Anda di halaman 1dari 14

1

YAHUDI MENGGENGGAM DUNIA


Pustaka Al-Kautsar, 1991
William G. Carr

A.

Mukodimah
William James Guy Carr (1895 - 1959) adalah mantan Dinas Rahasia

Inggris. Ia juga menjadi Navigating Officer dari H.M.S Submarines selama


Perang Dunia I (Royal Navi Submarine Service), dan juga sebagai Naval Control
Officer dalam Perang Dunia II. Beliau juga adalah seorang penulis kenamaan.
Dia dikenal baik sebagai seorang teorist konspirasi. Banyak teori konspirasi yang
ia paparkan. Pekerjaannya sebagai mantan Dinas Rahasia Inggris membuat ia tahu
seluk beluk yahudi dan segala peryahudian, yang membawanya pada sebuah
pemikiran bahwa ada tangan tersembunyi yang menggerakkan semua peristiwa
bersejarah di dunia, salah satunya adalah Perang Dunia.
Yahudi Menggenggam Dunia adalah ungkapan yang tepat untuk
menggambarkan betapa persekongkolan internasional yahudi selama ini telah
berperan banyak dalam persejarahan dunia. Buku ini berbicara tentang sebuah
persekongkolan internasional yang bertujuan untuk menguasai dunia, dan
menciptakan one world government. Free Masonry adalah nama organisasi
rahasia ini, yang dikendalikan langsung oleh kaum nurani Yahudi dengan dibantu
oleh pemilik modal internasional yang juga adalah seorang yahudi.
Dalam buku ini, Carr mengungkapkan konspirasi yahudi yang dapat
membahayakan dunia. Dengan berbekal pengalamannya sebagai agen rahasia
inggris, beserta dokumen-dokumen tentang persekongkolan yahudi yang kendak
membuat kerusakan di dunia, Carr membuka membuka sisi lain dari cerita
sejarah.

Carr mengungkapkan dalam Revolusi Inggris, Revolusi Perancis, Revolusi


Balsheviks, hingga Perang Dunia I dan II adalah tak lain hasil dari
persekongkolan internasional yang menginginkan kekacauan di dunia ini, dan
mengambil keuntungan atasnya. Tokoh-tokoh yahudi yang terhimpun dalam
Organisasi Rahasia Free Masonry adalah orang-orang yang bertanggungjawab
atas kekacauan yang ada baik pasca perang dunia I maupun setelah Perang Dunia
II.
Dalam mengemukakan pandangannya terhadap bangsa Yahudi, Carr tidak
berdiri sendiri. Sejak zaman dahulu, bangsa Yahudi banyak mengalami
penindasan dikarenakan oleh sifatnya yang licik dan selalu membuat kerusakan.
Maka dari itu dari masa ke masa bangsa ytahudi selalu mengalami penindasan,
pengasingan, dan pengusiran oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Seorang tokoh
kemerdekaan Amerika Serikat, Benjamin Franklin memberikan pernyataannya
tentang bangsa yahudi :
Bangsa Yahudi
Ramalan Benyamin Franklin (Kutipan dari Jurnal Charles Pinsky, South
Carolina berkenaan dengan Rencana Undang-undang 1789 mengenai
pernyataan Benjamin Franklin tentang imigrasi Yahudi).
Di sana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orangorang yahudi. Di bumi mana pun Yahudi itu berdiam, mereka selalu
menurunkan tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup
mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi,
seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol.
Sejak lebih dari 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka
alami, karena mereka telah diusir dari bumi pertiwi. Perlu diketahui wahai
saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah
Palestina, mereka akan segera mencari berbagai alasan untuk tidak kembali
kesana. Mengapa? Mereka tidak lain adalah binatang Vampir (hantu yang
menghisap darah manusia). Dan seekor vampir tidak akan bisa hidup dengan
vampir yang lain. Orang Yahudi itu tidak bisa hidup dengan mereka sendiri.
Mereka harus hidup bersama orang kristen atau bangsa-bangsa yang bukan
golongan mereka.
Jiks orsng Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan UndangUndang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan
menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita
perjuangkan dengan pengorbanan darah, nyawa, harta, dan kemerdekaan pribadi
kita. Seandainya orang Yahudi itu tidak diusir dari Amerika dalam waktu 200

