Anda di halaman 1dari 2

Kesehatan Lingkungan

A. Sanitasi
Menurut UNICEF tahun 1998 Sanitasi yang meluputi personal hygiene serta
kesehatan lingkungan merupakan penyebab tidak langsung kurang gizi.
Kesehatan Lingkungan adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum
sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan lingkungan yang
optimum pula. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain mencakup :
1) Perumahan
2) Pembuangan kotoran manusia (tinja)
3) Penyediaan air bersih
4) Pembuangan sampah
5) Pembuangan air kotor (air limbah)
6) Rumah hewan ternak (kandang dsb)
Adapun yang dimaksud dengan usaha kesehatan lingkungan adalah suatu usaha untuk
memperbaiki/ mengoptimalkan lingkungan hidup manusia, sehingga terbentuk media
lingkungan hidup yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimal bagi manusia
yang hidup di dalamnya.
1) Perumahan
Rumah adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah atau
tempat tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perkembangan.
Syarat-syarat rumah sehat adalah :
a) Lantai adalah bagian bawah suatu ruangan yang dapat terbuat dari papan,
semen, ubin, atau tanah. Syarat yang paling penting di sini adalah tidak
berdebu pada musim kemarau dan tidak basah pada musim hujan. Lantai
yang baik adalah ubin atau semen.
b) Dinding adalah penutup sisi samping ruangan rumah yang dapat terbuat
dari bambu, papan, dan tembok. Fungsi dinding luar adalah untuk
menghindarkan serangan hujan dan angin terhadap interior rumah dan
juga melindungi interior terhadap panas atau dingin di luar, disamping itu
juga berfungsi sebagai pendukung atap. Dinding yang baik adalah
tembok.
c) Atap adalah penutup rumah bagian atas yang dapat tebuat dari genteng,
seng, kayu, kaca, asbes, lalang, jerami, ijuk, dan lain-lain. Fungsi atap
adalah untuk melindungi interior rumah dari angin, hujan, abu, dan untuk
menghindarkan panas.
d) Ventilasi adalah lubang tempat keluar masuk udara secara bebas di dalam
ruangan. Fungsi ventilasi, yaitu untuk menjaga agara aliran udara di dalam
rumah tersebut tetap segar, membebaskan udara ruangan dari bakteribakteri, terumatama bakteri patogen karena di situ selalu terjadi aliran
uadara terus menerus. Fungsi lainnya untuk menjaga aggr ruangan rumah
selalu tetap di dalam kelembaban yang optimal. Ada dua macam ventilasi,
yaitu ventilasi alamiah dimana ada aliran udara di dalam ruangan tersebut
terjadi secara alamiah melalui jendela, pintu, lubang, angin, dan
sebagainya. Yang kedua yaitu ventilasi buatan, yaitu dengan

mempergunakan alat-alat khusus yang berfungsi untuk mengalirkan udara,


misalnya kipas angin dan mesin penghisap udara. Cahaya rumah yang
sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu
banyak. Kurangnya cahaya yang masuk ke dalam ruangan