Anda di halaman 1dari 17

BUMI

Menurut ilmu Geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi) proses terbentuknya bumi
ini kira-kira 250.000 juta tahun. Dari rentang waktu yang begitu lama dari jaman ketika
manusia belum bisa disebut manusia hingga kini, alam telah memberikan konstribusi yang
begitu besar bagi peradaban manusia, begitu pula sebaliknya.
Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi
1.Teori Kabut(Nebula)

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya Bumi. Salah
satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere
De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini
dikemukakan bahwa di jagat raya terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut
(nebula). Gaya tarik-menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan
berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi kabut bagian
khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Bagian yang terlempar
inilah yang kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya.Teori nebula ini terdiri dari
beberapa tahap,yaitu :

Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan
besar.

Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat
lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi
lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai
planet, bergerak mengelilingi matahari.

Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara
teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan
Keluarga Matahari.

Teknik Eksplorasi

Page 1

2.Teori Planetisimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama
rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan teori Planetisimal
Hypothesis, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada
suatu saat melintas bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang
tersebut melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya lintasan
pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan tertariknya gas dan
materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar meninggalkan permukaan
matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang terlempar mulai menyusut dan
membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu
menjadi dingin dan padat yang pada akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi
matahari.
3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918, yakni bahwa
sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek, sehingga menyebabkan
terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat matahari itu masih berada dalam keadaan
gas. Terjadinya pasang surut air laut yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil.
Penyebabnya adalah kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius
Teknik Eksplorasi

Page 2

orbit Bumi). Tetapi, jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari
mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa pada tubuh
matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-gunung tersebut akan
mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk semacam lidah pijar yang besar sekali,
menjulur dari massa matahari dan merentang ke arah bintang besar itu.
4.Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori ini, galaksi
berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak sehingga banyak material
yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak mempunyai gaya gravitasi yang masih
kuat, maka sebaran pecahan ledakan bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak
meledak itu. Bintang yang tidak meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan
pecahan bintang yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.
5.Teori Big Bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan milyar tahun
yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya.
Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian
besar berkumpul di pusat, membentuk cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa
itu meledak dengan dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebulanebula. Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membeku
dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi Bima Sakti, kemudian
membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian ringan yang terlempar ke luar tadi
Teknik Eksplorasi

Page 3

mengalami kondensasi sehingga membentuk gumpalan-gumpalan yang mendingin dan


memadat. Kemudian, gumpalan-gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet
bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara bertahap hingga
terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam proses pembentukan bumi, yaitu:

Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami perlapisan
atau perbedaan unsur.

Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya diferensiasi.


Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam, sedangkan yang berat
jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.

Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam, mantel
luar, dan kerak bumi.

