Anda di halaman 1dari 16

PRAKTIKUM VI

:Uji Antidepresan
Metode Roda
Putar Celup
(Water Wheel)
Kelompok 5

Oleh :
Achmad Hadi Latif
201310410311087
Tista Ayu Fortuna
201310410311097
Putri Wulansari
201310410311083
Lina fitrianidiah
201310410311089
Reni Tania 201310410311206
Alisha Azizah
201310410311229
Kurnia Hasanah
201310410311254
Primadona Permatasari O.
201310410311255
Ivana Rambu Sada Rewa
201310410311257

Latar Belakang
Obat-obat depresan atau anti depresan memiliki efek
mempengaruhi otak dan sulit untuk didefinisikan serta
diukur kualitas dan kuantitas kerjanya. Gangguan depresi
menyebabkan perubahan perilaku, penurunan energy,
perubahan nafsu makan, gangguan makan, gangguan
tidur dan perubahan bobot badan. Pada gejala yang
ekstrim antara lain mania atau elasi (rangsangan kuat).
Depresi merupakan gangguan neurobiology pada otak
dengan gejala atau fenomena yang kompleks serta etiologi
yang hingga sekarang masih belum jelas. Penyebab
depresi pada umumnya adalah factor tekanan psikologi
(stressor psikososial) yang berat yang menyebabkan rasa
putus asa dan tidak lagi mampu untuk mengatasinya.

Permasalahan
1. Bagaimana gejala depresi pada mencit dalam air?
2. Bagaimana pengamatan respon immobilitas atau
aktivitas motoric mencit terhadap obat-obat
antidepresi pada alat water wheel?

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui gejala depresi pada mencit dalam air.
2. Mengamati respon immobilitas atau aktivitas
motoric mencit terhadap obat-obat antidepresi
pada alat water wheel.

Dasar Teori
Depresi adalah suatu kondisi medis-psikiatris dan
bukan sekedar suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi
seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas
sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu
gangguan depresi.
Beberapa gejala gangguan depresi adalah perasaan
sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin
yang biasa, hilang minat dan semangat, malas
beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Gejalanya tidak
disebabkan oleh kondisi medis, efek samping obat, atau
aktivitas kehidupan. Kondisi yang cukup parah
menyebabkan gangguan klinis yang signifikan atau
perusakan dalam keadaan sosial, pekerjaan, atau
bidang-bidang penting lainnya (Yustinus, 2006).

Metode Kerja Dan Pembahasan


Alat dan bahan
1.Imipramin HCL
2.Amitriptilin
3.Mencit umur 2-3 bulan dengan bobot badan 25-30
g
4.Water wheel
5.Stop watch
6.Timbangan
7.Spuit injeksi
8.Sonde
9.Handscone

Prosedur Kerja
1. Mula-mula mencit dipuasakan 6-8 jam
2. Masing-masing mencit diberikan bahan uji. Kelompok 1 diberikan
imipramin HCl menggunakan sonde oral, kelompok 2 diberikan
amitriptilin, sedangkan mencit kelompok control air suling
3. Setelah ditunggu 15 menit, mencit dimasukkan ke dalam alat roda
putar (water wheel) yang telah berisi air dan dicatat durasi
mobilitasnya dengan menggunakan stop watch
Durasi mobilitas adalah periode waktu yang diperlukan mencit
untuk melakukan aktivitas motoric Durasi mobilitas dapat ditentukan
dengan beberapa cara sebagai berikut :
a. Pada saat mencit dimasukkan ke dalam air hingga terjadi awal
gerak motorik. Hewan dianggap normal bila durasi mobilitasnya
tidak lebih dari 60 detik
b. Durasi yang diperlukan hewan untuk mencapai roda putar
c. Jumlah putaran roda dalam waktu tertentu yang ditetapkan. Setelah
hewan bergerak dalam air menuju roda putar, maka jumlah putaran
roda umumnya dicatat pada interval waktu 15 menit, 30 menit, 1
jam dan seterusnya, hingga diperoleh data putaran maksimum.

Tabel Pengamatan

Perlakuan

Aktivitas Motorik
Awal saat di
celupkan ke dalam
air (menit)

15'

30'

60'

Imipramin
HCL

Amitriptilin

Durasi renang
mencapai roda
putar (menit)

Jumlah putaran
roda
(5-30 menit)

5'

15'

30'

60'

5'

15'

30'

60'

13

10

10

11

10

17

24

21

14

20

24

26

25

Kelompok
Kontrol
diberi air
suling

Rata-rata Putaran Pada Roda Putar

Perlakuan

Rata-rata putaran
Aktivitas Motorik Awal

Durasi

saat di celupkan ke

renang

dalam air (menit)

mencapai

Jumlah putaran
roda
(5-30 menit)

roda putar
Air Suling

(menit)
3.8

Imipramin HCL

17.75

Amitriptilin

5.75

23.75

10.6

Dihitung Dari Jumlah Putaran


Water Wheel

% efektivits
Aktivitas Motorik

Durasi

Awal saat di

renang

celupkan ke dalam

mencapai

air (menit)

roda putar

Imipramin HCl

0%

(menit)
84.21%

67.45%

Amitriptilin

0%

51.32 %

124.07%

Obat

Jumlah putaran
roda
(5-30 menit)

