Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS HUB PORT PELABUHAN NIAGA TANJUNG

PRIOK DAN PELABUHAN SINGAPURA


1. Pendahuluan
Dua per-tiga bagian dari dunia merupakan wilayah laut dan satu per-tiga bagian
lagi adalah wilayah daratan, hal ini merupakan faktor utama pendorong timbulnya
berbagai alat transportrasi dan terminal-terminal transportrasi untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia seperti pangan, sandang, tempat tinggal, dan melakukan
kegiatan ekonomi. Pelabuhan merupakan salah satu sarana terminal transportrasi laut
untuk menghubungkan wilayah daratan yang dipisahkan oleh lautan. Pelabuhan
merupakan suatu tepian dimana kapal-kapal dan perahu-perahu dapat merapat dan
menurunkan jangkar untuk bisa melakukan kegiatan bongkar muat barang, menarik
turunkan penumpang dan kegiatan lainnya (Triatmodjo, 2007).
Menurut (peraturan pemerintah RI no. 69 tahun 2001) tentang kepelabuhanan
yang dimaksud dengan pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan
perairan disekitarnya dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
kegiatan ekonomi dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun
penumpang dan atau bongkar muat barang yang di lengkapi dengan fasilitas
keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat
perpindahan
Pengertian kepelabuhanan meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan
kegiatan penyelenggaraan pelabuhan dan kegiatan lainnya dalam melasanakan fungsi
pelabuhan untuk menunjang kelancaran, kemanan dan ketertiban arus lalu lintas
kapal, penumpang atau barang, keselamatan berlayar, serta tempat perpindahan
transportasi laut ke darat dan sebaliknya (peraturan pemerintah RI no. 69 tahun
2001).
Kegiatan kepelabuhanan yang terbesar di dunia dilakukan di kawasan Asia
Tenggara karena posisi geografis yang letaknya diantara persilangan rute
perdagangan dunia dan sering dilewati alur perdagangan dunia. Pelabuhan yang

sering menjadi pusat perhatian di kawasan ini adalah Pelabuhan Singapura dan
Tanjung Priok. Pada tahun 2010 volume arus barang peti kemas di pelabuhan Jurong
singapura mencapai 14.249.648 ton (http://www.jp.com.sg/, 2011) dan volume arus
barang peti kemas pelabuhan Tanjung Priok mencapai 8.499.004 ton pada tahun 2010
(http://www.priokport.co.id, 2011).
Seiring dengan berkembangnya kedua pelabuhan terjadi banyak persaingan
antara kedua pelabuhan dimana pada saat ini pelabuhan Tanjung Priok merencanakan
perluasan. Ketertinggalan Indonesia dalam penyediaan pelabuhan berkualitas selama
ini membutuhkan kerja keras untuk mengejarnya. Pelabuhan Indonesia tidak hanya
mengalami ketertinggalan dalam infrastruktur dan suprastruktur saja. Sistem
manajemen yang juga masih jauh jika dibanding pelabuhan Singapura. Pelabuhan
dibagi dalam beberapa kategori di antaranya, pelabuhan internasional yang memiliki
sistem HUB dengan sistem port dengan pelayanan timbal balik jangka panjang
(Martodihardjo, 2011). Oleh karena itu perlu dilakukanya analisis HUB PORT
pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Singapura untuk mengurangi kerugian
pelabuhan Tanjung Priok yang mencapai 1 juta Dolar Per-tahun akibat belum
tercapainya fungsi dari pelabuhan Tanjung priok untuk menjadi pelabuhan yang
memiliki standar HUB PORT Internasional, dengan diadakanya analisis mengenai
HUB PORT Pelabuhan Tanjung priok dan HUB PORT Pelabuhan Singapura
diharapkan dapat memberikan saran kepada pemerintah Indonesia terkait dengan
perluasan pelabuhan dan pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung di
Pelabuhan Tanjung Priok.
2. Tujuan Penulisan
1. Membandingkan antara HUB PORT Pelabuhan Tanjung priok dan Pelabuhan
Singapura.
2. Mengetahui Hubungan antara HUB PORT Pelabuhan Pelabuhan Tanjung
priok dan Pelabuhan Singapura.
3. Memberikan saran kepada pemerintah terkait pentingnya menjadikan
pelabuhan Tanjung priok sebagai HUB PORT Internasional.

