Anda di halaman 1dari 16

SISTEMATIKA UUD 1945

Sistematika UUD 1945 terdiri atas=


a. Pembukaan (mukadimah) UUD 1945 terdiri atas 4 alenia.Alenia ke-4 tercantum
pancasila sebagai dasar negara yang berbunyi :
1. Ketuhanan yang maha esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
b. Batang tubuh UUD 1945 terdiri atas 16 bab,37 pasal,4 pasal aturan peralihan dan 2 ayat
aturan tambahan
c. Penjelasan UUD 1945 terdiri atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal

pendidikan
kewarganegaraan kelas
X semester genap
1.

1. UUD 1945

a. Periode 18 Agustus 1945 14 November 1945


Bentuk negara
: Negara Kesatuan
Bentuk pemerintahan : Republik
Bentuk kabinet
: Kabinet Presidensial
b. Periode 14 November 1945 27 Desember 1949
bentuk negara
: Negara Kesatuan
Bentuk pemerintahan : republik
Bentuk kabinet
: kabinet parlementer
SISTEMATIKA UUD 1945
a. Pembukaan UUD 1945 terdiri atas 4 alinea
b. batang tubuh UUD 1945 terdiri atas 16 Bab, 37 Pasal
c. penutup terdiri atas penjelasan umum dan penjelasan khusus

1.

2.

Kontitusi RIS

a. bentuk negara
b. bentuk pemerintahan
c. bentuk kabinet

: negara federasi / serikat


: republik
: parlementer

SISTEMATIKA KRIS
a. pembukaan (mukhadimah) terdiri atas 4 alinea
b. batang tubuh terdiri atas 6 Bab dan 197 Pasal
c. tidak ada penjelasan
1.

3.

UUDS 1950

a. bentuk negara
b. bentuk pemerintahan
c. bentuk kabinet

: negara kesatuan
: republik
: parlementer

SISTEMATIKA UUDS 1950


a. pembukaan (mukhadimah) terdiri atas 4 alinea. Namun rumusannya tidak sama dengan
UUD 1945
b. batang tubuh terdiri atas 6 Bab. 146 Pasal
c. Tidak ada penjelasan
1.

4.

UUD 1945 (Amandemen)

a. bentuk negara
b. bentuk pemerintahan
c. bentuk kabinet

: negara kesatuan
: republik
: presidensial

SISTEMATIKA UUD 1945 AMANDEMEN


a. pembukaan terdiri atas 4 alinea
b. batang tubuh terdiri atas 16 Bab dan 37 Pasal
c. penutup terdiri atas penjelasan umum dan penjelasan khusus
dan mengalami beberapa perubahan :
a. pembukaan UUD 1945 terdiri atas 4 Alinea

b. batang tubuh UUD 1945 terdiri atas 20 Bab, 37 Pasal, 3 Pasal Aturan Peralihan dan 2
Pasal Aturan Tambahan
c. Penjelasan UUD 1945

PENJABARAN MATERI POKOK


KONSTITUSI NEGARA
1.

Pengertian konstitusi

Seorang pemikir Romawi kuno yang bernama Cicero (106 43 SM) pernah
menyatakan Ubi societas ibi ius, yang berarti di mana ada masyarakat di situ ada
hukum. Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa di manapun dalam kehidupan kelompok
manusia senantiasa terdapat aturan yang mengikat warganya
Dalam istilah sehari-hari sering disamakan dengan UUD yang merupakan terjemahan dari:
a. Bahasa Belanda kata grondwet (groud artinya dasar, sedang wet artinya UU)
b. Dalam bahasa Perancis constitutere artinya menetepkan atau membentuk
c. Dalam bahasa Inggrisconstitution dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia konstitusi
d. Menurut James Bryce, konstitusi adalah sebagai kerangka negara yang diorganisasikan dengan dan
melalui hukum. Dalam mana hukum menetapkan :
Pengaturan mengenai pendirian lembaga yang permanen
Fungsi dan lembaga-lembaga masyrakat
Hak-hak yang ditetapkan
e. Menurut CF Strong , konstitusi sebagai sekumpulan asas-asas yang mengatur :
kekuasaan pemerintahan
hak-hak yang diperintah
hubungan antara pemerintah dengan yang diperintah

f. Menurut Kusnardi dan Ibrahim (1983), UUD meru- pakan konstitusi yang tertulis. Selain
konstitusi yang tertulis, terdapat pula konstitusi yang tidak tertulis atau disebut konvensi.
Konvensi adalah kebiasaan-kebiasaan yang timbul dan terpelihara dalam praktik
ketatanegaraan. Meskipun tidak tertulis, konvensi mempunyai kekuatan hukum yang kuat
dalam ketatanegaraan. Dalam uraian bab ini, konstitusi yang dimaksudkan adalah
konstitusi yang tertulis atau Undang-Undang Dasar
g. Menurut Sri Soemantri (1987), suatu konstitusi biasanya memuat atau mengatur hal-hal pokok sebagai
berikut.
1. jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga negara
2. susunan ketatanegaraan suatu negara
3. pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan
2.