BATUBARA
Sejarah kegiatan pertambangan di Indonesia, secara resmi dapat ditemukan dalam
catatan-catatan kegiatan para geologi Belanda yang pernah melakukan survey di negeri ini.
Antara lain Ter Braake (1944) dan R .W Van Bemmelen (1949), serta berbagai laporan
tahunan Dinas Pertambangan Hindia Belanda (Jaarverslag Dienst Van Den Mijn Bow).
Berdasarkan catatan-catatan tersebut terkesan bahwa seakan-akan kegiatan usaha
pertambangan di Indonesia baru dimulai sejak tahun 1899 yaitu tahun
diundangkannya Indische Mijn Wet, Stb. Tahun 1899 No.214. Pada tahun 1899 Belanda lalu
menerbitkan Indische Mijn Wet Stb.1899 No.214, yang mengatur secara khusus tentang
perijinan yang bersifat publik dibidang Pertambangan, yang diatur sesuai konsep hukum
perdata barat. Dimana semua perijinan yang bersifat publik diberikan dalam bentuk
Konsesi, seperti Konsesi Hutan yang selanjutnya dikenal sebagai Hak Penebangan Hutan
atau HPH, Konsesi Perkebunan, sesuai UU Agrarische Wet Stb. 1870 No.55 dan Konsesi
Pertambangan baik untuk Pertambangan Umum maupun Minyak dan Gas
berdasarkan Indische Mijn Wet Stb.1899 No. 214. Pelaksanaan pemberian Konsesi oleh
Pemerintah Hindia Belanda ini, dilakukan dalam rangka menetapkan politik dan kebijaksaan
kolonialnya atas kekayaan alam bahan galian di Indonesia. Undang-undang pertambangan
Hindia Belanda ini lahir, dari perkembangan politik pada waktu itu dilandasi oleh pemikiran
yang liberalistis dan kapitalis. Kebijakan politik penjajah dibidang pertambangan ini telah
melapangkan jalan bagi Konsesi Pertambangan.Suatu periode dimana manajemen
pengusahaan dan pemilikan hasil produksi bahan galian atau mineral sepenuhnya berada di
tangan pihak pemegang konsesi pertambangan, dan Negara ( Pemerintah Kolonial ) hanya
menerima bersih Iuran Pertambangan sebesar 0,25 Gulden per hektar setiap tahun serta 46
% dari hasil kotor ( Pasal. 35 Indische Mijn Wet Stb.1899 No.214
Proses Terjadinya Batubara
Ada 2 teori yang menerangkan terjadinya batubara yaitu :

Teknik Eksplorasi

Page 4

Teori In-situ : Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan dimana
batubara tersebut terbentuk. Batubara yang terbentuk sesuai dengan teori in-situ biasanya
terjadi di hutan basah dan berawa, sehingga pohon-pohon di hutan tersebut pada saat mati
dan roboh, langsung tenggelam ke dalam rawa tersebut, dan sisa tumbuhan tersebut tidak
mengalami pembusukan secara sempurna, dan akhirnya menjadi fosil tumbuhan yang
membentuk sedimen organik.

Teori Drift : Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan yang
bukan di tempat dimana batubara tersebut terbentuk. Batubara yang terbentuk sesuai dengan
teori drift biasanya terjadi di delta-delta, mempunyai ciri-ciri lapisan batubara tipis, tidak
menerus (splitting), banyak lapisannya (multiple seam), banyak pengotor (kandungan abu
cenderung tinggi). Proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia
(penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan).

Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi, kimia, dan fisika
yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya, temperatur,
tekanan, dan waktu terhadap komponen organik dari gambut (Stach, 1982, op cit Susilawati
1992). Pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat, sedangkan prosentase hidrogen dan
oksigen akan berkurang (Fischer, 1927, op cit Susilawati 1992). Proses ini akan
menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari
lignit, sub bituminus, bituminus, semi antrasit, antrasit, hingga meta antrasit.
Manfaat Batubara

