Anda di halaman 1dari 42

BAB 1

PENGERTIAN PASAR MODAL DAN MANFAATNYA

Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai
instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam
bentuk utang ataupun modal sendiri. Instrumen-instrumen keuangan yang
diperjualbelikan di pasar modal seperti saham, obligasi, waran, right, obligasi
konvertibel, dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put atau call).
Di dalam Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pengertian pasar
modal dijelaskan lebih spesifik sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan
Penawaran Umum dan Perdagangan Efek, perusahaan publik yang berkaitan
dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan
dengan Efek.
Pasar modal memberikan peran besar bagi perekonomian suatu negara karena
pasar modal memberikan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi
keuangan. Pasar modal dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena pasar modal
menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu
pihak yang memiliki kelebihan dana (investor) dan pihak yang memerlukan dana
(issuer).
Dengan adanya pasar modal maka perusahaan publik dapat memperoleh dana
segar masyarakat melalui penjualan Efek saham melalui prosedur IPO atau efek
utang (obligasi).
Pasar modal dikatakan memiliki fungsi keuangan, karena pasar modal
memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi
pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. Jadi diharapkan
dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena
pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk
dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dan pada akhirnya memberikan
kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.

Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah:


• Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus

1
memungkinkan alokasi dana secara optimal.
• Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga
memungkinkan untuk melakukan diversifikasi. Alternatif investasi memberikan
potensi keuntungan dengan tingkat risiko yang dapat diperhitungkan.
• Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu negara.
• Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
• Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim
berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional.

Pasar Modal adalah wahana untuk mempertemukan pihak-pihak yang


memerlukan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki dana tersebut.

Fungsi Pasar Modal antara lain sebagai berikut:

• Sumber dana jangka panjang


• Alternatif investasi
• Alat restrukturisasi modal perusahaan
• Alat untuk melakukan divestasi

Pasar Modal di Indonesia

Pasar Modal di Indonesia terdiri atas lembaga-lembaga sebagai berikut:

• Badan Pengawas Pasar Modal


• Bursa efek, saat ini ada dua: Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek
Surabaya
• Perusahaan efek
• Lembaga Kliring dan Penjaminan, saat ini dilakukan oleh PT. Kliring
Penjaminan Efek Indonesia (PT. KPEI)
• Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, saat ini dilakukan oleh PT.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (PT. KSEI)

2
Penawaran Umum atau tender offer adalah kegiatan penawaran Efek yang
dilakukan oleh Emiten (perusahaan) untuk menjual Efek tersebut kepada
masyarakat.

1. Proses Penawaran Umum


o Pasar Perdana
o Penawaran Efek oleh Sindikasi Penjamin Emisi Dan Agen
Penjualan
o Penjatahan
o Penyerahan Efek
2. Pasar Sekunder
o Emiten mencatatkan sahamnya di Bursa
o Perdagangan Efek di Bursa

Perbedaan Pasar Perdana dan Pasar Sekunder :

1. Pasar Perdana
o Harga saham tetap
o Tidak dikenakan komisi
o Hanya untuk pembelian saham
o Pemesanan dilakukan melalui Agen Penjual
o Jangka waktu terbatas
2. Pasar Sekunder
o Harga berfluktuasi sesuai kekuatan pasar
o Dibebankan komisi untuk pembelian maupun penjualan
o Pemesanan dilakukan melalui Anggota Bursa
o Jangka waktu tidak terbatas

Ada dua jenis pasar di Pasar Modal :

1. Pasar Perdana (Primary Market/Penawaran Umum/Initial Public


Offering(IPO))

3
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)

BAB 2
SAHAM

Saham biasanya menunjuk kepada bagian pemilikan sebuah perusahaan.

Sejarah
Perusahaan pertama yang mengeluarkan saham diperkirakan adalah Stora
Kopparberg pada abad 13.

Tipe
Ada beberapa tipe dari saham, termasuk saham biasa (common stock), saham
preferen (preferred stock), saham harta (treasury stock), dan saham kelas ganda
(dual class stock). Saham preferen biasanya memiliki prioritas lebih tinggi
dibanding saham biasa dalam pembagian dividen dan aset, dan kadangkala
memiliki hak pilih yang lebih tinggi seperti kemampuan untuk memveto
penggabungan atau pengambilalihan atau hak untuk menolak ketika saham baru
dikeluarkan (yaitu, pemegang saham preferen dapat membeli saham yang
dikeluarkan sebanyak yang dia mau sebelum saham itu ditawarkan kepada orang
lain). Saham yang biasa dijual di bursa efek adalah saham biasa dan saham
preferen tidak diperjualbelikan di bursa efek. Struktur kelas ganda memiliki
beberapa kelas saham (contohnya, Kelas A, Kelas B, Kelas C) masing-masing
dengan keuntungan dan kerugiannya sendiri-sendiri. Saham harta adalah saham
yang telah dibeli balik dari masyarakat.

Aplikasi
Masyarakat dapat membeli saham biasa di bursa efek via broker. Di Indonesia,
pembelian saham harus dilakukan atas kelipatan 500 lembar atau disebut juga
dengan 1 lot. Saham pecahan (tidak bulat 500 lembar) bisa diperjualbelikan secara
over the counter. Salah satu tujuan masyarakat untuk membeli saham adalah
untuk mendapatkan keuntungan dengan cara:

4
1. Meningkatnya nilai kapital (capital gain).
2. Mendapatkan dividen.

Beberapa perusahaan Indonesia melakukan dual listing saham di Bursa Efek


Jakarta dan New York Stock Exchange. Saham yang diperjualbelikan di NYSE
tersebut biasa dikenal dengan American Depositary Receipt (ADR). Harga saham,
bisa naik atau pun turun, seiring dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada saat
krisis moneter pada tahun 1998, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang
merupakan barometer saham di Indonesia terpuruk hingga mencapai nilai di
bawah 400. Hal ini menyebabkan saham-saham di dalam negeri menjadi under
value. Dalam periode 2002-2006, nilai IHSG telah pulih bahkan sudah beberapa
kali memecahkan rekor.
Untuk bisa menilai apakah sebuah saham bernilai mahal atau murah, biasanya
digunakan rasio perhitungan seperti Earnig-per-Share (EPS), Price-to-Earning
Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV) dan lain-lain. Untuk berinvestasi di
saham, disarankan untuk melakukan teknik valuasi terlebih dahulu dan uang yang
hendak diinvestasikan disebar di dalam beberapa saham, agar resiko bisa dibagi.
Selain itu, banyak ahli (Jeremy J. Siegel, James P. O'Shaughnessy) menyarankan
agar berinvestasi di dalam saham dilakukan dalam jangka panjang. Mereka
menyarankan rentang waktu antara 10-20 tahun untuk bisa mendapatkan hasil
yang signifikan dalam berinvestadi di dalam saham.

Pialang saham
adalah seseorang atau firma yang melakukan transaksi di instrumen finansial di
pasar saham seperti agen dari klientnya yang tidak dapat atau tidak ingin
berdagang untuk dirinya sendiri.
Pialang saham juga kadangkala atau secara khusus berdagang atas keinginannya
sendiri, sebagai prinsipal, berspekulasi sebuah saham atau instrumen finansial lain
akan bertambah atau berkurang harganya. Dalam hal ini istilah pialang dapat
masuk akal dan individu atau firma perdagangan dalam kapasitas prinsipal
kadangkala memanggil dirinya pedagang saham atau gampangnya pedagang.

5
Pemegang saham (bahasa Inggris: shareholder atau stockholder
adalah seseorang atau badan hukum yang secara sah memiliki satu atau lebih
saham pada perusahaan. Para pemegang saham adalah pemilik dari perusahaan
tersebut. Perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek berusaha untuk
meningkatkan harga sahamnya. Konsep pemegang saham adalah sebuah teori
bahwa perusahaan hanya memiliki tanggung jawab kepada para pemegang
sahamnya dan pemiliknya, dan seharusnya bekerja demi keuntungan mereka
Pemegang saham diberikan hak khusus tergantung dari jenis saham, termasuk hak
untuk memberikan suara (biasanya satu suara per saham yang dimiliki) dalam hal
seperti pemilihan papan direktur, hak untuk pembagian dari pendapatan
perusahaan, hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan,
dan hak terhadap aset perusahaan pada saat likuidasi perusahaan. Namun, hak
pemegang saham terhadap aset perusahaan berada di bawah hak kreditor
perusahaan. Ini berarti bahwa pemegang saham biasanya tidak menerima apa pun
bila suatu perusahaan yang dilikuidasi setelah kebangkrutan (bila perusahaan
tersebut memiliki lebih untuk membayar kreditornya, maka perusahaan tersebut
tidak akan bangkrut), meskipun sebuah saham dapat memiliki harga setelah
kebangkrutan bila ada kemungkinan bahwa hutang perusahaan akan
direstrukturisasi.