Fungsi Konstitusi

Menurut Joeniarto, UUD atau konstitusi mempunyai fungsi pada umumnya :


a.
Ditinjau dari tujuannya
Untuk menjamin hak-hak anggota warga masyarakat terutama warga negara dari tindakan sewenangwenang penguasanya
b.

Ditinjau dari Penyelenggaraan pemerintahannya

Untuk dijadikan landasan struktural penyelenggaraan pemerintahan menurut suatu sistem


ketatanegaraan yang pasti yang pokok-pokoknya telah digambarkan dalam aturan-aturan konstitusi/UUD

a.
b.
c.
d.
e.

Adapun secara umum fungsi konstitusi dapat dijelaskan sebagai berikut :


sebagai penentu dan pembatas kekuasaan lembaga negara
untuk mengatur hubungan kekuasaan antara lembaga negara yang satu dengan yang lain
untuk mengatur hubungan antara lembaga negara dengan warga negara
konstitusi menjadi sumber legitimasi terhadap kekuasaan negara
sebagi sarana pengendalian masyarakat, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang sosial budaya
3.

Isi Muatan Konstitusi

Menurut Miriam Budiarjo setiap UUD memuat ketentuan-ketentuan mengenai


a.
organisasi negara misalnya pembagian kekuasaan antara badan legislatif,
ekskutif dan yudikatif
b.

hak-hak asasi manusia

c.

prosedur mengubah UUD

d.

ada kalanya memuat larangan untuk mengubah sifat tertentu dari UUD

4.

Negara Republik Indonesia ada 2 hukum dasar yaitu

a.

Hukum dasar tertulis yaitu UUD

b.

Hukum dasar tak tertulis misalnya konvensi

Contoh : pidato Presiden tiap tanggal 16 Agustus (Tak tertulis acara itu tetap dijalankan terus)
Hampir semua negara mempunyai konstitusi, kecuali Inggris. Inggris disebut sebagai negara
konstitusional, tetapi tidak memiliki suatu naskah UUD sebagai konstitusi tertulis. Di Inggris pelaksanaan
ketatanegaraan masih dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasaan kerajaan yang telah berlangsung lama.
Oleh karena itu di samping konstitusi yang tertulis, nilai dan norma-norma yang hidup dalam praktek
penyelenggara negara juga diakui sebagai hukum dasar yang tertulis
5.

Di Indonesia pernah berlaku 4 UUD

a.

UUD 1945 (UUD Proklamasi)

b.

UUD Konstitusi RIS

c.

UUDS 1950

d.

UUD 1945 hasil amandemen

6.

.Masa berlakunya konstitusi konstitusi tersebut di atas sebagai berikut

D Proklamasi yang dikenal dengan UU 1945 18 Agustus 1945 - 27 Desember 1949


nstitusi Republik Indonesia Serikat berlakunya 27 Desember 1949-17 Agustus 1950
D Sementara 1950 berlakunya 17 Agustus 1950 5 Juli 1959
D 1945 berlakunya 5 Juli 1959 11 Maret 1966 masa Orde Lama
D 1945 berlakunya 11 Maret 1966 21 Mei 1998 masa Orde Baru
D 1945 hasil amandemen berlakunya 1999 sekarang

7.
a.
1.
2.
3.
1.
2.
4.
3.

4.
5.
a.
b.
c.

Latar Belakang dan proses terjadinya UUD 1945

UUD 1945 dirancang oleh BPUPKI, yang diketuai Dr Radjiman Wedyodiningrat, dengan wakil ketua RP
Soeroso dan Ichibangase
UUD 1945 disyahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945
Tugas pokok BPUPKI
merencanakan organisasi pemerintahan nasional Indonesia setelah Indonesia merdeka
membuat rancangan UUD
Sidang BPUPKI
Sidang I 29 Mei 1 Juni 1945 dibicarakan tentang dasar negara
Tanggal 22 Juni 1945 BPUPKI menyetujui naskah rancangan pembukaan UUDyang disebut Piagam
Jakarta yang termuat didalamnya dasar negara Pancasila
Sidang II 10 17 Juli 1945 : dibentuk Paniti Perancang Hukum Dasar (UUD) jadi UUD 1945
Pada 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan :
Memilih Soekarno sebagai Presiden dan Hatta sebagai wakil presiden
Menetapkan UUD, termasuk menghilangkan 7 kata dari Piagam Jakarta
Untuk sementara presiden dibantu Komite Nasional Indonesi Pusat
b.