3. Metodologi Penelitian
Pengumpulan data dilakukan melalui proses studi literatur yang berasal dari
buku-buku, jurnal, makalah, Artikel dan internet, yang kemudian di interpretasikan
dengan menggunakan metode analisis deskriptif.
Metode analisis deskriptif, dengan cara menggambarkan dan menginterpretasi
permasalahan secara sistematis berdasarakan fakta dan karakteristik objek dan subjek
yang diteliti secara tepat.
4. Pembahasan
A. Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan ekspor-impor utama di Indonesia
yang berada di Jakarta Letak : 06 06/ 00 LS, 106 53/ 00 BT, dikelola oleh
Hutchinson Port Holdings dan Pelindo. Pelabuhan Tanjung priok memiliki luas
daratan 604 Ha, panjang penahan gelombang 8.456 m, panjang alur 16.853 m terletak
dimuara sungai Lagos, di laut jawa. Karena lokasinya di muara maka terdapat
masalah pengerukan dari bahan-bahan endapan yang dibawa oleh sungai tersebut.
Untuk memelihara kedalaman kolam masalah pengerukan merupakan masalah rutin
tahunan yang harus diatasi. Pelabuhan ini pernah mengalami kongesti, karena
keadaan dan besar fasilitas pelabuhan yang tidak seimbang dengan arus kedatangan
muatan kapal.
Status Perusahaan Umum (PERUM) Pelabuhan I sampai IV berubah PT.
(Persero) Pelabuhan Indonesia I sampai IV sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 57
tahun 1991 tanggal 19 Oktober 1991. PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II, sebagai
salah satu Badan Usaha Milik Nagera (BUMN) yang mengelola jasa kepelabuhanan
di Indonesia didirikan pada tanggal 1 Desember 1992 sesuai Akte Pendirian
Perusahaan Nomor 3 Notaris Imas Fatimah Sarjana Hukum di Jakarta. Kantor Pusat
PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II berkedudukan di Jakarta, memiliki wilayah
operasi 10 propinsi dan mengelola 12 pelabuhan yang diusahakan, yaitu : Pelabuhan

Tanjung Priok di Propinsi DKI Jakarta, Pelabuhan Teluk bayur di Propinsi Sumatera
Barat, Pelabuhan Jambi di Propinsi Jambi, Pelabuhan Pelembang di Propinsi
Sumatera Selatan, Pelabuhan Bengkulu di Propinsi Bengkulu, Pelabuhan Panjang di
Propinsi Lampung, Pelabuhan Tanjung Pandan dan Pelabuhan Pangkal Balam di
Propinsi Bangka Belitung, Pelabuhan Banten di Propinsi Banten, Pelabuhan Sunda
Kelapa di Propnsi DKI Jakarta, Pelabuhan Cirebon di Propinsi Jawa Barat dan
Pelabuhan Pontianak di Propinsi Kalimantan Barat.

Gambar 1. Lay Out Pelabuhan Tanjung Priok


Sumber Gambar : Pelindo II

Fasilitas fasilitas pokok pelabuhan Tanjung Priok


1. Luas kolam pelabuhan 424 Ha.
2. Total Dermaga Komersial 12.958,70 m
3. Total Dermaga non Komersial 4.548,45 m

Tabel 1. Luas Kolam Pelabuhan Tanjung Priok


Jenis Kolam Pelabuhan
Pelabuhan nusantara I
Pelabuhan nusantara II
Pelabuhan I
Pelabuhab II
Pelabuhan III
JICT I
JICT II
Terminal Peti kemas Koja
Pertamina
Boga Sari
Sarpindo
DKP
Terminal Mobil

Panjang Dermaga (m)


