Anda di halaman 1dari 10

Kharisma Fatwasari 30101206651

STEP 7
1. What are the goals of epidemiological ?
Epidemiologi adalah ilmu tentang terjadinya dan penyebaran dari suatu
masalah kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi serta upayaupaya penanggulangannya.
Budioro B, Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat

Tujuan umum

Meneliti populasi manusia,namun sekarang metodenya


dapat berlaku pada penelitian populasi lain seperti
hewan,tumbuhan.
Mendeskripsikan penyakit dapat menungkapkan
mekanisme kausal penyakit, menjelaskan perjalanan
penyakit yang ada, dapat menjelaskan perjalanan
penyakit dan untuk memeberikan pedoman pelayanan
kesehatan yang diperlukan.
Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit sehingga
dapat digunakan untuk mencegah penyakit dan
meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk
kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja.
Tujuan khusus

Memformulasikan hipotesis yang menjelaskan pola


distribusi penyakit yang ada atas dasar karakteristik
waktu, tempat, host, agent potensial
Menguji hipotesis dengan menggunakan penelitian yang
dirancang secara khusus dapat mengungkapkan
penyebab penyakit
Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan
menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan
sehubungan dengan program tersebut.
Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar
penelitian etiologis
Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk
menentuka prognosis penyakit.

Epidemiologi lingkungan,Juli soemirat


a. Menentukan agens primer atau memastikan faktor
penyebab
b. Memahami penyebab penyakit, cacat, atau kondisi
c. Menentukan karakteristik agens atau faktor penyebab
d. Menentukan cara penularan
e. Menentukan dan menetapkan faktor faktor kontribusi

Kharisma Fatwasari 30101206651


f. Mengidentifikasi dan menjelaskan pola penyakit secara
geografis
g. Menentukan,
mendeskripsikan
dan
melaporkan
perjalanan alami penyakit, ketidakmampuan cedera,
dan kematian
h. Menentukan metode pengendalian
i. Menentukan langkah-langkah pencegahan
j. Membantu dalam perencanaan dan pengembangan
pelayanan kesehatan
k. Menyediakan data-data administrasi dan perencanaan
(C. Timmreck, Thomas. 2004. Epidemiologi Suatu
Pengantar. Edisi 2. Penerbit EGC. Jakarta)
Manfaat epidemiologi untuk negara ?
2. What are the clasifications of epidemiological ?

Epidemiologi Deskriptif (Descriptive epidemiology) :


Di dalam epidemiologi dipelajari bagaimanan frekuensi
penyakit berubah menurut perubahan variable-variabel
epidemiologi yang terdiri dari :

Orang (person) :
Umur
Jenis kelamin
Kelas social menggambarkan tingkat kehidupan
seseorang. Kelas social ditentukan oleh unsur2 seperti
pendidikan, pekerjaan, penghasilan,tempat tinggal.
Jenis pekerjaan.
Penghasilan. Hubungan antara tingkat penghasilan dg
pemanfaatan
pelayanan
kesehatan
maupun
pencegahan. Seseorang dg tingkat penghasilan yang
rendah tidak mampu membeli obat dan membayar
transport ).
Golongan etnik. Berbeda di dalam kebiasaan makan,
susunan genetic, gaya hidup perbedaan angka
kesakitan dan kematian.
Status perkawinan.
Besarnya keluarga. Dalam keluarga yang besar dan
miskin, anak2 dapat menderita ok penghasilan keluarga
harus digunakan oleh banyak orang.
Struktur keluarga mempunyai pengaruh terhadap
kesakitan dan pemanfaatan pelanyanan kesehatan.
Suatu keluarga yang besar munkin harus tinggal
berdesak-desakan di dalam rumah yang memudahkan
penuaran suatu penyakit dan penghasilan keluarga
tidak dapat membeli cukup makanan bergizi, dan tidak
dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia.

Kharisma Fatwasari 30101206651

Paritas. Kesehatan ibu yang berparitas rendah lebih


baik dari yang berparitas tinggi.
Tempat (place) :
Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu
penyakit berguna untuk perencanaan pelayanan
kesehatan
dan
dapat
memberikan
penjelasan
mengenai etiologi penyakit.
Waktu (time) :
Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit
merupakan
kebutuhan
dasar
didalam
analisis
epidemiologis, oleh karena perubahan-perubahan
penyakit menurut waktu menunujukkan adanya
perubahan factor-faktor etiologis.