Teknik Eksplorasi

Page 5

Batubara menjadi salah satu sumber energi terbaik yang bisa didapatkan dengan
sumber yang lebih mudah. Selain itu ketersediaan batubara bersifat panjang dan bertahan
dalam waktu lama sehingga mendukung berbagai macam proyek industri dan juga ekonomi.
Berikut ini adalah beberapa manfaat batubara yang perlu kita ketahui.
1. Sumber Tenaga Pembangkit Listrik
Batubara menjadi salah satu bahan bakar utama pada pembangkit listrik di beberapa negara
seperti China, India, Australia, Jepang, Jerman dan beberapa negara lain. Batubara menjadi
bahan bakar yang dikonversikan ke dalam bentuk uap panas dan menjadi sumber tenaga
pembangkit listrik. Batubara akan dihancurkan dengan mesin penggiling dan berubah
menjadi bubuk halus kemudian akan dibakar dalam sebuah mesin dengan sistem ketel uap.
Uap akan ditampung dalam sebuah tempat khusus dan disalurkan ke turbin yang berisi
kumparan magnet. Selanjutnya kumparan magnet yang bergerak cepat akan menghasilkan
listrik. Bahkan proses ini akan diulang sebanyak dua kali sehingga sangat hemat. Tenaga
listrik yang dihasilkan mencapai tegangan sekitar 400 ribu Volt.
2. Industri Produksi Baja
Sebuah industri yang menghasilkan baja bergantung sepenuhnya pada ketersediaan sumber
batubara. Baja memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan kita seperti berbagai
macam perlengkapan industri yang terbuat dari baja, produk kesehatan seperti perlengkapan
kesehatan, peralatan pertanian, model transportasi dan berbagai macam produk lain yang
membutuhkan baja.
Produksi baja mentah banyak memakai metalurgi batubara dari bahan batubara kokas.
Produksi baja melibatkan karbon dan bahan besi. Karbon diperlukan untuk memanaskan
bahan besi dan mengolahnya menjadi baja. Karbon dari batubara menghasilkan panas tinggi
sehingga mendukung produksi batubara. Seperti halnya manfaat tembaga dan manfaat
bauksit, pemanfaatan batu bara pada produksi baja juga akan menimbulkan efek samping.
3. Bahan Bakar Cair
Batubara ternyata juga bisa dirubah dalam bentuk bahan bakar cair dan sangat efektif untuk
menggantikan bahan bakar minyak. Pada dasarnya pengolahan batubara menjadi bahan bakar
cair akan merubah batubara bubuk atau bongkahan yang di larutkan dalam suhu tinggi.
produk batubara cair dapat dimurnikan dengan proses ulang dan bisa menghasilkan bahan
bakar minyak dengan kualitas yang lebih baik dari bahan bakar minyak yang didapatkan dari
kilang minyak secara langsung. Negara yang sudah memakai sistem ini adalah Afrika. Afrika
bisa mengatasi kekurangan sumber minyak dengan memanfaatkan batubara.
4. Batubara Menghasilkan Produk Gas
Batubara yang masih berada dalam tanah ternyata juga bisa menghasilkan gas secara
langsung. Proses ini memakai sebuah teknologi canggih untuk mengambil gas yang
dihasilkan oleh batubara murni. selanjutnya produk gas yang dihasilkan akan diolah di tempat
pertambangan dan bisa menjadi beberapa produl seperti untuk bahan bakar industri,
pembangkit listrik tenaga gas, produk gas hidrogen dan solar. China, Australia, India, Jepang
dan Indonesia menjadi negara yang menggunakan metode teknologi perubahan gas batubara
murni ke beberapa aplikasi industri.
MINYAK BUMI
Asal Usul Minyak bumi, gas alam, dan batu bara merupakan 3
sumber bahan bakar fosil yang berasal dari pelapukan sisa-sisa makhluk
Teknik Eksplorasi

Page 6

hidup. Mereka terbentuk dalam waktu yang sangat lama dan melalui
proses yang sangat panjang yakni sekitar 300-350 juta tahun. Di antara
ketiga sumber bahan bakar fosil tersebut, minyak bumi merupakan bahan
bakar yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dari
banyak sumber energi yang ada di dunia 58,8% di antaranya adalah
minyak bumi. Berikut ini kami akan memaparkan bagaimana asal usul
minyak bumi dari awal proses pembentukannya hingga menjadi produk
hilir yang biasa kita gunakan sekarang ini. Mari disimak. Terkait dengan
asal usul pembentukan minyak bumi, sedikitnya ada 3 teori yang
mengungkap rahasia dibalik bagaimana bahan yang dalam bahasa Latin
disebut
petrolium
ini.
teori
biogenetik,
teori
anorganik,
serta
teori
Duplex.
1. Asal
Bumi
Teori
(Teori

usul Minyak
Berdasarkan
Biogenetik
Organik)
Menurut
Teori
Biogenitik,
minyak
bumi
terbentuk dari pelapukan berbagai jenis binatang dan tumbuhan (mahluk hidup) yang mati
dan tertimbun di dalam endapan lumpur, hanyut terbawa oleh arus sungai, menuju laut, dan
akhirnya berkumpul di dasar laut, bertemu dengan timbunan-timbunan hasil pelapukan
mahluk hidup yang sebelumnya telah ada. Timbunan ini kemudian selama beratus juta tahun
terendap dan mengalami proses dekomposisi menjadi gelembung minyak bumi atau gas alam.
Dekomposisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu suhu endapan, waktu, serta
tekanan
lapisan
batuan
yang
berada
di
atasnya.

