Anda di halaman 1dari 59

Siapa Aku

IntiSari
Bisikan Rahasia Adanya Zat
Sesungguhnya tidak ada apa-apa, sebab
manakala masih kosong, belumlah ada sesuatu
pun juga, yang ada dahulu itu AKU. Tidak ada
Tuhan selain AKU.
Sesungguhnya Dzat Yang Maha Suci meliputi
sifat-sifat-Ku, menyertai nama-nama-Ku dan
menandai afal afal Ku
Penjabaran Perwujudan Zat
Sesungguhnya AKU adalah Dzat Yang
Berkuasa dan Berwenang, yang mampu
menciptakan segala sesuatu, tercipta dengan
seketika, sempurna melalui Kodrat-Ku.
Dalam segala penciptaan-Ku telah nyata tandatanda dari afal-Ku yang merupakan pintu
Iradat-Ku.

2 Siapa Aku

Mula pertama AKU menciptakan Kayu (Hayyu)


bernama Sajaratul yaqin (Sajarah:Pohon, Yaqin:
Keyakinan) tumbuh didalam alam adam makdum
Ajali Abadil Adam Ma'dum Azzali Abadi. Lantas
Cahaya bernama Nur Muhammad (Nur : Cahaya,
Muhammad : Terpuji), lantas Cermin bernama
Miratul hayai/Mir'atul Haya' (Mir'ah: Cermin,
Haya' : Malu) lantas Nyawa/Sukma bernama Roh
Idhofi/Ruh Idhafi (Ruh yang menguatkan) lantas
Pelita bernama Kandil, lantas Cahaya beraneka
warna bernama Darah, lantas Dinding Jalal
(Dinding : Tembok, Jalal : Agung) bernama Kijab/
Hijab.
Semua itu adalah penghalang bagi Kodrat-Ku.

Penggelaran Keberadaan Zat


Sesungguhnya manusia itu adalah Rahsa (Rasa
Sejati Inti Rasa)-Ku . dan AKU ini adalah Rahsa
manusia, sebab AKU menciptakan Adam berasal
dari unsur empat macam, Bumi, Api, Angin dan
Air. Itulah yang menjadi perwujudan sifat-Ku.
Disana AKU liputi Mudah lima macam, Nur,
Rahsa (Rasa Sejati), Roh, Nafs dan Budi
(Kesadaran). Semua itu adalah penghalang
Wajah-Ku Yang Maha Suci

Siapa Aku

Awal Mula Penciptaan Tahta Mahligai


Didalam Baitul Makmur
(Bait:Rumah,Makmur:Yang Ramai)

Sesungguhnya AKU menata mahligai didalam


Betalmakmur/Bait Al Ma'mur, disanalah rumah
keramaian-Ku. Berada didalam Kepala Adam.
Yang ada didalam Kepala adalah Dimaki
Dimaq, yaitu Otak, yang ada diantara Otak
adalah Manik, didalam Manik adalah Budi,
didalam Budi adalah Nafs, didalam Nafs adalah
Suksma, didalam Suksma adalah Rahsa,
didalam Rahsa adalah AKU, tiada Tuhan
kecuali AKU, Dzat Yang Menyelimuti kondisi
kesejatian
Awal Mula Penciptaan Tahta Mahligai
Didalam Baitul Muharram
(Bait:Rumah, Muharram : Larangan)

Sesungguhnya AKU menata mahligai didalam


Betalmukaram/Bait AI-Muharram, disanalah
rumah larangan-Ku, berada didalam Dada
Adam. Yang ada didalam Dada adalah Hati,
diantara Hati adalah Jantung, didalam Jantung
adalah Budi, didalam Budi adalah Jinem, yaitu
Angan-angan, didalam Angan-angan adalah
Suksma, didalam Suksma adalah Rahsa,

4 Siapa Aku

didalam Rahsa .adalah'AKU. Tidak ada Tuhan


kecuali AKU, Dzat Yang Menyelimuti kondisi
kesejatian
Awal Mula Penciptaan Tahta Mahligai
Didalam Baitul Mukhaddas
(Bait: Rumah, Mukhaddas : Yang Bersih)

Sesungguhnya AKU. menata mahligai didalam


Betalmukadas/Bait Al-Mukhaddas, disanalah
rumah tempat pensucian-Ku, berada didalam
Konthol/Penis Adam. Yang ada didalam Konthol
adalah Pringsilan (Tes-Tis), yang ada diantara
Pringsilan adalah Nutpah/Nutfah, yaitu Air
Mani, didalam Air Mani adalah Madi, didalam
Madi adalah Wadi, didalam Wadi adalah
Manikem, didalam Manikem adalah Rahsa,
didalam Rahsa adalah AKU. Tidak ada Tuhan
kecuali AKU. Dzat Yang Meliputi kondisi
kesejatian. Berdiam didalam Nukat Gaib, turun
menjadi Johar Awall Jauhar Awwal, disana
terkandung alam Akadiyat/Akhadiyah, Wahdat,
Wakidiyat/Wakhidiyyah, alam Arwah, Alam
MisallMitsal, alam Ajsam, alam Insan Kamil.
Menjadi manusia sempurna yang merupakan
perwujudan dari sifat-Ku

Siapa Aku

Tetapnya dan Abadinya Keyakinan


AKU bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan
kecuali AKU dan aku bersaksi sesungguhnya
Muhammad adalah utusan-Ku
Kesaksian Sejati
AKU bersaksi kepada Dzat-Ku sendiri,
sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali AKU,
dan AKU bersaksi sesungguhnya Muhammad
itu utusan-Ku. Sesungguhnya yang disebut Allah
itu adalah Badan Ku, Rasul itu Rahsa-Ku,
Muhammad itu Cahya-Ku. Diri-Ku lah yang
Hidup Tanpa Pernah mati, Diri-Ku lah yang
senantiasa Ingat Tanpa Perniah lupa. Diri-Ku
lah yang Abadi tidak terkena perubahan apapun
dalam kondisi sejati. Diri-Ku lah yang Awas,
tidak khilaf akan sesuatupun. Diri-Ku lah yang
Berkuasa dan Berwenang, Yang Kuasa dan
Bijaksana tidak kekurangan pengetahuan
sedikitpun. byar/nampak sempurna terang
benderang, tidak terasakan apapun lagi, tidak
terlihat apapun lagi, Yang ada hanya AKU Yang
Meliputi seluruh semesta dengan kodrat-Ku

6 Siapa Aku

BAITULLAH
Allah badan-Ku, Muhammad cahya-Ku, Rasul
rahsa-Ku, Roh Idhofi Hidup-Ku, Allah adalah
tubuh-Ku (Aku Allah), Muhammad/Yang
Terpuji adalah cahaya-Ku (Aku Allah) Rasul
Utusan Sejati adalah rahsa/Rasa sejati-Ku (Aku
Allah), Roh Idhofi/Spirit Yang Menguatkan
adalah hidup-Ku (Aku Allah)
Allah, Muhammad, Rasul, Roh Idhofi ada dalam
'Kesatuan Tunggal' (Kesejatian Tunggal)
Manusia adalah Roh Idhofi, oleh karenanya
berhati-hatilah mengarungi hidup dan kehidupan
ini, karena manusia adalah Tiupan Roh Allah
sendiri. Kesaksian Pengokoh Inti Agama,
Adalah sebagai Ruh Idhofi (Spirit/tiang Yang
Menguat kan), Yang ada di pusat bathin, Yang
adalah sumber kehidupan, Yang merupakan satu
keadaan dengan Allah, Yang senantiasa
menghadap kepada Allah, Itulah bayangan/
percikan-KU yang disebut Ruh atau Muhammad
(Sejati), Itulah Sejatinya Manusia, Itulah Wujud
Sempuma, Ya Hu Allah. (Yang ada di pusat
bathin, Yang adalah sumber kehidupan, Yang
merupakan satu keadaan dengan Allah, Yang
senantiasa menghadap kepada Allah).
Aku Nur Muhammad = Allah = Ruh Idhofi,
sejatinya tiada beda.

Siapa Aku

Siapa AKU dan Penjelasanya


Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,
yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Yang Maha bijaksana, Yang Maha Memiliki
IImu Ghaib dan Yang Nyata, tidak ada Tuhan
melainkan Dia, Yang Maha Esa tiada sekutu
bagi Nya, Dialah yang awal dan yang akhir,
yang Batin dan yang Zahir yang meliputi Segala
sesuatu. Maha Suci Allah yang mengilhamkan
ilmu kepada sesiapa yang dikehendakiNya.
Tiada daya dan upaya melainkan dengan
izinNya.
Selawat dan salam untuk cahaya bagi segala
cahaya, rahsia bagi segala rahsia, pembuka pintu
ilmu Ketuhanan, pelita hati,dan penawar
sanubari yaitu junjungan besar Nabi Muhammad
SA W, (nur Muhammad).
Aku yang dimaksudkan disini ialah diri yaitu
diri kita sebagai manusia. Sekiranya betul
pendapat ini maka itu dari Allah dan sekiranya
tidak betul maka itu dari nafsu sendiri. Jadi
dengan itu mana yang betul atau baik jadikan
kajian dan mana yang salah dibuang.

