Anda di halaman 1dari 16

SAK ETAP

Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)
digunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpa akuntabilitas publik adalah
1. Entitas yang tidak punya akuntabilitas publik secara signifikan
2. Entitas yang menerbitkan laporan keuangan tidak untuk kepentingan umum bagi
pengguna eksternal
Entitas yang punya akuntabilitas publik signifikan juga dapat menggunakan SAK ETAP
jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.
SAK ETAP sudah berlaku sejak 1 Januari 2011.
Perbedaan antara SAK ETAP dengan PSAK UMUM antara lain
1. Pada penyajian Laporan Keuangan tidak menyajikan aset keuangan, investasi
property berdasarkan nilai wajar, asset biologic diukur dengan harga perolehan dan
nilai wajar, kewajiban jangka panjang yang ada bunga nya, asset dan kewajiban pajak
yang ditangguhkan, serta non controlling interest.
2. Pada penyajian Laporan Laba Rugi, SAK ETAP menggunakan judul Laporan Laba
Rugi, sedangkan PSAK umum menggunakan judul Laporan Laba Rugi
Komprehensif.
3. Dalam Catatan Atas Laporan Keuangan perbedaannya terletak pada pengungkapan
modal dalam SAK ETAP tidak sama dengan pengungkapan modal dalam PSAK
umum.
4. Laporan Arus Kas pada SAK ETAP arus kas aktivitas operasi menggunakan metode
tidak langsung dan tidak mengatur arus kas mata uang asing.
5. Tidak adanya peraturan mengenai Laporan Keuangan Konsolidasi dan Terpisah dalam
SAK ETAP.
6. Mengenai kebijakan akuntansi, estimasi dan kesalahan dalam SAK ETAP antara lain
pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi, konsistensi dan perubahan kebijakan
akuntansi, perubahan estimasi akuntansi serta tidak adanya kesalahan mendasar dan
laba rugi luar biasa.
7. Dalam Instrumen Keuangan Dasar SAK ETAP ruang lingkupnya adalah investasi
pada efek tertentu, serta klasifikasikan trading, held to maturity dan available for sale.
8. Investasi pada perusahaan asosiasi dan entitas anak dalam SAK ETAP ruang
lingkupnya adalah asosiasi dan entitas anak, mengunakan metode akuntansi metode
biaya untuk entitas asosiasi dan metode ekuitas untuk entitas anak.
9. Metode yang digunakan pada Property Investasi pada SAK ETAP adalah metode
biaya sedangkan PSAK adalah metode nilai wajar.
10. Aset Tetap pada SAK ETAP tidak menggunakan pendekatan komponenisasi, revaluasi
dapat dilakukan jika sesuai dengan peraturan pemerintah, tidak perlu mereview nilai
sisa.
11. SAK ETAP tidak mengijinkan pengakuan pos-pos dalam neraca yang tidak memenuhi
definisi aset atau kewajiban dengan mengabaikan apakah pos-pos tersebut merupakan
hasil dari penerapan matching concept
12. Saling hapus tidak diperkenankan atas aset dengan kewajiban, atau penghasilan
dengan beban, kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh SAK ETAP.
Pada dasarnya, SAK-ETAP adalah PSAK yang disederhanakan yaitu :
1. Mengabaikan yang tidak relevan.
2. Merupakan pilihan alternative standar akuntansi yang sederhana.
Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

3. Penyederhanaan pengakuan dan pengukuran.


4. Mengurangi tingkat pengungkapan.
5. Penyederhanaan proses penyusunan.
Sedangkan perbedaan mendasar yang terdapat di SAK ETAP dibandingkan dengan PSAK
adalah sebagai berikut :
1. Tidak mengatur pajak tangguhan
2. Hanya menggunakan metode tidak langsung untuk laporan arus kas.
3. Menggunakan cost model untuk investasi ke asosiasi dan menggunakan metode
ekuitas untuk anak perusahaan.
4. Tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
5. Hanya menggunakan model cost untuk aset tetap, aset tidak berwujud dan properti
investasi, sedangkan PSAK-IFRS boleh memilih cost model atau model revaluasi.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan SAK ETAP dengan PSAK:
Elemen

Penyajian Laporan
Keuangan

Laporan Arus Kas

PSAK Umum

SAK ETAP

PSAK No.1 (Revisi


2009)Laporan keuangan yang
lengkap terdiri dari :
Laporan posisi keuangan /
Neraca
Laporan laba rugi
komprehensif
Laporan perubahan ekuitas
Laporan arus kas
Catatan atas laporan
keuangan
Laporan posisi keuangan pada
awal periode komparatif
untuk penyajian kembali