Teknik Eksplorasi

Page 7

2. Asal usul Minyak Bumi Berdasarkan Teori AnorganiMenurut Teori Anorganik, minyak
bumi terbentuk akibat adanya aktivitas bakteri yang mampu melakukan reaksi biokimia,
merubah unsur-unsur seperti Oksigen, Hidrogen, Karbon, Belerang, dan nitrogen dari batuan
induk menjadi zat minyak yang mengandung hidrokarbon.

3. Asal usul Minyak Bumi Berdasarkan Teori Duplex


Teori Duplex sebetulnya merupakan perpaduan antara Teori Biogenetik dan Teori Anorganik.
Teori ini banyak diterima oleh para ilmuan secara umum. Dalam teori ini, dijelaskan bahwa
minyak bumi berasal dari materi-materi hidup baik nabati maupun bewani yang berada di
laut, yang karena pengaruh suhu, tekanan, dan waktu akhirnya berubah menjadi batuan induk
pembentuk bahan-bahan hidrokarbon. Batuan ini kemudian mengalami proses biokimia dan
akhirnya berubah menjadi minyak bumi dan gas alam. Keduanya berkumpul dan berpindah
ke tempat yang memiliki tekanan lebih rendah bertemu dengan minyak bumi dan gas alam
hasil dari proses sebelumnya. Mereka semua terjebak dan terperangkap, terakumulasi dengan
sesamanya
dan
tak
sanggup
menguap
Dalam perangkap ini bisa terkandung 3 bahan campuran yang antara lain (1) minyak, gas,
dan air; (2) minyak dan air; atau (3) gas dan air. Gas alam dalam hal ini akan selalu berada di
lapisan atas, minyak di lapisan tengah, dan air ada di lapisan bawah. Perbedaan ini terjadi
karena adanya perbedaan massa jenis dan karena sifat ini proses penambangan minyak bumi
dan gas alam menjadi lebih mudah.

Teknik Eksplorasi

Page 8

Manfaat Minyak Bumi


Minyak bumi dijuluki juga dengan sebutan emas hitam- adalah cairan kental yang
berwarna coklat gelap kehijauan bersifat mudah terbakar diperoleh dari lapisan kerak bumi
melalui proses penambangan sedemikian rupa. Minyak yang tersusun dari beberapa
campuran kompleks hidrokarbon ini dalam bahasa Inggris disebut petroleum dan dalam
bahasa Latin disebut petrus. Dalam kehidupan sehari-hari, minyak bumi menjadi salah satu
bahan baku energi di seluruh dunia. Berikut ini mari kita simak beberapa hal terkait minyak
bumi mulai dari proses penambangannya, produksi bahan jadi dan manfaatnya:

