Anda di halaman 1dari 14

SURAT KEPUTUSAN

NO : 001/SP/IKA-SMAN 1 SB/I/2015
SIDANG PLENO MUSYAWARAH BESAR
IKATAN ALUMNI SMAN 1 SORKAM BARAT-IKASABARA
TENTANG
PENETAPAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN ALUMNI SMA N 1 SORKAM BARAT (IKASABARA)
TAHUN 2015-2016

Mengingat :
1

Anggaran Dasar dan Angggran Rumah Tangga/AD-ART Ikatan Alumni SMAN 1


SORKAM BARAT-IKASABARA

Menimbang :
a Tugas Pimpinan Sidang Pleno IKASABARA Periode 2015-2016 adalah melaksanakan
Penetapan Anggaran Dasar dan Angggaran Rumah Tangga/AD-ART Ikatan Alumni
b

SMAN 1 SORKAM BARAT Periode 2015-2016.


Bahwa untuk Kepengurusan IKASABARA Periode 2015-2016 perlu ditetapkan
Anggaran

Dasar

dan

Angggaran

Rumah

Tangga/AD-ART

sebagai

Pedoman

Kepengurusan ART Ikatan Alumni SMAN 1 SORKAM BARAT-IKASARA Periode


2015-2016.
Memperhatikan :
hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh anggota Pimpinan Sidang Pleno IKATAN
ALUMNI SMAN 1 SORKAM BARAT Periode 2015-2016 serta dengan memperhatikan
aspirasi peserta musyawarah yang disetujui oleh para peserta Sidang Pleno Musyawarah
Besar IKATAN ALUMNI SMAN 1 SORKAM BARAT.

Menetapkan :

pertama :
Anggaran Dasar dan Angggaran Rumah Tangga/AD-ART

Ikatan Alumni SMAN 1

SORKAM BARAT-IKASABARA Periode 2015-2016.


kedua :
Uraian mengenai Anggaran Dasar dan Angggaran Rumah Tangga/AD-ART Ikatan Alumni
SMAN 1 SMAN 1 SORKAM BARAT Periode 2015-2016 terlampir.
ketiga :
Keputusan ini sah dan berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Pada Tanggal : Sidang Pleno Musyawarah Besar IKA SMAN 1 Sorkam Barat
Periode 2015-2016.

ANGGARAN DASAR
IKATAN ALUMNI SMAN 1 SORKAM BARAT
Latar belakang yang mendasari pembentukkan Ikatan Alumni SMAN-1 Sorkam Barat,
adalah keinginan para alumnus untuk ikut mewujudkan masyarakat Sorkam Barat dan sekitar
yang sejahtera melalui peningkatan kualitas pendidikan sehingga menghasilkan sumber daya
Manusia yang berguna bagi dirinya pribadi serta masyarakat.
Disamping tujuan tersebut diatas dengan adanya IKASABARA diharapkan lebih
meningkatkan silaturahmi dan kekeluargaan diantara para alumnus sehingga dari interaksi yang
terjalin bisa memberdayakan Alumnus SMAN 1 Sorkam Barat.
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 1
Sorkam Barat berikrar membentuk Perkumpulan Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas Negeri
1 Sorkam Barat dengan Anggaran Dasar sebagai berikut :
BAB I
Nama, waktu dan tempat kedudukan
Pasal 1
Organisasi ini bernama Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat disingkat IKASABARA
Pasal 2
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat didirikan pada tanggal 01 Maret 2015 untuk jangka
waktu yang tidak ditentukan
Pasal 3
Organisasi ini berkedudukan di Medan
Bab II
Asas, sifat
Pasal 4
Organisasi ini bersaskan Pancasila
Pasal 5
Organisasi ini bersifat kekeluargaan

Bab III
Visi dan Misi

Pasal 6
Visi
Mewujudkan Alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat yang harmonis, bersatu, dan berkuaslitas
untuk memajukan almamater
Pasal 7
Misi
1. Menjaga hubungan silaturahim alumni dengan guru, staf dan siswa SMA
Negeri 1 Sorkam Barat
2. Menciptakan kerja sama yang erat antara alumni
3. Mengarahkan dan memberi solusi bagi calon alumni SMA Negeri 1 Sorkam
Barat ke jenjang berikutnya
4. Menciptakan karakter yang dinamis antar alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat
5. Bekerja sama, disiplin, mandiri, berpengetahuan, dan bermartabat
6. Berperan aktif untuk kemajuan kualitas pendidikan SMA Negeri 1 Sorkam
Barat
Bab IV
Keanggotaan
Pasal 8
keanggotaan IKASABARA adalah seluruh Alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat
Pasal 9
Anggota IKASABARA terdiri dari:
1. Anggota biasa
2. Anggota luar biasa
3. Angota kehormatan
Pasal 10
Hak dan kewajiban anggota diatur lebih lanjut di dalam Anggaran Rumah Tangga IKASABARA
Bab V
Struktur organisasi
Pasal 11
1. Pelindung IKASABARA adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sorkam Barat
2. Penasehat IKASABARA adalah Pembantu Kepala Sekolah SMA Negeri
Sorkam Barat
3.Dewan pengontrol IKASABARA adalah Alumni SMA Negeri 1 Sorkam Barat
4. Seorang Ketua Umum
5. Seorang Sekretasis