Sejarah Perkembangan UUD 1945 di Indonesia

Sistematika dan Isi Pokok UUD 1945

Sistematika UUD 1945 terdiri dari 3 bagian


a). Pembukaan
Pembukaan UUD 1945 terdiri dari 4 alinea, antara lain isinya:
Alinea I berisi pernyatan bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa dan penjajahan tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan
Alena II berisi pernyataan perjuangan bangsa Indonesia telah sampai pada tingkat yang menentukan dan
kemerdekaan bukan tujuan akhir tetapi harus diisi dengan mewujudkan Indonesia yang merdeka bersatu
berdaulat adildan makmur
Alinea III berisi pernyataan kembali kemerdekaan Indonesia dan kemerdekaan tersebut merupkan
rahmat dari Tuhan YME
Alinea IV berisi tujuan negara Indonesia dan prinsip dasar untuk mencapai tujuan negara
Selain itu Pembukaan UUD 1945 juga memuat 4 pokok pikiran
Pokok pikiran I : persatuan artinya negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia
Pokok pikiran II : negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pokok pikiran III : kedaulatan rakyat artinya negara berdasar atas kedaulatan rakyat sehingga
kekuasaan negara yang tertinggi berada di tangan rakyat
Pokok pikiran IV : Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab
(Keempat pokok pikiran itu termuat dalam Penjelsan UUD 1945)

b). Batang Tubuh


Batang Tubuh UUD 1945 terdiri dari 16 Bab, 37 pasal, 4 ayat AturanPeralihan, dan 2 ayat Aturan
Tambahan
Batang Tubuh UUD 1945 berisi 2 point penting yaitu:
a). Pasal-pasal yang mengatur sistem pemerintahan negara, tugas , wewenang serta hubungan antar
lembaga negara

b). Pasal-pasal yang berisikan hubungan antara negara dengan warga negara, serta konsep negara dalam
bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam
c). Penjelasan
Penjelasan UUD 1945 terdiri dari penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal
Isi Penjelasan UUD 1945
c.

1.
2.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Isi Pokok UUD 1945/Konstitusi pertama

Bentuk negara : kesatuan


Sistem pemerintahan : presidensiil
Kedaulatan : kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan oleh MPR
Demokrasi : demokrasi Pancasila
Tak dikenal Senat, tetapi utusan daerah dan utusan golongan
.Kedudukan presiden :
presiden memeggang kekuasaannya menurut UUD
Presiden tidak dapat membubarkan DPR
Alat kelengkapan negara dalam UUD 1945 :
MPR
DPR
Presiden
BPK
MA
DPA
d.

Pelaksanaan UUD 45/Konstitusi pertama

UUD 1945 pada dasarnya memang dibentuk sesegera mungkin sebagai pendukung berdirinya negara
RI. Menurut Ir Soekarno, UUD 1945 dimaksudkan sebagai UUD sementara yang harus diganti apabila
Indonesia telah merdeka. Setelah resmi disyahkan pada tanggal 18 Agustus 1945, UUD 1945 tidak
secara langsung dijadikan pedoman dalam setiap pengambilan keputusan pemerintahan
UUD 1945 secara umum dalam dalam kurun 1945 1949 belum dapat dilaksanakan dengan sebaikbaiknya. Hal itu dikarenakan segenap daya serta perjuangan bangsa dan negara dicurahkan dalam
rangka pembelaan dan pertahanan kemerdekaan yang barus saja diproklamasikan. Disamping harus
menghadapi Benlanda yang membonceng Sekutu yang ingin menguasai Indonneisa lag, serta berbagai
pembrontakan seperti
e.
1.

2.

Implikasi UUD 1945 terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Berdasar pasal 1 ayat 1 UUD 1945: Indonesia adalah negara kesatuanyang berbentuk republik
Implikasinya : tidak ada negara didalam negara, tidak terdiri dari negara-negara bagian, tetapi Indonesia
terbagi atas daerah-daerah propinsi
Pernyataan sebagai negara kesatuan didukung oleh pasal 18 UUD 1945 ayat 1 :Negara kesatuan
Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah propinsi dan derah-daerah propinsi dibagi atas kabupaten
dan kota, yang tiap-tiap propinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintah daerah, yang diatur
dengan dengan undang-undang
8.

Sejarah Perkembangan UUD RIS/Konstitusi RIS di Indonesia

a.

