Anda di halaman 1dari 14

PETA MASALAH

PDAM

160.186

199.548

119.131

54.398
60.492

608.254

RINGKASAN EKSEKUTIF

246.310

796.121

83.302

110.777

56.129

32.028

96.234

62.385

(Agustus 2010)

306.657

144.066

340.441

224.648

287.954

1.246.182

112.883
1.001.159

996.548

217.114

187.236

133.033

16.798

43.839

JUMLAH PELANGGAN PADA SETIAP DPD

Perpamsi memiliki 29 Dewan Pengurus Daerah


(DPD) meliputi 33 Provinsi di Indonesia

EDISI DESEMBER 2O1O

62.961

PERSATUAN
PERUSAHAAN AIR MINUM
SELURUH INDONESIA

Pengantar

Persatuan Perusahaan Air Minum


Seluruh Indonesia (PERPAMSI)
adalah asosiasi perusahaan air
minum terbesar di Asia Tenggara.
Berdiri sejak 1972, PERPAMSI
mewadahi perjuangan PDAM di
seluruh nusantara untuk memajukan
pelayanan air minum perpipaan bagi
rakyat Indonesia.

Diakui bahwa pelayanan air minum


oleh para anggota PERPAMSI belum
mampu mengimbangi perkembangan
kebutuhan masyarakat secara
nasional, baik di perkotaan maupun
di perdesaan. Masalah-masalah yang
kompleks dan multidimensional
dengan tingkat ketidakpastian yang
tinggi masih dihadapi oleh mayoritas
anggota PERPAMSI.

Peta Masalah ini dibuat untuk


menggambarkan situasi terkini dari
masalah-masalah tersebut, sehingga
pihak-pihak yang berwenang memiliki
informasi dasar yang memadai untuk
memahaminya, dan kemudian dapat
mengambil langkah-langkah strategis
yang diperlukan.

Tujuan pemetaan adalah:


menginventarisasi dan
mengklasifikasi masalah-masalah
yang dihadapi PDAM
menjelaskan hubungan sebab
akibat di antara masalah-masalah
tersebut dan menemukan sumber
masalahnya
menentukan letak dan derajat
masalah
menentukan otoritas yang memiliki
tugas dan kewenangan untuk meng
atasi masalah.

Daftar isi
3
5
6
7
8

9
10
11
12
13
14
15
24
27

Fakta angka
Langkah pemetaan
Struktur masalah kinerja teknis
Masalah bidang teknik
Struktur masalah kinerja manajemen
dan keuangan
Masalah bidang manajemen dan keuangan
Masalah regulasi dan kebijakan
Peta Masalah PDAM (Relasi Stakeholder)
Masalah pengenaan PPN Non-air
Beban tarif dasar listrik dan solar
Masalah air baku dan kehilangan air
Nilai kinerja PDAM tahun 2009
Fokus penyehatan PDAM
Laporan perkembangan pengajuan
restrukturisasi utang PDAM

>> fakta angka

402

Jumlah entitas penyelenggara pelayanan air

bersih/air minum perpipaan seluruh Indonesia


per November 2010

Bentuk entitas

382
10
83 di Kota
319 di Kabupaten

Di bawah Dinas PU:


BDAM/BPAM/
BPAB/BLU/BLUD/
UPT AM

Jumlah entitas
berdasarkan jumlah
pelanggan

KINERJA

103
Kurang sehat 115
Sakit
119
Sehat

Evaluasi BPPSPAM (2009) atas 337 entitas (PDAM).


Belum ada data penilaian atas 65 entitas lainnya.

Perusahaan Daerah:
PDAM/PDAB/PAM/PD/PERUSDA

12
19
20
136
212

10

Swasta:
PT

Di atas 100.000
50.000 s.d. 100.000
30.001 s.d. 50.000
10.001 s.d. 30.000
Di bawah 10.000

STRUKTUR
MASALAH KINERJA MANAJEMEN
Rekrutmen direksi dan
pegawai tidak akuntabel
Tidak tersedia tenaga dengan
kualifikasi yang dibutuhkan

Kualitas/kompetensi
SDM rendah

SDM kurang wawasan dan kurang


penguasaan teknologi

Sistem Informasi
Manajemen lemah

Budaya kerja

Pengabaian prinsipprinsip GCG

Permendagri No. 2/2007 pasal 12 ayat


5 paragraf 4: Biaya pegawai tidak boleh
lebih dari 40% realisasi belanja operasional
perusahaan tahun sebelumnya

Kendala peningkatan
kesejahteraan pegawai

Keppres No. 80 Tahun 2003

Kendala pengadaan barang


dan jasa yang sifatnya segera

UU No. 5 Tahun 1962

Ketidakpastian
pengelolaan PDAM sebagai
BUMD

Kepmendagri No. 47 Tahun 1999


tidak memperhitungkan nilai kinerja
PDAM yang tidak punya utang lagi

Kinerja Nol

Cakupan Layanan Nasional


Data Ditjen
Cipta Karya
2009

Kinerja
MANAJEMEN
rendah

IDENTIFIKASI
MASALAH

Masih terlilit beban utang

PLN memberlakukan tarif listrik


golongan industri bagi PDAM
dan disinsentif pada jam puncak

PDAM terbebani Tarif


Dasar Listrik yang tinggi

Pertamina memberlakukan tarif


BBM golongan industri bagi PDAM

PDAM terbebani harga


BBM (solar) yang tinggi

Diskriminasi dan inkonsistensi


pengenaan PPN barang strategis
oleh Kantor Pajak

Terbebani pengenaan
PPN Non-air

META MASALAH

PDAM SAKIT

Tarif tidak full cost recovery

PDAM terbebani kewajiban


PAD dan berbagai retribusi

1. Inventarisasi & identifikasi


2. Klasifikasi masalah
3. Analisis struktur sebab akibat
4. Pemetaan masalah berdasar
kan relasi stakeholders.

PENCARIAN
MASALAH

PDAM tidak mendapat


alokasi APBD/penyertaan
modal yang memadai

Perda yang mewajibkan


PDAM menyetor PAD dan
membayar berbagai retribusi

24%

47% PERKOTAAN
11% PERDESAAN

LANGKAH PEMETAAN

STRUKTUR
MASALAH KINERJA KEUANGAN
Kurangnya komitmen
Pemda dan DPRD untuk
kemajuan pelayanan publik

8.032.099

Jumlah Pelanggan
Nasional (Agustus 2010)

Kinerja
KEUANGAN
rendah

SITUASI MASALAH
Utang jangka panjang
Angka kehilangan air tinggi
Kesulitan air baku
Tarif tidak full cost recovery
SDM tidak kompeten
Infrastruktur minim
Biaya operasional tinggi: bahan
kimia, BBM dan tarif dasar listrik
Dikenai PPN Non-air
Kurang dukungan stakeholder
Regulasi menghambat
dsb

PENDEFINISIAN
MASALAH

MASALAH SUBSTANTIF
Kinerja teknis rendah, K3
tidak terpenuhi
Kinerja manajemen rendah
Kinerja keuangan rendah

SPESIFIKASI
MASALAH
PENGENALAN
MASALAH

MASALAH FORMAL

Penyehatan PDAM

dengan peningkatan kinerja

PDAM SAKIT
Kinerja
teKnis
rendah

MASALAH BIDANG TEKNIK


NO MASALAH
1

Kinerja
ManajeMen
rendah

Kinerja
KeUanGan
rendah

Kuantitas air baku


tidak mencukupi

Tidak ada lagi sumber air


yang dapat dieksplorasi di
wilayah administrasi

Konsumsi pelanggan
lebih besar daripada
yang tercatat
3

Konflik dengan pengguna


SDA lainnya (petani,
pengusaha)
Kemarau
Kerusakan lingkungan/
gangguan pada catchment
area dan DAS

Kendala perbaikan
jaringan

Bencana alam
Jaringan sudah tua
Jenis pipa mudah rusak

Kebocoran fisik
jaringan
perpipaan

Daerah rawan air


Kondisi sosial ekonomi
masyarakat

Pencurian/illegal
connection

Modus kriminal (mencari


keuntungan)
Pencemaran limbah industri
dan rumah tangga
Sedimentasi akibat erosi/
kerusakan lingkungan di hulu
Tidak ada dana investasi (lihat
STRUKTUR MASALAH
KINERJA KEUANGAN)

Kinerja
teknis rendah,
K3 tidak
terpenuhi

Sumber air baku terbatas/debit


tidak memadai

Kerja sama regional pengadaan air baku


Membangun bendungan/embung

Konflik antar wilayah

Mediasi oleh Pemerintah Pusat dalam


koridor otonomi

Kementerian PU
Dewan SDA Nasional
Kementerian PPN
Pemerintah Daerah
Kementerian Dalam Negeri
Dewan SDA Nasional

Catchment area terganggu


sehingga debit turun drastis pada
musim kemarau

Mekanisme pembayaran jasa lingkungan


Perbaikan sistem manajemen DAS
Kebijakan perlindungan hutan

LSM
Pemerintah Daerah
Kehutanan, LH, PU

Pencemaran limbah industri dan


rumah tangga
Sedimentasi akibat erosi di hulu

Perlindungan catchment area, penegakan


hukum lingkungan, Rencana Tataruang
dan Wilayah, dan AMDAL.