Epidemiologi Analitik ( Analytic epidemiology) :


Pendekatan atau studi ini dipergunakan untuk menguji
data serta informasi-informasi yang diperoleh studi
epidemiologi deskriptif.
Ada tiga studi tentang epidemiologi ini :
Studi riwayat kasus (case history studies) :
dibadingkan antara dua kelompok orang, yakni
kelompok yang terkena penyebab penyakit
dengan kelompok orang tidak terkena (kelompok
control)
Studi kohort (kohort studies) :
o Sekelompok orang dipaparkan pada suatu
penyebab penyakit. Kemudian diambil
sekelompok orang lagi yang mempunyai
cirri-ciri yang sama dengan kelompok
pertama, tetapi tidak dipaparkan pada
penyebab penyakit. Setelah beberapa saat
yang telah ditentukan kedua kelompok
tersebut dibandingkan, dicari perbedaan
antara kedua kelompok tersebut bermakna
atau tidak.
Epidemiologi eksperimen :
o Dilakukan dengan mengadakan eksperimen
kepada
kelompok
subjek,
kemudian
dibandingkan dengan kelompok control. Ex :
untuk menguji keampuhan suatu vaksin
Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Ilmu Kesehatan Masyarakat
Prinsip-prinsip dasar. Penerbit Rineka Cipta
Ada 3 tipe pokok pendekatan atau metode, yakni:
a. Epidemiologi Deskriptif (descriptive epidemiology)

Kharisma Fatwasari 30101206651


Dalam epidemiologi deskriptif dipelajari bagaimana frekuensi
penyakit berubah menurut perubahan variable 2 epidemiologi yg
terdiri dari orang (person), tempat (place), dan waktu (time).
Orang (person)
Disini akan dibicarakan peranan umur, jenis kelamin, kelas sosial,
pekerjaan, golongan etnik, status perkawinan, besarnya keluarga,
struktur keluarga dan paritas.
Tempat (place)
Pengetahuan mengenai distribusi geografis dari suatu penyakit
berguna untuk perencanaan pelayanan kesehatan dan dapat
memberikan penjelasan mengenai etiologi penyakit.
Waktu (time)
Mempelajari hubungan antara waktu dan penyakit merupakan
kebutuhan dasar di dalam analisis epidemiologis, oleh karena
perubahan2 penyakit menurut waktu menunjukkan adanya
perubahan faktor etiologis.
b. Epidemiologi Analitik (Analytic epidemiology)
pendekatan atau studi ini dipergunakan untuk menguji data serta
informasi2 yg diperoleh studi epidemiologi deskriptif.
Ada dua studi tentang epidemiologi ini:
1. Studi riwayat kasus (case history studies)
Dalam studi ini akan dibandingkan antara dua kelompok
orang, yakni kelompok yg terkena penyebab penyakit dengan
kelompok orang tidak terkena (kelompok kontrol).
2. Studi kohort
Dalam studi ini sekelompok orang dipaparkan pada suatu
penyebab. Kemudian diambil sekelompok orang lagi yg
mempunyai ciri2 sama dengan kelompok pertama. Kelompok
kedua disebt kelompok kontrol. Setelah beberapa saat yg
ditentukan kedua kelompok tersebut dibandingkan, dicari
perbedaan antara kedua kelompok tersebut bermakna atau
tidak.
c. Epidemiologi Eksperimen
Studi ini dilakukan dengan mengadakan eksperimen pada
kelompok subyek, kemudian dibandingkan dengan kelompok
kontrol (yg tidak dikenakan percobaan).
Pengukuran Epidemiologi
a. Incidence Rate
Incidence rate dari suatu penyakit tertentu adalah jumlah
kasus baru yg terjadi di kalangan penduduk selama periode
waktu tertentu.

Kharisma Fatwasari 30101206651

b. Attack Rate

c. Prevalence Rate
Prevalence rate mengukur jumlah orang di kalangan
penduduk yang menderita suatu penyakit pd satu titik waktu
tertentu.

d. Period Prevalensi

e. Crude Death Rate (CDT)

f. Age Spesific Date Rate (angka kematian pada umur


tertentu)
Sebagai contoh: age spesific date rate pada golongan umur
20-30th

g. Cause Disease Spesific Death Rate (angka kematian


akibat penyakit tertentu)

Kharisma Fatwasari 30101206651


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT, Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo
3. What is survey of epidimiological ?
Suatu kegiatan pengumpulan informasi/data yg bersal dr populasi dg cara
wawancara/kuesioner sehinggga mendpatkan gambaran sebab suatu
penyakit dan mengetahui penyeberan, ciri2 / hal2 yg berhubngan dgn
penyakit tsbt
Study epidemiologi : saat itu dan tidak kontinyu
Surveylance epidemiological : pengamatan scr teratur dan terus menerus
thdp semua aspek dan penyakit tertentu baik keadaan / penyebarannya
dlm suatu kelompok tertentu untuk kepentingan pencegahan dan
penanggulangannya
4. What
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

are the benefits of survey epidemiological ? explain!