Latar Belakang dan proses terjadinya KonstitusiRIS

Sejak ditetapkan UUD 1945 belum dapat dilaksanakan dengan baik. Sebab Indonesia masih berjuang
mempertahankan kemerdekaan, termasuk menghadpi Belanda dan pada akhirnya Indonesia harus
berunding lagi dengan Belanda, salah satunya Konperensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag , Belanda,
salah satu keputusannya Indonesia menjadi RIS dan RI hanya meliputi Yogyakarta dan UUD 1945 hanya
berlaku di wilayah RI. Sebagai inplikasinya karena Indonesia berubah menjadi RIS, maka
konstitusinyapun berubah dari UUD 1945 menjadi Konstitusi RIS
KMB tersebut menghasilkan tiga buah persetujuan pokok yaitu:
1. didirikannya Negara Rebublik Indonesia Serikat;
2. penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat; dan
3. didirikan uni antara RIS dengan Kerajaan Belanda.
Perubahan bentuk negara dari negara kesatuan menjadi negara serikat mengharuskan adanya penggantian
UUD. Oleh karena itu, disusunlah naskah UUD Republik Indonesia Serikat. Rancangan UUD tersebut dibuat oleh
delegasi RI dan delegasi BFO pada Konferensi Meja Bundar.
Setelah kedua belah pihak menyetujui rancangan tersebut, maka mulai 27 Desember 1949 diberlakukan
suatu UUD yang diberi nama Konstitusi Republik Indonesia Serikat. Konstitusi tersebut terdiri atas
Mukadimah yang berisi 4 alinea, Batang Tubuh yang berisi 6 bab dan 197 pasal, serta sebuah lampiran.
b.

Sistematika KonstitusiRIS

Sistematika UUDRIS terdiri dari 2 bagian


a). Mukadimah yang terdiri dari 4 alinea. Di dalamnya tercantum dasar negara Pancasila
b). Batang Tubuh yang terdiri 6 bab dan 197 pasal
Konstitusi RIS bersifat sementara. Hal ini ditunjukkan dalam pasal 186 yang berbunyi
Konstituante (sidang pembuat konstitusi) bersama-sam dengan pemerintah selekas-lekasnya
menetapkan Konstitusi Republik Indonesia Serikat yang akan menggantikan konstitusi sementara ini
c.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Bentuk negara : serikat tau federasi


Sistem pemerintahan : parlementer
Kedaulatan : kedaulatan dipegang oleh pemerintah bersama DPR
Demokrasi : demokrasi liberal
Dikenal Senat sebgai wakil daerah/negara bagian
Alat kelengkapan negara RIS :
Presiden
Menteri menteri
Senat
DPR
Mahkamah Agung Indonesia
Dewan Pengawas Keuangan
d.

1.

Isi Pokok KonstitusiRIS

Implikasi KonstitusiRIS terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Bentuk negara Indonesia berubah dari negara kesatuan menjadi negara serikat (sesuai isi pasal 1 ayat 1
Konstitusi RIS:Republik Indonesia Serikat yang merdeka dan berdaulatialah suatu negara hukum yang
demokrasi dan berbentuk federasi)

2.

Negara Indonesia terbagai menjadi beberapa negara bagian yang terdiri dari negara-negara bagian
(diantaranya RI), satuan-satuan kenegaraan
9.
a.

Sejarah Perkembangan UUDS di Indonesia


Latar Belakang dan proses terjadinya UUDS

Terbentuknya RIS tidak sejalan dengan keinginan para pendiri negara, sehingga beberapa negara
bagian RIS memutuskan bergabung kembali dengan NKRI, dilakukan berdasar UU Darurat No 11 Tahun
1959
UUDS 1950 dirancang oleh Panitia Perancang UUDS yang diketuai oleh Prof. Dr. Soepomo. Akhirnya
dengan sedikit perubahan, DPR, Senat dan KNIP menerima rancangan UUDS menjadi UUDS 1950
Perubahan Konstitusi RIS menjadi UUDS 1950 berdasar UU No. 7 Tahun 1950, dan mulai berlaku
tanggal 17 Agustus 1950 dan sejak saat itu susunan negara federasi/serikat beubah menjadi NKRI
b.

Sistematika UUDS

1.
2.

Mukadimah yang terdiri 4 alinea. Di dalamnya memuat dasar Negara Pancasila


Bab I. Negara Republik Indonesia
Bagian 1. Bentuk negara dan kedaulatan (1 pasal)
Bagian 2. Daerah negara (1 pasal)
Bagian 3. Lambang dan bahasa negara (1 pasal)
Bagian 4. Kewarganegaraan dan Penduduk negara (2 pasal)
Bagian 5. Hak-hak dan kebebasan-kebebasan dasar manusia (28 pasal)
Bagian 6. Asas-asas dasar (9 pasal)

3.

Bab II. Alat-alat perlengkapan negara


Bagian 1. Pemerintah (4 pasal)
Bagian 2. Dewan Perwakilan Rakyat (22 pasal)
Bagian 3. Mahkamah Agung (2 pasal)
Bagian 4. Dewan Pengawas Keuangan (2 pasal)

4.

Bab III. Tugas alat-alat perlengkapan nagara


Bagian 1. Pemerintah (6 pasal)
Bagian 2. Perundang-undangan (12 pasal)
Bagian 3. Pengadilan (6 pasal)
Bagian 4. Keuangan
Babakan 1. Hal uang (2 pasal)
Babakan 2. Urusan Keuangan Anggaran Pertnggungjawaban Gaji (9
Bagian 5. Hubungan luar negeri (4 pasal)
Bagian 6. Pertahanan Kebangsaan dan Keamanan Umum (7 pasal)

5.
6.