6. Seorang Bendahara Umum


7. Seorang Kepala Departemen
8. Beberapa Anggota Departemen
Pasal 12
1. Anggota IKASABARA terhimpun dalam organisasi dan berada dalam naungan kepengurusan
IKASABARA .
2. Seluruh pengurus inti tidak dibenarkan rangkap jabatan inti pada oganisasi lain.
3. Pengurus inti sebagaimana diatur pada ayat 2 (dua) adalah ketua umum, sekretaris umum, dan
bendahara umum.
4. Pengurus IKASABARA yang terpilih diwajibkan mengikuti pelatihan keorganisasian dan
kepemimpinan.
5. Hal-hal yang mengenai kepengurusan diatur lebih lanjut dalam ART
IKA SABARA

BAB VI
Musyawarah
Pasal 13
1. Musyawarah besar adalah rapat organisasi yang dilaksanakan sekali setahun, merupakan
kekuasaan tertinggi dalam organisasi dilaksanakan dengan system perwakilan.
2. hal-hal lain mengenai musyawarah besar diatur lebih lanjut diatur dalam ART
Pasal 14
Musyawarah kerja adalah untuk membahas dan menetapkan kerja yang dihasilkan dari rapat
pengurus

BAB VII
KEKAYAAN
Pasal 15
1. Kekayaan Perkumpulan berasal dari :
a. Uang Pangkal
b. Uang Iuran
c. Sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat
d. Usaha-usaha lainnya yang sah menurut hukum
2. Tahun buku perkumpulan dimulai pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31
Desember atau satu periode akuntansi
BAB VIII
ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 16
1. Hal-hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam
Anggaran Rumah Tangga.
2. Peraturan dalam Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangan dengan ketentuanketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tersebut merupakan
penjabaran serta untuk melengkapi Anggaran Dasar.
3. Anggaran Rumah Tangga dan atau perubahannya ditetapkan oleh pengurus (pusat)
BAB IX
LAMBANG ORGANISASI
Pasal 17
Organisasi ini mempunyai lambang yang akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga organisasi.
BAB X
PENGUBAHAN ANGGARAN DASAR ORGANISASI
Pasal 18
1. Keputusan tentang perubahan Anggaran Dasar hanya dapat diambil dengan sah oleh Mubes
yang dihadiri oleh lebih dari 2/3 jumlah anggota melalui sistem perwakilan serta disetujui
oleh lebih dari 2/3 dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam Mubes.
2. Apabila kuorum yang ditetapkan tidak tercapai maka Mubes diundur untuk waktu sekurangkurangnya 1 jam dan apabila sesudah mengundurkan waktu itu kuorum tidak juga tercapai,
maka apabila sekurang-kurangnya dihadiri oleh 1/3 (sepertiga) dari jumlah anggota Mubes
berwenang mengambil keputusan yang sah mengenai hal itu, asal saja keputusan itu disetujui
sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah suara yang dikeluarkan dengan sah dalam Mubes.
BAB XI
PEMBUBARAN ORGANISASI
Pasal 19
1. Organisasi ini hanya dapat dibubarkan berdasarkan Keputusan Mubes yang khusus diadakan
untuk keperluan itu dan dihadiri oleh sekurang-kurangnya dari jumlah anggota organisasi
melalui system perwakilan dan disetujui oleh sekurang-kurangnya dari jumlah suara yang
dikeluarkan dalam Mubes.
2.bApabila organisasi dibubarkan maka sisa kekayaan perkumpulan penggunaannya ditentukan
oleh Mubes.
BAB XII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 20

Kepengurusan yang telah ada sebelum perubahan anggaran dasar ini tetap ada hanya saja
penambahannya disesuaikan dengan ketentuan anggaran dasar ini.
BAB XIII
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 21
1. Hal-hal yang belum cukup diatur dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran rumah
tangga.
2. Dengan diberlakukannya anggaran dasar ini, maka anggaran dasar yang lalu dinyatakan tidak
berlaku lagi.

