Anda di halaman 1dari 9

MATERI

MARIFATULLAH
SASARAN :
!. Peserta Memahami Pengertian Akidah
2. Peserta Memahami Makna Syahadat
3. Peserta Memahami Konsekwensi Syahadat
4. Peserta Meningkatkan Keimanan Kepada Allah SWT
5. Peserta memahami bagaimana cara mengenal Allah SWT
6. Peserta mengetahui manfaat mengenal Allah SWT

Kata Ilah terdiri atas tiga huruf :HAMZAH, LAM dan HA. Bila kita lihat
dalam, kamus Bahasa Arab mengandung pengertian sebagai berikut:
1. alihtu ilaa fulaanin (aku cenderung kepada fulan)
2. alihur-rahlu yalahu (orang itu mengharapkan seorang yang akan
menolongnya karena tertimpa oleh sesuatu musibah)
3. ilahul pashiili (anak sapi yang tak mau pisah dari induknya)
4. ilahu-alhahu-uluuhataan (mengabdi-pengabdian-adalah pecahan dari
kata yang berarti berlindung-perlindungan)
Dari penjelasan diatas dapatlah dimengerti bahwa kata aliha-yalahuilaahataan berarti menyerahkan atau menitipkan diri supaya selamat dan
terjamin.
Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan bahwa Al-IlaH adal;ah zat yang
harus dipertuhankan sepenuh hati, bahwa dia penuh cinta (mahabbah),
keagungan (ijlal), ampunan (innaba), kemuliaan (ikram), dan kebesaran
(azhim). Hal itu harus kita yakinkan denga rasa rendah diri, kepasrahan , rasa
takut, harapan, dan dengan tawakkal.
Ibnu Taimiyyah mengatakan AL-Ilah adalah zat yang disembah dan
ditaati (Mabudul mutho). Ilah adalah yang harus diibadahi, dan diprtuhankan,
namun yang berhak diibadahi ialah yang merupakan pusat kerinduan (alMahbub), dan hanya kepada Dialah kita patuh berserah diri dengan sungguhsungguh. Oleh karena itu Al_Ilah merupakan pusat kerinduan (almahbub) dan
yang diibadahi (al-mabud). Kita harus sepenuh hati meng-Ilah-kannya sengan
penuh cinta, pasrah, rendah diri, rtasa takut, dan berharap pada Nya.
Ibnu Rajab juga mengatakan bahwa Al-Ilah adalah yang harus ditaati.
Kita pantang memaksiatinya dan harus menganggapnya hebat dan agung
dengan penuh rasa cinta, rasa takut dan tawakkal pada-Nya. Hanya kepadaNya-lah kita patut berdoa dan meminta.
Zamakhasyari mengatakan bahwa Al-Ilah itu termasuk jenis nama-nama
yang terdapat pada sesembahan, baik yang hak maupun yang batil, tetapi pasti
dimenangkan oleh sesembahan yang hak (mabud).
PENGERTIAN AQIDAH
Aqidah merupakan monitor dan pemandu akurat yang dapat mengatur
dan mengarahkan setiap gerak dan langkah manusia, semua hal yang timbull
dari dalam jiwa manusia baik berupa perkataan, perbuatan, gerak, langkah
hingga getaran-getaran yang terdetak dalam hati seseorang sangat bergantung
dengan kemantapan dan ketegaran aqidahnya.

Bagi umat Islam, hal ini mutlak adanya, umat islam harus hidup diatas
suatu keyakinan dasar yang benar, bersih, dan tidak tercampur dengan hal-hal
lain . Inilah yang dimaksud dengan Aqidah.
Secara Bahasa, Aqidah berasal dari kata : Aqada yang bermakna
Maqudah, yang artinya yang terikat (aqada habblu) artinya tambang terikat,
sedangkan (aqdabai) artinya melakukan ikatan kontrak jual beli dan (aqdaal
ahda) artinya mempererat ikatan perjanjian, selain itu juga berasal dari kata
Yaqidu dan Uqdatun, yang berarti : ikatan (Al-rabthu), Janji (Al-Ahdu) ,
keyakinan yang mantap(Al-Jazmu)
Secara Istilah, yang dimaksud dengan Aqidah adalah : Perkara-perkara
yang dibenarkan oleh jiwa dan hati merasa tenang karenanya, serta menjadi
suatu keyakinan bagi pemiliknya, yang tidak dicampuri keraguan sedikitpun.
Aqidah adalah fondasi bangunan umat Islam sehingga sepanjang sejarah
kehidupan manusia, tidak ada suatu generasipun yang dibiarkan kosong oleh
Allah SWT tanpa mengutus Rasulnya kepada mereka. Yang diberi tugas untuk
mengajak kepada keimanan yang benar, serta menanamkan sedalam-dalamnya
akar aqidah dalam hati manusia.
PRINSIP DASAR AQIDAH
Keimanan atau aqidah tersusun atas enam perkara :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Iman Kepada Allah.


