Anda di halaman 1dari 3

Nama

: Diana Nur Aulia

Kelas

: VIII A

Pencemaran Udara Akibat Kabut Asap Kebakaran


Hutan Dan Lahan di Kepulauan Riau

Pencemaran udara di Kepuauan Riau diniai sudah mencapai tingkatSangat


tidak sehat dan warga pun mengeluh perih mata dan sulit bernafas. Situasi
kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sendiri di Riau oeh Badan
Nasional Penaggulangan Bencana (BNBP) disebut sebagau berbahaya. Seorang
warga pekanbaru, Winda Gunisa, mengatakan kondisi sangat tidak nyaman bagi
masyarakat. Kalau keluar rumah langsung terasa mata perih dan sesak karena
asap, udara juga panas. Kata Winda kepada pinta karana dari BBC Indonesia.
Aktivitas perkantoran dan pendidikan masih berjalan seperti biasa namun
winda mengatakan ia yakin jika situasi tidak berubah, maka sekolah akan
diliburkan. Jangankan utuk anak-anak, kami saja yang orang dewasa tersiksa
dengan asap. Ini sangat menggangu juga untuk pendidikan anak anak kami.
Tambahnya.
Beberapa waktu lalu, mahasiswa dan pelajar di pekanbaru melaksanakan
unjuk rasa menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono utuk lansung turun
tangan menanani kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau dan sekitarnya.

sangat tidak sehat Kondisi asap diSumatra masih tetap tinggi, terutama di Riau
dan Sumatra Selatan dimana konsentrasi asap tamak makin pekat, menurut
pengamatan BNBP.
Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada 12 Oktober ada 153
titik api di Sumara Selatan dan hotspot di Riau cukup banyak. Jarak pandang di
Pekanbaru kini hanya 500 meter, di Rengat hanya 50 meter saja. Kata juru
bicara BNBP Sutopo Purwo Nugroho.
Standar pencemaran udara tidak sehat di ekanbaru dan kondisi udara
masuk tetap berbahaya sengga perlu dilakukan penanggaan yang ebih seris dan
segera. Kata supopo lagi. Upaya darurat berupa penyemaian bibit hujan buatan
belu, dapat dilakukan karena BNBP masih menunggu pinjaman pesawat
Hercules masih milik TNI-AU.
Sementara pesawat Hercules yang biasa digunalan untuk hujan buatan
ditarik TNI-AU untuk keerluam acara ulang tahun TNI. Kata supopo. BNBP
meperkirakan kabut asap masih berlangsung hinga bulan November. Masalah
kebakaran hutan dan lahan terus berulang di Indonesia.
Kelompok plagiat pelestarian lingkunganWalhi berulang kali mengkritik
sektor penegakan hukum terhadap industri dan individupelaku pembakaran
yang dinilai tidak tegas dan tidak jelas. Di Regional, bencana yang rutin terjadi
setiap tahun ini tidak meguntungkan posisi Indonesia karena dampal kabut asao
sering kali dirasakan hingga ke Singapura dan Malaysia.
September lalu, indonesia akhirnya meratifikasi rencana kawasan
ASEAN untuk mengatasi kabut asapdan salah satu kesepakatan alam ratifikasi
mewajibkan pemerintah Indonesia untuk lebih berusaha menghentikan
pembersihan hutan dengan meggunakan ara tebang dan bakar. Pemerintah juga
diharuskan memperkuat kebijaksanaan kebakaran hutan dan asap, aktif terlibat
daam proses pengambilan keputusan kawasan mengenai masalah ini dan
meningkatkan kawaan sumber daya untuk mengatasi masalah di dalam negeri
dan kawasan.
Dari Pekanbaru, Winda Gusnita menitipkan pesan kepda pemerintah
Tolong segera atasi masalah kabut asap yang mengganguwarga setiap tahun,
kenapapemerintahsepertinya lemah sekali daam penegakan hukum karena ini
terjadi lagi dan lagi. Katanya.

Pertanyaan 5W+1H dari

pencemaran udara akibat kabut asap


kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Riau
- Apa permasalahan lingkungan hidup tersebut ?
- Siapa yang menitipkan pesan kepada pemerintah ?
- Diamana peristiwa itu terjadi ?
- Kapan perkiraan kabut asap masih akan berlangsung ?
- Mengapa upaya darurat berupa penyemain bibit hujan buatan
belum dapat digunakan ?

- Bagaimana cara menanggulangi bencana tersebut ?

Anda mungkin juga menyukai