Anda di halaman 1dari 58

Turunan Asam Karboksilat

1)
2)

3)
4)

5)

Halida asam
Anhidrida asam
Ester
Amida
Nitril

Dirangkum oleh :
J.S. Ami Soewandi
Tutuk B. Soewandi

Definisi turunan asam karboksilat:

Senyawa yang mempunyai gugus asil (R-C=O) terikat pada


atom elektronegatif
Apabila dihidrolisis akan menghasilkan bentuk asam
karboksilatnya
O

OH

asam karboksilat

halida asam
X = F, Cl, Br, I

C
OR'

ester

anhidrida asam

NH2
amida

nitril
2

Tatanama Turunan Asam Karboksilat


Halida asam :
asil + halida
H3C

C
Br

Cl

asetl klorida
(dari asam asetat)
etanoil klorida
(dari asam etanoat)

benzoil bromida
(dari asam benzoat)

Cl

C
C
H2

Cl

Cl

sikloheksanakarbonil klorida
(dari asam sikloheksanakarboksilat)

Malonil klorida
(dari asam malonat)
Propanadioil diklorida
(dari asam propanadioat)
3

Anhidrida asam :

awalan anhidrida (tanpa kata asam)


O
O

O
O

H3C

CH3
O

anhidrida asetat
(anhidr ida monokar oksilat
t ak ter substit usi)
O

anhidrida benzoat
(anhidr ida simetris)
O
O

O
O

ClH2C

CH2Cl

anhidrida bis(kloroasetat)
(anhidr ida monokar boksilat
t ersubst itusi)

H3C

O
anhidrida suksinat
(anhidrida siklis)

anhidrida asetat benzoat


(ur ut an abjad)

Ester :
alkil alkanoat
O

O
H3C

CH2CH3

H3CO

O
C
H2

OCH3

dimetil malonat
(= dimetil propanadioat)

etil asetat
(= etil etanoat)
O

C(CH3)3

ter t-butil sikloheksanakarboksilat

C
OCH3

C
O

Br
metil p.bromobenzoat

OCH2CH2Br

2-bromoetil benzoat

-butirolakton

Amida :
alkan(a) + amida
O

H3C

NH2

etanamida
(dari asam etanoat)
asetamida
(dari asam asetat)

CH3(CH2)3CH2

NH2

heksanamida
(dari asam heksanoat)

NH2

siklopentanakarboksamida
(dari asam siklopentanakarboksilat)

CH3CH2

CH3

O
N
H

CH3

N-metilpropanamida

N(C2H5)2

CH3

O
N,N-dietilbenzamida

N
H

1-metilpirolidin-2-on
(N-metil--butirolaktam)

3-metilpirolidin-2-on
( -metil- -butirolaktam)
6

Nitril :
C

H2
C

CN
H3C

asetonitril
(dari asam asetat)
= metil sianida

benzonitril
(dari asam benzoat)
= fenil sianida

fenilasetonitril
(dari asam fenilasetat)
= benzil sianida

CN
CH3
CH3CHCH2CH2CN
4-metilpentananitril
= 3-metil-1-sianobutana
= isoamil sianida

H
CH3
CH3
2,2-dimetilsikloheksananitril
(dari asam 2,2-dimetilsikloheksana
karboksilat)

Tioester (RCOSR)
Tata nama sesuai dengan ester terkait :
Bila ester terkait mempunyai nama umum (nama trivial), ditambah
awalan tio pada bagian karboksilatnya

e.g. asetat tioasetat


Bila ester terkait mempunyai nama sistematik, akhiran oat atau
-karboksilat diganti dengan tioat atau karbotioat

e.g. butanoat butanatioat


sikloheksanakarboksilat sikloheksanakarbotioat

H 3C

C
CH3 CH 2CH 2

SCH 3

Metil tioasetat

O
C
SCH 3

SCH2 CH 3

Etil butanatioat

Metil sikloheksanakarbotioat

Asil fosfat (Banyak ditemui pada makluk hidup)


Penamaan : asil + fosfat
NH 2
O

P
O

O
O

C
H 3C

NH

P
O

CH 2

Benzoil fosfat
HO

OH

N
Asetil adenosil fosfat

Soal Latihan
Beri nama kimia senyawa berikut (IUPAC dan trivial, kalau
ada)
1.

