Anda di halaman 1dari 42

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

POST CLEARANCE AUDIT

Disusun Oleh:

Tim Penyusunan Modul


Pusdiklat Bea dan Cukai
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI
2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

POST CLEARANCE AUDIT

Disusun Oleh:

Tim Penyusunan Modul


Pusdiklat Bea dan Cukai
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI
2011

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR .....................................................................................i
DAFTAR ISI ....................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................iv
DAFTAR TABEL ..............................................................................................v
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .... vi
PETA KONSEP MODUL ....vii
MODUL
VERIFIKASI, AKURASI DAN KEABSAHAN DOKUMEN
A. Pendahuluan .... 1
1. Deskripsi Singkat ..................................................1
2. Prasyarat Kompetensi ................................................. 2
3. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) ....................2
4. Relevansi Modul ................. 3
B. KEGIATAN BELAJAR ........................................................................4
1. Kegiatan Belajar (KB) 1 ...................................................4
Pemeriksaan Dokumen
Indikator ..... 4
1.1. Uraian dan contoh ......................................................................4
A. Pentingnya Pemeriksaan Dokumen .............. 5
1) Sebagai alat pemeriksaan yang utama ..5
2) Efektifitas pemeriksaan 5
B. Hambatan dalam pemeriksaan dokumen ...5
C. Kategori Dokumen .. 6
1.2. Latihan 1 ..... 6
1.3. Rangkuman .... 6
1.4. Tes Formatif 1 ........7
1.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................... 8
2. Kegiatan Belajar (KB) 2 ................................................. 9
Prosedur Pemeriksaan Dokumen
Indikator ......... 9
2.1. Uraian dan contoh ......................................................................9

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

ii

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


A. Pendekatan Dalam Pemeriksaan Dokumen ........ 9
B. Prosedur umum dalam pemeriksaan dokumen .................... 11
1) Kunci pokok untuk mengetahui aturan dalam
dokumentasi internal auditee .. 12
2) Kotrol dari buku dan catatan yang diberikan 15
3) Periksa penampilan fisik dokumen ..15
C. Pemeriksaan dokumen yang terkait usaha ..15
1) Pemeriksaan kontrak dan korespondensi .16
2) Verikfikasi pola transaksi 18
3) Verifikasi nilai transaksi ....19
4) Verifikasi Cost Sheet 21
5) Pemeriksaan Ledger impor . 22
D. Pemeriksaan dokumen yang terkait akuntansi ... 23
E. Modus Operandi .. 24
2.2. Latihan 2 ..... 26
2.3. Rangkuman ......26
2.4. Tes Formatif 2 ....27
2.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ................... 28
PENUTUP ... 29
TES SUMATIF ........................................................... 30
KUNCI JAWABAN ( TES FORMATIF DAN TES SUMATIF ) ..... 32
DAFTAR PUSTAKA ... 33

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

iii

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul Gambar

2.1.

pemeriksaan dokumen yang terkait akuntansi dan


dokumen yang terkait usaha..

2.2.

10

Flowchart Of A Prt Of A Purchases-CreditorPayment Cycle.

2.3.

Halaman

13

Flowchart Of A Part Of A Sales-Debtor-Receipts


Cycle..

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

14

iv

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

DAFTAR TABEL
Nomor
2.1

Judul Tabel
Kelebihan dan Kekurangan dalam Pemeriksaan

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Halaman
11

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL


Untuk dapat memahami modul ini secara benar, maka peserta diklat
diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1
sampai dengan Kegiatan Belajar 2.
Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap
berikut ini:
1. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut;
2. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara
membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar
tersebut);
3. Lakukan review materi secara umum, dengan cara membaca kembali
ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus
perhatian pada kegiatan belajar ini;
4. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari;
5. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak
pada bagian akhir modul ini.
6. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut, apabila ternyata
hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 67 (jumlah yang
benar x 100/15), maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan
belajar berikutnya, namun apabila diperoleh angka di bawah 67, maka
peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar
selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 67.
7. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan
belajar telah dilakukan.
8. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini
9. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif, apabila
ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 67 (jumlah
yang benar

x 100/25), maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari

kegiatan belajar

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

vi

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

PETA KONSEP
Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan
kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian
pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara
berkesinambungan selama mempelajari modul.

Kegiatan Belajar 1 Pemeriksaan Dokumen


Materi : Pentingnya Pemeriksaan Dokumen : Sebagai
alat pemeriksaan yang utama, Efektifitas pemeriksaan;
Hambatan dalam pemeriksaan dokumen; Kategori
Dokumen

Kegiatan Belajar 2 Prosedur Pemeriksaan Dokumen


Materi : Pendekatan Dalam Pemeriksaan Dokumen;
Prosedur umum dalam pemeriksaan dokumen : Kunci
pokok untuk mengetahui aturan dalam dokumentasi
internal auditee, Kotrol dari buku dan catatan yang
diberikan, Periksa penampilan fisik dokumen;
Pemeriksaan dokumen yang terkait usaha : Pemeriksaan
kontrak dan korespondensi, Verikfikasi pola transaksi,
Verifikasi nilai transaksi, Verifikasi Cost Sheet,
Pemeriksaan Ledger impor; Pemeriksaan dokumen yang
terkait akuntansi ; Modus Operandi

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

vii

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

A
PENDAHULUAN

MODUL
VERIFIKASI, AKURASI DAN
KEABSAHAN DOKUMEN

1. Diskripsi singkat
Verifikasi, akurasi dan keabsahan dokumen pabean yang dibuat oleh
auditee adalah penting untuk dilakukan, dikarenakan dokumen tersebut adalah
alat pemeriksaan yang utama dan untuk efektifitas pemeriksaan terutama dalam
pemeriksaan audit kepabeanan dan audit cukai.
Dalam modul ini materi dititikberatkan pada alasan pentingnya pembuktian
akurasi dan keabsahan dokumen pabean yang dibuat oleh auditee dan pada
prosedur pemeriksaan dokumen yaitu pemeriksaan dokumen terkait akuntansi
dan pemeriksaan yang dimulai dari dokumen terkait usaha dengan masingmasing kelebihan dan kekurangannya.
Dalam prosedur pemeriksaan dokumen tersebut ada hal-hal yang perlu
diperhatikan, misalnya hal-hal yang penting dalam pemeriksaan dokumen berupa
urutan file, kualitas kertas, pembuat dokumen dan lain sebagainya. Juga hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam memverifikasi dokumen yaitu; misalnya dokumen
kontrak dan korespodensi dan sebagainya.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Selain materi yang tertulis dalam modul ini, dalam pelaksanan pengajaran
di kelas akan diberikan contoh-contoh kasus dan pemecahannya, yang akan
diberikan secara langsung di dalam kelas dalam bentuk diskusi, praktek, kuis dan
sebagainya.