tahun mendatang, anak cucu kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk
memberi makan kepada orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, orang Yahudi
akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan
keuangan.
Aku ingatkan anda sekalian. Kalau anda tidak menyingkirkan orang Yahudi dari
Amerika untuk selamanya, maka anak cucu dan cicit kalian akan memanggilmanggil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak. Pikiran yang ada di
benak orang yahudi tidak seperti yang ada pada orang Amerika. Meskipun
mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan
berubah sebagaimana macan tutul tidak bisa mengubah warna tutul kulitnya.
Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus
disingkirkan dengan kekuatan konstitusi.
(teks yang asli bisa dilihat di Franklin Institute Philadelphia, Pennsylvania).

Sebenarnya sifat pengrusak bangsa yahudi telah banyak diketahui, namun


negara adidaya pada masa itu yaitu Inggris dan Perancis sekali pun tidak mampu
menghindar

dari

cengkraman

kuku-kuku

konspirasi

internasional

yang

ditunggangi para pemilik modal internasional yang menguasai perekonomian


dunia.

B.

Summary
Kita adalah orang pertama yang menyerukan di tengah
masyarakat lampau semboyan Liberte (kmerdekaan), Egalite
(kebersamaan), dan Fraternite (persaudaraan), sehingga
bangsa-bangsa dungu di dunia mengulang-ngulang semboyan
tersebut, tanpa menyadari makna dibalik itu. Bahkan karena
sikap mereka yang berlebih-lebihan terhadap semboyan
kosong itu telah menjauhkan dunia dari persaudaraan,
kebersamaan dan kebebasan pribadi yang sebenarnya.
(salah satu ungkapan dari Protokol I Sesepuh Zion
yang bocor)

Pada tahun 1770, Adam Weiz Howight, salah seorang mantan pendeta
kristen terkemuka dan profesor teologi pada Universitas Anglod Standt di Jerman.
Ia ditemukan oleh tokoh kospirasi sebagai cendakiawan yang dapat dijadikan
sekutu untuk pembuatan program-program konspirasi. Howight kemudian
menjadi kepala Organisasi Free Masonry, yang kemudian berhasil mendirikan
Free Masonry induk yang biasa disebut The Grand Eastern Lodge, yang dijadikan

sebagai pusat bagi perkumpulan Free Masonry yang tersebar di kota-kota besar
dunia.
Tahun 1778 Howight telah membuat dasar-dasar landasan program
berdarah, sebagai berikut :
1. Mengancurkan pemerintahan yang sah, dan mendongkel ajaran agama
dari pemeuknya.
2. Memecah-belah bangsa non-Yahudi menjadi berbagai blok militer
yang saling bermusuhan terus-menerus, dengan menciptakan berbagai
masalah antara blok-blok itu, mulai dari masalah ekonomi, politik,
budaya, ras, dan seterusnya.
3. Mempersenjatai blok-blok agar saling menhancurkan.
4. Menanamkan benih perpecahan dalam suatu negeri, kemudian
memecah-belah lagi menjadi berbagai kelompok. Yang saling
membenci. Dengan begitu, sendi-sendi agama dan moralitas serta
materi yang mereka miliki akan terkuras habis.
5. Mewujudkan seluruh cita-cita yang telah disusun secara bertahap,
yaitu menhancurkan pemerintah sah serta norma-norma susila,
termasuk ajaran agama dan moralitas yang menjadi pegangan
masyarakat.
Adapun taktik yang digunakan untuk memudahkan jalannya konspirasi
yang telah direncanakan oleh para tokoh Free Masonry (baca lebih jelas
dalam buku Rahasia Gerakan Free Masonry dan Rotary Club yang ditulis
oleh Muhammad Fatir Amin) adalah :
1. Menggunakan taktik suap dengan uang, disamping memakai sarana
kebebasan seks, dalam upaya menggaet tokoh yang punya kedudukan
penting dalam bidang akademik, ekonomi, sosial, dan lain-lain, yang
bisa dijadikan sasaran konspirasi. Apabila umpan yang diincar berhasil
dijaring masuk perangkap, maka dengan diam-diam para tokoh Free
Masonry mulai melilitkan tali-tali perangkap pembiusan melalui arena
politik, ekonomi, sosial, atau menjadikan mangsanya sebagai umpan
skandal yang menggemparkan. Tidak jarang para penderita itu