Iman Kepada Malaikat.
Iman kepada Kitab-kitab Allah.
Iman kepada Nabi-nabi dan Rsaul. Allah SWT
Iman kepada Hari Akhir.
Iman kepada Takdir (Qadha dan Qadhar)

Keenam prinsip iman di atas saling berkait satu sama lainnya. Keimanan kepada
Allah Swt merupakan puncak dari segala prinsip tersebut, karena prinsip yang
lain merupakan ciptaan-Nya. Selanjutnya barulah kita beriman kepada
Malaikat,kitab,rasul, hari akhir dan takdir.
Penegertian Syahadat
Asyhadu berarti : saya bersyahadat , sedangkan secara bahasa
Syahadat memepunyai arti pernyataan jiwa (AL Ilanu), Janji (AL Wadu). Dan
sekaligus sumpah (AL Qosamu). Kata syahadat merupakan bentuk Fiil
Mudhari (berbentuk sekarang dan masa yang akan datang). Maka pernytaan,
janji,, dan sumpah seseorang yang telah bersayahadat tidak hanya berlaku pada
detik diucapkannya saja, tetapi juga untuk waktu selanjutnya. ia berlaku dan
mengikat sepanjang hayat. Setiap detiknya menuntut pembuktian dari syahdat
orang tersebut (senentiasa sedang dan terus berlangsung).
Dengan melihat arti secara bahasanya, kita dapat merasakan betapa
beratnya perkataan Ashadu yang diucapkan seseorang. Kerena dia bukan
hanya sekedar : Pernyataan saja, janji atau sumpah saja, melainkan ketiganya
sekaligus.
Syahadat ini bukan hanya sekedar penyataan ya atau tidaknya saja yang
menjadi masalah, konsekwensi dibelakang pernyataan itulah yang harus
diperhitungkan karena harus ditangggung oleh orang yang membuat pernyataan.
Ketika seseorang mengucapkan syahadat pada hakekatnya dia sedang
mengumumkan proklamasi dirinya yang terbebas dari semua ikatan kecuali
ikatan Allah. Sejak saat itu pula ia mengumumkan bahwa ia berada dengan
yang lainya. Segala atribut dan identitas yang ia sandang kini memcerminkan arti
proklamasi yang dikumandangkannya.

