Anda di halaman 1dari 9

HIGH SHEAR MIXING

Dalam sebuah industri, mesin merupakan peralatan yang sangat vital


dimana mesin-mesin tersebut mmenentukan kualitas dan optimalitas suatu
industri. Untuk dapat bersaing dalam pemasaran produk, dan untuk dapat
memperoleh keuntungan yang layak, industri harus bekerja secara efekif dan
efisien. Cara kerja demikian hanya dapat dicapai bila industri tersebut didukung
oleh sistem manajemen yang baik dan juga bantuan mesin dan alat penunjang
produksi yang tepat.
Pencampuran adalah proses yang menggabungkan bahan-bahan yang
berbeda untuk menghasilkan produk yang homogen. Suatu perlakuan khusus
terutama diberikan apabila mencampur bahan padat yang sukar larut kedalam
cairan dan proses tersebut dilakukan pada skala produksi yang besar. Oleh sebab
itu, dibutuhkan sebuah teknik pencampuran yang memiliki efisiensi tinggi. Salah
satu teknik tersebut yaitu High Shear Mixing yang memiliki mekanisme kerja
mirip dengan vortex. Alat yang digunakan yaitu berupa mixer yang terdiri dari
komponen utama yaitu rotor, stator dan inline. Gerakan memutar dengan cepat
dari rotor dapat menimbulkan pusaran yang arahnya disebar oleh stator,
Perkembangan penting dalam desain HSM yaitu teknologi SLIM (Solid/liquid
Injection Manifold). Dalam system SLIM, padatan tidak ditambahkan melalui
bagian atas batch, tetapi penambahan bahan dilakukan tepat dalam ruang
campuran melalui inline, sehingga padatan dapat langsung tercampur dalam
pusaran.
Proses pancampuran merupakan salah satu pekerjaan yang sangat umum
dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pencampuran adalah proses yang
menggabungkan bahan-bahan yang berbeda untuk menghasilkan produk yang
homogen. Pencampuran dalam sediaan farmasi dapat diartikan sebagai proses
penggabungan dua atau lebih komponen sehingga setiap partikel yang terpisah
dapat melekat pada partikel dari komponen lain.
Tujuan dilakukannya pencampuran selain menghomogenkan bahan-bahan
juga untuk memperkecil ukuran partikel, melakukan reaksi kimia, melarutkan

komponen, membuat emulsi, dan lain-lain, sehingga tidak jarang dalam teknologi
farmasi digunakan beberapa alat pencampur / mixer dengan jenis yang berbeda
untuk mengolah bahan-bahan obat. Tidak hanya bahan-bahan obat yang akan
mempengaruhi produk suatu obat, teknik pencampuran pun dapat mempengaruhi
produk obat yang dihasilkan.
Beberapa contoh pencampuran skala besar:
1) Pencampuran bubuk/sebuk dalam pembuatan granul dan tablet
2) Pencampuran kering (dry mixing) dalam proses kompresi langsung
sediaan tablet dan kapsul
3) Pencampuran bubuk/serbuk dalam pembuatan sediaan kosmetik seperti
bedak
4) Pembuatan serbuk yang larut dalam larutan untuk pengisian dalam
kapsul lunak dan sirup
5) Pencampuran dua cairan yang tidak saling larut, seperti sediaan emulsi
Mekanisme pencampuran cairan secara esensial masuk dalam empat
kategori, yaitu : transpor bulk, aliran turbulen, aliran laminer, dan difusi
molekuler. Biasanya lebih dari satu dari proses proses ini yang dilakukan pada
proses pencampuran .
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pencampuran yaitu :
1) Sifat fisik dari bahan yang akan dicampur, seperti kerapatan, viskositas,
2)
3)
4)
5)
6)

dan kemampuan bercampur.


Segi ekonomi, menyangkut pemrosesan.
Waktu waktu yang dibutuhkan untuk mencampur.
Alat.
Kemudahan mencampur.
Perawatan dan pembersihannya.