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN ALUMNI


SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SORKAM BARAT

(IKASABARA)
BAB I
STATUS ORGANISASI
Pasal 1
IKATAN ALUMNI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SORKAM BARAT, disingkat
IKASABARA adalah organisasi yang merupakan satu-satunya wadah bagi segenap Alumni
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sorkam Barat.
BAB II
KEANGGOTAAN
Bagian Pertama
Status Anggota dan Tata Cara Menjadi Anggota
Pasal 2
1. Anggota perkumpulan terdiri dari :
a. Anggota biasa.
b. Anggota luarbiasa
c. Anggota kehormatan.
2.nKeanggotaan IKATASABARA untuk anggota biasa bersifat otomatis.
a. Setiap IKASABARA diharuskan mengisi formulir data anggota, yang disediakan oleh
Pengurus IKASABARA.
b. Pengurus dalam waktu 90 (Sembilanpuluh) hari setelah menerima formulir data anggota
yang terisi dengan lengkap dan ditandatangani oleh IKASABARA yang bersangkutan dan
alumni yang bersangkutan wajib menerima Kartu Tanda Anggota.
c.gAnggota kehormatan adalah seseorang yang diangkat untuk itu oleh Musyawarah Besar
atas usul Pengurus mengingat jasanya yang sangat besar terhadap organisasi atau
IKASABARA.
d.nAnggota luar biasa adalah anggota tang telah memperlihatkan/ membuktuikan
kesetisannya terhadap organisasi minimal dalam waktu 3 (tiga) tahun dan dianggap berjasa
dan menaru perhatian alam pemgembangan organisasi.
Bagian Kedua
Berakhirnya Keanggotaan
Pasal 3
Keanggotaan berakhir :
Keanggotaan berakhir apabila anggota telah meninggal dunia.
Bagian Ketiga
Hak-hak Anggota

Pasal 4
1. Anggota biasa berhak untuk :
a. Mengikuti semua kegiatan Perkumpulan antara lain dengan mengeluarkan pendapat dan
mempunyai hak suara melalui sistem perwakilan dalam Musyawarah Besar.
b.nMemilih dan dipilih sebagai Pengurus, Dewan Penasehat dengan memindahkan ketentuan
sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
2.cAnggota kehormatan menpunyai hak untuk mengikuti semua kegiatan Perkumpulan antara
lain mengeluarkan pendapat dalam Mubes akan tetapi tidak mempunyai hak suara.
Bagian Keempat
Kewajiban Anggota
Pasal 5
1. Setiap anggota biasa dan anggota kehormatan berkewajiban untuk :
a Menjunjung tinggi dan mentaati segala ketentuan dalam Anggaran Dasar, Anggaran
Rumah Tangga, Keputusan Musyawarah Besar dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan
oleh perkumpulan.
b Berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan perkumpulan.
2.nSetiap anggota berkewajiban menjaga dan mempertahankan nama baik perkumpulan.
3. Setiap anggota kecuali anggota kehormatan, wajib membayar uang iuran serta sumbangan lain
yang ditetapkan oleh perkumpulan.
BAB III
SUSUNAN DAN ALAT PERLENGKAPAN ORGANISASI
Bagian Pertama
Susunan Organisasi
Pasal 6
1. Kepengurusan perkumpulan terdiri dari :
a Pengurus Pusat
b Pengurus/Koordinator Angkatan.
2. Pengurus Pusat dapat membentuk bidang-bidang dan atau seksi-seksi sesuai kebutuhan.
3.nPengurus/Koordinator Angkatan sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan
Bendahara.

Bagian Kedua
Alat Perlengkapan Organisasi
MUSYAWARAH BESAR
Pasal 7
1. Musyawarah Besar diadakan setiap 1 (satu) tahun sekali.