PSAK ETAP Bab 3


Laporan keuangan
yang lengkap terdiri
dari:
1. Neraca
2. Laporan Laba rugi
3. Laporan perubahan
ekuitas
4. Catatan arus kas
5. Catatan atas
laporan keuangan

PSAK No. 2 (Revisi 2009)


Arus kas aktivitas operasi:
metode langsung dan tidak

PSAK ETAP Bab


7Sama dengan
PSAKkecuali:

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

langsung
Arus kas mata uang asing

Laporan
keuangankonsolidas
i dan terpisah

PSAK No.4 (Revisi 2009)


Laporan keuangan
konsolidasi
Laporan keuangan sendiri
(lampiran laporan keuangan
konsolidasi)
Konsolidasi Entitas bertujuan
khusus
Prosedur konsolidasi

Arus kas aktivitas


operasi disajikan
dengan metode
tidak langsung
Arus kas mata
uang asing, tidak
diatur.

PSAK ETAP Bab 12


Tidak menyusun
laporan keuangan
konsolidasian

1. Ekuitas
Ekuitas dalam SAK ETAP dapat diterapkan untuk setiap usaha. Bentuk umum entitas
meliputi : entitas perorangan, persekutuan perdata, firma, CV, Perseroan terbatas, koperasi.
Sedangkan entitas PT modal saham meliputi: saham preferen, biasa, tambahan modal disetor.
Perolehan kembali saham yang telah dikeluarkan atau sering disebut treasury stock,
terdapat 2 metode yaitu:
1. Metode biaya : saham yang dibeli kembali tersebut akan dicatat sesuai dengan harga
perolehan dan disajikan sebagai akun pengurang ekuitas.
2. Metode fair value: saham yang dibeli kembali akan dicatat pada harga nominal dan
disajikan sebagai akun pengurang modal saham.
Laporan perubahan ekuitas dan saldo laba dapat menggantikan laporan keuangan laba
rugi dan laporan perubahan ekuitas dan tidak ada pengungkapan dividen dan dividen per
saham.

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

Dalam penyajian laba rugi tahun berjalan, pendapatan dan beban yang diakui langsung
dalam ekuitas, pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan, rekonsiliasi
jumlah tercatat awal dan akhir periode dari komponen ekuitas.
2. Debt Investment
Investasi jangka panjang dalam SAK ETAP yang disebut efek adalah surat berharga utang
atau ekuitas. Klasifikasi pada saat perolehan berdasarkan tujuan manajamen:
1. Dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity). Disajikan sebesar biaya perolehan
dikurangi amortisasi premi atau diskonto. Dalam penyajian di neraca sebagai aset
lancar atau tidak lancar berdasarkan keputusan manajemen, kecuali akan jatuh tempo
pada tahun berikutnya harus sebagai aset lancar. Dalam laporan arus kas sebagai arus
kas investasi.
2. Diperdagangkan (trading). Disajikan sebesar nilai wajar pada tanggal neraca. Dalam
penyajian di neraca, trading sebagai aset lancer. Sedangkan dalam pada laporan arus
kas merupakan arus kas operasi
3. Tersedia untuk dijual (available for sale). Dinilai pada nilai wajar pada tanggal
neraca. Dalam penyajian di neraca sebagai aset lancar atau tidak lancar berdasarkan
keputusan manajemen, kecuali akan jatuh tempo pada tahun berikutnya harus sebagai
aset lancar. Dalam laporan arus kas sebagai arus kas investasi.
3. Equity Investment
Entitas asosiasi merupakan investor yang mempunyai pengaruh signifikan biasanya 20%
hak suara atau lebih. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh induk. Investasi pada
entitas asosiasi dicatat dengan metode biaya (cost method). Pada investasi pada entitas
asosiasi dividen menambah pendapatan investasi.
Investasi pada anak dengan metode ekuitas, dan tidak dibuat laporan konsolidasian.
Dalam investasi pada anak pendapatan menambah investasi, sedangkan dividen mengurangi
investasi.
4. Revenue
Jenis jenis pendapatan yang diungkapkan dalam SAK ETAP adalah sebagai berikut :
1. Penjualan barang. Pendapatan diakui jika semua kondisi telah terpenuhi.
2. Penyediaan jasa. Entitas harus mengakui pendapatan sesuai dengan tahap
penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan (biasanya disebut metode
persentase penyelesaian). Hasil suatu transaksi dapat diestimasi secara andal apabila
memenuhi semua kondisi.
3. Kontrak konstruksi
4. Penggunaan aset entitas oleh pihak lain: bunga, royalti atau dividen. Entitas harus
mengakui pendapatan yang muncul dari penggunaan aset oleh entitas yang lain yang
Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