Pemerintah Daerah
BPLHD
LSM

Jaringan pipa sudah tua

Penggantian pipa

Kementerian PU

Jenis pipa rentan kebocoran

Penggantian jenis pipa

Kementerian PU

Bencana alam

Bantuan teknis deteksi dan perbaikan


kebocoran

Kementerian PU
Lembaga donor

Meter tidak akurat/tidak


berfungsi

Penggantian meter secara berkala


dengan meter yang memenuhi standar

BSN
Balai Metrologi

Infrastruktur dan anggaran minim

Penyertaan modal, investasi mandiri,


hibah, kredit perbankan, kerja sama
operasi

Pemerintah Daerah
Perbankan
PKPS Bappenas

WTP Paket kapasitasnya tidak real


dan cepat turun kapasitasnya

Audit kapasitas sebelum operasi,


pemeliharaan berkala

PDAM, Pemda

Posisi pipa distribusi di badan


jalan

Reposisi pipa

Bina Marga
Pemda

PRODUKSI DAN
DISTRIBUSI
Kapasitas produksi
rendah, distribusi
terbatas

Debit sumber
tidak mencukupi

Struktur Sebab-Akibat
Masalah Kehilangan air

Infrastruktur
minim

Kinerja
keuangan
rendah

Kehilangan
pendapatan/
Pendapatan
menurun

Meter air tidak akurat


dan/atau tidak ada
meter induk

Kebocoran
jaringan pipa

Kualitas air
baku buruk

INSTANSI TERKAIT

KEHILANGAN AIR
(TEKNIS) TINGGI

Kebocoran

Sumber air baku


terbatas

USULAN PEMECAHAN

AIR BAKU

Kualitas air baku


memburuk

STRUKTUR
MASALAH KINERJA TEKNIS

Konflik antarwilayah dalam


pemanfaatan air baku lintas
wilayah

PENYEBAB MASALAH

Pencurian/
illegal
connection

Kesalahan baca
meter/human
error

NRW

(Non-Revenue Water)
Kehilangan air/air tak
berekening

Kontraktor tidak
memenuhi
spesifikasi teknis

Tekanan air
lemah

Penambahan
pelanggan
terhambat

PDAM
SAKIT

Kinerja
teknis
rendah

Cakupan
layanan
rendah

12

Masalah Pengenaan PPN Non-air


Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 2007 tentang Perubahan
Ketiga atas Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2001 tentang Impor dan atau
Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan
dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai, pada pasal 1 ayat 1 huruf g dan pasal
2 ayat 2 huruf g dinyatakan bahwa salah satu barang kena pajak tertentu yang
bersifat strategis adalah air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh Perusahaan
Air Minum, sehingga dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.
Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-539/PJ/2001 tentang Pajak
Pertambahan Nilai atas Penyerahan Air Bersih oleh Perusahaan Air Minum
antara lain mengatur:

MASALAH BIDANG MANAJEMEN DAN KEUANGAN


NO MASALAH
1

Terdapat perbedaan persepsi antara PDAM dengan Kantor Pelayanan Pajak


Daerah di mana PDAM menyatakan bahwa kegiatan pemasangan baru,
penyambungan kembali, perbaikan/penggantian meter dan pendapatan nonair lainnya (di luar pendapatan denda) adalah bagian yang tak terpisahkan dari
kegiatan menghasilkan air bersih yang kemudian diserahkan kepada pelanggan,
dan PDAM semata-mata hanyalah menyerahkan air bersih, tidak melakukan
penyerahan lain karena komponen pasang baru dan sejenisnya adalah aktiva
tetap PDAM, bukan aset pelanggan. Oleh karena itu, tidak tepat jika atas
kegiatan tersebut dikenakan PPN karena bertentangan dengan PP No. 7 Tahun
2007 dan Keputusan Dirjen Pajak No. KEP-539/PJ/2001.

Kompetensi SDM tidak


memadai/tidak sesuai
kebutuhan

PDAM di seluruh Indonesia adalah aktor utama yang berperan strategis dalam
pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015 di bidang
penyediaan akses air minum. Pengenaan PPN Non-air ini telah memberatkan
PDAM sehingga menjadi hambatan dalam memaksimalkan pelayanan.

SOP rekrutmen dengan fit and


proper test yang akuntabel
Komitmen Pemda, Direksi dan
karyawan
Diberikan fasilitas capacity building

Tidak tersedia tenaga dengan


kualifikasi yang dibutuhkan

Diklat dengan biaya murah atau


gratis
Sertifikasi profesi bidang air minum

Pemerintah Daerah
PDAM
PERPAMSI
Kementerian PU
Lembaga donor
LSP
DPP dan DPD PERPAMSI
Lembaga donor
Mitra twinning

Studi banding, twinning, dsb.

Human error

Penggunaan teknologi maju

Sambungan ilegal/pencurian

Melakukan pendekatan sosial dan


tindakan hukum yang tegas

Tokoh agama/masyarakat
Kepolisian
Kejaksaan

Tertinggal dalam penggunaan


teknologi informasi atau
sistem informasi yang ada
tidak terpadu/terintegrasi

PDAM mendapat bantuan untuk


membangun Sistem Informasi
Manajemen terpadu dengan
teknologi yang lebih maju, termasuk
implementasi GIS

Lembaga donor
Perbankan

Tunggakan tidak tertangani

Kelemahan administrasi
penagihan, data tagihan tidak
akurat

Pembenahan sistem administrasi


dan pelatihan tambahan bagi staf
administrasi penagihan

Internal PDAM
Perpamsi
YPTD

Pelanggan tidak mendapat


kemudahan untuk melakukan
pembayaran

PDAM tidak memiliki solusi


alternatif yang memudahkan
cara pembayaran

Inovasi dalam pelayanan


pembayaran, sistem online, kerja
sama (misalnya dengan PT Pos),
insentif bagi pelanggan yang
membayar tepat waktu, dsb.

Mitra kerja sama sistem


pembayaran online

Pelanggan VIP yang


menunggak tidak dapat
dieksekusi/diputus

PDAM tak berani melakukan


upaya paksa untuk eksekusi

PDAM melibatkan pihak kepolisian


dan kejaksaan

Kepolisian
Kejaksaan

Tidak memahami teknis


penyusunan Business/
Corporate Plan

PDAM mendapat bantuan teknis


penyusunan Business/Corporate
Plan

Kementerian Keuangan
PERPAMSI

KEHILANGAN AIR NONTEKNIS


TINGGI

SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN LEMAH
Sistem informasi manajemen
tidak efisien, meliputi
manajemen aset, manajemen
meter air, manajemen
produksi, monitoring,
billing system, pelaporan,
dokumentasi, dsb.

INSTANSI TERKAIT

SDM kurang wawasan dan


kurang penguasaan teknologi

Pembacaan meter tidak sesuai


dengan pemakaian pelanggan

Putusan Pengadilan Pajak di Jakarta yang memenangkan gugatan banding


PDAM Tirtanadi Sumatera Utara kepada Kantor Pelayanan Pajak Medan atas
pengenaan PPN Non-air seharusnya menjadi yurisprudensi bagi kasus serupa
lainnya.
Pada saat pengadaan pipa dan meter air, PDAM sudah dikenai PPN. Pengenaan
PPN atas Pendapatan Non-air berarti pengenaan pajak ganda yang jika
ditagihkan oleh PDAM kepada pelanggan akan menjadi beban tambahan yang
kontraproduktif bagi Program 10 Juta Sambungan Baru.

