Anda di halaman 1dari 30

k

ADHI KRIYA KUALITA


Training and Assessment Institute
www.akualita.com, e-mail :
training@akualita.com

iPRO

quality for professional

KESELAMATAN DAN
KESEHATAN KERJA

ADHI KRIYA KUALITA


Training and Assessment Institute
www.akualita.com, e-mail :
training@akualita.com

DETEKSI GAS

iPRO

quality for professional

GAS DETECTOR

Apakah Gas Detector ?


Apa saja jenis Gas Detector ?
Bagaimanakah memilih Gas Detector ?
Bagaimana prinsip kerja Gas Detector ?
Bagaimanakah kondisi Gas Detector agar siap
digunakan ?
Bagaimana melalukan deteksi dan pengukuran
kadar gas H2S ?
Apa gunanya kalibrasi ?

APAKAH GAS DETECTOR?


Gas Detector : alat yang digunakan untuk
mendeteksi (mengetahui) keberadaan gas-gas di
udara dan mengukur konsentrasi/kadar gas-gas di
udara.
Contoh gas-gas atau uap di udara yang diukur :
hidrokarbon, karbon monoksida (CO), karbon
dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), oksigen (O2)

JENIS GAS DETECTOR


1. Combustible / Flammable
Gas Detector (Explosimeter)
2. Toxic Gas Detector
3. Oxygen Analyzer
4. Combination Gas Detector

PEMILIHAN GAS DETECTOR


1. Sesuai bahan yang akan
diukur
2. Efektif dan efisien
3. Tingkat ketelitian tinggi
4. Mudah dioperasikan (simpel)
5. Mudah dikalibrasi
6. Suku cadang mudah didapat

EXPLOSIMETER

Combustible/ Flammable Gas Detector


A alat yang digunakan untuk mendeteksi dan
mengukur kandungan gas atau uap suatu zat yang
mudah

menyala / mudah terbakar di udara.

Explosimeter terdiri dari 2 (dua) jenis :


1. Portable system
2. Fixed System

Explosimeter Portable
Explosimeter

(portable)

terdiri dari filament detector


dalam

kesatuan

sirkuit

Jembatan Wheatstone.
Sumber tenaga

berasal

dari battery 9 Volt (enam


buah battery kering 1,5 Volt
DC size D) atau model
charge

dengan

tegangan

listrik 110 / 220 Volt AC.

Explosimeter Portable
Pada salah satu sisinya terpasang aspirator bulb untuk
menghisap contoh udara, dan pada sisi yang lain yang
berlawanan terpasang saluran tempat masuknya contoh
udara.
Langsung dapat digunakan untuk
mendeteksi konsentrasi gas di
udara sekeliling.
Menggunakan sampling line
untuk mempermudah
pendeteksian area tertentu
seperti manhole tangki dan
lain-lain.

Explosimeter Portable
Pada saluran masuk contoh udara dilengkapi dengan
filter, guna mencegah debu dan kandungan air
masuk didalam ruang pembakaran.
Saluran

masuk

dan

saluran

keluar

ruang

pembakaran juga dilengkapi dengan penangkal nyala


baik (flash back arrestors) yang berguna untuk
mencegah

terjadinya

pembakaran.

pembakaran

diluar

ruang

Pengukuran Explosimeter
Hasil pengukuran pada Explosimeter dalam
prosentase (%) dibawah LEL (lower explosive
limit) yang dapat dilihat pada meter dalam
bentuk skala prosentase yang ditunjukkan mulai
dari nol % sampai dengan 100 % LEL.
Alat ini dilengkapi tombol rheostat tunggal yang
berada disisi atas kotak yang berfungsi sebagai
ON OFF dan pengatur tegangan listrik
filament untuk mengatur jarum penunjuk pada
meter.

Prinsip Kerja Explosimeter


1.

Prisip

kerja

Explosimeter

berdasarkan

panas

karena adanya pembakaran gas atau uap yang


mudah terbakar dari contoh udara.
2.

Pengukuran konsentrasi dilakukan melalui filament


catalytic yang panas, akan merubah tahanan listrik
pada filament yang merupakan bagian sirkuit yang
seimbang (jembatan Wheatstone).

Prinsip Kerja Explosimeter .


