Anda di halaman 1dari 6

Chemical Peeling pada Melasma

(Chemical Peeling on Melasma)


Dwi Nurwulan Pravitasari, Trisniartami Setyaningrum
Departement/Staf Medik Fungsional Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo
Surabaya
ABSTRAK
Latar belakang: Melasma adalah hiperpigmentasi simetris yang ditandai dengan bercak coklat terang sampai coklat tua
pada daerah yang sering terkena sinar matahari. Modalitas terapi yang berbeda telah digunakan dalam pengobatan melasma.
Namun, yang optimal, murah, dan aman tidak ditemukan. Chemical peeling merupakan salah satu dari pengobatan melasma
yang murah dan aman. Tujuan: Mengetahui dan memahami mekanisme kerja chemical peeling pada melasma, serta keefektifan
terapi chemical peeling pada melasma. Telaah Kepustakaan: Melasma merupakan kelainan yang sangat sulit disembuhkan dan
bersifat rekuren. Tujuan dari penatalaksanaannya meliputi pengurangan dan pencegahan derajat keparahan, pengurangan luas
daerah yang terkena dan mempersingkat waktu penyembuhan. Ada dua kelompok utama pengobatan melasma yaitu terapi lini
pertama dengan pemberian obat topikal dan lini kedua dengan chemical peeling dan terapi laser. Chemical peeling pada melasma
tipe epidemal antara lain adalah Asam Glikolat 5070% (5-20 menit), solusio Jessner (510 lapisan), TCA 1035% (1 lapis),
sedangkan untuk chemical peeling pada melasma tipe demal dan campuran adalah Asam Glikolat 70% (530 menit), TCA 35%
kombinasi dengan Asam Glikolat 5070%, solid CO2, solusio Jessner. Kesimpulan: Melasma merupakan kelainan kulit yang
sulit disembuhkan, sehingga banyak modalitas terapi yang di gunakan, tetapi yang dianjurkan adalah terapi kombinasi antara
topikal, chemical peeling dan laser.
Kata kunci: melasma, chemical peeling
ABSTRACT
Background: Melasma is a symmetric hyperpigmentation marked with patches of light brown to dark brown in areas that are
frequently exposed to sunlight. Different treatment modalities have been used in the treatment of melasma. However, optimal,
cheap, and safe can not be found. Chemical peeling is one of the treatment of melasma is cheap and safe. Purpose: To know and
understand the mechanism of action of chemical peeling in melasma, as well as the effectiveness of chemical peeling in melasma
therapy. Review: Melasma is a very difficult disorder to be cured and recurrences. The purpose of its management includes
the reduction and prevention of the degree of severity, the reduction of the area affected and shorten healing time. There are
two main groups of melasma treatment is first-line therapy with topical drug delivery and second-line with chemical peeling and
laser therapy. Chemical peeling in melasma epidemal types include glycolic acid 5070% (520 min), Jessner solusio (510 layers),
1035% TCA (1 layer). As for the types of chemical peeling in melasma dermal and the mixture is 70% glycolic acid (530 min),
35% TCA combination with 5070% glycolic acid, solid CO2, Jessner solusio. Conclusion: Melasma is a skin disorder that is
difficult healed, so many different therapeutic modalities in use, but a combination of topical therapy, chemical peeling and laser
are recommended.
Key words: melasma, chemical peeling
Alamat korespondensi: Dwi Nurwulan pravitasari, Departemen/Staf Medik Fungsional Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo, Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 6-8
Surabaya 60131, Indonesia. Telepon: (031) 5501609, E-mail: vitha_sabrinaviancha@yahoo.com

PENDAHULUAN
Chemical peeling juga di sebut chemoxfoliation,
chemosurgery, atau dermpeeling. Chemical peeling adalah
penggunaan dari satu atau lebih bahan pengelupasan
kulit, hasilnya adalah destruksi pada bagian epidermis
dan atau dermis dengan regenerasi dari epidermis

baru dan jaringan dermis. Teknik penggunaan atau


aplikasi dari chemical peeling dapat mengontrol luka
yang dihasilkan melalui koagulasi pembuluh darah
vaskuler, sehingga terbentuk peremajaan kulit dengan
berkurangnya atau hilangnya aktinik keratosis,
dyscromias pigmentary, kerutan dan jaringan parut
yang superfisial.1 Chemical peeling dapat di gunakan