USULAN PEMECAHAN

SUMBER DAYA MANUSIA


Rekrutmen Direksi dan
karyawan tidak akuntabel

a. Pasal 2: penyerahan air bersih yang dialirkan melalui pipa oleh


Perusahaan Air Minum dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan
Nilai.
b. Pasal 3 ayat (1): Perusahaan Air Minum yang semata-mata melakukan
penyerahan air bersih yang dialirkan melalui pipa tidak wajib melaporkan
usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak.

PENYEBAB MASALAH

EFISIENSI PENAGIHAN
RENDAH

BUSINESS/CORPORATE PLAN
Kesulitan menyusun
Business/Corporate Plan
yang dipersyaratkan untuk
restrukturisasi utang

11
YLKI, LSM,
pers

MASALAH REGULASI DAN KEBIJAKAN


NO MASALAH

Harus mengikuti tahapan-tahapan


sesuai Keppres No. 80 Tahun 2003

Ada regulasi khusus untuk pengadaan


barang dan jasa PDAM

Kementerian Dalam Negeri


Kementerian Keuangan
Pemerintah Daerah

PENGADAAN BARANG
DAN JASA
PDAM mengalami
kesulitan dalam
pengadaan barang dan
jasa yang sifatnya segera

Pengadaan
barang dan jasa,
standar produk

Tingginya TDL
dan harga BBM

UU Perlindungan
Konsumen,
komunikasi publik,
pencitraan PDAM

Pembiayaan
pengembangan
SPAM

Supplier/produsen:
Bahan kimia, pipa,
meter air, dsb.

Lembaga
donor, mitra

Kantor
Pajak

Kementerian Dalam Negeri

BPK/BPKP

Revisi Kepmendagri No. 47/1999

Nilai kinerja PDAM yang


telah melunasi utang
sebelum kebijakan
penghapusan utang
nonpokok menjadi nol

Pengenaan
PPN Non-air

Kepmendagri No. 47 Tahun 1999


tidak memperhitungkan nilai kinerja
PDAM yang tidak punya utang lagi

PEDOMAN PENILAIAN
KINERJA

Bantuan capacity
building, twinning, dsb

Audit
keuangan

Kementerian ESDM
PT PLN

PERPAMSI

PLN memberikan tarif khusus kepada


PDAM

Biaya listrik yang tinggi


memberatkan biaya
operasional PDAM

PDAM

Tarif B to B yang diterapkan PLN bagi


PDAM

TARIF DASAR LISTRIK

Komunikasi,
koordinasi,
pelayanan

DPR RI
Kementerian Dalam Negeri

Kebijakan, regulasi,
konsultasi, aspirasi

Perpamsi dilibatkan dalam


pembahasan RUU BUMD yang baru.

Komitmen

UU No. 5/1962 tentang BUMD yang


masih berlaku sudah tidak sesuai lagi
dengan keadaan pengelolaan PDAM
pada masa sekarang

UU BUMD

Sosialisasi,
advokasi

Kementerian Dalam Negeri

Komite II

Ketentuan pemberhentian Direksi


dalam Permendagri No.2/2007 pasal
15, 16, 17

Jika Direksi masih memiliki potensi


untuk memimpin PDAM, perlu
ada ketentuan tambahan yang
memungkinkan yang bersangkutan
melanjutkan karir sebagai Direksi,
misalnya dengan dimutasi ke PDAM
lain yang dapat menerima.

APBD, penetapan
tarif, Perda

Ditambahkan ketentuan bahwa Direksi


Kementerian Dalam Negeri
diutamakan dari internal PDAM

Restrukturisasi
Utang, SDA,
evaluasi

Belum ada ketentuan untuk


mengutamakan Direksi dari internal
PDAM

Kementerian Dalam Negeri

PU, DN, Keu, PPN,


dll

Kepastian karir pegawai


PDAM hingga mencapai
jenjang Direksi

Permendagri juga memuat aturan


menyangkut kesejahteraan pegawai,
bukan hanya kesejahteraan direksi

Pemerintah
Pusat

Kesejahteraan pegawai
sulit ditingkatkan

Ketidakpastian dalam
pengelolaan PDAM
sebagai BUMD
5

Revisi Permendagri agar biaya gaji


diatur sesuai kemampuan dan
karakteristik PDAM

Permendagri No. 2/2007 pasal 12


ayat 5 paragraf 4: Biaya pegawai tidak
boleh lebih dari 40% realisasi belanja
operasional perusahaan tahun
sebelumnya

Direksi dari internal


PDAM tidak dapat
diangkat kembali jika
sudah dua kali menjabat
meskipun belum
mencapai usia pensiun
4

DPRD

ORGAN DAN
KEPEGAWAIAN

DPD RI

DPP Perpamsi
Kementerian Dalam Negeri

Kebijakan,
regulasi,
konsultasi,
koordinasi,
evaluasi,
aspirasi

Sosialisasi PP No. 16 Tahun 2005


kepada Pemerintah Daerah dan DPRD
langsung oleh Pemerintah Pusat dan
DPP Perpamsi

DPR RI

Penyesuaian tarif tidak disetujui


stakeholder

TARIF AIR

Komisi V dan VII

Kementerian Dalam Negeri


Pemerintah Daerah

Kualitas pelayanan

Perda tentang kewajiban menyetor


PAD direvisi dan retribusi dihapus

Masalahmasalah
internal

PDAM dibebani kewajiban menyetor


PAD dan membayar berbagai
retribusi lainnya

Pemerintah
Daerah

Perda tentang PAD dan


retribusi daerah

Otonomi,
APBN

Kementerian Keuangan
Direktorat Pajak

APBN,
legislasi

Perubahan pada pedoman akuntansi


PDAM untuk menyamakan persepsi

Perbankan

PPN Non-air

Terdapat perbedaan persepsi antara


PDAM dan Direktorat Pajak dalam
penetapan PDAM sebagai PKP atas
pendapatan non-air

Pelanggan,
masyarakat

PAJAK DAN RETRIBUSI

Tarif tidak full cost


recovery
3

INSTANSI TERKAIT

Relasi Stakeholders

USULAN PEMECAHAN

PETA MASALAH PDAM

PENYEBAB MASALAH

PLN,
Pertamina

10

DPD PERPAMSI RIAU DAN KEPULAUAN RIAU


1. PDAM TIRTA INDRA KAB. INDRAGIRI HULU

DPD PERPAMSI SUMATERA BARAT


1. PDAM KOTA PAYAKUMBUH
2. PDAM KOTA PADANG PANJANG
3. PDAM KOTA SOLOK
4. PDAM KAB. PASAMAN

DPD PERPAMSI SUMATERA UTARA


1. PDAM TIRTA NADI KOTA MEDAN
2. PDAM TIRTA NAULI KOTA SIBOLGA
3. PDAM MUAL NATIO KAB. TAPANULI UTARA
4. PDAM KOTA PADANGSIDEMPUAN

DPD PERPAMSI NANGROE ACEH DARUSSALAM


1. PDAM TIRTA MOUNTALA KAB. ACEH BESAR

SEHAT

1. PDAM KAB. BENGKALIS


2. PDAM TIRTA BINTAN KAB. TANJUNG UBAN
3. PDAM TIRTA INDRAGIRI KAB. TEMBILAHAN
4. PDAM TIRTA NUSA NATUNA

1. PDAM KOTA PADANG


2. PDAM KOTA BUKIT TINGGI
3. PDAM KAB. PASAMAN BARAT
4. PDAM KAB. SOLOK
5. PDAM KAB. PESISIR SELATAN

1. PDAM TIRTA KUALO KOTA TANJUNG BALAI


2. PDAM TIRTA BULIAN KAB. TEBING TINGGI

1. PDAM TIRTA DAROY KOTA BANDA ACEH


2. PDAM TIRTA ANEUK LAOT KOTA SABANG
3. PDAM TIRTA MONPASE KAB. ACEH UTARA
4. PDAM TIRTA TAWAR KAB. ACEH TENGAH
5. PDAM TIRTA NAGA TAPAKTUAN KAB. ACEH SELATAN
6. PDAM KRUENG PEUSANGAN KAB. BIREUN

