Anda di halaman 1dari 2

TUBERCULOSIS PARU

Penyakit infeksi kronis pada paru yang disebabkan oleh


Mycobacterium tuberculosis.
Pada anak disebut juga tuberculosis primer infeksi
terjadi sebelum tubuh mempunyai kekebalan spesifik
terhadap basil M. tuberculosis.
Yang potensial menularkan adalah orang tuanya. Karena
pada anak :
tidak begitu menular, kurang membahayakan
masyarakat, hanya berbahaya bagi anak sendiri oleh
karena komplikasi dan kematian misalnya oleh karena
meningitis Tbc.
Etiologi
Mycobacterium tuberculosis
Bentuk batang, aerob.
Tahan hidup di suhu kamar dan ruangan
lembab.
Mudah mati terkena UV.
Penularannya melalui udara.
Mycobacterium bovis
Jarang terjadi.
Penularan peroral. Biasanya melalui susu.
Patofisiologi
Penularan melalui inhalasi
M. tbc di alveolus, difagositosis oleh monosit
makrofag.
Makrofag M. tuberculosis membentuk
tuberkel. Kumpulan dari tuberkel membentuk
tuberkuloma dengan nekrosis, fibrosis,
mengalami/terjadi kalsifikasi.
Lesi pertama di alveolus namanya fokus
primer akan menjalar ke kelenjar limfe
regional (hilus/para trachea) yang disebut
kompleks primer.
Dari kelenjar limfe masuk ke saluran darah,
terus ke organ (transiet bacilamin) menghilang
pada saat hipersensitivitas timbul.
Komplex primer akan terjadi 2 10 minggu
setelah infeksi (masa inkubasi). Komplex
primer hipersensitivitas.
Kompleks primer adalah saat belum
menimbulkan gejala sampai terlihat gejala
klinis yang khas.
Fokus primer Tenang Kalsifikasi Sembuh sendiri
Reaktivasi (kambuh lagi)
Kelenjar Limfe Aliran darah Milier tbc
Meningitis tbc
Penyebaran lewat bronkus
(Peneumoni Kaseosa)
Manifestasi Klinik
Anak dicurigai Tbc jika :
Ada kontak dengan penderita Tbc yang BTA
(+). BTA Bakteri Tahan Asam.

Reaksi Immunisasi BCG cepat kurang dari 2


minggu. Padahal normal dari reaksi imunisasi
BCG adalah 2 4 minggu.
Gejala umum :
BB atau malnutrisi.
Anorexia (sulit/tidak mau makan).
Demam lama/berulang.
Pembesaran kelenjar limfe (multiple di
satu daerah, banyak. Ada yg besar
dikelilingi oleh yang kecil kecil).
Batuk lama > 3 minggu.
Diare persisten.
Gejala spesifik
Scrofuloderma, gibus (seperti bungkuk
karena ada penonjolan di vertebrae),
pincang kejang, penurunan kesadaran.
Uji tuberkulin (Mantoux)
Dipakai Pure Protein Derivat (PPD) 0,1
mL.
Pembacaan dilakukan dalam 4872 jam
(2 3 hari).

Diukur indurasi diameter transversal


dalam mm :
o 0 4 mm : negatif
o 5 9 mm : meragukan
o > 10 mm : positif
Jika Post BCG > 15 mm (+).
Mantoux positif, kemungkinannya :
o Infeksi Tbc aktif.
o Pernah menderita Tbc.
Mantoux false negatif
o Tbc berat.
o Malnutrisi, imunosupresif penyakit
berat anergi.

Foto Rongent paru


Tidak selalu dapat mendeteksi.
Pembacaannya sulit.
Paling khas kalau ditemukan infiltrat
dengan pembesaran kelenjar hilus
paratracheal.
Pemeriksaan mikrobiologi
BTA pada anak anak bilas lambung.
Pada orang dewasa bisa mengeluarkan
sputum. Karena pada anak anak, sulit
untuk mengeluarkan sputum.
Kultur.
Respon terhadap pengobatan OAT (Obat Anti
Tuberkulosis) 2 bulan membaik benar
benar Tbc.
Jika 2 dari 6 manifestasi klinik ada berarti dapat
dipastikan Tbc.
Penatalaksanaan
Prinsip pengobatan
Harus diminum teratur tiap hari.
Waktu pengobatan cukup lama minimal 6
bulan.
Dosis obat disesuaikan dengan BB.
2 bulan pertama, susunan obat 2 HRZ/4 hari
H : Isoniazid
1