Pengarang Utama 2 SKP. Pengarang Pembantu 1 SKP


(SK PB IDI No. 318/PB/A.7/06/1990)

55

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

untuk terapi salah satunya adalah melasma. Melasma


adalah hiperpigmentasi simetris yang ditandai dengan
bercak coklat terang sampai coklat tua pada daerah
yang sering terkena sinar matahari. Modalitas terapi
yang berbeda telah digunakan dalam pengobatan
melasma. Namun, yang optimal, murah, dan aman
tidak ditemukan. Obat pemutih topikal dan chemical
peeling adalah yang paling sering digunakan dalam
metode pengobatan melasma.2
Insidensi melasma belum di ketahui, tetapi
dominan terjadi pada wanita dan pada laki-laki terjadi
hanya 10% kasus. Melasma dapat mengenai semua ras
terutama penduduk yang tinggal di daerah tropis dan
pada tipe kulit IVVI. Di Indonesia perbandingan
kasus wanita dan pria adalah 24:1. Terutama tampak
pada wanita usia subur dengan riwayat langsung
terkena paparan sinar matahari. Insidensi terbanyak
pada usia 3044 tahun.3,4
Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang
kesehatan untuk mengembalikan penampilan,
terdapat kenaikan dalam jumlah besar akan kebutuhan
dan persediaan obat estetika. Banyak pasien yang
menginginkan kulitnya tampil muda kembali di mana
kecantikan fisik dapat memengaruhi secara tidak
langsung kesehatan jangka panjang. Sangat penting
bagi para dokter Kulit dan Kelamin untuk memilih
terapi yang tepat bagi masing-masing kebutuhan
pasien untuk mendapatkan hasil yang terbaik.5 Salah
satunya sekarang ini semakin banyak chemical peeling
di pasaran. Semua bahan chemical peeling superfisial,
medium dan dalam diturunkan dari kimia dasar
dan di ketahui dapat menyebabkan pengelupasan,
destruksi dan atau peradangan pada kulit dengan
cara terkontrol.6 Banyak penelitian yang menyatakan
melasma sangat sulit disembuhkan dengan chemical
peeling, terutama pada melasma tipe yang dalam
atau campuran (deep atau mixed). Berdasarkan dari
hasil retrospektif di IRJ-Divisi Kosmetik RSUD Dr.
Soetomo Surabaya menyatakan bahwa kurangnya
keberhasilan terapi pada chemical peeling pada pasien
dengan melasma.7
Sampai saat ini masih banyak penelitian yang
membahas mengenai chemical peeling yang di gunakan
pada melasma, tetapi terapi yang terbaik untuk
melasma tergantung tipe dari melasma tersebut dan
berdasarkan level of evidence chemical peeling yang
terbaik dengan Asam Glikolat.8 Melasma merupakan
kelainan yang sulit disembuhkan, sehingga terapi
kombinasi adalah yang dianjurkan.7,9 Maka dengan
ini kami membuat referat untuk membahas teori
mengenai melasma, mekanisme kerja chemical peeling,
56

