Anda di halaman 1dari 22

Pengisian Tanki Minyak

Secara Otomatis Berbasis


PLC
Oleh :
Annisa Maulidia D 1241170001
Armanu Putra Bhakti A 1241170074
Dinda Ayu Permatasari 1241170036
M. Rifqi Fadhli P 1241170024

Latar Belakang
Indonesia adalah negara tambang terbesar
didunia yang penuh dengan kekayaan alamnya.
Contohnya minyak bumi,gas bumi, batubara dll.
Sehingga dibutuhkan berbagai macam teknologi
yang dapat mendukung eksplorasi sumber daya
alamnya, dan sumber daya itu dapat memenuhi
kebutuhan manusia. Oleh karena itu pengisian
tanki minyak secara otomatis ini digunakan
untuk mempermudah suatu perusahaan minyak
dalam pendistribusian minyak olah ke tanki
kendaraan pengangkut.

Dasar Teori
Motor AC Satu Fasa
Pada Motor AC satu fasa memiliki dua
belitan stator, yaitu belitan fasa
utama (belitan U1-U2) dan belitan
fasa bantu(belitan Z1-Z2)
Belitan utama menggunakan
penampang kawat tembaga lebih
besar sehingga memiliki impedansi
lebih kecil. Sedangkan belitan bantu
dibuat dari tembaga berpenampang
kecil dan jumlah belitannya lebih
banyak, sehingga impedansinya lebih
besar

Gate Valve
Gate valve mudah dikenali karena mempunyai body

dan stem yangpanjang.


Kegunaanutamadarigatevalveadalahhanyauntuk

menutupdan membuka aliran


(fullyclosed&fullyopenedposition) ,
on/offcontroldan isolation equipment.
Gate valve tidak bisa digunakan untuk mengatur
besar kecilnya aliran(regulate atau
trotthling).Karenaakanmerusakposisidiscnyadan
mengakibatkan valve bisapassing
padasaatvalveditutup(passing=aliran tetap akan
lewat, walaupun valve sudah menutup)

Liquid Level Switch


menggunakan kontak relay yang bersifat
elektrik, dan ada juga yang menyebutnya
liquid level relay. Hampir mirip dengan model
ball-floater, hanya saja bola pelampungnya
diganti dengan 2 buah sinker (pemberat)
yang dipasang menggantung dalam satu tali.
Kemudian sistem pengaturannya
menggunakan kontak relay yang dihubungkan
dengan mesin pompa air melalui kabel listrik.
Saat level air di toren rendah (level low) maka
mesin air akan start dan kemudian stop bila
levelnya sudah tinggi(level high), sesuai
dengan setting posisi dari dua buah sinker
tersebut. Sistem ini relatif lebih handal dalam
menghindari kebocoran seperti pada model
ball-floater, karena mesin pompa air bisa
dimatikan secara langsung.

Deskripsi
1.Pada saat sistem pertama dijalankan, tank 1 dan tank 2 masih
dalam keadaan kosong
2. Operator menekan tombol on dan sistem aktif
3. Karena 2 tangki kosong, maka v1 dan v2 (valve) aktif dan
minyak akan mengalir(pompa mengalirkan minyak dari pompa
sumber)
4. Ketika telah mencapai batas penuh, minyak akan menyentuh
UL1(Upper Level 1) dan dan V1 akan mati sedangkan V3 aktif
minyak akan mengalir
5. Dan ketika telah mencapai batas penuh minyak akan menyentuh
UL2(Upper Level 2). Hal ini akibat V2 mati,minyak berhenti
mengalir dan pompa berhenti beroperasi dan V4 aktif sehingga
minyak mengalir
6. Ketika LL1(Low Level 1) terdeteksi tidak ada minyak yang
menyentuh maka V3 mati dan Ketika LL2(Low Level 2) terdeteksi
tidak ada minyak yang menyentuh maka V4 mati

Tabel Input Output


Masukan

Keluaran

PB ON

Valve 1

Upper Level 1

Valve 2

Upper Level 2

Valve 3

Low Level 1

Valve 4

Low Level 2

Gambar 3D

TABEL KEBENARAN
PB_ON

STOP

UL1

UL2

LL1

LL2

Motor
0.4 Q0.0

Valve 1
Q0.1

Valve2
Q0.2

Valve3
Q0.3

Valve4
Q0.4

0.5

0.1

0.2

0.3

ALJABAR BOOLEAN
Q0.0
Q0.1
Q0.2
Q0.3
Q0.4

=
=
=
=
=

I0.0
I0.0 * Q0.3 *I0.3
Q0.0 * Q0.4*I0.4
I0.1 * I0.3
I0.2*I0.4

Timing Diagram

F
L
O
W
C
H
A
R
T

Simulasi Program

Kesimpulan
Pada sistem pengisian tanki secara otomatis

ini menggunakan 4 valve sebagai keluaran


dan 4 sensor sebagai masukan.
Pada rangkaian ini menggunakan rangkaian
kombinasional
Cara kerja sistem ini yaitu dimana hasil
keluaran akan menjadi masukan.
Dengan menggunakan PLC akan
memudahkan suatu sistem akan berjalan
secara otomatis.

TERIMA KASIH

Hasil Simulasi Program


(1)

Hasil Simulasi Program


(2)

Hasil Simulasi Program


(3)

Hasil Simulasi Program


(4)