menghasilkan bunga, royalti dan dividen ketika ada kemungkinan besar bahwa
manfaat ekonomis yang berhubungan dengan transaksi akan mengalir kepada entitas
dan jumlah pendapatan tersebut dapat diukur secara andal.
5. Tidak termasuk perjanjian sewa, dividen yang diterima dari investasi anak dan
asosiasi, serta perubahan nilai wajar investasi efek tertentu.
Pengukuran pendapatan pada nilai wajar atas pembayaran yang diterima atau masih harus
diterima secara bruto. Nilai yang menjadi bagian pihak ketiga harus dikeluarkan dari
pendapatan. Jasa keagenan hanya diakui sebesar komisi keagenan saja, jumlah yang
diperoleh atas nama pihak prinsipal bukan merupakan pendapatan entitas. Pembayaran
tangguh maka pendapatan diakui sebesar nilai tunai (nilai wajar), selisih diakui sebagai
pendapatan bunga.
5. Income Tax Expense
Pajak penghasilan yang diatur dalam SAK ETAP berbeda dengan PSAK yaitu :
1. Diakui berdasarkan kewajiban pajak periode berjalan dan periode sebelumnya yang
belum dibayar.
2. Jika terdapat kelebihan bayar maka diakui sebagai aset.
3. Pajak tangguhan tidak diatur.
Berikut perbedaan jika menggunakan PSAK :
1. Menggunakan deferred tax concept.
2. Pengakuan dan pengukuran pajak kini.
3. Pengakuan dan pengukuran pajak tangguhan.
6. Pensiun & Imbalan Kerja
Ruang lingkup imbalan kerja dalam SAK ETAP adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Imbalan jangka pendek


Imbalan pascakerja
Imbalan kerja jangka panjang lainya
Pesangon pemutusan kerja.

Prinsip umum yang diakui dalam SAK ETAP adalah entitas mengakui biaya seluruh
imbalan kerja yang menjadi hak pekerja akibat jasa yang diberikan kepada entitas selama
periode pelaporan yaitu sebagai kewajiban setelah dikurangi jumlah yang telah dibayarkan,
dan sebagai beban kecuali bab lain mensyaratkan diakui sebagai bagian perolehan aset.
Imbalan jangka pendek, diakui pada nilai tidak terdiskonto dalam laporan laba rugi saat
terjadinya atau diakui sebagai bagian perolehan aset sesuai SAK ETAP. Imbalan jangka
pendek tersebut meliputi :
1. Upah, gaji, iuran jaminan sosial
2. Program bagi laba bonus
Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

3. Cuti berimbalan
Sedangkan yang disebut dengan imbalan pascakerja adalah manfaat pasti dan iuran pasti.
SAK ETAP tidak mensyaratkan entitas untuk menggunakan metode aktuaris independen
untuk melakukan penilaian aktuarial komprehensif. Penilaian tidak harus dilakukan secara
tahunan.
Imbalan jangka panjang lainnya yaitu berupa :
1.
2.
3.
4.

Cuti hari raya jangka panjang


Imbalan pengabdian
Bonus atau bagi hasil melebihi 12 bulan sejak tanggal pelaporan
Kompensasi yang ditunda

Entitas mengakui imbalan kerja jangka panjang lainya sebagai kewajiban yang diukur
pada nilai neto nilai kini kewajiban dikurangi dengan nilai wajar aset program pada tanggal
pelaporan, dan mengakui beban atau bagian perolehan aset.
Poin terakhir yaitu pesangon pemutusan kerja adalah :
1. Harus ada komitmen kuat entitas untuk memutus masa kerja pekerja atau memberikan
PKK sebagai akibat penawaran untuk pengurangan jumlah pekerja secara sukarela.
2. Entitas mengakui PKK sebagai beban pada saat terjadinya PKK (segera).
3. Diukur dengan estimasi terbaik pembayaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
kewajiban pada tanggal pelaporan.
7. Leasing
Klasifikasi sewa dalam SAK ETAP merupakan kombinasi antara IFRS for SMEs dan
SFAS 13. Klasifikasi sewa tergantung pada substansi transaksi dan bukan bentuk hukumnya.
Sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansi seluruh manfaat dan risiko
kepemilikan aset kepada lessee, jika tidak maka sebagai sewa operasi. Klasifikasi sewa
dilakukan pada awal sewa dan tidak berubah selama masa sewa kecuali lessee dan lessor
sepakat mengubah persyaratan sewa sehingga klasifikasi sewa harus dievaluasi ulang.
Dalam pencatatan sewa operasi, pihak lesse:
Tidak mencatat aset sewaan
Mencatat beban sewa secara straight line
Sedangkan pihak lessor:
Mencatat aset sewaan (termasuk depresiasi)
Mencatat penerimaan secara straight line.