Berdasarkan pengaturan penambahan suatu cairan atau larutan serbuk berupa


bahan pengikat dan reaksi mekanik maka proses pencampuran terdiri dari low
shear dan high shear. Shear adalah jumlah tekanan mekanik pada rotor.
Pencampuran zat padat yang sudah terbagi halus dengan cairan
berviskositas rendah pada produksi suatu suspensi tergantung dari pemisahan
agregat (kumpulan) ke dalam partikel utama, dan distribusi dari partikel-partikel
ini ke seluruh cairan. Proses ini sering terjadi pada suatu operasi pencampuran
tunggal, asalkan dapat diadakan daya shear dengan kekuatan uang cukup untuk

mencetak agregat. Sering digunakan turbin (rotor) berkecepatan tinggi, yang


biasanya ditahan dengan stater untuk meningkatkan aksi shearing.
Pada proses pencampuran solid-liquid, digunakan metode shear mixing.
Alat yang digunakan adalah high shear mixer. Mesin ini dirancang untuk
mengurangi ukuran partikel dan mencampur. Metode pencampuran ini memiliki
efisiensi yang lebih baik daripada metode pencampuran lain. Kecepatan putaran
mesin ini 3000-15000 rpm.
High shear adalah suatu metode pengadukan, dimana cairan dengan
kekentalan rendah (biasanya air) ditambahkan ke dalam campuran serbuk yang
telah mengandung pengikat yang kemudian dicampur dengan sisa bahan dalam
formulasi. Namun, penggunaan high shear mixing pada kondisi tertentu dapat
digunakan untuk membantu serbuk yang mempunyai karakteristik khusus/sulit
tercampur terdispersi ke dalam cairan.

Gambar 1. Gambar High Shear Mixer


(Sumber : Anonim, 2007)

Setiap zat padat berbentuk serbuk memiliki karakteristik yang berbeda


ketika ditambahkan ke dalam cairan dan beberapa memerlukan perlakuan lebih
agar dapat terdispersi, bentuk hidrat lebih mudah terdispersi daripada bentuk
lainnya. Padatan yang sangat mudah tercampur hanya memerlukan sedikit
gerakan mencampur atau menggojok yang dihasilkan dari atau diperoleh dari
baling-baling turbin dengan kecepatan rendah atau agitator dayung. Namun, pada
serbuk atau padatan yang cenderung sulit tercampur pada cairan seperti sulit untuk
terbasahi atau membentuk aglomerulat, biasanya dalam pencampurannya
menggunakan alat tambahan. Oleh sebab itulah, muncul solusi penggunaan high
shear mixing.

Mekanisme pencampuran yang dihasilkan oleh high shear mixing hampir


sama dengan vortex. Untuk gambaran lebih jelasnya mengenai pusaran atau gerak
yang dihasilkan oleh high shear mixer (HSM) yaitu seperti pada gambar 2.

Gambar 2. Arah pusaran yang dihasilkan oleh HSM


(Sumber : Anonim, 2007)

Komponen utama yang menyusun alat high shear mixer tersebut yaitu
sebuah rotor yang berputar dengan kecepatan tinggi dan sebuah komponen
stasioner yang disebut juga dengan istilah stator. Rotor berbentuk seperti pisau
yang tersusun dalam disk yang terbuka. Gerakan memutar dengan cepat akan
muncul dari rotor dapat menimbulkan pusaran yang arahnya disebar oleh stator.
Faktor utama dari desain meliputi diameter rotor dan kecepatan rotasi, jumlah
baris gigi, sudut dan lebar bukaan antar gigi pada rotor, jarak antara rotor dan
stator serta jumlah generator. Alat ini membutuhkan tenaga listrik dalam
pengoperasiannya.

Gambar 3. Macam-macam bentuk ujung kepala HSM (rotor dan stator)


(Sumber : Anonim, 2007)