. Kalau mereka berpaling, kamu katakanlah (kepadanya) : saksikanlah


bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah)
(QS, Ali Imran :64)
Itulah kenapa pada masa Rasulullah , banyak pemuka-pemuka Quraish
termasuk paman beliau tidak mau mengucapkan dua kalimat syahadat, bukan
karena dia tidak dapat mengucapkannya, tetapI karena dia tidak sanggup
menanggung konsekwensi di balik pernyataan dua kalimat syahadat tersebut.
Sebagai sebuah janji, syhadat mempeunyai keterikatan dengan orang
yang mengucapkannya. Seseorang yang bersyahadat sebenarnya dia tengah
berjanji. Janji yan g berlaku semenjak ruh masuk kedalam jasad kita, ketika kita
masih didalam rahim hingga hari kiamat kelak, sebagaimana bunyi firman Allah :
Dan ingalah ketika Rabb-mu mengeluarkan keturunan anak adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya
berfirman) : bukankah aku ini Rabb-mu ?, mereka menjawab, betul
(engkau Rabb kami) kami menjadi saksi ,(Kami lakukan yang demikian
itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan :sesunggauhnya kami
(bani adam)adal;ah orang-orang yang lemah terhadap ini (ke-Esa-an
Allah), (QS.AL-Araaf: 172)
Janji adalah hutang yang harus ditepati, karena itu kehidupan seorang
muslim sepenuhnya berada dalam aturan Allah SWT sebagai realitas untuk
menepati janjinya, janji untuk menjadikan Allah sebagai Rabb dengan segala
hak-Nya. Hak untuk ditaati, dipatuhi, dicintai dan diperhatikan kehendak dan
kemauan-Nya.
Sedangkan syahadat sebagai sumpah, sebagai mana sifat sumpah yang
tidak diucapkan setiap saat, hanya digunakan dalam keadan darurat. Sehingga
harga sumpah itu mahal. Sumpah digunakan untuk mengukuhkan atau
membangun rasa percaya . Ada kalanya yang hendak dikukuhkan atau hendak
dibangun adalah kepercayaan pihak lain atau ada kala nya kepercayaan diri
sendiri. Sumpah lebih berat dari sekedar pernyataan dan janji, karena disamping
konsekwensi yang akan dihadapi disadari sepenuhnya, orang yang
bersangkutan telah memilih sendiri konsekwensi tertentu yang konkrit sehingga
tidak dapat lagi menghindar. Maka. Dapat kita simpulkan ada tiga tahapan
dalam Syahadatain yaitu:
1. Diucapkan dengan lidah (lisan)
Tahapan pertama adalah kita ucapkan dengan lisan kita, dengan penuh
keyakinan dan kepasrahan kepada Nya. Karena bagaimana pun juga sumpah
kita ini akan kita pertanggungjawabkan.
2. Dibenarkan dengan hati
hati merupakan pusat dari jiwa, dengan bersyahadat seorang muslim akan
terhindar dari hati yang jahat, kotor dan hati yang tak bertuhan. Hati merupakan
pusat segala aktivitas dari kehidupan ruh manusia.
3. Diamalkan dengan perbuatan
Inilah apa yang kita namakan akhlaq, sebagai manifestasi dari syahaday
yang kita ucapkan denag lisan dan kita benarkan di dalam hati. Keseimbangan
antara ucapan, pembenaran dalam hati dengan amal perbuatan maka manusia
akan mencapai derajat ketaqwaan dan insan kamil (manusia yang sempurna)
Urgensi Syahadat
Ada beberapa alasan utama kenapa kalimat syahadat tersebut memiliki
fungsi yang fundamental dalam Islam :

1. Syahadat Merupakan Pintu Gerbang Memasuki Islam


Amalan pertama yang harus dilakukan seseorang yang akan masuk Islam
adalah mengucapkan dua kalimat Syahadat. Dengan kalimat inilah yang akan
membawa seseorang kepada keselamatan dan kenikmatan yang besar disisi
Allah.
Dari Muaz berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barang
siapa yang akhir katanya (ketika menjelang ajal) Laa Ilaha Illallaah, maka
pasti dia akan masuk surga. (HR. Ahmad dan Abu Daud)

2. Syahadat merupakan Inti Sari Ajaran Islam.


Konsep Ibadah,akhlaq dan Syariat dalam Islam mengacu kepada makna
syahadat. Ketika seorang muslim melaksanakan ibadah, maka pada
hakekatnya dia sedang merealisasikan janji yang terkandung dalam syahadat
ini. Begitu pula jika aturan ekonomi, politik, sosial budaya semuanya selaras
ajaran Islam, juga merupakan penjabaran dari makna yang terkandung dari
kalimat syahadat, dan Allah akan membalas semua itu dengan kebaikan yang
berlipat ganda.
3. Syahadat merupakan dasar-dasar perubahan.
Dengan arti kata, syahadat merupakan dasar-dasar perubahan status,
keyakinan dan sikap perbuatan seseorang yang sebelumnya masih hidup
dalam nilai - nilai jahiliyah menjadi seorang muslim. Yang senantiasa
membatasi dirinya utnuk hidup dalam nilai-nilai Islam, dengan ketundukan
yang total kepada aturan-atuiran Allah SWT.

4. Syahadat (Khususnya syahadat Uluhiyah : Asyhadualla Ilaha iIlallah)

adalah hakekat dawah para rasul.


Mulai dari nabi Adam AS sampai nabi Muhammad SAW, kesemuanya
memperjuangkan dan menegakan hal yang sama, yaitu tentang keesaan
Allah, mentauhidkan Allah. Inilah makna Aqidah yang ditegakan oleh semua
Nabi dan Rasul.