8 Siapa Aku

PENDAHULUAN
Kita selalu merujuk diri kita sebagai AKU.
Kita berkata, "Ini Aku", "Ini Aku punya", "Ini
badan Aku", "Nama Aku si-anu", dan "Nama
bapa Aku si-anu", dan sebagai nya.
Pernahkah kita terpikir siapakah AKU kita itu?
Apakah AKU kita itu?
Siapa sebenarnya AKU itu?
Maka disini saya coba untuk menghuraikan
berkenaan dengan AKU.
Dari penerangan atau penjelasan ini mungkin
akan dapat sedikit sebanyak maklumat tentang
apa dan siapa sebenarnya AKU itu.

Penjelasan yang pertama.


Pernahkah kita terfikir siapakah AKU itu?
Pernahkah kita terbayang apakah AKU kita itu?
Sebenarnya AKU, kita ini adalah ROH kita,
bukan badan kasar ini. badan kasar ini akan mati
sekiranya tiada ROH.

Siapa Aku

Sekiranya tiada ROH, badan kita akan hancur


binasa. ROH kita inilah diri kita yang
sebenarnya ROH ini hidup dan tidak akan mati.
ROH inilah juga zat diri kita. ROH ini juga
limpahan Yang Maha Hidup iaitu Allah SWT.
Allah itu hidup. Dia mempunyai sifat hidup.
Maka hidup (ROH) kita adalah limpahan dari
hidup Allah itu.
ROH ini juga digelar "bayangan" Yang Maha
Hidup itu. ROH itu bayang kepada Yang
Empunya Bayang. Yang Empunya Bayang itu
ialah Allah, dan ROH kita itu adalah "bayangan"
Allah itu.
Allah itu tidak kelihatan, Maha Ghaib dan tidak
ada satupun yang seumpama denganNya.
Bagaimana kita dapat tahu adanya sesuatu yang
tidak kelihatan dan tidak terperikan. Ibarat angin
kita tidak nampak angin, tetapi bagaimana kita
tahu angin sedang bertiup dan angin itu ada ?
Jawabnya, kita tahu adanya angin itu kerana ada
kesannya. Bila daun pokok bergoyang, kita tahu
angin sedang bertiup. Kalau kita rasa hembusan,
maka itu adalah hembusan angin, sebagainya.
Goyangan daun dan rasa hembusan itu adalah
tanda-tanda adanya angin. Kita tidak nampak

10 Siapa Aku

angin tetapi kita tahu adanya angin melalui tanda


tandanya.
Demikian jugalah keadaannya dengan Allah
SWT. Kita tidak nampak DIA tetapi kita rasa
dan percaya adaNya melalui tanda-tandaNya.
Tanda-tanda Allah itu ialah alam semesta raya
ini. Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab ialah
"ayat" Oleh itu, alam semesta raya dan diri kita
ini adalah ayat-ayat Allah belaka.
ROH sangat tinggi martabatnya, melebihi
peringkat malaikat. Tempatnya disisi Allah
yang Maha Tinggi. ROH inilah yang
mengenang Allah (zikrullah) seolah-olah
kerjanya mengenang Allah saja. Seolah-olah
makan minumnya "zikrullah" saja.
ROH yang suci ini sentiasa mentauhidkan Allah
Yang Maha Suci. Najis padanya yaitu
menyekutukan Allah. ROH ini sangat cinta
kepada Allah SWT. la memu;a dan memuji
Allah sentiasa. Allah itu kekasihnya. Cukuplah
Allah itu baginya. Demikian perhubungan Allah
dengan ROH,

Siapa Aku 11

Penjelasan yang kedua


Tahukah kita bahwa AKU, kita itu adalah ROH
yang datang dari Allah, hidup dengan Allah, dan
kembali kepada Allah. Allah itulah pengkalan
tempat bertolak, lautan yang dilayari dan
pelabuhan tempat berhenti.
Jika dikaji dalam-dalam kita akan sadar dalam
pandangan kerohanian bahwa Alla'h itu adalah
tempat permulaan perjalanan kita jaohar awal).
Dialah tempat perjalanan itu sendiri, dan Allah
itu jugalah destinasi akhir perjalanan hidup ini.
Tempat bertolak, perjalanan dan destinasi yang
dimaksudkan disini bukanlah dari segi
pandangan fisikal yang tertakluk kepada ruang
dan waktu. Tempat perjalanan dan destinasi
yang dimaksudkan di sini iailah dari segi
pandangan rohaniah, perasaan (hayal) kita.
AKU atau ROH kita adalah tanda-tanda atau
ayat ayat Allah. ROH itu juga bayanganNya dan
penzahiranNya.
Dari
segi
pandangan
kerohanian, Allah itulah Yang Awal Yang
Akhir, Yang Batin dan Yang Zahir.

12 Siapa Aku

Penjelasan yang ketiga


AKU yang paling dalam itu bersifat kerohanian.
Jika AKU itu dibersihkan pandangannya melalui
zikrullah dan latihan kerohanian, maka AKU itu
akan mencapai satu tahap pandangan dimana ia
rasa wujud ini adalah Esa juga. Menurut
pandangan ini, wujud itu ada bertingkat-tingkat,
bertahap-tahap, dan berbagai aspek, namun ia
tetap satu. Segala yang ada kelihatan, baik yang
zahir mahupun yang batin, semuanya satu wujud
saja', pada hakikatnya. Inilah pandangan AKU
yang paling dalam (pribadi).
Penjelasan yang keempat
Sekali lagi diulangi bahwa AKU, kita itu adalah
ROH kita dan itulah juga diri kita sebenarnya.
AKU itu juga adalah ayatollah (tanda-tanda
Allah) kerana seluruh alam raya, yang ghaib dan
yang nyata, adalah tanda-tanda wujudnya Allah
SWT.
AKU_itu juga digelar ROHULLAH, (ROH
ALLAH) kerana ROH itu adalah hembusan dari

Siapa Aku 13

ROH ALLAH
ALLAH.

atau

limpahan

dari

ROH

AKU itu juga digelar Nurullah ( cahaya


ALLAH) kerana setiap roh itu adalah cahaya.
Digelar
cahaya
kerana
setiap
yang
menampakkan sesuatu digelar cahaya. NabiNabi itu cahaya Allah kerana melalui Nabi-Nabi
itu kita dapat mengenal Allah melalui ajaran dan
didikan mereka. ROH itu cahaya karena melalui
ROH itu kita kenaI dan Inampak' Allah.
AKU itu juga digelar Ma'lum da/am ilmuNya.
Ma'lum arlinya Iyang diketahui'. Allah itu lalim
( yang mengetahui). Setiap yang mengetahui
tentu berpengetahuan (berilmu). Allah itu
berilmu, sebab itulah ia lalim. Setiap yang lalim
tentu ada ilmu dan ada perkara yang
diketahuinya. Perkara yang diketahui itu digelar
Ma'lum (Yang diketahui). Allah itu ada ilmu dan
dalam ilmuNya ada Ma'lum. ROH kita ini
termasuk dalam ilmu Allah. Maka ROH kita itu
Ma'lum Allah. Maka itulah dikatakan ROH itu
Ma'lum dalam ilmu Allah.

