Anda di halaman 1dari 106

BAHAN AJAR

DASARDASAR MANAJEMEN

Program Studi Ekonomi Pertanian/


Agribisnis
Fakultas Pertanian UGM

I. PENDAHULUAN
Siapa yang membutuhkan manajemen?
Perusahaan (bisnis)
Semua tipe organisasi
Semua tipe kegiatan
Mengapa manajemen dibutuhkan ?
1.Untuk mencapai tujuan organisasi
2.Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuantujuan yang saling bertentangan
3.Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

Perlu Manajemen:

Persoalan manajemen
Kelompok

Perlu
Untuk apa

Individu

Persoalan teknis
Perlu

Efisiensi
Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
dengan benar
Derajat atau tingkat pengorbanan dari suatu kegiatan yang
dilakukan untuk mencapai tujuan
Konsep matematika :
Makna efisien yang lainnya adalah memaksimalkan
Ratio antara output (keluaran) dan input (masukan).
Output :
> Hasil
> Produktivitas
> Performance
Input :
Tenaga Kerja > Uang
Bahan Baku > Mesin
Waktu

Berbagai input yang digunakan dalam organisasi:


Organization Human
Resource

Financial
Resource

Fisical
Resource

Information

Universitas

Dosen
Karyawan
Mahasiswa

SPP
Donasi
Pemerintah

Bangunan
Kendaraan
Alat kantor

Jurnal
UU
Pendidikan
Makalah

Perusahaan

Buruh/karya Modal
wan
Profit
Manajer

Pabrik
Mesin
Bahan baku

Harga produk
Harga input
Kompetisi
forecasting

Seorang Manajer Efisien:


Manajer yang bisa mencapai Output lebih
tinggi dari input yang digunakan .
Manajer yang dapat meminimumkan biaya
penggunaan sumberdaya-sumberdaya untuk
mencapai output yang telah ditentukan .
Manajer yang bisa memaksimumkan output
dengan jumlah input yang terbatas.

Efektivitas:
Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan
yang tepat atau peralatan yang tepat untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Derajat atau tingkat pencapaian hasil yang
diharapkan
Manajer yang efektif :
Dapat memlilih pekerjaan yang harus dilakukan
atau metode/cara yang tepat untuk mencapai
tujuan

Peter Drucker mengatakan bahwa:


Efektivitas adalah melakukan pekerjaan
yang benar (doing the right things)
Efisiensi adalah melakukan pekerjaan
dengan benar (doing things right)

Pengertian Manajemen dan Manajer


Manajemen merupakan proses perencanaan (Planning),
pengorganisasian
(Organizing),pengarahan
(Actuating) dan pengawasan (Controlling) usaha-usaha
para anggota organisasi dan penggunaan sumberdayasumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan
Ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan
semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efisien.

Proses Manajemen
Perencanaan

Pengorganisasian

Pengendalian

Pengarahan

Urutan menurut teori


Urutan dalam kondisi nyata (faktual).

Proses
Proses
manajemen
manajemen

Input
Input
Sumberdaya
Sumberdaya

Planning
Planning

Organizing
Organizing

Controlling
Controlling

Actuating
Actuating

Tujuan
Tujuanefektif
efektif
&&efisien
efisien

1Tujuan: Perusahaan Perkebunan


1.
2.
3.
4.
5.

Keuntungan
Membuka lapangan kerja
Kelestarian alam (UUD 45 Pasal 33)
Konservasi
dll

Tujuan mana yang akan diutamakan tergantung:


a. Situasi dan kondisi (Situational approach)
b. Balancing antar tujuan

Manajemen :
Sebagai Ilmu (Science) :
ilmu terus berkembang
utk pembuatan keputusan
Sebagai Seni (Art)
--> perencanaan, kepemimpinan, komunikasi & segala
sesuatu yang menyangkut manusia
Sebagai Profesi:
Profesional:
pembuatan keputusan berdasarkan prinsip
umum: pendidikan formal
Para profesional mendapatkan status
karena prestasi bukan favorit, suku dan kriteria

MANAJER
setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan
dan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya Manajer
diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:
1.Menurut hierarkhi/tingkatan:
* Tinggi (Top Manager)
* Menengah (Middle Manager)
* Bawah (Lower Manager)
2. Menurut tanggungjawab dalam organisasi
* Manajer Umum (General Manager)
* Manajer Fungsional (Functional Manager)

Tingkatan Manajer :
1.Manajer Puncak: bertanggungjawab atas
keseluruhan manajemen organisasi.
Contoh: Direktur, Presiden, Kepala dsb
2.Manajer Menengah: membawahi dan
mengarahkan kegiatan-kegiatan para
manajer lainnya juga karyawan
operasional Contoh : Kepala Seksi,
Kepala Bagian dsb
3.Manajer bawah: memimpin dan mengawasi
tenaga-tenaga operasional Contoh:
Mandor, pengawas lapangan

MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM


1.Manajer fungsional: mempunyai tanggung
jawab hanya atas satu kegiatan organisasi
yakni produksi, pemasaran, personalia dan
keuangan .
2.Manajer Umum: mengatur, mengawasi
dan
bertanggung jawab atas satuan kerja
keseluruhan divisi operasi yang mencakup
semua atau beberapa kegiatan fungsional
satuan kerja .

