Anda di halaman 1dari 9

TENAGA KERJA

INDUSTRI JASA
KONSTRUKSI

CIRI-CIRI INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


Rincian kegiatan dasar industri barang antara lain sebagai berikut :
Produk berbentuk fisik, yang dapat dilihat sebelum dibeli.
Mengolah bahan mentah/baku menjadi barang jadi.
Diproduksi lebih dulu baru dijual.
Memerlukan biaya investasi yang relatif bernilai besar.
Produk dapat disimpan.
Standar produk relatif tetap/sama.
Lokasi produksi umumnya tetap dan bersifat statis.
Diproduksi lebih dahulu baru dikonsumsi.

CIRI-CIRI INDUSTRI JASA KONSTRUKSI

Rincian kegiatan dasar industri jasa antara lain


Produk tidak berbentuk fisik ( misal berupa pelayanan ).
Tidak mengolah bahan mentah / bahan baku.
Dijual/ditawarkan lebih dulu, baru diproduksi.
Relatif tidak memerlukan investasi yang besar.
Standar produk tidak tetap (tidak sama / berbeda-beda).
Lokasi produksi umumnya tidak tetap dan bersifat
dinamis.
Diproduksi bersamaan dengan dikonsumsi.

CIRI-CIRI INDUSTRI JASA KONSTRUKSI

Ciri-ciri kegiatan pada industri jasa konstruksi :


Produk berbentuk fisik (bangunan), termasuk jenis industri barang.
Mengolah bahan baku/ bahan mentah, termasuk jenis industri barang.
Ditawarkan lebih dulu, baru diproduksi, termasuk industri jasa.
Produksi bersamaan dengan konsumsi, tetapi terkadang tidak bersa-maan
(turn key project), termasuk jenis industri barang/jasa.
Produk dapat disimpan, termasuk jenis industri barang.
Lokasi produksi tidak tetap, termasuk jenis industri jasa.
Standar produk tidak tetap, termasuk jenis industri jasa.

KARAKTER INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


1. Industri jasa konstruksi bersifat proyek bukan rutin, sehingga pelaksanaannya sangat
tergantung pada terbatasnya :
Biaya.
Mutu .
Waktu.

2. Antara satu proyek dengan proyek lainnya tidak ada yang sama, sehingga lebih dikenal
dengan keunikannya antara lain dalam hal :

Metode pelaksanaan.
Waktu pelaksanaan.
Tenaga kerja yang digunakan.
Peralatan yang diperlukan.
Bentuk dan jumlah pekerjaan yang akan dilakukan.
Keahlian yang diperlukan.
Pihak yang terlibat.

KARAKTER INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


3. Pelaksanaan proyek dilakukan tahap demi tahap, dimana setiap tahap melalui proses
pengendalian yang ketat.
4. Pihak yang terlibat cukup banyak, terutama peran masing-masing seperti :

Kontraktor.
Konsultan Perencana.
Konsultan Pengawas atau konsultan Manajemen Konstruksi.
Quantity Surveying.
Value Engineering.
Kontraktor Spesialis.
Sub Kontraktor.
Supplier bahan atau alat.
Mandor (supplier tenaga kerja).
Pemilik (owner, client, bowheer).
Dan pihak lainnya

KARAKTER INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


5. Proses produksi dalam industri jasa konstruksi berlangsung dengan sesuatu yang selalu baru
dalam bentuk berupa :

Kondisi kerja.
Lokasi kerja.
Sarana dan prasarana yang diperlukan.
Suasana lingkungan kerja.
Tata Letak Lapangan.
Proses kerja.
Cuaca kerja.

6. Keahlian tenaga kerja pada berbagai proyek tidak standar, dapat ditinjau dari berbagai segi
seperti :

Perilaku.
Kebiasaan / adat istiadat.
Jenis keahlian.
Komposisi kepala tukang, tukang dan pembantu tukang

TENAGA KERJA PADA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


1. Tenaga kerja dalam koordinasi perusahaan kontraktor dapat dibagi
dalam :

Tenaga kerja lapangan yang dipimpin oleh mandor.


Tenaga kerja kontraktor di lapangan.
Tenaga kerja kontraktor di kantor pusat.
Tenaga ahli.

2. Tenaga kerja industri jasa konstruksi dapat dibagi menjadi :

Tenaga kerja kontraktor.


Tenaga kerja sub kontraktor atau kontraktor spesialis.
Tenaga kerja supplier.
Tenaga kerja konsultan

TENAGA KERJA PADA INDUSTRI JASA KONSTRUKSI


Dalam industri jasa konstruksi,
tenaga kerja yang diperlukan
adalah tenaga kerja tidak
terampil (unskill), terampil
(skill), dan tenaga kerja ahli
(expert). Tenaga kerja tidak
terampil dan terampil bekerja
pada perusahaan kontraktor
melalui perantara mandor.

Tingkat keterampilan tenaga kerja yang ditentukan oleh mandor


adalah :

Kepala tukang.
Tukang.
Pembantu tukang / kenek
atau laden.