2.

O O

O
5.
CH2CO2CH2CH3

6.

CO2CH3
NH2

C6H5CN(CH2CH3)2
8.
10.

Br

Br

HCOCCH3
7.

C C

CH2=CHCCl

4.

3.

9.
O

CH3CNHC6H5

H3C

CH2CN

(CH3)2CHCN
9

Reaksi Substitusi Nukleofilik (SN)


pada gugus Asil
Mekanisme reaksi
Serangan Nu: terhadap gugus asil berlangsung dua tahap :
1. Serangan Nu: (atau Nu:H) menghasilkan intermediat tetrahedral
(tahap penentu kecepatan reaksi)
2. Pasangan elektron atom O mengantikan gugus pergi Y (Y =
leaving group) membentuk senyawa karbonil baru

10

Hal-hal yang mempengaruhi reaksi SN-asil


Kereaktifan turunan asam karboksilat bergantung pada kemudahan
pembentukan intermediat tetrahedral; dipengaruhi oleh oleh dua hal

Pengaruh sterik dan pengaruh elektronik

Pengaruh sterik :
Makin meruah (bulky) gugus-gugus pada C- maka reaksi makin
sulit terjadi.
Contoh : asetil klorida jauh lebih reaktif dibandingkan 2,2dimetilpropanoil klorida
Sehingga urutan kereaktifan ;
O

O
R

C
C

<

C
C

<

C
C

<

C
C

H
11

Pengaruh elektronik :
Mempengaruhi polarisasi gugus C=O, disebabkan oleh
dua hal :
Substituen pada inti aromatis
Keelektronegatifan gugus lepas Y
Pengaruh substituen:

H3CO

polarisasi lebih mudah

>

>
H
polarisasi C=O

Cl

polarisasi lebih sulit

12

Pengaruh keelektronegatifan gugus Y


(gugus pergi)
Makin elektronegatif gugus Y, makin reaktif terhadap
SN-asil
Urutan kereaktifan turunan asam karboksilat
O

NH2
amida

kurang
reaktif

<

<

<
R

OR'
ester

anhidrida asam

Cl

klorida asam
lebih
reaktif

kereaktifan
13

Transformasi gugus fungsi berdasarkan beda


kereaktifan
lebih
reaktif

Cl

klorida asam

kereaktifan

anhidrida asam
R

OR'

ester
R
kurang
reaktif

NH2
amida

14

Jenis Reaksi Substitusi Nukleofilik (SN)


pada Asil

15

Soal Latihan

Urutkan kereaktifannya terhadap asil substitusi nukleofilik :


(a)

H3C
(b)

H 3C

Cl

H3C

OCH3

NH2

H 3C

OCH3

H 3C

H 3C

OCH2 CCl3

OCH(CF 3) 2

Perkirakan produk yang terbentuk pada reaksi asil substitusi


nukleofilik berikut ini :
(a)

(b)

O
NaOH

C
H 3C

(c)

OCH3

C
O

CH 3

CH3OH

NH3

C
H3 C

(d)

Na+ -OCH3

O
C

H 3C

H2O

Cl

CH3NH2

C
H 3C

SCH 3

Substitusi nukleofilik (SN) pada asam karboksilat


1.

Konversi asam karboksilat menjadi halida asam, dengan cara


mereaksikan asam karboksilat dan tionil klorida
O

OH

H3C

CH3

O
SOCl 2

Cl

H3C

CH3
SO2

CH3

HCl

CH3

asam 2,4,6-trimetilbenzoat

2.