2. Prasarat Kompetensi
DTSS PCA dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap kepada pegawai DJBC baik laki-laki maupun perempuan
dalam melaksanakan audit Kepabeanan dan Cukai. Pegawai DJBC yang dapat
mengikuti diklat ini adalah pelaksana pemeriksa lulusan Diklat Teknis Substantif
Dasar Kepabeanan dan Cukai, atau lulusan Prodip III Spesialisasi Kepabeanan
dan Cukai, atau lulusan Prodip I tapi sudah mengikuti Diklat Teknis Substantif
Spesialisasi Kepabeanan dann Cukai I/II Kurikulum 2006/2007 atau DTSD
Kepabeanan dan Cukai khusus lulusan Prodip I Kurikulum Tahun 2008. Calon
peserta diharapkan berusia maksimal 40 tahun dan dengan pangkat minimal II c.
Secara khusus, agar mampu menguasai dengan baik mata pelajaran Verifikasi,
Akurasi dan Keabsahan Dokumen maka diharapkan sudah memperoleh mata
pelajaran Dasar-dasar Akuntansi, Akuntansi Biaya, dan Inventory Auditing.
Persyaratan-persyaratan tersebut penting karena lingkup tugas yang
akan diemban sebagai auditor Kepabeanan dan Cukai membutuhkan kualifikasi
pegawai yang memadai untuk melakukan audit. Dengan kualifikasi tersebut
tersebut peserta mempunyai kompetensi dasar untuk menjadi seorang auditor
sehingga diharapkan lebih mudah mencerna dan memahami modul ini.

3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


Standar Kompetensi

Setelah memepelajari modul ini, para peserta diklat diharapkan dapat


memahami pemeriksaan verifikasi, akurasi dan keabsahan dokumen yang
berkaitan dengan kepabeanan dan cukai, perlunya dilakukan pemeriksaan serta
hambatannya, kategori dokumen dan prosedur dalam pemeriksaan dokumen.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Kompetensi Dasar

Setelah mempelajari modul ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan


dan memahami :
-

alasan perlunya dilakukan pemeriksaan dokumen

hambatan dalam pemeriksaan dokumen

kategori dokumen

prosedur dalam pemeriksaan dokumen terkait akuntansi

prosedur dalam pemeriksaan dokumen terkait usaha

4. Relevansi Modul
Tugas auditor di Kantor Wilayah Auditor adalah melaksanakan audit
Kepabeanan dan Cukai. Proses audit tersebut dapat dilakukan dengan baik
manakala para pegawai yang bertugas mempunyai bekal pengetahuan,
ketrampilan, dan sikap yang baik dalam melaksanakan audit kepabeanan dan
Cukai.
Untuk dapat melaksanakan audit secara baik pegawai yang bertugas
sebagai auditor

perlu dibekali

dengan pemahaman tentang

pengertian

pentingnya pemeriksaan dokumen dan prosedur pemeriksaan dokumen.


Berdasarkan uraian singkat tersebut terlihat keterkaitan yang erat antara
modul Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen dengan ruang lingkup kerja
auditor. Manfaat modul ini bagi peserta adalah memberikan gambaran yang
lengkap tentang pentingnya

pengelolaan persediaan

dalam perusahaan

sehingga dapat mendukung terciptanya seorang auditor Kepabeanan dan Cukai


yang profesional.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

B
KEGIATAN
BELAJAR
1. Kegiatan Belajar (KB) 1

PEMERIKSAAN DOKUMEN
Indikator Keberhasilan :
Setelah mempelajari materi diharapkan siswa mampu memahami : :

a. Mampu menjelaskan pentingnya pemeriksaan dokumen


b. Mampu menjelaskan hambatan dalam pemeriksaan dokumen
c. Mampu menjelaskan kategori dokumen

1.1. Uraian dan Contoh

Salah satu cara untuk membuktikan akurasi dan keabsahan dokumen


pabean yang dibuat oleh auditee adalah melalui pemeriksaan dokumen dan
pencatatan auditee yang berhubungan dengan transaksi barang. Buku dan
catatan yang diperiksa termasuk hard copy dokumen dan data elektronik yang
dibuat oleh auditee, counterpart dan pihak ketiga dalam proses transaksi,
ditambah dengan data-data akuntansi, slip, kertas kerja dan source document
yang disimpan oleh auditee. Selain itu, buku dan catatan yang diperiksa
termasuk yang dibuat dan disimpan oleh auditee untuk kepentingan audit
manajemen dan general audit.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


A.

Pentingnya Pemeriksaan Dokumen

Ada dua alasan mengapa perlu dilakukan pemeriksaan dokumen yaitu :

1)

Sebagai alat pemeriksaan yang utama

Pemeriksaan dokumen berbeda dengan prosedur audit yang lain,


seperti pemeriksaan menyeluruh dan pemeriksaan fisik barang, dalam hal
pencapaian tujuan audit lapangan. Dengan prosedur audit lain, tidaklah
mudah untuk mencapai tujuan audit apabila tidak dijalankan bersama
dengan prosedur audit yang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa
prosedur audit lain dapat dikatakan sebagai pelengkap dari pemeriksaan
dokumen.

2)

Efektifitas pemeriksaan

Pemeriksaan dokumen sangat efektif untuk mengetahui transaksi


impor barang yang sebenarnya, terutama untuk mengetahui biaya yang
sebenarnya dikeluarkan dalam proses perolehan barang. Paling tidak ada
satu dokumen yang mendukung sebuah transaksi yang dilakukan oleh
auditee dan oleh sebab itu, banyak fakta yang dapat diperoleh dari
sekumpulan dokumen dan catatan dalam pemeriksaan dokumen.

B.