Perkembangan penting dalam desain HSM yaitu teknologi SLIM (Solid


liquid injection Manifold). Teknologi SLIM merupakan pengenalan yang sangat
ideal untuk padatan basah yang sulit . Generasi terbaru dari sistem injeksi bubuk Batch atau Inline Solid- Liquid Injection Manifold , atau " SLIM , "
menggabungkan pencampuran bubuk dan cairan bersamaan dengan menyuntikkan
bubuk langsung ke khusus direkayasa high shear rotor / stator mixer , di mana
bubuk segera tersebar ke dalam aliran cairan . Bubuk seperti silika yang telah
diasapi , titanium dioksida , dan pengental sulit untuk dikeluarkan secara basah .
Bahkan dengan pusaran kuat dalam bejana yang terbuka, mereka tetap bertahan
sehingga tidak dapat dikeluarkan secara basah, dan sering mengapung di
permukaan selama berjam-jam . Teknologi SLIM baru kami memungkinkan anda
untuk mengeluarkan secara basah bubuk dalam seketika . Sistem SLIM
menyebalkan padat langsung ke tinggi geser rotor - stator mana mereka segera
dibasahi dan tersebar ke dalam cairan .Dalam sebagian besar aplikasi , sistem
injeksi baru padat / cair memperpendek siklus pencampuran secara dramatis
Dalam sistem SLIM, padatan tidak ditambahkan melalui bagian atas
batch, tetapi penambahan bahan dilakukan tepat dalam ruang campuran. Padatan
dan cairan akan tercampur secara bersamaan, pembentukan aglomerat dapat
dicegah karena dispersi seketika. Konfigurasi Inline dalam batch SLIM dapat
secara horizontal maupun vertikal. SLIM terutama bermanfaat digunakan dalam
pencampuran seperti bahan CMC (Carboksimetil selulosa), HEC (Hidroksietil
selulosa), pati, pectin, carbomer, gom xanthan, agar, tragacanth, dll. Sebab bahan
tersebut berbentuk serbuk yang sulit bercampur dengan cairan dan biasanya
mengapung di permukaan cairan sebab sulit terbasahi. Penambahan bahan melalui
inline menghasilkan campuran antara serbuk dengan cairan dengan lebih efisien.

Gambar 4. Inline SLIM


(Sumber : Anonim, 2007)

Metode high shear mixing telah banyak dikembangkan dalam dunia


industri, begitu pula dalam industri kefarmasian. Sebab metode ini memudahkan
proses produksi dari berbagai jenis sediaan farmasi dan dalam bidang teknik.
Peralatan untuk High Shear Mixing berupa material yang terdiri dari hub memiliki
sumbu rotasi , flange yang terpasang ke hub dan memperluas radial darinya ,
sebuah impeller operatif melekat pada hub untuk rotasi dengan itu dan aksial spasi
dari flens dan tepi melingkar melekat flange , lipatan yang memiliki sejumlah
tempat bukaan sekitar lingkar , sebuah ruang annular yang terbentuk oleh hub ,
flange , impeller dan tepi , impeller memiliki formasi blade disesuaikan dengan
memompa bahan dicampur ke dalam ruang annular dan keluar melalui bukaan
sebagai aparat diputar sekitar sumbu rotasi .
High shear Mixer menyebar, atau mengangkut, salah satu fase atau bahan
(cair, padat, gas) menjadi fase utama kontinyu (cair), dengan yang biasanya akan
bercampur. Sebuah rotor atau impeller, bersama-sama dengan komponen stasioner
dikenal sebagai stator, atau array rotor dan stator, digunakan baik dalam tangki
yang berisi larutan yang akan dicampur, atau dalam pipa melalui mana solusi
berlalu, untuk membuat geser. Sebuah high shear mixer dapat digunakan untuk
membuat emulsi, suspensi, lyosols (gas tersebar dalam cairan), dan produk
granular. Hal ini digunakan dalam perekat, kimia, kosmetik, makanan, farmasi,
dan industri plastik untuk emulsifikasi, homogenisasi, pengurangan ukuran
partikel, dan dispersi.
Prinsip kerja dari high shear mixing yaitu cairan mengalami pergeseran
ketika salah satu daerah cairan bergerak dengan kecepatan relatif yang berbeda
untuk daerah yang berdekatan. Sebuah high shear mixer menggunakan impeller
yang berputar atau rotor dengan kecepatan yang tinggi, atau serangkaian impeller
atau rotor inline, biasanya didukung oleh sebuah motor listrik, untuk bekerja.
Cairan menciptakan aliran dan pergeseran. Kecepatan pada bagian ujung, atau
kecepatan fluida di diameter luar rotor, akan lebih tinggi dari kecepatan di pusat
rotor, dan itu adalah perbedaan kecepatan ini yang menciptakan pergeseran.
Sebuah komponen stasioner dapat digunakan dalam kombinasi dengan
rotor, dan disebut sebagai stator. Stator menciptakan kesenjangan close-clearance

