Anda di halaman 1dari 2

2.6.

Pembuatan Asam Nitrat (HNO3) dalam industry


Pembuatan asam nitrat dalam skala industrimemakai proses yang dinamakan proses

tekanan tunggal. Dalam proses ini sebuah kompresor putar bertahap banyak, yang
mempunyai pendingin di antara tahap-tahapnya, digerakkan oleh turbin uap dan turbin
pemulih tenaga yang disebutkan alat ekspansi gas sisa (tail gas expander). Pendingin antara
tahap diatur sedemikian rupa agar suhu keluar adalah adalah 230 oC pada 1 MPa.
Udara keluar dibelah, 85% masuk ke dalam konverterdan 15% ke dalam penukar
kalordan kolom putih. Udara tekan yang panas itu dicampur dengan amonia lewat panas dan
dikirim ke converter yang beroprasi pada tekanan 800 sampai 950 KPa. Campuran udara dan
amonia yang mengandung kira-kira 10% amonia, dilewatkan melalui 30 lapisan kaca 80
mesh yang terbuat dari platina kurang lebih 10% rhodium. Pembakaran berlangsung cepat
dengan suhu keluar mencapai 940 oC. konversi menjadi NO adalah 94-95% dan diperlukan
62 gram paduan platina per ton metric kapasitas harian asam. Suhu gas dan konsentrasi
amonia yang masuk reactor merupakan dua parameter yang sangat menentukan .
Pada konsentrasi amonia 11,5% sampai 12% bisa terjadi ledakan. Gas masuk harus
menjadi suhu sedikitnya 205 oC dan sebaiknya 230 oC agar lapisan pertama kaca itu tetap
berada pada suhu reaksi. Pada konsentrasi amonia 10% kenaikan suhu adiabatik adalah 710
o

C, sehingga konsentrasi amonia dibatasi pada 10%. Umur katalis biasanya 6-10 minggu, hal

ini terutama adalah akibat erosi. Dengan demikian, biaya katalis mencapai $5 per ton metric
HNO3 100% yang dihasilkan. Pellet yang mengandung Kobalt Trioksida juga digunakan
sebagai katalis, tetapi konversinya agak rendah.
Gas keluar dari converter dilewatkan melalui pemanas, lanjut uap, ketel uap kalor
limbah dan pemanas gas sisa dan keluar pada suhu 200 oC. Gas itu kemudian dilewatkan
melalui pendingin kondensor yang menghasilkan HNO3 40% sampai 45% sebagai produk
yang mengandung 40% nitrogen terikat. Baik gas keluar yang sudah diingatkan maupun
asam nitrat encer, keduanya dilewatkan melalui absorber, masih pada tekanan penuh sebesar
980 kPa. Absorber-absorber itu adalah suatu kolom piring tudung-gelembung atau piring
tapis dengan gelungan pendingin diatas setiap 20-50 piring. Gas masuk dari bawah asam
nitrat enceragak ke atas pada kolom dan air dingin masuk dari atas. Suhu gas yang keluar
bersuhu sekitar 10 oC. pada kolom ini terdapat dua titik cekik (pinch point) yang diakibatkan
oleh masalah kinetiknya.