2,4,6-trimetilbenzoil klorida

Konversi asam karboksilat menjadi anhidrida asam, e.g.


dehidratasi asam dikarboksilat pada suhu tinggi

H2C
H2C

O
C
OH
C

OH
O

asam suksinat

2000C

H2C

O
C
O

H2C

C
O

anhidrida suksinat
17

Substitusi nukleofilik pada asam karboksilat


(lanjutan)
3. Konversi asam karboksilat menjadi amida.
Tidak dapat disintesis langsung, harus diubah dahulu menjadi halida
asam. Asam karboksilat dgn NH3 atau amina membentuk garam
O

O
R

NH3
R

OH

asam karboksilat

O NH4

amonium karboksilat

4. Konversi asam karboksilat menjadi ester.


Disintesis dari asam karboksilat dan alkohol dengan adanya sedikit
asam mineral sebagai katalis. Reaksi ini disebut esterifikasi Fischer
(ditemukan tahun 1895 oleh Fischer dan Speier).
O
H
C

OH

OH
asam mandelat

CH3CH2OH

HCl
etanol

O
H
C
OH

OCH2CH3

H2O

etil mandelat (86%)


18

Mekanisme reaksi esterifikasi Fischer


R'
O

H+
O
R

OH
OH

OH

H
R
HO

OH

R'

H
H

:OH2

O
O
H3

R
H O

O+
R

OR'

OR'
H

19

Halida Asam
Pembuatan Halida asam :
SOCl 2

O
R

O
R

Cl

OH

asam karboksilat

klorida asam

PBr3

Br

bromida asam

Mekanisme reaksi asam karboksilat + tionil klorida :


O
O
R

Cl

O
Cl
R

OH

O
S

O
Cl
Cl

O
O

HCl

S
Cl

O
S

O
klorosulfit

Cl

klorosulfit

: basa

asam karboksilat

Cl -

R
Cl

O
O

O
SO2
Cl

Cl

klorida asam

Cl-

Reaksi Halida asam

21

Reaksi Halida asam (1)


1. Asilasi Friedel-Crafts terhadap senyawa aromatis

2. Hidrolisis ( RCOCl RCOOH )


Halida asam sangat reaktif, dengan H2O segera menjadi asam
karboksilatnya. Pada reaksi terbentuk HCl, perlu ditambah basa
(NaOH atau piridin) agar bereaksi dengan HCl tersebut

22

Reaksi Halida asam (2)


3. Alkoholisis ( RCOCl RCOOR )
Perlu ditambah basa NaOH atau piridin agar bereaksi dengan HCl
yang terbentuk selama reaksi

Sangat dipengaruhi oleh halangan sterik pada alkohol.


Urutan kereaktifan alkohol : primer > sekunder > tersier.
Dapat dipakai untuk pembentukan ester secara selektif

23

4. Aminolisis ( RCOX RCONH2 )


Halida asam dengan amonia, amina primer, atau amina sekunder
segera membentuk amida
Perlu ditambahkan dua mol. ekuivalen amina; satu mol bereaksi dengan
halida asam, satu mol lagi bereaksi dengan HCl

Apabila amina yang dipakai mahal harganya atau sulit didapat,reaksi


dilakukan dengan satu mol amina dan satu mol basa yang murah (e.g.
NaOH)

5. Reduksi ( RCOX RCH2OH )


Halida asam dengan reduktor LiAlH4 menghasilkan alkohol primer
Reaksi ini jarang dilakukan karena reduksi asam karboksilat memberikan hasil
yang sama

6. Reaksi dengan pereaksi Grignard


RMgX dengan halida asam menghasilkan alkohol tersier (mengandung dua
gugus sama yang berasal dari RMgX)
Senyawa keton yang terbentuk tidak dapat diisolasi karena segera bereaksi
lebih lanjut dengan RMgX

Soal Latihan
Selesaikan reaksi berikut, dan beri nama kimia senyawa awal maupun
produk yang terjadi :
1.
2.
3.
4.