5. Syahadat merupakan keutamaan yang besar


Merupakan keutamaan yang mendasar dalam hidup manusia untuk
mengetahui dan mengakui ke-Esaan Allah. Karena sesunggauhnya kepada
Allahlah ketergantungan hidup manusia. Sedangkan ketergantungan manusia
akan hal-hal yang lain harus dihilangkan.
MAKNA SYHADATAIN
Kalimat syahadat memeiliki dua pengertian, syahdat uluhiyah: Yaitu
Laailaha Iallah, dan syahadat Risalah : yaitu Muhammmadarrasulullah. Dalam
pembahasan makna Aqidah, pembahasan tentang Syahadat Uluhiyah, akan kita
bahas lebih lanjut, terutama tentang pengertian Allah dan Illah yang terdapat
pada kalimat tersebut.
Mana Allah dan Ilah
Sebelum membahas tentang pengertian kalimat syahadat,adalah lebih
baik terlebih dahulu untuk membahasa tentang makna Allah dan Illah sebagai
mana yang terkandung dalam kalimat Laaillahillallah.
La, berarti menafikan. Maksudnya adalah bagaimana seorang manusia untuk
menafikan/meniadakan sembahan-sembahan, baik itu yang berada didalam
dirinya, ataupun yang berada diluar dirinya.
Illah, berarti sesuatu yang dicintai, digandrungi, hati selalu terpaut kepadnya,
serta rela berkorban hanya untuknya. Dengan pengertian ini , berarti apa yang

sangat dicintai oleh seseorang,sangat digandrunginya, dan diutamakannya dari


yang lain, maka berartiitulah Ilanya/tuhannya.
Illa, berarti pengecualiaan, yaitu mengecualikan sembahan-sembahan yang lain,
kecuali kepada apa yang diperintahkan.
Allah, yaitu zat yang mulia,agung, yang seharuysnya m enjadi sembahan
manusia, dengan menafikan sembahan-sembahan yang lain, kecuali hanya
kepada Allah.
Illah dalam bahasa arab berarti sesuatu yang paling dipentingkan, yang paling
dicintai, sehingga kita rela mengorbankan apa saja untuk mendapatkan
redhanya. Bisa juga pengertiannya sesuatu yang membuat kita tenang kita
mengingatnya,atau sesuatu membuat kita gelisah jika jauh darinya.. Dari
pengertian ini dapat kita katakan bahwa sesungguhnya tidak ada manusia yang
tidak bertuhan..Apa yang dipentingkannya, itulah tuhan dia, Baik materi maupun
imateri bisa menjadi tuhan kita,Ada orang yang menjadikan hawa nafsunya
sebagi tuhan/illahnya, dan ada orang yang menjadikan keluarga, wanita, harta
dan tahta sebagai ilahnya Disamping itu ada pula orang yang menyandingkan
ilah-ilahitu dengan Allah SWT mereka mencintai ilah selain Allah itu sama, atau
bahkan kadang melebihi dari cintanya kepada Allah.
Dan antara manusia orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman, amat sangat cinta kepada Allah. Dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa(pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyan Allah semuanya,
dan bahwa Allah amat berat siksaanya-NYA (niscaya mereka menyesal) (QS. AL
Baqarah :165).
Jadi makna kalimat Laailahaillallah, sesuai dengan pengertian diatas
adalah meniadakan ilah-ilah selain Allah menjadikan Allah sebagai satu-satunya
ilah. Hanya Allah yang kita pentingkan. Hanya Allah tempat bergantung. Dan
hanya Allah-lah yang kita cintai,rindui,gandrungi dan kita gelisahi, jauh diatas
segalanya. Ibadahkita hanyalah upaya agar kita lebih dicintai Allah. Zikir kita
nerupakan bukti sejauh mana keberhasilan kita menghilangkan ilah-ilah yang lain
dari dalam kehidupan kita.
Syahadat Risalah bukan hanya sekedar pengakuan terhadap rasulullah
sebagai utusan Allah SWT untuk semesta alam ini, tetapi menuntut suatu
konsekwensi kesiapan kita untuk menjadikan Rasulullah sebagai uswah(contoh)
dalam setiap aspek kehidupan.
Dan tidaklah kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk
menjadi rahmat bagi alam semesta (QS AL Anbiyaa :!07).
sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik
bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah,
keselamatanm pada hari akhir dan dia banyak menyebut Allah .(QS Al
Ahzab :21)
Jika kedua pengertian syahadat ini kita gabungkan, maka segala identitas
dan simbol yang ada pada diri kita harus merupakan bentuk nyata dari manana
kalimat syahadat yang kita pahami. Apa yang ada dalam hati kita, apa yang
menyinari pemikiran kita dan apa yang tampil dalam perbuatan lahir kita sebagai
oarang yang telah bersyahadat. Kalimat syhadat yang selalu kita baca dalam
setiap kali shalat,seharusnya menjadi pegangan dalam bertindak dan
bertuturkata. Ia tidak hanya semata pengulangan kalimat yang akan bisa
,membawa seseorang mendapat surga Allah. Tetapi ketetapan hati untuk
senantiasa melaksaanakannya.