Insider trading
adalah sebutan bagi perdagangan saham atau sekuritas (contohnya obligasi)
perusahaan oleh orang-orang dalam perusahaan tersebut. Dalam beberapa
yurisdiksi, insider trading bisa dilakukan dan sah menurut hukum, namun istilah
ini umumnya merujuk kepada kegiatan ilegal di lingkungan pasar finansial untuk
mencari keuntungan yang biasanya dilakukan dengan cara memanfanfaatkan
informasi internal, misalnya rencana-rencana atau keputusan-keputusan
perusahaan yang belum dipublikasikan.

Bursa Saham

6
adalah sebuah organisasi yang anggotanya adalah para pialang saham. Sebuah
bursa saham menyediakan sarana untuk perdagangan sekuritas dan instrumen
finansial lainnya. Selain itu, biasanya tersedia juga sarana pendukung untuk
penerbitan dan penukaran sekuritas (berupa surat berharga/obligasi pemerintah)
dan juga kegiatan pasar modal lainnya termasuk pembayaran gaji dan dividen.
Sekuritas yang biasanya diperdagangkan dalam bursa saham termasuk saham-
saham yang diterbitkan perusahaan, unit trust dan produk investasi terkumpul
lainnya serta obligasi perusahaan dan obligasi pemerintah.
Biasanya terdapat suatu lokasi pusat, setidaknya untuk catatan, namun
perdagangan kini semakin sedikit dikaitkan dengan tempat seperti itu, karena
bursa saham modern kini adalah jaringan elektronik, yang memberikan
keuntungan dari segi kecepatan dan biaya transaksi. Perdagangan dalam bursa
hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota, sang pialang saham.
Sebuah bursa saham sering kali menjadi komponen terpenting dari sebuah pasar
saham. Tidak ada keharusan untuk menerbitkan saham melalui bursa saham itu
sendiri dan saham juga tidak mesti diperdagangkan di bursa tersebut: hal
semacam ini dinamakan "off exchange".
Penawaran pertama dari saham kepada investor dinamakan pasar pertama dan
perdagangan selanjutnya disebut pasar kedua.
Kini semakin banyak bursa saham yang merupakan bagian dari pasar modal
global.
Permintaan dan penawaran dalam pasar-pasar saham didukung faktor-faktor yang,
seperti halnya dalam setiap pasar bebas, mempengaruhi harga saham (lihat
penilaian saham).

Syarat listing (pencatatan saham)


Perusahaan harus memenuhi syarat sebuah bursa saham agar saham mereka dapat
dilist dan diperdagangkan di sana. Contohnya, agar dapat dicatat dalam NYSE
(Bursa Saham New York), sebuah perusahaan mesti telah menerbitkan setidaknya
1 juta saham seharga US$100 juta dan mesti telah mendapatkan lebih dari US$10
juta dalam tiga tahun terakhir.

7
Pasar Saham
adalah pasar untuk perdagangan saham perusahaan yang dipegang umum dan
instrumen finansial yang berhubungan (termasuk pilihan saham, pertukaran dan
masa depan indeks saham.

Pasar internasional
Ada beberapa pasar saham di ekonomi maju, dengan pasar terbesar berada di AS,
China, Jepang dan Eropa.

Indeks saham
Pergerakan harga di pasar atau bagian dari pasar ditangkap dalam indeks harga
yang disebut Indeks pasar saham, yang diantaranya, Indeks Standard and Poor's,
Indeks Waktu Finansial. Indeks seperti di atas biasanya diukur dari kapitalisasi
pasar.

Strategi
Ada dua jenis perdagangan yang melibatkan uang atau saham yang sebenarnya
tidak dimiliki penjualan pendek dan pembelian batas.

Penjualan pendek
Dalam penjualan pendek (short selling), seseorang menjual saham yang mereka
tidak miliki sendiri, berharap harga akan jatuh. Mereka pada akhirnya harus
membeli kembali saham tersebut. Keluar dari posisi pendek dengan membeli
kembali saham disebut "covering a short". Mudahnya, seseorang meminjam
saham milik orang lain untuk dijual pada harga pasar. Kemudian orang tersebut
berharap agar harga saham tersebut turun agar dapat dibeli kembali dengan harga
lebih murah untuk dikembalikan kepada pemiliknya (dalam bentuk saham)dan
mengantongi keuntungannya (selisih harga jual dan harga beli).

8
Pembelian batas
Dalam pembelian batas, seseorang meminjam uang untuk membeli saham dan
berharap saham tersebut dapat naik harganya. Banyak negara industri mempunyai
aturan yang mengharuskan kalau peminjaman berdasarkan kolateral dari saham
lain, peminjaman ini haru dalam persentasi tertentu dari harga saham lain tersebut.
Aturan lain termasuk pelarangan "freeriding" (penungangan gratis); yaitu,
menaruh pesan untuk membeli saham tanpa membayar terlebih dahulu, dan
kemudian menjualnya dan menggunakan keuntungan untuk membayar harga
pembelian sebelumnya.

Bursa Efek Jakarta (BEJ atau JSX)


adalah sebuah bursa saham di Jakarta, Indonesia. Bursa Efek Jakarta merupakan
salah satu bursa tempat dimana orang memperjualbelikan efek di Indonesia.

Bursa Efek Jakarta


Bursa Efek Jakarta adalah salah satu bursa saham yang dapat memberikan
peluang investasi dan sumber pembiayaan dalam upaya mendukung pembangunan
Ekonomi Nasional. Bursa Efek Jakarta berperan juga dalam upaya
mengembangkan pemodal lokal yang besar dan solid untuk menciptakan Pasar
Modal Indonesia yang stabil.

Sejarah
BEJ berawal dengan dibukanya sebuah bursa saham oleh pemerintah Hindia
Belanda pada 1912 di Batavia. Setelah sempat tutup beberapa kali karena
terjadinya perang, BEJ kembali dibuka pada 1977 di bawah pengawasan
Bapepam.
Pada 13 Juli 1992, BEJ diprivatisasi dengan dibentuknya PT. Bursa Efek Jakarta.
Kemudian pada 1995, perdagangan elektronik di BEJ dimulai.
Setelah sempat jatuh ke sekitar 300 poin pada saat-saat krisis, BEJ mencatat rekor
tertinggi baru pada awal tahun 2006 setelah mencapai level 1.500 poin berkat
adanya sentimen positif dari dilantiknya presiden baru, Susilo Bambang

9
Yudhoyono. Peningkatan pada tahun 2004 ini sekaligus membuat BEJ menjadi
salah satu bursa saham dengan kinerja terbaik di Asia pada tahun tersebut.

Indeks saham
Dalam rangka memberikan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan
bursa kepada publik, BEJ telah menyebarkan data pergerakan harga saham
melalui media cetak dan elektronik. Satu indikator pergerakan harga saham
tersebut adalah Indeks harga saham. Saat ini, BEJ mempunyai 4 macam Indeks
saham
1. IHSG, menggunakan semua saham tercatat sebagai komponen kalkulasi
Indeks.
2. Indeks Sektoral, menggunakan semua saham yang masuk dalam setiap
sektor.
3. Indeks LQ45, menggunakan 45 saham terpilih setelah melalui beberapa
tahapan seleksi.
4. Indeks Individual, yang merupakan Indeks untuk masing-masing saham
didasarkan harga dasar.

PT Bursa Efek Surabaya (BES)


atau dalam Bahasa Inggris disebut Surabaya Stock Exchange (SSX) adalah bursa
saham di Surabaya, Indonesia.
BES merupakan bursa efek swasta pertama di Indonesia, yang didirikan pada
tanggal 16 Juni 1989 berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor
645/KMK.010/1989, oleh Menteri Keuangan waktu itu JB Sumarlin. Pendirian
BES dimaksudkan untuk mendukung perkembangan ekonomi wilayah Indonesia
bagian timur, dengan mengembangkan industri pasar modal di Surabaya dan Jawa
Timur.
Pada tanggal 22 Juli 1995, BES merger dengan Indonesian Parallel Stock
Exchange (IPSX), sehingga sejak itu Indonesia hanya memiliki dua bursa efek:
BES dan BEJ.