Asetil klorida + tert.butil alkohol + N,N-dimetilanilina


p. Nitrobenzoil klorida + 2 mol CH3MgI, dilanjutkan hidrolisis
Benzena + propanoil klorida, katalis AlCl3
Asam malonat + SOCl2, hasilnya direaksikan dengan 2 mol etanol dengan
adanya piridin

Bagaimanakah memperoleh amida berikut dari bentuk halida asam dan amonia
atau amina :
a. CH3CH2CONHCH3
b. N,N-dietilbenzamida
c. propanamida
,
Bagaimana mensintesis ester berikut dari bahan awal halida asam :
1.
CH3CH2COOCH3
b. CH3COOCH2CH3
c. etil benzoat
Metode mana yang dipilih untuk sintesis sikloheksil benzoat : esterifikasi Fischer
atau reaksi antara suatu halida asam dan alkohol. Jelaskan !

Anhidrida Asam
Pembuatan anhidrida asam
Metode paling umum melalui SN-asil antara halida asam dan ion karboksilat
(baik untuk anhidrida simetris maupun tak-simetris)

Untuk anhidrida siklis, diperoleh dari pemanasan asam dikarboksilat


(hanya anhidrida cincin 5 dan 6 yang stabil)

Reaksi anhidrida asam


Jenis reaksi mirip pada anhidrida asam sangat mirip dengan halida asam,
tetapi reaksinya berlangsung lebih lambat (mengapa ?)

Beberapa contoh reaksi anhidrida asam :

Contoh manfaat reaksi anhidrida asam dalam sintesis


Ester dan Amida
Anhidrida asam sering dipakai untuk asetilasi terhadap
gugus OH (menghasilkan ester) atau terhadap
gugus NH2 (menghasilkan amida)

Gugus asetil juga sering dipakai sebagai gugus pelindung


atau untuk mengurangi kereaktifan suatu senyawa
Contoh :
Senyawa o-aminotoluena dapat ternitrasi pada C-3 dengan cara lebih
dahulu mengubah gugus amino menjadi gugus amido, dilakukan reaksi
nitrasi, kemudian gugus amido dihidrolisis kembali menjadi senyawa amina.
Apa yang terbentuk bila o-aminotoluena langsung mengalami nitrasi ?
Hasil samping ( 45%) dalam bentuk senyawa apa ?
O

CH3
NH2

C
H 3C

CH3

C
O

CH3

H
N

O
C

CH3

HNO3 / H2SO4

CH
NO2 3

o-aminotoluena
H2O
CH3
NH2

C
H3C

O
C

CH3

H
N

NO2

2-amino-3-nitrotoluena (55%)

OH-

Ester
Senyawa ester banyak dijumpai di alam, umumnya berbau spesifik.
Ikatan ester juga terdapat pada lemak hewani maupun molekul biologis lain.
O

CH2OCOR

CHOCOR
CH3CH2CH2CH2

OCH3

metil butanoat
(dari nenas)

H3C

OCH2CH2CH(CH3)2
isopentil asetat
(dari pisang)

CH2OCOR
struktur lemak
R = rantai as lemak C11-17

Nama Trivial

Struktur

Bau

Metil asetat
Etil asetat
Propil asetat
Etil butirat
Isoamil asetat
Isobutil propionat
Metil salisilat

CH3CO2CH3
CH3CO2CH2CH3
CH3CO2(CH2)2CH3
CH3(CH2)2CO2CH2CH3
CH3CO2CH2)2CH(CH3)2
CH3CH2CO2CH2CH(CH3)2
o-OHC6H4CO2CH3

Harum
Harum
Buah peer
Nenas
Pisang
Rum
Minyak
gondopuro

Pembuatan ester
1)
2)
3)

Dari ion karboksilat dan alkil halida primer (melalui SN-2)


Dari asam karboksilat dan alkohol dengan katalis asam
mineral. (disebut esterifikasi Fischer); bersifat reversible
Dari halida asam dan alkohol dengan adanya basa