KURANG SEHAT

1. PDAM TIRTA SINGKIL KOTA SINGKIL


2. PDAM TIRTA FULAWAN KAB. SEUMELUE
3. PDAM KAB. ACEH TAMIANG
4. PDAM TIRTA BENGI KAB. BENER MERIAH
5. PDAM TIRTA SEJUK KAB. GAYO LUES
6. BLUD SPAM TIRTA MON MATA, ACEH JAYA
7. PDAM TIRTA KRUENG MEUREUDU PIDIE
JAYA

1. PDAM TIRTA KEUMUNENG KOTA LANGSA


2. PDAM TIRTA PEUSADA KAB. ACEH TIMUR
3. PDAM TIRTA AGARA KUTACANE KAB. ACEH TENGGARA
4. PDAM TIRTA MEULABOH KAB. ACEH BARAT
5. PDAM TIRTA MON KRUENG BARO KAB. PIDIE

1. PDAM KAB. SOLOK SELATAN

1. BPAP KODYA DUMAI


2. PT ADHYA TIRTA BATAM
3. BPAM KAB. ROKAN HILIR
4. PDAM KAB.PELALAWAN UPT.PANGKALAN
KERINCI
5. PRUSDA KARIMUN
6. BPAM KAB. KUANTAN SINGINGI
7. BPAB SRI INDRAPURA KAB. SIAK
8. BPAB KAB. ROKAN HULU
9. PDAM DABO SINGKEP

1. PDAM KOTA SAWAHLUNTO


2. PDAM TIRTA SANJUNG BUANA KAB. SAWAHLUNTO
3. PDAM KAB. LIMA PULUH KOTA
4. PDAM TIRTA ANTOKAN KAB. AGAM
5. PDAM TIRTA ALAMI KAB.TANAH DATAR
6. PDAM KAB. PADANG PARIAMAN
1. PDAM TIRTA SIAK KOTA PEKANBARU
2. PDAM TIRTA KEPRI KOTA TANJUNG PINANG
3. PDAM TIRTA KAMPAR KAB. KAMPAR

1. PDAM TIRTA ULI KOTA PEMATANG SIANTAR


2. PDAM TIRTA SARI KOTA BINJAI
3. PDAM TIRTA DELI KAB. DELI SERDANG
4. PDAM KAB. ASAHAN
5. PDAM TIRTA BINA KAB. LABUHAN BATU
6. PDAM TIRTA LIHOU KAB. SIMALUNGUN
7. PDAM TIRTA NCIHO KAB. DAIRI
8. PDAM MUAL NAULI KAB. TAPANULI TENGAH
9. PDAM TIRTA WAMPU KAB. LANGKAT

BELUM ADA DATA PENILAIAN

SAKIT

KINERJA PDAM (evaluasi oleh BPPSPAM 2009)

16
13

Beban Tarif Dasar Listrik

PDAM adalah pelaksana pelayanan publik yang melayani semua golongan masyarakat,
baik industri, rumah tangga, maupun sosial. Pelanggan rumah tangga meliputi hampir
90% dari total jumlah pelanggan PDAM secara nasional.
Biaya terbesar dalam operasional PDAM adalah untuk biaya listrik perpompaan.
Tarif yang diberlakukan PDAM kepada pelanggan tidak signifikan dengan tarif yang
diberlakukan PLN kepada PDAM, yaitu tarif industri (B to B). Sedangkan mayoritas
pelanggan PDAM membayar tarif golongan rumah tangga.
Sejak 2005, PLN memberlakukan disinsentif bagi pemakaian listrik pada waktu beban
puncak, bersamaan dengan beban puncak pemakaian air oleh pelanggan PDAM (pukul
18.00 - 22.00), sehingga biaya listrik yang ditanggung PDAM meningkat 35%.
Biaya listrik yang tinggi menjadi beban sangat berat yang melemahkan kinerja
keuangan PDAM.
Perlu pemberlakuan tarif khusus yang adil untuk membantu PDAM meningkatkan
pelayanan.

Tarif Bahan Bakar Solar


Tidak kurang dari 280 PDAM beroperasi di berbagai Ibu Kota Kecamatan (IKK) atau
perdesaan.
Banyak instalasi pengolahan PDAM yang tersebar di IKK yang belum terjangkau
aliran listrik, sehingga instalasi itu harus digerakkan dengan genset yang banyak
mengkonsumsi bahan bakar solar.
Solar bagi kebutuhan PDAM dikenai tarif industri yang sangat mahal.
PDAM tidak dibolehkan membeli solar di stasiun pengisian BBM dengan harga
umum seperti pelanggan umum.
Mahalnya biaya bahan bakar solar membuat sebagian besar instalasi IKK tidak
mampu menutup biaya solar, sehingga banyak instalasi IKK yang tidak beroperasi.
Perlu kebijakan khusus agar tarif bahan bakar solar untuk PDAM adalah tarif biasa
(tarif umum). Alasannya, instalasi IKK di perdesaan mempunyai pelanggan dari
kalangan rakyat berpenghasilan rendah, sehingga tarif air yang mereka bayar pun
sangat rendah.

14

15

Pointer Masalah Air baku


Mayoritas PDAM saat ini menghadapi kesulitan memperoleh air baku untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan dan peningkatan cakupan layanan.
Terwujudnya target penambahan 10 juta sambungan hingga tahun 2013 sangat
bergantung pada tersedianya sumber air baku, yang diperkirakan sekitar 130 ribu
liter per detik. Sekitar 70% dari kebutuhan itu harus diperoleh dari eksplorasi sumber
baru.
Masalah air baku juga menyangkut kualitas yang memburuk. Sumber air permukaan
yang dimanfaatkan PDAM saat ini banyak yang tercemar oleh limbah industri dan
rumah tangga, juga sedimentasi yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan di hulu
Daerah Aliran Sungai. Keadaan ini memperberat biaya dan proses pengolahan air.
Konflik antar wilayah dalam pemanfaatan air baku turut memperparah situasi.
Tanggung jawab dan kewenangan dalam penyediaan dan pemanfaatan air baku
berada di pundak pemerintah, bukan PDAM.

NILAI KINERJA PDAM

Kehilangan air (Air Tak Berekening)


Secara nasional, tingkat kehilangan air rata-rata masih tinggi, antara 38 - 40%.
Tingginya angka kehilangan air adalah salah satu penyebab utama PDAM menjadi
tidak sehat (suplai air terganggu dan mengalami kerugian finansial yang besar).
Sejumlah PDAM bahkan masih memiliki jaringan pipa peninggalan zaman Belanda.
Untuk menanggulangi kehilangan teknis yang disebabkan kebocoran pada jaringan
perpipaan dan meter air yang tidak akurat, dibutuhkan biaya yang besar.
Di wilayah Jakarta, kehilangan air yang tinggi disebabkan oleh pencurian (modus
kriminal) dan/atau sambungan ilegal di kawasan rawan air oleh masyarakat yang ka
rena masalah administrasi kependudukan tak dapat dilayani PDAM.
Tidak tersedianya alternatif untuk memperoleh akses air bersih selain dari pipa PDAM,
cenderung mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan pencurian/sambungan
ilegal.

Sumber : Kinerja PDAM 2009 (BPPSPAM)


Catatan : - Evaluasi kinerja PDAM oleh BPPSPAM pada tahun 2009
menggunakan data audit BPKP tahun 2008.
- Karena belum memiliki data terbaru, beberapa PDAM
masih dinilai berdasarkan data audit sebelum 2008.