1. Gas Elpiji Gas elpiji adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari
destilasi uap pada suhu kurang dari -40 derajat celcius. Nama elpiji sebetulnya
merupaka singkatan dari LPG atau liquified petroleum gas yang berarti gas minyak
bumi yang dicairkan. Komponen elpiji didominasi oleh hidrokarbon propana, butana,
etana, dan pentana. Elpiji saat ini sering dimanfaatkan sumber bahan bakar rumah
tangga dan bahan bakar kendaraan ringan.
2. Bensin - Bensin adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari destilasi uap
pada suhu antara -1 sampai 180 derajat celcius. Bensin dalam kehidupan sehari-hari
secara luas digunakan sebagai bahan bakar berbagai kendaraan ringan seperti roda 2,
roda 3, dan roda 4.
3. Pelumas - Pelumas adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari destilasi
uap minyak bumi pada suhu antara 105 135 derajat celcius. Pelumas sehari-hari
digunakan sebagai minimalisator gesekan antar 2 benda bergerak pada mesin. Kita
cenderung lebih mengenal pelumas dalam bentuk oli dan gemuk.
4. AVTUR AVTUR adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari destilasi
uap minyak bumi pada suhu antara 150 205 derajat celcius. Nama AVTUR
sebetulnya adalah akronim kata aviation turbine. AVTUR secara luas digunakan
sebagai bahan bakar mesin jet pada pesawat terbang.
5. Minyak Tanah - Minyak tanah adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh
dari destilasi uap minyak bumi pada suhu antara 205 - 260 derajat celcius. Dalam
bahasa Inggris, minyak tanah dikenal dengan sebutan kerosin. Minyak tanah dahulu
dimanfaatkan sebagai bahan bakar lampu minyak namun dewasa ini fungsi minyak
Teknik Eksplorasi

Page 9

tanah beralih sebagai bahan bakar campuran untuk enegi penggerak mesin jet bersama
AVTUR.
6. Solar Solar adalah produk turunan minyak bumi yang diperoleh dari destilasi uap
minyak bumi pada suhu antara 260 315 derajat celcius. Solar digunakan secara luas
sebagai bahan bakar mesin diesel pada kendaraan berat dan mesin-mesin produksi
7. Aspal Aspal adalah kerak terbawah dari hasil pemanasan minyak bumi. Bahan yang
juga dikenal dengan sebutan bitumen ini dalam kehidupan sehari-hari umumnya
digunakan sebagai lapisan teratas jalan raya. Dewasa ini, karena harganya yang
semakin mahal fungsi aspal terbaru digantikan oleh beton.

NIKEL

Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751, merupakan logam berwarna
putih keperak-perakan yang berkilat, keras dan mulur, tergolong dalam logam peralihan, sifat
tidak berubah bila terkena udara, tahan terhadap oksidasi dan kemampuan mempertahankan
sifat aslinya di bawah suhu yang ekstrim. Nikel biasanya terbentuk bersama-sama dengan
kromit dan platina dalam batuan ultrabasa seperti peridotit, baik termetamorfkan ataupun
tidak.Terdapat dua jenis endapan nikel yang bersifat komersil, yaitu: sebagai hasil konsentrasi
residual silika dan pada proses pelapukan batuan beku ultrabasa serta sebagai endapan nikeltembaga sulfida, yang biasanya berasosiasi dengan pirit, pirotit, dan kalkopirit.
Di indonesia, tempat ditemukan nikel adalah Sulawesi tengah dan Sulawesi Tenggara.
Nikel yang dijumpai berhubungan erat dengan batuan peridotit. Logam yang tidak ditemukan
dalam peridotit itu sendiri, melainkan sebagai hasil lapukan dari batuan tersebut. Mineral
nikelnya adalah garneritProses pembentukan nikel laterit diawali dari proses pelapukan
batuan ultrabasa, dalam hal ini adalah batuan harzburgit. Batuan ini banyak mengandung
Teknik Eksplorasi