Perusahaan Kelas Dunia


Perusahaan

Human Capital

Konsep
Kompetensi
Koneksi
Kredibilitas
Kepedulian

Modal
Modal
Modal
Modal
Modal
Modal

17

Intelektual
Emosional
Ketabahan
Sosial
Etik
Kesehatan

Modal Intelektual
Modal Intelektual

Pengetahuan yang dimiliki, keluasan wawasan,


kreatifitas, kemauan belajar, serta potensi IQ
yang tinggi).
Inovasi berbagai produk baru, inovasi
pelayanan, dan inovasi proses bisnis yang
akhirnya meningkatkan mutu produk, mutu
pelayanan (Quality) ,
pengurangan waktu dalam proses produksi dari
rancangan sampai ke produk jadi (time), dan
pengurangan harga produk (price).

Modal Intelektual
Rajin belajar (Learner) dari buku, diskusi, dan alam
semesta
Mempertanyakan apa yang ada dibalik sesuatu
fenomena (double loop learning)
Merenung Perubahan yang akan terjadi di masa
depan dan dampak positif dan negatif dari
perubahan pada diri sendiri, keluarga, perusahaan,
dan bangsa.
Berfikir di luar kebiasaan (out of box thinking)

Modal Intelektual
Berfikir melebar (divergent) dan memusat (convergent)
secara berimbang.
Mempertanyakan cara kerja yang lama, dengan
mencari cara kerja baru yang lebih baik, efektif dan
efisien.
Multi-tasking (memperluas pengetahuan dan
kemampuan agar mampu melakukan berbagai tugas).
Kemampuan Komunikasi menggunakan bahasa
Inggeris dan Information Communication Technology.

Modal Emosional
Kesadaran Pada Diri
Kemampuan untuk mengenal diri sendiri,
keunggulan dan kelemahan pada berbagai
aspek diri
Kesadaran emosi: Memahami emosi
sendiri (emosi sehat dan tidak sehat)
Kemampuan menilai diri ( Mengenal
kekuatan diri serta manfaatnya pada diri)
Rasa percaya diri (Merasa diri berharga
dan memiliki kemampuan).

Modal Emosional
Kemampuan mengontrol diri

Kemampuan mengontrol emosi yang


merusak dan impuls yang negatif.
Kejujuran pada diri sendiri dan
orang lain
Bertanggungjawab atas tindakan
sendiri

Kemampuan mengelola diri

Tidak kaku di dalam menghadapi


perubahan
Tidak mempermasalahkan hal-kecil,
dan mudah beradaptasi dengan
perubahan

Modal Emosional
Motivasi:

Berusaha agar mencapai sesuatu


standar prima dalam hidup.
Komitmen :
Menyesuaikan diri dengan
komitmen bersama
Inisiatif
Kemampuan untuk membuat
gagasan dan
melaksanakannya
Optimisme
Tabah dalam mencapai tujuan
walaupun banyak hambatan

Modal Emosional
Empati
Empati
Kemampuan
Kemampuanmerasakan
merasakanapa
apayang
yangdirasakan
dirasakanoleh
oleh
orang
oranglain.
lain.
Memahami orang lain
Memahami orang lain
Pemahaman terhadap perasaan dan cara pandang orang lain
Pemahaman terhadap perasaan dan cara pandang orang lain
Mengembangkan orang lain:
Mengembangkan orang lain:
Memiliki sensitifitas terhadap kebutuhan orang lain untuk
Memiliki sensitifitas
terhadap
kebutuhan
orang lain untuk
berkembang
dan
menjadi
dirinya
sendiri.
berkembang dan menjadi dirinya sendiri.
Melayani orang lain
Melayani orang lain
Kemampuan untuk mengantisipasi dan mengenali serta
Kemampuan untuk mengantisipasi
dan mengenali serta
memenuhikebutuhan
orang
lain
memenuhikebutuhan orang lain
Kemampuan menerima keanekaragaman
Kemampuan menerima keanekaragaman
Menyadari bahwa di dunia ini banyak keanekaragaman yang
Menyadari
bahwa di dunia ini banyak keanekaragaman yang
harus
diterima
harus diterima

Modal Sosial
Modal Sosial

Kemampuan membangun network dan


bekerjasama dengan orang lain, membangun
silaturahmi, dan berbagai wawasan dan saling
belajar.
Network ke dalam dan keluar perusahaan dengan
mitra bisnis, pelanggan dan pemerintah).
Modal sosial akan memungkinkan perusahaan
menengetahui selera pelanggan baik dari jenis
dan mutu produk, mutu pelayanan, dan harga
perusahaan.

Modal Sosial
Ketrampilan sosial & Kecerdasan Kultural
Kemampuan memahami kanekaragaman budaya dan
latar belakang karyawan.
Kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan
membuat orang lain mau mengikuti keinginannya
dengan suka rela.
Kemampuan mempengaruhi orang lain (persuasi, apresiasi)
Kemampuan komunikasi dengan bahasa enak dan jelas
Manajemen konflik yang membuat semua orang merasa
menang.

Modal Ketabahan
Keunggulan dalam bisnis akan besar
kemungkinan terjadi kalau para pelaku
bisnis memiliki adversity (ketabahan
dalam menghadapi kesulitan dan
tenang dalam menghadapi masalah).
Befikir positif dan memiliki Can do
attitude

Modal Spritual/Moral/ Etikal


Bekerja adalah ibadah , Berbagi
ilmu adalah ciri orang yang mulia ,
orang yang berilmu dan beriman
dimuliakan Tuhan. Kejujuran,
perkataan dan perbuatan selalu
sejalan, amanah.
Memahami, menghayati dan
mepraktekkan etika bisnis dan
prinsip Good Corporate Governance.