14 Siapa Aku

Penjelasan yang kelima


AKU atau ROH itulah yang dapat mengenal
Allah SWT bukan badan kasar ini yang
mengenalNya. Melalui ROH itu kita mengenal
Allah. Wadah atau bekas tempat Allah
mentajallikan (menzahirkan) dirinya kepada kita
ialah ROH kita. ROH itu digelar juga hati.
Bukan hati fisikal itu tetapi hati yang bersifat
kerohanian. ROH itu memiliki kesadaran.
Kesedaran tentang wujudnya Allah dan sifat
sifatNya yang terzahir dalam alam semesta raya
ini. Yang melihat penzahiran atau tajalli itu ialah
ROH kita.
Penjelasan yang keenam
AKU ini memang hampir dengan Allah. AKU
dan Allah tidak bercerai-berai dari dulu sekarang
dan selamanya. Ibarat ombak tidak bercerai
dengan laut. Dari sudut manapun Wujud
Semesta Raya itu tetap mengelilingi AKU. ia
meliputi AKU dari kiri, kanan, atas, bawah,
depan, belakang, luar, dalam bahkan dari mana
saja. "Hampir" dan "Mengelilingi" itu bukanlah
dari segi ruang dan waktu yang boleh diukur
dengan panjang, lebar, dalam, atau dari segi

Siapa Aku 15

masa dan waktu. Hampir dan mengelilingi itu


adalah dari segi pandangan rohaniah atau
kerohanian. Hanya orang yang berada dalam
pengalaman rohaniah saja yang paham akan
maksudnya.
Wujud semesta itu "meliputi", "merangkumi",
"berpadu", dan"bersatu" dengan AKU. AKU
terserap dalam Wujud Semesta ini.
Penjelasan yang ketujuh
Dari segi aku atau ROH atau diri, wujud AKU
"bersatu" dan "berpadu" dengan Wujud Yang
Esa dan Semesta itu. Kelihatan pada AKU
bahwa Allah itu batin dan AKU itu zahirnya.
Allah itu hakikat dan AKU itu bayanganNya.
Dia asal dan AKU terbitanNya. Dia elektrik dan
AKU lampu. Dia dalang dan AKU boneka.
Gerak AKU digerakkan olehNya. Ini adalah
pandangan kerohanian yang paling dalam.
Penjelasan yang kelapan
Memang AKU itu ada (wujud). Wujudnya
dengan limpahan Wujud Yang Maha Agung
(yaitu Allah). Hidup AKU limpahan hidupNya.

16 Siapa Aku

AKU berdaya limpahan dayaNya. Berkuasanya


dan berupayanya AKU adalah limpahan kuasa
dan upayaNya. Aku berkehendak dan Diapun
berkehendak. Kehendak AKU tertakluk kepada
kehendakNya. "Limpahan" disini berarti
kurniaan atau terbitan atau penzahiran atau
keluaran atau pun kesan.
Yang Maha Wujud itu Allah. AKU dan alam
semesta raya adalah limpahan nama-nama dan
sifat-sifat Yang Maha Wujud itu. Setiap nama
dan sifat Allah terzahir pada AKU dan alam
semesta raya ini. Itulah pandangan AKU yang
bersifat kerohanian
Penjelasan yang kesembilan
AKU ini ada sifatnya yaitu hayat atau hidup,
ilmu
atau
pengetahuan,
pendengaran,
penglihatan, kodrat atau kuasa, iradat atau
berkehendak, dan berkata-kata. Semua sifatsifat ini adalah limpahan dari sifat-sifat Allah
belaka.
AKU yang hakiki itu tiada bercerai dan tiada
terpisah dengan sifat-sifat Allah dan Allah itLl
sendiri. Wujud AKU itu sebenarnya diserapi

Siapa Aku 17

oleh Wujud Semesta Raya itu. Inilah pandangan


AKU yang bersifat rohaniah.
Penjelasan yang kesepuluh
AKU yang bersifat rohaniah semata-mata itu
terasa cukup baginya Allah saja. Allah itulah
segala galanya bagi AKU. Kepada Allah itulah
AKU
itu
mengadu
dan
berharap.
Pandangannya
tertumpu
pada
Allah.
Tenggelamlah AKU itu dalam lautan
Ketuhanan Allah Yang Maha Luas dan Dalam.
Dalam keadaan perasaan menyerap dalam
Lautan Ketuhanan Yang Maha Luas dan Dalam
itu, AKU tidak merasa takut, tidak merasa
dengki, tidak merasa kecil hati sesama makhluk.
Pada pandangan AKU itu, makhluk itu
hakikatnya tiada apa-apa. Wujud makhluk bukan
hakiki, hanya bayangan saja yaitu bayangan
wujudnya Allah. Hanya Allah jua yang wujud.
Demikian pandangan AKU.

18 Siapa Aku

Penjelasan yang ke-11


Sungguhpun AKU itu berpandangan seperti
yang tersebut dalam penjelasan-penjelasan yang
tersebut itu, namun AKU tidak akan menjadi
DIA (yaitu Allah). AKU tetap AKU, DIA tetap
DIA. Tetapi AKU dan DlA "bersatu" dan
"berpadu" seolah-olah menjadi SATU. Ibarat
bersatunya ombak dengan lautan, bersatunya air
dengan es.
Pandangan ini bukan pandangan dari segi
fisikal, akal dan berangan-angan, tetapi adalah
pandangan ROH yaitu ROH yang dibersihkan
dengan Zikrullah dan latihan jiwa dalam
jangka waktu yang lama, atau dengan
bimbingan guru yang pakar dalam bidang
Kerohanian dan Ketuhanan.
Penjelasan yang ke-12
Setelah mencapai tahap pandangan ROH yang
tinggi itu, maka kemana saja ROH itu
menghadap disana terzahir wajah Allah seolaholah la berada dimana-mana jua.
Berkatalah mereka yang mengalami pandangan
demikian: HampirNya tidak terkira Bersatu

Siapa Aku 19

bersama sehati sejiwa. Maha jauh namun hampir


jua Gerakku gerak Dia Diamku diam Dia.
Kelakuanku Kelakuan Dia.
Berkata mereka lagi: Hidupku pancaran
hidupNya. Diriku bayangan diriNya. Sifatku
gambaran sifatNya. Semua kata-kata mereka itu
hanya ibarat, perumpamaan untuk menjelaskan
perasaan dan pandangan ROH mereka. Antara
lain kata mereka:
Kalau Dia matahari akulah cahayaNya
Kalau Dia lautan akulah ombakNya.
Kalau Dia asin akulah garamNya.
Kalau dia manis akulah gulaNya
Aku seorang berdua denganNya.
Tapi aku berpadu denganNya.
Maha dekat disamping maha jauhNya.
Oh.!. ..... Alangkah hebat wujudNya.
Wujudku tenggelam dalam wujudNya.
Fana dan Baga dalam adaNya.
Penjelasan yang ke-13
AKU datang dari Allah. AKU adalah ma'lum
(yang diketahui) dalam ilmu (pengetahuan)
Allah.

20 Siapa Aku

Kemudian AKU berada di alam ROH. Bila


sampai masanya hendak lahir ke dunia ia
dihembuskan ke bakal bayi dalam rahim ibu.
Cukup masanya dalam rahim ibu itu, ia pun lahir
ke dunia bersama adanya fisikal yang berbentuk
bayi.
AKU akan berada di dalam alam dunia sampai
ajalnya sampai. Kemudian ia masuk pula ke
alam Barzakh. Setelah berada sekian lama, maka
ia akan dipertimbangkan di Hari Pengadilan.
AKU akan masuk syurga atau neraka. Mudahmudahan janganlah masuk neraka hendaknya.
Maka AKU kembali ke hadirat Allah SWT. Dari
Allah AKU datang kepada Allah AKU kembali.
Di sana kekallah hidup bersama dengan Yang
Maha Hidup (yaitu Allah) selama-lamanya.
Itulah perjalanan AKU. Mengembara dari satu
alam ke satu alam.
Penjelasan yang ke-14
AKU itu sebenarnva bebas merdeka. yaitu hanya
bergantung kepada Yang Maha AKU (yaitu
Allah). Ia tidak memiliki apa-apa. Ia hanya
menerima limpahan wujud dari Yang Maha
Wujud.

Siapa Aku 21

AKU tidak patut dipuji karena ia "kosong".


Yang Maha Wujud Hakiki hanya Allah.
AKU tidak memuji Ghairullah (selain Allah)
karena Ghairullah itupun kosong juga. Yang
patut dipuja dan dipuji hanya yang Wujud
Hakiki itu saja yaitu AKU jua.
AKU hanya satu sinaran dari Matahari
Ketuhanan. AKU hanya saiu ombak dari Lautan
Ar-Rahman (yaitu Allah). AKU hanya satu ayat
dalam karangan AI-Hag (Yang benar) yaitu
Allah. AKU hanya sebutir pasir dalam padang
pasir Wujud Yang Maha Meliputi dan Maha
Luas. AKU hanya satu bayangan dari bayangan
Dia Yang Maha Ada. itulah AKU yang tidak
terpisah dengan Tuhanku.
Penjelasan yang ke-15
AKU miskin (tidak punya apa-apa), lemah, tidak
berdaya dan tidak punya apa-apa. Yang Kaya
Raya, Yang Gagah-Perkasa, Yang Kuat dan
Berdava dan memiliki segala-galanya yaitu
Yang Maha Kaya dan Maha Kuat itu juga. Itulah
Allah SWT.

