Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH LAJU ALIR NaOH TERHADAP JUMLAH CO2

TERSERAP, TETAPAN PERPINDAHAN MASSA CO2 (KGA),


TETAPAN REAKSI PADA PROSES ABSORBSI GAS CO2
Ausi Priwintery G. , Benita Rutti M. , Shodaqta Saori, dan Tunjung Hayu A. Y.
Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang
Jl. Prof Soedarto 50239 Semarang, Telp./Fax. 024-7460058
Abstrak
Hampir semua reaksi kimia yang diterapkan dalam industri kimia melibatkan bahan baku
yang berbeda wujudnya, baik berupa padatan, gas maupun cairan. Absorpsi gas-cair merupakan
proses heterogen yang melibatkan perpindahan komponen gas yang dapat larut menuju penyerap
yang biasanya berupa cairan yang tidak mudah menguap (Franks, 1967). Proses absorpsi gas-cair
dapat diterapkan pada pemurnian gas sintesis, recovery beberapa gas yang masih bermanfaat dalam
gas buang atau bahkan pada industri yang melibatkan pelarutan gas dalam cairan, seperti H 2SO4,
HCl, HNO3, formadehid dll (Coulson, 1996). Pada percobaan ini variabel tetap yang digunakan
adalah tekanan CO2 6 bar, suhu 30o C, laju alir NaOH 100 L/min, konsentrasi HCl 0,1 N. Dari hasil
percobaan diperoleh semakin besar konsentrasi NaOH, maka CO 2 yang terserap semakin banyak.
Semakin besar konsentrasi NaOH, maka nialai konstanta perpindahan massa Kga semakin besar.
Semakin besar konsentrasi NaOH, maka nilai kkonstanta kecepatan reaksi k 2 semakin besar.
Besarnya CO2 yang terserap terhadap waktu adalah konstan, karena reaksi bersifat kontinyu.
Kata kunci :absorbsi gas CO2, laju alir NaOH, KGA, Jumlah CO2 terserap, Tetapan reaksi
Abstract
Experiment Absorption CO2 with NaOH aims to study the effect of the concentration of CO 2
absorbed tehadap number, determine the mass transfer coefficient on the absorption process, and
determine the time of the absorption process. Absorption is a separation process in the chemical
industry where a gas mixture is contacted with a specific absorber fluid temperature so that one or
more components of the gas dissolved in the liquid. In our experiments, fixed variable is the flow rate
of NaOH ie 100 L / min, different sampling time, which is 1 minute and the normality of the 0.1 N HCl
with temperature 30o C. From the experimental results obtained that the greater the concentration of
NaOH, the more CO2 is absorbed, because the more molecules NaOH, CO2 would be more and more
absorbed. The greater the concentration of NaOH and K 2 KGA value will be higher, due to the
increasing concentration of NaOH causes KGA and k2 values also increased. Comparison of CO2
absorbed by the time interval ranges seen constant due to the reaction run continuously.
Keywords : Absorption CO2, liquid level of NaOH, KGA,CO2 absorbed, kLa, constanta of reaction

1. Pendahuluan
2.
Hampir
semua
reaksi kimia yang diterapkan dalam
industri kimia melibatkan bahan
baku yang berbeda wujudnya, baik
berupa padatan, gas maupun cairan.
Absorpsi
gas-cair
merupakan
proses heterogen yang melibatkan

perpindahan komponen gas yang


dapat larut menuju penyerap yang
biasanya berupa cairan yang tidak
mudah menguap (Franks, 1967).
Proses absorpsi gas-cair dapat
diterapkan pada pemurnian gas
sintesis, recovery beberapa gas
yang masih bermanfaat dalam gas
buang atau bahkan pada industri