Dengan pemahaman yang benar inilah Rasulullhah dan parasahabaatnya


dulu maju
mengagungkan kalimat
syahadat dalam setiap detik
kehidupannya.Bagi mereka hanya ada satu harapan dalam kehidupan.
Mendapatkan keredhaan Allah dalam setiap langkah dan gerkanya, dengan
dilandasai iman yang teguh yang senantiasa menjaga kebersihan hati dan
imannya.
Seseorang yang mengenal Allah, ia akan tahu tujuan hidupnya, tujuan
mengapa ia ciptakan dan untuk apa ia berada diatas dunia ini, sehingga ketika ia
beribadah atau melaksanakan sesuatu ia menyadari makna dari semua yang ia
lakukan dan semua yang ia dapatkan atau alami, baik berupa kesulitan maupun
kemudahan duniawi. Telah berbagai cara yang banyak dilakukan oleh manusia
untuk mengenal Allah namun sebagaian dari mereka tidak dapat mencapai
tujuan tersebut, hanya cara yang Allah berikan dan petunjuk yang dapat kita ikuti
Menurut Ibnul Qayyim, jalan yang dapat digunakan manusia dalam rangka
Marifatullah, yaitu :
Melihat tanda-tanda kekuasaan Allah (ayat kauniah)
Lihatlah setiap hal disekeliling kjita sampai yang paling kecil sekalipun,
lalu dalam dirikita, bukankah semua itu adalah ayat-ayat Allah yang bersatu
dalam harmoni yang begitu indah yang dapat kita ambil hikmahnya, sesuai
QSAli Imran :190-191 dan Al Baqarah :164
Merenungi dan Mentadaburi aya-ayat Qouliyah (Quraniyah)
Allah menyeru kita untuk merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Alquran,seperti Firmanya dalam QS An-Nisa :82, Al Muminun :68, dan Shad
:2. Banyak penelitian Ilmiah yang telah membuktikan kebenaran Al-quran
dan diakui oleh para pakar barat yang jujur, salah satunya adalah penyebutan
Al-quran tentang fase-fase pertumbuhan janin (QS Al-Muminum:12-14). Ini
merupakan deskripsi detail yang hanya dikenal oleh sains dan kedokteran
modern serta dibuktikan oleh dokter-dokter dan ilmuwan-ilmuwan yang
mengambil spesialisasi kandungan
QS. Fushshilat:53)
Memahami dan mencotoh Asmaaul Husna
(QS. AL Hasyr:24)
Yang dimaksud marifatullah melalui asmaaul Husna adalah bersikap sesuai
dengan apa yang diajarkan didalam nash wahyu tentang sifat-sifat Allah dan
asma-asma-Nya. Selanjutnya, baik sifat-sifat maupun asma-asma tersebut
ditetapkan sebagaimana apa adanya,sehingga marifatnya kepada Allah tidak
akan rusak oleh penakwilan, pengurangan dan penyelewengan.
Manfaat Marifatullah (mengenal Allah Swt)
Seorang muslim mengenal Allah Azza wa Jalla adalah ilmu yang paling
asas kedududkannya dalam Islam, sanagat penting, tinggi dan mulia.
Marifatullah merupakan asas dibangunkan segala amal dalam kehidupan, dan
dari sanalah dibangun Marifatur Rasul dan Marifatul Islam secara utuh.
Marifatullah merupakan sepenting-penting kewajiban yang mesti diketahui oleh
insan, sebab apabila seseorang melakukan amal ibadah tampa didadari marifat
kepada Allah maka sia-sialah seluruh aktivuitas kehidupannya (Al Furqon :2223). Maka manfaat mengenal Allah Swt adalah sebagai berikut:
1. Marifatullah merupakan puncak kesadfaran yang akan menentukan
perjalanan hidup manusia selanjutnya.
marifatullah menjelaskan tujuan hidup manusia yang sesungguhnya (QS
47:12). Bahkan, akhir kehidupan ini. Marifatullah adalah akan membawa
pengaruh
yang akan meluruskan eksistensi and orientasi hidup
manusia. Jika seorang Insan
menegakkan
prinsip-prinsip