Page 10

olivin, piroksen, magnesium silikat dan besi, mineral-mineral tersebut tidak stabil dan mudah
mengalami proses pelapukan. Proses pelapukan dimulai pada batuan ultramafik (peridotit,
dunit, serpentinit), dimana batuan ini banyak mengandung mineral olivin, piroksen,
magnesium silikat dan besi silikat, yang pada umumnya mengandung 0,30 % nikel.
Nikel terbentuk bersama mineral silikat kaya akan unsur Mg (ex;olivin). Olivin adalah
jenis mineral yang tidak stabil selama pelapukan berlangsung. Saprolite adalah produk
pelapukan pertama, meninggalkan sedikitnya 20% fabric dari batuan aslinya (parent rock).
Batas antara batuan dasar, saprolite dan wathering front tidak jelas dan bahkan perubahannya
gradasional. Endapan nikel laterite dicirikan dengan adanya speroidal weathering sepanjang
joints dan fractures ( boulder saprolite). Selama pelapukan berlangsung, Mg larut dan Silika
larut bersama groundwater. Ini menyebabkan fabric dari batuan induknya is totally change.
Sebagai hasilnya, Fe-Oxide mendominasi dengan membentuk lapisan horizontal diatas
saprolite yang sekarang kita kenal sebagai Limonite. Benar bahwa Nikel berasosiasi dengan
Fe-Oxide terutama dari jenis Goethite. Rata-rata nikel berjumlah 1.2 %.
Kegunaan
Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang
bersifat tahan korosi, seperti Invar, Monel, Inconel, dan Hastelloys. Alloy tembaga-Nikel
berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam
untuk mengubah air laut menjadi air segar. Nikel digunakan untuk membuat uang koin,dan
baja. Nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan Nikel yang sangat
halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya
padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan baterai
penyimpanan Edison.
EMAS
Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya
berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), massa jenisnya 19,3 gr/cm 3. Warnanya kuning emas,
kekerasaanya rendah sehingga dapat dipotong dengan pisau dan mudah diubah bentuknya.
Bentuknya di alam tidak teratur, ukuran butirnya bervariasi tetapi sering kali mikroskopis dan
bahkan sukar dilihat. Mineral pembawa emas biasanya berpadu dengan mineral ikutan
(gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar,
dan sejumlah kecil mineral nonlogam. Mineral pembawa emas juga berpadu dengan endapan
sulfida yang telah teroksidasi. Mineral pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas
telurida, sejumlah paduan dan senyawa emas dengan unsur-unsur belerang Emas berasal dari
suatu reservoar yaitu inti bumi dimana air magmatik yang mengandung ion sulfida, ion
klorida, ion natrium, dan ion kalium mengangkut logam emas ke permukaan
bumi.Kecenderungan terdapatnya emas terdapat pada zona epithermal atau disebut zona
alterasi hidrothermal. Zona alterasi hidrotermal merupakan suatu zona dimana air yang
berasal dari magma atau disebut air magmatik bergerak naik kepermukaan bumi. Celah dari
hasil aktivitas Gunungapi menyebabkan air magmatik yang bertekanan tinggi naik ke
permukaan bumi. Saat air magmatik yang yang berwujud uap mencapai permukaan bumi
terjadi kontak dengan air meteorik yang menyebabkan ion sulfida dan ion klorida yang
membawa emas terendapkan. Air meteorik biasanya menempati zona-zona retakan-retakan
batuan beku yang mengalami proses alterasi akibat pemanasan oleh air magmatik. Seiring
dengan makin bertambahnya endapan dalam retakan-retakan tersebut, semakin lama retakanretakan tersebut tertutup oleh akumulasi endapan dari logam-logam yang mengandung ionion kompleks yang mengandung emas. Zona alterasi yang potensial mengandung emas dapat
diidentifikasi dengan melihat lapisan pirit atau tembaga pada suatu reservoar yang tersusun
Teknik Eksplorasi

Page 11

atas batuan intrusif misalnya granit atau diorite. Emas terbentuk dari proses magmatisme atau
pengendapan di permukaan.