2. PDAM TIRTA BATANGHARI KAB. BATANGHARI


3. PDAM TIRTA SAKO BATUAH KAB. SAROLANGUN

1. PDAM TIRTA MAYANG KOTA JAMBI

1. PDAM TIRTA RATU SAMBAS KAB.BENGUKU UTARA


2. PDAM KAB. KEPAHYANG

KURANG SEHAT

1. PDAM KAB. TALAUD


2. PDAM KAB. TOMOHON

1. PDAM KAB. TAPIN


2. PDAM KAB. TABALONG
3. PDAM KAB. HULU SUNGAI SELATAN
4. PDAM KAB. HULU SUNGAI TENGAH
5. PDAM KAB. BARITO KUALA
6. PDAM KAB. BALANGAN
7. PDAM KAB. TANAH BUMBU

1. PDAM KOTA PALANGKARAYA


2. PDAM KAB. KOTAWARINGIN BARAT
3. PDAM KAB. BARITO SELATAN
4. PDAM KAB. BARITO UTARA
5. PDAM KAB. BARITO TIMUR
6. PDAM KAB. MURUNG RAYA
7. PDAM KAB. LAMANDAU
8. PDAM KAB. SERUYAN

1. PDAM KOTA SAMARINDA


2. PDAM KOTA BALIKPAPAN
3. PDAM KAB. KUTAI BARAT
4. PDAM KAB. MALINAU
5. PDAM KAB. BERAU
6. PDAM KAB. PASIR
7. PDAM PENAJAM PASER UTARA

1. PDAM KOTA PONTIANAK


2. PDAM KAB. KAPUAS HULU
3. PDAM KAB. PONTIANAK
4. PDAM KAB. KETAPANG
5. PDAM KAB. BENGKAYANG
6. PDAM KAB. SINTANG

KURANG SEHAT

DPD PERPAMSI BANTEN


1. PDAM KOTA TANGERANG
2. PDAM KOTA CILEGON
3. PDAM KAB. SERANG
4. PDAM TIRTA KERTA RAHARJA KAB. TANGERANG
5. PDAM KAB. PANDEGLANG

DPD PERPAMSI DKI JAKARTA

DPD PERPAMSI LAMPUNG


1. PDAM KAB. TULANG BAWANG

DPD PERPAMSI SUMATERA SELATAN DAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG


1. PDAM TIRTA MUSI KOTA PALEMBANG
1. PDAM KAB. MUSI RAWAS
2. PDAM KAB. OGAN KOMERING ULU
2. PDAM LEMATANG ENIM KAB. MUARA ENIM
3. PDAM KAB. BANYUASIN
3. PDAM KAB. MUSIBANYUASIN TIRTA RANDIK
4. PDAM KOTA PRABUMULIH TIRTA PRABUJAYA
5. PDAM KAB. OGAN ILIR
6. PDAM KAB. BANGKA TIRTA BANGKA

DPD PERPAMSI JAMBI

DPD PERPAMSI BENGKULU

SEHAT

DPD PERPAMSI SULAWESI UTARA

DPD PERPAMSI KALIMANTAN SELATAN


1. PDAM BANDARMASIH KOTA BANJARMASIN
2. PDAM KAB. HULU SUNGAI UTARA
3. PDAM KAB. KOTABARU
4. PDAM KAB. BANJAR

DPD PERPAMSI KALIMANTAN TENGAH


1. PDAM KAB. KOTAWARINGIN TIMUR
2. PDAM KAB. KAPUAS

DPD PERPAMSI KALIMANTAN TIMUR


1. PDAM KOTA BONTANG
2. PDAM KOTA TARAKAN
3. PDAM KAB. NUNUKAN
4. PDAM KAB. BULUNGAN
5. PDAM KAB. KUTAI KARTANEGARA

DPD PERPAMSI KALIMANTAN BARAT


1. PDAM KAB. SANGGAU

SEHAT

1. PDAM KAB. LEBAK

1. PAM DKI JAYA

1. PDAM WAY RILAU KOTA BANDAR LAMPUNG


2. PDAM TIRTA JASA KAB. LAMPUNG SELATAN
3. PDAM WAY BUMI KAB. LAMPUNG UTARA
4. PDAM WAY IRANG KAB. LAMPUNG TENGAH
5. PDAM LIMAU KUNCI KAB. LAMPUNG BARAT
6. PDAM WAY AGUNG KAB. TANGGAMUS

1. PDAM TIRTA SAKA SELABUNG KAB. OKU SELATAN


2. PDAM KAB. LAHAT
3. PDAM OKU TIMUR
4. PDAM PANGKAL PINANG
5. PDAM KOTA LUBUK LINGGAU TIRTA BUKIT SULAP
6. PDAM KAB. BELITUNG
7. PDAM KAB. OGAN KOMERING ILIR TIRTA AGUNG

1. PDAM TIRTA PENGABUAN KAB. TANJUNG JABUNG


BARAT
2. PDAM PANCURAN TELAGO KAB. BUNGO
3. PDAM TIRTA SAKTI KAB. KERINCI
4. PDAM TIRTA MUARO KAB. MUARO JAMBI
5. PDAM TIRTA MUARO KAB. TEBO
6. PDAM TIRTA BUANA KAB. MERANGIN

1. PDAM KOTA BENGKULU


2. PDAM KAB. BENGKULU SELATAN
3. PDAM KAB. REJANG LEBONG
4. PDAM TIRTA SELAGAN KAB. MUKO-MUKO

SAKIT

1. PT. AIR MANADO


2. PDAM KOTA BITUNG
3. PDAM KAB. MINAHASA
4. PDAM KAB. BOLAANG MONGONDOW
5. PDAM KAB. KEPULAUAN SANGIHE

1. PDAM KAB. TANAH LAUT

1. PDAM KAB. PULANG PISAU


2. PDAM KAB. GUNUNG MAS
3. PDAM KAB. SUKAMARA
4. PDAM KAB. KATINGAN

1. PDAM KAB. KUTAI TIMUR

1. PDAM KAB. SAMBAS

SAKIT

1. PDAM KOTA SERANG


2. PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI

1. PDAM WAY KANAN KOTA METRO


2. PDAM KAB. LAMPUNG TIMUR

1. PDAM KAB. TANJUNG JABUNG TIMUR

1. PDAM KAB. LEBONG


2. PDAM KAB. SELUMA
3. PDAM KAB. KAUR

BELUM ADA DATA PENILAIAN

1. PDAM KAB. MINAHASA UTARA


2. PDAM KAB. MINAHASA SELATAN
3. PDAM KAB. SITARO

1. PDAM KAB. LANDAK


2. PDAM KAB. MELAWI
3. PDAM KAB. KUBU RAYA
4. PDAM KAB. SEKADAU
5. PDAM KAB. KAYUNG UTARA

BELUM ADA DATA PENILAIAN

20
17

DPD PERPAMSI NUSA TENGGARA TIMUR


1. PDAM MATAWAI AMAHU KAB. SUMBA TIMUR
2. PDAM TIRTA KOMODO KAB. MANGGARAI

DPD PERPAMSI D.I. YOGYAKARTA


1. PDAM TIRTA MARTA D.I. YOGYAKARTA
2. PDAM KAB. GUNUNG KIDUL
DPD PERPAMSI JAWA TIMUR
1. PDAM KOTA SURABAYA
2. PDAM KOTA MALANG
3. PDAM KOTA MADIUN
4. PDAM KOTA PROBOLINGGO
5. PDAM KOTA KEDIRI
6. PDAM KOTA PASURUAN
7. PDAM KAB. PROBOLINGGO
8. PDAM KAB. JEMBER
9. PDAM KAB. GRESIK
10. PDAM KAB. SIDOARDJO
11. PDAM KAB. BANYUWANGI
12. PDAM KAB. SITUBONDO
13. PDAM KAB. MAGETAN
14. PDAM KAB. MALANG
15. PDAM KAB. MOJOKERTO
DPD PERPAMSI BALI
1. PDAM KOTA DENPASAR
2. PDAM KAB. BADUNG
3. PDAM KAB. KARANGASEM
4. PDAM KAB. BULELENG
DPD PERPAMSI NUSA TENGGARA BARAT
1. PDAM MENANG MATARAM KAB. LOMBOK BARAT
1. PDAM KAB. LOMBOK TIMUR

SEHAT

DPD PERPAMSI JAWA BARAT


1. PDAM KOTA CIREBON
2. PDAM TIRTA PATRIOT KOTA BEKASI
3. PDAM TIRTA KAMUNING KAB. KUNINGAN
4. PDAM KAB. BEKASI
5. PDAM TIRTA GALUH KAB. CIAMIS
6. PDAM TIRTA SUKAPURA KAB. TASIKMALAYA
7. PDAM TIRTA RAHARJA KAB. BANDUNG
8. PDAM TIRTA RANGGA KAB. SUBANG
9. PDAM KAB. MAJALENGKA
10. PDAM TIRTA JAYA KAB. SUKABUMI
11. PDAM KAB. PURWAKARTA
12. PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR
13. PDAM TIRTA KAHURIPAN KAB.BOGOR
DPD PERPAMSI JAWA TENGAH
1. PDAM KOTA SALATIGA
2. PDAM KOTA MAGELANG
3. PDAM KOTA TEGAL
4. PDAM KOTA PEKALONGAN
5. PDAM KAB. KENDAL
6. PDAM KAB. BOYOLALI
7. PDAM KAB. MAGELANG
8. PDAM KAB. KLATEN
9. PDAM KAB. SUKOHARJO
10. PDAM KAB. WONOGIRI
11. PDAM KAB. TEMANGGUNG
12. PDAM KAB. KEBUMEN
13. PDAM KAB. PURBALINGGA
14. PDAM KAB. BANJARNEGARA
15. PDAM KAB. TEGAL
16. PDAM KAB. KARANGANYAR
17. PDAM KAB. WONOSOBO
18. PDAM KAB. JEPARA
19. PDAM KAB. BANYUMAS
20. PDAM KAB. BATANG
21. PDAM KAB. SRAGEN
22. PDAM KAB. PEMALANG
23. PDAM KAB. KUDUS
24. PDAM KAB. CILACAP