marifatullah, maka Insya Allah alam semesta ini akan Allah Swt tundukan untuk melayaninya. Dengan fasilitas itulah, dia kemudian akan
memperoleh kemudahan dalam setiap urusan dihadapinya.
2. Marifatullah merupakan asas (landasan) perjalanan ruhiyyah (spiritual)
manusia secara keseluruhan.
Seseorang yang mengenal Allah Swt akan senantiasa merasa lapang,
tenang, dan sabar dalam kehidupan. Sabda Rasul:amat mengherankan
urusan
orang mukmin itu, dan tidak terdapat pada siapapun kecuali
mukmin, jika ditimpa
musibah ia sabar, dan diberi karunia ia
bersyukur (HR Muslim)Begitulah Rasulullah
yang memuji sekaligus
heran dengan keadaan seorang mukmin yang benar-benar mengenal
Allah Swt. Marifatullah bekal untuk meraih prestasi hidup setinggi tingginya. Bagi manusia yang mengenal Allah Swt dan telah mengapai
Cinta-Nya, maka ia dianmugrahi Ruyah Shadiqahg (Pengelihatan hati
yang benar).
3. Orang yang mengenal Allah Swt akan selalu berusaha dan bekerja untuk
mendapatkan Ridho Allah Swt, tidak untuk memuaskan hawa nafsu dan
syahwatnya. Kerihdoan-Nya inilah yang memebuat seorang mukmin
mempunyai semangat dalam setiap perilakudan akhlaq kehidupannya
yang membuatnya yakin dan ikhlas atas semua yang ia lakukan dalam
kehidupan.
4. Marifatullah mendorong manusi mukmin untuk mengenal nabi dan Para
rasul, karena merekalah yang mengenal Allah Swt.
Juga mendorongnya untuk mengenali alam semesta , malaikat, jin, dan
ruh dengan menggunakan akal pikiran dan hati yang dianugrahkan Allah
Swt. Figur teladan dari Marifatullah adalah rasulullah Saw. Rasul
bersabda: Sayalah orang yang paling mengenal Allah Swt dan yang
paling takut kepadaNya (HR. Bukhari dan Muslim). Untuk mengenal Allah
maka ada beberapa fenomena yang dapat menambah keyakinan kita. Hal
ini karena pada zaman modern ini orang - orang kafir mensyaratkan
pembuktian Allah melalui penglihatan dan pendengaran. Inilah paham
materialisme dan kapitalisme. Hal ini karena kebodohan (QS 2:118),
kesombongan (QS 25:21-22), penyimpangan (al mumin :36-37) dan
kezhaliman (QS 2:55).
5. Marifatullah sangat penting untuk merevolusi pribadi manusia, untuk
mengubah kearah kebaikan.
Perubahan hakiki pada dasarnya bisa terjadi jika kita-kita mempunyai
kekyakinan yang kuat kepada Sang Khalik. Perubahan keyakinan daari
keyakinan jahiliyyah (aqidah jahiliyyah) atau keyakinan kegelapan
(aqidah Zhullumat),
menenuju keyakinan Ilahi (aqidah Ilahiyyah).
Inilah disebut hidayah. Hidayat membawa kita pada keimanan. Dengan
Iman pengecut menjadi pemberani, pemalas menjadi semangat, lemah
menjadi kuat, penjahat menjadi pentaubat, hidup jahil menjadi penuh
kebaikan dan sebagainya. Pendek kata kunci perubahan diri adalah
membangun keyakinan yang kuat akan adanya Allah Swt.
6. Marifatullah untuk meningkatkan iman dan taqwa (Ats-Tsamrah Ziyaadah
Al-Iimaan wa At-Taqwa).
Setiap ayat Allah Swt (qauliyah maupun Qauniyyah) akan menjadi bahan
berpikir dan penambahan keiman dan ketaqwaan Surga adalah tempat
abadi yang telah dijanjikan Allah bagi hamba yang di Ridhoi-Nya. Dari
pengenalan Allah kita akan mendapat kebahagian dunia dan akhirat.
Kebahagian dunia diantaranya mendapat kebebasan (Al Huriyyah)