Modal Kesehatan (6)


Sehat, tidak sakit, tidak mudah loyo,
kekuatan fisik yang tinggi, fungsi otak
berjalan baik untuk belajar dan
menambah pengetahuan.

HUMAN CAPITAL:
KOMITMEN KARYAWAN PADA ORGANISASI

Kebermaknaan
(MEANING)
Diakui sebagai
anggota
(MEMBERSHIP)
Bertambahnya
wawasan
(MASTERY)

Pekerjaan yg hebat

Perusahaan yang he
Hidup yang
menyenangkan

Kebermaknaan hidup
(Meaning)
Kebermaknaan hidup hanya akan muncul
apabila orang memiliki visi perusahaan
dan visi kehidupan yang berarti,
Melihat semua kegiatan yang dilakukan
perusahaan dan kontribusi yang diberikan
perusahaan maupun kontribusi pribadi
dengan cara yang positif.

Contoh Falsafah (Core Ideologies)


Perusahaan(1)
Merck:
Busines kita adalah business pemeliharaan dan
peningkatan kehidupan manusia. Setiap tindakan
kita diukur dari pencapaian tujuan ini. ( We are in
the business of preserving and improving human life. All
of our actions must be measured by our success in
achieving this goal.)

Johnson & Johnson


Perusahaan kita hadir untuk menghilangkan rasa
sakit dan menyembuhkan penyakit. (The company
exists to alleviate pain and disease.

Tingkat & Ketrampilan manajemen


Konseptual

Tingkat
atas
Hubungan
manusiawi

Tingkat
meneng
ah
Operasional

Tingkat
bawah

Ketrampilan Manajemen
Ketrampilan Konseptual (conceptual skills):
Kemampuan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan
kegiatan serta kepentingan organisasi. Bersifat abstrak.
Ketrampilan Hubungan manusiawi (human skills):
Kemampuan memahami, bekerjasama, mendorong dan
memotivasi orang lain secara individual maupun
kelompok.
Ketrampilan Operasional/teknis (technical skills):
Kemampuan memahami, melakukan kegiatan
operasional.

Management Skills

Peranan Manajerial menurut Minzberg:


Peranan Hubungan Manusiawi
(Interpersonal roles)
Peranan Figur Bapak (Figure head)
sebagai simbol organisasi,
peran bersifat seremonial

Peranan Pimpinan (leader)

manajer diharapkan sebagai pimpinan anak buah


menyeleksi, melatih dan memotivasi karyawan
Henry Mintzberg

Peranan Penghubung (Liaison)

sebagai penghubung antara organisasi dan pihak luar


(pemerintah, pesaing, rekanan, yayasan konsumen, dll)
menyelaraskan hubungan organisasi dan pihak luar.

Peranan Informasi (Informational


Roles)
Monitor
aktif mencari informasi dari dalam dan luar organisasi
merupakan orang terinformasi dalam organisasi.

Diseminasi
mendistribusikan informasi ke pihak lain (utamanya pihak
dalam organisasi)
monitoring dan diseminasi merupakan tugas penting
dalam arus informasi di dalam maupun luar organisasi.

Jurubicara
wakil organisasi dlm menyampaikan informasi ke pihak
luar

Peranan Pengambil Keputusan


(Decision Roles)
Kewirausahawan
selalu berusaha memajukan organisasi
peran: mengambil keputusan penting (produk baru, merjer, dll)
Penyelesai gangguan
menyelesaikan perselisihan dengan serikat pekerja (pemogokan),
kelangkaan bahan baku, dll
Pembagi sumberdaya
mengalokasikan sumberdaya yang terbatas secara optimal agar
tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
Perunding (negosiator)
berunding dengan pemerintah tentang UMR, dengan pemasok
tentang kualitas dan harga bahan baku.
Dapat sebagai penengah pada perselisihan di dalam perusahaan

What Do Managers Really Do?

Figureheadceremonial duties
Performing

Take initiatives
Entrepreneur
Bring about change

Motivating and directing


Leader
subordinates

Handling disturbance
Disturbance handler
Damage control

Spend time networking


Liaison
with outside contacts

Delegation, authorization
Resource allocator
Resource allocation

Gathering information through


Monitor
face to face communication

Argue with others


Negotiator
to get a better deal

Pass on information to
Disseminator
subordinates
Explain things to people
Spokesperson
outside the unit

Interpersonal Role
Informational Role
Decisional Roles

Managerial Work at Different Levels


Instructing subordinates
Managing individual perf.
Managing group perf.

70%

Resource allocation
Monitor environment
Representing people

(All levels)

Importance

0%

Executives
An eye on
The outside

Middle
managers
Linking
groups

First-line
Supervisors
Supervising
individuals

II. TEORI MANAJEMEN

Teori Manajemen
Kumpulan prinsip-prinsip yang disusun secara
sistematis yang bisa membantu memajukan praktek
manajemen
Beberapa Teori Manajemen:
1. Teori Manajemen Kuno: keberadaan praktek
manajemen sporadis dan tidak ada upaya mempelajari
2. Teori Manajemen Klasik
a. Robert Owen (1771 1858): SDM dalam
produksi investasi yg paling menguntungkan adalah
pada karyawan:
perbaikan kondisi kerja:
pengurangan hari kerja standar, pembts anak dibwh
umur yg bekerja, housing, penjualan br dg harga
murah, perbaikan prosedur kerja.
b. Charles Babbage (1792 1871): efisiensi operasi
pabrik aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses
kerja akan menaikan produktivitas dan menurunkan
biaya: pembagian kerja spesialis .