SEHAT

1. PDAM KAB. TABANAN


2. PDAM KAB. BANGLI

1. PDAM KAB. LOMBOK TENGAH

1. PDAM KAB. KLUNGKUNG


2. PDAM KAB. JEMBRANA
3. PDAM KAB. GIANYAR

1. PDAM KAB. SUMBAWA


2. PDAM KAB. BIMA
3. PDAM KAB. DOMPU

1. PDAM KAB. ENDE


2. PDAM TIRTA CENDANA KAB. TIMOR TENGAH UTARA
3. PDAM KAB. FLORES TIMUR

1. PDAM KOTA MOJOKERTO


2. PDAM KOTA BLITAR
3. PDAM KAB. PONOROGO
4. PDAM KAB. KEDIRI
5. PDAM KAB. TULUNGAGUNG
6. PDAM KAB. PAMEKASAN
7. PDAM KAB. NGANJUK
8. PDAM KAB. LUMAJANG
9. PDAM KAB. BANGKALAN
10. PDAM KAB. TRENGGALEK
11. PDAM KAB. SUMENEP
12. PDAM KAB. LAMONGAN
13. PDAM KAB. PASURUAN
14. PDAM KAB. BLITAR
15. PDAM KAB. NGAWI

1. PDAM KOTA BATU


2. PDAM KAB. JOMBANG
3. PDAM KAB. BOJONEGORO
4. PDAM KAB. BONDOWOSO
5. PDAM KAB. TUBAN
6. PDAM KAB. SAMPANG
7. PDAM KAB. PACITAN
8. PDAM KAB. MADIUN

1. PDAM KAB. BELU


2. PDAM KAB. KUPANG
3. PDAM KAB. NGADA
4. PDAM KAB. SIKKA
5. PDAM KAB. ALOR
6. PDAM KAB. TIMOR TENGAH SELATAN
7. PDAM KAB. ROTE NDAO

1. PDAM KAB. SLEMAN

1. PDAM KAB. KULON PROGO


2. PDAM KAB. BANTUL

SAKIT

1. PDAM KOTA SEMARANG


2. PDAM KOTA SURAKARTA
3. PDAM KAB. GROBOGAN
4. PDAM KAB. SEMARANG
5. PDAM KAB. REMBANG
6. PDAM KAB. BLORA

1. PDAM KAB. DEMAK


2. PDAM KAB. PATI
3. PDAM KAB. PEKALONGAN
4. PDAM TIRTA PERWITASARI KAB. PURWOREJO
5. PDAM KAB. BREBES

KURANG SEHAT

1. PDAM KOTA BANDUNG


2. PDAM TIRTA BUMI WIBAWA KOTA SUKABUMI
3. PDAM KAB. CIREBON
4. PDAM KAB. SUMEDANG

SAKIT

1. PDAM TIRTA ANOM KOTA BANJAR


2. PDAM KAB. GARUT
3. PDAM TIRTA TARUM KAB.KARAWANG
4. PDAM TIRTA DARMA AYU KAB. INDRAMAYU
5. PDAM KAB. CIANJUR

KURANG SEHAT

1. PT. TIRTA ARTHA BUANA MULIA

BELUM ADA DATA PENILAIAN

BELUM ADA DATA PENILAIAN

18
19

FOKUS PENYEHATAN PDAM

24

21

Konsumsi air, kehilangan air dan efisiensi produksi

Konsumsi air, kehilangan air dan efisiensi produksi

3. PDAM TIRTA AGARA KUTACANE KAB. ACEH TENGGARA

Ketiga aspek lemah

4. PDAM TIRTA MEULABOH KAB. ACEH BARAT

Ketiga aspek lemah

Kehilangan air dan efisiensi produksi

Pendapatan thd total utang dan efisiensi produksi

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yg baik

DPD PERPAMSI SUMATERA UTARA

1. PDAM TIRTA ULI KOTA PEMATANG SIANTAR

2. PDAM TIRTA SARI KOTA BINJAI

Keseluruhan aspek keuangan & manajemen lemah

Konsumsi air dan struktur pelanggan lemah

4. PDAM KAB. ASAHAN

Keseluruhan aspek keuangan & manajemen lemah

5. PDAM TIRTA BINA KAB. LABUHAN BATU

Keseluruhan aspek keuangan & manajemen lemah

6. PDAM TIRTA LIHOU KAB. SIMALUNGUN

7. PDAM TIRTA NCIHO KAB. DAIRI

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi produksi yg baik

8. PDAM KAB. TAPANULI TENGAH

Ketiga aspek lemah

8. PDAM TIRTA WAMPU KAB. LANGKAT

Ketiga aspek lemah

Ketiga aspek lemah

Konsumsi air, kehilangan air dan efisiensi produksi

3. PDAM KAB. LIMA PULUH KOTA

Konsumsi air, kehilangan air dan efisiensi produksi

Ketiga aspek lemah

4. PDAM TIRTA ANTOKAN KAB. AGAM

5. PDAM TIRTA ALAMI KAB.TANAH DATAR

6. PDAM KAB. PADANG PARIAMAN

Aspek keuangan sangat lemah


Konsumsi air dan struktur pelanggan yang kurang baik

DPD PERPAMSI RIAU


1. PDAM TIRTA SIAK KOTA PEKANBARU

Ketiga aspek lemah

2. PDAM TIRTA JANGGI KOTA TANJUNG PINANG

Ketiga aspek lemah

3. PDAM TIRTA KAMPAR KAB. KAMPAR

Ketiga aspek lemah

1. PDAM KOTA BENGKULU

Ketiga aspek lemah

2. PDAM KAB. BENGKULU SELATAN

Ketiga aspek lemah, hanya kehilangan air & efisiensi


distribusi yang baik

3. PDAM KAB. REJANG LEBONG

Ketiga aspek lemah

Ketiga aspek lemah

1. PDAM KOTA TERNATE


2. PDAM KOTA KEP. TIDORE
3. PDAM KAB. HALMAHERA TENGAH

2. PDAM TIRTA SANJUNG BUANA KAB. SAWAHLUNTO

1. PDAM KOTA AMBON


2. PDAM KAB. MALUKU TENGGARA
3. PDAM KAB. MALUKU TENGGARA BARAT

1. PDAM KOTA SAWAHLUNTO

1. PDAM KOTA PALOPO


2. PDAM KAB. PANGKAJENE KEPULAUAN
3. PDAM KAB. WAJO
4. PDAM KAB. SOPPENG
5. PDAM KAB. BONE
6. PDAM KAB. TANA TORAJA
7. PDAM KAB. PINRANG
8. PDAM KAB. JENEPONTO
9. PDAM KAB. SINJAI
10. PDAM KAB. SELAYAR
11. PDAM KAB. MAMASA
12. PDAM KAB. MAJENE