Bab IV. Pemerintahan dan daerah-daerah swapraja (3 pasal)


Bab V. Konstituante (6 pasal)
7. Bab VI. Perubahan, ketentuan-ketentuan peralihan dan ketentuan-ketentuan penutup
Bagian 1. Perubahan (2 pasal)
Bagian 2. Ketentuan-ketentuan Peralihan (3 pasal)
Bagian 3. Ketentuan-ketentuan Penutup (2 pasal)

pasal)

c.
1.
2.
3.
4.
o
o
o
o
o

1.
2.

Isi Pokok UUDS :

sistem pemerintahan : parlementer


kedaulatan : kedaulatan RI adalah ditangan rakyat dan dilakukan oleh pemerintah bersama DPR
demokrasi : demokrasi liberal
.Alat kelengkapan negara RIS :
Presiden dan wakil presiden
Menteri
DPR
Mahkamah Agung Indonesia
Dewan pengawas Keuangan
Kedudukan presiden :
presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat
presiden berhak membubarkan DPR
d.

Implikasi UUDS terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Berlakunya UUDS 1950 membuat bentuk negara Indonesia berubah dari negara federasi menjadi
negara kesatuan. Hal ini disebutkan dalam UUDS 1950 pasal 1 ayat (1) yang berbunyi Republik
Indonesia yang merdeka dan berdaulat ialah suatu negara hukum yang demokratis dan berbentuk
kesatuan
10.
a.

UUD 1945 Periode II Pada jaman Orde Lama (5 Juli 1959 11 Maret 1966)
Pengertian Orde Lama dan Demokrasi Terpimpin

Orde Lama adalah jaman yang dalam melakaksanakan Pancasila dan UUD 1945 penuh
penyelewengan
Demokrasi Terpimpin adalah dimaksudkan demokrasi yang terpimpin oleh Pancasila dalamkehidupan
bernegara tetapi ditafsirkan terpimpin oleh pemimpin negara pada masa itu yaitu presiden Soekarno
b.

Dasar hukum berlakunya UUD 1945 tahap kedua

Yaitu dengan dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 oleh presiden Soekarno, dengan alasan
situasi negara yang tidak menentu., Badan Pembuat UUD (Konstituante) tidak dapat menjalankan tugas
sebagaimana mestinya. Akhirnya konstituante gagal menjalankan tugasnya membuat UUD yang
rencananya menggantikan UUDS 1950.
Oleh karena itu dengan dasar dan alasan yang kuat presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5
Juli 1959 .
Isi Dekrit Presidien 5 Juli 1959 yaitu :
1. Menetapkan pembubaran Konstituante
2. Menetapkan UUD 1945 berlaku lagi dan tidak berlakunya UUDS 1950
3. Pembentukan MPRS dan DPAS
c.

Sistematika dan Isi Pokok UUD 1945

Sistematika UUD 1945 terdiri dari 3 bagian


a). Pembukaan
b). Batang Tubuh

c). Penjelasan
d.
1.
2.
3.
4.
5.

Penyimpangan Konstitusi pada masa Orde Lama

pengangkatan presiden seumur hidup


adanya politik mercu suar, seperti pembangunan Monas, Stadion Senayan
Pengangkatan presiden Soekarno sebagai panglima besar Revolusi
Politik luar negeri Poros Jakarta-Peking-tak bebas aktif
Pembrontakan G30S/PKI
e.
Implikasi UUD 1945 Hasil Dekrit presiden 5 Juli 1959 terhadap bentuk negara dan
Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengakhiri berlakunya UUDS 1950 dan kembali ke UUD 1945.
Sejak berlakunya kembali UUD 1945 maka negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang berdasar
pada UUD 1945
11.
a.

. UUD 1945 Periode II Jaman Orde Baru (11 Maret 1966 1998)
Pengertian Orde Baru

Orde Baru adalah jaman yang ingin melakaksankan Pancasila dan UUD 1945
konsekwen
b.

Latar Belakang dan proses berlakunya UUD 1945

Adalah semasa sebelum Orde Baru, UUD 1945 dan Pancasila banyak
nama besar Panglima Besar Revolusi atau presiden
c.

secara murni dan

diselewengkan demi

Sistematika dan Isi Pokok UUD 1945 pada masa Orde Baru

Sistematika UUD 1945 terdiri dari 3 bagian


a). Pembukaan
b). Batang Tubuh
c). Penjelasan

d.

Pelaksanaan UUD 45 Periode Orde Baru

Pada awalnya baik sejak awal kepemimpinan presiden Soeharto, dan menjelang akhir tahun 1990 mulai
muncul budaya KKN
e.
1.
2.