Vol. 24 No. 1 April 2012

prosedur chemical peeling, dan chemical peeling pada


melasma.
TELAAH KEPUSTAKAAN
Melasma adalah kelainan pigmentasi yang terjadi
pada daerah kulit yang sering terpapar sinar matahari,
lesi hiperpigmentasi karakteristik timbul di wajah
dan leher, kadang-kadang di lengan, dan dapat juga
didapatkan di daerah yang lainnya. Melasma di
kenal dengan nama lain chloasma atau black color
(black spot).10,11 Melasma pada umumnya simetris
berupa makula yang tidak merata berwarna coklat
muda sampai coklat tua, hampir sering terjadi pada
wanita di masa produktif yaitu antara usia 20 sampai
50 tahun.3 Ada 3 pola distribusi dari melasma yaitu
di sentrofasial pada 66% kasus, di malar 20% kasus,
dan mandibula pada 15% kasus.12
Faktor penyebab utama adalah paparan sinar
matahari. Radiasi sinar matahari dapat mengakibatkan
peroksidasi lemak di membran sel, menyebabkan
generasi radikal bebas, yang dapat menstimulasi
melanosit untuk memproduksi melanin secara
berlebih. Faktor hormonal juga berperan pada beberapa
individu. Mekanisme secara tepat menyebabkan
melasma masih belum di ketahui. Sebenarnya hormon
dan mekanisme apa yang terlibat pada perkembangan
melasma belum ditentukan. Pengaruh hormonal dan
genetik yang di kombinasi dengan radiasi ultraviolet
merupakan penyebab melasma yang sangat penting,
namun fototoksik, medikasi fotoalergik dan kosmetik
tertentu di laporkan sebagai penyebab melasma yang
jarang.13
Patofisiologi dari melasma di awali dengan
biosintesis dari melanin di mana Biosintesis ini di
mulai dari asam amino tirosin yang di konversikan
menjadi L-DOPA (3,4 dihidroksifenilalanin) pada tahap
biosintesis melanin terbatas yang di katalisis tirosinase.
Setelah itu L-DOPA di ubah menjadi DOPAquinon
oleh beberapa enzim. DHI (5,6-dihidroksiindol)
dan DHICA (5,6-dihydroxyindole2-caroxylic acid) di
bentuk untuk menghasilkan eumelanin hitam atau
coklat. Melalui penggabungan glutation atau sistein,
DOPAquinon dapat membentuk feomelanin.11
Berdasarkan pemeriksaan fisik, makula
hiperpigmentasi pada melasma biasanya berwarna
coklat. Warna biru atau coklat jelas terjadi pada
pasien dengan melasma tipe dermis. Distribusinya
bentuk yaitu sentrofasial, malar atau mandibular.
Dengan pemeriksaan lampu wood (panjang gelombang
340400 nm), pigmen tipe epidermis terlihat batas
yang jelas, di mana pada tipe dermis pigmen tidak

Telaah Kepustakaan

mengalami hal tersebut. Secara klinis, jumlah melanin


yang banyak di dermis kemungkinan hiperpigmentasi
hitam kebiruan.3
Banyak sekali modalitas terapi pada melasma,
antara lain obat pemutih (hidroquinon, Asam Azelaic,
Tretinoin, Asam Kojic, Vitamin C, Vitamin E), formula
kombinasi, Chemical Peeling, dan laser. Dari terapi yang
disebutkan salah satunya adalah chemical peeling.4,14
Chemical peeling adalah penggunaan dari satu atau lebih
bahan pengelupasan kulit, hasilnya adalah destruksi
pada bagian epidermis dan atau dermis dengan
regenerasi dari epidermis baru dan jaringan dermis.1
Terlepas dari munculnya teknik baru dan laser, chemical
peeling merupakan prosedur yang sederhana, hampir
tidak menggunakan instrumen apa pun untuk proses
peremajaan kulit.15 Mekanisme kerja dari chemical
peeling adalah: merangsang pertumbuhan epidermis
melalui pergantian stratum korneum, menghancurkan
lapisan kulit yang rusak dan menggantikannya dengan
jaringan normal, menyebabkan reaksi inflamasi yang
dalam pada jaringan kemudian menyebabkan nekrosis
yang disebabkan oleh bahan-bahan chemical peeling.
Aktivasi dari mediator inflamasi dapat memproduksi
kolagen baru pada dermis serta substansi dasar seperti
glikosaminoglikan.16 Pengetahuan tentang anatomi
kulit dan penyembuhan luka secara normal penting
untuk pemahaman mengenai prinsip-prinsip chemical
peeling. Kulit menutupi seluruh permukaan luar dari
tubuh dan fungsinya termasuk perlindungan, sensorik,
persepsi, pengawasan imunologi, termoregulasi, dan
pengendalian insensible water loss.17
Molekul yang di temukan pada chemical peeling
mengandung kelompok karboksil (COOH) dan
kelompok hidroksil (OH) atau asam biasa. Asam
Hidroksi Alfa (AHA) adalah asam lemah yang
menginduksi aktivitas peremajaan baik karena efek
metabolik atau membakar kulit. Pada konsentrasi
rendah (< 30%), AHA mengurangi sulfat dan fosfat
dari permukaan korneosit. Dengan mengurangi
kohesi korneosit, maka menginduksi pengelupasan di
epidermis. Pada konsentrasi yang lebih tinggi, terutama
efeknya destruktif, karena AHA keasamannya rendah,
sehingga tidak terjadi koagulasi protein dari kulit dan
tidak dapat menetralkan dan dinetralkan dengan air
atau buffer lemah. Fenol adalah hidrokarbon aromatik
dengan sifat asam lemah. Mekanisme kerjanya pada
kulit secara langsung melalui toksisitas pada protein,
membran sel dan inaktivasi enzim.4