10
Produk BES meliputi saham, obligasi (baik swasta maupun pemerintah), serta
reksadana (LQ45 futures, Dow Futures, dan Japan Futures). Sedangkan layanan
BES antara lain:
• FATS (Futures Automated Trading System), yakni sistem perdagangan
jarak jauh untuk Pasar Reksadana
• OTC-FIS (Over The Counter - Fixed Income Service), yakni instrumen
perdagangan untuk fixed income
• SSX-Net (Surabaya Stock Exchange Net), adalah sistem informasi
berbasis internet BES untuk mendukung transparansi pasar modal.
• IGSYC (Indonesian Government Securities Yield Curve), adalah indikator
berbasis analisis statistik untuk memprediksi kejadian ekonomi masa
depan.
Saat ini PT BES dimiliki oleh 123 pemegang saham. Kini tengah dilakukan
persiapan merger antara BES dengan Bursa Efek Jakarta.

11
BAB 3
SISTEM PERDAGANGAN DI BEJ

Sistem perdagangan di BEJ menggunakan sistem komputerisasi yang dikenal


dengan nama JATS (Jakarta Automated Trading System) dalam menciptakan
perdagangan yang fair, transparan, efisien dan pasar yang efektif bagi para
investor.

Perdagangan di BEJ didasarkan pada sistem order. Investor harus menghubungi


perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas kemudian menjalankan ordermereka.
Sebuah perusahaan sekuritas mungkin juga membeli atau menjual saham dengan
menggunakan nama mereka sebagai bagian dari portofolio mereka.
Perusahaan sekuritas yang mendaftarkan sebagai Anggota Bursa menunjuk
wakilnya untuk melaksanakan order tersebut. Petugas yang bertugas di lantai
bursa disebut JATS trader dan yang bertugas di kantor disebut sebagai petugas
pengesah order dan transaksi (Order and Trading Authorizers). Mereka terdaftar
di bursa.
Dengan menggunakan JATS, order diproses oleh komputer dengan
mempertemukan order beli dan jual berdasarkan prioritas harga dan waktu. Sistem
lelang terbuka tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan selama jam
perdagangan (sistem lelang berkesinambungan).
Untuk membatasi pergerakan saham, sejak tanggal 3 Desember 2001 (SE-
009/BEJ/12-2001), BEJ telah menerapkan sistem Auto Rejection. Sistem ini akan
secara otomatis menolak order beli dan jual jika fluktuasi harga telah mencapai
suatu level tertentu.

12
• Penentuan presentase Auto Rejection didasarkan pada 5 kelompok harga
berdasarkan harga previous di pasar reguler

Auto Rejection
Harga previous di
Corporate Action
pasar regular (Rp) Kondisi normal
(4hari)
50% dari harga
50%dari harga previous
5 – 100 previous di pasar
di setiap pasar
regular
> 100 – 500 35% 35%
> 500 - 2.500 30% 30%
> 2.500 - 5.000 25% 25%
> 5.000 20% 20%
• Pada kondisi terjadi Corporate Action selama 3 hari setelah cum di pasar

reguler, Auto Rejection mengacu pada harga previous di setiap pasar


• Untuk saham IPO, persentase Auto Rejection dua kali persentase pada
kondisi normal
• Auto Rejection tidak berlaku pada produk derivatif (waran dan right)
• Pada kondisi normal untuk order pertama, pergerakan harga maksimum
mengacu pada harga previous di pasar reguler

Perdagangan saham di Pasar Regular dan Pasar Tunai didasarkan pada jumlah lot
dan waktu yang diselenggarakan berdasarkan proses tawat menawar yang
dilakukan secara lelang yang berkesinambungan (continous auction market
mechanism). Harga yang dihasilkan dari order pada pasar lelang seperti yang
digambarkan pada tabel doatas adalah merupakan dasar dari pasar reguler. Pasar
reguler kemudian digunakan untuk menghitung indeks. Harga yang terbentuk di

13
pasar reguler juga digunakan sebagai harga quote di BEJ, yang disebarluaskan ke
mancanegara.

Perdagangan di pasar reguler dimulai dengan sesi Pre-Opening pada setiap hari
perdagangan. Sesi tersebut membolehkan AB untuk memasukkan order jual dan
beli untuk membentuk harga Pre-Opening. Sistem Pre-Opening diluncurkan
mulai tanggal 3 Februari 2004. Pada tahap awal, prioritas diberikan pada saham-
saham

Jadwal Sesi Pre-Opening adalah sebagai berikut :

09:10:00 -
AB memasukkan order jual dan beli
09:25:00
09:25:01 - JATS melakukan proses penetapan harga Pre-
09:29:59 Opening dan pengalokasian transaksi

Perdagangan Pre-Opening

• Hanya berlaku untuk pasar reguler


• Tawar-menawar didasarkan pada harga previous atau harga penawaran
• Sistem Auto Rejection untuk sesi 1 & II didasarkan pada harga
pembukaaan bukan (previous price)
• Bila harga pembukaan terbentuk :
o Harga pembukaan pada Securities Window tidak sama dengan 0
o Auto Rejection untuk sesi I & II didasarkan pada harga pembukaan
bukan (previous price)
o Order Pre-Opening yang tidak teralokasikan dan diluar batas Auto
Rejection, secara otomatis akan dikeluarkan oleh JATS (lihat
diagram Auto Rejection)
• Bila Harga pembukaan tidak terbentuk :
o Harga pembukaan pada Securities Window sama dengan 0
o Auto Rejection untuk sesi I & II didasarkan pada harga previous
o Status order akan tetap terbuka dan akan diteruskan ke sesi
perdagangan I.

14
Persyaratan Transaksi di Pasar Reguler

Investor diminta untuk memenuhi kondisi sebagai berikut untuk bertransaksi di


pasar reguler :

• Jumlah saham, waran, right berdasarkan standar lot 500 untuk


saham/waran/right
• Pergerakan harga antar order :
o Saham

Maksimum
Harga Fraksi
Perubahan
<500 Rp 50 Rp 5
Rp 1000 – Rp 2000 Rp 100 Rp 10
Rp 2000 – Rp 5000 Rp 250 Rp 25
> Rp 5000 Rp 500 Rp 50
o Right

Maksimum
Harga Fraksi
Perubahan
< 100 Rp 10 Rp 1
Rp 100 - <Rp 500 Rp 50 Rp 5
Rp 500 - <Rp 2000 Rp 100 Rp 10
Rp 2000 - <Rp
Rp 250 Rp 25
5000
≥Rp 5000 Rp 500 Rp 50
o Waran

Maksimum
Harga Fraksi
Perubahan
< 100 Rp 10 Rp 1
Rp 100 - <Rp 500 Rp 50 Rp 5
Rp 500 - <Rp 2000 Rp 100 Rp 10
Rp 2000 - <Rp
Rp 250 Rp 25
5000
≥Rp 5000 Rp 500 Rp 50

15
Pasar Negosiasi

BEJ juga mengakomodir perdagangan saham didasarkan atas negosiasi antara


pihak pembeli dan penjual. Perdagangan saham di pasar negosiasi dilaksanakan
melalui proses tawar-menawar secara individu (negosiasi langsung) antar AB atau
nasabah melalui satu AB atau antara satu nasabah dengan AB atau antara AB
dengan KPEI yang bagaimanapun juga persetujuan tawar-menawarnya harus
diproses melalui JATS

Peraturan untuk kedua pasar tersebut adalah sebagai berikut :

1. Saham yang diperdagangkan menggunakan satuan unit saham


2. Fraksi harga tidak dapat dipakai, tetapi direkomendasikan sebagai dasar
transaksi harga saham di pasar reguler
3. Harga didasarkan pada kesepakatan
4. Transaksi yang dipertemukan tidak mempengaruhi perhitungan indeks
seperti yang mereka lakukan di pasar reguler
5. Tanggal Penyelesaian didasarkan pada perstujuan antara pihak penjual dan
pembeli. Jika tidak terjadi persetujuan maka mengikuti aturan T + 3

Penyelesaian

Ketika satu transaksi terjadi, penyerahan dan pembayaran harus diselesaikan


melalui PT KPEI dan PT PSEI.