Kegunaan
emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan
sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan
berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di
seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan
dalam mata uang dolar amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter lazimnya
berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai kilogram.
BELERANG

Belerang ini muncul dari perut bumi karena aktivitas magma yang mendorong air
darisumber mata air keluar ke permukaan bumi dengan membawa belerang Belerang atau
Sulfur ditemukan di alam dalam dua bentuk, sebagai belerang alam dan bersenyawa dengan
logam-logam lain. Sebagai belerang alam ditemukan dalam bentuk kristalbelerang ( hamper
murni ), dan dalam bentuk lumpur ( 40-60% ). Belerang Kristal berwarna kuning agak gelap
karena adanya impurities, goresan putih, mengkilat, rasa batu ambar, belahan berbentuk
konkoidal dan tidak rata, kekerasan 1,5-2,5, B.d 2,05 kalau dibakar berwarna biru dan
menghasilkan gas SO2 juga berbau tidak enak. Belerang alam biasanya ditemukan pada
Teknik Eksplorasi

Page 12

gunung-gunung berapi atau sumber air panas. Semua cebakan belerang yang ditemukan di
Indonesia, proses terjadinya mempunyai hubungan erat dengan aktivitas gunung api. Cebakan
belerang ini terbentuk oleh kegiatan-kegiatan solfatar, fumalora atau sebagai akibat dari gasgas dan larutan-larutan yang mengandung belerang yang keluar dari dalam bumi. Cebakan
belerang yang beraasal dari gunung api seperti kerak belerang, aliran belerang, belerang
sedimenter dan cebakan hydrothenmal metasomatik. Belerang dalam senyawa dengan logamlogam yaitu Pyrite, Chalcopyrite, Galena dan lain-lain. Pada Negara yang tidak mempunyai
belerang alam bentuk ini pun dapat dipakai untuk keperluan tertentu.
Kegunaan
1. Mengobati gigitan binatang berbisa
2. Menghilangkan jerawat, panu atau kurap.
3. .Air belerang bisa menghilangkan pegal-pegal, rematik dan dapat juga digunakan
untuk relaksasi
4. Sebagian besar belerang dijadikan asam belerang yang merupakan bahan penting
dalam pembuatan pupuk serta dalam industri kimia lainnya seperti bahan obat-obatan,
racun serangga, bahan peledak, dan bahan korek api juga digunakan untuk
pengolahan mineral, nikel dan pembersih minyak.

TEMBAGA

Logam tembaga, proses genesanya berada dalam lingkungan magmatik, yaitu suatu
proses yang berhubungan langsung dengan intrusi magma. Bila magma mengkristal maka
terbentuklah batuan beku atau produk-produk lain. Produk lain itu dapat berupa mineralmineral yang merupakan hasil suatu konsentrasi dari sejumlah elemen-elemen minor yang
terdapat dalam cairan sisa. Pada keadaan tertentu magma dapat naik ke permukaan bumi
melalui rekahan-rekahan (bagian lemah dari batuan) membentuk terowongan (intrusi). Ketika
Teknik Eksplorasi

Page 13

mendekati permukaan bumii, tekanan magma berkurang yang menyebabkan bahan volatile
terlepas dan temperatur yang turun menyebabkan bahan non volatile akan terinjeksi ke
permukaan lemah dari batuan samping (country rock) sehingga akan terbentuk pegmatite dan
hidrotermal.
Kegunaan
a) Sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo.
b) Paduan logam. Paduan tembaga 70% dengan seng 30% disebut kuningan, sedangkan
paduan tembaga 80% dengan timah putih 20% disebut perunggu. Perunggu yang
mengandung sejumlah fosfor digunakan dalam industri arloji dan galvanometer. Kuningan
memiliki warna seperti emas sehingga banyak digunakan sebagai perhiasan atau ornamenornamen. Sedangkan perunggu banyak dijadikan sebagai perhiasan dan digunakan pula pada
seni patung. Kuningan dan perunggu berturut-turut seperti yang tertera pada gambar
c) Mata uang dan perkakas-perkakas yang terbuat dari emas dan perak selalu mengndung
tembaga untuk menambah kekuatan dan kekerasannya. Gambar mata uang yang terbuat dari
emas:
d) Sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian dari kapal.
e) Serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi
metanal.