Chemical Peeling pada Melasma

Chemical peeling diklasifikasikan menjadi 4


kategori berdasarkan kedalaman penetrasi adalah
sebagai berikut: Chemical peeling sangat superfisial
(yang terlibat hanya epidermis, mungkin juga
keterlibatan minimal dari dermis), Chemical
peeling superfisial (yang terlibat adalah epidermis
dan lapisan terluar dari dermis), Chemical peeling
medium (mencapai dermis yang lebih dalam dari kulit
yang superfisial, Chemical peeling dalam (mencapai
kedalaman hingga ke dermis, kira-kira setengah
kedalamannya.18 Kedalaman dari chemical peeling,
sangat signifikan memengaruhi pada kulit wajah.
Dengan peningkatan kedalaman dari chemical peeling,
kemungkinan munculnya berbagai bercak yang ringan
dan terjadi peningkatan penghapusan kerutan yang
dalam secara substansial. Tak jarang, prosedur dari
chemical peeling superfisial dapat di ulang beberapa
saat sampai di peroleh hasil yang memuaskan.18
PEMBAHASAN
Melasma diketahui sebagai kelainan yang sangat
sulit disembuhkan dan bersifat rekuren. Beberapa
literatur penatalaksanaan melasma belum ada terapi
yang spesifik, tujuan dari penatalaksanaannya meliputi
pengurangan dan pencegahan derajat keparahan,
pengurangan luas daerah yang terkena, perbaikan
pada kelainan kosmetik dan mempersingkat cara
penyembuhan. Secara garis besar ada dua kelompok
utama yaitu terapi lini pertama dengan pemberian
obat topikal dan lini kedua dengan chemical peeling dan
terapi laser.8 Banyak laporan tentang chemical peeling
sebagai terapi pilihan untuk melasma, tetapi diketahui
bahwa melasma mempunyai etiologi multifaktorial
karena hal itu harus di lakukan anamnesis yang cermat
mengenai faktor penyebabnya. Meskipun banyak
literatur yang melaporkan efektivitas dari beberapa
bahan chemical peeling dalam terapi melasma, baik
sendiri maupun kombinasi dengan obat topikal seperti
hidrokuinon, hanya sedikit yang telah di publikasikan.
Perbedaan tipe kulit IV-VI memberikan respons yang
berbeda terhadap chemical peeling dan hal ini belum
di mengerti sepenuhnya. Lama chemical peeling yang
harus di lakukan untuk mendapatkan hasil yang
baik tidak dapat ditentukan dengan pasti, karena
tergantung dari beberapa hal seperti respons individu
terhadap terapi, kepatuhan penderita dan pengaruh
faktor predisposisi. Chemical peeling biasanya sebagai
terapi tambahan saat menginginkan hasil yang cepat.7

57

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

Vol. 24 No. 1 April 2012

tipe dermal dan tipe campuran terapi dengan chemical


peeling dan laser (laser resurfacing dengan CO2 atau
Erbium YAG laser dengan Q-switched. Ketiga tipe
tersebut diberikan pencegahan dengan sunblok yang
spektrum luas.19
Untuk penatalaksanaan chemical peeling pada
melasma berdasarkan tipenya, di bagi 3 yaitu, pada
melasma tipe epidermal lebih mudah untuk diobati
daripada melasma tipe dermal, karena melanin berada
pada tingkat yang lebih tinggi di kulit, sehingga
dapat lebih mudah dicapai dengan penggunaan
produk topikal. Komponen epidermal bisa menerima
menggunakan pengobatan sementara, sedangkan
pada komponen dermal biasanya tidak bisa dengan
pengobatan sementara. Penentuan sejauh mana
komponen yang terkena akan sangat membantu
untuk memprediksi respons pengobatan pasien secara
akurat dan untuk memberikan pasien dengan harapan
yang tepat. Melasma tipe epidemal, chemical peeling
yang di gunakan adalah tipe superfisial antara lain
adalah chemical peeling Asam Glikolat 5070% (520
menit), solusio Jessner (510 lapisan), TCA 1035%
(1 lapis).20