mengalami nasib penculikan, penyanderaan, atau bahkan pembunuhan,


termasuk pula istri dan anak-anak mereka.
2. Para tokoh Free mason yang bekerja sebagai pendidik di berbagai
lembaga pendidikan ditugaskan untuk memperhatikan anak-anak didik
yang berbakat, dan membinanya sebagai sosok manusia yang
berpandangan

anti

nilai-nilai

moral,

sehingga

kelak

mudah

dimanfaatkan oleh gerakan Free Masonry.


3. Menyiapan program kerja yang menyangkut para pemimpin Free
Masonry, untuk memperluas jaringan kerja dengan memusatkan
kegiatan pada bidang mass media, meliputi surat kabar, majalah, radio,
dan TV. Jaringan kerja ini harus ditempatkan dibawah pengawasan
Perkumpulan Yahudi Internasional.
4. Menguasai alat komunikasi dan mass media untuk dimanfaatkan
sebagai senjata dalam membuat berita yang membingungkan, atau
memalsukan kenyataan, atau memutar-balik fakta. Maka, kekacauan
dunia bisa disetir oleh mereka.
Sepeninggal Howight, kelompok Yahudi mendapat tokoh baru yang dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan Persekongkolan Yahudi. Ialah seorang
Jenderal berkebangsaan Amerika, Albert Pyke yang kemudian menyusun
rencana sebagai berikut :
1. Konspiasi internasional beranjak dari sejumlah rencana dan proyek
sebelumnya sebagai landasan dan titik tolak dari periode terakhir yang
pernah dicapai. Berdasarkan itu, sesepuh Yahudi menetapkan gerakan
Subversif

internasional

yang

berfaham

atheis

mutlak,

dan

membebaskan umat manusia dari ikatan nilai-nilai moral. Agar umat


manusia tejerumus ke dalam kebobrokan dengan menciptakan faham
ekstrem berikut : Komunisme, Fasisme, dan Zionisme Politik.
2. Langklah berikutnya adalah rencana rinci yang merupakan strategi
tepat untuk menjamin tercapainya tujuan terakhir dari kospirasi, yang
telah dicanangkan oleh para tokoh Yahudi, yaitu mempersiapkan
terjadinya perang dunia, yang apinya akan menyala tiga kali berturut-

turut. Setelah itu, gerakan konspirasi akan memetik buah sebagai


berikut :
a. Memprakarsai meletusnya perang dunia I dengan sasaran untuk
menjatuhkan pemerintahan kerajaan Rusia, kemudian menjadikan
negeri itu sebagai pusat gerakan atheis. Saat itu merupakan babak
baru bagi komunisme ideologis yang didukung kekuasaan. Dari
sini ideologi komunisme akan menyebar luas ke seluruh dunia
menghancurkan setiap perlawanan dan setiap kepercayaan agama
serta nilai-nilai moral. Para tokoh Yahudi benar-benar telah
berhasil menyulut perang yang diprakasrai itu. Langkah pertama
yang ditempuh untuk menyalakan api perang ini adalah dengan
mengadakan perselisihan tajam antara dua kekuatan dunia saat itu,
yaitu Jerman dan Inggris. Sementara itu, para pemilik modal
Yahudi internasional terus bekerja untuk memperuncing pertikaian,
dan mendorong masing-masing pihak untuk saling menggempur,
dan pecahnya perang dunia I yang membinasakan itu.
b. Memprakarsai meletusnya perang dunia II dengan tujuan memberi
kesempatan kepada komunisme untuk menguasai separo dari dunia
agar tercapai kekuatan seimbang dengan kekuatan Eropa Barat
secara keseluruhan. Ini merupakan persiapan babak ketiga untuk
menguasai dunia. Di samping itu, perang dunia II juga memberikan
peluang bagi Zionisme politik untuk mewujudkan cita-cita Yahudi,
yaitu mendirikan negara Israel di Palestina. Negara Yahudi inilah
yang direncanakan menjadi starting point bagi babak ketiga dan
terakhir.
c. Akan memprakarsai meletusnya perang dunia III dan terakhir.
Dalam butir rencana ini akan terjadi benturan Zionisme Politik
dengan para pemimpin kaum muslimin di dunia Islam, untuk
mengancurkan islam, yang dianggapnya sebagai kekuatan terakhir,
yang akan tetap melawan kekuatan setan itu. Ancaman ini punya
sasaran untuk mengancurkan dunia islam dan aqidah islamiah,
dengan melibatkan zionisme politik dan negara israel ke dalam