antara rotor dan itu sendiri dan membentuk zona yang sangat tinggi-geser untuk
bahan saat keluar rotor. Rotor dan stator digabungkan bersama-sama sering
disebut sebagai kepala pencampuran, atau pembangkit. Sebuah tinggi-geser rotorstator mixer besar mungkin mengandung sejumlah generator.
Faktor desain utama meliputi yaitu diameter rotor dan kecepatan rotasi
yang dimilikinya, jarak antara rotor dan stator, waktu dalam mixer, dan jumlah
generator dalam seri. Variabel meliputi jumlah baris gigi, sudut mereka, dan lebar
bukaan antara giginya.
Kegunaan dan aplikasi mixing ditentukan oleh fase yang akan
dicampurkan (cair-cair, padat-cair, atau padat-padat) sebagaimana karakteristik
fisik dari produk akhir seperti viskositas dan densitas. Adapun jenis mixer yang
banyak digunakan adalah :
1) Dry Blending
Ribbon blender terdiri dari sebuah palung horisontal berbentuk U dan sebuah
agitator yang terbuat dari inner dan outer helical ribbon yang menggerakkan
bahan pada arah yang berlainan atau berlawanan arah. Desain blender ini
sangat efisien dan efektif untuk pencampuran kering seperti pencampuran
cake dan muffin, tepung, sereal, teh, kopi dan campuran minuman lain
termasuk minuman coklat dan minuman berenergi. Ketika produk makanan
pencampuran kering, sejumlah sedikit cairan ditambahkan ke padatan dengan
tujuan yaitu untuk melapisi atau mengabsorbsi warna, pembumbuan, minyak
dan cairan tambahan lainnya. Bahan cair ditambahkan melalui charge port
pada cover atau spray nozzle untuk aplikasi kritis.
2) High Shear Mixers
High Shear Mixer menggunakan pemasangan rotor atau stator yang berguna
untuk membangkitkan kebutuhan shear yang kuat untuk bahan padat murni
dalam persiapan dressing, saus dan pasta. Jenis alat ini juga digunakan dalam
industri makanan untuk produksi larutan sirup, emulsi dan dispersi minuman.
3) Ultra-High Shear Mixing (Proses Kontinyu)
Mempunyai kecepatan putar sampai 18000 ft/s, ultra-high shear mixer ideal
untuk emulsi dan disperse membutuhkan homogenizer. Aplikasinya antara
lain pada saus, bumbu, dressing, konsentrat jus dan emulsi bumbu.

Kelebihan alat ini :


1)

Menyederhanakan proses, mengurangi pembersihan, penjalanan,


dan penyeimbangan homogenizer.

2)

Menaikkan input energi dan menghasilkan ukuran dropet minyak


lebih kecil.

3)

Pengontrokan shear

4) High Viscosity Batch Mixing


High viscosity batch mixing menggunakan 2 shaft yaitu berupa dual shaft dan
triple shaft mixer dan digunakan shaft tersebut pada industri industri
makanan, pada proses batch yang darimana aplikasi dari viskositas sedang
sampai pada mencakup viskositas yang tinggi seperti sirup permen,
minuman, nutraceutical, saus, pasta, mentega kacang, dan lain-lain. Untuk
viskositas yang lebih tinggi biasanya dibutuhkan tambahan berupa sebuah
agitator yang berguna untuk memperbaiki aliran- aliran yang berjenis bulk
yang nantinya akan mengantarkan bahan ke alat yang memiliki atau
berkecepatan tinggi dan secara konstan membuang produk dari dinding
vessel atau bejana agar nantinya menghasilkan transfer panas yang lebih baik
daripada sebelumnya.
5) Double Planetary Mixing
Pada double planetary mixing ketika viskositas produk terus meningkat atau
terus naik, sistem mixing multi agitator akan dengan cepat atau secepatnya
menghasilkan aliran yang dapat dikarakterisasi oleh anchor atau dengan zona
suhu tunggi dekat disperser dan pemasangan rotor atau stator. Aplikasi
makanan lainnya yang diproses melalui double planetary mixer termasuk
sirup, gel, makanan hewan, permen, dan formula viskos lainnya.
6) High Speed Planetary Mixing
Keuntungan dari beberapa bahan yang memiliki atau berviskositas tinggi dari
hybrid planetary mixer dimana hal tersebut menggabungkan mixing
tradisional teliti dari planetary mixer dengan menambahkan keuntungan
disperser berkecepatan tinggi. Contoh aplikasi yang diproses dalam hybrid
planetary mixer adalah sosis berbungkus gel, larutan getah viskos dan
campuran tepung.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2007. Mixing Technologies in the Pharmaceutical and Medicinal


Industries. USA : Charles Ross and Son Company
Bhatt, Bhawna and Agrawal, S.S . 2007. Pharmaceutical Engineering Mixing.
Delhi Institute of Pharmaceutical Science and Research Sector 3. New
Delhi : Pushp Vihar