Tidak ada juga literatur yang menyebutkan secara


tepat beberapa kali harus di lakukan chemical peeling
untuk mendapatkan hasil yang baik.8
Menurut Level and quality of evidence untuk
terapi melasma dengan menggunakan chemical peeling
termasuk dalam level II ataupun III, dan quality of
evidence B dan C. Chemical peeling terbaik dengan
menggunakan Asam Glikolat 70% atau dengan
chemical peeling Asam Glikolat 2030% di tambah
dengan hidroquinon 4%. Untuk penggunaan terapi
dengan laser yang terbaik dengan kombinasi laser
dengan chemical peeling, dan yang di gunakan adalah
laser Q-switched alexandrite + chemical peeling TCA
1525% + solusio Jessner. Menurut jurnal ini, terapi
yang terbaik pada melasma dengan menggunakan
Hidroquinon 4% + Tretinoin 0,05% + Fluocinolone
Acetenoid 0,01%, tetapi tidak disebutkan tipe dari
melasmanya.7
Menurut Jurnal melasma dan hiperpigmentasi,
untuk alogoritma penatalaksanaan dari melasma di
bagi tiga tipe melasma, untuk terapi pada melasma
tipe epidermal dengan menggunakan bahan pemutih
dengan Hidroquinon 210%, Asam Aselaik, Asam
Kojik 24%, atau dengan kombinasi formulasi. Pada

Tabel 1. Karakteristik bahan chemical peeling superfisial.21


Bahan
Chemical
peeling
Asam
Hidroksi alfa

Solusio
Jessner

TCA 1025%

Cara Kerja
Mengurangi
adhesi
korneosit/
deskuamasi
Pemisahan
stratum
korneum,
odema dermal
Koagulasi
dari protein
epidermal

Asam Salisilat Keratolitik,


comedolitik,
deskuamasi
pada stratum
korneum bagian
atas.

58

Netralisasi

frosting

Sifat Khusus

Muncul rasa terbakar


setelah pemakaian 2-3
lapis

Bentuk frosting,
berhubungan dengan
luka yang dalam

Muncul rasa panas


terbakar pada
pemakaian yang
pertama kemudian
asam berubah menjadi
anestesi

Efek Samping
Chemical peeling
dalam dapat di capai
dengan kontak kulit
yang lama

Muncul rasa
terbakar
Eritema untuk
beberapa hari
Transient salicylism
dapat terjadi

Telaah Kepustakaan

Bahan
Chemical
peeling
Tretinoin

Chemical Peeling pada Melasma

Cara Kerja

Netralisasi

frosting

Sifat Khusus

Efek Samping

Peningkatan
turnover dari
sel

Resorsionol

Melemahkan
ikatan hidrogen
dari keratin

Nyeri
kulit tidak berwarna
(yellow)
Harus tetap di kulit
selama 6 jam
Pemakaian seharihari selama 3 hari
Menghabiskan waktu

Solid Carbon
Dioxide

Merusak
epidermis

Mangakibatkan
eritema yang kuat
Skuama putih
tipis pada chemical
peeling
Bisa terjadi
iritan atau alergi
kontak apabila di
gunakan sering dan
berhubungan dengan
disfungsi thyroid
Sensitivitas dingin

Menurut Level and quality of evidence untuk terapi


melasma dengan menggunakan chemical peeling yang
digunakan pada tipe epidemal adalah Asam Glikolat
1050%, Asam Glikolat 10% + Hidroquinon 2%+
Asam Glikolat 2070%, Asam Glikolat 2030% +
Hidroquinon 4%, atau dengan Asam Glikolat 50%
+ Asam Kojik 10%.8 Sedangkan untuk melasma tipe
dermal dan campuran, chemical peeling yang di gunakan
antara lain Asam Glikolat 70% (530 menit), TCA
35% kombinasi dengan Asam Glikolat 5070%, solid
CO2, solusio Jessner. Solusio Jessner merupakan bahan
chemical peeling yang akan menghasilkan kedalaman
yang superfisial, untuk menghasilkan kedalaman
yang medium biasanya di kombinasikan dengan
TCA 35%.20 Pada chemical peeling yang kuat bekerja
dengan cara tidak hanya dengan menghilangkan
lapisan epidermis, tetapi juga menghilangkan sampai
papila dermis. Pada bahan chemical peeling yang
dalam mengakibatkan hiperpigmentasi post inflamasi
lebih berat.22 Untuk melasma tipe campuran chemical
peeling yang digunakan sama dengan pada tipe dermal.
Biasanya kebanyakan pasien dengan melasma tipe
campuran sangat sulit jika diterapi dengan chemical
peeling, sebaiknya menggunakan terapi laser, untuk
mendapatkan hasil yang baik.
Melasma merupakan kelainan kulit yang sulit
disembuhkan, sehingga muncul berbagai modalitas
terapi yang digunakan untuk mengobatinya. Tetapi
dari banyaknya terapi yang ada, berbagai literatur
menyatakan terapi kombinasi antara topikal, chemical