perang itu. Jaringan Yahudi internasional akan menjebak seluruh


negara di dunia untuk iku serta dalam kancah peperangan, yang
akan

menghancurkan

berbagai

bidang

kehidupan.

Untuk

menghancurkan aqidah islamiah, bukan rahasia lagi, bahwa


kekuatan Yahudi tengah giat-giatnya mengadakan konspirasi besarbesaran di Timur Tengah, Timur Dekat, dan Timur lainnya.
Langkah ini merupakan rangkaian dari satu rencana gila untuk
mewujudkan cita-cita Yahudi.

Inti dari setiap pembahasan yang ada dalam buku ini adalah adanya
konspirasi internasional dari perstiwa :
- Revolusi Inggris (1642 dan 1651)
- Revolusi Perancis (1718 1871)
- Revolusi Bolsheviks (1918)
- Perang Dunia I dan II
Carr mengarahkan telunjuknya pada Organisasi Internasional yang telah
memprakarsai peristiwa besar yang telah disebutkan di atas. Sikap Carr bukan
tanpa alasan, dan hanya prasangka belaka. Sebagai mantan Dinas Rahasia Inggris,
bukan tidak mungkin Carr memiliki dokumen-dokumen yang dapat membuktikan
keterlibatan konspirasdi internasional dalam peristiwa-peristiwa tersebut, seperti
yang Carr tuliskan dalam buku ini. Dalam hal ini, Carr tidak sendiri. Ia
menyertakan Lady Queensburgh, permaisuri Lord Queensburgh yang berhasil
membongkar bukti-bukti keterlibatan tokoh-tokoh yahudi Inggris dengan
pesekongkolan yang merancang meletusnya revolusi Perancis. Dalam bukunya
yang berjudul Pemerintahan Gereja Terselubung, Lady Queensburgh mencatat
bukti-bukti yang pernah ditemukan dalam sebuah manuskrip lama yang berjudul
Permusuhan Terhadap Unsur Semitik, ditulis oleh seorang Yahudi Benjamin Gold
Smidt pada tahun 1849.