• Transaksi reguler untuk saham dan waran diselesaikan pada hari ke 3


(T+3) setelah terjadinya transaksi dan harus dijamin oleh KPEI
• Transaksi di Pasar tunai untuk saham, waran dan right diselesaikan pada
hari yang sama dengan terjadinya transaksi (T+0) dan harus dijamin oleh
KPEI
• Transaksi di pasar negosiasi untuk saham, waran, right dan obligasi harus
dilaksanakan sesuai dengan perjanjian antara pihak penjual dan pembeli,
dan transaksi tidak dijamin oleh KPEI

Jakarta Automated Trading System (JATS)

16
JATS telah diberlakukan sejak tanggal 22 Mei 1995. JSX menyediakan 444
terminal komputer untuk perdagangan saham di lantai bursa ( di Lt. Ground, Gd.
BEJ). Terminal ini dikenal dengan istilah Trader Workstation atau booth yang
dihubungkan secara langsung dengan mesin perdagangan melalui JSX Network.

Fase implementasi JATS lebih difokuskan pada perubahan darisistem manual ke


sistem komputerisasi. Implementasi JATS dapat dibagi kedalam beberapa tahap :

1. Integrasi antara sistem perdagangan tanpa warkat dengan sistem kliring


dan penjaminan PT KPEI
2. Peluncuran sistem Remote Trading,dimana AB dapat mengakses JATS
secara langsung dari kantor mereka masing-masing melalui JONES bila
ditinjau dari sisi BEJ (Jakarta Stock Exchange Open Network
Environment Client), dan JONES bila di tinjau dari sisi BEJ (Jakarta
Stock Exchange Open Network Environtment Server)

Transaksi Margin

BEJ telah menerapkan peraturan Transaksi Margin sejak tanggal 1 Agustus 1997,
yaitu dalam Peraturan No II-9 :

1. Transaksi margin adalah transaksi bursa yang dilakukan oleh Anggota


Bursa Efek untuk kepentingan nasabahnya yang penyelesaian transaksinya
dibiayai oleh Anggota Bursa Efek tersebut.
2. Anggota bursa Efek yang akan melakukan Transaksi Margin untuk
pertama kalinya wajib menyamaikan ke Bursa dokumen sebagai berikut :
o Surat pernyataan dari Anggota Bursa Efek yang membuktikan
bahwa yang bersangkutan memilike Modal Kerja Bersih
Disesuaikan (MKBD) sekurang-kurangnya sebesar Rp 5 milyar,
dan dilapiri dengan laporan kompiliasi MKBD bulanan;
o Surat pernyataan dari Akuntan yang terdafatar di Bapepam yang
ditunjuk oleh Anggota Bursa Efek, yang menyatakan bahwa
Akuntan tersebut telah memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan
sistem operasional Anggota Bursa Efek serta menyatakan bahwa

17
Anggota Bursa Efek serta menyatakan bahwa Anggota Bursa Efek
dimaksud telah sepenuhnya memenuhi seluruh ketentuan Peraturan
Bapepam No. V.D.3 tentang Pengendalian Interen dan
Penyelenggaraan Pembukuan oleh Perusahaan Efek;
o Contoh kontrak margin antara Anggota Bursa Efek dengan
nasabah;
3. Bursa akan mengumumkan nama-nama Anggota Bursa Efek yang
memenuhi persyaratan untuk melakukan transaksi margin di bursa.
4. Anggota Bursa Efek sebagaimana dimaksud dalam butir 3 di atas, wajib
memberikan laporan ke Bursa mengenai posisi MKBD hai bursa
sebelumnya, sekurang-kurangnya 30 menit sebelum dimulainya
perdagangan pada hari bursa yang bersangkutan.
5. Anggota Bursa Efek sebagaimana dimaksud dalam butir 3 di atas, dilarang
melakukan Transaksi Margin untuk kepeningan 1 nasabahnya dimana
Transaksi Margin tersebut dapat mengakibatkan saldo debit dan atau
posisi short melebihi 20% dari MKBD Anggota Bursa Efek dimaksud,
dengan ketentuan bahwa jumlah seluruh nilai Transaksi Margin yang
dapet dilakukan oleh Anggota Bursa Efek maksimum 10 kali nilai MKBD
dari Anggota Bursa Efek bersangkutan.
6. Anggota Bursa Efek dilarang melakukan Transaksi Margin untuk
kepentingan Direksi, Komisaris, Pemegang Saham Utama dan atau
pegawai dari Anggota Bursa Efek tersebut.
7. Transaksi Margin baru dapat dilakukan oleh Anggota Bursa Efek setelah
nasabah Anggota Bursa Efek tersebut membuka Rekening Efek Margin
pada Anggota Bursa Efek berdasarkan kontrak margin antara nasabah dan
Anggota Bursa Efek yang bersangkutan.
8. Kontrak margin sebagaimana dimaksud dalam butir 7 di atas, sekurang-
kurangnya memuat :
o hak dan kewajiban nasabah dan Anggota Bursa Efek termasuk
pemberian jaminan, biaya, komisi dan bunga;
o teknis pelaksanaan (mekanisme) penggunaan Fasilitas Transaksi
Margin;

18
o pengakhiran kontrak margin baik yang disebabkan karena nasabah
atau Anggota Bursa Efek dalam Rekening Efek Margin tidak
memenuhi syarat lagi atau karena hal-hal lain yang disepakati
nasabah dan Anggota Bursa Efek.
9. Pelanggaran atas Peraturan ini dapat dikenakan sanksi oleh Bursa.

Menunjuk Keputusan Ketua Bapepam (Kep-09/PM/1997), persyaratan daftar efek


yang memenuhi syarat untuk ditransaksikan secara Margin adalah sebagai berikut:

1. Tercatat di Bursa Efek;


2. Diperdagangkan setiap hari bursa untuk periode 6 (enam) bulan terakhir
dengan nilai rata-rata per hari sekurang-kurangnya Rp. 1.000.000.000,00 )
satu miliar rupiah); dan
3. Dimiliki oleh lebih dari 4000 (empat ribu) Pihak untuk 6 (enam) bulan
terakhir jika transaksi dimaksud mengakibatkan Posisi Short.

Komisi dan Biaya Transaksi

Anggota Bursa memungut imbalan jasa yang sesarnya ditentuan berdasarkan


kesepakatan dengan nasabahnya, setinggi-tingginya 1% untuk setiap transaksi jual
dan beli. Dalam melakukan transaksi di Bursa Efek Jakarta maka Anggota Bursa
wajib membayar biaya transaksi dari nilai kumulatif transaksi perbulan yang
ditetapkan sebagai berikut :

• Anggota Bursa Efek harus membayar biaya transaksi ke Bursa, KPEI dan
KSEI yang dihitung berdasarkan nilai setiap transaksi yang dilaksanakan
oleh Anggota Bursa Efek tersebut, dengan perhitungan sebagai berikut :
o 0,03% dari nilai setiap transaksi, untuk biaya transaksi , kliring dan
penyelesaian di pasar reguler dan pasar tunai
o 0,03% dari nilai setiap transaksi, mengacu pada kebijakan bursa
untuk transaksi di pasar negosiasi.
o komisi transaksi kepada bursa sekurang-kurangnya Rp 2 juta per
bulan sebagai kontribusi atas penggunaan fasilitas bursa.

19
o Untuk transaksi obligasi, biaya transaksi adalah sebesar 0,01% dari
nilai per transaksi
• Anggota Bursa Efek harus menyerahkan deposit sebesar 0,005% dari nilai
per transaksi untuk dijaminkan kepada KPEI Dana jaminan sebesar 0,01%
tersebut dikelola oleh KPEI.
• Komisi dan biaya transaksi tidak termasuk PPN 10%; 0,1% pajak dan
kumulatif nilai transaksi penjuaan (hanya untuk saham).