2.nMusyawarah Besar Luar Biasa dapat diadakan sewaktu-waktu, apabila dianggap perlu oleh
Pengurus (Pusat) atau atas permintaan sedikitnya (satu per dua) dari jumlah koordintaor
angkatan. Musyawarah Besar diselenggarakan oleh Pengurus bersama dengan Panitia
Pelaksana Musyawarah Besar yang dibentuk oleh Pengurus.
3. Panitia pelaksana Musyawarah Besar bertanggung jawab dalam bidang teknis pelaksanaan
Musyawarah Besar dan harus mempertanggung jawabkannya kepada Pengurus.
4. Ketentuan tentang penyelenggaraan Musyawarah Besar berlaku pula untuk penyelenggaraan
Musyawarah Besar Luar Biasa.
5. Undangan untuk menghadiri Musyawarah Besar harus sudah dikirim oleh Pengurus Pusat
kepada Pengurus/Koordinator Angkatan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum
Musyawarah Besar diadakan.
6. Undangan tersebut harus secara tertulis dengna menyebutkan tempat, waktu dan acara
Musyawarah Besar.
7. Peserta Musyawarah Besar dengan sistem perwakilan terdiri dari :
a Setiap anggota biasa melalui perwakilan anggota berhak untuk hadir dan memberikan
pendapat dan usul serta mempunyai hak suara dalam Musyawarah Besar.
b Perwakilan anggota terdiri dari 2 (dua) orang dan berasal dari masing-masing Angkatan.
c Perwakilan anggota ditetapkan oleh masing-masing Pengurus/Koordinator Angkatan
masing-masing.
d Setiap perwakilan anggota biasa berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam Musyawarah
Besar.
e Musyawarah Besar dipimpin oleh suatu Presidium yang terdiri dari wakil-wakil Pengurus
dan Koordinator Angkatan.
f Susunan Presidium dipilih dari mereka yang menjadi anggota presidium, terdiri dari
presidium I, presidium II, presidium III
8. a. Musyawarah Besar adalah sah apabila dihadiri oleh lebih dari (satu per dua) jumlah
perwakilan anggota biasa melalui sistem perwakilan.
b.nPerkumpulan dapat mengambil keputusan yang sah mengenai acara Musyawarah Besar,
jika disetujui oleh sekurang-kurangnya lebih dari (satu per dua) jumlah suara yang
dikeluarkan secara sah dalam sidang.
c. Apabila dalam pembukaan Msyawarah Besar tidak tercapai kuorum, maka Musyawarah
Besar diundurkan untuk selama 1 (satu) jam dan apabila sesudah pengunduran itu belum
juga tercapai quorum yang dipersyaratkan, Musyawarah Besar dianggap sah dan dapat
mengambil keputusan-keputusan yang sah.
9. Musyawarah Besar akan membicarakan dan memberikan keputusan tentang :
a.gPenilaian atas pertanggung jawaban yang disampaikan oleh Pengurus mengenai
pelaksanaan tugas selama masa jabatannya serta penilaian atas perhitungan dan
pertanggung jawaban mengenai keuangan dan asset perkumpulan;
b Merubah anggaran dasar;
c Program kerja;
d Pemilihan Ketua Umum;
e Pengangkatan anggota kehormatan.
f Hal-hal lain yang dianggap penting.
g merubah AD/ART,GBHO apabila diperlukan

10. Setelah Pengurus memberikan pertanggung jawaban kepada dan telah diterima oleh sidang
Pleno Musyawarah Besar, maka Presidium menyatakan bahwa Pengurus dalam keadaan
demisioner dan kepengurusan tersebut akan berakhir setelah dilaksanakan serah terima
jabatan dari Pengurus Lama kepada Pengurus Baru.
PENGURUS
Pasal 8
1.bPengurus terdiri dari seorang Ketua Umum, beberapa Ketua, seorang Sekretaris, seorang
Bendahara dan beberapa Ketua Bidang dan Seksi-seksi.
2. Ketua Umum dipilih dan ditetapkan dalam Musyawarah Besar untuk masa jabatan 1 (satu)
tahun dan dapat diangkat kembali setelah masa jabatannya berakhir, akan tetapi tidak boleh
dipilih untuk lebih dari 2 (dua) kali masa jabatan. Para anggota Pengurus diangkat oleh Ketua
Umum.
3. Yang dapat diangkat sebagai anggota Pengurus adalah anggota biasa.
4. Pemilihan Ketua Umum dilakukan secara langsung oleh anggota biasa di dalam acara
Musyawarah Keluarga.
5. Pengurus mempunyai tugas dan kewajiban untuk :
a Melaksanakan ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta
keputusan yang ditetapkan oleh Musyawarah Besar, Musyawarah Besar Luar Biasa.
b Menyampaikan keputusan Musyawarah Besar, Musyawarah Besar Luar Biasa tersebut
kepada seluruh anggota melalui Koordinator Angkatan.
c Membina dan memupuk hubungan baik dengan semua aparat Pemerintah serta lembaga
masyarakat.
d Menyelenggarakan Rapat-rapat Pengurus berupa Rapat Pengurus Terbatas dan Rapat
Gabungan bersama-sama Koordinator Angkatan.
e Memupuk dan membina rasa kebersamaan diantara para anggota.
f Memupuk rasa kepedulian terhadap perkumpulan.
6. Rapat Pengurus Terbatas diadakan sekurang-kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan dan dapat
juga diadakan sewaktu-waktu, apabila dianggap perlu oleh Ketua Umum atau apabila diminta
oleh seorang Ketua yang permintaannya disampaikan secara tertulis kepada Ketua Umum
melalui Sekretaris dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan. Semua anggota
pengurus berhak menghadiri Rapat Pengurus Terbatas.
7. Rapat Pengurus Terbatas adalah sah jika dihadiri lebih dari (satu per dua) jumlah anggota
pengurus. Apabila pada pembukaan rapat jumlah quorum belum tercapai, maka rapat diundur
1 (satu) jam dan apabila setelah pengunduran itu kuorum belum juga tercapai, maka rapat
dianggap sah dan rapat dapat mengambil segala keputusan yang sah, jika rapat dihadiri oleh
dua orang Ketua, seorang Sekretaris, seorang Bendahara dan seorang anggota Pengurus.
8. Rapat Gabungan bersama-sama Koordinator Angkatan diadakan sekurang-kurangnya sekali
dalam 1 (satu) tahun, atau apabila diminta oleh seorang ketua bersama-sama dengan seorang
Pengurus lainnya yang permintaannya disampaikan secara tertulis kepada Ketua Umum
melalui Sekretaris dengan menyebutkan hal-hal yang akan dibicarakan.
9. Rapat Gabungan diadakan untuk membicarakan antara lain :
a. Mengadakan penilaian terhadap keputusan Musyawarah Besar terdahulu, sejauhmana sudah
dilaksanakan atau yang tidak dapat dilaksanakan.

