Anda di halaman 1dari 33

1BLOK 3.

1 : NEUROPSIKIATRI
GANGGUAN AFEKTIF
DEPRESIF SUICIDE
YASLINDA YAUNIN SYAFWAN

DEPRESIF ? ? ?
SUICIDE . . . . .

Menang/
Berhasil

* Daya tahan tubuh meningkat


* Badan jadi kuat / sehat
* Imunisasi

STRES
FISIK

Kalah/
Gagal

* Daya tahan tubuh menurun


* Badan lemah / sakit

Menang - Semangat hidup meningkat


- Makin matang

-GEMBIRA
STRES
PSIKIS

Kalah . . . DISTRESS .Sedih

GANGGUAN JIWA

EMOSI, AFEK, MOOD


Emosi : suatu gambaran alam
perasaan yang kompleks
berhubungan dg komponen
psikis,somatis dan perilaku
....manifestasi luar emosi
adl : Afek

AFEK = gambaran emosi yg


berhubungan dg pengalaman2
subjektif dan segera . . . . dg
fikiran /mental saat tsb
Gambaran luar emosi yg bisa dilihat
pemeriksa
Appropriate ( serasi )
In apropriate ( tidak serasi )
Tumpul
Mendatar
Labil

Mood : a pervassive and sustained emotion,


subjectively experienced and reported by the
patient and observed by others

Mood : gambaran alam perasaan yg cukup


luas,bertahan lama serta mendalam dan
pada keadaan ekstrem bisa
mempengaruhi perilaku dan pandangan
sso terhadap dunia sekitarnya.

MOOD :
Euthyme(N)
Disforik
Irritable
Labil
Euforia
Depresif
Anhedonia
Duka Cita( Grief or. Mourning) . .nyata
Alexithymia

Mood - congruent delusion


Mood - congruent hallucination
Mood incongruent delusion
Mood - incongruent hallucination

Ggn Suasana Perasaan (Afektif/ mood )


adalah : Sekelompok gambaran klinis yg
ditandai dgn berkurang/
hilangnya kontrol emosi &
pengendalian diri serta
pengalaman subjektif.

Pasien dgn Alam Perasaan Merendah


( Depresi ) :
Hilangnya energi & minat
kegembiraan
Rasa bersalah, tak berguna-pesimis
Susah konsentrasi, harga diri, tidur
Hilangnya nafsu makan-mudah lelah
Idea-idea pikiran tentang kematian

Gejala/ Tanda lainnya adalah adanya


perubahan dlm hal :
Aktifitas sehari
Kemampuan kognitif
Pembicaraan
Vegetatif

Fs Vegetatif
tgg
( tidur,n.makan,seks,dll)
hendaya/hambatan:
fs. Interpersonal
fs. sosial
dan fs. Pekerjaan

Etiologi :
1. F. Biologis
Penurunan kdr serotonin didlm celah sinap SSP
Disregulasi sistem norepinepherin
Ggn. Pada hm. Adrenal, thyroid, pertumbuhan

2. F. Genetik
Pada Keluarga tk I : 8 18 x
lbh sering
Saudara kembar monozigot : 33 90 %
dizigot : 5 25 %

3.F. Psikososial
Stress dalam kehidupan / lingkungan
F.Kepribadian sebelum sakit : oral-dependent,
obsesive kompulsive, hysterikal
Psikoanlitik & Psikodinamik
kehilangan
objek yg Dicintai
Rasa putus asa - kekecewaan
Pesimism - hopelessness

EPISODE
DEPRESIF
F. 32 :
RINGAN

SEDANG
BERAT

EPISODE DEPRESIF F. 32
- F. 32.0 ED. Ringan * Tanpa Gejala Somatik
* Dengan Gejala Somatik
- F. 32.1 ED. Sedang * Tanpa Gejala Somatik
* Dengan Gejala Somatik
- F. 32.2ED. Berat Tanpa Gejala Psikotik
- F. 32.3 ED. Berat Dengan Gejala Psikotik
- F. 32.8 Episode Depresif Lainnya
- F. 32.3 Episode depresif YTT

Gambaran Klinik Episode Depresif


Suasana perasaan depresif
Hilangnya minat & kegembiraan
Berkurangnya energi
mudah lelah
aktifitas menurun
Konsentasi & perhatian berkurang
( Pseudo Demensia )
Harga diri merendah
. . . . . . . Rasa bersalah tidak berguna

G.K/ Episode Depresif ( samb.)

