Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODE PENELITIAN
3.1

Metode Pelaksanaan
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan OneGroup Pre test-post test design yang bertujuan untuk membandingkan
pengetahuan RJP sebelum dan sesudah pelatihan Pengambilan sampel
pada penelitian ini diambil secara total sampling berdasarkan kriteria
inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan peneliti. Pada penelitian ini,
sampel akan diberikan quisioner sebelum pelatihan dan di akhir pelatihan,
sampel diberikan quisioner kembali. Sampel merupakan anggota aktif
PMR di SMA Negeri 2 Tanggul Jember.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tanggul Jember pada
tanggal xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

3.3PopulasidanSampelPenelitian

3.3.1 PopulasiPenelitian
Populasi penelitian ini seluruh siswa/i SMA Negeri 2 TanggulJember
3.3.2 Kriteria Sampel Penelitian
Sampel penelitian ini adalah pasien hipertensi yang datang berobat
ke

Balai

Pengobatan

Puskesmas

Tanggul

yang

memenuhikriteriasebagaiberikut
A. Kriteria Inklusi
Merupakan pasien yang akan atau sudah berobat hipertensi rutin di
Balai Pengobatan Puskesmas induk dan Puskesmas pembantu di

wilayah kerja Puskesmas Tanggul


Pasien dengan tekanan darah sistolik140 mmHg dan 180 mmHg

B. Kriteria Eksklusi
Pasien yang kurang kooperatif
Pasien dengan kondisi khusus, seperti krisis hipertensi dan pasien
3.3.3

yang sudah mengalami komplikasi kardiovaskular.


Teknik Pengambilan Sampel
Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu
pengambilan sampel dengan mengadakan seleksi terlebih dahulu
sehingga diperoleh sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari peneliti.
Jumlah sampel ditetapkan sebanyak 40 orang, yang dibagi menjadi
2 kelompok, yaitu kelompok yang menerima intervensi dan kelompok
kontrol yang tidak diberi intervensi. Intervensi berupa edukasi mengenai
diet pada penderita hipertensi.

3.4 Pengumpulan Data


Data
diperolehdarikunjunganpertamadankeduapasienkeBalaiPengobatanPuskesmasTan
ggul. Data yang dievaluasiterutamaadalahtekanandarahsistoliksampeltekanan
darah diastolik tidak diperhitungkan, karena menurut WHO (2005) tekanan darah
diastolik akan turun pada saat target tekanan darah sistolik juga tercapai, maka
dari itu target terapi hipertensi adalah penurunan tekanan darah sistolik.
3.5 VariabelPenelitian
3.5.1 VariabelTergantung: Kejadian hipertensi
3.5.2 VariabelBebas: Diet penderita hipertensi
3.5.3VariabelPenyerta:
1.
2.
3.
4.

Merokok (tidakdinilai)
Exercise (tidakdinilai)
Penyakit penyerta (tidak dinilai)
Body Mass Index (tidak dinilai)

3.6. Instrumen Penelitian


Data penelitian ini diambil dari pemeriksaan pasien hipertensi yang
berobat ke Balai Pengobatan Puskesmas Tanggul bulan April hingga Mei 2015.
Penulis mencatat semua pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Setelah
diperoleh data tekanan darah pasien hipertensi, maka sampel dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberi edukasi mengenai diet
hipertensi dan kelompok kontrol yang tidak diberi edukasi mengenai diet
hipertensi.
Kelompok intervensi mendapatkan intervensi berupa edukasi diet atau
pola makan pada penderita hipertensi. Intervensi dilakukan pada saat kunjungan
pertama pasien dengan media leaflet yang berisi makanan-makanan yang
dianjurkan dan dilarang untuk penderita hipertensi, sedangkan kelompok kontrol
tidak diberi edukasi sama sekali mengenai diet pada penderita hipertensi. Kedua
kelompok diberi terapi farmakologis yang sama sesuai rekomendasi JNC 8 dan
tersedia di Puskesmas Tanggul, yaitu Captopril 25 mg per hari, dibagi dalam 2
kali pemberian. Kemudian tekanan darah akan dievaluasi kembali saat kunjungan
kedua pasien atau sampel. Setiap sampel disarankan untuk kontrol kembali setelah
obat anti hipertensi yang telah diberikan saat kunjungan pertama habis dalam 2
minggu.