Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah hirobbilalamin, rasa syukur kami ucapkan kepada Allah swt yang telah
memberikan kekuatan, ketabahan, dan ilmu yang bermanfaat kepada kami sehingga kami dapat
menyusun sebuah laporan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Biologi.

Dalam kesempatan ini, kami juga mengucapkan terima kasih kepada guru sebagai
pembimbing, orang tua dan semua orang yang terlibat yang telah memberikan dorongan dan
motivasi sehingga laporan ini dapat terselesaikan. Akhirnya, kami berharap agar laporan ini
dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Disini kami juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan laporan ini terdapat hal
hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu kami dengan senang hati menerima masukan,
kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Cirebon, 19 september2015
Penyusun

Kelompok 6

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG TEORI :
Aktivitas kehidupan di biosfer pada dasarnya digerakkan oleh tenaga dari cahaya matahari.
Secara sepintas memang tidak nampak hubungan cahaya matahari dengan hewan yang dapat
berlari dengan cepat. Namun apabila diteliti dengan cermat akan diketahui bahwa tenaga untuk
berlari itu berasal dari pemecahan karbohidrat yang terkandung di dalam daun rerumputan yang
dimakan oleh hewan tersebut, dan karbohidrat yang dipecah berasal dari suatu reaksi kimia
didalam daun yang berlangsung dengan menggunakan energi cahaya matahari. Reaksi
pembentukan karbohidrat ini dinamakan fotosintesis.
Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses
ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang
terdapat dalam kloroplas. Selain fotosintesis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kurangnya
pengetahuan tentang proses fotosintesis dan faktor-faktor yang mempengaruhinya baik faktor
internal maupun faktor eksternal yang melatarbelakangi dilakukannya percobaan tentang
fotosintesis ini.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap kecepatan fotosintesis hidrilia?
2. Bagaimana pengaruh Na HCO3 terhadap kecepatan fotosintesis tumbuhan hidrilia?
C. TUJUAN PENELITIAN
Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis dan membuktikan
bahwa fotosintesis menghasilkan gas oksigen.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan
energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan
dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di
bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di
atmosfer bumi. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti
cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon
karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai
molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi
karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.
Fotosintesis dikenal sebagai suatu proses sintesis makanan yang dimiliki oleh
tumbuhan hijau dan beberapa mikroorganisme fotosintetik. Organisme yang mampu
mensintesis makanannya sendiri disebut sebagai organisme autrotof. Autotrof dalam
rantai makanan menduduki sebagai produsen. Pada prinsinya komponen yang dibutuhkan
dalam reaksi fotosintesis adalah CO2 yang berasal dari udara dan H2O yang diserap dari
dalam tanah. Selain itu sesuai dengan namanya, foto cahaya reaksi ini membutuhkan
cahaya matari sebagai energi dalam pembuatan atau sintesis produk (senyawa gula dan
oksigen).
Menurut Stone (2004), reaksi fotosintesis dapat diartikan bahwa enam molekul
karobondioksida dan enam molekul air bereaksi dengan bantuan energi cahaya matahari
untuk dirubah menjadi satu molekul glukosa dan enam molekul oksigen. Glukosa adalah
molekul yang dibentuk sebagai hasil dari proses fotosintesis yang di dalamnya tersimpan
hasil konversi energi cahaya matahari dalam bentuk ikatan-ikatan kimia penyusun
molekul tersebut. Glukosa merupakan senyawa karbon yang nantinya digunakan bersama
elemen-elemen lain di dalam sel untuk membentuk senyawa kimia lain yang sangat
penting bagi organisme tersebut, seperti DNA, protein, gula dan lemak. Selain itu,
organisme dapat memanfaatkan energi kimia yang tersimpan dalam ikatan kimia di antara
atom-atom penyusun glukosa sebagai sumber energi dalam proses-proses di dalam tubuh.
Klorofil Tumbuhan
Seperti organisme lainnya, tanaman tersusun atas sel-sel sebagai unit dasar
penyusun kehidupan tanaman. Sel-sel tanaman mengandung struktur yang disebut
kloroplas (Chloroplast) yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis. Kloroplas adalah
organel khusus yang dimiliki oleh tanaman, berbentuk oval dan mengandung klorofil
(chlorophyll) yang dikenal dengan zat hijau daun. Seluruh bagian tumbuhan yang
merupakan struktur berwarna hijau, termasuk batang dan buah memiliki kloroplas dalam
setiap sel penyusunnya. Namun secara umum aktifitas fotosintesis terjadi di dalam daun.
Michael W. Davidson dalam websetnya menyatakan bahwa kepadatan kloroplas di
permukaan daun suatu tanaman rata-rata sekitar satu setengah juta per milimeter persegi.

Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastid yang


mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada
mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga
karang (spons).
Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membrane tilakoid.
Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. klorofil a merupakan hijau
rumput (green grass pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan.
Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan
pigmen hijau-kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan.
Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof.
Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. Pada umumnya
kloroplas itu berbentuk oval, bahan dasarnya disebut stroma, sedang butir-butir yang
terkandung di dalamnya disebut grana. Pada tanaman tinggi ada dua macam klorofil,
yaitu:
1.
klorofil-a
: C55H72O5N4Mg, berwarna hijau tua
2.
klorofil-b
: C55H70O6N4Mg, berwarna hijau muda
Rumus bangunnya berupa suatu cincin yang terdiri atas 4 pirol dengan Mg
sebagai inti. Rumus bangun ini hamper serupa dengan rumus bangun haemin (zat darah),
di mana intinya bukan Mg melainkan Fe. Pada klorofil; terdapat suatu rangkaian yang
disebut fitil yang dapat terlepas menjadi fitol C2H39OH, jika kena air (hidrolisis) dan
pengaruh enzim klorofilase. Fitol itu lipofil (suka asam lemak), sedangkan biasanya
disebut rangka porfin, sifatnya hidrofil (suka akan air). (Dwidjoseputro, 1994:18)
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan klorofil:
1.Faktor pembawaan.
Pembentukan klorofil dibawakan oleh gen tertentu di dalam kromosom.
2.Cahaya
Terlalu banyak sinar berpengaruh buruk kepada klorofil. Larutan yang dihadapkan
kepada sinar kuat tampak berkurang hijaunya. Hal ini juag dapat kita lihat pada daundaun yang terus terkena kena sinar langsung warna mereka menjadi hijau kekuningkuningan.
3.Oksigen
4.Karbohidrat
Dengan tiada pemberian gula, daun-daun tersebut tak mampu menghasilkan
klorofil, meskipun faktor-faktor lain cukup.
5.Nitrogen Magnesium

Besi yang menjadi bahan pembentuk klorofil merupakan suatu condition sinc qua
non (kehausan). Kekurangan akan salah satu dari zat-zat tersebut mengakibatkan klorosis
kepada tumbuhan.
6.Air
Air merupakan faktor keharusan pula, kekurangan air mengakibatkan desintegrasi
dari klorofil seperti terjadi pada rumput dan pohon-pohonan di musim kering.

7.Unsur-unsur Mn, Cu, Zn, meskipun hanya di dalam jumlah yang sedikit sekali,
membantu pembentukan klorofil. Dengan tiada unsur-unsur itu, tanaman akan mengalami
klorosis juga.
8.Temperatur antara 3-48C merupakan suatu kondisi yang baik untuk pembentukan
klorofil pada kebanyakan tanaman, akan tetapi yang paling baik ialah antara 26C-30C.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:
1.Intensitas cahaya
Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
2.Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang
dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3.Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada
suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya
suhu hingga batas toleransi enzim.
4.Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat
penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5.Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik.
Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan
berkurang.
6.Tahap pertumbuhan

Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan
yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan
tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.
Jan Ingenhousz merupakan orang yang pertama kali melakukan penelitian tentang
fotosintesis adalah Jan Ingenhousz (1730-1799). Ingenhousz memasukkan tumbuhan air
Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang diisi air. Bejana gelas itu ditutup denagn
corong terbalik dan diatasnya di beri tabung reaksi yang diisi air hingga penuh. Bejana itu
diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan
air tersebut. Gelembung udara tersebut menandakan adanya gas. Setelah diuji ternyata
adalah oksigen. Ingenhousz menyimpulkan fotosintesis menghasilkan oksigen.
Fotosintesis terjadi hanya di bagian hijau tanaman. Untuk efisiensi fotosintesis
harus daun tipis dan memiliki luas permukaan besar. Ini membantu dalam penyerapan
cahaya dan difusi gas, dan sarana untuk mencegah kehilangan air yang berlebihan
melalui stomata dan epidermis. Jumlah besar kloroplas dalam sel-sel mesofil palisade
menyediakan jaringan fotosintetik utama. Ruang antara spons berbentuk tidak teratur di
dalam sel-sel mesofil daun izin difusi gas gratis. Turgor sel penjaga berubah menjadi gas
mengizinkan pertukaran dengan atmosfer. Kutikula pada berlapis tunggal transparan
epidermis atas dan bawah melindungi daun dari pengeringan dan infeksi.

B. Hipotesis
1.
Daun akan berfotosintesis bila mendapat cahaya matahari. Karena klorofil hanya
akan berfungsi bila ada cahaya matahari.
2.
Semakin tinggi intensitas cahaya maka akan semakin meningkat laju fotosintesis.

C. Variable
1.
2.
3.

Variabel bebas
: cahaya dan Na HCO3
Variabel kontrol : tanaman hidrilia
Variabel terikat : gelembung oksigen (O2)

BAB III
METODE PENELITIAN
A. Alat dan bahan :
1.
2.
3.
4.
5.

Baker glass
Corong
Tabung reaksi
Kawat
Dupa

6.
7.
8.
9.
10.