DPD PERPAMSI SUMATERA BARAT

1. PDAM KOTA KENDARI


2. PDAM KAB. KOLAKA
3. PDAM KAB. KONAWE
4. PDAM KAB. MUNA

Keseluruhan aspek keuangan & manajemen lemah

1. PDAM KAB. TOJO UNO - UNO

3. PDAM TIRTA DELI KAB. DELI SERDANG

1. PDAM KOTA GORONTALO


2. PDAM KAB. GORONTALO

5. PDAM TIRTA MON KRUENG BARO KAB. PIDIE

1. PDAM KAB. HALMAHERA UTARA


2. PDAM KAB. HALMAHERA TIMUR
3. PDAM KAB. SULA
4. PDAM KAB. MOROTAI

2. PDAM TIRTA PEUSADA KAB. ACEH TIMUR

1. PDAM KAB. MAROS


2. PDAM KAB. MAMUJU UTARA

1. PDAM TIRTA KEUMUNENG KOTA LANGSA

1. PDAM KAB. KOLAKA UTARA


2. PDAM KAB. KONAWE SELATAN
3. PDAM KAB. WAKATOBI
4. PDAM KAB. BAMBANA

DPD PERPAMSI NANGROE ACEH DARUSALLAM

1. PDAM KAB. BANGGAI KEPULAUAN

KETERANGAN

1. PDAM KAB. BOALEMO


2. PDAM KAB. BONE BOLANGO
3. BLU GORONTALO UTARA

ASPEK PENILAIAN RENDAH


KEUANGAN MANAJEMEN
TEKNIS

SAKIT

PDAM

BELUM ADA DATA PENILAIAN

(dianalisis dari hasil evaluasi kinerja PDAM oleh BPPSPAM 2009)

Ketiga aspek lemah

3. PDAM TIRTA SAKTI KAB. KERINCI

Ketiga aspek lemah

4. PDAM TIRTA MUARO KAB. MUARO JAMBI

Kedua aspek lemah

5. PDAM TIRTA MUARO KAB. TEBO

Kedua aspek lemah

Ketiga aspek lemah

Kedua aspek lemah

Ketiga aspek lemah

Kedua aspek lemah

6. PDAM TIRTA BUANA KAB. MERANGIN

1. PDAM KAB. MALUKU TENGAH


2. PDAM KAB. BURU

1. PDAM KOTA MAKASSAR


2. PDAM KOTA PARE - PARE
3. PDAM KAB. BARRU
4. PDAM KAB. SIDRAP
5. PDAM KAB. GOWA
6. PDAM KAB. TAKALAR
7. PDAM KAB. BULUKAMBA
8. PDAM KAB. POLEWALI MANDAR

Konsumsi air dan struktur pelanggan lemah

2. PDAM PANCURAN TELAGO KAB. BUNGO

1. PDAM KOTA BAU BAU


1. PDAM KAB. KOLAKA

1. PDAM TIRTA PENGABUAN KAB. TANJUNG JABUNG BARAT

1. PDAM KOTA PALU


2. PDAM KAB. DONGGALA
3. PDAM KAB. POSO
4. PDAM KAB. MOROWALI
5. PDAM KAB. BUOL

DPD PERPAMSI JAMBI

1. PDAM KAB. PUHUWATO

4. PDAM TIRTA SELAGAN KAB. MUKO-MUKO

KURANG SEHAT

DPD PERPAMSI BENGKULU

Ketiga aspek lemah

5. PDAM KOTA LUBUK LINGGAU TIRTA BUKIT SULAP

Ketiga aspek lemah

6. PDAM KAB. BELITUNG

Ketiga aspek lemah

7. PDAM KAB. OGAN KOMERING ILIR TIRTA AGUNG

Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI LAMPUNG


1. PDAM WAY RILAU KOTA BANDAR LAMPUNG

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

2. PDAM TIRTA JASA KAB. LAMPUNG SELATAN

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

3. PDAM WAY BUMI KAB. LAMPUNG UTARA

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

Kedua aspek lemah

4. PDAM WAY IRANG KAB. LAMPUNG TENGAH


5. PDAM LIMAU KUNCI KAB. LAMPUNG BARAT

Ketiga aspek lemah

6. PDAM WAY AGUNG KAB. TANGGAMUS

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

DPD PERPAMSI MALUKU UTARA


1. PDAM KAB. HALMAHERA BARAT
2. PDAM KAB. HALMAHERA SELATAN

DPD PERPAMSI MALUKU


1. PDAM KAB. KEPULAUAN ARU

4. PDAM PANGKAL PINANG

DPD PERPAMSI SULAWESI SELATAN DAN BARAT


1. PDAM KAB. ENREKANG
2. PDAM KAB. LUWU UTARA
3. PDAM KAB. LUWU TIMUR
4. PDAM KAB. BANTAENG
5. PDAM KAB. MAMUJU

3. PDAM OKU TIMUR

DPD PERPAMSI SULAWESI TENGGARA


1. PDAM KAB. BUTON

DPD PERPAMSI SULAWESI TENGAH


1. PDAM KAB. TOLI -TOLI
2. PDAM KAB. BANGGAI

2. PDAM KAB. LAHAT

DPD PERPAMSI GORONTALO

1. PDAM TIRTA SAKA SELABUNG KAB. OKU SELATAN

SEHAT

DPD PERPAMSI SUMATERA SELATAN

1. PDAM KAB. BIAK NUMFOR


2. PDAM KAB. MANOKWARI
1. PDAM KAB. MERAUKE
2. PDAM KAB. NABIRE
3. PDAM KAB. FAK FAK
4. PDAM KAB. YAPEN WAROPEN
5. PDAM KAB. KAIMANA
DPD PERPAMSI PAPUA DAN PAPUA BARAT
1. PDAM KAB. JAYAPURA

SAKIT
KURANG SEHAT
SEHAT

1. PDAM KAB. SORONG

23
BELUM ADA DATA PENILAIAN

22
REKAPITULASI NILAI KINERJA PDAM
PER DPD PERPAMSI
NO.

DPD PERPAMSI

JUMLAH
PELANGGAN

NILAI KINERJA

JUMLAH
PDAM

Sehat

Kurang
Sehat

Sakit

Belum Ada
Data Penilaian

NANGROE ACEH DARUSALLAM

160.186

19

SUMATERA UTARA

608.254

17

SUMATERA BARAT

199.548

16

RIAU DAN KEPULAUAN RIAU

246.310

17

BENGKULU

54.398

JAMBI

119.131

10

SUMATERA SELATAN & KEP.


BANGKA BELITUNG

217.114

16

LAMPUNG

60.492

DKI JAYA

796.121

10

BANTEN

187.236

11

JAWA BARAT

996.548

22

13

12

JAWA TENGAH

1.001.159

35

24

13

D.I. YOGYAKARTA

112.883

14

JAWA TIMUR

1.246.182

38

15

15

15

BALI

306.657

10

16

NUSA TENGGARA BARAT

144.066

17

NUSA TENGGARA TIMUR

96.234

14

18

KALIMANTAN BARAT

133.033

14

19

KALIMANTAN TIMUR

287.954

13

20

KALIMANTAN TENGAH

83.302

14

21

KALIMANTAN SELATAN

224.648

12

22

SULAWESI UTARA

110.777

10

23

GORONTALO

32.028

24

SULAWESI TENGAH

62.385

25

SULAWESI TENGGARA

56.129

10

26

SULAWESI SELATAN & BARAT

340.441

27

12

27

MALUKU

16.798

28

MALUKU UTARA

43.839

29

PAPUA DAN PAPUA BARAT

62.961

392

103

115

119

55

JUMLAH PELANGGAN

8.006.814

25
PDAM

ASPEK PENILAIAN RENDAH


KEUANGAN MANAJEMEN
TEKNIS

KETERANGAN

DPD PERPAMSI DKI JAYA


1. PAM DKI JAYA

Aspek Manajemen lebih menonjol kelemahannya

DPD PERPAMSI BANTEN


1. PDAM KAB. LEBAK

Kedua aspek lemah

DPD PERPAMSI JAWA BARAT


1. PDAM KOTA BANDUNG

Ketiga aspek lemah, hanya operating ratio, pegawai dan


efisiensi distribusi yang baik

2. PDAM TIRTA BUMI WIBAWA KOTA SUKABUMI

Ketiga aspek lemah, hanya kehilangan air & efisiensi


distribusi yang baik

3. PDAM KAB. CIREBON

Kedua aspek lemah

Aspek manajemen sangat lemah

4. PDAM KAB. SUMEDANG


DPD PERPAMSI JAWA TENGAH
1. PDAM KOTA SEMARANG

2. PDAM KOTA SURAKARTA

3. PDAM KAB. GROBOGAN

4. PDAM KAB. SEMARANG

5. PDAM KAB. REMBANG

6. PDAM KAB. BLORA

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik


Aspek keuangan sangat lemah
Aspek keuangan sangat lemah

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik


Aspek keuangan sangat lemah
Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI D.I. YOGYAKARTA


