita turut
memikirkan dan mempedulikan persoalan dan kesulitan mereka serta turut meringankan beban
permasalahannya.
Di antara akhlaq kepada teman atau kawan, baik teman di sekolah, di lingkungan
maupun di tempat-tempat yang lain adalah :

a. menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, sebagaimana sabda Rosululloh
shollallohu alaihi wa sallam:


Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak memuliakan orang yang lebih tua dan
tidak menyayangi orang yang lebih muda.(HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

b. bersikap ramah kepadanya, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:


:


Hak seorang muslim atas muslim yang lainnya ada lima, yaitu : Menjawab salam,
menengoknya orang yang sakit, mengiringi jenazahnya, mendatangi undangannya, dan
mendoakan yarhamukalloh untuk yang bersin.(HR. Ahmad, Al-Bukhori, Muslim dan Ibnu
Majah)
c. saling tolong-menolong dalam kebaikan, sebagaimana firman Allohtaala :



Saling tolong-menolonglah di dalam kebajikan dan taqwa, dan janganlah saling
tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. (Qs. Al-Maidah : 2)
d. tidak mencela atau mengolok-olok, dan tidak memanggilnya dengan panggilan yang buruk,
karena Alloh taala berfirman :



Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang
lainnya, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah
kaum wanita mengolok-olok wanita yang lainnya, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik
daripada wanita yang mengolok-olok, jangan pula mencela diri sendiri, dan janganlah
memanggil dengan julukan-julukan (yang jelek), sejelek-jelek nama adalah kefasiqan setelah

iman, barangsiapa yang tidak bertaubat mala mereka itulah orang-orang yang zhalim.(Qs. AlHujurot: 11)
e. tidak menggunjing yaitu tidak menyebarkan aib dan kekurangannya. Alloh berfirman :







Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, karena
sebagian prasangka itu adalah dosa. Janganlah kalian saling mencari-cari kesalahan orang
lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lainnya, apakah salah seorang
di antara kalian suka memakan bangkai saudaranya yang sudah mati ? Tentu kalian tidak
menyukainya. Bertaqwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi
Maha Penyayang.(Qs. Al-Hujurot : 12)
f. tidak saling mendengki, tidak saling menipu, tidak saling membenci dan tidak saling
membelakangi, sebagaimana sabda Rosululloh saw :



Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci
dan jangan saling membelakangi ! (HR. Ahmad dan Muslim)
g. tidak saling menzhalimi, sebagaimana firman Alloh dalam hadits qudsi :


Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan zhalim atas diri-Ku,
dan Aku pun telah menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling
menzhalimi ! ( HR. Muslim )
h. tidak menyuruh berdiri seseorang untuk kemudian dia menduduki tempat duduknya,
sebagaimana sabda Rosululloh saw :

Tidak layak menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya kemudian dia duduk
padanya, tetapi berlapang-lapanglah dan luaskanlah ! (HR. Ahmad dan Muslim)
i. tidak boleh mendiamkan lebih dari tiga hari, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu alaihi
wa sallam :



Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari tiga
hari. (HR Ahmad, Al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
j. saling mengoreksi dengan semangat persaudaraan, sebagaimana sabda Rosululloh saw :


Seorang mumin adalah cermin bagi mumin lainnya, dan seorang mumin adalah
saudara bagi mumin yang lainnya, dia mencegahnya dari kerugian dan menjaga (membela)nya
di belakangnya. ( HR. Abu Dawud )
k. tidak suka mencela dan berkata kotor atau pun kasar, sebagaimana sabda Rosululloh saw :

Seorang mumin bukanlah orang yang suka mencela, tidak suka melaknat, tidak
berbuat keji dan tidak berkata kotor. ( HR Ahmad dan At-Tirmidzi )
l. tidak boleh pula memutuskan hubungan silaturrahim, karena Nabi saw bersabda :


Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturrhim.(HR. Ahmad,
Al-Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi )
m. tidak boleh mencuri dengar pembicaraan yang mereka. Rosululloh saw bersabda :

Barangsiapa yang berusaha mendengarkan pembicaraan orang-orang yang mereka


tidak suka (untuk didengar pihak lain) atau mereka menghindarinya niscaya akan dituangkan
timah ke dalam telinga mereka pada hari qiyamat.(HR. Ahmad dan Al-Bukhori)
n. memaafkan kesalahan teman-teman, sebagaimana firman Alloh taala :


Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa
memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Alloh. Sesungguhnya Dia
tidak menyukai orang-orang yang zhalim.(Qs. Asy-Syuro:40)
o. memilih teman karib yang baik karena teman karib atau sahabat dekat akan banyak
mempengaruhi agama dan akhlak seseorang, sebagaimana sabda Rosululloh saw :

Seseorang berdasarkan agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di
antara kalian meneliti dengan siapa dia bergaul. ( HR.Ahmad )

B. Adab Bergaul dengan Orang yang Lebih Muda


Orang yang lebih muda adalah semua orang yang umurnya lebih muda dari kita. Mereka
diantaranya : adik kandung, adik kelas di madrasah atau teman-teman bermain yang lebih muda
umurnya. Terhadap adik-adik kita harus membimbing dan menyayangi mereka. Kita harus
memberikan contoh dengan tingkah laku yang baik. Rasulullah SAW bersabda yang artinya :
Bukanlah termasuk umatku orang yang tidak menyayangi kepada yang lebih muda dan tidak
menghargai kehormatan yang lebih tua (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Adab bergaul yang baik terhadap orang yang lebih muda antara lain :
1. Memberikan kasih sayang dan bimbingan kepada mereka
2. Memberikan contoh dengan berbuat sesuai ucapanmu
3. Berbicara dengan sopan kepadanya
4. Menolong bila ia dalam kesulitan
5. Bersabar menghadapi kemauannya

Apabila kita membiasakan bergaul dengan yang lebih muda dengan adab yang baik,
mereka akan menghargai kita sebagaimana kasih sayang dan bimbingannya yang mereka rasakan
(Tim Bina Karya Guru, 2009:88-89).
C.

Hormat Kepada Teman


Untuk mencapai kehormatan dalam hidup diperlukan cara-cara tertentu yang harus

dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam kelompok masyarakat tersebut. Cara-cara
tersebut ditunjukkan lewat sikap dan perilaku masing-masing orang dalam kelompok
masyarakat.
Islam memiliki konsep yang jelas, bagaimana hidup bermasyarakat yang baik,
perhatikan hadits rasul berikut :
( )
Artinya : Dari Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda barang siapa beriman
kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tetangganya (HR. Muslim).
Beberapa adab yang harus dilaksanakan agar keharmonisan berteman tercapai antara lain :
1. Saling menghormati
Kamu harus sabar bahwa para teman yang ada di sekelilingmu itu berasal dari berbagai
latar belakang. Misalnya mereka mempunyai agama, tradisi dan kebiasaan yang berbeda latar
belakang sosial pendidikan yang berbeda, kondisi ekonomi yang berbeda pula, berasal dari suku
yang berbeda bahkan dari Negara yang berbeda. Di sinilah pentingnya saling menghormati.
2. Saling bekerjasama dan tolong menolong
Ketika

teman

kita

sedang

mempunyai

hajat

ataupun

kegiatan

yang

membutuhkan bantuan maka sebisa mungkin kita membantunya kiat harus saling bekerja sama,
tolong menolong hingga melahirkan keharmonisan dalam bertemah, kita harus ingat bahwa saat
nanti, kita juga membutuhkan bantuan mereka.
Perhatikan hadits berikut.
):
(
Artinya : Dari abu hurairah r.a aBerkat : Rosulullah SAW bersabda , Allah akan slalu
menolong hambanya selama hamba itu mau menolong saudaranya :, (H.R Muslim)

3. Saling Mengasihi
Kasih sayang antara anggota masyarakat ini amat penting. Ksasih sayang ini akan
melahirkan kekuatan yang amat besar dalam rangka terciptanya masyarakat yang rukun, Solid
dan kompak, juga akan melahirkan kepekaan sosial yang amat dalam, bahkan seseorang yang
mengasaihi temannya dengan tulus, melahirkan sebuah persaudaraan, yanag lebih dari
saudaranya sendiri.
4. Saling melindungi
Tatkala salah seorang teman kita mendapat ancaman serangan dari pihak lain misalnya,
kita wajib memberikan perlindungan, asal dia aberada di pihak yang benar. Tetapi bila dia yang
aslah kita wajib melindunginya
5. Saling menasehati
Ketika ada teman kita yang berselisih atau bertengkar ataupun melakukan perbuatan
yang tidak baik terhadap teman-teman yang lain maka kita wajib menasehatinya.
D. Berbuat baik kepada teman
Bergaul yang paling menyenangkan adalah dengan teman sebaya, kalian pasti setuju
dengan pendapat ini bukan ? ya pasti namun, ingat bahasa bergaul dengan teman sebaya ini juga
ada aturan-aturannya, sepeti saat kita bergaul dengan orang lain yang lebih tua.