BATUAN
Latar Belakang Di bumi ini terdapat banyak sekali kandungan sumber daya alamnya,
diantaranya yaitu batuan dan bahan tambang. Batuan dan bahan tambang mempunyai
manfaat yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Batuan merupakan kumpulan dari satu
atau lebih mineral, batuan penyusun kerak bumi berdasarkan kejadiannnya (genesis), tekstur,
dan komposisi mineralnya dapat dibagi menjadi 3, yaitu : Batuan beku (Igneous Rocks),
Batuan sedimen (Sedimentary Rocks), Batuan metamof/malihan (Metamorphic Rocks).
Batuan dan mineral merupakan sumber daya alam yang banyak dibutuhkan dan digunakan
untuk kehidupan manusia, dan bahan dasar industri. Batuan terbentuk dari kumpulan magma
yang membeku di permukaan bumi dan berakhir menjadi berbagai jenis batuan. Sedangkan
mineral terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu
dan memiliki atom-atom yang tersusun secara teratur, mineral merupakan komponen batuan
yang membentuk lapisan kerak bumi. Bahan tambang di Indonesia terdapat di darat dan di
laut. Bahan tambang jika diolah memerlukan modal yang banyak, tenaga ahli dan teknologi
yang tinggi. Sedangkan untuk memperolehnya, dapat juga dilakukan secara tradisional seperti
mendulang emas dan lain-lain.
Batuan Beku Batuan beku berasal dari cairan magma yang membeku akibat
mengalami pendinginan. Menurut ilmu petrologi semua bahan beku terbentuk dari magma
karena membekunya lelehan silikat yang cair dan pijar. Magma yang cair dan pijar itu berada
di dalam bumi dan oleh kekuatan gas yang larut di dalamnya naik ke atas mencari tempattempat yang lemah dalam kerak bumi seperti daerah patahan/rekahan. Magma akan keluar
Teknik Eksplorasi

Page 14

mencapai permukaan bumi melalui pipa gunungapi dan disebut lava, akan tetapi ada pula
magma yang membeku jauh di dalam bumi.

Batuan Beku
Batuan Sedimen Batuan sedimen adalah batuan yang terjadi karena pengendapan
materi hasil erosi. sekitar 80% permukaan benua tertutup batuan sedimen, waluapun
volumnya hanya sekitar 5% dari volum kerak bumi.

Batuan
Sedimen
Batuan Metamorf Adalah batuan yang telah mengalami perubahan dari bentuk asalnya
dari batuan yang sudah ada baik batuan beku, sedimen, ataupun dari batuan matemorf yang
lain. Terjadinya secara fisik dan kimiawi sehingga berbeda dengan batuan induknya.
Perubahan tersebut sebagai akibat dari tekanan, temperatur dan aliran panas baik cair maupun
gas.

Teknik Eksplorasi

Page 15

Batuan
Metamorf
Kegunaan
Batuan Beku
1. Batuan yang mempunyai kerapatan tinggi dan tidak porus sangat baik untuk
keperluan pekerjaan di laut.
2. Batuan yang tidak terpengaruh oleh asam, baik untuk digunakan didaerah industri.
3. Batuan yang berat, keras, dan mempunyai daya tahan yang besar sesuai untuk
digunakan sebagai fondasi bangunan pengeras jalan juga bahan lantai.
4. Batuan yang berwarna indah dan tidak porus dapat digunakan untuk pelapis dinding
atau lantai.
5. Batuan yang umumnya mempunyai berat jenis 2,6, baik untuk digunakan sebagai
bahan pekerjaan teknik berat.
Batuan Sedimen
1.
2.
3.
4.

Untuk bahan dasar bangunan (gypsum)


Untuk bahan bakar (batu bara)
Untuk Pengeras jalan (batu gamping)
Untuk Pondasi rumah (batu gamping)

Batuan Metamorf
1.
2.
3.
4.

Dapat digunakan untuk alat menulis(batu sabak)


Untuk Lantai (marmer)
Untuk Dekorasi bangunan (marmer)
Untuk Batu Nisan (marmer)

Teknik Eksplorasi

Page 16

Teknik Eksplorasi

Page 17