Jadwal Perdagangan

Aktivitas perdagangan di BEJ dilaksanakan pada hari bursa . Jadwal transaksi


harian adalah sebagai berikut

09:30 - 12:00 waktu


Senin - Kamis Sesi I
JATS
13:30 - 16:00 waktu
Sesi II
JATS
09:30 - 11:30 waktu
Jum'at Sesi I
JATS
14:00 - 16:00 waktu
Sesi II
JATS

Pre- Opening untuk pasar reguler dilaksanakansetiap hari bursa, yaitu :

09:10:00 - 09:25:00 waktu


masukan order
JATS
Senin - Jum'at
JATS memproses 09:25:01 - 09:29:59 waktu
pengalokasian transaksi JATS

Jadwal Perdagangan untuk Pasar Tunai (berlaku sejak tanggal 25 Juli 2000) :

09:30 - 12:00 waktu


Senin - Kamis Sesi I
JATS

20
09:30 - 11:30 waktu
Jum'at Sesi I
JATS

Keterlibatan Investor Asing

BEJ membuat sebuah survey yang detail tentang sifat pasar terutama ditujukan
dalam rangka mengetahui profil investor BEJ yang akurat. Bagaimana juga, dari
hasil survey tersebut dapat disimpulkan secara jelas bahwa BEJ mamilki daya tarij
yang patut diperhitungkan oleh investor asing, oleh karena itu rata-rata 70% dari
transaksi dilakukan oleh asing.

Keterlibatan investor asing sangat dominan, walaupun terdapat pembatasan untuk


kepemilikan saham oleh investor asing. Sampai Agustus 1997, investor asing
boleh memiliki maksimum hanya 49% dari total saham yang tercatat. Dan dalam
rangka mengantisipasi pasar, pada tanggal 11 September 1997, Menteri Keuangan
RI mengeluarkan Surat Keputusan No. 467/KMK010/1997 yang tertanggal 11
September 1997 dan Peraturan Bapepam No.S-2138/PM/1997 yang menyebutkan
bahwa tidak ada lagi pembatasan untuk pembelian saham-saham yang tercatat di
BEJ oleh investor asing, kecuali untuk saham perbankan, hanya di izinkan
maksimum 49% dari modal disetor. Pada Mei 1999, Pemerintah Ri mengeluarkan
peraturan baru (Peraturan No. 29/ 1999) yang menyebutkan bahwa pembelian
saham bank tercatat (pembelian saham bank komersial) yang bukan merupakan
implementasi dari Undang-Undang tersebut mengatur porsi kepemilikan investor
asing, yaitu :

• Kepemilikan saham perbankan oleh investor asing dan atau institusi asing
melalui penempatan langsung atau melalui bursa diizinkan maksimum
hanya 99% dari total saham.
• Pembelian saham oleh investor asing atau institusi melalui bursa dapat
mencapai 100% dari total saham tercatat di bursa
• Perbankan dapat mencatatkan saham mereka di bursa maksimum hanya
99% dari total saham.

21
• Sedikitnya 1% saham perbankan, yang tidak dicatatkan di bursa, harus
dimiliki oleh WNI atau oleh perusahaan Indonesia.

Anggota Bursa
Sampai saat ini ada 142 perusahaan securitas yang menjadi anggota bursa di BEJ.
Untuk memulai bertransaksi saham seorang investor harus membuka rekening di
perusahaan securitas atau biasanya di sebut broker.

BAB 4
BAPEPAM-LK

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (disingkat Bapepam-


LK) adalah sebuah lembaga di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia
yang bertugas membina, mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar
modal serta merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di
bidang lembaga keuangan. Ketua Bapepam-LK saat ini adalah A. Fuad Rahmany.
Bapepam-LK merupakan penggabungan dari Badan Pengawas Pasar Modal
(Bapepam) dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan Departemen Keuangan.

22
Fungsi
Fungsi Bapepam-LK adalah:
1. Penyusunan dan penegakan peraturan di bidang pasar modal
2. Penegakan peraturan di bidang pasar modal;
3. Pembinaan dan pengawasan terhadap pihak yang memperoleh izin
usaha, persetujuan, pendaftaran dari Badan dan pihak lain yang
bergerak di pasar modal;
4. Penetapan prinsip-prinsip keterbukaan perusahaan bagi Emiten dan
Perusahaan Publik;
5. Penyelesaian keberatan yang diajukan oleh pihak yang dikenakan
sanksi oleh Bursa Efek, Kliring dan Penjaminan, dan Lembaga
Penyimpanan dan Penyelesaian;
6. Penetapan ketentuan akuntansi di bidang pasar modal;
7. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang lembaga keuangan;
8. Pelaksanaan kebijakan di bidang lembaga keuangan, sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
9. Perumusan standar, norma, pedoman kriteria dan prosedur di bidang
lembaga keuangan;
10. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang lembaga
keuangan;

Struktur organisasi
Bapepam dan Lembaga Keuangan terdiri dari 1 Ketua Badan dan membawahi 1
Sekretariat dan 11 Biro Teknis, dimana lingkup pembinaan dan pengawasan
meliputi aspek pasar modal, dana pensiun, perasuransian, perbankan dan usaha
jasa pembiayaan serta modal ventura.
Biro teknis Bapepam-LK terdiri atas:
• Biro Perundang-Undangan dan Bantuan Hukum
• Biro Riset dan Teknologi Informasi
• Biro Pemeriksaan dan Penyidikan

23
• Biro Pengelolaan Investasi
• Biro Transaksi dan Lembaga Efek
• Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa
• Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil
• Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan
• Biro Perbankan, Pembiayaan, dan Penjaminan
• Biro Perasuransian
• Biro Dana Pensiun

BAB 5
OBLIGASI

Obligasi adalah instrumen (surat) utang yang berisi janji dari pihak yang
menerbitkan obligasi untuk membayar pemegang obligasi sejumlah nilai pinjaman
beserta bunga pada saat jatuh tempo yang telah ditetapkan.
Obligasi termasuk salah satu jenis efek. Namun, berbeda dengan saham, yang
kepemilikannya menandakan pemilikan sebagian dari suatu perusahaan yang

24
menerbitkan saham, obligasi menunjukkan utang dari penerbitnya. Dengan
demikian, pemegang obligasi memiliki hak dan kedudukan sebagai kreditor dari
penerbit obligasi.

Jangka waktu
Obligasi merupakan instrumen utang jangka panjang. Pada umumnya diterbitkan
dengan jangka waktu berkisar antara 5 sampai 10 tahun.

Jenis obligasi
Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi
Korporasi dan Obligasi Negara. Obligasi Negara sendiri terdiri dalam beberapa
jenis, yaitu:
1. Obligasi Rekap, diterbitkan dalam rangka Program Rekapitalisasi
Perbankan;
2. Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
3. Obligasi Ritel, sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit
APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara
ritel;
4. Obligasi Sukuk, sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit
APBN namun berdasarkan prinsip syariah.

Pasar obligasi
Sebagai suatu efek, obligasi bersifat dapat diperdagangkan.
Ada dua jenis pasar obligasi yaitu:
1. Pasar Primer Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai
diterbitkan. Salah satu persyaratan ketentuan Pasar Modal, obligasi harus
dicatatkan di bursa efek untuk dapat ditawarkan kepada masyarakat, dalam hal ini
lazimnya adalah di Bursa Efek Surabaya (BES).
2. Pasar Sekunder Merupakan tempat diperdagangkannya obligasi setelah
diterbitkan dan tercarat di BES, perdagangan obligasi akan dilakukan di Pasar
Sekunder. Pada saat ini, perdagangan akan dilakukan secara Over the Counter

25
(OTC). Artinya, tidak ada tempat perdagangan secara fisik. Pemegang obligasi
serta pihak yang ingin membelinya akan berinteraksi dengan bantuan perangkat
elektronik seperti email, online trading, atau telepon.

Aspek Pajak Obligasi


Jenis obligasi dan tarifnya
Dari aspek perpajakan obligasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)
o atas bunganya dikenakan Pajak Pengasilan dengan tarif 20% dari
jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding
period).
o Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 20% dari
selisih lebih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada
saat jatuh tempo di atas harga perolehan, tidak termasuk bunga
berjalan (accrued interest).
2. Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)
o Hanya atas diskontonya saja yang dikenakan Pajak Penghasilan,
yaitu sebesar 20% dari selisih harga jual pada saat transaksi atau
nilai nominal pada saat jatuh tempo obligasi di atas harga
perolehan obligasi.

