Anda di halaman 1dari 1

Masa Studi Mahasiswa S1 Akan Jadi 7

Tahun, Ini Alasanya


Lili Sunardi Kamis, 21/05/2015 20:05 WIB

Ilustrasi lulus perguran tinggi


telegraph.co.uk
Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan
secepatnya merevisi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur masa
kuliah sarjana atau S1.
Teten Masduki, Staf Khusus Tim Komunikasi Presiden, mengatakan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) langsung menghubungi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Menristek-Dikti) untuk menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait masa kuliah dan uang
kuliah tunggal.
Sehari setelah bertemu pimpinan BEM beberapa universitas, Presiden Jokowi menghubungi
Menristek-Dikti. Jadi sebenarnya sudah selesai, katanya di Bina Graha, Kamis (21/5/2015).
Teten menuturkan Permendikbud No 49/2014 yang mengatur masa kuliah sarjana maksimal
lima tahun dianggap terlalu berat oleh mahasiswa. Untuk itu, pemerintah akan
mengembalikan masa kuliah sarjana menjadi tujuh tahun.
Menurutnya, Menristek-Dikti juga akan mengubah peraturan menteri terkait uang kuliah
tunggal agar dapat langsung diterapkan. Jadi memang Presiden langsung merespons apa
yang menjadi tuntutan mahasiswa, ujarnya.
Sekadar diketahui, Pasal 17 ayat (3) Permendikbud No. 49/2014 disebutkan masa studi
terpakai bagi mahasiswa dengan beban belajar untuk sarjana selama empat sampai lima
tahun, dan satu setengah hingga empat tahun untuk program magister, program magister
terapan dan program spesialis satu setelah menyelesaikan program sarjana.
Presiden Jokowi sebelumnya juga menemui BEM dari sejumlah universitas untuk makan
malam bersama dan melakukan dialog. Presiden beralasan ingin mendengar langsung aspirasi
mahasiswa terkait kondisi negara saat ini.