C. Evaluasi

Dalam penjelasan sebelumnya telah disampaikan rencana dan taktik dari


Persekongkolan Internasional Free Masonry. Carr dengan gamblang dan dengan
bukti data yang kuat memaparkan dengan jelas wajah Organisasi terselubung
Yahudi yang mempengaruhi sejarah dunia dengan pemerintahan di balik layarnya.
Carr bukanlah satu-satunya orang yang membahas tentang Konspirasi Yahudi,
tetapi banyak buku lainnya yang ditulis oleh penulis yang berbeda yang juga
mengungkap tentang persekongkolan Yahudi tersebut, diantaranya adalah buku
Konglomerat Rothschild karya Demacy, buku Revolusi Perancis, Revolusi
Internasional-Persekongkolan terhadap Peradaban, dan sebuah buku lagi yang
berjudul Perkumpulan Rahasia, yang semuanya ditulis oleh Ny. Nesta Webster,
seorang ahli sejarah kontemporer terkemuka dari London.
Yang menarik dari permbahasan buku ini adalah sebuah sajian lebaran
demi lembaran sejarah dunia yang dikemas dalam cerita yang berbeda cerita yang
tidak ditemui dalam buku-buku sejarah SD, SMP, dan SMA. Buku ini
memperlihatkan cerita lain dari Revolusi baik itu inggris, Perancis, sampai
Bolsheviks di Rusia, dari perang dunia I dan II. Seakan menemukan fakta baru,
beserta tokoh utama yang baru dengan cerita yang berbeda dari peristiwa yang
sama. Sejarah tak selamanya berisi hal yang sebenarnya terjadi, banyak hal yang
tersembunyi di dalamnya termasuk konspirasi Yahudi.
Buku ini membahas mengenai bangsa yahudi yang kemudian mendirikan
Organisasi Rahasia Free Masonry untuk menguasai dunia. Yang menjadi
pertanyaan adalah apakah yang terlibat dalam organisasi rahasia ini adalah semua
bangsa Yahudi atau sebagian bangsa Yahudi? Carr sendiri membahas bangsa
Yahudi terbagi menjadi dua golongan, yaitu Yahudi Semitik dan Yahudi Ezkinaz
(non-semitik). Adapun asal-usul Yahudi Semitik sendiri masih dipersengketakan
oleh para sejarawan. Sebagian berpendapat, mereka adalah keturunan Nabi
Ibrahim. Beliau ini berhijrah dari kota Aur di sebelah selatan Mesopotamia,
menuju ke khuran di syiria. Di sinilah ayah Nabi Ibrahim meninggal dunia.
Kemudian Nabi Ibrahim perpindah lagi menuju Bumi Kananiah sekitar tahun 200
SM. Diantara keturunan beliau adalah nabi Yakub, yang diberi gelar Israel,
sehingga anak cucunya kelak dipanggil dengan Bani Israel. Diantara keturunan
Yakub adalah Yusuf yang pernah menjabat semacam Menteri Pertanian Mesir,

sehingga anak cucu Yakub berdiam di Mesir hingga masa Nabi Musa. Beliau
inilah yang mengajak Bani Israel keluar dari Mesir, untuk menyelamatkan diri
dari penindasan Firaun. Versi ini banyak dipegang oleh para sejarawan dan para
tokoh Yahudi sendiri.
Sebagian sejarawan lagi berpendapat, bahwa bangsa Yahudi pada
hakikatnya adalah bangsa campuran antara berbagai unsur yang dipersatukan oleh
satu nasib dan watak. Mereka hidup mengembara seperti kaum Gypsy pada masa
jahiliyah, atau seperti kaum pengembara Syatharien, dan Iyarien pada masa
dinasti Abbasiah. Dalam pengembaraannya dari satu ke lain daerah itu, bangsa
Yahudi pernah menyerbu ke kota-kota bumi kananiah, kemudian merampok dan
merampas harta penduduknya. Mereka membentuk komunitas yang memiliki
karakteristik tersendiri dan bahasa campuran antara bahasa klasik seperti bahasa
Syiriak, Akadian, dan bahasa Phinisian.
Carr pun menuliskan bahwa kaum Zionis sekarang yang jumlahnya 82%
dari seluruh penduduk adalah orang Yahudi jenis non-semitik, sesuai dengan
sumber Zionisme sendiri. Disini Carr tidak menjelaskan asal usul orang Yahudi
jenis ini, sehingga membawa pembaca pada pemahaman yang remang-remang
mengenai bangsa Yahudi yang terlibat dalam Persekongkolan internasional ini.
Yahudi sendiri adalah agama samawi yang diwahyukan Tuhan kepada
Nabi Musa dengan kitabnya adalah Kitab Turat yang diturunkan sebagai pedoman
bagi bangsa Yahudi. Dalam ajaran nabi Musa terdapat 10 perintah Tuhan yang
lebih dikenal dengan sebutan the ten commandments yang isinya :
1. Jangan menyembah ilah-ilah lain. Sembahlah Aku saja. (Keluaran
20:3)
2. Jangan membuat bagi dirimu patung yang menyerupai apapun yang
ada di langit , di bumi atau di dalam air di bawah bumi. (Keluaran
20:4)
3. Jangan menyebut nama-Ku dengan sembangan, sebab Aku, Tuhan
Allahmu, menghukum siapa saja yang menyalahgunakan nama-Ku.
(Keluaran 02:7)
4. Rayakanlah hari Sabat dan hormatilah hari itu sebagai hari yang suci
(Keluaran 20:8)
5. Hormatilah ayah dan ibumu, supaya kamu sejahtera dan panjang umur
di negeri yang akan kuberikan padamu (Keluaran 20:12)