Tata Cara Pemotongan PPh Final atas obligasi


Pemotongan PPh yang bersifat final atas penghasilan yang diterima dari obligasi
yang diperdagangkan atau dilaporkan perdagangannya di bursa efek, dilakukan
oleh :
• Penerbit obligasi (emiten) atau kustodian yang ditunjuk selaku agen
pembayaran :
1. atas bunga, yang diterima oleh pemegang interest bearing bond,
pada saat jatuh tempo bunga; dan

26
2. atas diskonto, yang diterima baik oleh pemegang interest bearing
bond maupun pemegang zero coupon bond, pada saat jatuh tempo
obligasi.
• Perusahaan efek (broker) atau bank selaku pedagang perantara :
1. atas bunga dan diskonto bagi pemegang interest bearing bond dan
atas diskonto bagi pemegang zero coupon bond, yang diterima
penjual obligasi pada saat transaksi.
• Perusahaan efek (broker), bank, dana pensiun, dan reksadana, selaku
pembeli obligasi langsung tanpa melalui pedagang perantara atas bunga
dan diskonto dari interest bearing bond dan zero coupond bond yang
diterima atau diperoleh penjual obligasi pada saat transaksi.

BAB 6
ANALISA FUNDAMENTAL UNTUK PASAR MODAL

Analisa Fundamental adalah studi tentang ekonomi, industri, dan kondisi


perusahaan untuk memperhitungkan nilai dari saham perusahaan. Analisa
fundamental menitikberatkan pada data-data kunci dalam laporan keuangan

27
perusahaan untuk memperhitungkan apakah harga saham sudah di apresiasi secara
akurat.

Secara umum untuk menganalisa perusahaan dengan menggunakan analisa


fundamental terdiri dari 4 langkah yaitu:

• Menghitung kondisi ekonomi secara keseluruhan


Kondisi ekonomi dipelajari untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi secara
keseluruhan baik untuk pasar saham. Apakah tingkat inflasi tinggi atau rendah?
Apakah suku bunga naik atau turun? Apakah konsumen yakin atau ragu-ragu
dalam mengeluarkan uang? Apakah neraca perdagangan untung atau rugi?
Apakah supply uang naik atau turun? Ini adalah sebagian pertanyaan seorang
fundamental analis menanyakan untuk memperhitungkan jika kondisi ekonomi
secara keseluruhan baik untuk pasar saham.

• Menghitung kondisi industri secara keseluruhan


Industri di mana perusahaan berada secara langsung mempengaruhi masa depan
perusahaan tersebut. Bahkan saham yang paling baik pun dapat menghasilkan
pengembalian yang pas-pasan jika mereka berada dalam industri yang sedang
payah . Biasanya saham yang lemah dalam industri yang kuat lebih disukai
daripada saham yang kuat dalam industri yang lemah.

• Menghitung kondisi perusahaan


Setelah melihat dari sisi ekonomi dan industri kita perlu memperhitungkan
kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Jika sebuah perusahaan yang telah kita
analisa secara ekonomi dan industri itu baik tapi kita tidak menghitung kondisi
perusahaan tersebut maka akan sia-sia lah semua analisa fundamental yang kita
lakukan. Karena pasar saham adalah pasar ekspektasi dimana semua pemegang
saham mengharapkan perusahaannya selalu menghasilkan laba yang pada
akhirnya laba ini akan di bagikan kepada pemegang saham yang kita kenal dengan
istilah deviden. Walaupun tidak semua pemegang saham tidak mengharapkan
pembagian deviden ini karena pada dasarnya keuntungan yang diperoleh dari

28
permainan saham ini bukan hanya deviden, tetapi ada juga yang di sebut dengan
capital gain yaitu keuntungan yang diperoleh dari fluktuasi harga saham
yang biasanya diharapkan oleh investor yang memiliki time horizon
yang pendek. Menghitung kondisi perusahaan biasanya dilakukan dengan
menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio secara garis besar di bagi dalam 5
kategori utama antara lain, yaitu : profitability (keuntungan), price (harga),
liquidity (likuiditas), leverage (dukungan), dan efficiensi (efisiensi). Berikut
penjelasan penggunaan ratio dan cara menghitungnya :

• Net Profit Margin


Net profit margin adalah rasio profitability yang dihitung dengan membagi
keuntungan bersih dengan total penjualan.

Net Profit
Net Profit Margin =
Total Sales

Rasio ini menunjukan keuntungan bersih dengan total penjualan yang dapat di
peroleh dari setiap rupiah penjualan. Sebagai ilustrasi, apabila profit margin
sebuah perusahaan adalah 30% jumlah keuntungan yang dapat diperoleh dari
setiap Rp 1000 adalah Rp 300

• Price Earning Ratio / PER

Price earning ratio /PER adalah rasio price yang dihitung dengan membagi harga
saham saat ini dengan Earning Per Share( EPS), EPS sendiri merupakan rasio
yang menunjukan berapa besar keuntungan yang diperoleh investor atau
pemegang saham per saham. Semakin tinggi nilai EPS tentu saja
menggembirakan pemegang saham karena semakin besar laba yang disediakan
untuk pemegang saham.

Net Profit
EPS =
Jumlah saham
Harga Saham
PER =
EPS

29
PER menggambarkan apresiasi pasar trhadap kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Bagi para investor semakin
kecil PER suatu saham semakin bagus karena saham tersebut termasuk murah.

• Book Value / Nilai Buku

Nilai Buku adalah rasio price yang dihitung dengan membagi total aset bersih
( Aset - Hutang ) dengan total saham yang beredar

Total Ekuitas (Aset -


Book Hutang)
=
Value Jumlah Saham yang
beredar

Book Value digunakan untuk melihat harga suatu securitas apakah overpriced
atau underprice

• Price to Book Value (PBV)

Price to book value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai
nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini berarti pasar percaya
akan prospek perusahaan tersebut.

Harga Saham
PBV =
Book Value

• Current Ratio

Current Ratio adalah rasio likuiditas yang dihitung dengan membagi aset saat ini
dengan hutang saat ini.

Current Aset Saat Ini


=
Ratio Hutang Saat Ini

Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab


hutang saat ini. Semakin tinggi rasionya, semakin tinggi likuiditas perusahaan

30
tersebut. Sebagai contoh, rasio 3.0 mempunyai arti bahwa aset saat ini jika
dilikuidasi, akan cukup membayar 3 kali dari hutang saat ini.

• Debt Ratio

Debt ratio adalah rasio leverage yang dihitung dengan membagi total hutang
dengan total aset.

Debt Total Utang


=
Ratio Total Aset

Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Sebagai
contoh, debt ratio 40% menunjukkan bahwa 40% dari aset dibiayai oleh hutang.
Hutang bisa berarti buruk bisa juga berarti bagus. Selama ekonomi sulit dan suku
bunga tinggi, perusahaan yang memiliki debt ratio yang tinggi dapat mengalami
masalah keuangan, sebaliknya juga selama ekonomi baik dan suku bunga rendah
hutang dapat meningkatkan keuntungan

• Inventory Turnover

Inventory turnover adalah rasio efficiency yang dihitung dengan membagi biaya
barang yang terjual dengan inventaris.

Biaya Barang Yang


Inventory
= Terjual
Turnover
Inventaris

Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengatur inventarisnya, yaitu


dengan menunjukkan berapa kali turn over inventaris selama satu tahun. Jenis
rasio ini sangat bergantung pada jenis industri di mana perusahaan berada.
Sebagai contoh, toko penjual makanan akan mempunyai tingkat turn-over yang

31
jauh lebih tinggi daripada pabrik pembuat pesawat terbang. Sama seperi rasio-
rasio yang lain, adalah penting untuk membandingkan rasio ini dengan rasio dari
perusahaan-perusahaan yang lain dalam industri yang sama

• Menghitung nilai saham perusahaan

Setelah memperhitungkan kondisi ekonomi, industri, dan perusahaan. Seorang


fundamental analis dapat mulai memperhitungkan apakah saham suatu perusahaan
overvalued, undervalued, atau pas harganya. Beberapa model penilaian telah
disusun untuk membantu kita menghitung nilai saham. Ini menyertakan model
deviden yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari pendapatan yang
diharapkan, dan model aset yang menitikberatkan pada nilai saat ini dari aset
perusahaan.