Implikasi UUD 1945 terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Tidak banyak berpengaruh, tetapi dalam pelaksanaanaya lebih dipraktekkan sesuai dengan kehendak
penguasa sehingga menimbulkan KKN yang meraja lela di berbagai bidang
Ditafsirkan sesuai dengan keinginan penguasa sehingga dapat melanggengkan kekuasaan
12.
a.

UUD 1945 Periode II Jaman Reformasi (21 Mei 1998 ssebelum amandemen)
Pengertian Reformasi

Kata reformasi berasal dari dua kata Re dan Formasi. Re artinya kembali, sedang formasi artinya bentuk
atau susunan

Reformasi artinya kembali ke susunan atau bentuk semula


b.

Latar Belakang dan proses Reformasi

Peristiwa sejarah 21 Mei 1998 yaitu ketika Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya
setelah terjadi unjuk rasa besar-besaran merupakan awal dari era reformasi. Reformasi yang dimotori
mahasiswa dan pemuda itu menuntut adanya perubahaperubahan diantaranya perubahan konstitusi
yang dipandang belum cukup memuat landasan bagi kehidupan demokratis, pemberdayaan rakyat dan
penghormatan HAM. Oleh sebab itu UUD 1945 perlu diubah untuk disesuaikan dengan perkembangan,
kebutuhan masyarakat serta perubahan zaman
c.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tuntutan Era Reformasi

Tuntutan era reformasi total yang dilontarkan masyarakat, khususnya mahasiswa menjelang lengsernya
presiden Soeharto ada 6 hal antara lain :
amandemen UUD 1945
penghapusan doktrin Dwi Fungsi ABRI
Penegakkan supremasi hukum, penghormatan HAM dan pemberantasan KKN
Desentralisasi dan hubungan yang adil antara pusat dan daerah
Mewujudkan kebebasan pers
Mewujudkan kehidupan demokrasi
d.

Sistematika dan Isi Pokok UUD 1945

Sistematika UUD 1945 terdiri dari 3 bagian


a). Pembukaan
b). Batang Tubuh
c). Penjelasan
e.
1.

Implikasi Reformasi terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Munculnya keinginan amandemen UUD 1945 antara lain :


Keluarnya Tap MPR No. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden
maksimal 2 kali ma jabatan

13.

Penyimpangan-penyimpangan terhadap Konstitusi

Dalam praktik ketatanegaraan kita sejak 1945 tidak jarang terjadi penyimpangan terhadap konstitusi
(UUD). Marilah kita bahas berbagai peyimpangan terhadap konstitusi, yang kita fokuskan pada konstitusi
yang kini berlaku, yakni UUD 1945.
Penyimpangan terhadap UUD 1945 masa awal kemerdekaan, antara lain:
a.

Keluarnya Maklumat Wakil Presiden Nomor X (baca: eks) tanggal 16 Oktober 1945 yang mengubah fungsi KNIP
dari pembantu menjadi badan yang diserahi kekuasaan legislatif dan ikut serta menetapkan GBHN sebelum
terbentuknya MPR, DPR, dan DPA. Hal ini bertentangan dengan UUD 1945 pasal 4 aturan peralihan yang berbunyi
Sebelum MPR, DPR, dan DPA terbentuk, segala kekuasaan dilaksanakan oleh Presiden dengan bantuan sebuah
komite nasional.

b.

Keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 14 November 1945 yang merubah sistem pemerintahan presi-densial
menjadi sistem pemerintahan parlementer. Hal ini bertentangan dengan pasal 4 ayat (1) dan pasal 17 UUD 1945.

Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada masa Orde Lama, antara lain:
a. Presidentelah mengeluarkan produk peraturan dalam bentuk Penetapan Presiden, yang hal itu ti- dak dikenal dalam
UUD 1945.
b. MPRS, dengan Ketetapan No. I/MPRS/1960 telah menetapkan Pidato Presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang
berjudul Penemuan Kembali Revolusi Kita (Manifesto Politik Republik Indonesia) sebagai GBHN yang bersifat
tetap.
c. Pimpinan lembaga-lembaga negara diberi kedudu- kan sebagai menteri-menteri negara, yang berarti
menempatkannya sejajar dengan pembantu Pre- siden.
d. Hak budget tidak berjalan, karena setelah tahun 1960 pemerintah tidak mengajukan RUU APBN un- tuk mendapat
persetujuan DPR sebelum berlakunya tahun anggaran yang bersangkutan;
e. Pada tanggal 5 Maret 1960, melalui Penetapan Presi- den No.3 tahun 1960, Presiden membubarkan ang- gota DPR
hasil pemilihan umum 1955. Kemudian melalui Penetapan Presiden No.4 tahun 1960 tang- gal 24 Juni 1960
dibentuklah DPR Gotong Royong (DPR-GR);
f. MPRS mengangkat Ir. Soekarno sebagai Presiden seumur hidup melalui Ketetapan Nomor III/MPRS/ 1963.
3. Penyimpangan terhadap UUD 1945 pada masa Orde Baru
a. MPR berketetapan tidak berkehendak dan ti- dak akan melakukan perubahan terhadap UUD 1945 serta akan
melaksanakannya secara murni dan konsekuen (Pasal 104 Ketetapan MPR No. I/MPR/1983 tentang Tata Tertib
MPR). Hal ini bertentangan dengan Pasal 3 UUD 1945 yang memberikan kewenangan kepada MPR untuk
menetapkan UUD dan GBHN, serta Pasal 37 yang memberikan kewenangan kepada MPR untuk meng- ubah UUD
1945.
b. MPR mengeluarkan Ketetapan MPR No. IV/MPR/ 1983 tentang Referendum yang mengatur tata cara perubahan
UUD yang tidak sesuai dengan pasal 37 UUD 1945
14.
a.