Liq. film

yang melibatkan pelarutan gas


dalam cairan, seperti H2SO4, HCl,
HNO3, formadehid dll (Coulson,
1996). Perancangan reaktor kimia
dilakukan
berdasarkan
pada
permodelan hidrodinamika reaktor
dan reaksi kimia yang terjadi di
dalamnya.
Gas film
3.
Pada percobaan ini
dipelajari bagaimana pengaruh
pengaruh laju alir NaOH (atau
CO2) terhadap jumlah CO2 yang
terserap pada berbagai waktu
reaksi, pengaruh laju alir NaOH
(atau CO2) terhadap nilai tetapan
perpindahan massa Liq.
CO2 bulk
(kGflow
a),
pengaruh laju alir NaOH (atau
CO2) terhadap nilai tetapan reaksi
antara CO2 dan NaOH (k2),
hubungan CO2 yang terserap
terhadap waktu. Setelah melakukan
percobaaan, diharapkan mahasiswa
mampu membandingkan pengaruh
laju alir NaOH (atau CO2) terhadap
jumlah CO2 yang terserap pada
berbagai waktu reaksi, pengaruh
laju alir NaOH (atau CO2) terhadap
nilai tetapan perpindahan massa
CO2 (kGa), pengaruh laju alir
NaOH (atau CO2) terhadap nilai
tetapan reaksi antara CO2 dan
NaOH (k2), hubungan CO2 yang
terserap terhadap waktu.
4.
Aplikasi dari absorbsi kimia
dapat dijumpai pada proses penyerapan
gas CO2 pada pabrik Amonia seperti yang
terlihat pada gambar berikut.
A*

pai

7. Secara umum, proses absorpsi gas


CO2 ke dalam larutan NaOH yang disertai
reaksi kimia berlangsung melalui empat
tahap, yaitu perpindahan massa CO2
melalui lapisan gas menuju lapisan antar
fase gas-cairan, kesetimbangan antara CO 2
dalam fase gas dan dalam fase larutan,
perpindahan massa CO2 dari lapisan gas ke
badan utama larutan NaOH dan reaksi
antara CO2 terlarut dengan gugus hidroksil
(OH-). Skema proses tersebut dapat dilihat
pada Gambar 2.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18. Gambar 2. Mekanisme absorpsi gas
CO2 dalam larutan NaOH

pg

5.

6. Proses
absorpsi
dapat
dilakukan
dalam
tangki
berpengaduk
yang
dilengkapi
dengan sparger, kolom gelembung
(bubble column), atau dengan
kolom yang berisi packing yang
inert (packed column) atau piringan
(tray column). Pemilihan peralatan
proses
absorpsi
biasanya
didasarkan pada reaktifitas reaktan
(gas dan cairan), suhu, tekanan,
kapasitas, dan ekonomi.

Gambar 1. Proses Absorpsi dan


Desorpsi CO2 Pabrik Amonia

19.
20. Laju perpindahan massa
melalui lapisan gas:
21.
Ra kga ( pg pai )

CO2

22. Kesetimbangan antara CO2 dalam


fase gas dan dalam fase larutan :
Gas bulk flow

A* H . pai

(kebutuhan titran = a mL), maka


mol HCl = a 0,1 mmol.
33.
Tambahkan 2-3 tetes
indikator metil jingga (MO), dan
titrasi dilanjutkan lagi sampai
manometer
warna jingga berubah menjadi
merah (kebutuhan titran = b mL),
atau kebutuhan HCl = b 0,1
mmol. Jumlah NaOH bebas = (2ab) 0,1 mmol di dalam 10 mL
sampel. Konsentrasi NaOH bebas =
(2a-b) 0,01 mol/L.
34.

23.
24. dengan H pada suhu 30oC = 2,88manometer

-5
3
10 g mole/cm . atm.
25.

Secara teoritik, nilai kGa


harus memenuhi persamaan:

26.
2

k GA

mol (CO2 , liq ) mol (CO3 )

A.Z . . plm .
A.Z . . p lm .

27. Jika tekanan operasi cukup


rendah, maka plm dapat didekati
dengan p = pin-pout.
28. Jika
laju
reaksi
pembentukan Na2CO3 jauh lebih
besar dibandingkan dengan laju
difusi CO2 ke dalam larutan NaOH,
maka konsentrasi CO2 pada batas
film cairan dengan badan cairan
adalah nol.
29. Bahan dan Metode Penelitian
30.
Percobaan
dilakukan
dengan
memompa
NaOH 0,1 N dan diumpankan ke
dalam kolom melalui bagian atas
kolom pada laju alir tertentu hingga
keadaan mantap tercapai. Alirkan
gas CO2 melalui bagian bawah
kolom. Ukur beda ketinggian
cairan dalam manometer 1,
manometer 2 dan manometer 3,
manometer 4 jika aliran gas sudah
steady.
31.
Ambil 10 mL sampel cairan
dari dasar kolom absorpsi tiap 1
menit selama 10 menit dan
dianalisis kadar ion karbonat atau
kandungan
NaOH
bebasnya.
Ulangi percobaan untuk nilai
variabel kajian yang berbeda.
32.
Sebanyak 10 mL sampel
cairan ditempatkan dalam gelas
erlenmeyer 100 mL. Tambahkan
indikator fenol fthalein (PP)
sampai merah jambu, dan titrasi
sample dengan larutan HCl 0,1 N
sampaiwarna merah hampir hilang