Cara: setiap pekerja diberi pelatihan ketrampilan sesuai


dengan setiap operasi pabrik. Menciptakan kalkulator,
mengembangkan program komputer dan skema
pembagian keuntungan atas kerjasam yg baik antara
karyawan dan pemilik pabrik

3. Teori Manajemen Ilmiah:


a. Frederik W. Taylor (1856-1915): empat dasar
pendekatan:
Pengembangan metode ilmiah dalam setiap
pekerjaan
Seleksi ilmiah untuk karyawan spy dapat diberi
tanggung jawb sesuai dg kemampuan

Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan


Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja
Berkembangnya riset operasi, simulasi, dan otomatisasi

b. Frank Bunker Gilberth (1868-1924) dan Lillian


Gilberth (1878-1972): mengembangkan teknik
manajemen diilhami Taylor: Cara terbaik melakukan
tugas. Lillian: membantu karyawan mencapai seluruh
potensi sebagai makhluk hidup.
c. Henry L. Gantt (1861-1919):
Kerjasama saling menguntungkan antara tenaga kerja
dan manajemen
Seleksi ilmiah tenaga kerja
Sistem insentif utnuk merangsang produktivitas
Penggunaan instruksi kerja yang teoritis

4. Teori Organisasi Klasik: Henry Fayol (18411925)


Industrialis Perancis. Teori dan tehnik administrasi sbg
pedoman pengelolaan organisasi yg kompleks. Memerinci
administrasi manajemen menjadi: Perencanaan,
pengorganisasian, pemberian perintah,
pengkoordinasian,dan pengawasan.
Fayol membagi kegiatan perusahaan menjadi 6:
1. tehnik- produksi dan manufacturing product
2. Komersial- pembelian bahan baku dan penjualan produk
3. Keuangan-perolehan dan penggunaan modal
4. Keamanan-perlindungan karyawan dan kekayaan
5. Akuntansi-pelaporan dan pencatatan biaya, laba dan
hutang, pembuatan neraca dan pengumpulan data statistik
6. Manajerial:perencanaan, pengorganisasian, pemberian
perintah, pengkoordinasian,dan pengawasan.

5.Gerakan Hubungan yang Manusiawi


(tahun 1924):
Hubungan antar individu penting, hub baik
menimbulkan moral yang tinggi untuk
meningkatkan produktivitas

II. LINGKUNGAN ORGANISASI


Sebagai suatu sistem, organisasi mau tidak
mau harus berinteraksi dengan lingkungannya, dan
harus dapat menyesuaikan dengan berbagai
perubahan yang ada.

Lingkungan Organisasi ada 2:


1.Lingkungan Internal :
a. Sumberdaya
b. Budaya
c. Struktur

2. Lingkungan Eksternal:
1. Lingkungan Umum
1. Sosial demografi
2. Ekonomi dan sosbud
3. Politik
4. Dimensi internasional
6.Hukum: peraturan, kebijakan

2. Lingkungan Industri
1. Konsumen/pembeli: kualitas produk, harga terjangkau, jenis barang
sesuai dll
2. Pemasok bahan baku, karyawan, dsb.
3. Intensitas Pesaing
4. Pendatang baru
5. Barang pengganti
3. Lingkungan pesaing

II PERENCANAAN
Perencanaan: pemilihan sekumpulan kegiatan dan
pengambilan keputusan tentang: Apa yang harus
dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa.
Manager perlu memahami peranan jangka waktu
perencaanan dalam kerangka perncanaan
keseluruhan.
Rencana-rencana
Kegiatan

Jangka pendek

Membuat

Jangka menengah

rencana

Jangka panjang

2.2 Strategi perencanaan


1.
2.
3.
4.

Pendekatan sedikit demi sedikit


Menebar bibit di lahan subur: tim kecil
Penyerangan terkonsentrasi: aksi total secara menyeluruh
Kacaukan isi yang bersangkutan: mengalihkan isue yg tdk
terkait
5. Gunakan taktik keras jika perlu
6. Lepaskan tanggung jawab: dilimpahkan pada pihak lain
7. Waktu adalah penyembuh: dg berjalannya waktu kegiatan
terlaksana dg sendirinya
8. Laksanakan pada waktu yang tepat: rencanakan dg segera
saat tidak ada pertentangan
9. Hasil pemikiran beberapa orang lebih baik dari seorang: perlu
parner dan kegiatan gabungan
10. Lakukan tindakan memecah belah: pimpinan menggunakan
kekuasaannya dg memecah belah anggota

2.3 Rencana
a. Rencana strategis : ke arah mana kita menuju
1. memperhatikan masa depan
2. persaingan
3. lingkungan organisasi
Ada 3 subsistem:
1) Formulasi strategi,

2) Implementasi
3) Kontrol dan evaluasi
b. Rencana taktis : bagaimana caranya kita
sampai ke tujuan

Strategic Management Model

2.4. Langkah Perencanaan


1.Menetapkan serangkaian tujuan
2. Merumuskan keadaan saat ini:
pemahaman posisi perusahaan saat ini
dari tujuan yg akan dicapai
3.Mengidentifikasi lingkungan eksternal
(ancaman dan peluang) dan lingkungan
internal (kelemahan dan kekuatan) untuk
menetapkan strategi dan kebijakan
4.Mengembangkan program/kegiatan untuk
pencapaian tujuan

2.5. Kebijakan
a. Pertimbangan perumusan kebijakan:

1.
2.
3.
4.

