Anda di halaman 1dari 1

I.

ANATOMI DAN FISIOLOGI PERIKARDIUM


Perikardium terdiri dari dua lapisan, yaitu perikardium viseral, berupa membran satu

lapis terdiri dari sel mesotel melekat pada epikardial jantung, dan lapisan parietal, tebalnya 2
mm pada orang normal yang mengelilingi sebagian besar jantung, normalnya terdapat cairan
perikardial, yang volumenya 2550 ml. Perikardium parietal sebagian besar aseluler dan
mengandung serabut elastin dan kolagen. Kolagen merupakan komponen struktural utama dan
terlihat sebagai garis bergelombang saat peregangan ringan. Pada saat peregangan yang lebih
besar, kolagen akan menjadi lebih lurus, yang mengakibatkan kekakuan jaringan.
Perikardium parietal mempunyai ligamen pelengkap ke diafragma, sternum dan
mediastinum anterior. Hal ini memastikan bahwa jantung mempunyai posisi yang relatif tetap
dalam rongga toraks walaupun dengan respirasi dan perubahan posisi tubuh. Pada tindakan
perikardiektomi atau kelainan kongenital berupa tidak adanya perikardium tidak mengakibatkan
konsekuensi negatif yang nyata.
Perikardium mempunyai beberapa fungsi, yaitu: menjaga posisi jantung tetap didalam
mediastinum dan membatasi pergerakannya, mencegah dilatasi berlebihan saat terjadi
peningkatan volume jantung secara tiba tiba, dan sebagai barier mencegah penyebaran infeksi
dari paru. Perikardium juga berfungsi sebagai lubrikasi yang meminimalisasi friksi, dan sebagai
tempat memberi obat serta terapi gen.