1.448,20
1.344.20
3.077.20
1.983
1.040,60
1.833,40
516,60
650
100
376,50
277
204
308

Kedalaman (m)
6 s/d 8
5 s/d 8
6 s/d 14
7 s/d 12
12
11 s/d 14
9
14
12
12
12
8
10

Tabel 2. Panjang Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok


Jenis Dermaga
Terminal General Cargo

Jumlah

Panjang (m)

Kedalaman (m)

42

6.597.70

5 - 11

Terminal Serbaguna

914

8 - 11

Terminal Petikemas

13

2.800

9- 14

Terminal Penumpang

450

Terminal Curah Kering

1.242

4 - 10

Terminal Curah Cair Minyak

377

12

Terminal Curah Cair Kimia

204

Beaching Point

66

Terminal Mobil

308

10

Tabel 3. Fasilitas Penumpukan Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok


Jenis Fasilitas
Gudang Umum

Jumlah (unit)
21

Luas (m2)
101.972,27

Gudang Barang Berbahaya

10.260

62

361.627,20

Gudang CFS

16.447,14

Lapangan Petikemas

156.700

Lapangan penumpukan mobil


Sumber : Pelindo II

50.000

Lapangan Umum

B. Pelabuhan Singapura
Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan tersibuk di dunia, dimana telah
mengelola lebih dari 17 juta unit kontainer yang berukuran 20 Feet TEU (Twenty foot
Equivalent Unit). Pelabuhan Singapura telah disinggahi ribuan kapal berisi kargo dari
123 negara. Satu kapal akan datang setiap 2 - 3 menit. Pelabuhan Singapura dikelola
oleh operator pelabuhan, antara lain : PSA (Port Of Singapore Authority)
International dan Jurong Port.
Pelabuhan Singapura memliki fasilitas canggih serta terminal yang super luas,
dimana secara kolektif melakukan perdagangan bahari menangani fungsi di dalam
pelabuhan maupun pengiriman ke luar (http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura, 2011).
Pelabuhan tersibuk di dunia berkaitan dengan total pengiriman tonase yang
mana menangani seperempat kontainer pengiriman dunia, pelabuhan tempat
pemindahan muatan antar kapal paling sibuk dunia, serta menjadi pusat tangki bahan
bakar pelabuhan utama dunia. Pelabuhan ini menangani pengiriman tonase sebesar
1.15 milyar (Am) long ton (GT) yang ditangani pada tahun 2005. Dalam kaitan
dengan tonase muatan, Singapura di belakang Shanghai dengan 423 juta ton
penanganan muatan. Dan menjadi pengisian bahar bakar paling besar di dunia dengan
25 juta ton di jual pada tahun yang sama. Singapura mendapat peringkat pertama
dunia pada tahun 2005 dengan kategori penanganan traffic atau lalu lintas kapal pada
pelabuhan terbaik (http://www.jp.com.sg/, 2011).

Gambar 2. Lay Out Pelabuhan Jurong Port Singapura


Sumber : (Jurong port Singapura)
Pelabuhan singapura merupakan salah satu pelabuhan terbesar di wilayah asia
pelabuhan ini memiliki fasilitas antara lain :
Fasilitas kontainer di Port of Singapore Authority ( PSA )
1. Tempat buang jangkar kapal : 44
2. Panjang dermaga : 12,800 m
3. Area: 436 hektar
4. Max Draft: 16 m
5. crane : 143
6. Rancangan kapasitas : 24,700 kTEU
Fasilitas Jurong Port Singapura
1. Tempat bersandar kapal: 23
2. Panjang sandaran kapal : 4,545 m
3. Kapal maksimum draft: 16 m