Membantu pencapaian sasaran


Berdasar fakta
Ada penafsiran
Sesuaikan dengan sasaran & rekasi
pihak terkena kebijakan
5. Mantap, tepat, mudah di mengerti

b. Kebijakan tertulis (keuntungan)


1. Kontroversial
2. Terdapat jarak
3. Lebih lengkap
4. Memaksa manajer berpikir
5. Eksplisit
6. Mengurangi kesalah fahaman
c. Kebijakan tertulis (kekurangan)
1. tersebar, jatuh ke tangan yang tak benar
2. Sulit menulis yang akurat
3. Arah kaku
4. Sulit diadakan perubahan jika kondisi berubah
5. Rahasia --- tak bisa ditulis

2.6 Keuntungan Perencanaan dan Kelemahan


Perencanaan
a. Keuntungan
1. Menimbulkan aktivitas-aktivitas yang teratur
2. Semua mengarah pada tujuan
3. Dapat menekan perubahan yang akan
datang
4. Memvisualisasi yang akan datang
5. Menjawab jika ada apa-apa
6. Dasar pengawasan
7. Merangsang prestasi
8. Membantu mencapai status

b. Kerugian
1. Kegunaan ditentukan oleh asumsi
2. Masa depan tak menentu/ tak tepat
3. Biaya besar
4. Penghalang psikologis
5. Mematikan inisiatif
6. Dalam keadaan darurat menyebabkan
terhambatnya tindakan
7. Nilai praktis terbatas

2.7 Siapa pembuat perencanaan


a. Sendiri/manajer
b. Memanfaatkan saran-saran kolega
c. Manajer mengemukakan garis besar
d. Bawahan menyusun rencana lalu diajukan ke manajer

2.8 Pertanyaan Dasar Perencanaan :


a. Why : mengapa hal tersebut akan dilaksanakan
b. What : tindakan apa yang harus dilaksanakan
c. Where : dimana hal tersebut dilakukan
d. Who : Siapa yang melakukan
e. How : bagaimanakah hal tersebut dilaksanakan

2.9 Jenis rencana:


a. Prosedure: bagaimana masing-masing tugas
dilaksanakan)
b. Metoda: Cara yg ditetapkan untuk
melaksanakan maing-masing tugas
c. Standar: merupakan patokan sehingga dg
standar tsb sesuatu bisa dibandingkan
d. Budget: rencana anggaran untuk melakukan
kegiatan
e. Program: kegiatan yang perlu dilaksanakan
untuk mencapai tujuan

III. PENGORGANISASIAN
3.1. Pendahuluan
Tindakan mengusahakan hubungan kelakuan yang efektif
antara orang-orang sehingga mereka dapat bekerja sama
secara efektif dan memperoleh kepuasan pribadi dalam
hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam lingkungan
tertentu guna emncapai tujuan tertentu. pembagian
tugas agar tujuan bisa dicapai secara efektif dan efisien.
Kegunaan:
1. Sekelompok organisasi yang berbeda -- harmonis
2. Menuju ke satu arah tertentu
3. Mempertemukan bermacam-macam kepentingan
4. Memanfaatkan kemampuan
5. Menimbulkan efek yang sangat besar
6. Menimbulkan efek total >> individu sendiri-sendiri

3.2 Macam Organisasi :


1. Formal : sanksi resmi

Pekerjaan yang dibagi


Orang yang ditugasi
Lingkungan
Hubungan antar
anggota/bag. dsb

2. Non formal/informal
3.3 Kesatuan organisasi
1. Pokok
2. Tambahan --- sesuai kebutuhan

3.4. Pembagian tugas/Departemen


1. Fungsi
2. Produk
3. Daerah
4. Pembeli
5. Proses
6. Kelompok tugas
7. Material
8. Waktu
9. Dsb.

3.5. Struktur Organisasi


1. Flat
2. Tall/lini

Kebaikan
kelemahan

Kebaikan
Kelemahan
Orang lini-teknis
Orang staf - adms

3. Ekspert/fungsional
Maslah waktu
yang bersamaan

4. Staf
Tugas :
1.

Servicing

3. advising

2.

Controling

4. conseling

5. coordinating

Sistem organisasi
1. sentralisasi:
Pres

Wk.pres penj

A
Dep

B
Dep

Dep

Wk.pres.permdl

Wk.pres.prod

C
Dep

Dep

D
Dep

Manajer operatif-- para manajer pabrik


keputusan-keputusan yang ada
hubungannya dengan produksi terpusat
pada Wk. Pres. Bid. Prod

Dep

E
Dep

Dep

Dep

Keterangan:
1-6 Bagian pembelian dsb
A-E Pabrik ada manajernya

2. Desentralisasi

Pres

Wk.Pres.penj

Manj.Pab.A

Wk.Pres Prod

Manj.Pab.B

Wk.Pres Permodl

Manj.Pab.C

Manj.Pab.D

A1
A2
A3

Dep

Dep

Dep

Dep

Dep Dep

Dep

Dep

Masing-masing pabrik lebih berfungsi, punya bagianbagian (pembelian, teknik, rised, dsb)

Ciri sentralisasi:
1.Pemimpin puncak (kekuasaan, prestise)
2. Kebijakan, praktek, keputusan seragam
3. Para ahli dipusat dimanfaatkan penuh
4. Ahli yang berkualitas tinggi - scope -- luas
5. Duplikasi fungsi dihindari
6. Prosedur, pengawasan tidak berbeli-belit
7. Tim top manajemen terkoordinasi kuat