8. Accounting Changes

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, aturan dan praktik tertentu yang
diterapkan oleh suatu entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya.
Jika SAK ETAP secara spesifik mengatur transaksi, kejadian atau keadaan lainnya, maka
entitas harus menerapkan SAK ETAP. Namun, jika dampak tidak material maka entitas tidak
perlu mengikuti persyaratan dalam SAK ETAP.
Entitas harus memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi secara konsisten untuk
transaksi atau kejadian dan kondisi lain yang serupa.
Penerapan perubahan akuntansi:
1.

Sesuai dengan ketentuan transisi SAK ETAP

2.

Jika tidak diatur, maka penerapan secara retrospektif


a. Entitas menerapkan kebijakan akuntansi baru seolah-olah kebijakan akuntansi
baru telah diterapkan sebelumnya.
b. Jika tidak praktis, entitas menerapkan kebijakan akuntansi baru pada periode
sajian paling awal.

Sedangkan untuk kebijakan perubahan estimasi adalah penyesuaian jumlah tercatat aset
atau kewajiban, atau jumlah konsumsi periodik suatu aset, yang berasal dari pengujian status
sekarang dari, dan ekspektasi manfaat ekonomi dan kewajiban masa mendatang.
Perubahan estimasi akuntansi yang berasal dari informasi baru atau pengembangan baru
dan oleh karena itu, bukan koreksi kesalahan. Penerapan perubahan estimasi secara
prospektif.
Terakhir adalah kesalahan periode yang lalu yaitu kelalaian dan kesalahan pencatatan
dalam laporan keuangan entitas untuk satu atau lebih periode lalu yang muncul dari
kegagalan untuk menggunakan atau kesalahan penggunaan informasi yang andal, yang
meliputi :
tersedia ketika laporan keuangan diterbitkan; dan
diekspektasi dengan layak seharusnya diperoleh dan dimasukkan dalam penyusunan
dan penyajian laporan keuangan tersebut
Kebijakan ini diterapkan secara retrospektif.
9. Cash Flow
Laporan arus kas menyajikan informasi arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi
dan aktivitas pendanaan. Untuk aktivitas operasi hanya dapat disajikan secara tidak langsung.
Bunga dan dividen harus diungkap secara terpisah secara konsisten sebagai aktivitas operasi,
investasi atau pendanaan. Pajak penghasilan diungkapkan terpisah sebagai aktivitas operasi

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

kecuali dapat secara spesifik diidentifikasi sebagai aktivitas investasi atau pendanaan.
Transaksi non kas tidak dapat disajikan dalam laporan arus kas.
Berikut Perbedaan mendasar antara SAK ETAP dengan PSAK
1. KERANGKA KONSEPTUAL

2. PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

3. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

4. KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN KESALAHAN

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

5.INSTRUMEN KEUANGAN

6. PERSEDIAAN

7. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

8. INVESTASI PADA ENTITAS JOINT VENTURE

9. INVESTASI PADA ENTITAS ANAK

10. PROPERTI INVESTASI DAN ASET TETAP

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

11. ASET TIDAK BERWUJUD

12. SEWA

13. KEWAJIBAN DIESTIMASI DAN KONTINJENSI, EKUITAS DAN


PENDAPATAN

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

14. BIAYA PINJAMAN DAN PENURUNAN NILAI

15. IMBALAN KERJA

16. PAJAK PENGHASILAN

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

17. MATA UANG DAN TRANSAKSI VALAS

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky

DAFTAR PUSTAKA
1. Ikatan Akuntan Indonesia, Maret 2013 Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik, Jakarta : Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia.

Arief Pandapotan - Moechammed Riezky