Perubahan Konstitusi
Cara mengubah UUD

Dalam hukum tata negara dikenal dua cara perubahan UUD sebagai konstitusi yang tertulis yaitu :
1. perubahan yang dilakukan menurut prosedur yang diatur sendiri oleh UUD disebut dengan Verfassung
Anderung/Perubahan Cara Konstitusionil
2. Perubahan
yang
dilakukan
tidak
berdasar
ketentuan yang
diatur
dalam
UUD
disebut Verfassung Wandlung/Perubahan Revolusioner
b.

Teknik Perubahan UUD

Teknik perubahan UUD yang dilakukan terdapat dua tradisi yaitu


1. Tradisi Eropa Kontinental
Yaitu perubahan dilakukan langsung ke teks UUD. Jika perubahannya sedikit, maka naskah UUD yang
asli tidak mengalami banyak perubahan, jika yang dirubah banyak , maka biasanya naskah UUD itu
naskah UUD baru atau penggantian
2. Tradisi Amerika Serikat
Yaitu perubahan dilakukan terhadap materi tertentu dengan menetapkan naskah amandemen yang terpisah
dari naskah asli UUD

15.

Latar Belakang Amandemen UUD 1945

Adapun latar belakang dilakukan amandemen terhadap UUD 1945 adalah sebagai berikut :
c.
UUD 1945 menentukan MPR sebagai pemegang dan pelaksana kedaulatan rakyat.
Keadaan ini menyebabkan tidak terjadinya check and balance di antara alat kelengkapn negara
d.
UUD 1945 menentukan pemusatan kekuasaan di tangan presiden. Presiden sebagai
pemegang kekuasaan eksekutif dilengkapi dengan hak-hak prerogatif, menyebabkan tidak bekerjanya
check and balance yang berpotensi mendorong lahirnya otoriter
e.
UUD 1945 yang bersifat singkat dan supel dapat menimbulkan berbagai penafsiran,
termasuk penafsiran pasal 7 tentang jabatan presiden, bahwa presiden dapat dipilih berkali-kali
f.
Karena presiden juga memegang kekuasaan legislatif, maka presiden dapat
merumuskan UU sesuai denga keinginannya
16.

Dasar hukum amandemen UUD 1945

Lembaga yang berwenang mengubah atau melakukan amandemen yaitu Majelis Permusyawaratan
Rakyat (MPR) saja
Dalam melakukan amandemen UUD 1945 MPR mengacu pada pasal 37 UUD 1945 yang mengatur
tentang tata cara perubahan konstitusi. Adapun isi dari pasal 37 UUD 1945 yaitu:
g.
untuk mengubah UUD 1945, sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR harus
hadir
h.
yang hadir

putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah anggota

Dari pasal tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemungutan suara dalam konstitusi merupakan tata cara
yang syah
Sebelum memulai amandemen UUD 1945, pada tahun 1998 MPR terlebih dahulu mencabut Tap MPR
No. IV/MPR/1983 dan UU No 5 Tahun 1985 tentang Referendum.
Referendum adalah kegiatan untuk meminta pendapat rakyat secara langsung mengenai sikap setuju
atau tidak setuju terhadap amandemen UUD 1945
17.
i.

Pelaksanaan Amandemen UUD 1945


Amandemen Pertama

Diputuskan dalam Sidang Tahunan MPR tanggal 19 Oktober 1999 antara lain mengenai :
1. Bab tentang kekuasaan pemerintahan negara
2. Bab tentang kementrian negara
3. Bab tentang DPR
j.
1.
2.
3.
4.

Amandemen Kedua

Diputuskan dalam Sidang Tahunan MPR tanggal 18 Agustus 2000 antara lain mengenai :
Mengenai pemerintah daerah
Hak asasi manusia
Wilayah negara
Atribut negara

5.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pertahanan dan keamanan negara


k.
Amandemen Ketiga
Diputuskan dalam Sidang MPR tanggal 9 Nopember 2001 antara lain mengenai :
Bab tentang bentuk dan kedaulatan
Bab tentang MPR
Bab tentang kekuasaan pemerintah negara
Bab tetntang Dewan Perwakilan Daerah
Bab tentang keuangan
Bab tentang Badan Pemeriksa Keuangan
Bab tentang kekuasaan kehakiman
l.