Ciri Desentralisasi
1. Delegasi pembuatan keputusan
2. Kaum generalis bisa berkembang -- posisigeneral
manajer
3. Ada ikatan & hubungan pribadi -- antusiasme baik
koordinasi pekerja baik
4. Perusahaan yang multi unit, berpencar geografis dapat
mencapai maksimal pada kondisi lokal masingmasing
5. Efisiensi naik karena manajer dekat dengan aktifitas,
tanggung jawab, cepat
6. Cepat mengenal pekerjaan dan aspek khusus
7. Rencana dapat dicoba di A lalu dikembangkan di B
dsb.
8. Resiko dapat disebarkan

Otoritas/wewenang
Kekuasaan resmi dan legal untuk menyuruh pihak
lain bertindak dan taat kepada pihak yang
memiliki otoritas. Otoritas dilaksanakan dengan
jalan membuat keputusan-keputusan dan
mengusahakan agar keputusan tersebut
dilaksanakan.
Seseorang otaritas -- mempengaruhi aktivitas
dan kelakuan individu dan kelompok.
Seseorang tanpa otoritas-- mempengaruhi
aktivitas dan kelakuan individu atau kelompok- kekuasaan

Sifat psikologis & sosial yang mempengaruhi


penggunaan otoritas:
1. Sanksi
2. Kesenangan pribadi mengabdi seseorang
3. kemahiran., keahlian, kemampuan
4. Sifat sah
5. Paksaan
6. Status
Otoritas terbatas penyelewengan sewenangwenang
sesuai dengan rencana
organisasi
Batas otoritas jumlah bawahan berapa

Batas otoritas:
Jumlah bawahan langsung-- berapa span of
control? sehingga masalah kelakuan tergantung
pada:
1. Kemampuan manajer
2. Lokasi relatif manajer pada seluruh organisasi
3. Perasaan takut pada saingan
4. Kepercayaan pada bawahan
5. Kerja sama
6. Jenis pekerjaan
Barnard (1976)

Tanggung jawab:
Kewajiban seseorang untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas yang ditugaskan sebaik
mungkin sesuai dengan kemampuan
Otoritas = tanggung jawab otoritas seorang manajer memberi tugas dan kekuasaan
ada padanya untuk membuat serta emnjalankan keputusan.
Contoh : A menyuruh B membuat paper maka B diberi otoritas untuk membuat draft
papernya.
Kapabilitas/kemampuan:
Kemampuan seseorang untuk emnjalankan tugas-tugasnya, atasan dalam memberi
tugas harus emlihat kemampuan bawahannya agar tugas yang bisa diselesaikan
dapat diselesaikan dengan baik.
Contoh: Tugas (task): membeli rokok
Wewenang (authority): membawa uang Rp10.000 dan
mengendarai motor.
Tuntutan (accountability) secptnya pulang bawa rokok 1 pak
Kapasitas (capability): Apa mampu mengendarai bebek
Perlu evaluasi staf
Kurang dari porsi -- didemosikan turun
Mampu
-dipromosikan di ikutkan kursus

- tanggung jawab
- hasil kerja
Manajer

Bawahan
- tugas
- wewenang
- minta hasil

Manajer tak mau/enggan melakukan delegasi:


1. Melakukan secara pribadi
2. Kurang menghayati
3. Takut diexpose
4. Tidak sadar
5. Ambisi
6. Enggan menanggung resiko
7. Anggapan bawahan tak mampu
Pekerjaan selau bertambah - tdk mungkin
keterbatasan
sendiri mencapai
tujuan organisasi
- harus ada rasa percaya pada bawahan -- mereka
akan melakukan tugas dengan baik

IV. MENGGERAKKAN
4.1 Rekruting
Usaha untuk memperoleh tenaga untuk menduduki pekerjaan atau
jabatan dalam organisasi
1.
Sumber tenaga kerja:
a.
luar:
Kantor tenaga kerja
Universitas / PT
Organisasi/calo
Perorangan
b. Dalam tenaga sendiri yang dipromosikan

3. Persiapan sebelum rekruting:


Harus ada manualnya yang berisi fungsi, tugas,
hak dan wewenang, apa yang dituntut,
kualifikasi.
4. Langkah-langkah:
Lamaran masuk -- dipilihi -- tes -- dipanggil
--- ditempatkan
a. Pemilihan : memenuhi syarat atau tidak
b. Tes ---- macam-macam tes (6 macam)
c. Lulus : placement, job training, orientation,
consultation, training/up grading, job rotation,
performance, rewarding

5. Faktor yang mempengaruhi :


Pekerja tetap/ tidak pindah
a. Pekerja keluar/pindah
b. Kesimpulan: manajer harus tahu apa yang
menyebabkan bawahan betah
4.2 Motivasi :
Needs
Kebutuhan
motive

insentive

to behave

Motivasi dipengaruhi oleh:


Kebutuhan pribadi
Tujuan dan persepsi pribadi
Cara mencapai

Teori Motivasi Dikelompokkan dua kategori


a) Teori Kepuasan: memusatkan perhatian pada
faktor-faktor dalam diri orang yang
menguatkan, mengarahkan, mendukung, dan
menghentikan perilaku.
b) Teori Proses: Menguraikan dan menganalisis
bagaimana perilaku dikuatkan, diarahkan,
didukung, dan dihentikan.
Kedua teori mempunyai pengaruh penting bagi
para manajer yang pekerjaannya berhubungan
dengan proses motivasi