Pesimistis
Fikiran-fikiran mati
suicide
Tidur terganggu
Nafsu makan berkurang
Waktu minimal 2 minggu
( lebih pendek
bila gejala berat &
berlangsung cepat)

F.33. GGN. DEPRESIF BERULANG


- F. 33.0 GDB. EPISODE KINI Ringan
* Tanpa Gejala Somatik
* Dengan Gejala Somatik
- F.33.1 GDB. Episode Kini Sedang
* Tanpa Gejala Somatik
* Dengan Gejala Somatik
- F. 33.2 GDB. Episode Kini Berat Tanpa Gejala
Psikotik
- F. 33.3 GDB. Episode Kini berat Dgn. Gejala
Psikotik
- F. 33.4 GDB. Kini Dalam Remisi
- F. 33.4 GDB Lainnya
- F. 33.4 GDB YTT

Gambaran klinik Ggn Episode


Depresif Berulang
Episode Berulang dari Depresif
( Ringan
Berat )
Masing - masing episode : 3 12 bulan
Ada pemulihan sempurna diantara
episode
Sering ada stresor.

PENATALAKSANAAN
1. Hospitalisasi

sesuai indikasi

2. Psikoterapi :
- Terapi kognitif ( Coginitive Therapy )
- Terapi interpersonal (Interpersonal Terapy)
- Terapi Perilaku (Behavioral Therapy )
- Terapi berorientasi Psikoanalisa
- Terapi Keluarga

3.Farmakoterapi:
- Anti depressant

- Mood Stabilisator
- Antipsikotik

4. E C T (Electro Convulsive Therapy)


= Terapi Kejang Listrik
Indikasi : * Pasien tidak mau makan
* Ada ide suicide
* Ada ide homicide
* Sangat gelisah
* Tidak Respon/Lambat dgn Farmakoterapi

Kontra indikasi ECT


Mutlak
- Peninggian Tekanan Intra Kranial
- Hipertensi
Relatif
- Penyakit Jantung
- Hamil

BUNUH DIRI
(SUICIDE)
Bunuh Diri adl : perbuatan yg disengaja yg
menyebabkan kematian diri sendiri
Edwin Schneidman :. . . Perbuatan yg disadari dgn
tujuan membinasakan diri sendiri (Aktif- Pasif)

Idea suicide. . . . . Attempt suicide. . . . .


. . .Success suicide.
~Jeli wawancara kmungkinan bnuh diri~

AS: 30k/thn, percobaannya 7-10x more

Stress+depresi..suicide..urutan 6kmatian AS
Kairo (2005) 38,5/100k
India > 100k/thn
INA 50k/thn

Dlam diri manusia, ada agresivitas, ini


diperlukan u/ memprthnkan diri
Jika keluar: perang, homicide

Ke dalam: suicide

SUICIDE/HOMICIDE
Suicide atau homicide adl Pasien yg
membahayakan dirinya atau orang lain
Ide bunuh diri adl keluhan yg plg umum
datang ke IGD psikiatrik
Semua sikap, ancaman dan pikiran bunuh
diri perlu ditanggapi secara serius dan
pasien diobservasi ketat
Pasien yg bersikap galak seringkali salah
persepsi thd pertolongan petugas
Harus selalu ditelusuri apakah ada
kecenderungan Suicide atau homicide

Risk: miskin, pengangguran, konflik kluarga


tman, isolasi sosial, napza, child abuse, ggn
mental (skizof, depres, kepribadian/
borderline/histrionik, ptsd)
Psikopatolog: agresif, ggn mental, tkanan
hdp/stres, Patient Assisted Suic pd pnykt
terminal, Suku Agama Ras, massal=sesat

RIWAYAT, GEJALA DAN TANDA RISIKO


BUNUH DIRI (BD)

Fantasi atau usaha BD sebelumnya


Anxietas, depresi, kelelahan
Ketersediaan alat untuk BD
Mengkuatirkan efek BD pd anggota keluarga
Mengalami krisis dlm kehidupan
Riwayat BD dlm keluarga
Putus asa atau pesimisme yg mendalam

Penatalaksanaan :
Perhatikan resiko-resiko bunuh diri
Awasi pasien & hindari benda-benda yg membahayakan
Ada / tidak penyesalan, rasa bersalah . .

Tentukan status mental


perlu

Psikofarmaka. . . . . . bila
perawatan RS

Bila dalam keadaan krisis awasi vital sign


(TD,Nadi,Penafasan,Suhu)

Psikoterapi . . . . . . . .

Stresor psikososial

Pencegahan :
Deteksi dini adanya fikiran ttg kematian &
bunuh diri
Pengobatan gangguan psikiatriknya
Psikoterapi . . . . Individual & Keluarga
QS. AnNisa 29: jgn suicide, Allah Maha
penyayang