memberikan ketengan (Asth-Thumaninah ), memperoleh keberkahan (Al


Barakaah), memberikan keamanan, menjadi pemimpin dunia dan
mendapatkan kehidupan yang baik (Al Hayaah Ath-Thayyibah).
Kebahagian diakhirat kita akan dimasukkan ke surga dengan keridhoanNya.
Indeks Ayat
Pengertian akidah
Secara bahasa2:256
Secara istilah 49:14-15
Pengertian syahadat 3:64 7: 172
Urgensi syahadat :
Pintu gerbang memasuki islam .
Hadist
Intisari ajaran Islam :3:85
Dasar perubahan
Hakekat dawah rasul 3:64,79
Makna syahadat : (QS 2:165,21,107 33 :
21 )
Menegnal Allah (QS 20:124)
Jalan menuju marifatullah :(QS3 :140141)
Melihat tanda kebesaran (QS 2:164)
Ayat Kauliyah (QS 4:28,23:68, 38:2,
23 :12-14, 41:53)
Memahami dan menocontoh asmaul
husna
(QS 59:24)
Penghalang marifatullah :
Sifat yang berasal dari sahwat :fasiq
(2:26,27,59:19)Sombong(QS16:22,40
:35,7:12)Zalim(Q.16:7,32:22)dusta(Q.
2:10,77:[10ayat])banyak
dosa
(q.83:14)
Sifat yang berasal dari subhat
Jahil (Q39:65)Ragu-ragu (Q22:55)
Menyimpang(Q5:13)
Lalai (Q.7:179)

Bacaan
Al islam (said hawa)
Al Islam (Dr Bustanudin Agus)
Kuliah Aqidah Tauhid
(Drs.H.Yunahar Ilyas.LC)
Kuliah Tauhid
(DrsImanudin A>R)
Dasar-dasar Islam
(Abu Ala Al Maududi)
Koreksi
terhadap
pemahaman
Lailahaillaulah
(Muhammad Qutub)
Prinsip-prinsip Islam
Abu Ala Al-maududi
Menuju Umat terbaik
Ahmad yani
Fiqhud dawah
Muhammad nasir
Marifatullah
Dr Irwan prayitno
Peasn-pesan spritual ibnul qaiyim. GIP
www.eramuslim.com
www.aldakwah.com

KOLOM

Cobalah Mencintai-Nya
eramuslim - Cinta mungkin sebuah kata agung yang paling sering membuat seseorang
tergugu di hadapannya. Segala teori dan argumentasi yang dilontarkan akan lumpuh
begitu saja saat kita sendiri yang mengalami bagaimana hebatnya cinta itu mempengaruhi
diri kita. Mungkin sulit dipahami bagi orang yang sedang tak mencinta, bagaimana rasa
cinta itu menjelma menjadi ratusan ribu pulsa telepon, berlimpahnya waktu untuk
menunggu yang terkasih walau kita sedang dalam deadline ketat, terbuka lebarnya mata
mengerjakan tugas-tugas demi membantu yang tersayang. Bongkahan pengorbanan yang
tak rela dipecahkan
Merasakan cinta seperti merasakan hangatnya matahari. Kita selalu merasa kehangatan
itu akan terus menyirami diri. Setiap pagi menanti mentari, tak pernah terpikirkan akan
turun hujan atau badai karena kita percaya semua itu pasti akan berlalu dan mentari akan
kembali, menghangati ujung kaki dan tangan yang sedikit membeku. Mentari ada di sana,
dan dia pasti setia.