Contoh reaksi pembuatan ester (1)


1. Dari ion karboksilat dan alkil halida primer (SN-2)

2. 2. Dari asam karboksilat dan alkohol, katalis asam

Contoh reaksi pembuatan ester (2)


3. Dari halida asam dan alkohol (untuk fenol dan alkohol gugus meruah)

4. Dari anhidrida asam dan alkohol atau fenol

35

Lakton (Ester siklis)


Asam hidroksi karboksilat apabila dipanaskan dalam larutan asam

akan membentuk ester siklis yang disebut lakton.


Beberapa senyawa lakton di alam :

Bentuk lakton yang stabil adalah cincin-5 dan cincin-6.

Sifat kimia lakton sama seperti ester pada umumnya.

Reaksi Ester

1. Hidrolisis ester ( RCOOR RCOOH )


Ester akan terhidrolisis baik dalam larutan asam
maupun larutan basa.
1.

Hidrolisis dalam asam merupakan reaksi reversible. Mekanisme


reaksi merupakan kebalikan dari mekanisme reaksi esterifikasi
Fischer,

2.

Hidrolisis dalam basa, disebut juga reaksi saponifikasi atau reaksi


penyabunan. Reaksinya berlangsung searah.

1. Hidrolisis ester ( RCOOR RCOOH )


(lanjutan)
3. Mekanisme reaksi saponifikasi (penyabunan ester) :

39

2. Aminolisis ( RCOOR RCONH2 )


Jarang dilakukan, karena lebih mudah dari bahan awal halida
asam.

3. Reduksi ( RCOOR RCH2OH )


Ester mudah direduksi oleh LiAlH4 menjadi alkohol primer (dari asam
karboksilat) dan alkohol lain (dari gugus alkil).

4. Dengan pereaksi Grignard


Ester maupun lakton dengan RMgX akan menghasilkan alkohol tersier
yang mempunyai dua substituen sama.

Amida
Amida kurang reaktif dibandingkan turunan asam karboksilat lainnya.
Ikatan amida cukup stabil seperti yang terdapat pada ikatan antar asam

amino dalam protein.

Amida merupakan basa yang sangat lemah (bandingkan dengan amina).

Hal ini disebabkan adanya resonansi pada amida, sehingga atom N tidak
bersifat basa dan tidak bersifat nukleofilik

Pembuatan Amida
Dari halida asam atau anhidrida asam dengan amonia, mono- atau
dwisubstitusi amina (bagaimana dengan amina tersier ?)

Pemanasan asam amino karboksilat akan membentuk laktam (amida


siklis)

Reaksi Amida
1. Hidrolisis ( RCONH2 RCOOH )
Amida mengalami hidrolisis menjadi asam karboksilat dan amina bila
dipanaskan dalam larutan asam maupun basa. Hidrolisis amida oleh
asam atau basa berjalan searah (irreversible)
Mekanisme reaksinya mirip hidrolisis ester tetapi perlu kondisi reaksi
lebih kuat.

Hidrolisis oleh asam

Hidrolisis oleh basa

2. Reduksi ( RCONH2 RCH2NH2 )


Amida direduksi oleh LiAlH4 menghasilkan amina
Reduksi terhadap laktam menghasilkan amina siklis

Produk apa yang terjadi bila 5,5-dimetil-2-pirolidon direduksi


dengan litium aluminium hidrida ?

Antibiotika Penisilin dan Sefalosporin


Adalah antibiotika yang mengandung cincin -laktam.
Penisilin ditemukan oleh Alexander Fleming (1928); diisolasi dari
jamur Penicillium notatum. Dapat menghambat pertumbuhan
bakteri Staphylococcus aureus.
Cincin -laktam (dari Penisilin maupun Sefalosporin) berinteraksi
dengan enzim transpeptidase sehingga enzim tersebut tidak
aktif. Bakteri akan mati karena kekurangan enzim
transpeptidase yang diperlukan untuk pembentukan dinding sel
bakteri.