Hambatan Dalam Pemeriksaan Dokumen

Meskipun pemeriksaan dokumen adalah alat yang paling efektif untuk


menguji data dalam pelaksanaan audit lapangan, ada beberapa kondisi yang
menghambat pemeriksaan dokumen, yaitu :
- Auditee tidak menyimpan buku dan catatan yang memadai
- Auditor memeriksa hal-hal yang tidak disajikan dalam buku dan catatan
- Auditor memeriksa hal-hal yang memerlukan pemeriksaan fisik dan/atau
analisa ilmiah dari barang impor

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


C.

Kategori Dokumen

Dokumen yang diperiksa dapat dikategorikan sebagai berikut :


- Dokumen yang tekait dengan usaha, sebagai contoh: kontrak perjualan dan
kontrak pembelian, kontrak bantuan teknik, kontrak komisi, korespondensi.
- Dokumen yang terkait dengan akuntansi, sebagai contoh : pembukuan. L/C,
rekening koran.

1.2. Latihan 1
Jelaskan secara singkat dan jelas materi pada kegiatan belajar 1 ini !

1.3. Rangkuman
1. Akurasi dan keabsahan dokumen pabean yang dibuat oleh auditee perlu
dibuktikan dengan cara dilakukan pemeriksaan dokumen dan pencataan
auditee yang berhubungan dengan transaksi barang. Pemeriksaan
dokumen perlu dilakukan dengan alasan bahwa dokumen adalah alat
pemeriksaan yang utama dan dokumen adalah alat kerja pemeriksaan
sehingga suatu pemeriksaan menjadi efektif.
2. Hambatan-hambatan dalam pemeriksaan dokumen misalnya auditee
tidak menyimpan buku dan catatan yang memadai, auditor memeriksa
hal-hal yang tidak disajikan dalam buku dan catatan atau auditor
memeriksa hal-hal yang memerlukan pemeriksaan fisik atau analisa
ilmiah dari barang impor.
3. Kategori dokumen dapat dibedakan menjadi dokumen yang terkit dengan
usaha dan dokumen yang terkait dengan akuntansi.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


1.4. Test Formatif 1

Setelah mempelajari materi bahan ajr serta rangkuman, agar Saudara mudah
memahami bahan ajar ini, di bawah ini test formatif yang harus Saudara kerjakan
untuk mengetahui sejauh mana pemahaman Saudara atas bahan ajar ini.

Pilihlah jawaban yang Saudara anggap paling benar dengan cara melingkari
jawaban yang tersedia a, b, c atau d.

Lingkarilah huruf B jika jawaban yang tersedia Saudara anggap benar atau
lingkarilah huruf S jika jawaban yang tersedia Saudara anggap salah.
Benar Salah :

1.

B-S

2.

BS

3.

B-S

4,

B-S

5.

B-S

6.

B-S

7.

B-S

8.

BS

9.

BS

10. B - S

Buku dan catatan yang diperiksa termasuk data elektronik yang


dibuat oleh auditee.
Pemeriksaan verifikasi, akurasi dan keabsahan dokumen tidak
termasuk buku dan catatan yang dibuat dan disimpan oleh auditee
untuk kepentingan audit manajemen.
Pemeriksaan dokumen berbeda dengan prosedur audit yang lain
dalam hal pencapaian tujuan audit lapangan.
Prosedur audit lainnya merupakan pelengkap dari pemeriksaan
dokumen.
Pemeriksaan dokumen tidak terlalu efektif untuk mengetahui
transaksi impor barang yang sebenarnya.
Salah satu hambatan pemeriksan dokumen adalah buku dan
catatan yang disimpan Auditee tidak memadai.
Untuk memperkuat hasil pemeriksaan, auditor harus melakukan
pemeriksaan fisik dan/atau analisa ilmiah dari barang impor.
Kontrak penjualan dan kontrak pembelian merupakan dokumen
yang terkait dengan usaha.
Salah satu contoh dokumen yang terkait dengan akuntansi adalah
kontrak komisi.
Pemeriksaan dokumen adalah alat yang paling efektif untuk
menguji data dalam pelaksanaan audit lapangan.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


1.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkan hasil jawaban dengan kunci yang terdapat di bagian belakang modul
ini. Hitung jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus untuk
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi.

TP =

Jumlah Jawaban Yang Benar X 100%


Jumlah keseluruhan Soal

Apabila tingkat pemahaman Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari
mencapai
91 %

s.d

100 %

Amat Baik

81 %

s.d.

90,00 %

Baik

71 %

s.d.

80,99 %

Cukup

61 %

s.d.

70,99 %

Kurang

Bila tingkat pemahaman belum mencapai 81 % ke atas (kategori Baik), maka


disarankan mengulangi materi.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2. Kegiatan Belajar (KB) 2

PROSEDUR PEMERIKSAAN DOKUMEN


Indikator Keberhasilan :
1. Mampu menjelaskan pendekatan dalam pemeriksaan
dokumen
2. Mampu menjelaskan prosedur umum pemeriksaan dokumen
3. Mampu melakukan pemeriksaan dokumen yang terkait
dengan usaha dan akuntansi
4. Mampu menjelaskan modus operandi
2.1. Uraian dan Contoh

A.

Pendekatan Dalam Pemeriksaan Dokumen


Ada 2 pendekatan yang sebaiknya dijalankan secara paralel dalam

pemeriksaan dokumen, seperti yang tergambar dalam gambar 1.1.

Pendekatan yang pertama adalah terlebih dahulu memeriksa dokumen


yang terkait dengan akuntansi. Pemeriksaan dimulai dari laporan keuangan,
pembukuan, bukti pembayaran dan dokumen terkait lainnya, kontrak, dokumen
pengangkutan dan dokumen pabean.

Pendekatan berikutnya adalah terlebih dahulu memeriksa dokumen yang


terkait

usaha.