R : Rifampisin
Z : Pyrazinamid
Tbc berat (Tbc tulang, Tbc milier/Meningitis Tbc)
ditambah kan streptomycin atau ethambutol
selama 2 bulan HR 10 bulan.
Dosis Obat (Single Dose, Paling Baik Diberikan Pagi
Hari Sebelum Makan).
INH
: 5 15 mg/kgBB/hari
Rifampicine
: 10 15 mg/kgBB/hari
Pyrazinamide
: 25 35 mg/kgBB/hari
Streptomicine
: 15 30 mg/kgBB/hari
Ethambutol
: 15 20 mg/kgBB/hari
Pemberian Kortikosteroid
Pada keadaan khusus, misalnya pada :
Tbc Miller, pleuritis, Meningitis Tbc,
peritonitis.
Diberikan Prednison 1 2 mg/kgBB/hari
selama 1 3 bulan.
Pencegahan
Primer : kontak erat dengan penderita Tbc BTA (+).
Sekunder : Mantoux (+), klinis baik, ada faktor
resikoUmur < 5 tahun.
Inf (morbili, Varicella).
Imunosupresif.
Infeksi HIV.
Diberikan INH 5 10 mg/kgBB/hari
Evaluasi
2 bulan terapi baik Tbc pasti.
Jika tidak baik bukan Tbc, atau menderita Tbc
tetapi sudah terjadi resistensi pada kumannya.
Penghentian pengobatan
Bila 6 bulan terapi, membaik
Batuk menghilang.
Anak lebih aktif.
LED .
Foto thorax membaik.
BB , nafsu makan membaik.
Setelah 6 bulan tidak membaik kemungkinan :
Kuman sudah resisten terhadap obat.
Obat bisa diganti/ditambah.
Bukan Tbc bisa saja cuma asma yang
ringan, meskipun disertai batuk batuk.

Stadium II (Transisional)
Ditandai kelainan neurologik, peradangan
meningen.
Kaku kuduk, reflex kernig, Brudzinski (+).
Gangguan otak/batang otak, strabismus,
plosis, reaksi pupil, gangguan penglihatan.
Stadium III (Koma)
Pernapasan iregular.
Panas tinggi.
Edema pupil.
Hiperglikemia.Kriteria diagnosis
Riwayat kejang atau penurunan kesadaran.
Kaku kuduk, gangguan otak.
Lumbal punctie
Cairan ground glass appearance (tidak bening
maupun
tidak
butek
seperti
warna
gelas)/xantochrom (kekuningan seperti warna
kuningnya air kencing).
sel leukosit : 10 10.000/mm 3 (awal =
PMN, lanjut = limfosit) yang meningkat.
Protein meningkat > 40 mg/dL.
Glukosa menurun < 40 mg/dL.
Radiologi
Fotothorax : lesi di paru.
USG/CT scan : hidrocephalus.
Terapi
INH/Rif/PZA.
Streptomicine/ethambutol.
Prednison 1 2 minggu/kgBB/hari selama 4 8
minggu, tappering off selama 2 8 minggu.
Prognosis
Tergantung umur stadium.
< 2 tahun mortalitas/squele tinggi.
Stadium I Sembuh 100%, squele (rendah/tidak
ada).
Stadium II mortalitas 15 30 %, squele 75%.
Stadium III mortalitas 50%, squele > 80%.
Squele adalah gejala sisa. Gejala sisa itu bisa
berupa :
Buta, bisu, cacat fisik, dll.

MENINGITIS TBC
Adalah peradangan meningitis yang disebabkan oleh
Mycobacterum tuberculosa.
Stadium stadium :

Stadium I (Non Spesifik)


Apatis, iritabil, demam, muntah.
Seringkali gejalanya hilang timbul
Diabaikan karena dianggap penyakit biasa.
Umumnya berlangsung 13 minggu.
Jika tuberkel yang ada di otak pecah, masuk
ke subarachnoid sehingga stadium I
berlangsung singkat langsung masuk ke
stadium III.
2