22 Siapa Aku

Hidup AKU kembali ke hidupNya. Gerak AKU


kembali kepada gerakNya. Diam AKU kembali
ke diamNya. Sifat AKU kembali ke sifatNya.
Nama AKU kembali ke namaNya. Amalan AKU
kembali ke amalanNya. Wujud AKU kembali ke
wujudNya. Memang benar, AKU itu akan
kembali kepadaNya, laksana cahaya kembali ke
matahari, seperti ombak kembali ke laut. Tempat
kembali itulah tempat AKU sebenar.
Penjelasan yang ke-16
Sebagaimana tersebut dahulu, AKU itu adalah
ROH. itulah diri. ROH ini tidak tertakluk kepada
ruang dan waktu. ia bukan tua dan bukan muda.
Tua dan muda itu hanya bagi jasmani dan
keadaan dunia ini saja. Semua ROH adalah
sebaya saja. Nabi Adam AS sebaya dengan Nabi
Muhammad SAW. Kita sebaya dengan moyang
kita. Begitulah sebagainya. Tiada tua dan muda
bagi ROH. ROH tercipta serentak sekaligus saja.
Kemudian ROH itu dilahirkan ke dunia melalui
rahim ibu dengan badan kita sebagai sangkar
atau sarungnya atau wadah. ia dilahirkan ke
dunia menurut masa yang telah ditentukan.

Siapa Aku 23

Siapa yang ditakdirkan lahir dahulu dialah yang


tua dan siapa yang lahir kemudian dialah yang
muda.
Dari segi rohaniah atau kebadanan ada tua dan
ada yang muda, tetapi dari segi ROH sebaya
saja.
AKU juga tidak tertakluk kepada tempat. AKU
bukan Barat dan bukan juga Timur. Bukan juga
dari Utara dan bukan juga dari Selatan. AKU
tidak tertakluk kepada arah dan tempat.
AKU juga bukan tertakluk kepada bangsa. AKU
atau ROH bukan berbangsa itu dan bukan
berbangsa ini. Bangsa-bangsa itu hanya wujud
dalam dunia nyata ini. di alam AKU tidak ada
bangsa-bangsa.
AKU adalah ma'lum dalam ilmu Allah, wujud
dalam wujud-NYA. AKU adalah penzahiran
sifatNya. Demikian AKU tenggelam dalam
Yang Maha Aku (yaitu Allah SWT).
Penjelasan yang ke-17
AKU tidak terkotorkan oleh kencing dan tahi.
Tidak ada najis fisikal yang dapat

24 Siapa Aku

mengotorkannya. Ibarat cahaya matahari, cahaya


itu menyinari najis dan benda-benda kotor,
namun cahaya itu tidak akan kotor. ia menyinari
tempat wangi dan tempat busuk, tetapi cahaya
tidak akan wangi dan busuk, kotor atau bersih.
Najis pada AKU itu ialah syirik, menyekutukan
Allah, mengatakan Allah lebih dari satu. Itulah
najis bagi AKU. AKU yang bertauhid adalah
ROh yang suci. ROH itu pada hakikatnya
sentiasa percaya dengan adanya Allah dan
mengesakanNya. Hanya setelah sampai kealam
dunia barulah ROH itu tercemar oleh pengaruh
keduniaan, pengaruh iblis dan setan, pengaruh
kebendaan, pengaruh nafsu serakah dan
sebagainya.
Kita perlu membersihkan jiwa atau AKU kita
kembali sebagaimana aslinya dengan zikrullah
(mengingat Allah) dengan lisan, hati dan
perbuatan. Zikrullah itu ibarat air mutlak yang
membasuh dan menyucikan najis syirik dari
AKU itu.
Bersihkanlah AKU itu hingga fana' (terasa diri
kosong, tiada apa-apa) dan kemudian mencapai
setingkat lagi ke peringkat Baqa' (terasa diri

Siapa Aku 25

sentiasa bersama Allah). Terasa Allah ada


dimana saja kita berada.
AKU yang bersih atau diri yang suci adalah diri
yang mengesakan Allah hingga tidak terasa
adanya diri. Yang ada hanya DIRI YANG
BERDIRI SENDIRINYA yaitu Allah SWT.
Penjelasan yang ke-18
AKU yang hakiki itu tidak tertakluk kepada
warna kulit dan bangsa. AKU itu bukan putih,
hitam manis, kuning dan sebagainya.
Sebagaimana adanya warna pada badan. AKU
tidak ada warna dan tidak berbangsa-bangsa
seperti bangsa Gina, India, Melayu, Arab dan
sebagainya.
Badan kita berasal dari unsur-unsur tanah,
air, api, dan udara tetapi ROH kita bukan
dari unsur-unsur dunia nyata ini. AKU ghaib
dari pandangan mata kasar namun ia tetap
wujud.
AKU berasal dari tempat yang paling mulia.
AKU berasal dari Yang Maha AKU (yaitu
Allah). AKU berasal dari ilmu Allah masuk

26 Siapa Aku

ke alam jasad ini dan kemudian kembali


kepadaNya. Jadilah ROH itu sebagai Nur
Allah saja. la pun kembali ke tempat asalnya
yaitu ke hadirat Allah SWT.
Penjelasan yang ke-19
AKU ini pada hakikatnya adalah boneka yang
dilakonkan oleh Dalang (yaitu Allah). AKU
tidak berdaya upaya, gerak dan diam AKU
adalah digerakkan dan didiamkan oleh Allah.
Adanya AKU adalah limpahan dari adanya
Allah.
Allah itu hakiki. Kalau difahami dan diselidiki
secara mendalam, akan terasa bahwa yang ghaib
dan yang zahir dan yang awal dan yang akhir
adalah Allah saja.
Pendeknya pada pandangan orang yang sangat
hampir dengan Allah, alam dan dirinya lenyap
sama sekali dan tinggallah Allah semata-mata.
Ini dipandang oleh ROH yang bersih dan suci
dan mentauhidkan diri kepada allah sematamata.

Siapa Aku 27

Penjelasan yang ke-20


AKU yang hakiki itu adalah nurullah (cahaya
Allah) kerana dengan ROH, Allah kelihatan.
Sesuatu yang menampakkan sesuatu yang lain
adalah cahaya. Tanpa cahaya gelap gulitalah
segala-galanya.
AKU juga ayatollah (tanda-tanda Allah) karena
ROH itu tanda-tandanya adanya Allah.
AKU juga digelar Rohullah kerana ROH itu
adalah hembusan dari Roh Allah. Itulah AKU
yang hakiki.
AKU dan alam semesta adalah penzahiran atau
tajlli Allah. AKU ini adalah alam ke kecil karena
semua perkara yang ada dalam alam besar ini
ada salinannya atau penzahirannya dalam alam
kecil.
Alam semesta ini juga digelar Insan Kabir
(manusia besar) karena semua yang ada dalam
alam keeil ini ada kenyataannya dalam alam
besar.
Insan Saghir (manusia keeil) ini adalah diri
(ROH) manusia itu dan Insan Kabir itu

28 Siapa Aku

adalah alam semesta raya yang ghaib dan


yang nyata. Alam keeil adalah Insan Saghir
yaitu Manusia dan Alam Besar adalah Insan
Besar yaitu Alam Semesta Raya.
Penjelasan yang ke-21
Dalam alam dunia ini kita katakan si anu itu
orang amerika dan si anu itu orang india
ataupun si anu itu berada di suatu tempat atau
berada di rumah. Semua itu menunjukkan
tempat dalam alam nyata ini. Tetapi bagi ROH
itu semua tidak ada. la bebas dari tempat atau
arah atau masa atau waktu.
ROH itu hidup. la tidak tertakluk kepada alam
nyata atau alam kebendaan. ROH itu hidup
dengan limpahan Yang Maha Hidup.
Demikianlah AKU.
Penjelasan yang ke-22
AKU memang berserta dengan Allah, sejak dari
dahulu hingga akan datang atau sejak awal
hingga akhir. Tidak pernah bercerai dan berpisah
dengan Yang Maha Aku (yaitu Allah).

Siapa Aku 29

Sejak dari dalam ilmu Allah hingga sampai ke


alam akhirat yang tidak ada ujungnya, AKU
tetap bersama AlIah.
AKU tidak keluar dan tidak masuk dalam
lingkungan Allah. AKU itu memang berada
dalam lingkungan Allah saja. Kalau Allah itu
diibaratkan sebagai Jautan, maka AKU itu
ikailnya. Ikan itu sentiasa . dalam lautan dan
tidak akan hidup tanpa air lautan itu.
"Masuk dan 'Keluar', 'berpisah' dan 'bersatu',
tidak termasuk dalam kamus AKU. AKU
bukan seperti badan kasar yang tertakluk
kepada ruang dan zaman.
AKU menyerahkan dirinya dan nasibnya
kepada Yang Maha AKU. Cukuplah Dia
mengawal dan memelihara AKU. AKU tidak
perlu pada yang lain Jagi. Tidak perlu
pertolongan dari ghairullah (selain Allah),
bahkan
tidak
ada
ghairullah
pada
pandangannya. Cukup Allah bagi AKU.
Penjelasan yang ke-23
AKU bodoh. Dialah yang mencerdikkan AKU.
AKU lemah Dialah yang menguatkan AKU.

