Anda di halaman 1dari 13

HEPATITIS

Definisi
adalah suatu peradangan difus pada jaringan hati
gejala dan perjalanan penyakit
1. masa tunas/fase inkubasi
- adalah waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus
- untuk masing-masing penyebab, masa tunas berbeda
- panjang fase tergantung dari
*jalur penularan
*dosis inokulum yang ditularkan
2. fase pra ikterik atau prodromal
- adalah fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus
- ditandai dengan
nafsu makan menurun, mual, muntah, seluruh badan pegal, malaise, cepet lelah, suhu
meningkat selama 2-5 hati, pusing kepala yang hebat, nyeri abdomen kanan atas
3. fase ikterik
- setelah suhu badan menurun --> dilihat warna urin menjadi teh pekat
- terlihat mata tampak kuning dan kulit menjadi kuning
- selama minggu pertama dari fase ikterik --> kuningnya akan terus meningkat --> kemudian
menetap da berkurang setelah 10-14 hari
4. fase penyembuhan
- diawali dengan menghilangnya ikterus dan keluhan lain tetapi hepatomegali dan
abnormalitas fungsi hati tetep aada
- biasanya membaik dalam 14-16 hari setelah timbulnya masa ikterik

pemeriksaan fisik
- ikterik di kulit
- ikterik di selaput lendir (disklera mata, palatum molle, dan frenulum linguae)
- tidak ditemukan spider nevi, eritema palmaris dan kelainan pada kuku
- hati terba sedikit membesar (dengan konsistensi lembek, tepi tajam dan sedikit nyeri tekan
- first percusion (+)
yaitu dengan memukulkan kepalan tangan kanan pelan-pelan pada telapak tangan kiri yang
diletakkan pada arkus kostaeum kanan --> penderita merasakan nyeri
- tidak ditemukan asites
- splenomegali ringan
- limfadenopati
klasifikasi

HEPATITIS B
Mikrobiologi HBV
-

Virus DNA hepatotropik, gol. Hepadnaviridae


Virus dsDNA, terdiri dari :
Inti nukleokapsid
Protein polimerase DNA
Antigen core HBV (HBcAg)
Antigen e HBV (HBeAg)
Selubung luar lipoprotein
Antigen surface HBV (HBsAg)
Lipid minor & komponen KH

Epidemiologi
Pola prevalensi infeksi HBV

Faktor Resiko
-

Bayi lahir dari ibu HBsAg +


Lingkungan/keluarga yang ada HBsAg +
Tenaga medis yang kontak langsung
Transfusi darah, IVDU, dialisis
Tinggal di endemis HBV

Penularan
-HBV ada di cairan tubuh
* Darah, air liur, air seni, keringat, air mani, ASI, cairan vagina, air mata, dll
-Parenteral
-Seksual
-Perinatal
*Infeksi Intra Uterine
*Infeksi Perinatal >>
*Infeksi Postnatal
Petanda Serologi
Masa Inkubasi : 15-180 hari (60-90 hari)

- HBsAg petanda utama, pada infeksi akut (< 6 bln)

- HBeAg berhubungan dgn daya infeksi virus


- IgM anti HBc timbul pada infeksi yg baru (< 6 bln)
- IgG anti HBc menandakan adanya infeksi lama
- Anti HBs memberikan imunitas thdp HBV
- Anti Hbe timbul segera setelah resolusi infeksi akut
- DNA HBV mendeteksi infektivitas

Manifestasi Klinis
Hepatitis B Akut Simtomatis

Hepatitis B Asimtomatis

Hepatitis B Kronik

Interpretasi Px Serologi

Hubungan Klinis & Serologis dengan HBeAg & Anti Hbe pada HBsAg Kronik

Perjalanan Penyakit

Perjalanan Penyakit Pada Bayi & Anak-anak

Perjalanan Penyakit Pada Dewasa

Pencegahan
-

Vaksin HBV Sebelum Paparan


- HBsAg sebagai imunogen
- Efektif 85-95 %
- Dewasa : 3 x dosis IM deltoid
- Suntikan ke 2 & 3 : 1 & 6 bulan kemudian
- Bayi, anak2-19 tahun : dosis dewasa
- Efek Samping :
* Nyeri sementara di tempat suntikan
* Demam ringan & singkat