b. Menyempurnakan dan menjalankan keputusan Musyawarah Besar terakhir.


c. Penyiapan Musyawarah Besar.
d. Hal-hal lain yang perlu diambil keputusan dalam Musyawarah Besar.
10. Rapat Gabungan adalah sah jika dihadiri lebih dari (satu per dua) jumlah Koordinator
Angkatan dan Pengurus. Apabila pada pembukaan rapat jumlah kuorum belum tercapai,
maka rapat diundur 1 (satu) jam dan apabila setelah pengunduran itu quorum belum juga
tercapai, maka rapat dianggap sah dan rapat dapat mengambil segala keputusan yang sah,
jika rapat dihadiri oleh dua orang Ketua, seorang Sekretaris, seorang Bendahara dan seorang
anggota Pengurus.

BAB IV
KEKAYAAN
Pasal 9
1. Ketentuan tentang uang iuran :
a Besarnya uang iuran ditetapkan oleh Pengurus;
b Pengurus/Koordinator Angkatan diwajibkan untuk menyerahkan 80% dari iuran anggota.
2.xKetentuan tentang usaha yang sah serta sumbangan yang sifatnya tidak mengikat akan
diputuskan oleh Pengurus.
BAB V
LAMBANG, BENDERA DAN HYMNE ORGANISASI
Pasal 10
Organisasi mempunyai lambang yang merupakan suatu rangkaian sehingga menjadi suatu
kesatuan dari unsur-unsur atribut yang terdiri dari :
Tulisan IKASABARA (Ikatan Alumni SMAN 1 SORKAM BARAT)
(penjelasan mengenai logo belum masuk)

Pasal 11
1. Bendera IKASABARA berwarna biru muda, biru tua dan merah
2. Gambar bendera :
(desain bendera, posisi warna belum masuk)

Pasal 12
Hymne IKASABARA ditetapkan melalui Surat Keputusan Pengurus IKASABARA

BAB VI
PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
Pasal 13
1. Anggaran Rumah Tangga hanya dapat diubah oleh Rapat Gabungan Pengurus yang dihadiri
oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota Rapat Gabungan Pengurus
dan keputusan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah suara yang
dikeluarkan secara sah dalam rapat.
2. Apabila dalam pembukaan Rapat Gabungan tidak tercapai quorum, maka Rapat Gabungan
diundur selama 1 (satu) jam dan apabila sesudah pengunduran itu belum juga tercapai quorum

yang dipersyaratkan, maka Rapat Gabungan dianggap sah dan dapat mengambil keputusan
yang sah, dengan tidak mengindahkan jumlah anggota yang hadir asal saja keputusan itu
disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah suara yang dikeluarkan
secara sah.
BAB VII
PENUTUP
Pasal 14
Hal-hal yang belum cukup diatur akan ditetapkan dalam keputusan Pengurus.