Pemeriksaan

dimulai

dari

dokumen

pabean,

dokumen

pengangkutan, kontrak dan dokumen terkait lainnya, bukti pembayaran,


pembukuan dan laporan keuangan.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Gambar 2.1.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

10

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Tabel berikut ini menunjukkan kelebihan dalam pemeriksaan dokumen yang
terkait akuntansi dan dokumen yang terkait usaha :

Tabel 2.1.
Kelebihan dan Kekurangan dalam Pemeriksaan
Pemeriksaan

dokumen Pemeriksaan

yang terkait usaha


Kelebihan

Dapat memperoleh

dokumen

yang terkait akuntansi


-

Dapat memperoleh

proses negosiasi

gambaran

transaksi

menyeleuruh tentang

Dapat memperoleh

usaha secara efisien

transaksi off-record

Dapat memperoleh
pembayaran yang
sebenarnya

Kekurangan

Sukar untuk

Sukar untuk

mendapatkan gambaran

memperoleh proses

menyeluruh tentang

negosiasi transaksi

usaha
-

Sukar untuk

Memerlukan waktu dan

memperoleh

tenaga

transaksi off-record

Sukar untuk
mendapatkan dokumen
yang telah dihancurkan
atau disembunyikan

B.

Prosedur umum dalam pemeriksaan dokumen


Pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan dengan urutan langkah

sebagai berikut :
- Ketahui aturan dalam dokumentasi internal auditee, seperti catatan seperti
apa yang dibuat, diterima dan disimpan, fungsi dari masing-masing catatan
dan staf yang bertanggung jawab dalam setiap pencatatan.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

11

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


- Konfirmasi apakah semua buku dan catatan yang diminta oleh tim audit telah
diberikan atau tidak
- Periksa fisik dari buku dan catatan yang diberikan
- Periksa dokumen yang terkait usaha dan akuntansi
- Kumpulkan bukti yang mendukun temuan dan
- Periksa temuan dengan anggota tim audit yang lain dan jika diperlukan
dengan unit lain yang terkait

1. Kunci pokok untuk mengetahui aturan dalam dokumentasi internal


auditee

Bentuk, gaya dan fungsi buku dan catatan yang dibuat, diterima dan
disimpan oleh setiap auditee bervariasi, tergantung dari aturan dalam
dokumentasi internal masing-masing auditee. Oleh karena itu sangat penting
untuk nengetahui aturan dalam dokumentasi internal auditee melalui panduan
untuk dokumentasi. Mengetahui aturan internal melalui panduan juga
bermanfaat.

Setelah

mengetahui

aturan

internal,

auditor

sebaiknya

mengkorfimasikan buku dan catatan yang diberikan oleh auditee dan


sebaiknya meminta auditee untuk memberikan tambahan buku dan catatan
jika ada yang belum diberikan.
Satu hal yang perlu dicatat adalah banyak auditee yang mencoba untuk
mempersempit buku dan catatan yang diberikan untuk pelaksanaan audit.
Ketika ada buku dan catatan yang disimpan oleh auditee tidak diberikan
kepada auditor, baik disengaja maupun tidak disengaja, adalah penting untuk
meminta auditee untuk memberikan dokumen tersebut. Sebagai tambahan,
auditor sebaiknya mengkorfirmasikan apakah ada buku dan catatan yang
belum diberikan dengan menanyakan bagaimana mengatur usaha dengan
buku dan catatan yang ada.
Sebagai contoh bagan berikut menunjukkan alur dokumen usaha :

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

12

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Gambar 2.2.
FLOWCHART OF A PRT OF A PURCHASES-CREDITOR-PAYMENT CYCLE

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

13

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Gambar 2.3.
FLOWCHART OF A PART OF A SALES-DEBTOR-RECEIPTS CYCLE

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

14

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2. Kontrol dari buku dan catatan yang diberikan

Pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan disebuah ruangan yang


terpisah seperti ruang pertemuan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- untuk tidak menghambat auditee untuk melakukan kegiatan usaha rutin; dan
- untuk mencegah dokumen tercecer atau hilang
Selain itu harus diperhatikan pula buku dan catatan yang dibawa ke
dalam ruangan tersebut. Jika jumlah buku dan catatan selama periode audit
adalah cukup banyak, sebaiknya dipertimbangkan poin-poin yang akan diperiksa,
keandalan auditee dan jumlah auditor. Jika keandalan auditee diragukan, buku
dan catatan dari awal periode audit sampai dengan akhir periode audit harus
disimpan dalam ruangan tersebut untuk mencegah auditee memilah-milah dan
atau menyalahkan buku dan catatan.

3. Periksa penampilan fisik dokumen

Hal-hal berikut ini sebaiknya dilakukan dalam memeriksa penampilan fisik


dokumen :
- pembukuan : periksa nomor halaman atau nomor urut lainnya untuk
memastikan bahwa tidak ada penggantian dan atau penghilangan halaman,
- dokumen yang terkait usaha : periode usaha yang dicakup oleh dokumen
untuk memastikan bahwa semua dokumen untuk periode tersebut telah
diberikan.

C.

Pemeriksaan dokumen yang terkait usaha


Tujuan utama dalam memeriksa dokumen yang terkait usaha adalah

memastikan bahwa tidak ada elemen yang tidak diberitahukan yang dapat
mempengaruhi nilai pabean dalam pemberitahuan impor auditee, seperti adanya
pembayaran terpisah dan diskon. Untuk mencapai tujuan tersebut, penting untuk
memperoleh gambaran yang sesungguhnya dari setiap transaksi dengan penjual
tertentu dengan memeriksa masing-masing dokumen, membandingkan dokumen
tertentu satu dengan yang lain dan mentrasir setiap proses dari transaksi yang
dimulai dari negosiasi sampai dengan penjualan barang impor.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

15

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memeriksa dokumen yang terkait usaha :
a. Perhatikan urutan file, periksa apakah adakah jarak waktu yang lama dari
halaman yang berurutan dan apakah ada halaman yang hilang dan nomor
yang tidak berurutan.
b. Perhatikan hal-hal seperti kualitas kertas, style, dan tanda tangan,
perhatikan bahwa dokumen yang disengaja untuk terjadi kesalahan sering
menggunakan kertas, bentuk dan tanda tangan yang berbeda untuk
membedakan dengan dokumen lain;
c. Perhatikan orang yang membuat dokumen. Dokumen yang dibuat oleh
pihak eksternal lebih dapat dipercaya daripada yang dibuat oleh pihak
internal;
d. Perhatikan kepada catatan yang ditulis tangan dan diselipkan kertas
tambahan. Hal-hal yang berhubungan dengan kecurangan dan kesalahan
seing ditulis seperti ini;
e. Perhatikan hal-hal tertentu dalam sebuah halaman, seperti adanya bagian
kosong yang tidak biasa, lipatan kertas yang tidak biasa dan lubang
pembolong yang tidak biasa;
f. Periksa dokumen asli karena informasi yang ada dalam copy dan duplikat
dokumen lebih mudah dipalsukan dan
g. Mulai pemeriksaan dari dokumen yang dipergunakan secara harian ketika
auditee menyangkal keberadaan dokumen atau menolak memberikan
dokumen.

Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memverifikasi dokumen yang terkait


usaha :

1. Pemeriksaan kontrak dan korespondensi

Biasanya kontrak dan korespondensi yang harus diperiksa jumlahnya


besar sehingga diperlukan waktu yang cukup lama untuk membaca semua isi
dari dokumen tersebut. Sehubungan dengan adanya batasan waktu dalam
pelaksanaan audit , disarankan kepada auditor untuk memfokuskan perhatian
pada kata-kata dan simbol terutama yang berhubungan dengan nilai pabean
dan membaca kalimat sebelum dan sesudah kata-kata dan simbol tersebut

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

16

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


dengan hati-hati. Daftar berikut ini menunjukkan contoh dari kata-kata dan
simbol yang sebaiknya diberikan perhatian ketika melakukan scanning
dengan cepat :
 Angka
 Satuan mata uang ; berikut ini adalah contoh dari satuan mata uang :
Brunei

Cambodia

Laos

Indonesia

Malaysia

Myanmar

Philippines

B$

Kip

Rp

RM

Ks

IDR

MYR

MMK

PHP

BND

Singapore

Thailand

Vietnam

U.S.A

England

Euro

China

S$

RMB

SGD

THB

VND

USD

GBP

EUR

CNY

Hong Kong

Korea

Taiwan

Switzerland

Japan

HK$

SFr

HKD

KRW

TWD

CHF

JPY

 Rate ; sebagai contoh : %, percent, per;


 Term harga ; sebagai contoh : listed price (price list), net price, special
price;
 Term penyerahan barang ; sebagai contoh : Ex-works, FAS, FOB, C&F,
CIF, DDP
 Term pembayaran ; sebagai contoh : L/C, T/T, cash;
 Diskon dan pembayaran terpisah; sebagai contoh : claim loss, discount,
commission, license, royalty, know-how, credit, debit, inland;
 Kondisi tertentu; seperti : advertising expense, sales promotion, after
service; dan
 Lain-lain; seperti : agreement, sample, cc, proforma
Sebagai tambahan auditor sebaiknya mengkonfirmasi jika ada hal-hal
tertentu yang menyebabkan nilai transaksi tidak dapat ditetapkan menjadi
nilai pabean.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

17

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2. Verifikasi pola transaksi

Direct trade
Goods
Importer
(Country A)

Exporter
(Country B)
Payment

Direct import

Direct Export

Intermadiary trade
Goods
Importer
(Country A)

Exporter
(Country B)

Payment for
imported goods

Payment for
exported goods

Purchase
contract of
goods
Intermediary
(Country C)

Sale contract of goods (sale for export to Country A)

Triangular trade
Goods B
Importer
(Country A)

Exporter
(Country B)
Payment
for
imported
goods B

Payment
for goods
B

Payment
for goods
A

Goods A

Sale contract of goods


A & counter-purchase
contract of goods B

Trader
(Country C)
Sale Contract of goods (sale of goods B for export to Country A)

Trade without payment


Konsinyasi

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

18

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


3. Verifikasi nilai transaksi

Adalah penting untuk meyakini apakah ada faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi nilai transaksi yang diberitahukan dengan mentrasir proses
transaksi dari permulaan negosiasi sampai penjualan barang impor. Proses
tersebut dapat ditrasir dengan memeriksa dokumen tertentu, seperti
korespondensi, kontrak, dokmen pengangkutan, dokumen pembayaran dan
kertas kerja penghitungan biaya.

i.

Pencatatan metode penentuan harga dan negosiasi / tawar menawar

Ada beberapa metode penentuan harga yang biasanya terjadi. Nilai


transaksi dapat ditentukan melalui proses negosiasi (tawar menawar)
antara penjual dan pembeli, atau bisa juga ditetapkan langsung oleh
penjual.
Dalam beberapa kasus, terlepas dari metode penentuan harga yang
digunakan, proses dalam penentuan nilai transaksi sering dicatat dengan
beberapa cara, seperti korespondensi antara penjual dan pembeli dan
dalam memo intern, karena nilai transaksi adalah hal yang sangat penting
dalam hubungannya dengan profit dari pembeli. Auditor seringkali dapat
memperoleh clue dalam hal adanya kecurangan atau kesalahan dengan
pemeriksaan pencatatan proses penentuan harga.
ii.

Price lists

Ketika auditee menyajikan price list, perhatikan dengan seksama


daftar tersebut dan yakinkan apakah price list tersebut dapat diterima
dengan membandingkan dengan harga umum untuk barang sejenis.
Sebagai tambahan, pemeriksaan dokumen lain yang berhubungan
dengan transaksi sebaiknya tidak diabaikan. Auditee dapat menyatakan
bahwa price list tersebut adalah harga internasional yang berlaku umum.
Bagaimanapun juga, pemeriksaan dokumen kontrak mungkin dapat
menyajikan fakta bahwa harga yang tercantum di dalam price list adalah
hanya berlaku untuk transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

19

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


menandatangani kontrak. Ada juga auditee yang menyangkal adanya
price list. Dalam kasus tersebut, korespondensi dan atau dokumen lain
yang dipertukarkan antara penjual dan pembeli dapat menunjukkan
bahwa penjual mengirimkan price list kepada pembeli.

iii.

Term harga

Term harga biasanya ditentukan berdasarkan term penyerahan dan


dinyatakan dalam kontrak, commercial invoice dan dokumen lain yang
berkaitan. Bagaimanapun juga harus dicatat bahwa nilai transaksi yang
sebenarnya tidak selalu sesuai dengan nilai dari term harga yang
disebutkan dalam dokumen. Oleh karena itu meskipun term harga di
dalam dokumen usaha telah konsisten dengan pemberitahuan impor,
adalah penting untuk melakukan pemeriksaan apakah auditee melakukan
pembayaran lain yang harus ditambahkan dalam nilai transaksi.

iv.