3. Gas atau uap dari udara akan terbakar pada filament,
menyebabkan

naiknya

suhu

dan

memperbesar

tahanannya sesuai dengan konsentrasi gas atau uap yang


diambil dari udara, mengakibatkan ketidak seimbangan
sirkuit listrik yang menyebabkan penyimpangan jarum
penunjuk pada meter.
4. Semakin tinggi konsentrasi gas atau uap yang mudah
terbakar yang terhisap, maka makin tinggi penunjukan
jarum pada meter indicator dan akan menunjukkan skala
yang sesuai dengan konsentrasi gas dari contoh udara.

Cara Pembacaan Prosentase Gas


Pembacaan skala explosimeter didasarkan pada konsentrasi uap
gas hidrokarbon dibawah LEL (Lower Explosive Limit).
Contoh :
Skala pembacaan explosimeter pada crude oil menunjukkan
angka 60, maka konsentrasi gas/ uap yang ada di lokasi tersebut
adalah :
60
--- x 1 % = 0,6 % (FR Crude Oil 1 % - 10 %)
100
Apabila konsentrasi tsb dirubah dalam ppm (part per million),
maka skala pembacaan 60 adalah :
60
--- x 10.000 ppm = 6.000 ppm
100
(1% = 10.000 ppm)

TOXIC GAS DETECTOR


Toxic Gas Detector adalah suatu peralatan
yang mempunyai kemampuan atau berfungsi
untuk mendeteksi adanya gas-gas yang
berbahaya dan beracun bagi kehidupan.
Pengertian berbahaya dan beracun adalah
apabila gas-gas tersebut terhirup, terserap,
kontak dengan kulit akan menyebabkan
gangguan atau kerusakan organ.

Jenis Alat Pendeteksi Gas


Model atau bentuk alat pendeteksi gas antara lain :
-

Alat Deteksi Kapsul (Tube Detector)


Alat deteksi Jinjing (Portable)
Alat Deteksi Sistem Terpasang tetap ( Fixed System)

Alat deteksi Jenis Kapsul


(Tube Detector)
Alat Pendeteksi gas hydrogen sulfida jenis
ini mempunyai prinsip kerja Chemical sensor
yaitu terjadinya perubahan warna akibat
bahan pendeteksi (reagen serbuk kimia)
terpapar atau kontak dengan gas hydrogen
sulfida, panjang daerah perubahan warna
dikalibrasi menjadi ukuran konsentrasi
(ppm).
Perbedaan yang ada antara lain adalah
bahwa wadah dari bahan pendeteksi terbuat
dari tabung gelas atau pipa kaca (tube).

Cara Menggunakan
1. Cara menggunakan :
Sebelum alat ini digunakan supaya dilakukan pengujian
(test) dari kebocoran dengan cara sebagai berikut :
- Pasang tube yang belum dipotong kedua ujungnya
pada lobang pompa.
- Pompa/ kompres dengan tangan dan lepaskan
dengan segera.
- Apabila karet pompa tidak kembali seperti semula
dalam waktu minimal 10 menit berarti pompa
tersebut tidak mengalami kebocoran dan pompa siap
digunakan.

Cara Menggunakan
Kemudian ambil tube dan patahkan
kedua
ujungnya
dengan
menggunakan alat (break off husk)
yang ada pada pompa.
Masukan ujung tube dengan kuat
kedalam karet dari pompa dan ingat
bahwa arah panah dari tube harus
menuju ke pompa.
Pegang pompa dengan keempat jari
diletakkan pada front cover plate,
sedangkan ibu jari pada holding plate.
Kompreskan karet pompa sekuatnya,
tekanan harus merata pada posisi
sepenuhnya.

Cara Menggunakan
Lepaskan keempat jari dengan serentak, maka
pompa akan
melakukan penghisapan secara
otomatis terhadap gas yang diukur, sampai pompa
kembali tegang seperti semula.
Ulangi proses ini apabila diperlukan dan proses
tersebut harus dilakukan beberapa kali.
Hasil pembacaan konsentrasi gas tertera dalam
tube dalam satuan ppm.
Salah satu keuntungan dari alat jenis ini adalah waktu
penyimpanan lebih lama, kekurangan dari alat ini adalah
harganya yang cukup mahal dan sekali pakai terus
dibuang.

