Anda di halaman 1dari 3

UJI GLUKOSA DENGAN FEHLING A DAN B

Urine adalah salah satu zat ekskretant yang diekskresikan oleh ginjal. Urine juga sering disebut dengan air
kencing atau air seni. Nama urine itu sendiri dikatakan seperti itu karena kandungan utama dari urine adalah urea.
Selain urea, urine juga mengandung air, zat warna empedu, dan garam-garaman. Normal tidaknya urine seseorang
tergantung dari kandungan di dalam urine itu sendiri. Karena itu urine dapat dijadikan sebagai indikator kondisi
tubuh seseorang, seperti dalam mendeteksi apakah seseorang menderita dehidrasi ataupun untuk mendeteksi
penyakit diabetes mellitus.
Umumnya seseorang memproduksi urine dari 1 hingga 2 liter per harinya. Namun ada keadaan poliuria dimana
seseorang memproduksi urine hingga lebih dari 2,5 liter per hari. Ada juga keadaan penyakit oliguria yakni
penderitanya hanya mampu memproduksi urine sampai 400 ml saja. Selain itu penderita anoria ginjalnya hanya bisa
memproduksi urine kurang dari 100 ml.
Fungsi utama urine adalah untuk melarutkan zat-zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh,
sehingga masyarakat umum mengatakan urine itu adalah zat yang kotor, hal itu mungkin apabila urine yang
dihasilkan berasal dari ginjal dan saluran kencing yang terinfeksi serta mengandung bakteri. Secara medis, apabila
urine yang diproduksi berasal dari ginjal yang sehat dan saluran kencing yang terinfeksi, maka urine dikatakan
cukup steril. Bahkan di India ada Terapi Urine Amaroli, yang membuktikan urine itu cukup steril digunakan dalam
pengobatan
1.) Reagen biuret berfungsi untuk menguji kandungan protein dalam suatu zat (makanan)
-----> apabila setelah ditetesi biuret, makanan/ sari makanan yang mengandung
protein akan berubah menjadi berwarna ungu.
2.) Reagen Fehling a dan b berfungsi untuk menguji kandungan glukosa dalam suatu
zat (makanan) -----> apabila setelah ditetesi fehling, makanan/ sari makanan yang
mengandung glukosa akan berubah menjadi berwarna merah bata.
3.) Reagen benedict berfungsi mirip dengan fehling a dan b, yaitu untuk menguji
kandungan glukosa dalam suatu zat (makanan) -----> apabila setelah diberi benedict,
makanan/ sari makanan yang mengandung glukosa akan berubah menjadi berwarna
kuning, hijau, atau merah.

Warna Air kencing atau Urine

Warna urine normal biasanya kuning bercahaya karena merupakan hasil pengeluaran pigmen dalam darah yang
disebut urochrome. Tapi urine bisa berubah warna, sesuai dengan makanan atau penyakit yang diderita seseorang.
Jika warnanya jernih atau tidak berwarna, artinya terlalu banyak meminum cairan. Bila warnanya kuning gelap,

bisa menandakan tubuh mengalami dehidrasi. Jika berwarna merah menandakan adanya darah dari ginjal atau infeksi
kandung kemih. Jika berwarna cokelat gelap atau seperti teh, bisa menandakan adanya gangguan hati.

Rasa Air Kencing atau Urine

Urine yang berasa manis menandakan adanya gejala kencing manis atau diabetes melitus. Zaman dulu, deteksi
kencing manis dilakukan dengan melihat apakah air kencing dikerubuti semut atau tidak. Jika dikerubuti semut,
artinya manis dan ada kemungkinan mengidap diabetes.
peningkatan kadar gula dalam darah membuat cairan tubuh termasuk urine jadi manis karena terkontaminasi gula.
Namun ternyata metode deteksi dengan bantuan semut dinilai kurang tepat. Urine hanya dikerubuti semut jika kadar
gula darahnya sudah sangat ekstrem. Seringkali diabetes tidak menampakkan gejala.

Jangkauan Air kencing atau Urine

Para peneliti baru-baru ini mengungkap bahwa berbagai masalah pada prostat akan mempengaruhi aliran kencing.
Perbedaannya bisa diamati sendiri dari seberapa jauh lengkungan yang terbentuk saat air kencing memancur keluar.
Jangkauan pipis dihasilkan oleh tegangan muka dari air kencing dan bentuk saluran yang ada di dalam tubuh.
Penelitian menemukan bahwa pria yang jangkauan semprotannya jauh, artinya kondisi prostatnya masih bagus. Jika
jangkauannya pendek, ada dugaan pembesaran prostat.

Bau Air Kencing atau Urine yang Menyengat

Urine memang berbau pesing karena kandungan amonia di dalamnya. Tapi jika baunya amat menyengat dan
berlebihan, bisa jadi itu pertanda infeksi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bau urine yang sangat tajam
merupakan gejala dari infeksi saluran kemih.
Meskipun demikian, tidak selalu bau tajam diakibatkan oleh infeksi. Jika sedang mengkonsumsi obat atau habis
memakan makanan yang berbau menyengat semisal durian atau petai, urine yang dikeluarkan juga ikut
mengeluarkan bau menyengat.

Rasa Nyeri saat Buang Air Kecil

Saat buang air kecil, harusnya yang muncul adalah rasa lega karena berhasil membuang limbah dari tubuh. Tapi
apabila sering mengalami nyeri saat pipis, waspadai adanya batu ginjal, yaitu endapan kalsium yang membatu dan
berkumpul di ginjal ataupun saluran kencing.
Pada penderita batu ginjal, rasa nyeri seringkali menjalar hingga ke perut, kelamin dan paha selama beberapa menit.

Gejala lainnya adalah buang air kecil yang tidak lancar atau hanya sedikit-sedikit. Hal ini disebabkan adanya
sumbatan batu ginjal dalam saluran kencing.

Uji Fehling
Salah satu identifikasi dari gula pereduksi yaitu dengan uji fehling. Gula pereduksi yaitumonosakarida dan
disakarida kecuali sukrosa dapat ditunjukkan dg pereaksi Fehling .Gula pereduksi bereaksi dg pereaksi
Fehling menghasilkan endapan merah bata (Cu2O).
Selain Pereaksi Fehling, gula pereduksi juga bereaksi positif dg pereaksi Benedict danTollens.
Uji Fehling bertujuan untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Reagent yangdigunakan dalam pengujian ini
adalah Fehling A (CuSO4) dan Fehling B (NaOH danKNa tartarat)

Anda mungkin juga menyukai