30 Siapa Aku

AKU tidak tahu, Dialah yang memberiku


tahu.Dialah yang memperkayakan AKU.
AKU bertanya, memohon, berharap kepadaNya
saja. Seolah-olah AKU dan DIA berpadu dan
bersatu dimana dan bila saja. Dan DIA ada
dalam kesadaran AKU.
Renunglah ke dalam AKU.'
Dia berada dalam kesadaran AKU.
Maha Halus dan Maha Seni.
AKU terdengar bisikanNya.
Dalam waktu sunyi sepi, paling baik mendengar
bisikan hati nurani. Tanpa huru" tanpa suara,
tetapi AKU faham segala galanya.
AKU kenal Dia dalam kesadaran batinku karena
AKU berhubung langsung dengan Dia tanpa
menyekutukanNya. Inilah satu hasil zikrullah.
Penjelasan yang ke-24
AKU wujud dalam lautan Yang Maha Wujud.
AKU sentiasa berada dalam lautan itu. Dalam
lautan itulah AKU bersatu. Itulah lautan wujud.

Siapa Aku 31

Penjelasan yang ke-25


AKU memang ada kesadaran, limpahan Yang
Maha Sadar (yaitu Allah SWT). Kesadaran
AKU meliputi alam nyata dan alam ghaib, alam
dunia dan alam akhirat. AKU sadar semua itu.
Semua perkara itu ada ilmuku. Allah ada dalam
kesadaran AKU. 8egitu juga makhluk ada dalam
kesadaran AKU. Segala yang ada dalam
kesadaran AKU itulah ilmu AKU.
Syurga, neraka, malaikat dan iblis ada dalam
kesadaran AKU. Semua yang ada dalam ilmu
atau kesadaran AKU itu adalah penzahiran Allah
dalam kesadaran dan ilmu AKU.
Penjelasan yang ke-26
AKU sentiasa cinta kepada DIA (Allah). Tidak
mau berpisah dan berjauhan dengan DIA. AKU
sentiasa ingatan DIA.
Terasa azab jika tidak mengingatiNya. Puja dan
puji hanya untuk DIA belaka. Perasaan cinta ini
tidak akan ada pada AKU jika tidak dengan
anugerahNya juga.

32 Siapa Aku

Penjelasan yang ke-27


Dari pandangan ROH atau AKU yang hakiki,
AKU tidak memiliki apa-apa tetapi ia
dimiliki oleh Yang Maha Kaya (yaituAllah).
AKU diperbadankan untuk menjalani hidup di
dunia fana ini. AKU juga diberi nafsu. Kalau
AKU ditakluki oleh badan dan nafsu, maka
binasalah AKU itu, tetapi jika AKU yang
menakluki badan dan nafsu, maka selamatlah
AKU itu .
AKU membawa kita menuiu Allah dan
menyadari hakikat dirinya dan Tuhannya. Nafsu
serakah membawa kita iauh dari Allah dan lupa
akan hakikat diri kita.
Lantaran itu hanyutlah ia dalam lautan kelupaan
dan kesesatan dan akhirnya ia akan menyesal
setelah ia meninggalkan badannya.
Setelah ROH berpisah dari badan, maka sadarlah
AKU itu kembali akan'keadaan dirinya yang
sebenar.

Siapa Aku 33

Penjelasan yang ke-28


Badan kita ini amat kecil, ibarat sebutir pasir di
padang pasir, setitik air di lautan luas, sebiN
bintang di cakrawala, masuk tidak bertambah
dan keluar tidak mengurang. Betapa kecil badan
kita. Itulah wajah zahir AKU.
Tetapi kalau kita renung ke wajah batin kita, dia
"paling mulia, paling tinggi martabatnya,
mengatasi segala makhluk dan malaikat. AKU
itu suci dan" wangi, sangat hampir dengan lIahi.
Dialah cahaya Allah, Dialah ayat-ayat Allah,
Dialah ROH Allah, Dialah bayangan dan
penzahiran Allah.
AKU yang hakiki itu sangat mulia, tiada
tertanding, oleh sekalian makhluk. Dia
bertasbih setiap ketika, memandang Allah
dengan kasihnya, itulah AKU yang
sebenarnya.
Penjelasan yang ke-29
Berbagai-bagai cara orang hendak mengenal
dirinya atau AKUnya. Ada yang melalui
meditasi, pertapaan, mengosongkan flkiran,
latihan jiwa yang menyiksakan badan dan

34 Siapa Aku

sebagainya. Tetapi bagi orang-orang Sufi ialah


dengan Zikrullah Dengan berzikir itulah
seseorang itu pada dapat mengenal dirinya atau
AKUnya.
Firman allah SWT
"Barang siapa yang mengenal dirinya, maka
akan kenallah ia akan Tuhannya".
Ini bukan bermakna DIA jadi Tuhan. Apabila
seumpama seseorang itu kenal gambar, maka
kenallah ia-akan orang yang digambarkan.
Apabila seseorang kenal akan bayang dalam
cermin, maka kenallah ia orang yang punya
bayang. Fahamilah....
Penjelasan yang ke-30
Orang yang memasuki jalan pengembaraan yaitu
pengembaraan AKUnya menuju Allah SWT
Pengembaraan ini bukan dari tempat ke tempat
atau dari masa ke masa, tetapi pengembaraan ini
adalah pengembaraan dalam kesadaran AKU,
beredar dalam pengalaman kerohanian atau
kejiwaan. Hanya jiwa yang merasainya, tidak
kelihatan oleh mata kasar.

Siapa Aku 35

Tetapi setelah sampai ketempat dituju yaitu


kesadaran bahwa AKU ini (ana dalam Allah dan
baga (kekal) denganNya, barulah AKU itu
sadar bahwa pengembaraan itu hanya dari tidak
sadar kepada sadar. Sadar betapa AKU memang
berada di tujuan sejak awal hingga akhir.
Apakah tujuan itu.?
Itulah kesadaran dan pengenalan tentang Allah
atau dalam istilah MA'RIFAT.
Pada hakikatnya AKU itu memang berada
Idalam' Allah dan 'kekal' dengan Allah sejak
awal lagi, dulu, sekarang, dan akan datang.
AKU memang bersama dan berpadu dengan
Tuhan. AKU itu memang diliputi oleh lautan
Wujud Ketuhanan.
Penjelasan yang ke-31
Dalam peringkat AKU yang hakiki, Yang apaapa' bagi AKU hanya Allah karena Dialah
tempat AKU kembali, tempat AKU mengadu,
tempat, menyerahkan diri, tempat perlindungan,
tempat pembelaan dari apa juga, angkara, dari
jin dan manusia, dari dunia dan apa saja.
Cukuplah Allah bagiAKU.

36 Siapa Aku

Penjelasan yang ke-32


Dalam kesadaran AKU, semua makhluk ini dan
diri AKU juga adalah semata-mata ayatollah
(tandatanda Allah). Tanda-tanda adanya Allah,
tanda tanda kesempurnaanNya, keagunganNya
dan .. keindahanNya.
Apabila dilihat tanda, tergambarlah yang tanda.
Apabila dilihat gambar, terbayanglah yang
digambar. Apabila dilihat daun yang bergoyang,
nampaklah angin yang bertiup. Apabila nampak
bayang, nampaklah yang empunya bayang.
AKU dan alam semesta raya ini adalah ayat-ayat
Allah belaka.
Penjelasan yang ke-33
AKU yang hakiki percaya dan menyerah diri
kepada , Yang Maha AKU (yaitu Allah) saja
tanpa sangsi dan ragu-ragu. AKU memfanakan
dirinya dalam Yang Maha AKU. Terasa oleh
AKU betapa kasihnya Yang Maha AKU
kepadanya. Tidak terhingga kasih sayangnya
kepada AKU, melebihi kasih sayang ibu kepada
anaknya. Yang Maha AKU cinta dan kasih
sayang kepada AKU (Arohman dan Arohim)

Siapa Aku 37

Penjelasan yang ke-34


Adakalanya AKU itu sangsi dan ragu atau
perasaan tidak menentu terhadap kasih sayang
Yang Maha Penyayang. Mungkin setan
membisik kedalam kalbu' supaya ragu-ragu dan
tidak percaya dengan kasih savang Yang Maha
Pengasih.
Oleh yang demikian itu, AKU sentiasa
memohon perlindungan Allah dari bisikan setan
Setiap saat
AKU berjuang melawan bisikan setan itu dan
mengharapkan bantuan dari Yang Maha Gagah
(yaitu Allah).
Penjelasan yang ke-35
AKU sentiasa menverahkan diri kepada Allah
SWT. Penverahannva bulat dan padu. la
menyerahkan dirinya kepada Allah ibarat bayi
menyerahkan dirinya kepada ibunya, ibarat
mayat menyerahkan dirinya kepada pemandi
mayat, ibarat ombak memfanakan atau
melenyapkan dirinya kedalam lautan. Bahkan
lebih dari itu lagi. Tidak dapat, digambarkan lagi
.