BAB 7
ANALISA TEKNIKAL UNTUK PASAR MODAL

Analisa teknikal adalah terminologi yang kompleks untuk metode yang


paling dasar dalam investasi. Secara sederhana, analisa teknikal adalah studi harga
dengan menggungankan grafik sebagai alat utama.
Asal-usul dari analisa teknikal yang di gunakan saat ini berasal dari Dow Theory,
asal-usul ini mencakup prinsip-prinsip seperti tren harga, harga melakukan diskon

32
pada semua informasi yang diketahui, konfirmasi dan penyimpangan
(divergence), volume mencerminkan perubahan harga, dan dukungan tahanan
(support/resistance).
Analisa teknikal pertama kali di temukan oleh Charles Dow, dan sumbangan
Charles Dow dalam analisa teknikal yang digunakan saat ini
tidak dapat diabaikan. Perhatiannya pada dasar-dasar gerakan harga menciptakan
metode yang betul-betul baru dalam menganalisa pasar.

Indikator-Indikator Dalam Analisa Teknikal


Di dalam bab ini akan dijelaskan mengenai analisa teknikal modern. Indikator
dalam analisa teknikal modern pada umumnya di bagi menjadi dua bagian yaitu
indikator lagging (menyusul) dan indikator leading (mendahului). Berikut ini
akan dijelaskan indikator mana saja yang sering digunakan oleh para pelaku pasar
dan apa saja yang termasuk indikator lagging and indikator leading.

Indikator Lagging
Moving Average. Moving average (rata-rata bergerak) adalah salah satu dari alat-
alat dalam analisa teknikal yang paling tua dan paling popular. Moving average
adalah harga rata-rata dari suatu securitas pada suatu saat. Ada banyak variasi
aplikasi metode rata-rata bergerak yang digunakan dalam analisa teknikal. Antara
lain Simple Moving Average, Weigthed Moving Average, Exponential Moving
Average. Penggunaan ketiga alat indikator tersebut sama saja. Hanya tingkat
sensitifitas yang diberikan masing-masing indikator tersebut yang berbeda.
Beberapa aturan-aturan umum yang harus diperhatikan dalam analisa moving
average adalah :

• MA > Data Aktual berarti signal bearish, harga akan turun


• MA < Data Aktual berarti signal bullish, harga akan naik
• MA Pendek > MA Panjang berarti signal bullish, harga akan naik
• MA Pendek < MA Panjang berarti signal bearish, harga akan turun
• Titik Potong antara MA berarti signal perubahan arah, harga akan berbalik
arah

33
Indikator Leading

• Moving Average Convergence Divergence (MACD). Moving Average


Convergence Divergence (MACD) adalah formulasi teknikal analis yang
pertama kali dikembangkan oleh Gerald Appel. Bagi banyak pemain
pasar, MACD juga dikatakan sebagai salah satu alat analisa yang paling
sederhana dan cukup handal digunakan dalam mengambil keputusan
selama perdagangan. Berbeda dengan alat analisa yang telah kita bahas
sebelumnya, yaitu Moving Average (MA). Hanya bedanya kalau dalam
analisa MA langsung kita analisa sebagai indikator kenaikan ataupun
penurunan harga, dalam analisa MACD, output yang di hasilkan oleh MA
tidaklah langsung dapat di analisa, namun terlebih dahulu, mengolahnya
sebelum dijadikan sebuah indikator momentum yang akan
mengindikasikan perubahan trend harga.

• Relative Strength Index (RSI).Indikator Relative Strength Index (RSI) ini


menghitung perbandingan antara daya tarik kenaikan dan penurunan
harga, yang diterjemahkan kedalam indikator yang mempunyai selang
penilaian antara 0-100. Beberapa informasi yang dapat kita peroleh dari
analisa dengan menggunakan RSI adalah :
o Konfirmasi kejadian overbought / oversold
o Konfirmasi kejadian positive atau negative divergence
o Konfirmasi dominasi gerakan, yaitu apakah dominan kenaikan atau
dominan penurunan

• Commodity Channel Index (CCI). Commodity Channel Index (CCI) adalah


indikator yang digunakan untuk mengukur berbagai harga dari rata-rata
statistiknya. Nilai yang tinggi menunjukkan harga yang secara tidak
normal lebih tinggi dari harga rata-rata, sementara nilai yang rendah
menunjukkna harga yang secara tidak normal lebih rendah dari harga rata-
rata. Informasi yang dapat kita peroleh dari analisa ini kurang lebih sama
dengan apabila kita menggunakan analisa RSI yaitu informasi tentang
kejadian overbought / oversold

34
• Stochastic Oscillator. Stochastic Oscillator adalah sebuah alat analisa yang
dikembangkan pertama kali oleh George C. Lane pada akhir 1950-an. Alat
analisa ini adalah salah satu momentum oscillator yang menunjukkan
posisi close pada saat ini (current) terhadap posisi close beberapa waktu
lalu. Closing level yang konsisten berada pada kondisi puncak (peak)
mengindikasikan terjadinya accumulation (buying pressure), sedangkan
sebaliknya closing level yang konsisten berada pada bottom,
mengindikasikan terjadinya distribution (selling pressure). Beberapa
informasi yang di hasilkan dari analisa stochastic oscillator ini adalah :
o Informasi Overbought / oversold
o Indikasi perubahan momentum apabila terjadi crossing
o Divergence positif dan divergence negatif

• Directional Movement Index (DMI). Adalah alat analisa yang digunakan


untuk mengidentifikasi terdapat trend dalam sebuah saham. DMI pada
dasarnya adalah alat analisa yang digunakan untuk membandingkan +DI
(Directional Indikator) 14 hari, dan -DI dengan periode yang sama.
Interpretasi sederhana dari penggunaan DMI adalah :
o Mengambil posisi "beli" ketika garis +DI memotong garis -DI dari
bawah
o Mengambil posisi "jual" ketika garis -DI memotong garis +DI dari
bawah

• Bolingger Band. Adalah indikator yang dapat membantu penggunanya


untuk membandingkan volatility dan harga relatif dalam satu periode
analisa. Bolingger band terdiri dari 3 garis utama. Garis teratas di namakan
upper band, garis tengah di namakan middle band dab yang paling bawah
disebut lower band. Middle band sendiri sebenarnya adalah simple moving
average dan upper dan lower band adalah 2 kali standar deviasi dari
middle band. Sinyal yang di hasilkan dari analisa ini antara lain adalah:
o Double bottom buy; adalah apabila sebuah harga ketika harga
menembus batas bawah (lower band) dan tetap berada diluar batas
bawah pada periode berikutnya

35
o Double top sell; adalah apabila sebuah harga ketika menembus
batas atas (upper band) dan tetap berada di luar batas atas pada
periode berikutnya
o Pada saat terjadi penyempitan band perhatikan harga breakout
setelah keluar dari masa konsolidasi biasanya akan terjadi lonjakan
harga yang signifikan

BAB 8
REKSADANA

Reksadana adalah pola pengelolaan dana investasi di mana investor dapat


menanamkan modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini
kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam pasar modal, baik berupa
saham, obligasi, pasar uang ataupun surat berharga lainnya.

36
Pada reksadana, manajer investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya
pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan
menerima dividen atau bunga yang dibukukannya kedalam "nilai aktiva bersih"
reksadana tersebut.

Di Indonesia reksadana juga dapat disebut dengan kontrak investasi kolektif

Reksadana yang pertama kali bernama Massachusetts Investors Trust yang


diterbitkan tanggal 21 Maret 1924, yang hanya dalam waktu setahun telah
memiliki sebanyak 200 investor reksadana dengan total aset senilai $392.000.

Pada tahun 1929 sewaktu bursa saham jatuh maka pertumbuhan industri
reksadana ini menjadi melambat. Menanggapi jatuhnya bursa maka Kongres
Amerika mengeluarkan Undang-undang Surat Berharga 1933 (Securities Act of
1933) dan Undang-undang Bursa Saham 1934 (Securities Exchange Act of 1934).
Berdasarkan peraturan tersebut maka reksadana wajib didaftarkan pada Securities
and Exchange Commission atau biasa disebut SEC yaitu sebuah komisi di
Amerika yang menangani perdagangan surat berharga dan pasar modal. Selain itu
pula, penerbit reksadana wajib untuk menyediakan prospektus yang memuat
informasi guna keterbukaan informasi reksadana, juga termasuk surat berharga
yang menjadi objek kelolaan, informasi mengenai manajer investasi yang
menerbitkan reksadana. SEC juga terlibat dalam perancangan Undang-undang
Perusahaan Investasi tahun 1940 yang menjadi acuan bagi ketentuan-ketentuan
yang wajib dipenuhi untuk setiap pendaftaran reksadana hingga hari ini.

