Anda di halaman 1dari 2

Dinamika Teorisasi Politik Luar Negeri

Hadza Min Fadhli Robby 10/298963/SP/24025


Upaya untuk mendefinisikan dan mengkonseptualisasikan politik luar negeri bukan suatu hal
yang mudah untuk dilakukan. Sebabnya adalah karena politik luar negeri merupakan hal yang
selalu berubah dari masa ke masa, dimana kita bisa melihat bahwa politik global mengalami
dinamika yang tiada hentinya sehingga para aktor yang merumuskan politik luar negeri
juga melakukan adaptasi terhadap dinamika tersebut. Membaca politik luar negeri tidak
semudah membaca perilaku molekul, karena perilaku para aktor yang menentukan politik
luar negeri tidak sesederhana dan sekaku molekul yang hanya bersifat take and give. Aktor
yang menentukan politik luar negeri mempunyai nilai dan persepsi yang pada akhirnya akan
mempengaruhi pililihan dan preferensi mereka.1
Sepanjang sejarah, ilmuwan hubungan internasional mencoba untuk terus mengupayakan
bahwa kebijakan politik luar negeri terlepas dari segala dinamikanya dapat dianalisa
secara saintifik dan mendalam dengan menggunakan indikator serta melihat spesifikasi dalam
situasi-situasi tertentu, bukan hanya sekedar analisa yang bersifat menggeneralisasi kondisi
atau berdasarkan dugaan belaka.
Definisi Politik Luar Negeri
Pembicaraan mengenai politik luar negeri telah dibicarakan sejak manusia mulai membangun
sistem kekuasaan berupa kerajaan dan negara-negara, dimana kemudian kerajaan dan negara
yang telah dibentuk itu berinteraksi antara satu sama lain. Berbagai pemikir politik, seperti
Macchiavelli, Grotius dan Kant mencoba untuk membahas tentang bagaimana hubungan
antarnegara seharusnya dikonstruksikan. Namun, definisi terkait politik luar negeri belum
digambarkan secara rigid.
Pada abad ke-20, keilmuan hubungan internasional mulai berkembang secara gradual dan
perkembangan ini mempengaruhi pula studi mengenai politik luar negeri. Salah satu
momentum dimana studi politik luar negeri mulai menjadi studi yang secara spesifik
dipelajari adalah ketika Hans J. Morgenthau menerbitkan buku Politics Among Nations pada
tahun 1948. Dalam buku tersebut, Morgenthau mencoba untuk mengupas secara dalam
tentang bagaimana AS mengaplikasikan politik luar negerinya pada masa interwar.
1 J.L. Gaddis dalam Valerie M. Hudson & Christopher S. Vore, Foreign Policy Analysis: Yesterday,
Today, Tomorrow, Mershon International Studies Review, Vol. 39, No. 2 (Oct. 1995), p. 209
1

Secara konsisten, Morgenthau mencoba untuk mengadvokasi ide-ide mengenai realisme


politik untuk diadopsi sebagai kerangka baru bagi konsepsi politik luar negeri AS, sebagai
kritiknya terhadap idealisme politik yang diterapkan selama masa interwar. Dalam bukunya,
Morgenthau mencoba untuk menggeneralisasi kondisi politik luar negeri yang dianut oleh
negara-negara di dunia, dimana politik antar negara berlangsung dalam keadaan yang penuh
persaingan untuk merebut pengaruh dan kekuatan.2 Melihat kondisi hubungan internasional
pada masa itu, Morgenthau kemudian memberikan preskripsi bahwa politik luar negeri harus
difokuskan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dengan meningkatkan kapabilitas
militer

Snyder dan Upaya Teorisasi Politik Luar Negeri

Kritik Rosenau terhadap Snyder: Teori Aktor-Spesifik

Analisis Psikologis Sprout dalam Teorisasi Politik Luar Negeri

Kesimpulan

2 Andrea Locatelli, Reading Suggestions: Hans J. Morgenthaus Politics among Nations,


http://www.webasa.org/Publicazioni/locatelli_2003_1.pdf, p. 44
2