Plastic
Karet gelang
Tumbuhan Hydrilla
Air
Kristal NaHCO3

B. Waktu & Tempat


Percobaan dilaksanakan pada pukul 11:00 WIB Hari/tanggal Sabtu, 19 September
2015. Kami melakukan percobaan di Laboratorium Biologi SMA N 1 Palimanan

C. Langkah Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Pasang kawat yang telah di bengkokan di sekitar baker glass untuk menyangga mulut
corong agar tidak menyentuh dasar baker glass
3. Masukan tumbuhan Hydrilla ke mulut corong tetapi usahakan agar tumbuhan
hydrilla tidak masuk ke dalam lubang corong.
4. Letakkan mulut corong yang sudah berisi tumbuhan Hydrilla ke dalam baker glass
yang telah berisi kawat penyangga.
5. Celupkan baker glass ke dalam washtafel yang sudah penuh berisi air, dan masukkan
tabung reaksi ke ujung corong usahakan agar tabung reaksi penuh terisi air.
6. Letakkan rangkaian tersebut di bawah sinar matahari yang terik.
7. Amati beberapa saat
8. Sesudah keluar gelembung-gelembung
taburkan Kristal NaHCO3 ke dalam
rangkaian tersebut
9. Amati kecepatan gelembung
10. Perhatikan perbedaannya

D. Pengambilan Data

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data
B. Pembahasan
Gelembung yang dihasilkan pada percobaan itu merupakan gas oksigen / O2. Gas
ini terbentuk karena proses fotolisis dimana air diuraikan menjadi gas oksigen yang
akan muncul berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
2H2O 4H+ + O2
Dari persamaan tersebut nampak dihasilkan molekul gas O2 dari penguraian air.

Pada gelas kimia yang diletakkan di tempat dengan intensitas cahaya rendah /
gelap, proses fotosintesisnya ternyata lambat (diketahui dari tidak adanya gelembung
yang dihasilkan). Hal ini terjadi karena walaupun di dalam air terdapat CO2 terlarut
tetapi energi yang tersedia (cahaya) untuk melakuan proses fotosintesis oleh hydrilla
sangat sedikit. Sehingga, walaupun ada bahan baku, tetapi bila energi untuk mengolah
tidak ada maka tidak akan terbentuk hasil.
Pada gelas kimia dengan kondisi normal (tempat terkena cahaya matahari
langsung), proses fotosintesis berjalan cepat karena pada air sebenarnya telah terdapat
sejumlah CO2 terlarut dan mendapat energi yang banyak untuk melakukan proses
fotosintesis tersebut. Akan tetapi jumlah gelembung yang terbentuk tidak sebanyak
gelas kimia III. Hal ini disebabkan, walaupun keduanya sama sama memiliki energi
untuk produksi yang melimpah tetapi jumlah bahan baku yang tersedia tidak sama.
Pada gelas kimia III diberi larutan NaHCO3. Penambahan larutan NaHCO3
dimaksudkan untuk menambah kandungan CO2 yang terdapat dalam air, dengan
persamaan reaksi sebagai berikut :
NaHCO3 + H2O NaOH + CO2 + H2O
Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalis dalam reaksi fotosintesis.
Gelas kimia yang diberi larutan NaHCO3 jumlah CO2 terlarutnya menjadi tinggi, di
samping itu gelas kimia tersebut juga diletakkan di tempat yang terang (banyak energi
untuk berfotosintesis). Oleh karena itu proses fotosintesisnya menjadi sangat cepat,
karena disamping bahan baku tersedia banyak, energi untuk mengolahnya menjadi
sejumlah produk juga melimpah, sehingga proses produksi (reaksi) yang berjalan
dalam waktu 20 menit mendapatkan hasil yang banyak (gas O2 pada dasar tabung
reaksi).
Dari hasil percobaan, semua tanaman Hydrilla verticillata tidak setiap corong
mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Gelembung-gelembung ini terkumpul
pada dasar tabung reaksi yang dalam keadaan terbalik, sehingga membentuk rongga
udara. Gas yang terkumpul ini akan diuji coba dengan menggunakan bara api dari
lidi. Seperti yang diketahui, api dapat menyala jika ada oksigen disekitarnya. Untuk
membuktikan apakah gelembung udara yang terkumpul tersebut mengandung
oksigen, maka praktikan memasukkan bara api dari lidi ke mulut tabung reaksi.
Ketika bara api dari lidi dimasukkan, ternyata bara api tersebut menyala
(mengeluarkan api). Hal tersebut membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis gas
yang dihasilkan adalah oksigen. Ini ditunjukan dengan menyalanya bara api yang
didekatkan dengan mulut tabung reaksi yang berisi gas hasil dari fotosintesis.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Ini ditunjukan

dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan mulut tabung reaksi yang berisi
gas hasil dari fotosintesis
2. Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal ini

bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi
cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat
proses fotosintesis menjadi maksimal.
3. Faktor intensitas cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses

fotosintesis menjadi cepat tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis
menjadi lambat.
4. Faktor kadar CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis

berjalan dengan cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis.

5. Suhu, intensitas cahaya, dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh
terhadap kecepatan proses fotosintesis.

B. Saran
1. Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran)
untuk melakukan percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji
faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

2. Tanaman hidrilla yang digunakan untuk setiap tabung hendaknya disama ratakan,
karena akan mempengaruhi data.

3. Tabung reaksi untuk mengetahui banyak gelembung sebaiknya di luruskan posisinya


untuk memudahkan membedakan banyak sedikitnya gelembung yang dihasilkan.