Di gunakan untuk
terapi akne

peeling dan bisa juga dengan laser adalah yang sangat


dianjurkan untuk pengobatan melasma untuk
mendapatkan hasil yang maksimal.
KEPUSTAKAAN
1. Brody HJ. Chemical peeling. St. Louis: Mosby Year
Book; 1992.
2. Sharquie KE, Al-Tikreety MM, Al-Mashhadani SA.
Lactic acid as a new therapeutic peeling agent in
melasma. Dermatol Surg 2005; 31(2): 14954.
3. Adhi Djuanda. Kelainan pigmen. Ilmu penyakit kulit
dan kelamin. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit
FKUI; 2002.
4. Rigorpoulus D, Gregoriou S, Katsambas A.
Hiperpigmentation and melasma. J of Cosm Dermatol
2007; 6: 195202.
5. Maya V. Antiaging therapies. Indian J of Dermatol
and Leprol 2006; 72: 18386.
6. Monheit GD. Chemical peels. Skin therapy letters
2004; 9(2): 611
7. Reza M. Penderita baru melasma yang dilakukan
peeling di Divisi Kosmetik Medik URJ Kesehatan
Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya
periode 20072009. Penelitian retrospektif, 2012.
8. Rendon M, Berneburg M, Arellano I, Picardo M.
Treatment of melasma. J of Ame Acad of Dermatol
2006; 54 (5): 27281.
9. Sheth VM, Pandya AG. Melasma: A comprehensive
update. J Am Acad Dermatol 2011; 65(4): 699714
10. Damoa AS, Lambert WC, Schawartz RA. Melasma:
insight into a distressing dyschromia. Aest Dermatol
2006; 8(1).

59

Berkala Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin

11. Hilde L, Barbara B., Sofie De S. Hypomelanosis and


hypermelanosis. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI,
Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ, editors. Fitzpatrick
dermatology in general medicine. 7th ed. New York:
McGraw-Hill, 2008. P. 635.
12. Khemis A, Khafa A, Queille CR. Evaluation of efficacy
and safety of rucinol serum in patients with melasma:
a randomized controlled trial. Br J of Dermatol 2007;
156; 9971004.
13. Montemarano AD. Melasma. Available from URL:
http://www.medicinenet.com/melasma/index.htm
(Accessed 3 January 2012)
14. Roopal V. Kundu. Special consideration for topical
therapy of ethnic skin. In: Wolff K, Goldsmith LA,
Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffel DJ editors.
Fitzpatrick dermatology in general medicine. 7th Ed.
New York: Mc Graw Hill, 2008. p. 21307.
15. Khunger N. Standard guidelines of care for chemical
peels. Indian J of Dermatolo, Venereol and Leprol.
2008; 74(2): 512

60

Vol. 24 No. 1 April 2012

16. Clark E, Scerri L. Superficial and medium-depth


chemical peels. Clin in Dermatol 2008; 26: 20918.
17. Shai A, Maibach HI, Baran R. Handbook of cosmetic
skin care. 2nd ed. Oxford: Informa health care; 2009
18. Tosti A, Grimes PE, De Padova MP editors. Color
atlas of chemical peels. Germany: Springer; 2006
19. Burgess CM. Cosmetic dermatology. New York:
Springer; 2005
20. Draelos ZD. Cosmetic dermatology products &
procedure. Oxford: Wiley Blackwell Publishing;
2010
21. Kodali S, Guevara IL, Carrigan CR, Daulat S.
A Prospective, Randomized, Split-Face, Controlled Trial
of Salicylic Acid Peels in the Treatment of Melasma
in Latin American Women. J Am Acad of Dermatol
2009; 63(6): 10305.