Detect acute changes of the disease occurs and the distribution
Identify and calculate the trends and patterns of disease
Identify high-risk groups according to time, person and place
Identify risk factors and other causes
Detect health care changes that occur
monitoring the trend of endemic diseases
learn the natural history of the disease and its epidemiology
giving information and fundamental data for projections of future health care
needs
i. help set priority health problems and priority targets of the program at the
planning stage.

5. How to get data of survey epidemiological ?


Sumber data masalah kesehatan:
Lima area data statistik kesehatan yang umumnya digunakan untuk
epidemiologi:
a. Laporan penyakit menular
b. Catatan klinis dan catatan medis rumah sakit
c. Catatan perusahaan dan lembaga
d. Survey kesehatan dan penyakit
e. Observasi berkelanjutan thd insidensi kesakitan
di dalam masyarakat
Jelaskan segitiga epidemiologi ?
6. Are the survey epidemiological just for transmited disease ? explain !
Objek pengamatan epidemiologi mencakup semua masalah kesehatan
yang akhirnya akan berakibat timbulnya penyakit tersebut dengan gejala
akibatnya (kematian, kecacatan, ketidakmampuan, dsb)
Karena batasan kesehatan mencakup pengertian yang luas (badan, jiwa,
sosial), maka yang dapat dimasalahkan dapat dikelompokan sebagai
berikut;
- Masalah kematian, penyakit, kecacatan, ketidak mampuan dan
penderitaan lainnya
7. What are the differences of PANDEMI,ENDEMI,EPIDEM,KLB,WABAH ?
pengertian dan kriteria ?

Kharisma Fatwasari 30101206651

Endemi (awalan en- berarti dalam atau di dalam) adalah


berlangsungnya suatu penyakit pada tingkatan yang sama
atau keberadaan suatu penyakit yang terus menerus di dalam
populasi atau wilayah tertentu prevalensi suatu penyakit
yang biasa berlangsung di satu wilayah atau kelompok
tertentu.
Epidemi adalah wabah atau munculnya penyakit tertentu
yang berasal dari satu sumber tunggal, dalam satu kelompok,
populasi, masyarakat, atau wilayah, yang melebihi tingkatan
kebiasaan yang diperkirakan. Epidemi terjadi jika kasus baru
melebihi prevalensi suatu penyakit. Kejadian luar biasa (KLB)
akut peningkatan secara tajam dari kasus baru yang
memengaruhi kelompok tertentu biasanya juga disebut
sebagai epidemi. Keparahan dan keseriusan penyakit juga
memengaruhi definisi suatu epidemi. Jika penyakit sifatnya
mengancam kehidupan, hanya diperlukan sedikit kasus
(seperti pada rabies) untuk menyebabkan terjadinya epidemi.
Pandemi (awalan pan- berarti semua atau melintasi)
adalah epidemi yang menyebar luas melintasi negara, benua,
atau populasi yang besar, kemungkinan seluruh dunia. AIDS
merupakan penyakit pandemi.
Timmreck, Thomas C., 2004, Epidemiologi Suatu Pengantar,
Jakarta, EGC

8. How to prevent of outbreak ?

PENCEGAHAN
Pengertian pencegahan secara umum adalah mengambil tindakan
terlebih dahulu sebelum kejadian. Pada dasarnya ada tiga tingkatan
pencegahan penyakit secara umum yakni:
a. Pencegahan tingkat pertama (primary prevention) yang meliputi
promosi kesehatan dan pencegahan khusus.
b. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention) yang meliputi
diagnosis dini serta pengobatan yang tepat.
c. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention) yang meliputi
pencegahan terhadap cacat dan rehabilitasi.
Ketiga tingkat pencegahan tersebut saling berhubungan erat
sehingga dalam pelaksanaannya sering dijumpai keadaan yang
tumpang tindih.
1. Pencegahan Tingkat Pertama
Dapat ditujukan pada faktor penyebab, lingkungan serta faktor
pejamu.