38 Siapa Aku

Penjelasan ang ke-36


AKU sebenarnya berasal dari tempat yang tinggi
dan mulia yaitu dihadirat Allah SWT. Kemudian
datang sebentar ke planet bumi dan
diperbadankan dengan badan jasmani untuk
tempo yang ditentukan seolah-olah merantau
sebentar di planet bumi ini.
Apabila
sudah
cukup
tempo
berada
diperantauan, AKU pun kembali pulang menuju
ke tempat asal. Ibarat perantau kembali ke
kampung halaman. Tidaklah terkira hati berasa
nyaman.
Tetapi jika diperdalam renungan dan kajian,
AKU tetap berada di tempat sendiri. Bukan dari
mana dan ke mana pergi. Bi/a dan dimana juga
pun AKU di tempat sendiri juga.
AKU datang dari lIahi, tidak bercerai walaupun
seinci dan sesaat. AKU tetap bersama setiap
masa dengan Allah SWT. Dulu AKU bersama
denganNya, sekarang pun bersama denganNya,
akan datang pun bersama denganNya. Sentiasa
AKU bersama dengan Allah SWT.

Siapa Aku 39

AKU itu tetap. AKU juga, bersama Allah


sentiasa. Hanya -alam-alam yang ditempuh saja
berbeda, dari satu alam KE SATU ALAM
YANG LAIN. AKU SENTIASA KEKAL
DENGAN Allah, walaupun di alam manapun
berada.
Penjelasan yang ke-37
"AKU tidak kagum dengan kemajuan manusia.
Tidak kagum dengan kemajuan sains dan
teknologi,
kemajuan
peniagaan
dan
perindustrian. Bahkan AKU tidak heran dengan
segala urusan keduniaan.
Yang diherankan oleh AKU ialah Allah Yang
Maha Bijaksana yang melimpahkan segala ilham
kemajuan itu. Sebenarnya Dialah yang maju dan
Dialah yang bijaksana. Dia yang memiliki segala
ilham. Sumber ilham kemajuan itu dari Yang
MemiJiki IIham itu sendiri yaitu Allah SWT.
Penjelasan yang ke-38
AKU itu diri. Diri manusia itu banyak tetapi
berasal dari Diri Yang Satu. Diri itu ROH. ROH
itu banyak fetapi berasal dari Satu ROH yaitu Al

40 Siapa Aku

Roh. Al Roh itu digelar sebagai Hakekat


Muhammad (Nur Muhammad) atau juga digelar
Insan KamiJ atau Insan Kabir. AI ROh itu juga
digelar AI Roh VI Kulliyah (roh semesta). Dari
ROH Semesta inilah dizahirkan ROH-ROH
yang berbagai dan banyak itu. Allah zahirkan
AL Roh dan dari AI Roh dizahirkan sekelian
ROH. ROH individu atau ROH perseorangan
itu pancaran dari Al Roh dan Al Roh pula terbit
dari Allah SWT.
Penjelasan yang ke-39
AKU tidak iri hati dengan orang kava dan tidak
dengki dengan orang-orang berpangkat tinggi.
Pada pandangan AKU segala haria benda, uang,
pangkat, dan sebagainya itu adalah milik Allah
yang dianugerahkanNya kepada sesiapa saja
yang dikehendakiNya.
Dia yang menentukan siapa yang patut diberi
haria ban yak dan siapa yang patut diberiNya
haria yang sedikit. Semua itu Allah yang
menentukan.
KetentuanNya
tidak
dapat
disanggah dan diperiikaikan.

Siapa Aku 41

Kenapa AKU mesti dengki dan iri hati dengan


ketentuanNya. Dia yang AKU puji dan pula
tentulah AKU ridho dengan ketentuanNya
(ikhlas).
Penjelasan yang ke-40
AKU tidak merasa hina kalau miskin atau buruk
paras badan, atau tidak berpangkat atau tidak
banyak kawan atau tiada in tan berlian dll.
Semua itu. berkaitan dengan keduniaan dan
kebendaan, tidak bersangkut paut dengan AKU
yang bersifat kerohanian.
AKU hina jika kufur dengan Allah. AKU hina
jika jauh dengan Dia, jika tidak beriman dan
tidak beriakwa, itulah kehinaan pada AKU yang
sebenarnya.
Penjelasan yang ke-41
AKU ialah ALLAH. Yang diharapnya
ialahkeridhoan Allah. Yang dimintanya ialah
keampunan Allah. Pada pandangan AKU
kehidupan kemanunggalan/penyatuan itulah
yang utama. Kembali ke hadirat Allah itulah
yang diidamnya .

42 Siapa Aku

AKU tidak takut mati (berpisah nyawa dari


badan) kerana 'mati' sebenarnya berpindah alam,
dari alam dunia ke alam barzakh. AKU tetap
AKU iuga. Walaupun badan hancur tetapi AKU
tidak hancur. AKU akan kembali sadar karena
hijab-hijab tirai tirai kebadanan telah hilang.
Penjelasan yang ke-42
Walaupun dari segi kehidupan dunia, tetapi
kalau ;iwanya kenaI diri dan Tuhannya, ia tetap
kava. Kaya , pada perasaannya. Walaupun susah
kehidupan dunianya, AKUnya tetap berasa
senang. Walaupun, badannya lemah, AKUnya
tetap berasa kuat. Walaupun ia kesunyian tanpa
kawan, namun ia tetap berasa ramai.
AKU yang telah 'menyerap' dalam Yang Maha
AKU, atau jiwa yang 'menyerap' dalam Jiwa
Semesta atau perasaan yang 'menyerap' dalam
Perasaan Sejagat Raya, atau diri yang 'menyerap'
dalam Diri Semesta Raya, tidak akan merasa
lemah, tidak akan merasa susah, dan tidak akan
merasa duka, dan tidak akan merasa sunyi.

Siapa Aku 43

Penjelasan yang ke-43


AKU tidak megah dan tidak bangga. Orang yang
telah kenai AKUnya tidak memiliki sifat-sifat
yang. tercela seperti takabbur, bohong,
sombong, kikir, dengki, khianat takut kepada
ghairullah, mengumpat dan sebagainya.
Sifat-sifat tercela itu tidak perlu baginya. Segala
sifat tercela itu sendirinya hilang dan diganti
dengan sifatsifat terpuji.
Apakah yang hendak dimegahkan, dikhuatirkan,
ditakutkan, dan sebagainya karena AKU itu
sebenarnva tiada apa-apa. AKU itu kosong
belaka. Yang ada hanya Allah pada hakikatnya.
Allah memiliki segala-galanya. Dia yang patut
dipuji dan dipuja.
Penjelasan yang ke-44
AKU itu berilmu. IImunya adalah limpahan ilmu
Allah. IImu itu meliputi yang diketahui. Apa
yang dikefahui itu adalah kandungan ilmu. Oleh
itu AKU ilmunya dan yang diketahuinya adalah
sebenarnya 'bersatu', 'bersama', dan tiada
bercerai .

44 Siapa Aku

AKU itu tahu. Apa yang AKU tahu itulah


kandungan ilmu AKU, Berbagai-bagai yang
diketahui oleh AKU. Semua itu kandungan ilmu
AKU. Semua itu tiada bercerai dari AKU.
Penjelasan yang ke-45
AKU yang sebenarnya itu hanya tertakluk
kepada Allah saja. la tidak dikuasai oleh
siapapun. Alamini tertakluk kepada AKU.
Makhluk itulah yang tunduk kepada AKU
dengan perintah Allah Yang Maha Perintah.
AKU itu khalifah Allah atau wakil Allah yang
mengurus makhluk dengan isiNya. Segala yang
ada dilangit dan dibumi semua untuk AKU.
Kalau dunia ini ladang, AKU pengurusnya dan
Allah yang empunya ladang itu.
Allah tidak perlu apa-apa. Hanya AKU yang
memerlukan Dia. Hanya AKU yang maukan
dunia.
Makhluk segala-galanya adalah untuk AKU
(Insan). Semuanya kurniaan Tuhan AKU
(Allah). Allah ia dLkan makhluk untuk AKU.
Demikian mulianya AKU.