10

6. Jangan membunuh (Keluaran 20:13)


7. Jangan berzina (Keluaran 20:14)
8. Jangan mencuri (Keluaran 20:15)
9. Jangan memberi kesaksian palsu tentang orang lain (Keluaran 20:16)
10. Jangan menginginkan kepunyaan orang lain : rumahnya, isterinya,
hamba-hambanya,

ternaknya,

keledainya,

atau

apapun

yang

dimilikinya. (Keluaran 20:17)


Itulah ajaran yang dibawa melalui Musa, yang kemudian dikhianati oleh
kaumnya dengan menyembah patung emas anak sapi yang dibuat oleh Samiri
(yang tak lain adalah dajjal yang datang pada masa Nabi Musa), sepeninggal Nabi
Musa ketika menerima wahyu di bukit Sinai.
Adapun dewasa ini, dasar yang melandasi pola pikir dan tingkah-laku
Yahudi tidak lain adalah ajaran Talmud, yaitu pedoman rahasia yang tidak
diketahui dengan pasti, kecuali oleh mereka sendiri (baca Talmud oleh Dr. Zafarul
Khan). Dengan demikian saya setuju dengan yang diungkapkan Carr bahwa
kedudukan ajaran agama Yahudi sebagai agama samawi telah cenderung berubah
menjadi organisasi rahasia. Para peneliti Talmud, diantaranya Prof. Ahmad
Syarqawy dari Mesir, menegaskan jika Talmud merupakan kitab Hitam alias kitab
yang berasal dari ajaran Lucifer, sang Pangeran Kegelapan. Adapun beberapa isi
kitab Talmud- Zionis (dikutip dari http://m.eramuslim.com/berita/tahukahanda/talmud-yahudi-zionis.htm) diantaranya adalah :
hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non
Yahudi bukanlah manusia, emlainkan binatang. (Kerithuth 6b hal.78,
Jebhammoth 61a)
Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani
orang-orang Yahudi. (Midrasch Talpoith 225)
Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang0orang Yahudi,
melainkan hanya marah kepada orang-orang non Yahudi (Talmud
IV/8/4a)

Terhadap Talmud dan Zionisme, di Amerika dan Inggris, juga di beberapa


negara Eropa, terdapat komunitas Yahudi Neturei Karta yang mengklaim sebagai
orang-orang Yahudi yang masih memegang erat Taurat dan menganggap Talmud

11

dan Zionisme sebagai penghianatan terhadap Taurat Musa. Komunitas ini


seringkali melakukan aksi unjuk rasa menentang kebiadaban tentara israel
bersama-sama dengan berbagai elemen kemanusiaan yang tersebar di berbagai
belahan dunia.
Untuk itu, ada baiknya Carr lebih menjelaskan bahwa Yahudi yang
sekarang disebut sebagai Free Mason dan Zionis dengan kitab Talmud, yang telah
jauh

meninggalkan

ajaran

Yahudi

yang

dibawa

oleh

Musa,

bukan

mengatasnamakan semua bangsa Yahudi.