35.
36.
37.

43.

38.
39.
40.
41.
42.
Gambar 3 Rangkaian Alat Utama
44.

45. Hasil dan Pembahasan


46.
Pengaruh
Konsentrasi
NaOH terhadap CO2 yang terserap
47.
0.01
0.01 + 0x + 0
f(x) = - 0x^2
R = 1 0.01
N CO2 terserrap(mol) 0
0
0
5.0000000000000024E-2
Konsentrasi NaOH(N)

48.
Gambar
4.
Grafik
Hubungan
Konsenrasi NaOH terhadap CO2 Terserap

49.

Pada
gambar
4
menunjukkan bahwa semakin besar
konsentrasi NaOH maka semakin
banyak pula CO2 yang terserap.
Hal
ini
disebabkan
karena
konsentrasi NaOH yang meningkat
akan menambah jumlah massa
NaOH, sehingga partikel NaOH

dalam larutan akan semakin


banyak. Hal ini sesuai dengan
persamaan:
n
N=Valensi . M
50.
V
51.

Valensi .

n
V

Hal ini dikarenakan dengan


adanya
kenaikan
konsentrasi
NaOH yang menyebabkan larutan
menjadi semakin kental sehingga
kemampuan difusi gas CO2 akan
berkurang.

60. Pengaruh Konsentrasi


terhadap Nilai k2

52.

molekul=n .6,0221415 1023


53.

59.

61.

molekul sebanding

dengan n(mol), maka molekul

NaOH

k2(L/mol.menit)

0.08
0.06 + 0.03
f(x) = 0.02x
0.04
0.02
R = 0.94
0

akan sebanding pula dengan


N(normalitas).(Levenspiel, 1972)
54. Pengaruh Konsentrasi
terhadap Nilai Kga

Konsentrasi NaOH(N)

NaOH

55.

62. Gambar
6.
Grafik
Hubungan
Konsentrasi NaOH terhadap Nilai k2

0
f(x) = 0x - 0
R = 0.83

Kga(/menit) 0

0
0.04 0.06 0.08 0.1 0.12
Konsentrasi NaOH

63.

Dari grafik, semakin besar


konsentrasi NaOH maka semakin
besar konstanta kecepatan reaksi
(k2) antara NaOH dan CO2. Hal ini
sesuai
dengan
persamaan
Arhenius : k =A e

56. Gambar
5.
Konsentrasi
Konstanta kGa

57.

Grafik
NaOH

Hubungan
terhadap

Dari grafik dapat dilihat


bahwa terjadi kenaikan nilai
konstanta Kga seiring dengan
kenaikan
konsentrasi
NaOH.
Besarnya
harga
koefisien
perpindahan massa CO2 ke larutan
NaOH dipengaruhi oleh: tekanan,
suhu, ukuran pack tower, kecepatan
alir dan laruan, dan komposisi
reaktan. Sesuai persamaan:

58.

KGa=

N
Z . A . P. F

Ea
RT

64.
nilai k dipengaruhi dengan adanya
A, A merupakan jumlah komposisi dari
larutan NaOH. Semakin besar nilai A maka
nilai k juga semakin besar. Namun dalam
hal ini jarak antar molekul ada batasnya
dengan besarnya nilai A, kerapatan NaOH
akan meningkat, meningkatnya kerapatan
antar molekul tidak menjamin tumbukan
akan
menghasilkan
reaksi.
Kurva
hubungan antara konsentrasi NaOH dan
konstanta kecepatan reaksi memiliki
trendline meningkat yang berarti semakin
besar konsentrasi NaOH maka, semakin
besar konstanta kecepatan reaksi.
65. Hubungan CO2 yang Terserap
terhadap Waktu

66.

e/Absorbsi+CO2+Dengan+NaOH?
t=anon

0.15
0.1
NaOH 0,075N
CO2NaOH
yang0,1N
terserap(mol/L)
0.05

75.