1. PDAM KAB. SLEMAN

Kedua aspek lemah

DPD PERPAMSI JAWA TIMUR

SEKRETARIAT:
GRAHA PERPAMSI
Jalan Dewi Sartika 287
Jakarta 13630 INDONESIA

TELEPHONE: 62 21 8093777 (hunting)


FAKS: 62 21 80881876
e-mail: perpamsi@perpamsi.org
website: www.perpamsi.org

1. PDAM KOTA MOJOKERTO

Ketiga aspek sangat lemah

2. PDAM KOTA BLITAR

Ketiga aspek sangat lemah

3. PDAM KAB. PONOROGO

4. PDAM KAB. KEDIRI

5. PDAM KAB. TULUNGAGUNG

Ketiga aspek lemah hanya efisiensi distribusi yang baik


Ketiga aspek lemah hanya kehilangan air dan efisiensi
distribusi yang baik
Aspek keuangan sangat lemah

6. PDAM KAB. PAMEKASAN

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

7. PDAM KAB. NGANJUK

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

8. PDAM KAB. LUMAJANG

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

9. PDAM KAB. BANGKALAN

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik


Aspek manajemen sangat lemah
Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi produksi dan distribusi
yang baik
Ketiga aspek sangat lemah

10. PDAM KAB. TRENGGALEK

11. PDAM KAB. SUMENEP

12. PDAM KAB. LAMONGAN

13. PDAM KAB. PASURUAN

14. PDAM KAB. BLITAR

15. PDAM KAB. NGAWI

Aspek keuangan sangat lemah


Ketiga aspek sangat lemah
Aspek keuangan sangat lemah

DPD PERPAMSI BALI


1. PDAM KAB. TABANAN

Ketiga aspek lemah hanya efisiensi distribusi yang baik

2. PDAM KAB. BANGLI

Ketiga aspek lemah

Ketiga aspek lemah hanya efisiensi distribusi yang baik

DPD PERPAMSI NUSA TENGGARA BARAT


1. PDAM KAB. LOMBOK TENGAH
DPD PERPAMSI NUSA TENGGARA TIMUR
1. PDAM KAB. ENDE

Aspek manajemen sangat lemah

2. PDAM TIRTA CENDANA KAB. TIMOR TENGAH UTARA

Aspek manajemen sangat lemah

3. PDAM KAB. FLORES TIMUR

Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI KALIMANTAN BARAT


1. PDAM KAB. SAMBAS

Aspek teknis sangat lemah

DPD PERPAMSI KALIMANTAN TIMUR


1. PDAM KAB. KUTAI TIMUR

Aspek manajemen sangat lemah

26
PDAM

ASPEK PENILAIAN RENDAH


KEUANGAN MANAJEMEN
TEKNIS

KETERANGAN

DPD PERPAMSI KALIMANTAN TENGAH


1. PDAM KAB. PULANG PISAU

2. PDAM KAB. GUNUNG MAS

3. PDAM KAB. SUKAMARA

Kedua aspek lemah

4. PDAM KAB. KATINGAN

Kedua aspek lemah

Kedua aspek lemah

Kedua aspek lemah


Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI KALIMANTAN SELATAN


1. PDAM KAB. TANAH LAUT
DPD PERPAMSI SULAWESI UTARA
1. PT. AIR MANADO

2. PDAM KOTA BITUNG

3. PDAM KAB. MINAHASA

4. PDAM KAB. BOLAANG MONGONDOW

5. PDAM KAB. KEPULAUAN SANGIHE

Aspek keuangan sangat lemah


Ketiga aspek sangat lemah

Ketiga aspek lemah hanya efisiensi distribusi yang baik


Aspek manajemen sangat lemah

1. PDAM KOTA GORONTALO

Aspek manajemen sangat lemah

2. PDAM KAB. GORONTALO

Aspek manajemen sangat lemah

Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI GORONTALO

DPD PERPAMSI SULAWESI TENGAH

DPD PERPAMSI SULAWESI TENGGARA


1. PDAM KOTA KENDARI

2. PDAM KAB. KOLAKA

3. PDAM KAB. KONAWE

Ketiga aspek sangat lemah

Kedua aspek sangat lemah

4. PDAM KAB. MUNA

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik


Kedua aspek sangat lemah

DPD PERPAMSI SULAWESI SELATAN & BARAT


1. PDAM KOTA PALOPO

2. PDAM KAB. PANGKAJENE KEPULAUAN

Ketiga aspek sangat lemah

3. PDAM KAB. WAJO

Ketiga aspek sangat lemah

4. PDAM KAB. SOPPENG

Ketiga aspek sangat lemah

5. PDAM KAB. BONE

6. PDAM KAB. TANA TORAJA

7. PDAM KAB. PINRANG

Kedua aspek lemah

8. PDAM KAB. JENEPONTO

Kedua aspek lemah

9. PDAM KAB. SINJAI

Aspek keuangan sangat lemah

Kedua aspek lemah


l

Ketiga aspek lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

Aspek keuangan sangat lemah

10. PDAM KAB. SELAYAR

11. PDAM KAB. MAMASA

12. PDAM KAB. MAJENE

Kedua aspek lemah

Aspek manajemen sangat lemah


Aspek manajemen sangat lemah

DPD PERPAMSI MALUKU


1. PDAM KOTA AMBON

Ketiga Aspek Lemah, hanya efisiensi distribusi yang baik

2. PDAM KAB. MALUKU TENGGARA

Kedua aspek lemah

3. PDAM KAB. MALUKU TENGGARA BARAT

Kedua aspek lemah

1. PDAM KOTA TERNATE

Kedua aspek lemah

2. PDAM KOTA KEP. TIDORE

Kedua aspek lemah

3. PDAM KAB. HALMAHERA TENGAH

Kedua aspek lemah

DPD PERPAMSI MALUKU UTARA

DPD PERPAMSI PAPUA DAN PAPUA BARAT


1. PDAM KAB. BIAK NUMFOR

2. PDAM KAB. MANOKWARI

PER SEPTEMBER 2010



Perkembangan proses atas pengajuan permohonan restrukturisasi utang
PDAM sesuai PMK 120 per April 2010, dari total 175 PDAM, dengan rincian
sebagai berikut:

1. Pengajuan yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan

15 PDAM

2. Telah dipresentasikan dan dibahas oleh Komite Teknis (Komtek)


a. Siap dipresentasikan kepada Komite Kebijakan
b. Memperbaiki Business Plan sesuai hasil rapat Komtek

59 PDAM
53 PDAM
6 PDAM

3. Sedang dalam pembahasan Kelompok Kerja

26 PDAM

Aspek keuangan sangat lemah


l

1. PDAM KAB. TOJO UNO - UNO

LAPORAN PERKEMBANGAN PENGAJUAN


RESTRUKTURISASI UTANG PDAM SESUAI PMK 120/2008

Kedua aspek lemah


Aspek keuangan sangat lemah

4. Ditolak karena belum memenuhi syarat



5. Belum mengajukan

Jumlah

9 PDAM
56 PDAM
175 PDAM

KONDISI PDAM YANG DIBAHAS KOMITE KEBIJAKAN


TANGGAL 17 SEPTEMBER 2010

1. PDAM kategori sakit


2. PDAM kategori kurang sehat
3. PDAM kategori sehat
a. Dengan kapasitas fiskal tinggi
b. Dengan kapasitas fiskal sedang
c. Dengan kapasitas fiskal rendah

20 PDAM
20 PDAM
3 PDAM
3 PDAM
7 PDAM

DAFTAR 15 PDAM YANG TELAH DISETUJUI OLEH MENTERI KEUANGAN


NO.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

NAMA PDAM
PDAM KABUPATEN CIAMIS
PDAM KOTA BANJARMASIN
PDAM KABUPATEN SLEMAN
PDAM KOTA PALOPO
PDAM KABUPATEN WONOSOBO
PDAM KABUPATEN CILACAP
PDAM KABUPATEN MADIUN
PDAM KABUPATEN BADUNG
PDAM KOTA PALANGKARAYA
PDAM KOTA TERNATE

NO.
11
12
13
14
15

NAMA PDAM
PDAM KABUPATEN MOJOKERTO
PDAM KOTA SAMARINDA
PDAM KABUPATEN INTAN BANJAR
PDAM KABUPATEN JOMBANG
PDAM KABUPATEN JAYAPURA

27