Siapa Aku 45

Penjelasan yang ke-46


AKU ini memang suci hakikatnya karena AKU
limpahan NurAllah Yang Maha Suci. Yang
mengotorkan AKU ini ialah syirik vaitu
menyekutukan dengan apa dan siapa jua. Untuk
membersihkan najis svirik itu dari hati ialah
dengan Tauhid. Tauhid ibarat air yang
menyucikan najis syirik dari hati. Jiwa yang
bersih ialah Jiwa yang tauhid.
Dengan Tauhid ini menjadikan jiwa seseorang
itu berani, sabar, kuat dan gagah karena jiwa
tauhid ini betul-betul mengEsakan Allah dan
menyerah bulat. bulat kepada Allah Yang Maha
Agung.
Dengan berzikir hati akan di tenana dan damai
akan menimbulkan semangat tauhid dalam
dalam penzikir itu.
Penjelasan yang ke-47
Perhubungan AKU dengan Allah SWT ia/ah
ibarat pehubungan matahari dengan cahayanya,
ibarat . ombak dengan laut, ibarat air dengan es.
Semua ini menunjukkan betapa hampirnya
perasaan AKU itu dengan Khaliknya.

46 Siapa Aku

Satu ibarat lagi ialah pelukis dengan lukisan,


pengukir dengan ukiran, pengarang dengan
karangannya, pencipta dengan ciptaan. Ini
adalah ibarat untuk menunjukkan bahwa AKU
dengan alam semesta raya ini adalah tanda-tanda
atau Wujud Yang Maha Esa itu.
Penjelasan yang ke-48
AKU tetap mengisbatkan Allah dalam segala hal
dan tindak tanduknya. Maksudnya AKU tetap
nampak Allah di sebalik segala yang maujud
(perkara yang ada) ini dan "nampak" perbuatan
dan lakuan dan arah mana memandang
disana"nampak" Allah.
Oleh karena memandang yang sedemikian itu
maka AKU akan berkata, "Tiada maujud
melainkan Allah".
Ini adalah kata-kata dari orang yang sudah
"tenggelam" dalam lautan Ketuhanan yang
berada dalam pandangan keruhanian sematamata. Inilah mungkin orang-orang yang telah
mencapai kesempurnaan (penyatuan), maqam
Fana Fillah , Oenyap dalam Allah) dan
seterusnya baga billah (kekal dengan Allah).

Siapa Aku 47

Penjelasan yang ke-49


AKU sebenarnya hanya mengagungkan dan
memuja Allah saja. AKU tidak mengagungkan
apaapa pun juga selainAllah. Pada pandangan
AKU tidak ada yang kuat dan gagah melainkan
Allah. Tidak ada yang bijaksana melainkan
Allah. Tidak ada yang kaya melainkan Allah.
Semua kekayaan, kegagahan, kebijaksanaan,
keindahan ghairullah adalah hanya limpahan
kurnia Allah semata-mata. Oleh itu, AKU tetap
dengan puji dan pujiannya terhadap Allah SWT
saja (AKU menyembah AKU).
Penjelasan yang ke-50
AKU yang hakiki ini mempunyai ilmu. IImunya
adalah limpahan dari ilmu Allah. Seluruh alam
mini ada dalam ilmu AKU. Dalam ilmu AKU
ada surga, neraka, dunia, akhirat, malaikat, iblis
bahkan seluruh ciptaan Allah. Semua ini ada
dalam ilmu AKU karena AKU tahu semua itu.
Telah diberitahu. melalui ayat-ayat Allah, yang
tersurat dan tersirat, bahwa semua perkara
tersebut ada dan AKU percaya dan 'merasai'
adanya. Oleh itulah AKU ini . mempunyai ilmu

48 Siapa Aku

yang meliputi segala-galanya. Semua itu adalah


limpahan kurnia Allah belaka.
Penjelasan yang ke-51
AKU itu adalah Insan Saghir yakni Manusia
Kecil. Alam semesta raya yang ghaib dan yang
nyata, adalah Insan kabir atau manusia besar.
Insan Saghir itu adalah Alam Saghir yaitu Alam
kecil dan Insan Kabir itu adalah Alam besar.
Dikatakan sedemikian karena hakikat-hakikat
dalam Insan Kabir atau manusia besar itu ada
dalam Insan Saghir. Idea-idea Insan Kabir itu
ada terbayang dalam Insan Saghir atau Alam
Kecil yaitu Manusia.
Alam Kabir itu pula mengandungi alam ruh,
alam mithal dan alam jasmaniah atau alam
fisikal. Alam alam ini juga ada pada Insan
Saghir atau manusia. Manusia terdiri dari unsurunsur roh, mithal, badan sebagaimana Alam
Besar ini terdiri juga dari unsur unsur roh,
mithal dan fisikal.
Roh itu nyawa atau jiwaatau 'hidup' Fisikal itu
jisim atau badan. Mithal itu ialah antara roh dan
badan . yang digelar mental atau hayal.

Siapa Aku 49

Idea Alam Kabirada dalam Alam Saghir


(manusia) Hakikat Insan kabir (yaitu Alam
Besar) ada dalam Insan Saghir yaitu Manusia.
Unsur-unsur alam kabir itu ada juga pada Alam
keeil atau manusia itu.
Maka dengan itulah dikatakan AKU itu
bayangan atau salinan AlamKabir.AKU juga
adalah bayangan atau salin an Insan Kabir. Insan
Kabir dan Alam Kabir adalah jua (diri).
Penjelasan yang ke-52
AKU itu diri. Diri insan terbagi kepada tiga
bagian yaitu :
bagian jasmani.
bagian mithal.
bagian ruhani.
"Unsur roh itu adalah diri yang sebenar. Itulah
diri, yang tidak akan 'mati' menurut istilah biasa.
Diri ini "berpindah alam saja dari satu alam ke
satu alam , yang lain. Diri inilah yang mulia dan
meniadi ayat , atau nur Allah. Kejadiannya
mulia dan tinggi.

50 Siapa Aku

Unsur mithal adalah unsur antara jasmani


dengan rohani. la adalah diri lapisan yang kedua.
Ini termasuklah fikiran dan tubuh halus yang
bukan jasmani dan bukan pula roh yang
sebenarnya. Diri inilah yang boleh mengembara
dalam alam mimpi tatkala kita tidur.
Di lapisan yang ketiga ialah diri jasmani yaitu
badan kasar kita yang terdiri dari empat unsur
yaitu :
unsur air
unsur angin,
unsur api dan
unsur tanah.
Diri ini memerlukan unsur-unsur yang empat itu
untuk dapat hidup. Kehidupan hanya akan wujud
setelah empat unsur itu tersedia.
Itulah tiga bagian diri manusia. Walau
bagaimanapun, unsur roh itulah yang paling
penting. Roh itu hidup. Tanpa 'hidup' lapisan
yang dua lagi tidak berfungsi.
Dengan adanya roh barulah diri kita boleh
berfikir, berkomunikasi, makan, minum,
bermain, bergerak dan sebagainya (nafsu).
Tanpa roh segalanya akan kaku, mati, dan tiada
berguna lagi.

Siapa Aku 51

Penjelasan yang ke-53


Ada juga orang yang berpendapat iri manusia itu
terbagi kepada dua unsur saja yaitu rohaniah dan
jasmaniah. Unsur rohaniah termasuklah nyawa
atau jiwa dan juga fikiran, hayalan, akal, dan
seumpamanya. Semua ini berunsur rohaniah atau
kejiwaan.
Yang berunsur kejasmanian atau kebadanan ini
termasuklah anggota badan kasar seperti kepala
badan, kaki, tangan, telinga, mata, dan
sebagainya, yang terdiri dari unsur-unsur api,
angin, tanah dan
Kedua-dua unsur kejiwaan dan kebadanan ini
saling bertindak antara satu dengan yang lain,
saling pengaruh' mempengaruhi antara satu
dengan yang lain. Kalau sese orang itu hatinya
susah, atau duka, perasaan ini boleh
mempengaruhi jasmaninya seperti tidak mau
makan dan minum dan akibatnya badan jadi
kurus dan tidak sehat. Sebaliknya pula kalau
badan sa kit, fikiran pun pusing dan ini
menyusahkan hati dan jiwa. Demikianlah adanya
pengaruh mempengaruhi antara jasmani dan
rohani.