0
NaOH 0,05N
Waktu

67.

Butterworth Heinemann, London,


UK.
76.

Danckwerts, P.V. dan Kennedy, B.E.,


1954, Kinetics of liquid-film process
in gas absorption. Part I: Models of
the absorption process, Transaction
of the Institution of Chemical
Engineers, 32:S49-S52.

77.

Danckwerts, P.V., 1970, Gas Liquid


Reactions,
McGraw-Hill
Book
Company, Inc., New York, pp. 42-44,

68. Gambar 7. Grafik Hubungan CO2 yang


Terserap terhadap Waktu
69.
Dari grafik dapat
disimpulkan, semakin lama waktu
operasi maka, waktu kontak NaOH
dan gas CO2 juga semakin lama,
sehingga reaksi akan berjalan lebih
sempurna. Hal ini dapat dilihat dari
jumlah CO2 yang terserap konstan
dalam grafik. Sehingga dapat ditari
kesimpulan bahwa jumlah CO2
yang terserap akkan konstan seiring
berjalannya waktu. Hal ini
disebabkan karena reaksi berjalan
secara kontinyu.(Arai, 2007)

78. Fatih, Selvy, dan Tri Wulandari,


2009, Absorbsi Gas CO2 Dengan
NaOH, Laporan Resmi Praktikum
Unit Proses, IV, 12-13.
79.

Franks, R.G.E., 1967, Mathematical


modeling in chemical engineering.
John Wiley and Sons, Inc., New
York, NY, USA, pp. 4-6.

80.

Higbie, R., 1935, The rate of


absorption of a pure gas into a still
liquid during short period of
exposure, Transaction of the
Institution of Chemical Engineers,
31,365-388.

81.

Juvekar, V. A. dan Sharma, M.M.,


1972, Absorption of CO, in a
suspension of lime, Chemical
Engineering Science, 28, 825-837.

82.

Kumoro dan Hadiyanto, 2000,


Absorpsi Gas Karbondioksid dengan
Larutan Soda Api dalam Unggun
Tetap, Forum Teknik, 24 (2), 186195.

83.

Levenspiel,

70. Kesimpulan
71. Pada percobaan ini dapat
disimpulkan bahwa semakin besar
konsentrasi NaOH, maka CO2 yang
terserap semakin banyak, semakin
besar konsentrasi NaOH maka nilai
konstanta perpindahan massa Kga
semakin besar, semakin besar
konsentrasi NaOH maka nilai
konstanta kecepatan reaksi k2
semakin besar, besanya CO2 yang
terserap terhadap waktu adalah
konstan karena reaksi bersifat
kontinyu.
72.
73.

DAFTAR PUSTAKA
Arai, 2007, Absorbsi Gas CO2
Dengan NaOH,

74.
http://tekimerzitez.wetpaint.com/pag

Coulson, J.M. dan Richardson, J.F.,


1996,
Chemical
Engineering:
Volume 1: Fluid flow, heat transfer
and mass transfer, 5th ed.

O.,

1972, Chemical
reaction engineering, 2nd ed. John

Wiley and Sons, Inc., New York, NY,


USA, pp. 210-213, 320-326.
84.

Olutoye, M. A. dan Mohammed, A.,


2006, Modelling of a GasAbsorption Packed Column for
Carbon Dioxide-Sodium Hydroxide
System, African Union Journal of
Technology, 10(2),132-140

85.

Rehm, T. R., Moll, A. J. and Babb,


A. L., 1963, Unsteady State
Absorption of Carbon Dioxide by
Dilute Sodium Hydroxide Solutions,

American Institute of Chemical


Engineers Journal, 9(5), 760-765.
86.

87.
88.

Zheng, Y. and Xu, X. (1992), Study


on catalytic distillation processes.
Part I. Mass transfer characteristics
in catalyst bed within the column,
Transaction of the Institution of
Chemical Engineers, (Part A) 70,
459464.