Teori Kepuasan (Content Theories)


1. Teori Hirarki Kebutuhan (MASLOW)
a.
b.
c.
d.
e.

Physical needsKebutuhan makan, minum,


papan,bebas dari sakit
Safety needsKebutuhan kebebasan dari ancaman
Social needsKebutuhan akan teman,interaksi
Esteems needsKebutuhan akan penghargaan diri,
penghargaan dari orang lain
Self actualization needs Memenuhi kebutuhan diri
sendiri dengan kemampuan maks, ketrampilan, dan
potensi

2. Teori Dua Faktor (Herzberg)


Mengembangkan teori faktor yang membuat
orang merasa puas dan tidak puas
a.

b.
c.

Pemuas: dari diri sendiri berupa prestasi,


pengakuan, kemajuan, pekerjaan yang menarik,
tanggung jawab.
Tidak puas karena: lingkungan, kebijakan
administratif, supervisi, gaji dll
Analogi kebersihan tidak menyebabkan orang
menjadi sehat?

3. Teori Prestasi
Menjelaskan bahwa tingkah laku itu
berorientasi pada prestasi.
a. Penentu motivasi
needs for motivasi, needs for afiliation, needs for
achievement
b. Orang yang needs for achievement tinggi ?
c. Jiwa wirausaha tinggi (enterpreneur)

Teori Proses
1.Teori Harapan (VROOM)
a. Dasar-dasar asumsi:
Preferen dari sekian yang dihasilkan
Keyakinan bahwa memberikan kontribusi
b. Perlu kemampuan yang memadai dan persepsi yang
tepat tentang peranan dalam organisasi
c. Di kembangkan PORTER & LAWER
Bila tahu bahwa mampu
Bila pernah
Struktur imbalan
Upaya-penampilan-imbalan-kepuasan

2. Teori Keadilan (Equity Theory)


Bahwa karyawan membandingkan usaha mereka dan
imbalan mereka dengan usaha dan imbalan yang diterima
orang lain dalam sisituasi kerja serupa
Person: Individu yang merasa diperlakukan secara
adil/tidak adil
Comparison other: Kelompok/orang yang digunakan oleh
orang sebagai perbandingan mengenai resiko dari input
dan perolehan
Inputs: Karakteristik individual yang dibawa serta oleh
orang ke pekerjaan yang dapat dicari
Outcomes: Apa yang diterima orang dari
pekerjaannya(penghargaan,upah)

3. Teori X dan Teori Y (Mc Gregor)


Sikap manajer

Motivasi

Berdasar teori x
dan teori y

bawahan

Ciri-ciri: berdasar teori X


berdasar teori Y

produktivitas

Kesulitan memotivasi:
a. Sikap positip
b. Sikap negatif
c. Latar belakang

Cara memotivasi :
Ada 10 cara memotivasi, tinggal dipilih mana yang
cocok

4.3 Leading
1. Batasan/pengertian kepemimpinan (diktat hal 48-49)
2. Fungsi kepemimpinan: ada 7 fungsi kepemimpinan
(diktat hal. 49)
3. Kerangka dasar kekuatan untuk mempengaruhi
bawahan ada 5 (diktat hal 49)
4. Hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan pemimpin
(diktat hal 50)yaitu :
a. Kepemimpinan yang efektif
b. Kesempatan mengembangkan diri
c. Kemampuan menyelesaikan masalah
d. Kepekaan
e. Terbuka
f. Sadar akan suasana

5. Winardi: Sukses seorang pemimpin


a. Sifat bawahan
b. Sifat diperoleh
c. Skill yang diperoleh
6. Sebab-sebab terjadinya pemimpin:
a. Teori genetis
b. Teori sosial
c. Teori ekologi
7. Landasan kepemimpinan (diktat 52)
a. Landasan diplomatis
b. Landasan kepemimpinan
c. Landasan pengabdian
d. Landasan kebijaksanaan
e. Etika profesi

8. Tipe Kepemimpinan (diktat hal 53)


a. Otoriter
b. Demokratis
c. Semaunya
d. Militenstis
e. Paternalistis
f.Karismatik
9. Teori Taunenbaum & Schindt:
Teori kontinum yang terkait dengan perpaduan
antara kepribadian pemimpin dengan jenis struktur
tugas (hal 54)

10. Teori yang dikembangkan oleh Ohio State


University (hal 55)

a.
b.
c.
d.
e.

Hubungan antara consideration dengan


structure: ada 5 kemungkinan
Country club
Improvish
Middle of the rood
Task
Team

11. Teori Leadership Contingency Model adalah:


a. Hubungan pimpinan dengan anggota
b. Struktur tugas
c. Kekuasaan
12. Teori kepemimpinan Tiga Dimensi ada 12 kemungkinan
gaya kepemimpinan (diktat hal 58-59)
13. Teori kepemimpinan Situasional:
a. Ada 4 gaya kepemimpinan dan ada 4 tingkat
kematangan bawahan
b. Pemimpin harus menyesuaikan gaya
kepemimpinannya dengan tingkat kematangan
bawahan
c. Gaya: Telling (61), Selling (62), Participating (63),
Delegating (64)
d. Kematangan : M1,M2,M3,M4