Terkadang kita lupa, matahari yang hidup dan mengisi hidup itu adalah hamba dari
Penguasa kehidupan, kehidupan kita, kehidupan matahari. Satu waktu matahari harus
pergi, walau ia tak pernah meminta, walau pinta tak pernah kita ucapkan. Jadi, ia akan
pergi, apapun yang terjadi. Karena ini adalah kehendak-Nya. Segala yang ada di dunia ini
tidak pernah abadi, karenanya ia bisa pergi. Selamanya, bukan sementara. Inilah dunia.
Senang atau tidak, kita hanya bisa terima. Mungkin kita ingin protes, ingin teriak; betapa
tak adilnya! Tapi kita cuma akan dijawab oleh tebing karang yang bisu, atau lolongan
anjing dari kejauhan yang terdengar mengejek. Mungkin kita kecewa dan ingin
mengakhiri hidup. Mungkin kita begitu ingin memukul, tapi cuma angin yang bisa
dikenai. Sekarang coba dulu lihat, apakah itu mengubah apa pun? Tak ada yang berubah
kecuali semakin dalamnya rasa sakit itu.
Maka ketika kuasa-Nya yang mutlak menjambak cinta sementara kita pada matahari, kita
bisa apa? Karena kita cuma hamba, kita cuma budak! Kita hanya bisa menelan kepahitan
yang kita ciptakan sendiri.
Mungkin yang perlu kita jawab; mengapa kita melabuhkan cinta begitu besarnya pada
manusia? Padahal kita tahu tak ada yang abadi di dunia ini. Mengapa?
Allah menciptakan cinta di antara manusia. Dia yang paling hebat, paling tahu bagaimana
cinta itu, bagaimana mencintai, bagaimana dicintai. Kenapa kita begitu sok, merasa
paling mencintai, merasa paling dicintai, merasa memiliki segalanya dengan cinta.
Padahal cinta itu cuma dari manusia, untuk manusia. Dan suatu hari cinta itu akan hilang.
Mungkin tak cuma pupus, tapi tak berbekas, tak berjejak. Hanya cinta yang begitukah
yang kita inginkan?
Kenapa kita tak mencoba raih matahari cintanya Allah, yang tak pernah tenggelam dan
tak pernah sirna. Tak pernah usang, tak hancur, dan tak akan pernah sia-sia. Mencintai
Allah? Terlalu abstrak, terlalu aneh. Masa? Itu karena kita tak pernah merasa dekat, tak
pernah berusaha mendekati-Nya. Allah menjadi asing karena kita memposisikan Allah
sebagai sesuatu yang berada di langit yang tinggi dan tak mungkinlah kita mencapainya.
Jangankan mencintai, membayangkan untuk mendekatinya saja tak mungkin.
Tahukah kamu, Dia menawarkan cinta-Nya untuk kita. Hebat kan? Kita? Manusia yang
hina dina yang berasal dari setetes sperma yang hina? Ditawarkan cinta dari pembuat
cinta? Cck ckk Apa nggak salah, nih? Kemudian kita malah menolak dan menjauh?
Wah wah betapa bodohnya ...
Kalau cinta seperti itu tertolak, cinta apa lagi yang kita harapkan? Cinta yang membawa
pada kekecewaan, rasa sakit, atau derita? Cinta yang hanya mekar semusim lalu luruh tak
berbekas, bahkan wanginya. Percayalah cinta yang ditawarkan-Nya tak pernah
menguncup, mekar, atau luruh. cinta-Nya abadi, mekar selamanya. Dan Dia akan
memberi kita cinta dari manusia. Mentari itu terus di sana, kapan dan di manapun kita
ingin merasakan hangatnya. Kita punya cinta dari Allah.
Apakah kita tak berniat membalas ketulusan cinta itu?
al Birru
emine_mm@maktoob.com
GIP Depok, 10 Juli 2003
HIKMAH
Sesaat Mengingat Allah
Sesaat mengingat Allah, kebesaran dan keagunga-Nya yang dilakukan oleh seorang
mukmin, akan bisa melupakannya dari penderitaan dan kesedihan, ini lebih baik dari
waktu berhari-hari yang digunakan seorang yang lalai untuk mendengarkan lagu-lagu
dan musik yang diharapkan bisa menghilangkan kesulitan dan kekecewaan.