4. Kapal maksimum Ukuran: 150,000 metric ton bobot mati ( DWT)


5. Area: 1.2 km Zone perdagangan bebas, 320,000 m Zona perdagangan tidak
bebas
6. Gudang Fasilitas: 280,000 m
Sumber : Jurong Port Singapura
C. Arus Lalu-lintas Perdagangan Pelabuhan Tanjung Priok dan Singapura
Pelabuhan Tanjung Priok memiliki dua hinterland yaitu Filipina dan
indonesia, Tanjung priok menjadi tempat transit dan pengiriman barang yang berasal
dari Filipina dan Indonesia, akan tetapi Pelabuhan Tanjung Priok tidak dapat langsung
merngrimkan barang keluar negeri dikarenakan kapasitas dan fasilitas pelabuhan
yang belum memadai. Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan Gateway Port
(pelabuhan yang bersifat regional yang hanya mampu menjadi tempat transit dan
peringiriman barang untuk jenis kapal-kapal kecil yang berasal dari pelabuhanbelabuhan lokal dan juga pelabuhan-pelabuhan feeder yang ada di wilayah sekitarnya,
untuk pengiriman internasional Indonesia masih melalui Singapura. (Braid, 2006)
Pelabuhan Singapura telah berkembang pesat sejak tahun 1970 dan menjadi
pelabuhan transshipment hub terbesar di Asia Tenggara bahkan di dunia karena
lokasinya yang strategis. Sistem pengiriman Pelabuhan Singapura memiliki skala
yang besar dan mencakup sebagian besar pelabuhan di Asia Tenggara. Pelabuhan
Tanjung Priok menjadi hub port sistem lain pengiriman kecil dan memiliki pengaruh
di beberapa pelabuhan di Filipina dan Indonesia. (Notteboom, 2004)
Pelabuhan Singapura adalah sebuah hub port global yang menunjukkan
konektivitas yang relatif tinggi dan kerjasama, khususnya dilayanan jaringan operator
independen. Popularitasnya sebagai pelabuhan persinggahan di banyak pelayaran
kapal mungkin disebabkan terutama untuk kondisi cuaca yang menguntungkan dan
lokasi geografis yang menguntungkan yang menguntungkan dengan akses laut
alamiah. Pelabuhan Singapura terletak di perhubungan rute perdagangan utama dan

terutama posisi yang baik untuk Utara-Selatan perdagangan dengan Australia dan
Intra-Asia perdagangan ekonomi lainnya alasan yang mempromosikan Singapura
sebagai sebuah hub port global yang termasuk lingkungan usaha yang kondusif dan
berkembang dengan baik infrastruktur yang menarik investasi asing dan
meningkatkan ekspor domestik dan impor; perputaran waktu yang cepat dan
kehadiran fasilitas pada sisi-darat seperti taman dan pusat-pusat distribusi logistik
canggih yang menarik volume transshipment. Dalam terakhir dekade, pertumbuhan
ekonomi yang luar biasa pada ekonomi Asia raksasa juga meningkatkan kinerja
pelabuhan kecil (Notteboom, 2004).
Pelabuhan Singapura memiliki wilayah hinterland yang lebih besar
diantaranya yaitu negara-negara, Asia tenggara, Samudra Hindia, Teluk Persia, dan
Samudra Pasifik. Pelabuhan Singapura merupakan pelabuhan yang memiliki kelas
sebagai pelabuhan Internasional (Internasional Hub) salah satunya adalah jurong port
yang memiliki akses global untuk pengiriman barang keseluruh negara di dunia.
(Notteboom, 2004). Pelabuhan singapura hanya digunakan sebagai tempat
perpindahan barang atau bongkar muat dan kemudian untuk di teruskan ke negaranegara tujuan. (Gambar 3)

Gambar 3. Arus Lalu-lintas Perdagangan dunia


Sumber : Wang, C. J. (2008). Jurnal Spatial organization of world maritime container
transportation networks. Geographical Research

10

Keterangan: gambar garis-garis biru pada gambar 3 menunjukan wilayah-wilayah


dari jangkauan pelabuhan menurut arus lalu-lintas perdagangan dunia.
D. Kepadatan Jalur Pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok dan Singapura
Wilayah pelabuhan di Asia tenggara khususnya di Pelabuhan Singapura dan
Tanjung priok merupakan salah satu jalur pelayaran yang memiliki kepadatan tinggi,
hal ini bisa dilihat pada (Gambar. 4)