Reagen dalam Tube Detector

No.
1.
2.
3.

Jenis Gas

Reagen

Hydrogen sulfida Timbal Asetat


Tembaga Asetat
Karbon
Hidrazin
Monoksida
Hidarzin
Karbon Dioksida

Perubahan
Warna
Coklat
Hitam
Coklat
Violet

Alat Deteksi Jinjing (Portable)


Prinsip kerja alat deteksi Portable adalah Electrochemical
sensor diatur oleh 2 buah elektroda yang berada didalam
larutan kimia elektrolit dan ditutup suatu membran yang
memungkinkan gas masuk kedalamnya.
Reaksi gas dengan elektrolit akan menghasilkan arus listrik,
semakin besar konsentrasi gas yang masuk, semakin cepat
reaksi elektro kimia, sehingga arus makin besar.
Arus listrik ini dihubungkan dengan amplifier untuk
menggerakkan galvanometer
Capillary Entrance
O-ring

Membrane

Sensing Electrode
Reference Electrode

Electrolytic fluid

Counter Electrode

OXYGEN ANALYZER
Oksigen analyzer adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur konsentrasi oksigen
dalam suatu lokasi
Tujuannya
adalah
untuk
melindungi pekerja akibat dari
suatu
kekurangan
oksigen,
terutama
pada
kegiatan
Confined space.
Prinsip kerja Oxygen analyzer
adalah Electrochemical sensor.

Oxygen Analyzer
Test Kelebihan/ kekurangan Oxygen
Harus dikerjakan sebelum masuk kedalam
vesel atau peralatan yang tidak berventilasi
dan berisi nitrogen atau inert gas.
Test selalu apabila tidak yakin purity udara
didalam vesel.
Test dilaksanakan menggunakan monitor
oksigen untuk continuous checking dan
multi gas detector untuk spot checking.

Alat Deteksi Terpasang Tetap


(Fixed System)
Untuk dapat menilai apakah kondisi tempat kerja
memenuhi persyaratan atau tidak mengganggu
kesehatan, perlu dilakukan monitoring baik untuk
kurun waktu tertentu maupun terus menerus.
Tujuannya adalah untuk mengetahui perubahan
kondisi tempat kerja atau kebocoran di lokasi kerja.

Alat Deteksi Terpasang Tetap


(Fixed System)
Penempatan alat deteksi ditentukan berdasarkan 3
faktor :
1. Batas keliling daerah berbahaya.
2. Atmosfer tempat kerja, lalu lintas
personil keluar masuk daerah berbahaya.
3. Dekat dengan sumber kebocoran
dalam daerah berbahaya.

Alat Deteksi Terpasang Tetap


(Fixed System)
1.

2.

Batas keliling daerah berbahaya adalah untuk


mengetahui kebocoran apabila terjadi perubahan
arah angin. (jarak 50 ft s/d 75 ft dari sumber
kebocoran).
Dekat dengan sumber kebocoran dalam
daerah berbahaya adalah untuk mengetahui
sumber kebocoran di suatu area secara tepat,
perlu penambahan sensor/ detektor yang
diletakkan di jalan keluar masuk personil.

Alat Deteksi Terpasang Tetap


(Fixed System)
Apabila

lokasi

dekat

dengan

pemukiman

dan

dimungkinkan dapat menyebar ke tempat umum, maka


harus dipakai dua metode tersebut diatas, agar dapat
dengan cepat mengetahui adanya kebocoran.
to ESD/Control System

KALIBRASI
a.
b.
c.

Setiap alat ukur harus dilakukan


kalibrasi secara periodik.
Dengan kalibrasi dapat diketahui
sensor masih berfungsi dengan baik.
Kalibrasi dilakukan untuk mengatur
ulang
pembacaan
dengan
menggunakan gas standard.

Kalibrasi
d. Setiap peralatan
mempunyai
karakteristik tersendiri, untuk
mengkalibrasi harus mengikuti
petunjuk yang dikeluarkan oleh
pabrik pembuatnya.
e. Sebaiknya kalibrasi dilakukan
setiap alat pendeteksi akan
digunakan.