% Efektivitas
Imipramin HCL
% E aktivitas Motorik = (0-0)/0 x 100% = 0 %
% Durasi
= (3,8-7)/3,8 x 100% = -84,21%
% Jumlah Putaran
= (10,6-17,75)/10,6 x 100% = -67,45 %
Amitriptilin
% E = (0-0)/0 x 100% = 0%
%E = (3,8-5,75)/3,8 x100%=51,31%
% E = (10,6-23,75)/10,6x 100% =124,06 %

Mekanisme Amitriptilin Dan


Imipramin

Farmakodinamik Amitriptilina
Trisiklik menghambat pompa reuptake amin
(norepinefrin atau serotonin), yaitu off switches
neutransmisi amin. Dengan demikian member
kemungkinan pada neurotransmitter lebih lama pada
reseptor. Efek jangka pendek obat trisiklik dan tetrasiklik
adalah untuk menurunkan pengambilan kembali
norepinefrin dan serotonin dan menghambat reseptor
asetilkolin muskarinik dan histamin. Trisiklik dan tetrasiklik
adalah bervariasi dalam hal efek farmakodinamiknya.
Pemberian jangka panjang obat trisiklik dan tetrasiklik
menyebabkan penurunan jumlah reseptor adrenergik-
dan, kemungkinan, penurunan yang serupaa dalam
jumlah reseptor serotonin tipe 2 (5-HT2).

Farmakodinamik Amitriptilina
Mekanisme
kerja
Imipramin
sebagai
antidepresan belum sepenuhnya diketahui. Namun
kemungkinannya Imipramin bekerja dengan cara
menghambat ambilan kembali (reuptake) neuron
transmitter seperti norepinefrin dan serotonin di
ujung saraf pada sistem saraf pusat. Berdasarkan
struktur kimianya, obat antidepresi golongan
trisiklik pada gugus metilnya terdapat perbedaan
potensi dan selektivitas hambatan ambilan kembali
berbagai neurotransmitter. Amin sekunder yang
menghambat ambilan kembali norepinefrin dan
amin
tertier
menghambat
ambilan
kembali
serotonin pada sinap neuron.

Pembahasan
Hasil perlakuan secara kualitatif dilihat dari jumlah
putaran pada mencit. Pada mencit yang diberi kontrol
negatif (aquadest) memberikan jumlah putaran sebanyak
13 putaran pada menit pertama. Kemudian mencit ini
mengalami penurunan jumlah putaran pada menit ke 15,
yaitu sebanyak 10 putaran. Menit ke 30 memiliki jumlah
putaran sebanyak 10 putaran, menit ke 45 sebanyak 9
putaran, dan menit ke 60 mengalami peningkatan
sebanyak 11 putaran.
Sedangkan pada mencit yang diberi perlakuan dengan
imipramin HCL memperoleh jumlah putaran, yaitu
sebanyak 9 putaran pada menit ke 15 dan mengalami
peningkatan dari menit ke 30 sebanyak 17 putaran, dan
menit ke 45 sebanyak 24 putaran, tetapi mengalami
penurunan jumlah putaran pada menit ke 60, yaitu
sebanyak 21 putaran

Pada mencit yang diberikan amitriptilin


memiliki jumlah putaran sebanyak 20
putaran pada menit ke 15 dan mengalami
peningkatan pada menit ke 30 sebanyak 24
putaran, dan menit ke 45 sebanyak 26
putaran, tetapi mengalami penurunan
jumlah putaran pada menit ke 60, yaitu
sebanyak 25 putaran. Semakin aktif mencit
maka semakin rendah depresinya, dilihat
dari hasil jumlah putaran dan rata-rata
jumlah putaran maka disimpulkan bahwa
amitriptilin
lebih
efektif
dibandingkan
imipramin HCL karena terlihat pada menit
terakhir 60.

Kesimpulan
Obat antidepresan memiliki aktivitas mengurangi
gejala depresi pada hewan percobaan. Hal ini ditunjukan
oleh mencit yang diberi obat antidepresi imipramin HCL.
Pemberian aquadest pada hewan uji tidak menimbulkan
efek antidepresan karena aquadest merupakan control
negative.
Amitriptilin terbukti sebagai antidepresan karena
dapat dibuktikan dengan hewan coba yang memberikan
gerakan lebih banyak daripada hewan uji yang diberikan
aquadest. Semakin banyak jumlah putaran yang
diberikan oleh hewan uji maka semakin rendah tingkat
depresinya dan semakin tinggi % efektivitas obat
tersebut sebagai obat antidepresan.