Dengan pulihnya kepercayaan pasar terhadap bursa saham, reksadana mulai


tumbuh dan berkembang. Hingga akhir tahun 1960 diperkirakan telah ada sekitar
270 reksadana dengan dana kelolaan sebesar 48 triliun US Dollar.

Reksadana indeks pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 oleh John Bogle
dengan nama First Index Investment Trust, yang sekarang bernama Vanguard 500
Index Fund yang merupakan reksadana dengan dana kelolaan terbesar yang
mencapai 100 triliun US Dollar

37
Salah satu kontributor terbesar dari pertumbuhan reksadana di Amerika yaitu
dengan adanya ketentuan mengenai rekening pensiun perorangan (individual
[1]
retirement account - IRA) , yang menambahkan ketentuan kedalam Internal
Revenue Code( peraturan perpajakan di Amerika) yang mengizinkan perorangan
(termasuk mereka yang sudah memiliki program pensiun perusahaan) untuk
menyisihkan sebesar 2.000 US $ setahun.

Karakteristik Reksadana

Berdasarkan karakteristiknya maka reksadana dapat digolongkan sebagai berikut:

• Reksadana Terbuka
adalah reksadana yang dapat dijual kembali kepada Perusahaan
Manajemen Investasi yang menerbitkannya tanpa melalui mekanisme
perdagangan di Bursa Efek. Harga jualnya biasanya sama dengan Nilai
Aktiva Bersihnya. Sebagian besar reksadana yang ada saat ini adalah
merupakan reksadana tertutup.

• Reksadana Tertutup
adalah reksadana yang tidak dapat dijual kembali kepada perusahaan
manajemen investasi yang menerbitkannya. Unit penyertaan reksadana
tertutup hanya dapat dijual kembali kepada investor lain melalui
mekanisme perdagangan di Bursa Efek. Harga jualnya bisa diatas atau
dibawah Nilai Aktiva Bersihnya.

Jenis-jenis Reksadana:
1. Reksadana Pendapatan Tetap.
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana
yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat utang.

2. Reksadana Saham.

38
Reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari dana
yang dikelolanya dalam efek bersifat ekuitas.

3. Reksadana Campuran.
Reksadana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek
saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam
ketiga reksadana lainnya.

4. Reksadana Pasar Uang.


Reksadana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan
jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.

Nilai Aktiva Bersih

NAB (Nilai Aktiva Bersih) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau
hasil dari suatu Reksa Dana.NAB per saham/unit penyertaan adalah harga wajar
dari portofolio suatu Reksa Dana setelah dikurangi biaya operasional kemudian
dibagi jumlah saham/unit penyertaan yang telah beredar (dimiliki investor) pada
saat tersebut.

Exchange Trade Fund

Exchange trade fund (ETF) adalah sebuah reksadana yang merupakan suatu
inovasi dalam dunia industri reksadana yang sifatnya mirip dengan suatu
perusahaan terbuka dimana unit penyertaannya dapat diperdagangkan di bursa.

ETF ini adalah merupakan kombinasi dari reksadana tertutup dan reksadana
terbuka, dan ETF ini biasanya adalah merupakan reksadana yang mengacu kepada
indeks saham.

ETF ini lebih efisien daripada reksadana konvensional seperti yang kita kenal saat
ini, dimana reksadana senantiasa menerbitkan unit penyertaan baru setiap harinya
dan membeli kembali yang dijual oleh pemegang unit (manajer investasi harus

39
menjual surat berharga yang merupakan aset reksadana tersebut untuk memenuhi
kewajibannya membeli unit penyertaan yang dijual, sedangkan unit penyertaan
ETF diperdagangkan langsung di bursa setiap hari (menyerupai reksadana
tertutup, dimana tidak ada dapat dijual kembali kepada manajer investasi)

BAB 9
SARAN UNTUK INVESTOR

Untuk menjadi seorang pedagang/investor yang berhasil diperlukan pemahaman


dari karakter setiap instrument itu sendiri dan beberapa tip dari investor

40
berpengalaman, berikut di bawah ini merupakan rangkuman saran yang dapat
dijadikan pegangan oleh setiap calon investor maupun yang telah menjadi
investor:

1. Anda harus mempunyai modal yang cukup terutama dalam hal menutup
setiap kerugian yang terjadi, jangan sekali-kai menggunakan modal yang
hanya pas-pasan ataupun diperoleh dari hutang sehingga akan terhindar
penghancuran moral akibat tindakan perdagangan yang menyebabkan
kebangkrutan. (Dalam hal Pasar Uang biasanya broker-broker memberikan
fasilitas trading margin) Ingatlah satu hal perdagangan margin sifatnya
mengangkat modal deposit anda, missal deposit anda $1.000 anda dapat
melakukan perdagangan sebesar $100.000, jadi potensi kerugian dapat
memakan modal deposit anda sebaliknya keuntungan yang diraih bisa
besar.
2. Bersikap tenang, jangan emosional dalam setiap keputusan transaksi yang
terjadi, anda harus selalu memperhatikan posisi keuangan anda jangan
panik terhadap respon market yang berlebihan.
3. Apabilan anda pemula dalam dunia investasi, hendaklah anda mencoba
fasilitas demo account yang tersedia di broker-broker(dalam hal ini hampir
semua broker pasar uang memiliki fasilitas tersebut) ini berguna sekali
sehingga anda memahami betul sistem dan pola perdagangan, dan untuk
Pasar Saham gunakanlah catatan manual di setiap posisi yang anda
lakukan, lakukanlah trading virtual terlebih dahulu sebelum masuk ke
pasar yang sesungguhnya, INGAT UNTUK SELALU menginvestasikan
waktu anda terlebih dahulu sebelum berinvestasi secara real menggunakan
uang yang sesungguhnya.
4. Jangan selalu bermain dengan dasar hanya keberuntungan seperti halnya
dalam permainan lottery atau casino tetapi perhatikan semua aspek
termasuk dari faktor-faktor yang mempengaruhi harga sebuah instrument.
5. Tetapkan batas dari kerugian perdagangan misalnya 3-10% dari total
jumlah account anda kemudian konsentrasilah pada setiap perdagangan
yang terjadi karena pasar bisa tiba-tiba berbalik arah.

41
6. Sedikit uang yang anda pegang maka sedikit pula uang itu akan hilang
dalam perdagangan begitu pula sebaliknya, untuk itu batasi jumlah uang
yang akan anda investasikan, gunakanlah uang yang benar-benar sedang
“menganggur” dan tidak mempergunakan uang yang sifatnya untuk
kelanjutan hidup sehari-hari.
7. Jangan merasa bangga apabila mendapatkan keuntungan katakanlah $ 200,
bisa saja anda kehilangan $ 800 untuk session berikutnya, untuk itu
cermati pasar dan jangan emosional, ingat seorang pedagang yang ulung
adalah belajar dari kesalahan bukan dari keuntungan.
8. Coba untuk selalu berpikir Demo account sebagai account real sehingga
kejadian yang sebenarnya dapat ikut dirasakan.
9. Konsentrasi pada beberapa instrument lebih baik daripada mengikuti
semua perubahan harga yang terjadi di semua instrument.
10. Fasilitas Internet atau komunikasi dapat mengalami kegagalan hubungan
jadi ada resiko dalam hal ini, untuk itu sebaiknya anda memanfaatkan
limit order ataupun stop loss order (dalam hal pasar uang)
Adapun beberapa saran yang ingin disampaikan oleh penulis untuk rekan-
rekan semua. Hendaklah kita jangan sombong apabila telah menguasai berbagai
teknik dalam menganalisa harga, dan juga jangan mudah percaya atas
rekomendasi-rekomendasi yang diperoleh dari berbagai media dan antar rekan
sesama trader, belum tentu analisa mereka lebih baik dari anda. Ingatlah selalu
bahwa seorang pedagang yang ulung adalah pedagang yang memiliki kepercayaan
diri bahwa setiap transaksi yang mereka lakukan akan selalu menuai keuntungan.
Apabila bertemu dengan rekan-rekan yang lain yang masih newbie dalam
dunia ini haraplah untuk saling bertukar informasi yang sifatnya saling
membangun, sehingga kemampuan dalam hal menganalisa pasar serta ketajaman
mencium informasi semakin meningkat.

42