Anda di halaman 1dari 6

REFERAT

TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK PADA PASIEN


ORTHOPAEDI

Disusun Oleh :
Steven Matuali
07120110055
Pembimbing :
dr. Arie Zakaria Sp.OT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU BEDAH


RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT MARINIR CILANDAK
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
PERIODE 17 AGUSTUS 23 OKTOBER 2015
JAKARTA

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan
petunjuknya penyusun dapat menyelesaikan referat yang berjudul Terapi Oksigen
Hiperbarik pada Pasien Orthopaedi ini tepat pada waktunya.
Referat ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas kepaniteraan klinik di bagian
ilmu bedah Rumah Sakit Marinir Cilandak. Pada kesempatan ini penyusun
mengucapkan terimaksih kepada dr. Arie Zakaria Sp. OT selaku dokter pembimbing
dalam kepaniteraan klinik ini dan rekan-rekan koass yang ikut memeberikan bantuan
dan semangat secara moril.
Penyusun menyadari bahwa referat ini masih terdapat kekurangan dan
kesalahan, oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua
pihak. Semoga referat ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan dalam bidang
ilmu bedah khususnya dan bidang kedokteran pada umumnya.

Jakarta, 2 2015

Penyusun
Steven Matuali

DAFTAR ISI
BAB I.............................................................................................................................4
PENDAHULUAN.........................................................................................................4
BAB II..................................................................Error: Reference source not found
TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK.................Error: Reference source not found
2.1 Definisi Terapi Oksigen Hiperbarik.........Error: Reference source not found
2.2 Macam-Macam Kamar Bertekanan...................................................................
Error: Reference source not found
2.3.1 Komposisi udara........................Error: Reference source not found
2.3.2 Hukum-hukum
gas...................................................................................................7.
2.3.3 Prinsip Terapi Oksigen Hiperbarik................................................8.

2.4 Efek Fisiologis dari Terapi Oksigen Hiperbarik............................................9.


2.5 Kontraindikasi Terapi Oksigen Hiperbarik......Error: Reference source not
found
2.6 Komplikasi Terapi Oksigen Hiperbarik. .Error: Reference source not found
BAB III.................................................................Error: Reference source not found
TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK PADA ORTHOPAEDI................................13.
3.1 Terapi oksigen hiperbarik pada luka kaki diabetik.....................................13.
3.2 Terapi oksigen hiperbarik pada Osteomyelitis. .Error: Reference source not
found
3.3 Terapi Oksigen Hiperbarik pada Fraktur....................................................23.
BAB IV.......................................................................................................................33.
KESIMPULAN..........................................................................................................33.
BAB V...................................................................Error: Reference source not found
DAFTAR PUSTAKA...........................................Error: Reference source not found

BAB I

PENDAHULUAN

Oksigen diperlukan untuk mempertahankan integritas sel, fungsi metabolisme


sel dan perbaikan pada jaringan yang luka. Oksigen tidak hanya diperlukan sebagai
energi

pada

proses

metabolisme

tapi

juga

sangat

diperlukan

oleh

sel

polimorfonuklear, proliferasi fibroblas, dan deposisi kolagen. Pada proses


penyembuhan luka suplai oksigen yang cukup sangat diperlukan untuk sintesis
kolagen dan perbaikan jaringan.
Terapi oksigen hiperbarik (HBO) merupakan bentuk pengobatan dimana
penderita harus berada dalam ruangan bertekanan dan bernafas dengan oksigen murni
(100%) pada tekanan udara lebih besar daripada udara atmosfer normal, 1 atm (760
mmHg). Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang pada waktu menyelam atau berada
dalam ruangan udara bertekanan tinggi (hyperbaric chamber) yaitu suatu ruang kedap
udara terbuat dari perangkat keras yang mampu diberikan tekanan lebih besar dari 1
atm (ruang kompresi) beserta sumber oksigen dan sistem penyalurannya ke dalam
ruang rekompresi tersebut. Sebuah ruang hiperbarik diperlukan untuk memungkinkan
tekanan di sekitar tubuh meningkat. (1)
Terapi oksigen hiperbarik pertama kalinya digunakan pada penyakit dekompresi
(Decompression Illness), yaitu suatu penyakit yang dialami oleh penyelam dan
pekerja tambang bawah tanah akibat penurunan tekanan saat naik ke permukaan
secara mendadak. Dari berbagai penelitian terungkap bahwa oksigen hiperbarik
mempunyai manfaat lebih, tidak terbatas pada kasus-kasus penyelaman saja. Salah
satu contoh terapi oksigen hiperbarik yang akan dibahas dalam referat ini ialah
kegunaannya sebagai terapi penunjang / adjuvant therapy dalam bidang ortopaedi.

BAB IV

KESIMPULAN
Terapi oksigen hiperbarik mempunyai peran penting dalam manajemen terapi
bidang orthopaedi. Efektifitasnya telah banyak diuji oleh para peneliti dan terbukti
mempunyai peran dalam proses penyembuhan luka, mengurangi proses inflamasi,
mengurangi insidensi infeksi dan peran penting lainnya.
Pada

kasus

penyembuhan

luka

kaki

diabetik,

oksigen

hyperbarik

mengoptimalkan konsentrasi gradient oksigen sehingga menstimulasi dan mendorong


pertumbuhan jaringan pada pusat luka yang mengalami hypoxia. Terapi oksigen
hyperbarik secara langsung meningkatkan replikasi fibroblast, aktifasi osteoclast,
vascular endothelial growth factor, dan platelet-derived growth factors. Efek persisten
setelah administrasi terapi oksigen hyperbarik adalah stimulasi pertumbuhan capiler.
Terapi oksigen hiperbarik digunakan hanya sebagai terapi adjuvant
osteomyelitis dan harus dilaksanakan bersama dengan antibiotik parenteral,
debridement, dukungan nutrisi, dan pembedahan. Pada keadaan tanpa oksigen
hiperbarik, tekanan oksigen pada tulang normal adalah 45 mmHg sedangkan di tulang
osteomyelitis adalah 23 mmHg. Dengan terapi oksigen hyperbarik, tekanan oksigen
dinaikkan menjadi 104 mmHg pada tulang osteomyelitis. Meningkatkan oksigen
hingga 150 mmHg dapat membunuh sebagian besar S.aureus yang merupakan salah
satu kuman pathogen tersering pada osteomyelitis. Selain itu, hiperbarik juga
meningkatkan aktifitas fibroblast dan meningkatkan aktifitas bacterisidal antibiotik.
Terapi hiperbarik juga membantu proses terapi fraktur, crush injury dan
compartemen syndrome antara lain dengan mempercepat penyembuhan luka dan efek
sekundernya yaitu vasokonstriksi. Efek tersebut menyebabkan berkurangnya edema
pada lokasi cedera. Kandungan oksigen yang meningkat dalam sirkulasi pada terapi

oksigen hyperbarik mengkompensasi aliran sirkulasi yang berkurang akibat


vasokonstriksi. Terapi oksigen hiperbarik juga mengurangi jumlah otot skeletal yang
mengalami nekrosis.
Beberapa studi pada model binatang telah dilakukan dan menunjukan hasil
yang menguntungkan dari terapi oksigen hiperbarik pada proses penyembuhan tulang
namun terapi oksigen hiperbarik belum menunjukan hasil yang signifikan pada proses
penyembuhan tulang pada fraktur akut maupun fraktur non union pada model
manusia.