Term pembayaran

Term pembayaran sebaiknya diperiksa dengan dokumen yang terkait


usaha,

seperti

kontrak,

dokumen

pengangkutan,

dan

dokumen

pembayaran. Term tersebut dapat mempengaruhi harga barang impor.


Sehubungan dengan waktu penyelesaian, term pembayaran dapat
dibagi menjadi : the payment in advance, the payment on delvery, the
deferred payment and the payment bay installents. Selain itu dapat juga
dikategorikan menjadi the payents in cash dan by bill (bill of exchange).

v.

Term lain

Sebagai tambahan term yang telah disebutkan di atas, ada beberapa


term yang mempengaruhi harga transaksi dari impor barang impor yang
biasanya dinyatakan oleh penjual dan/atau pembeli dalam kontrak. Ada
kontrak yang menyebutkan bahwa biaya bahan/jasa yang disediakan oleh
pembeli adalah free of charge dan biaya tersebut dikurangkan dari harga

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

20

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


transaksi barang yang diimpor atau mengurangi utang penjual dengan
meng-offset harga barang impor.

vi.

Pembayaran terpisah

Biasanya lebih efektif untuk menemukan adanya pembayaran


terpisah yang tidak diberitahukan kepada Customs dengan pemeriksaan
dokumen yang terkait akuntansi karena pembayaran biasanya dicatat
dalam pembukuan. Bagaimanapun juga, pemeriksaan dokumen yang
terkait usaha sebaiknya dilaksakan karena :
- Pencatatan pembayaran terpisah memerlukan source document
termasuk dokumen yang terkait usaha seperti kontrak dan
korespondensi;
- Masalah pembayaran terpisah biasanya dirinci di dalam dokumen
yang terkait usaha;
- Adanya orang atau pihak lain selain eksportir di dalam transaksi
impor dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan dokumen yang terkait
usaha.

4. Verifikasi Cost Sheet


Verifikasi cost sheet dapat dianggap sebagai metode yang efektif dalam
memverifikasi kebenaran nilai pabean yang diberitahukan. Ada 2 pendekatan
yang dapat dilaksanakan dalam verifikasi cost sheet, yaitu :

i.

Verifikasi sales cost of imported goods

Banyak auditee yang menghitung dan emmbuat perbandingan biaya


dan profit dari penjualan dalam kerta kerja. Dalam kertas kerja tersebut
biasanya terdapat informasi sebagai berikut :
 basic cost (harga transaksi barang impor sesuai dengan term
penjualan)
 incidental costs for purchase
 costs in sales

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

21

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


 selling price dan
 profit
ii.

Verifikasi resale price dan resale profit ratio of imported goods

Resale price dan resale profit merupakan informasi yang berguna


dalam memverifikasi nilai pabean yang diberitahukan dan dihitung dengan
cara :
 resale profit ratio
Resale price

- (CIF price + Customs duty + other import taxes)

100 = resale profit ratio (%)

CIF price + Customs duty + other import taxes

 resale index
Resale unit price

= resale index

CIF unit price (1 + duty rate) (1 + other import tax rate)

rasio

atau

indeks

dianggap

meragukan

transaksi

dengan

membandingkan rasio atau indeks dengan transaksi lain dari barang


sejenis baik transaksi yang dilakukan auditee sendiri ataupun importir
lain.

5. Pemeriksaan ledger impor


Dalam bagian tertentu seperti sale and purchase section, beberapa
auditee ada yang membuat ledger yang disebut import ledger, yang bukan
merupakan bagian dari sistem akuntansi tetapi mencatat setiap transaksi
impor. Pemeriksaan ledgar ini berguna untuk memahami hal-hal umum
seputar transaksi impor.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

22

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


i.

Verifikasi dokumen pemberitahuan pabean


Verifikasi

dokumen

pemberitahuan

peban

diperlukan

untuk

menentukan status dari pemberitahuan sehubungan dengan adanya


temuan yang mengarah pada adanya kecurangan dan kesalahan.

ii.

Perpindahan pemeriksaan kepada dokumen yang terkait akuntansi


Ketika auditor sampai pada suatu titik dimana auditor meragukan
dokumen yang terkait dengan usaha, direkomendasikan bagi auditor
untuk segera memeriksa dokumen yang terkait akuntansi. Sebagai
tambahan, ketika auditor tidak dapat memahami transaksi yang terjadi
sebenarnya melalui pemeriksaan dokumen usaha, direkomendasikan
bagi auditor untuk mulai memeriksa dokumen yang terkait akuntansi.

D.

Pemeriksaan dokumen yang terkait akuntansi


Tujuan utama dari pemeriksaan dokumen yang terkait akuntansi adalah

untuk memahami pembayaran yang sebenarnya atas transaksi barang impor dan
memverifikasi kemungkinan adanya irregulaties dari WTO Valuation Agreement.
Auditor mungkin mengalami hambatan sebagai berikut dalam pemeriksaan:
- hambatan dalam memperoleh fakta tentang transaksi tersebut dalam
dokumen yang terkait akuntansi
- hambatan dalam mengidentifikasi rincian transaksi ketika dokumen akuntansi
mencatat transaksi atas gabungan banyak transaksi.
Dalam memeriksa dokumen yang terkait akuntansi ada beberapa hal yang
harus di perhatikan :
- dokumen yang tekait akuntansi mungkin tidak menunjukkan kenyataan
kegiatan usaha dan posisi keuangan auditee. Meskipun pada kenyataannya
auditee harus mencatat semua transaksi sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum dan peraturan yang berlaku, bagaimanapun juga ada
beberapa transaksi yang tidak tercatat baik karena kesalahan maupun
disenganja oleh auditee.
- Hal-hal yang berada atau berhubungan dengan gambaran danuraian dari
buku dan catatan sebaiknya dibaca. Auditor sebaiknya memeriksa apakah

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

23

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


ada hal-hal yang menyebabkan ketidakmampuan di dalam prosedur
kepabeanan.
- Perhatian harus difoukskan ke adanya kontradiksi antara gambaran dan
uraian di dalam pembukuan dan pencatatan. Adalah penting untuk memeriksa
dengan mendalam pencatatan yang tidak sesuai dengan praktek akuntansi
yang umum, sebagai contoh pembelian dicatat kredit.
- Periksa secara mendalam untuk meyakini tidak ada ketidakwajaran dalam
pembukuan dan pencatatan. Harus dicatat bahwa apabila kedapatan ada
halaman yang hilang atau ada tanggal yang tidak urut dapat menjadi indikasi
adanya ketidakwajaran.
- Perhatian harus difokuskan ke tambahan uraian yang ditulis dengan tangan.