13. Syarat kepemimpinan:


a. Capasity
b. Achievement
c. Responsibility
d. Participation
e. Status
14. Faktor yang mempengaruhi gaya
kepemimpinan:
a. Ciri manajer
b. Ciri organisasi
c. Ciri bawahan
d. Persyaratan tugas

4.4 Konflik
1. Konflik dalam organisasi (hal 63)
a. Perlu
b. Ada/pasti
c. Salah
2. Keuntungan dan kerugian konflik perlu dicermati, walau
tak bisa dihindarkan tapi diminimalkan kerugiannya
3. Metode penanganan
a. Mengurangi
b. Menyelesaikan
1. menang-kalah (dominasi)
2. kalah-kalah (kompromi)
3. menang-menang (integratif)

V. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN


Perencanaan

Pelaksanaan

Pengawasan

-Aktivitas

-Koreksi

-Aktivitas

-perbaikan

Proses pengawasan:
1). Mengukur hasil
2). Membandingkan dengan standar
3). Mengoreksi ------ perbaikan

Meliputi mencari keterangan apa yang sedang


dikerjakan, membandingkan hasil dengan
harapan, menyetujui atau menolak hasil,
perbaikan
Standar = rencana yang telah dibuat -- eksak
Hasil

standar -- penyimpangan : ada, tidak

Penyimpangan:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Salah standar
Situasi & kondisi yang mengharuskan
Human error
Tak terduga
Ketidakpastian
kegagalan

PENGAWASAN
Penetapan

Pengukuran

standar

Hasil
Prestasi

Apakah
sesuai
standar
ya

Tidak berbuat
apa-apa

Pengawasan

Perencanaan

tdk

Menentukan
penyimpangan

Hal yang perlu:


1. Hemat
2. Memperkecil resiko
3. Critical point
4. Principle of exeption
5. Pelaksanaan pengawasan
Menteri

1-n ; direktur jendral


P

; inspektorat jendral

Pengawas

Inspektur jendral

dalam satu departemen misl: Dep.kes


Dep.Dik Kes

Pengawasan efektif:
1) Cepat dan tidak mentolelir keterlambatan
2) Tidak mentolelir alasan yang dibuat-buat
3) Tidak mentolelir kompromis
4) Ada tanggung jawab tetap
5) Ada tanggung jawab individual
Pengawasan melalui:
1. Observasi secara pribadi
kelemahan/
2. Laporan lisan
kebaikan
3. Laporan tertulis

1). Manajemen Berdasarkan hasil:


Pekerjaan ikut menetapkan sasaran dan cara
mencapainya.
Segala sesuatu disetujui bersama antara
atasan dengan bawahan
- Membantu usaha pembinaan
- Menguntungkan pekerja & organisasi
- Memotivasi pekerja untuk giat
- Pekerja bisa membandingkan sendiri antara
apa yang dia hasilkan dengan apa yang telah
bisa disetujui bersama atasan sehingga bisa
menilai sendiri

Pengawasan menyeluruh:
- Perusahaan dianggap menjadi satu kesatuan
utuh
- Manajer bisa melihat antar hubungan, berbagai
aktivitas, keseimbangan antara tujuan dengan
usaha dan sebagainya.
yang perlu:
- Neraca
- Laporan R/L
- Laporan khusus (data penting)
----- pengertian akuntasi sangat penting

Kelemahan:
1) Awas penetapan tujuan yang satu justru
menghambat yang lain.
Misal: Bag. Pemasaran: untuk meningkatkan
penjualan sehingga ada kelonggaran beli
dikredit
Bag. Keuangan : akibatnya pihutang raguragu sehingga bertambah
2) Tingkat kesulitan masing-masing sasaran tak
sama
3) Penilian komparatif berbagai personalia agak
sulit, tidak ada faktor yang sama, sulit
diterapkan pada jabatan non manajer
= yang lain baca Buku Manajemen sendiri-sendiri

2. Manajemen Berdasarkan Sasaran:


1. Penentuan sasaran: dilakukan bersama
antara pimpinan dengan bawahan
2. Suasananya yang bebas sehingga bawahan
benar-benar ikut.
3. Pada akhir periode ada penilaian pencapaian
sasaran yang telah disepakati:
a). Sejauh mana bisa dicapai
b). Hambatab apa saja
c). dsb.

VI. PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Pengertian: Keputusan kelompok:
1. Sportif
2. Alat pemersatu
3. Anggota membuka suara
4. Disiplin kelompok
5. Memecahkan secara kooperatif

Bukan kelompok:
1. Memberikan tiap individu apa yang diinginkan
2. Memanipulasi anggota
3. Menjual ide pada anggota
4. Mengabaikan disiplin
5. Minta saran hanya melalui supervisi konsultatif
Pembuatan keputusan:
- Determinatif --- individual
- Advis kelompok
Keuntungan/kerugian:
oleh individu
oleh kelompok
---- jika keadaan krisis/kusus/segera

Keyakinan penting:
1). Issue > kemampuan manajer
2). Dapat minta pihak lain
---- manajer tetap mengambil keputusan
bawahan
B

1
2
3

4
5

atasan

Langkah-langkah : (8)
1. Waspada
2. Waktu yang cukup
3. Prioritas
4. Pisahkan diri
5. Tanyalah
6. Puas?
7. Kep tambahan
8. Bertele-tele
Model:
1. Tingkah laku
2. Informasi
3. normatif

Langkah (6)
1. mendefinisikan masalah
2. menentukan pedoman
3. indentifikasi alternatif
4. penilaian alternatif
5. memilih terbaik
6. implementasi

Anda mungkin juga menyukai