Anda di halaman 1dari 1

1.

Early onset breastfeeding jaundice (Onset beberapa hari pertama


kehidupan)

Penurunan volume dan frekuensi makan dapat menyebabkan dehidrasi sedang


dan pengeluaran mekonium terlambat. Dibandingkan dengan bayi yang
mendapat susu formula, bayi yang mendapat ASI lebih sering 3-6 kali mengalami
ikterus. Pada bayi dengan early onset hiperbilirubinemia, frekuensi pemberian
Asi harus ditingkatkan menjadi lebih dari 10 kali perhari. Jika BB bayi tidak naik,
BAB terlambat, dan dan mengalami kekurangan intake kalori, suplemen formula
perlu diberikan. Tetapi ASI harus tetap diberikan untuk meningkatkan produksi.
Tetapi, suplemen seperti dekstrosa dan air harus dihindari. tidak terdapat bukti
jika bentuk ini berhubungan dengan abnormalitas ASI sehingga penghentian ASI
hanya dilakukan jika ikterus menetap lebih dari 6 hari, bilirubin meningkat >20
mg/dl, atau ibu memiliki riwayat bayi kuning pada bayi sebelumnya.

2. Late onset breastfeeding jaundice ( Onset 6 14 hari kehidupan)

Bentuk yang kedua ini terjadi dengan peningkatan bilirubin dengan puncvak di
hari ke 6-14 kehidupan. Tetapi keadaan ini tidak mengindikasikan bahwa ikterus
dengan bentuk ini adalah patologis. Penyebab utama terjadinya kuning belum
dimengerti dengan baik. Diperkirakian bahwa substansi ASI seperti glucuronidases, dan nonesterified fatty acids daqpat menghambat metabolisme
bilirubin normal. Bilirubin dapat turun secara perlahan setelah bayi berusia 2
minggu tetapi dapat juga bertahan sampai usia 2-3 bulan. Jika ikterus karena ASI
masih diragukan atau nilai bilirubin semakin naik, maka ASI dapat dihentikan.
Jika dengan penghentian kadar bilirubin turun (rata-rata 3 mg/dl/hari), maka
diagnosa dapat ditegakkan yaitu ikterus karena ASI sehingga ASI dapat kembali
diteruskan.