Kharisma Fatwasari 30101206651


a. Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab yang bertujuan
untuk mengurangi penyebab atau menurunkan pengaruh
penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain:
o Desinfektan
o Pasteurisasi
o Sterilisasi, bertujuan untuk menghilangkan mikro-organisme
penyebab penyakit,
o Penyemprotan insektisida dalam rangka menurunkan dan
menghilangkan sumber penularan maupun memutuskan
rantai penularan.
Selain itu usaha untuk mengurangi/menghilangkan sumber
penularan dapat dilakukan melalui pengobatan penderita serta
pemusnahan sumber yang ada (biasanya pada binatang yang
menderita), serta mengurangi/menghindari perilaku yang dapat
meningkatkan risiko perorangan dan masyarakat.
b. Mengatasi/modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan
fisik seperti
o peningkatan air bersih
o peningkatan sanitasi lingkungan dan perumahan serta bentuk
pemukiman lainnya
o perbaikan dan peningkatan lingkungan biologis seperti
pemberantasan serangga dan binatang pengerat
o peningkatan lingkungan sosial seperti kepadatan rumah
tangga, hubungan antar individu dan kehidupan sosial
masyarakat.
c. Meningkatkan daya tahan penjamu meliputi :
o
perbaikan status gizi, status kesehatan umum
dan kualitas hidup penduduk
o
pemberian imunisasi serta berbagai bentuk
pencegahan khusus lainnya
o
peningkatan
status
psikologis,
persiapan
perkawinan serta usaha menghindari pengaruh faktor
keturunan
o
peningkatan
ketahanan
fisik
melalui
peningkatan kualitas gizi, serta olahraga kesehatan.
2. Pencegahan Tingkat Kedua
Sasaran pencegahan ini terutama ditujukan pada mereka yang
menderita atau dianggap menderita (suspek) atau yang terancam
akan menderita (masa tunas). Meliputi diagnosis dini dan
pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit
atau untuk mencegah timbulnya wabah, serta untuk segera

Kharisma Fatwasari 30101206651


mencegah proses penyakit lebih lanjut serta mencegah terjadinya
akibat samping atau komplikasi
a. Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan
usaha surveillans penyakit tertentu, pemeriksaan berkala serta
pemeriksaan kelompok tertentu (calon pegawai, ABRI,
mahasiswa, dll), penyaringan (screening) untuk penyakit
tertentu secara umum dalam masyarakat, serta pengobatan
dan perawatan yang efektif.
b. Pemberian chemoprophylaxis yang terutama bagi mereka yang
dicurigai berada pada proses prepatogenesis dan patogenesis
penyakit tertentu.

Deteksi awal penyakit

Tujuannya untuk mempercepat kesembuhan


dg pengobatan yg tepat

Pengobatan
yang
cepat
merupakan
pencegahan primer pada orang yang sehat

menghambat progresivitas penyakit

menghindari komplikasi

mengurangi ketidakmampuan
3. Pencegahan Tingkat Ketiga
Sasaran pencegahan tingkat ke tiga adalah penderita penyakit
tertentu. Tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau
kelainan permanen, mencegah bertambah parahnya suatu
penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut.
Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah
terjadinya akibat samping dari penyembuhan suatu penyakit
tertentu. Rehabilitasi adalah usaha pengembalian fungsi fisik,
psikologis dan sosial seoptimal mungkin yang meliputi rehabilitasi
fisik/medis, rehabilitasi mental/psikologis serta rehabilitasi sosial.
Pelayanan suportif dan rehabilitatif
Bertujuan untuk mengurangi ketidakmampuan dg cara:
Memaksimalkan fungsi organ yg cacat
Membuat protesa ekstremitas akibat amputasi
Mendirikan pusat-pusat rehabilitasi medic
Pengantar Epidemiologi.DR.M.N.Bustan.1997
9. Why the chikungunya include to outbreak ? and the other disease?

Menurut permenkes RI no. 560/ dinkes/Per/VIII/th. 1989


a. kolera
b. pest
c. demam kuning

Kharisma Fatwasari 30101206651


d. demam bolak-balik
e. tifus bercak wabah
f. DBD
g. Campak
h. Polio
i. Dipteri
j. Pertusis
k. Rabies
l. Malaria
m. Influenza
n. Hepatitis
o. Tifus perut
p. Menngitis
q. Encepalitis
r. antrax
Prosedur Tetap Penanggulangan KLB dan Bencana Propinsi
Jateng, Dinkes Jateng.