52 Siapa Aku

Penjelasan yang ke-54


Setiap orang hendaklah sebaik-baiknya kenai
akan dirinya yang sebenarnya yaitu yang
berunsur rohaniah atau kerohanian itu supaya ia
tidak mensia-siakan hidupnya di dunia fana ini.
Hidup kita bukan di dunia ini saja. Hidup kit a
akan berlanjutan hiniJga kekal abadi di akhirat
yang tiada ujungnya. Disana nilai buruk atau
baik bukan disekat dari segi kekayaan harta
benda, banyaknya anak pinak, dan pangkat yang
diperolehi di dunia ini. Nilai baik dan buruk
seseorang di sana bergantung kepada iman dan
amal perbuatan seseorang itu.
Dengan kenalnya kita akan diri kita yang
sebenar itu, kita tidak akan putus asa, tidak
takut, tidak bimbang dalam melayari bahtera
hidup kita ini. Ini karena kita tahu diri kita
adalah kekasih Allah.
Takkanlah orang yang mengasihi seseorang itu
akan menganiayai kekasihnya. Sebenarnya Allah
kasih akan diri kita lebih dari ibu mengasihi
anak kesayangannya. la Maha Kasih Sayang
terhadap hamba-hambanya.

Siapa Aku 53

Dengan mengenal diri kita, tidaklah kita


takabur, sombong, bohong, dengki, iri hati,
khianat karena kita tahu siapa diri kita
sebenarnya. Dinisbahkan dengan Allah SWT,
kita tiada apa-apa, hanya ayat ayatNya saja. Jika
dinisbahkan dengan makhlukNya, diri kita
adalah penguasa dan pengurus. Allah
menjadikan alam dan makhluk untuk kita
(sebagai insan) dan kita untuk Dia.
Penjelasan yang ke-55
Badan kita yang zahir ini adalah penzahiran diri
kita yang batin. Diri kita yang batin itu ghaib
dari pandangan mata ka sa r. Untuk melihat yang
batin itu diperlukan bayangannya yaitu diri kita
yang zahir ini. Maka itulah dikatakan badan
kasar itu hanya 'sarung' atau 'tunggangan' atau
'sangkar' bagi badan yang ghaib itu (wadah).
ApabiJa nyawa berpisah dari badan, maka
tinggallah badan itu dan lama kelamaan jadi
lebur dan hancur kecuali dengan kehendak Allah
ada juga badan yang tidak lebur setelah lama
nyawa meninggalkannya. Tetapi pada kebiasaan
atau lumrah atau wajarnya badan akan hancur

54 Siapa Aku

binasa. Itulah dikatakan dari tanah kembali


semula ke tanah.
Ada juga orang melihat dalam dunia ini
'bayangan' atau 'lembaga' orang yang telah lama
meninggal dunia berlakon dan beraksi
sebagaimana hidupnva dalam dunia dahulu. Itu
bukanlah badan orang itu sebenarnya. Badannya
telah hancur binasa. 'bayangan' atau 'Lembaga'
itu adalah dari unsur alam mithal.
Alam mithal ini adalah alam yang halus, yang
penghuninya atau kandungannya tidak hancur. la
bukan roh semata-mata dan bukan pula badan
semata-mata. la adalah antara kedua unsur itu.
Seperti yang kita perjelaskan, diri kita terdiri
dari tiga unsur yaitu unsur badan, yang akan
hancur kecuali yang dikehendaki Allah untuk
tidak hancur, unsur mithal yang tidak hancur
tetapi tersimpan dalam 'alam mithal' dan unsur
ketiga ialah roh dan ini selama-Iamanya hidup
tidak hancur dan tidak kembali lagi ke dunia
nvata ini.
'Lembaga' atau 'bayangan' orang yang telah mati
yang kelihatan oleh orang dalam dunia ini dan
berlaku seperti mana ia hidup di dunia dahulu,

Siapa Aku 55

sebenarnya adalah berunsur mithaliyyah


(mithal). Sesekali ia kelihatan oleh orang yang
hidup dalam dunia ini persis seperti mana
hidupna dahulu, bahkan boleh pula berkata-kata
dengan orang yang berada dalam dunia ini. Ini
telah banyak terjadi dimana saja dalam dunia ini,
baik di Barat atau di Timur.
Setelah kita faham alam.yang tiga itu, maka
tidaklah kita heran kenapa ada orang yang
mendakwa melihat si anu dan si anu padahal
orang itu telah meninggal dunia. Alam mithal ini
ada tetapi tidak kelihatan kecuali mereka yang
dibukakan hijab untuk melihat alam itu dan para
penghuninya.
Penjelasan yang ke-56
Untuk mengenal AKU yang hakiki itu perlu
berusaha dengan sabar dan perlu panduan guru
yang pakar dalam bidang kerohanian dan
kesufian, dan banyak berfikir dan berzikir dan
memohon taufik dan hidavah dari Allah SWT.
(AKU) atau kita ini ibarat sagu (pohon sagu),
perlu dikupas kulit dan, barulah dapat sagunya.
Memecah atau mengupas itu hendaklah dengan
petunjuk orang yang telah pakar memecahkan

56 Siapa Aku

atau mengupas yang tahu cara bagaimana


memecahnya dan alat pemecahnya pula
mestilah yang sesuai.
Satu lagi ibarat, AKU yang hakiki yang
dikatakan bayangan atau ayat atau penzahiran
Yang Maha AKU (yaitu Allah) itu ibarat tujuan
yang dituju.
Sebelum sampai ke jutuan itu perlulah kita
mengembara atau berjalan dengan kendaraan
atau tanpa kendaraan menuju tempat yang di
tuju itu. Supaya kita tidak tersesat, kita perlu si
penunjuk ialan atau agar kita sampai ke tempat
yang sebenarnya (tujuan). Kita perlu pula
kendaraan supaya cepat sampai, kalau berjalan
kaki saja tanpa kendaraan lambat sampainya.
Setelah sampai perlulah kita mendapat
pengesahan dari si penunjuk jalan bawa tempat
yang kita tuju itu telah sampai, maklumlah
tempat yang kita tuju itu belum pernah kita lihat,
mungkin kita was-was atau ragu-ragu adalah itu
tempatnya. Setelah sah itulah tempat yang
kitatuju, maka tamatlah pengembaraan kita.
Apabila kita telah berada dalam tempat yang
dituju itu, maka bebaslah kita menikmati dan

Siapa Aku 57

merasai atau mengalami keadaan di tempat


tersebut. seperti firman allah dibawah ini
"Barangsiapa kenaI dirinya
akan kenaI Tuhannya"
Mengenal Allah melalui mengenal diriitu adalah
jalan untuk mengenal allah. Ini bukan bererti diri
kita itu sama dengan Tuhan. Diri kita tetap kita.
Diri kita bukan Tuhan. Allah tetap Allah tanpa
sekutu dengan yang lain. Diri kita tetap diri kita
juga. Tetapi dengan mengenal diri itu dapatlah
kita mengenal Allah.
Seperti yang kita perjelaskan dalam penjelasan
penjelasan diatas, AKU atau diri kita ini adalah
ayat ayat atau tanda-tanda atau bayangan Tuhan.
Zat Tuhan itu digelar. sebagai 'Kunhi Zat'
(semata-mata Zat) atau belum ada apa-apa
(hampa/kosong),
tidak
sampai
kedalam
pengetahuan atau iJham atau kasyaf kita.
Pendeknya ilmu dan kasyaf kita tidak sampai
kesana. Tetapi bayanganNya atau ayat ayatNya
atau penzahiranNya dapat kita kenali.
Matahari
itu
silau
mata
kita
kalau
memandangnya tetapi bayangannya dalam air
dapat kita pandang tanpa merusakkan mata.

58 Siapa Aku

Angin tidak dapat dilihat tetapi kalau daun


bergoyang itulah tanda adanya angin. Pedas
tidak dapat dilihat, tetapi cabe dapat dilihat.
Inilah perumpamaan atau ibarat.
Kita ini ibarat bayang, daun, cabe tadi. Dengan
melalui bayang dapat dikenali yang empunya
bayang. Dengan melihat daun bergoyang, dapat
diketahui adanya angin Dengan cabe dapatlah
kita merasai pedas.

Penutup
Paling penting bertanyalah kepada orang yang
ahli dalam bidang kerohanian ini. Janganlah
ditanya kepada yang bukan ahlinya, katena tiaptiap ilmu itu ada ahlinya. Ahli ilmu itulah yang
faham dan mengerti tentang ilmu yang
diketahuidan diamalnya.

TAMAT