Senyawa terkait dengan amida (1)


Kelebihan Nitrogen pada metabolisme protein oleh hewan tingkat tinggi
diekskresi sebagai urea. Pada hewan tingkat rendah ekskresi berupa
amonia, sedangkan pada reptil dan burung mengekskresi guanidin.

Urea dipakai untuk sintesis golongan obat barbiturat (untuk obat


penenang) dengan cara mereaksikan dengan dietil malonat

Senyawa yang terkait dengan amida (2)

Nitril
Pembuatan Nitril
1. Substitusi nukleofilik (SN-2) antara anion CN dan alkil halida

primer

2. Aril nitril paling baik dibuat dari garam diazonium

3. Dehidratasi terhadap amida primer menggunakan SOCl2; P2O5;

atau anhidrida asetat (prosedur umum pembuatan nitril)

Reaksi Nitril
1. Hidrolisis nitril
Reaksi hidrolisis terjadi dalam larutan asam maupun basa
Hidrolisis asam :
Mula-mula akan terbentuk amida, yang akan terhidrolisis lebih lanjut
menjadi asam karboksilat dan ion amonium

Hidrolisis basa :
Adanya basa mengubah nitril menjadi ion karboksilat dan amonia.
Dengan pengasaman ion karboksilat diubah menjadi asamnya

2. Reduksi nitril
Dengan pereaksi LiAlH4 nitril direduksi menjadi amina primer
Bila dipakai reduktor DIBAH (diisobutil Aluminium Hidrida) yang
terbentuk adalah aldehid

3. Dengan pereaksi Grignard


Nitril akan menghasilkan keton

Contoh senyawa nitril pada organisme hidup


OH
O

CN

H3 CO

HOH 2C

H
H3 C

H
O

CH3

atom C-asetal
O

HO
HO

O
OH
H 3C

N
O

Cyanocycline A
Diisolasi dari bakteri St reptomyces lavendulae
Mempunyai aktivitas antimikroba dan antitumor

CN

Lotaustralin
(suatu glikosida sianogenik)
Hidrolisis dalam asam a.l. menghasilkan
HCN (beracun)
Untuk perlindungan bagi tanaman

Reaksi Hell-Volhard-Zelinskii
Brominasi C dari karbonil

Brominasi C dari asam karboksilat

Asam -keto
Contoh :

1. Dekarboksilasi
Apabila dipanaskan, asam -keto akan melepaskan CO2

Pada pemanasan, senyawa bukan asam -keto tidak


dapat mengalami dekarboksilasi.

Soal :
1. Bagaimana caranya agar dietil malonat dapat terkarboksilasi ?
2. Apa yang terbentuk pada pemanasan asam suksinat ?
3. Tentukan asam karboksilat yang terjadi pada pemanasan asam
2-isopropilpropanadioat

2. Keasaman H:
Karena diapit oleh dua gugus C=O yang berperan sebagai penarik elektron,
maka atom H bersifat asam ( dengan basa membentuk ion enolat )

3. Substitusi nukleofilik ( ion enolat ) pada C


R X + :Nu R-Nu + :X -

Sintesis asam karboksilat dari ester malonat


Bagaimana cara mensintesis asam butanoat dari etil malonat ?

Tahapan sintesis asam butanoat dari ester malonat


1.

pembentukan ion enolat


O

C
EtO

2.

C
H2

EtOH

NaOEt

EtO

OEt

C
H

OEt

substitusi gugus alkil


O

EtO

C
H

C2H5Br

EtO

OEt

CH

BrOEt

C2H5

3.

hidrolisis dalam asam


O

C
EtO

C
CH

H3O+
OEt

HO

CH

C2H5

4.

Na

EtOH
OH

C2H5

dekarboksilasi
O

t>
HO

CH
C2H5

OH

H2C
C2H5

CO2
OH

Anda mungkin juga menyukai