Gambar 4. Kepadatan Jalur Pelayaran pada tiap pelabuhan


Sumber : Wang, C. J. (2008). Jurnal Spatial organization of world maritime container
transportation networks. Geographical Research
Pelabuhan Tanjung Priok memiliki pengguna jasa pelabuhan sekitar lebih dari
6000 per tahun, pada tahun 2006 pengguna jasa pelabuhan di pelabuhan Tanjung
Priok mencapai 7150 kapal, sekitar 596 kapal per-bulan, atau sekitar 20 kapal perhari. (Baird, 2006)
Pelabuhan Singapura sendiri memiliki pengguna jasa pelabuhan kapal-kapal
pelayaran yang paling tinggi di dunia dengan jumlah lebih dari 3000 kapal/bulan,
Singapura memiliki tiga Pelabuhan dengan untuk jumlah kapal pengiriman 20003000, 22 port untuk 1000 sampai 2000, dan 44 port untuk 500-1000. Namun,
pelabuhan hanya memiliki beberapa kapal-kapal pelayaran, kebanyakan kapal berasal

11

dari beberapa pelabuhan lainya dan sebaliknya sebagian besar pelabuhan hanya
memiliki beberapa kapal untuk pelayaran (Baird, 2006).
Kapal barang yang melalui Pelabuhan Singapura rata-rata mencapai 4703
bulanan dan 157 hari, tidak diragukan lagi, pelabuhan Singapura merupakan salah
satu pelabuhan yang sangat penting untuk pelayaran global jaringan (Baird, 2006).
E. Kepadatan Arus Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dan Singapura

Gambar 5. Kepadatan Arus Kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok Dan Singapura


Sumber : Jurnal Regional production, information-communication technology, and
developmental state: the rise of Singapore as a global container hub
Pelabuhan Tanjung priok merupakan salah satu pelabuhan yang memiliki
kepadatan arus kontainer peti kemas yang tergolong tinggi di kawasan Asia tenggara
pada tahun 2010 mencapai 8.499.004 ton (http://www.priokport.co.id, 2011).
Pelabuhan Singapura merupakan salah satu pelabuhan di Asia tenggara yang
memiliki hub port global, kepadatan arus kontainer peti kemas pada tahun 2010
mencapai

14.249.648

ton.

Pelabuhan

ini

dikelola

dibawah

PSA

(http://www.jp.com.sg/, 2011).
Pelabuhan ini berbasis lalu-lintas kontainer internasional menurut data resmi
dari jurnal-jurnal perdagangan memberikan gambaran bahwa sebagian besar

12

kontainer yang dikirim keluar negeri melalui Pelabuhan Singapura berasal dari
Indonesia, Malaysia dan negara-negara Asia tenggara lainnya. Pada tahun 1997
misalnya 60% pengiriman kontainer dari Pelabuhan Singapura berasal dari Indonesia.
(C.A.Airress 2001)
Pelabuhan Tanjung Priok sebagai feeder Pelabuhan Singapura tergolong salah
satu yang terbesar oleh karena itu sekarang ini pelabuhan Tanjung Priok Jakarta
sedang merencanakan perluasan pelabuhan untuk menandingi pelabuhan singapura
dan bertujuan untuk menjadi hub port Internasional. (C.A.Airress 2001)
Kesimpulan :
1. Pelabuhan Singapura memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik dan
memiliki luas pelabuhan yang lebih luas, dari pada pelabuhan tanjung priok.
2. Pelabuhan Singapura memilki sistem manajemen pelabuhan yang lebih baik
dibandingkan Pelabuhan Tanjung Priok.
3. Pelabuhan Singapura menjadi hub port internasional sedangkan Pelabuhan
Tanjung Priok hanya sebagai Feeder port bagi Pelabuhan Singapura.
4. Perbaikan fasilitas dan infrasruktur pelabuhan menjadi faktor penting untuk
pengembangan pelabuhan.