- Vaksin HBV & HBIG Pasca Paparan


* Kontak Seks
- 0,04-0,07 ml/kg HBIG setelah paparan
- Vaksin HBV pertama: pada saat yang sama, di deltoid lain
- Vaksin ke2 & 3: 1 & 6 bulan kemudian
* Neonatus dari ibu HBsAg +
- ml HBIG dalam 12 jam setelah lahir, di anterolateral otot paha atas
- Vaksin HBV 5-10 ug dalam 12 jam, di sisi lain, ulang 1 & 6 bulan kemudian
- Vaksin Kombinasi HBV & HAV
* Twinrix-GSK

200 ug protein HBsAg & >720 unit elisa HAV yg dilemahkan


Suntikan 3 kali, jarak interval 1 & 6 bulan kemudian
Pengobatan
Untuk Hepatitis B Kronik
1. Interferon Alfa
Pengobatan utk hepatitis B kronik dgn gejala dekompensasi hati (asites, ensefalopati,
hipoalbuminemia) dgn penanda replikasi aktif (HBeAG & DNA HBV) serta peningkatan
aminotransferase serum.
2. Analog Nukleosida
Lamivudin, Famsiklovir, Adefovir
Menghambat replikasi HBV
Lamivudin adl obat utama utk penderita dgn replikasi aktif & peningkatan aminotransferase
serum dgn KI : penggunaan interferon

hepatitis D
etiologi dan mikrobiologi
-

virus hepatitis D
virus RNA aingle stranded
genom RNA sangat kecil --> sehingga memerlukan bantuan dari luar berupa HVB

untuk dapat hidup dan berkembang


partikel sferis
tepi halus dan batas tidak tegas

epidemiologi dan faktor risiko


-penggunan obat IV
-penderita hemofili
-respien konsentral faktor pembekuan
-homesexual / bisexual
penularan
- parenteral

melalui transfusi, hemodialisa, obat-obatan IV yang tercemar


- non parenteral
melalui kontak pribadi, melalui luka terbuka dan tusuk jarum, dan maternal ke
neonatal
masa inkubasi
4-7 minggu atau 30-60 hari atau 21-140 hari, rata-rata 35 hari
usia : setiap usia
keadaan kronis ccarrier : tidak
hepatitis kronik ; tidak
gambaran klinis
1. hepatitis delta akut bersamaan hepatitis B (koinfeksi HVD dan HVB akut)
- gambaran bifasik
* mula- mula timbul gejala hepatitis, kemudia terjadi perbaikan --> kurang lebih 16
hari kemudian timbul gejala klinis lagi
* diduga gejala yang pertama karena infeksi HVD sedangkan yang kedua karena
infeksi HVB
histologi
- adanya granula eosinofil pada sitoplasma sel hati
- adanya perubahan degeneratif menjadi acydophilic bodies dan tidak dikelilingi oleh sel
radang
pemeriksaan lab
1. igM anti HDV
- baru terpajan HDV
- menetap pada infeksi kronis

2. RNA HDV dan antigen HDV


- didarah dan hati sebelum dan tahap awal simtomatik akut
3. koinfeksi HBV dan HDV
- igM terhadap antigen HDV dan HBcAg (+)
4. superinfeksi
- HBsAg (+)
- igM dan igG anti HDV (+)

hepatitis E
etiologi dan mikrobiologi
-virus hepatitis e
-virus RNA single stranded
-kecil
-tidak berkapsul
-golongan calcivirus

epidemiologi dan faktor risiko


-

sumber air yang kotor


banyak pada dewasa muda

penularan
kontak langsung dengan penderita

fekal oral
* banyak melalui air yang terkontaminasi
masa inkubasi : 15-60 hari, rata-rata 40 hari
keadaan kronis : tidak
px. Lab
1. PCR reverse transcription
- deteksi RNA HEV dan antigen HEV pada spesimen feses dan hepar yang baru mendapata
pajanan HEV
2. igm anti HEV
- titer meningkat bersifat simultan dengan peningkatan serum transaminase
3. igg anti HEV
- meningkat setelah resolusi

hepatitis g

etiologi dan mikrobiologi


-virus hepatitis g
-virus RNA single stranded
-golongan flavivirus
-dapat mati pada pemanasan 40-50 derajat celcius
penularan
-transfusi darah

-penyuntikan obat secara IV


-akupuntur
-hemodialisa
-hubungan sex
-maternal ke neonatal
-masa inkubasi : tidak diketahui
-hepatitis kronis : tidak
gejala klinis
sering tanpa ikterus
jika HGV sendiri biasanya ringan dan tidak kronis
jika HGV dengan HBV atau HCV biasanya kronis