E.

Modus Operandi
Dalam transaksi impor, ada beberapa modus yang sering terjadi:

- Under invoicing
- Over invoicing
- Discount yang tidak seharusnya
- Jumlah barang yang salah
- Jenis barang yang salah
Untuk meyakinkan adanya kesalahan di dalam transaksi impor adalah
penting untuk memeriksa dokumen yang terkait akuntansi. Berikut adalah
gambaran menyeluruh mengenai pemeriksaan dokumen yang terkait akuntansi:

- Laporan keuangan
Melalui pemeriksaan laporan keuangan, seperti laporan laba rugi,
neraca dan laporan pendukungnya, kemungkinan terjadinya irregularity dapat
diperkirakan. Bagaimanapun juga diperlukan kemampuan akuntansi yang
mendalam dan keahlian audit dalam mengidentifikasi area yang mungkin
terjadi irregularity hanya berdasarkan laporan keuangan karena laporan
tersebut hanya berisi gambaran ringkas dari kegiatan usaha.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

24

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


- Pembukuan
Pemeriksaan pembukuan adalah cara yang efektif untuk memastikan
kebenaran nilai pabean yang diberitahukan. Hal tersebut dilakukan dengan
cara memeriksa biaya-biaya yang dicatat di dalam pembukuan. Apabila di
dalam jurnal umum dan buku besar hanya terdapat informasi secara global,
maka buku pembantu yang mencatat secara rinci semua transaksi harus
diperiksa.

- Dokumen sumber
Verifikasi dokumen sumber sangat berguna

dalam menjelaskan

keraguan pada transaksi yang ditemukan melalui pemeriksaan laporan


keuangan dan pembukuan. Hal ini terjadi karena dokumen sumber biasanya
berisi uraian yang lebih faktual dibandingkan dengan yang ada dalam
pembukuan. Di dalam dokumen sumber sering kali terdapat nama atau tanda
tangan dari orang yang bertanggung jawab atas suatu transaksi sehingga
untuk menghilangkan keraguan yang timbul, auditor dapat langsung
menanyakan kepada orang yang bersangkutan.
Untuk menemukan adanya irregularity, verifikasi dokumen sumber dapat
dilaksanakan terlebih dahulu, sebelum dilakukan pemeriksaan laporan
keuangan dan pembukuan, tetapi perlu diingat bahwa hal tersebut memakan
waktu yang cukup banyak bila jumlah dokumen yang diperiksa sangat banyak.

Prosedur yang harus dijalankan ketika melakukan pemeriksaan terhadap


pembukuan:

Pilih perkiraan yang mungkin berisi catatan yang berkaitan dengan nilai
pabean dari daftar perkiraan yang ada di dalam laporan keuangan atau dari
bagan perkiraan yang disampaikan oleh auditee.

Periksa apakah perkiraan yang dipilih, dokumen sumber dan catatan terkait
relevan dengan elemen-elemen yang membentuk nilai pabean.

Yakinkan apakah ada biaya-biaya yang belum ditambahkan ke dalam nilai


pabean.

Apabila terjadi kesalahan dalam pemberitahuan, yakinkan apakah kesalahan


itu disengaja atau tidak.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

25

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2.2. Latihan 2
1. Sebutkan kelemahan dan kelebihan prosedur pemeriksaan atas dua
pendekatan pemeriksaan dokumen !
2. Jelaskan tujuan utama pemeriksaan dokumen yang terkait usaha dan
pemeriksaan yang terkait laporan akuntansi !
3. Sebutkan

hal-hal

yang

perlu

diperhatikan

dalam

memeriksa

dan

memverifikasi dokumen yang terkait usaha dan dokumen yang terkait


akuntansi !
4. Sebutkan modus operandi yang sering terjadi dalam transaksi impor !

2.3. Rangkuman
Pemeriksaan dokumen dapat dilakukan dalam dua pendekatan yang terdiri dari
pendekatan pertama yaitu pemeriksaan dimulai dari dokumen yang terkait
dengan akuntansi dan diakhiri dengan pemeriksaan dokumen pabean,
sedangkan pendekatan kedua adalah pemeriksaan yang dimulai dari dokumen
terkait usaha dan diakhiri dengan pemeriksaan pembukuan dan laporan
keuangan dan tentunya dua pendekatan pemeriksaan tersebut ada kelemahan
dan kelebihan masing-masing.
Pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan dengan urutan langkah yang
sistematis, yaitu :


Mengetahui aturan dalam dokumentasi internal auditee,

Mengkonfirmasi semua buku dan catatan yang diminta oleh tim audit telah
diberikan;

Memeriksa fisik dari buku dan catatan yang diberikan;

Memeriksa dokumen yang terkait usaha dan akuntansi;

Mengumpulkan bukti yang mendukung temuan; dan

Memeriksa temuan dengan anggota tim audit yang lain dan jika diperlukan
dengan unit lain yang terkait

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

26

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2.4. Test Formatif
1.

BS

2.

BS

3.

BS

4.

BS

5.

BS

6.

BS

7.

BS

8.

BS

9.

BS

10. B S

Pada pemeriksaan dokumen yang terkait dengan usaha


dapat diperoleh gambaran menyeluruh tentang usaha
secara efisien.
Kekurangan pemeriksaan dokumen yang terkait dengan
akuntansi adalah sukar memperoleh proses negoisasi
transaksi.
Auditor harus melakukan konfirmasi apakah semua bukti
yang diminta tim audit telah diberikan.
Pemeriksaan dokumen tidak perlu dilakukan di sebuah
ruangan yang terpisah.
Perlu memeriksa dokumen asli karena dokumen yang
dibuat pihak eksternal lebih dapat dipercaya daripada yang
dibuat oleh pihak internal.
Nilai transaksi dapat ditentukan melalui proses negoisasi
antara penjuala dan pembeli.
Korespondensi dan atau dokumen lain yang dipertukarkan
antara penjual dan pembeli tidak dapat menunjukkan
bahwa penjual mengirimkan price list kepada pembeli.
Keberadaan orang atau pihak lain selain eksportir di dalam
sebuah transaksi dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan
dokumen yang terkait dengan usaha.
Dokumen yang terkait dengan akuntansi selalu
menunjukkan kenyataan kegiatan usaha dan posisi
keuangan auditee.
Untuk menemukan adanya irregularity, verifikasi dokumen
sumber dapat dilaksanakan terlebih dahulu, sebelum dilakukan
pemeriksaan laporan keuangan dan pembukuan.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

27

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


2.5. Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Cocokkan hasil jawaban dengan kunci yang terdapat di bagian belakang modul
ini. Hitung jawaban Anda yang benar. Kemudian gunakan rumus untuk
mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi.

