Anda di halaman 1dari 6

1

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penggemukan sapi potong merupakan lingkup usaha yang paling utama dilakukan di
feedlot. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan sapi di feedlot di
antaranya, manajemen perkandangan, manajemen pemberian pakan, manajemen
lingkungan seperti pengolahan limbah dan lain-lain. Manajemen pengolahan limbah
merupakan hal penting yang juga harus ada di sebuah feedlot. Peternakan sapi adalah
salah satu kegiatan yang banyak menghasikan limbah. Ada dua jenis limbah yang
dihasilkan oleh peternakan sapi yaitu limbah padat dan cair. Masalah pengolahan
limbah terutama feses merupakan masalah umum yang sering terjadi di perusahaan
penggemukan sapi. Limbah padat seperti sisa pakan dan feses sapi, sedangkan limbah
cair seperti urin dan air sisa kegiatan produksi.

Usaha dengan skala feedlot, limbah yang dihasilakan sebagai hasil samping usaha ini
tidak sedikit jumlahnya. Apabila ditangani dengan baik, limbah feses akan memiliki

nilai ekonomi yang lebih tinggi, serta meningkatkan kenyamanan ternak dan
mendukung peningkatan produksi.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dibuatlah makalah mengenai Penanganan,


Pengolahan, dan Pemanfaatan Limbah Feedlot ini.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan ditulisnya makalah mengenai penanganan, pengolahan, dan
pemanfaatan limbah feedlot ini adalah:
1. mengetahui cara dan metode penanganan limbah di feedlot;
2. mengetahui cara pengolahan dan pemanfaatan limbah di feedlot, dan
3. memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Feedlot di Jurusan Peternakan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

II.

PEMBAHASAN

Manajemen pemeliharaan sapi fattening yang baik akan menghasilkan kualitas ternak
yang baik. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan sapi fattening
diantaranya, manajemen perkandangan, manajemen pemberian pakan, dan
manajemen lingkungan. Lingkungan adalah sesuatu yang sangat luas, mengacu pada
semua faktor selain genetik yang memengaruhi produktivitas dan kesehatan seekor
ternak (Siregar, 2009). Besarnya pengaruh genetik terhadap produktivitas ternak
yaitu 30% sedangkan 70% dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Selain pakan,
perkandangan merupakan hal yang penting dalam proses pemeliharaan sapi fattening.
Perkandangan yang baik dan bersih akan menghasilkan kenyamanan bagi ternak
sehingga produktivitas dapat tercapai dengan baik. Kenyamanan ternak dapat
ditingkatkan apabila perkandangan dalam keadaan bersih.

Masalah pengolahan limbah terutama feses merupakan masalah umum yang sering
terjadi di perusahaan penggemukan sapi. Apabila ditangani dengan baik, limbah
feses akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, serta meningkatkan kenyamanan
ternak dan mendukung peningkatan produksi.

A. Penanganan limbah di feedlot


Keberhasilan pengelolaan limbah peternakan sangat dipengaruhi oleh teknik
penanganan yang dilakukan. Teknik penanganan limbah meliputi :
Teknik pengumpulan (collections)
Pengangkutan (transport)
Pemisahan (separation)
Penyimpanan (storage) atau Pembuangan (disposal.
Proses penanganan limbah di feedlot dimulai dari proses cleaning yang dilakukan
untuk mengumpulkan (collections) limbah yang dihasilakn oleh sapi-sapi yang
digemukkan.
Ada 3 cara mendasar pengumpulan limbah :
1.
Scraping, yaitu membersihkan dan mengumpulkan limbah dengan cara
menyapu atau mendorong/menarik (dengan sekop atau alat lain) limbah.
2.
Free-fall, yaitu pengumpulan limbah dengan cara membiarkan limbah
tersebut jatuh bebas melewati penyaring atau penyekat lantai ke dalam
3.

lubang pengumpul di bawah lantai kandang.


Flushing, yaitu pengumpulan limbah menggunakan air untuk mengangkut
limbah tersebut dalam bentuk cair.

B. Pengolahan limbah menjadi pupuk organik


Tujuan utama pengolahan pupuk ini adalah menekan biaya produksi dan
mensinergikan hasil limbah perusahaan. Proses pembuatan pupuk organik adalah:
- feses yang diperoleh dari feedlot, biasanya dalam proses pengolahannya diberi
-

ekstrak cake,yang berupa kulit singkong, onggok basah, dan abu broiler;
kemudian dilakukan aplikasi bakteri dekomposer (Bio X) z untuk membantu

mempercepat pematangan pupuk;


processing ini membutuhkan waktu selama 21 hari;

setelah terbentuk pupuk maka dilakukan pengayakan untuk menghomogenkan

ukuran partikel pupuk;


pupuk yang homogen kemudian dikemas dan siap digunakan/dimanfaatkan.

Limbah peternakan merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan secara


biologis, yaitu sebagai media untuk berkembangbiaknya lalat. Menurut Siregar
(2009), kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media yang paling baik
untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara kandungan
air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat. Oleh karena
itu, baik manure padat maupun manure cair harus dibersihkan tiap harinya untuk
mencegah peningkatan populasi lalat maupun penyebaran penyakit yang berasal dari
lalat.

III.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan di atas adalah sebagai merikut:
1. Masalah pengolahan limbah terutama feses merupakan masalah umum
yang sering terjadi di perusahaan penggemukan sapi.
2. Penanganan limbah di feedlot perlu dilakukan untuk meningkatkan
kenyamanan ternak agar dapat meningkatkan produksi.
3. Dalam proses pengolahan dan pemanfaatan limbah feedlot, ada beberapa

langkah yang perlu dilakukan. Mulai dari pembersihan kandang, proses


pengolahan, hingga menghasilkan limbah yang siap
dimanfaatkan/digunakan.