1.
2.
3.
4.
5.

Amandemen Keempat

Diputuskan dalam Sidang Tahunan MPR tanggal 10 Agustus 2002 antara lain mengenai :
Ketentuan mengenai pelaksana tugas kepresidenan
Pembentukan dewan pertimbangan presiden d penghapusan Dewan Pertimbangan Agung
Bank sentral
Kewajiban warga negara mengikuti pendidikan dasar dan kewajiban pemerintah membiayai sistem
jaminan sosial
Tata cara perubahan UUD, aturan peralihan dan aturan tambahan
18.

Tujuan Amandemen UUD 1945

m.
nasional

Menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dalam mencapai tujuan

n.
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan kedaulatan rakyat
agar sesuai dengan perkembangan paham demokrasi
o.
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan dan pelaksanaan hak asasi manusia
agar sesuai dengan perkembangan hak asasi manusia
p.
dan modern

Menyempurnakan aturan dasar mengenai penyelenggaraan negara secara demokrasi

q.
Menyempurnakan aturan dasar mengenai jaminan konstitusionaldan kewajiban negara
mewujudkan keadilan sosial

19.

Sistematika UUD 1945 Hasil Amandemen

Sistematika UUD 1945 Hasil Amandemen terdiri dari 2 bagian


a). Pembukaan
Pembukaan UUD 1945 terdiri dari 4 alinea
(tidak mengalami perubahan)
b). Batang Tubuh
Batang Tubuh UUD 1945 terdiri dari 21 Bab, 73 pasal, 170 ayat pasal, 3 ayat Aturan Tambahan, dan 2
ayat Aturan Tambahan

NB : Dihilangkannya Penjelasan UUD 1945, karena semua pasal dan ayat sudah cukup jelas
20.

1.
2.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Isi Pokok UUD 1945hasil amandemen

Bentuk negara : kesatuan


Sistem pemerintahan : presidensiil
Kedaulatan : kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan menurut UUD
Demokrasi : demokrasi Pancasila
Tak dikenal Senat,atau utusan daerah dan utusan golongan, tetapi Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
.Kedudukan presiden :
presiden memeggang kekuasaannya menurut UUD
Presiden tidak dapat membubarkan DPR
Alat kelengkapan negara dalam UUD 1945 :
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Dewan Perwakilan Rakyat
Presiden
Badan Pemeriksa keuangan
Mahkamah Agung
Mahkamah Konstitusi
Komisi Yudisial
Komisi Pemilihan Umum

21.
Implikasi UUD 1945 Hasil Amandemen terhadap bentuk negara dan Sistem Ketatanegaraan
Indonesia
dicantumkannya HAM dalam pasal 28 A-J
masa jabatan presiden maksimal 2 X
dihapuskannya lembaga DPA
22.

Arti Pentingya Perubahan UUD 1945 bagi bangsa Indonesia

a.

menghilangkan pandangan adanya keyankinan bahwa UUD 1945 merupakan hal yang sakral tak bisa
diubah, diganti, dikaji mendalam tentang kebenarannya seperti doktrin yang ditetapkan pada masa Orde
Baru
b. perubahan UUD 1945 memberikan peluang kepada bangsa Indonesia untuk membangun dirinya yang
sesuai dengan aspirasi masyarakat Indonesia
c. Perubahan UUD 1945 mendidik jiwa demokrasi dan menghilangkan kesan jiwa UUD 1945 yang
sentralistik dan otoriter sebab adanya amandemen UUD 1945 masa jabatan presiden dibatasi,
kekuasaan presiden dibatasi, sistem pemerintahan desentralisasi dan otonomi
d. Perubahan UUD 1945 menghidupkan perkembangan politik ke arah keterbukaan
e. Peruban UUD 1945 mendorong para sendekiawan dan berabgai tokoh msyarakat untuk lebih proaktif
dan kreatif mengkritisi pemerintah
23.

Kesetiaan terhadap konstitusi

Negara akan tegak dan jaya apabila warga negaranya setia terhadap negara. Kesetiaan itu apabila
dicerinci mencakup kesetiaan terhadap 4 hal, yaitu
1. kesetiaan terhadap ideologi negara,

2.
3.
4.

kesetiaan terhadap konstitusi negara,


kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan
dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintahnya
24.
Usaha mengembangkan sikap positif terhadap pelaksanaan UUD 1945 hasil
amandemenkan

5.
6.
7.
8.

Memberikan sanksi yang tegas kepbahada pihak yang membahayakan keselamatan bangsa dan negara
Pelaksanaan pendidikan formal dan non formal disesuaikan dengan isi UUD 1945
Mengadakan sosialisasi isi konstitusi hasil amandemen kepada masyarakat lewat kursus
Menggiatkan kegiatan yang sesuai dengan makna UUD 1945