TP =

Jumlah Jawaban Yang Benar X 100%


Jumlah keseluruhan Soal

Apabila tingkat pemahaman Anda dalam memahami materi yang sudah dipelajari
mencapai
91 %

s.d

100 %

Amat Baik

81 %

s.d.

90,00 %

Baik

71 %

s.d.

80,99 %

Cukup

61 %

s.d.

70,99 %

Kurang

Bila tingkat pemahaman belum mencapai 81 % ke atas (kategori Baik), maka


disarankan mengulangi materi.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

28

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

PENUTUP
Auditor yang profesional sangat dibutuhkan oleh Direktorat Jenderal Bea
dan Cukai dalam rangka tugas audit Kepabeanan dan Cukai. Dengan membaca
modul Verifikasi, Akurasi, dan Keabsahan Dokumen ini diharapkan pembaca
mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan yang utuh tentang bagaimana
melakukan pemeriksaan terhadap dokumen baik yang terkait dengan usaha
maupun dengan akuntansi. Pengetahuan dan ketrampilan yang utuh tentang
Verifikasi, Akurasi, dan Keabsahan sangat membantu dalam pelaksanaan tugas
audit pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

29

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

TES SUMATIF
I.

Lingkarilah B untuk jawaban benar atau S untuk jawaban salah pada


pernyataan-pernyataan berikut;

1.

B - S

Tujuan audit sangat sukar dicapai apabila hanya dilaksanakan


dengan pemeriksaan dokumen

2.

B - S

Cara paling efektif untuk mengetahui transaksi impor barang


yang sebenarnya adalah dengan pemeriksaan dokumen

3.

B - S

Apabila terdapat hal-hal tertentu yang tidak disajikan dalam buku


dan catatan, maka hal tersebut tidak menghambat pemeriksaan
dokumen.

4.

B - S

Rekening koran adalah salah satu contoh dari dokumen yang


terkait dengan usaha.

5.

B - S

Keuntungan dari memeriksa rincian dokumen dari dokumen


usaha ke dokumen akuntansi adalah dapat memperoleh
gambaran menyeluruh tentang usaha secara efisien.

6.

B - S

Auditor tidak perlu menanyakan cara auditee mengatur usaha


dengan buku dan catatan yang ada.

7.

B - S

Pemeriksaan dokumen sebaiknya dilakukan di ruang kerja


auditee.

8.

B - S

Dokumen yang dibuat oleh pihak eksternal dapat lebih dipercaya


daripada yang dibuat oleh pihak internal.

9.

B - S

Untuk efektivitas pelaksanaan pemeriksaan, dalam pemeriksaan


kontrak, sebaiknya perhatian difokuskan kepada kata-kata dan
simbol yang berkaitan dengan pencatatan transaksi.

10.

B - S

Term harga tidak perlu diperiksa karena nilai transaksi yang


sebenarnya selalu sama dengan nilai di dalam dokumen.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

30

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen


II. Pilihlah satu jawaban yang saudara anggap paling benar dari
pertanyaan berikut:
1. Kelebihan pemeriksaan dokumen yang terkait dengan usaha adalah...
a. Dapat memperoleh gambaran menyeleuruh tentang usaha secara efisien
b. Dapat memperoleh pembayaran yang sebenarnya
c. Dapat memperoleh proses negosiasi transaksi
d. Dapat memperoleh gambaran menyeleuruh tentang usaha secara efektif
2. Kekurangan pemeriksaan dokumen yang terkait dengan akuntansi adalah...
a. Sukar untuk memperoleh proses negosiasi transaksi
b. Sukar untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang usaha
c. Memerlukan waktu dan tenaga
d. Sukar untuk mendapatkan dokumen yang telah dihancurkan atau
disembunyikan
3. Pada prosedur umum pemeriksaan dokumen, langkah berikutnya setelah
pemeriksaan fisik dari buku dan catatan yang diberikan adalah...
a. Konfirmasi kelengkapan semua buku dan catatan
b. Memeriksa dokumen yang terkait usaha dan akuntansi
c. Mengumpulkan bukti yang mendukung temuan
d. Memeriksa temuan dengan anggota tim audit yang lain
4. Pemeriksaan dokumen yang terkait usaha sebaiknya dilaksanakan karena...
a. Pencatatan pembayaran terpisah tidak memerlukan source document
termasuk dokumen yang terkait usaha seperti kontrak dan korespondensi
b. Masalah pembayaran terpisah biasanya tidak dirinci di dalam dokumen
yang terkait usaha
c. Adanya orang atau pihak lain selain eksportir di dalam transaksi
impor dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan dokumen yang
terkait usaha
d. Pemerikaan dokumen terkait dengan akuntansi tidak memadai
5. Berikut ini adalah dokumen yang terkait dengan akuntansi
a. Kontrak Bantuan Teknik

b. L/C

c. Kontrak Komisi

d. Korespondensi

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

31

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

KUNCI JAWABAN
Tes Formatif I
1.
B
2.
S
3.
B
4.
B
5.
S

6.
7.
8.
9.
10.

B
B
B
S
B

Tes Formatif 2
1.
S
2.
B
3.
B
4.
S
5.
S

6.
7.
8.
9.
10.

B
S
B
S
B

Tes Sumatif
1.

6.

11.

2.

7.

12.

3.

8.

13.

4.

9.

14.

5.

10.

15.

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

32

Verifikasi, Akurasi dan Keabsahan Dokumen

DAFTAR PUSTAKA
Shokai, N 2005, ASEAN Post Clearance Audit Manual, JICA.
---

DTSS
DTSS Post Clearance Audit

33

Anda mungkin juga menyukai