Dalam buku ini disebutkan bahwa Konspirasi Internasional ada dibelakang
Revolusi Inggris. Lalu bagaimanakah kekuatan di balik layar ini masuk dan
mendalangi revolusi Inggris? Carr menyebut naman seorang pemilik modal
Yahudi berkebangsaan Belanda bernama Minashbech Ben Esrael yang membiayai
penggulingan tahta kerajaan Inggris (Raja Charles I) melalui seorang panglima
kenamaan Inggris Olivander Cromwell.
Keterlibatan Cromwell dalam persekongkolan Yahudi internasional
diungkapkan oleh Alfred Douglas dalam majalah mingguan Plain English edisi 3
Spetember 1921. Ternyata ada dokumen berupa sebuah surat rahasia berbahasa
Jerman yang dikirim oleh Cromwell kepada pimpinan perkumpulan Yahudi Ebenz
Brant yang berencana untuk membuat Raja Charles melarikan diri, dan kemudian
ditangkap dan dihukum mati. Buku-buku sejarah mencatat bahwa revolusi Inggris
terjadi karena kehendak rakyat, namun Carr membuka sebuah fakta bahwa ada
tangan dibalik layar yang memprakasai jatuhnya tahta Raja Charles.
Revolusi Perancis yang dalam buku sejarah dilatarbelakangi oleh
ketidakstabilan dan diskriminasi hak, raja Louis XIV yang bertindak sewenangwenang, keadaan keuangan kerajaan defisit dikarenakan Ratu Maria Antoinette
yang suka hidup bermewah-mewahan disaat keuangan negara defisit. Namun,
disini Carr membuka sisi lain dari revolusi Perancis yaitu keterlibatan konspirasi
yahudi dengan bukti dokumen.

12

Mazzini, Lenin, Stalin, adalah sebagian nama besar yang diungkap oleh
Carr sebagai boneka persekutuan internasional. Disini, Carr sangat berani dengan
apa yang ia ungkapkan mengenai Tokoh-tokoh sejarah tersebut, mengapa bias
demikian? Karena Carr tidak berbicara isapan jempol belaka, ia berbicara
bersamaan dengan bukti dokumen yang ia dapatkan dari berbagai sumber dan dari
pengalamannya sebagai mantan agen rahasia Inggris.

D.

Kesimpulan
William G. Carr menggambarkan Yahudi sebagai sebuah bangsa yang

sangat berpengaruh dalam percaturan dunia dengan organisasi terselubung yang


dikenal dengan Free Masonry. Free masonry ini bertujuan untuk menciptakan
sebuah pemerintahan satu dunia (one world government), sehingga kekuasaan ada
pada bangsa Yahudi yang merasa sebagai bangsa piliha Tuhan. Konspirasikonspirasi mereka diantaranya adalah meruntuhkan setiap pemerintahan yang
kuat, sehingga mereka dapat menancapkan kuku-kuku mereka di dalamnya dan
mampu sesuka hati mengendalikan keadaan.
Revolusi Inggris, Renaisanse di Perancis, Revolusi Bolshevik di Rusia,
Konsprasi Ideologi, Perang Dunia I, dan Perang Dunia II adalah salah satu
diantara konspirasi dimana tangan-tangan mereka (Free Masonry) yang bremain
di belakang layar, dan memporak-porandakan peradaban manusia.
Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk semua kalangan, terutama
kaum pelajar. Sebagai penambah pengetahuan, karena sejarah yang kita temui di
buku-buku usang perpustakaan SMP atau SMA belum tentu menuliskan
kebenaran. Agar cakrawala kita bertambah dan mampu melihat beberapa sisi lain
dari kejadian di dunia.

E. Daftar Pustaka

13

http://freemasonry.bcy.ca/anti-masonry/carr.html
http://en.wikipedia.org/wiki/William_Guy_Carr
http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/12/sejarah-freemasonry/
http://www.ushmm.org/outreach/id/article.php?ModuleId=10007689
http://www.islampos.com/mengenal-sejarah-kitab-talmud-1-59144/
http://sejarah.kompasiana.com/2013/09/07/asal-usul-bangsa-israel-589550.html
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/02/revolusi-industri-di-inggrispengertian-pengertian-dampak-akibat-latar-belakang-pengaruh.html
http://chaerolriezal.blogspot.com/2013/05/sejarah-meletusnya-revolusiperancis.html
http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/03/sejarah-revolusi-rusia-oktoberbolsheviks-persitiwa-latar-belakang-dampak-akibat-tujuan-tokoh.html
http://l32central.tripod.com/pd.htm
http://munikasulistiawati.wordpress.com/2013/02/04/perang-dunia-1-dan-2lengkap
http://eko-juli-saputra.blogspot.com/2012/08/latar-belakang-terjadinya-perangdunia-1.html

NINA MINAWATI MUHAEMIN


NIM 6111121004
ILMU PEMERINTAHAN 2012
FISIP-UNJANI

14